Awug, Makanan Tradisi Berselera Tinggi

awug cibeunying2Destinasianews - Pamor awug sebagai makanan tradisional tak pernah pudar. Betapa cita rasanya sudah dikenal sejak zaman baheula bahkan hingga sekarang. Penikmatnya tak hanya orang tua, kalangan muda bahkan anak-anak pun menggemarinya.

 

Di Bandung, keberadaan awug dapat dijumpai di sejumlah sudut kota dan disajikan dengan harga beragam. Rupanya, cita rasa awug bukan hanya lahir dari bahan dan cara pengolahannya, tapi juga cara menghidangkannya.

 

Awug adalah satu dari sekian banyak penganan khas masyarakat Sunda atau Jawa Barat. Diolah dari tepung beras (paré) yang dicampur dengan air, garam, gula merah dan kelapa parut serta dimasak dengan cara dikukus.

 

Akan tetapi, dikukus dengan perabot dapur beranyam bambu bernama aseupan, awug menjadi makanan khas. Selain bentuknya serupa kerucut, juga telah menjadi tradisi turun-temurun. Berbeda jika dikukus seperti biasa dengan perabot yang lebih modern. Lain pula aroma dan auranya. awug cibeunying

 

Adonan awug lazimnya dibuat berlapis. Lapisan ini terbentuk dari dua warna. Warna putih dari tepung beras dan warna merah kecokelatan berasal dari gula merah (aren).

 

“Kuncinya terletak pada resep dan bahan dasar yang berkualitas. Dikukus dengan aseupan, aroma awug akan lebih wangi,” terang Ade dari Awug Beras Cibeunying, Kota Bandung. Menurutnya pula, awug yang sudah matang atau saat masih panas baiknya disajikan pada piring dengan dialasi daun pisang terlebih dahulu. Apa sebab? Katanya, daun ini pun akan memunculkan harum yang menggugah selera, tak hanya dari daun pandan.

 

Di kiosnya yang terletak di bilangan Jalan Jenderal Ahmad Yani, awug yang dijajakan selalu dikukus secara dadakan. Bahkan, pembeli dapat melihat langsung bagaimana lapisan awug itu dibuat. Juga saat awug dalam aseupan dimatangkan pada sééng sekira 10 menit.

awug cibeunying1

 

Dengan merogoh kocek Rp 6.000, di tempat niaganya yang sudah berdiri sejak 1980 itu, satu dus awug beras asli dapat dibawa pulang. Untuk isi yang lebih banyak, sedia juga kemasan dalam pipiti ataupun nyiru.

 

Dengan bahan-bahan alami, awug dapat bertahan cukup lama. Maka tak jarang, awug dijadikan satu opsi sebagai buah tangan bagi pelancong yang datang dari luar kota. Seperti nasi, awug pun dapat dihangatkan beberapa saat. Akan tetapi yang perlu diingat, kata Ade, kelapa parut dicampur saat awug akan segera disantap.

 

Meski berbahan dasar padi, awug digolongkan pada makanan ringan. Dijadikan menu pilihan untuk melengkapi jamuan pesta, tak jadi soal. Malah, di hotel berbintang pun acap disajikan dalam suatu acara formal semisal meeting.

 

Namun, sekali lagi, awug adalah makanan tradisional khas Sunda dengan selera tinggi. Disantap selagi hangat, akan terasa lebih nikmat. Hmm … lekker. (IA/dtn)

Baca juga : Awug Beras Asli Cibeunying – Kuliner Tradisional Tahan Banting !


emgz2

Artikel lain...

Baliwood Land, Akan Gelar Seminar Efek Make Up Artis Film

Baliwood  Land, Akan Gelar Seminar Efek Make Up Artis Film

destinasiaNews –Di era digital, teknologi memang bisa jadi sangat membantu dalam hal pembuatan film. Salah satu kontribusi nyata adalah lewat...

Menpar Arief Yahya, Menjadi Pembicara Utama Pada Seminar Transformasi Bisnis di MM-FEB Unpad

Menpar Arief Yahya, Menjadi Pembicara Utama Pada Seminar Transformasi Bisnis di MM-FEB Unpad

destinasiaNews - Fenomena revolusi industri 4.0 telah mentransformasi ekonomi, pekerjaan, dan bahkan masyarakat sendiri. Teknologi fisik dan digital yang digabungkan dengan...

Memperingati Hari Pahlawan, Presiden Jokowi Naik Sepeda Ontel Mengenakan Seragam Pejuang “Tempo Doeloe”

Memperingati Hari Pahlawan, Presiden Jokowi  Naik Sepeda Ontel Mengenakan Seragam Pejuang “Tempo Doeloe”

destinasiaNews– Setelah selesai menghadiri upacara memperingati Hari Pahlawan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cikutra Kota Bandung, Jawa Barat,...

Presiden Jokowi Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif Di Bandung, Tunggangi Motor Street Tracker

Presiden Jokowi Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif  Di Bandung, Tunggangi Motor Street Tracker

destinasiaNews –Pada hari kedua kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandung, menghadiri acara Deklarasi Jawa Barat Kondusif, yang diikuti...

KBIH Hudiyal Huda Cileunyi Memulai Manasik Ibadah Haji Tahun Keberangkatan 2019

 KBIH Hudiyal Huda Cileunyi  Memulai Manasik Ibadah Haji Tahun Keberangkatan 2019

  destinasiaNews – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Yayasan Hudiyal Huda (Hud Hud), pada 10 November 2018 memuliai program...

Pengunjung

02785985
Hari ini
Kemarin
2642
2753