Mie & Nasi Goreng Pak Suyud – Tungku ‘Gowes’ Rasa Klasik, Legenda kuliner Bandung

 IMG 20171031 WA0109
destinasiaNews– Serba singkat saja ya? Ini perkara kuliner legenda dari kota Bandung. Eksisnya, sejak era Kemerdekaan RI pada 1945! Namanya Mie & Nasi Goreng Pak Suyud, alamatnya di Perempatan Jalan Mangga dan Belimbing kota Bandung.
 
“Itu tuh, di depan toko Cairo,” papar seseorang kala ditanya ke seorang juru parkir yang bertugas di seputar Jl. Ahmad Yani dan Jl. Mangga (di depan Polsek Bandung Wetan). Jaraknya sekitar 500 meter dari mulut Jl.Mangga.
 
“Tuh, yang ada toko Cairo…,” lagi seseorang menuntun kita ke tempat Mie & Nasi Goreng Pak Suyud yang kini dikelola putri ke-6 bernama Ibu Sani.
 
Hari itu pada 28 Oktober 2017, tibalah di lokasi kuliner legendaries, atas undangan khusus Abah Landoeng (91), sambil berkata:”Kita rayakan hari Soempah Pemoeda dengan cara berbeda. Menikmati kuliner djadoel …”
 
“Dulu Pak Suyud berkeliling di sekitar Jalan Mangga, sambil dipikul. Salah satu tempat mangkalnya pada era 1960-an, di depan Toko Cairo. Ya, di sini,” jelas Abah Landoeng pria pegiat lingkungan dan anti korupsi, yang juga dikenal selaku figur “Guru Oemar Bakri dari lantunan penyanyi balada Iwan Fals - ”Pak Suyud Abah kenal secara pribadi sebelum tahun 60-an. Belau mangkat pada usia 90-an pada tahun 1992. Tinggalnya, dulu di Cikaso mulai 1945 – 1986. Tepatnya di seberang markas Band The Rollies.”
 
Terpenting, yang namanya legenda kuliner Bandung, memang harus dicoba-rasakan, artinya jangan dilihat atawa disimak. Alkisahnya, anglo (tungku) yang dulu kerap dibawa-bawa Pak Suyud pada masa jayanya, sejak mangkal di halaman Toko Cairo diganti dengan gowesan tangan pengganti hembusan ‘hihid’ (kipas dari anyaman bambu – bhs Sunda).
 IMG 20171102 053322
“Setelah Pak Suyud mangkal di sini hihid-nya diganti penghembus udara seperti tukang patri. Ini malah jadi ciri khasnya sampai sekarang. Diputar sama asisten …”, jelas Ibu Sani disela-sela melayani pengunjung yang setiap hari manggal sejak pukul 12 siang hingga petang.
 
“Rasa kuliner Mie dan Nasi Goreng, Bihun Goreng, Cap Cay, Ayam Cha, Nasi Mawut, juga Mie Kuah, jadi khas ada aroma arang yang matang. Rasa ini tidak ada di kuliner sejenis yang dimasak dengan gas konvensional. Makanya pelanggannya, fanatik malah dari Jakarta banyak,” jelas Abah Landoeng yang diamini Ibu Sani sambil menambahkan –“Seperti kerabat saja, saking lamanya kami sudah saling kenal dengan Abah.”
 
Yang hebat lagi, kata Abah Landoeng soal kuliner Mie dan Nasi Goreng Pak Suyud ini:”Pada tahun 1955 serta sebelumnya, sajian ini sering dipesan para pejabat. Dulu suka dibungkus, dipesan khusus untuk pejabat negara yang menginap di Hotel Savoy Homann atau Hotel Grand Preanger.”     
 
Toko Cairo & Porsi Besar
 
Sedikit tentang toko Cairo yang kini menjual barang seperti warung masa kini, kisahnya cukup unik. “Toko Cairo dulu jualan barang cukup lengkap. Bangunannya sejak 1919. Lebih dulu dari Gedung Sate tahun 1926,” jelas Abah Landoeng. 
 
Menurutnya pemiliknya dulu bernama Tuan Liong. “Sekarang diurus oleh anaknya Ibu Apin.”
 
Cerita lainnya soal kenapa “Pak Suyud” bisa berjualan di halaman Toko Cairo? “Ya, Ayah saya menyewanya dari Tuan Liong sampai ke Ibu Apin sampai sekarang,” jawab Ibu Sani.
 
Alhasil ada semacam persahabatan abadi antara Tuan Liong dan Pak Suyud yang hingga kini turun ke genrasi ke dua. Akankah  ini sampai ke generasi ke tiga? “”Waduh, belum tahu tuh?” seru Ibu Sani dengan tersenyum yang sejak kecil sudah “dibelajarin” resep Ayahnya yang rata-rata berporsi besar.
 
Perihal porsi yang relatif besar itu, termaktub dalam selebaran sederhana: Nasi Goreng, Nasi Mawut, Mie Goreng, Mie Kuah, Bihun Goreng, dan Cap Cay terdiri atas 1 porsi besar Rp. 35.000; ½ porsi sedang Rp. 20.000, kecuali Ayam Cha 1 porsi besar Rp. 100.000 dan ½ porsi sedang Rp. 60.000. “Bisa dipesan juga…,” kata Ibu Sani dengan nomor telepon tertentu – “Pokoknya, siap antarlah di seputar Bandung.”      
 
Boleh Ngutang?
 
Lagi, sedikit cerita soal kenapa sampai sekarang banyak orang-orang di Jakarta dan kota lainnya sengaja makan di sini, atau malah kerap memesan beberapa bungkus ke luar kota?
 
Kata ibu Sani, Ayahnya dahulu kala berhubungan dengan konsumennya menjalin hubungan kekerabatan secara khusus. “Jadi yang melanggan pada tahun 1960-an itu sekarang mungkin jadi kakeknya. Yang datang ke sini dari Jakarta atau Tangerang itu anak dan cucunya.”
 
Lucunya, masih kata Ibu Sani yang kini berseragam pakaian pangsi hitam-hitam dengan bersampir kai n batik di lehernya:”Sering Ayah bercerita, ada pelanggan para mahasiswa indekos tahun 1970-an ngutang dengan jaminan baju. Alasannya, belum dikrim wesel dari orang tuanya.”
 
Lalu apa yang dilakukan Pak Suyud kala itu?”Baju jaminan itu, silahkan dibawa pulang lagi. Bayarnya, bisa kapan saja. Soal ini masih berlaku sampai sekarang.Boleh nganjuk(ngutang), utamanya kalau sudah kenal,” jelas Ibu Sani sambil tersenyum.
 
Pembaca budiman, rupanya inilah satu-satunya kuliner legenda dari kota Bandung yang dulu dikenal sebagai Paris van Java. Sajian tungku gowes ala tempo doeloe, dengan aroma bakaran arang, meresap ke bahan kuliner. Niscaya, ini top markotop Mie dan Nasi Goreng rasa asali peninggalan Pak Suyud yang murah hati.   
 
Akhirul kata, tabik dalam-dalam untuk Abah Landoeng – memperkenalkan kembali sajian kuliner tempo doeloe yang “klasik punya”,  biasanya sudah tertelan jaman now ! “Kapan lagi atuh mau ke Mie dan Nasi Goreng Pak Suyud?” kata Abah Landoeng menutup perjumpaan yang unik, yang katanya demi perayaan Sumpah Pemuda 1928.
 
Hubungannya, Mie dan Nasi Goreng Pak Suyud dengan peringatan Sumpah Pemuda di jaman now, apa ya? Silahkan, pembaca budiman menjawabnya sendiri. Pusing? Bersegeralah mencicipi rasa Mie dan Nasi Goreng klasik itu …(HS/SA)   
 
Add a comment

Cobalah! Magnet Kuliner Malam di Kobe Food House ‘Halim KS’

kobe1destinasiaNews -  Destiners, boleh dikata ini “temuan baru” ihwal jajanan malam di Jl. Cibadak Kota Bandung. Sesungguhnya, bila diceritakan di laman ini akan berjilid-jilid membahas pesona dan keseruannya. “Nggak nyangka, ini Kobe Food House sajian kuliner halal ala Chinese dan Jepang, begitu lezat dan nikmat. Harga pun terjangkau,” papar Yanti (24) karyawan swasta asal Bekasi. Yanti hadir bersama rekan-rekannya sambil menyantap menu Udang Tempura & Bayam Goreng, Teriyaki, Seafood Gulung Kobe & Gulung Nori. “Enak banget jajanannya …,” seru Yanti disertai derai tawa renyah malam itu (17/5/2017).

 

kobe2Malam itu seperti malam-malam biasanya, para penikmat sajian Kobe Food House meluber hingga ke pinggiran Jl. Cibadak No 101. “Makin ramai bila akhir pekan atau masa-masa liburan,” jelas Halim KS yang sudah merintis usahanya sejak 5 tahun lalu, “Semua menu disajikan halal. Lagi pula kalau ada kritik jangan sungkan-sungkan, siap ditampung dan dilaksanakan. Kan, ini buat kebaikan bersama.”

 

Bila merunut pada materi yang kerap diutarakan Pengamat Kepariwisataan, Adi Raksanagara - Bermula dari pesona goyang lidah yang nikmat dan memikat, siapa tahu menjadi magnet utama para pelancong. Mereka betah berlama-lama di Kota Bandung. Ini kan PAD (Pendapatan Asli Daerah) realistis bagi kota kita?!

 

Nah, ini yang terjadi di jajanan kuliner malam sepanjang Jl. Cibadak Kota Bandung.”Para penikmat hidangan kami bukan warga Bandung saja. Dari manca negara pun sering kita jumpai,” jelas Halim KS yang tampak ramah ke para pengunjung kiosnya –“Kalau ada kritik. Jangan sungkan ya? Sampaikan langsung sama saya.”

 

Kegiatan Malam yang Benar

kobe3kobe4Disela mereportase kegiatan jajanan malam di Cibadak ini, tak menyangka ada meja yang dipenuhi para penikmat kuliner malam. Tampak tokoh Jabar Eka Santosa, Ketua Umum Gera an Hejo bersama rekan-rekannya sedang “cari angin”. Pendapat Anda tentang spot ini?

 

“Ini kegiatan malam di kota Bandung yang sehat dan benarlah menurut saya. Jadi malam-malam, bukan yang bukan-bukan dikerjakan di sini. Menggairahkan kegiatan ekonomi. Ujung-ujungnya meningkatkan PAD kota kota,” begitu ujarnya yang digadang-gadang dirinya sedang mempersiapkan maju ke Pilgub Jabar 2018 berpasangan dengan Ridwan Kamil yang Walikota Bandung itu, “Ah, doakan saja saya dan rekan-rekan. Terpenting bagi saya ihtiar demi peningkatan kesejahteraan warga Jabar,” begitu ujarnya kala ditanya soal kemungkinan nyalon di Pilgub Jabar 2018.

 

Nah, sobat destiners rasanya cukup nih sekian dulu ya, reportasenya. Seperti diutarakan sebelumnya, tak cukup merangkum pesona puluhan kios di area Jl. Cibadak ini. Terpenting, segeralah hadir di lokasi pada setiap malam, mau? “Tak cukup hanya cerita dan berita atawa reportase. Yang lebih penting, ya segeralah hadir di lokasi. Tak usah tengok kiri-kanan. Langsung saja ke Jalan Cibadak di tengah kota Bandung,” pungkas Adi Raksanagara yang menurutnya sudah lebih dari empat kali mengunjunginya dalam beberapa bulan terakhir ini. (HS/SA/SF/dtn) 

Add a comment

Stop and Shop, Inovasi Wiraswatawan Muda Kota Bandung – Segala Ada dan Terjangkau …

STOP 1destinasiaNews – Zaman baru telah lahir di kota Bandung ! Faktanya, kelangkaan tempat dan mahalnya ongkos sewa ruko atau kios di mall dan pusat perbelanjaan atau keramaian di kota Bandung, disiasati sekelompok kawula muda dengan solusi jitu. Identitas tempat usaha ini, namanya: Stop and Shop, tuah-nya fun place – great food – cool store.

Hari Minggu, 9 April 2017, lokasi Stop and Shop yang tepat berada di sebrang Taman Super Hero, ini punya luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi. Persisnya bertengger di Jl. Anggrek No 55 Bandung. Faktanya, hari pembukaanya, diserbu pengunjung. Nyaris dari 15 kios yang ada, sudah dipenuhi pengunjung. Mereka itu tak lain, kaum muda sosialita Bandung. 

“Betah juga di sini. Semua kebutuhan kita, ada di sini,” seru Ramnia (23), pegawai bank swasta di Bandung. Ramnia bersama kawan-kawannya tampak bergairah bersosialita, sambil menikmati aneka kuliner di Stop and Shop diiringi alunan musik live.

Wiraswasta Kaum Muda

Diketahui, kini betapa sulit dan mahal menyewa apalagi membeli tempat bagi kawula muda Bandung untuk berbisnis. Nah, ini dia solusinya membuat Stop and shop! Lalu, apa itu Stop and Shop yang digagas dalam waktu satu bulan sebelum pembukaan ini?

Menurut Jodi Janitra, Ketua HIPMI Jabar, yang diamini Bimo Mahendra Putra selaku pengelolanya:”Ini bukan sekedar tempat usaha tanpa konsep.”

STOP 3“Di sini ada kuliner, berbasis lifestyle. Juga ada vaping yang nge-trend.coffee shop, dan serba clothing juga perangkat komputer teranyar pun ada. Buat para cewek, ada salon, dan facial. Buat kaum cowok pun ada barber. Malah bimbel pun ada di lantai atas, khusus SD dan SMP. Inginnya, Stop and shop serba komplit, kami sedang membangunnya. Tetapi, persaingannya harus terjaga,” kata Jodi yang kondang kerap menebar virus berwiraswasta bagi siapa saja. 

Riwayat terbangunnya  Stop and Shop ini, karena ada peluang dan tantangan bagi pelaku usaha UKM di Bandung. Di pihak lain, tak ada yang komprehensif memecahkan masalah klasik ini.

”Rekan pegiat ekonomi kelas UKM ini, bila buka usaha harus sewa tempat. Butuh modal besar. Sewa ruko minimal 2 tahun. Setahun bisa Rp. 125 juta. Harus juga merenovasi, siapkan bahan baku, modal kerja. Intinya, pegiat UKM ini, tidak ada kesempatan berkembang. Ini solusi berupa mini mall – segala ada dan terjangkau,” jelas Jodi yang menyayangkan – “Terpaksa, mereka hanya berdagang di kaki lima. Resikonya, berat.”

Berbekal pemahaman  nasib berat para pegiat UKM ini, Jodi melontarkan ide dan bergerak:”Bergabung antar UKM, menyewa tempat usaha strategis. Lalu menyewa selama 5 dan 10 tahun. Renovasi, dan ijin pun diurus. Bangunan disekat sekat. Ada yang 9 atau 10 meter persegi”, jelas Jodi yang diamini Bimo.

STOP 2“Mahasiswa SBM ITB pun ada yang terlibat di sini. Mereka itu sangat progresif, bersekolah lalu berbisnis beneran di sini. Dulu mah mana ada yang seperti ini…,” tambah Bimo yang memperkenalkan produk kulinernya dari mahasiswa SBM ITB.

“Lanjutannya, mereka kita kumpulkan, yang mau usaha serius, kita sewakan per tahun. Start-nya, mulai Rp 30 juta setahun. Sebulan kan cuma 2 juta sampai 2,5 jutaan. Itu cost nya,  ini sama bila mereka berjualan di jalan. Minimal, harus ada Rp.100 ribu per hari, untuk keamanan, parkir, dan lainnya”, lagi tutur Jodi yang paham seluk-beluk jeritan para pebisnis muda di kota Bandung.

Bung, tuan dan nyonya, sekilas apa dan siapa Stop and Shop yang hebat dan inovatif, sudah dipahamikah yang terjangkau dan segala ada itu? Bila sepenuhnya belum dipahami, rekomendasi kami – Bersegeralah menyambanginya. Ajakan klasik itu – what are you waiting for?(HS/SA/dtn)

Add a comment

La Patisserie Prama Grand Preanger Bandung – Bakey & Cake ala Hotel Mewah, Harga Tergapai

DTN PREANGERdestinasiaNews - Prama Grand Preanger sedari 1929 dikenai sebagai hotel mewah, ia kondang punya produk pastry terbaik. La Patisserie adalah bakery dan pastry store, salah satunya. Ia terletak di Lobby Area hotel ini. Riwayatnya, berdiri sejak puluhan tahun lalu – dikenal dengan suguhan fresh bakery,pastry, bread dan aneka cake hingga saat ini.

Semua produk yang dihasilkan merupakan buatan sendiri alias homemade dengan harga tergapai:”Yang termurah ada roti dengan harga satuan sekitar Rp. 10 ribuan dan cake termahal Rp. 288 ribu,” papar Ferry Sudrajat Sang Chef yang sudah malang-melintang memelintir dan menggebuk adonan pastry selama 22 tahun di hotel ini - “Yang paling sulit selama berkarir di dapur itu, menjaga mood. Jangan khawatir, selama mengolah bahan baku ini mood itulah yang saya jaga. Akhirnya, produk ini tetap terjaga disukai konsumen”.

Nah, khusus untuk reportase kali ini La Patisserie, sejak 23 Mare! 2017 di Lantai Dasar Prama Grand Preanger, sudah matuh buka di sini. . Acaranya diresmikan oleh GM Prama Grand Preanger. Golly Lutfi yang diramaikan oleh rekan food blogger, media, tamu hotel dan relasi terkait. “Ini makin bikin mudah kami memesan aneka produknya. Tak harus masuk lobi hotel”, tutur Ferina (24), konsumen fanatik warga Buah Batu Bandung yang hadir pada perhelatan pembukaan gerai ini.    

Sekedar info, selain roti, aneka pilihan cake dalam bentuk loaf atau slice, pun dapat dinikmati dengan berbagai pilihan rasa. Rasa itu ada red velvet, opera cake, tiramisu kukus. chess cake dan german cake. Selain pilihan roti dan kue, kita pun disuguhi pilihan homemade in cream dengan aneka pilihan rasa:”Ada  choco chip coffee caramel, carrot lime banana, yoghurt, wasabi, oreo, dan bubble gum. Lainnya art deco cupcake, pun ada – masih dengan harga tergapai !

Nah, itu sepintas tentang gerai ini yang secara arsitektur masih satu kesatuan dengan legenda art deco Bandung - Prama Grand Preanger Hotel di Jl. Asia Afrika No 81 Bandung. “Jangan lupa nih, macam-macam diskon pun tersedia di gerai ini. Mau tahu seberapa murah dari harga tergapai itu. Datang dan segeralah hubungi kami”, pungkas Director Food & Beverage Prama Grand Preanger, Andy Febrianto yang ikut hadir dalam perhelatan ini. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Sajian Khas Jimbaran di Mercure Bandung Setiabudi

Mercure bdg

DestinasiaNews - Jimbaran merupakan salah satu tempat kuliner favorit di Bali untuk menikmati beragam menu hasil kekayaan laut sekaligus kekayaan kuliner Bali. Menu-menu eksotisnya akan disajikan ke meja makan Anda oleh Hardy’s Dining Room, all day dining restaurant dari Mercure Bandung Setiabudi, dalam Jimbaran Feast, barbecue dinner yang diadakan selama Januari – Maret 2017 setiap Sabtu mulai pukul 18.00 – 22.00 WIB.


Tahu Bumbu Bali, Taliwang Grilled Chicken, Ayam betutu, Jaje Lupis, Seafood Grill station yang berisi pilihan Tuna, kerang, dan ikan, merupakan highlight menu yang dapat Anda nikmati selain rangkaian makanan pembuka, pilihan menu buffet, ataupun desserts yang lainnya. Ditemani alunan musik akustik, pemandangan kolam renang dengan cahaya layaknya bintang jatuh di malam hari, dan kesejukan udara dataran tinggi Bandung, Jimbaran Feast bisa dinikmati dengan Rp. 200.000++/orang. Ajak serta keluarga atau orang-orang terdekat, jangan lewatkan penawaran reservasi untuk 3 orang, gratis 1 orang. Atau diskon 15% dengan menunjukan student card. Mercure Bandung Setiabudi, Jl. Dr. Setiabudi no 269 – 275 Bandung. Untuk informasi dan reservasi telepon di 022 – 82 00 00 00. Follow Instagramnya di @mercurebandung atau Facebook Fan Page Mercure Bandung Setiabudi, (Rsl./HRS/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

destinasianews  - Jreng-jreng, mungkin demikian laporan ini dibuka. Pasalnya, tanpa ba bi bu, dua tokoh pasangan Pilgub Jabar 2018 yang...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Pengunjung

01698280
Hari ini
Kemarin
1069
1582