Mencicip Ulen Mamah Oray di Teci

ulen1

DestinasiaNews - Ramai sudah lokasi Teras Cikapundung di Jalan Siliwangi Bandung. Hampir di setiap sore tempat yang akrab disebut Teci ini ramai dikunjungi, terutama sore di akhir pekan. Di antara pengunjung ada saja yang langsung melenggang ke seberang Cikapundung, ke lokasi warung sederhana yang terletak di pinggiran sungai. Warung Mamah Oray namanya. Oray?

Rupanya ada yang sudah tahu, di situ ada ulen (ketan goreng/bakar) yang dikenal dengan nama Ulen Mamah Oray.

ulen3Memang, hanya di lokasi inilah ulen jenis tersebut bisa ditemukan. Ulen yang diolah secara tradisional ini terasa lembut luar dan dalamnya. Apabila digoreng dan disantap selagi hangat, lalu ada cocolan sambal oncom yang juga diracik lembut, syudahlah... Boleh jadi hanya citarasa kelembutan alami dan kelezatan yang bisa bicara. Apa lagi jika ditemani minuman teh atau kopi sesuai selera.

Ulen Mamah Oray dijual bisa yang siap santap, bisa juga yang belum digoreng atau dibakar. Harganya hanya 9 ribu rupiah satu lempengnya. Kalaupun membeli mentahnya, bisa bertahan selama 2 minggu tanpa pengawet dan disimpan di lemari es.

Kenikmatan menyantap ulen ini pun ditambah asyik dengan celoteh dan cerita Mamah Oray yang fasih bertutur tentang Sungai atau Teras Cikapundung baik sejarahnya, kepeduliannya bahkan sampai cerita “makhluk” astral yang biasa menampakkan ujudnya di lokasi itu.

Kenapa Mamah Oray?

Memang jadi pertanyaan juga, mengapa menggunakan nama Mamah Oray. Ternyata oh ternyata, Mamah Oray kelahiran Oktober 1958 ini piawai juga dalam melakukan atraksi dengan oray (ular/Sunda). Ketika Teras Cikapundung diresmikan pembangunannya tahun 2015, Mamah Oray pun kaul dengan atraksi ularnya. “Dengan king cobra juga bisa,” kata Mamah Oray. “Saya juga biasa membantu artis-artis yang beratraksi ular di panggung,” lanjutnya.

Karena itulah dia dipanggil Mamah Oray. Ulen istimewa buatannya pun jadi dikenal dengan sebutan Ulen Mamah Oray. Sudah coba oray, eh. Ulennya? (AR/dtn).

Add a comment

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

minasgor1destinasiaNews – Ada kisah unik, dari kuliner legenda di Kota Bandung. Ini sudah ada lho, semenjak era Kemerdekaan RI pada tahun 1945 !! Namanya, Mie & Nasi Goreng Pak Suyud.

 

Cukup mudah menemukan tempat kuliner ini. Tepatnya di depan Toko Cairo, pada Perempatan Jalan Mangga dan Belimbing, seputaran Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

 

Hebatnya lagi, ada tokoh legenda hidup di Kota Bandung yaitu Abah Landoeng (92), ternyata mengakuisisi usaha kuliner ini bersama pengelolanya, Ibu Sani (Putri ke-6 Pak Suyud. Alhasil, warung ini berubah menjadi Nasi & Mie Goreng Anglo Gowes Bu Sani Landoeng.

minasgor2“Pengelolaan dan tentu juga rasa tak ada yang beda. Hanya, Abah memang sekarang turut di dalamnya. Ya bermitra saja, tak ada itu istilah rekan-rekan seperti akuisisi. Ini kan warung kecil saja, warung rakyat..” ujar Abah Landoeng dihadapan Bu Sani yang setiap hari sejak pukul 12.00 siang hingga malam menghidangkan tak kurang dari 150-an porsi untuk penikmat kuliner djadoel di Bandung.

 

Program dekat kami ingin mendukung kesuksesan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Bagi para peraih medali dari ajang ini, kalau mampir, makan gratis di sini,” tegas Abah Landoeng sembari tersenyum.

 

Anglo Gowes

minasgor3Rahasia nikmat Nasi & Mie Goreng Anglo Gowes Bu Sani Landoeng ini, adalah anglo gowes. Ini memang tiada duanya di Kota Bandung. “Rasa dan aroma mie serta nasi goreng jadi khas karena ada unsur arang yang tradisional itu. Ini enaknya kuliner di sini, kita serasa masuk ke lorong waktu 30 atau 40 tahun lalu,” seru Ny. Yuva (35) yang datang melanggan sejak era 1990-an bersama keluarganya.

 

Nah, soal disini masih terjangkau lah... apalagi bagi Destiners yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Padahal, kuantitas per porsi dari racikan Bu Sani ini sedari doeloe, memang unik - cukup besar, dan bisa untuk dua orang dewasa!

 

Jangan khawatir, kami tidak mematok harga tinggi sejak almarhum Pak Suyud. Harga masih terjangkau, kok..” jelas Bu Sani yang terampil meracik sejak ayahnya masih aktif berjualan hingga era 1990-an.

minasgor4So Destiners, tunggu apalagi bagi para penggila kuliner djadoel di Kota Bandung, jangan khawatir masih ada nasi dan mie goreng yang dipanaskan oleh anglo (tungku) gowes. Kini dengan hadirnya Abah Landoeng yang punya pergaulan luas di berbagai kalangan warga Bandung, niscaya akan lebih semarak - hembusan angin anglo legendaris itu bakal makin semerbak...!

 

“Hanya hari Minggu saja kami istirahat, lainnya sejak siang hingga malam, kami buka,” pungkas Bu Sani sambil membolak-balik pesanan 5 porsi nasi goreng melalui jasa hantaran online yang kini ramai di Kota Kembang . (HS/Sf/dtn)

Add a comment

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

4dara7destinasiaNewsDestiners, khususnya bagi yang tinggal di daerah Sukabumi – Jawa Barat, apalagi yang mengaku Tuna Lovers, sudahkah mencoba varian menu laut dari Rumah Makan Tuna Bakar Empat Dara 2 ?

 

Menu yang diunggulkan, tentu ragam olahan dari tuna tersebut. Mau coba di bakar? Di sop? Atau di sate? Tapi yang lekker, ada tuna rica-rica, ini membuat lidahmu semakin bergoyang!

 

Tidak lengkap menikmati tuna rica-rica atau bakar, tanpa didampingi cah kangkung pedas-nya. Nah, untuk menenangkan lidah, cocoknya disambung dengan jus sirsak. Dan, nikmat-nya makin terbayar dengan memandang kosong ke arah pesawahan yang berada persis di sebelah rumah makan ini. Kabayang?

4dara84dara34dara10Persisnya, rumah makan ini terletak di Jalan Lingkar Selatan (Jalur). Bagi anda Destiners yang kebetulan berada di Kota Sukabumi, tidak ada salahnya mampir kesini. Selain tempatnya luas, bisa juga dipakai untuk kegiatan acara keluarga ataupun kegiatan lainnya disini.

4dara54dara6

Rumah Makan Ini sangat direkomendasi bagi anda yang sudah berkeluarga, karena tanpa sadar pola konsumsi makan kita beralih ke ikan. Iya, nggak? Merunut berbagai sumber dengan berbagai pertimbangan, makan ikan kaya manfaat bagi ibu hamil dan pertumbuhan anak. Bagi yang sedang berusaha mempunyai momongan, tidak ada salahnya juga makan ikan. Mengingat sumber proteinnya yang melimpah, dan dapat menguatkan sperma.

 

Tapi bukan berarti, yang belum menikah tidak boleh datang kesini. Cobalah menggemari berbagai varian olahan ikan disini. Selain tuna, teman-temannya pun banyak. Masih ada Gurame, Mas, Nila, Cumi, Kuwe, Marlin, dan lainnya. Anda penggemar Ayam, disini pun tersedia. Soal harga, dijamin terjangkau! (SF/dtn)

 

 

 

 

 

 

 

Add a comment

Kuliner Ikan Gratis di CFD Buahbatu – Marilah Kita Gemar Makan Ikan …

IMG 20180408 WA0152
destinasiaNews – Prakarsa apa lagi dari pegiat wisata kota Bandung dan Jabar H Momon Abdurohman yang biasanya tak putus-putus mengadakan aksi kepariwisataan? Kali ini, tengoklah apa yang ia ‘komandoi’  bersama sobat dalitnya Mugi Sujana, Ketua Ormas BBC. Mereka menggelar Demo Masak Ikan Air Tawar di Car Free Day Buahbatu, Kota Bandung (8/4/2018).
 
“Tiga ratus kilo ikan air tawar Jabar, diolah tak kurang 70 juru masak (chef) dari APJI, ICA (Indonesian Chef Asociation), pelajar SMK Bahagia. Waduh di luar dugaan, ludes dalam sekejap. Kami senang, pengunjung ternyata suka makan ikan…”, kata Momon yang didampingi rekannya Umar Chalik sesama pegiat kepariwisataan di Jabar.
 
Kegiatan ini memang digelar, demi mendoron warga Bandung dan Jabar lebih banyak lagi mengkonsumsi ikan, baik ikan air tawar maupun laut.
 
”Beruntung, kami didukung pemerintah seperti dari  Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jabar. Secara tak langsung Ibu Susi Pudjiastuti (Menteri KKP), membantu dan mengetahui acara ini,” papar Momon sambil menambhkan – “Demo Masak Ikan Air Tawar ini pun sebagai tanda diluncurkannya kawasan Jl. Gajah di Buahbatu untuk dijadikan sebagai Car Free Night tiap Sabtu malam hingga pagi.”
 
Hadir dalam acara yang dipenuhi ratusan pengunjung,  di antaranya Pjs. Wali Kota Bandung Muhamad Solihin. Usai beramah-tamah dengan para penyelenggara, serta melihat kegiatan para chef, Muhamad Solihin, memberikan komentar:
 
“Semoga melalui kegiatan ini warga Bandung semakin banyak yang mengkonsumsi ikan. Khusus ikan air tawar itu, proteinnya tinggi, dan sangat berkhasiat bagi kesehatan, apalagi untuk pertumbuhan otak anak-anak. Lagi pula harganya lebih tejangkau dibanding daging sapi, misalnya.”
 
Sementara itu bagi para chef yang dikomandoi chef legend H Rochendi, acara yang didukung BBC Ormas, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jabar, Bank BJB, APJI – DPK Kota Bandung, dan Kociku, sangatlah berkesan.
 
“Kami yakin bila dilakukan secara rutin, efeknya akan significant bagi warga untuk lebih menggemari makan ikan. Indikasinya, banyak warga bertanya bagaimana sebaiknya mengolah ikan agar lebih variatif. Rata-rata mereka mau datang lagi, apalagi kalau ada demo masak ikan,” kata Chef Novian yang diiyakan oleh rekan-rekannya.
 
Diketahui Chef  Novian, beberapa jam setelah acara ini usai sedang melakukan evaluasi kegiatan. Selain Momon dan Umar Chalik, saat itu redaksi menemui deretan chef di belakang kesuksesan acara ini. Sebagian dari deretan Chef itu ada di antaranya Weddy, Noechendy, Ikin, Anton,  Arief, Rudi Fajar, Ihsan, Pasha, Mami, Santi, Seani, Seni, dan Santo.
 
“Minimal satu bulan sekali acara ini digelar, pasti berdampak langsung pada kenaikan konsumsi ikan di kota Bandung” papar Chef Novian yang diamini Momon dan Umar Chalik. (Harri Safiari) 
 
Add a comment

The Boxes Tempat “Hang Out”di Bandung ala Agnez Mo...

Agnes Mo1

 

destinasiaNerws Kota Bandung yang akrab dengan julukan Paris van Java atau kota Paris yang ada di Pulau Jawa karena keindahan alamnya, merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat sekaligus kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat. Selain itu Kota Bandung kerap juga disebut kota kembang karena banyak bunga-bunga dan pepohonan yang menambah keindahan panorama alam Kota Bandung. Kota yang menjadi destinasi pariwisata dan pendidikan ini merupakan kota dengan penduduk terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya.

 

Maka dari itu, tak heran jika para pebisnis berekspansi dan melirik Kota Bandung untuk berinvestasi, salah satunya adalah penyanyi kondang asal Jakarta Agnez Monica yang akrab disapa Agnez Mo menyajikan gerai makanan dan minuman yang bernama The Boxes.

 

The Boxes adalah sebuah konsep lengkap dari Lounge, Kitchen & Pastry dimana tiga brand makanan dan minuman antara lain Blackbox Coffee and Tea Specialist, Redbox Manadonese Food dan Yellowbox Dessert Corner. Di The Boxes bisa dijadikan alternatif destinasi hang out atau tempat nongkrong dan ngopi sambil mencicipi kuliner masakan khas Manado hingga camilan manis favorit yang bisa dinikmati disini, ucap Agnez Mo kepada para awak media Bandung saat Grand Opening The Boxes di Jalan Banda No. 30 Kota Bandung (persimpangan Jalan Banda dan Jalan Riau), Sabtu, 10/2/2018. Berdasarkan pantauan destinasiaNews.com, pada acara tersebut turut hadir Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

 

Kehadiran The Boxes di Kota Bandung di apresiasi Ridwan Kamil, bahkan dirinya sempat mencicipi secangkir kopi Ibrik.  “Selamat atas dibukanya The Boxes di Kota Bandung, semoga dapat digemari warga Bandung” ucap Ridwan Kamil.

 

Minggu, 11/2/2018 Ridwan Kamil mengunggah foto kolase bersama Agnez Mo di akun Instagram pribadinya. Dalam keterangan fotonya, Ridwan Kamil menyebut Agnez Mo memiliki tatapan seperti Milea dalam film Dilan 1990.

Agnes Mo3

"@agnezmo dengan gaya tatapan Milea-nya, begitu bahagia dan terbahak ketemu saya di pembukaan cafe The Boxes Jalan Riau. Kira-kira saya ngomongin apa?" tulis Ridwan Kamil.

Kehadiran Agnez Mo di Kota Bandung disambut ratusan Agnezmonekers (penggemar) dari berbagai belahan kota di Indonesia yang larut dalam keceriaan. Lalu kemudian seluruh pengunjung The Boxes dipersilakan untuk mencicipi berbagai menu spesial yang tak lain adalah menu favoritnya Agnez Mo yaitu masakan Manado seperti Bubur Manado, Ayam dan Ikan bumbu Woku & Rica, menu signature Redbox yang mengkreasikan bumbu khas Manado dengan kreasi yang tak dapat ditemukan di resto manado lainnya, yaitu Mie Pidis dan Ikan Woku Bambu Telur Asin.

 

Tak hanya itu, konsep tradisional pembuatan menu kopi Ibrik yaitu kopi yang diseduh di cangkir logam yang dipanaskan menggunakan pasir pantai, menjadi menu khas Blackbox yang menarik perhatian pengunjung.  Selain itu Agnez Mo memperkenalkan juga dessert favoritnya yaitu poffetjes dan pannekoek yang merupakan resep rahasia turun temurun keluarga, kata Agnez Mo.

 

Puncaknya, pengunjung yang telah datang dan mengisi area Kotak sejak siang hari. histeris saat AGNEZ MO hadir di tengah mereka dan mengucapkan terima kasih atas kegembiraannya.  Agnez Mo baru tiba di Bandung beberapa jam sebelum pembukaan Grand Opening dimulai dan mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya tentang pembukaan Lounge, Kitchen & Pastry miliknya tersebut. Kebahagian pun dirasakan para pengunjung, karena dapat berkesempatan untuk ber-swafoto  bersama Agnez Mo.

 

“The Boxes sebenarnya adalah flag ship store yang merupakan project Box Inc, food & beverages company saya, dimana kita pengen kasih tau tempat yang temen-temen bisa, ngopi, nyemil sampe makan dengan menu yang jarang ditemukan di tempat lain, dan semua menu adalah makanan dan minuman favorit saya selama ini. Senang aja rasanya bisa berbagi tentang apa yang saya suka, untuk banyak orang. Pertama kali buka Redbox tahun lalu di Jakarta, Puji Tuhan bisa diterima dengan baik, mudah-mudahan Bandung juga begitu.” pungkas Agnez Mo. (HRS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Apa Kata Walhi Jabar: 58 Tahun Hari Tani, Nasib Petani & Reforma Agraria Jalan di Tempat !

Apa Kata Walhi Jabar: 58 Tahun Hari Tani, Nasib Petani & Reforma Agraria Jalan di Tempat !

destinasiaNews - Hari ini 24 September 2018, adalah 58 tahun perayaan hari tani di negeri kita. Landasanya,  ini terhitung lahir...

Bandung Music Council KasihTabik ke Orkestra Bandung Philharmonic – Gelar Repertoir ‘Legenda

Bandung Music Council KasihTabik ke Orkestra Bandung Philharmonic – Gelar Repertoir ‘Legenda

destinasiaNews  – Terkait rencana gebyar gelaran musik klasik musim ke-4 dari Bandung Philharmonic pada Minggu, 23 September 2018, Erlan Effendy Ketua...

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Siap Tingkatkan Minat Baca (2)

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Siap Tingkatkan Minat Baca  (2)

destinasiaNews – Secara administratif letak lapak buku bekas ‘ Destik, menurut Andri selaku Koordinator pelapak buku bekas di sini, masuk...

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Era Digital Datang, Surutlah Minat Baca ! (1)

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Era Digital Datang, Surutlah Minat Baca ! (1)

destinasiaNews – Pertengahan September 2018 kala itu masih di musim kemarau. Kebetulan penulis sedang mengurus sebuah keperluan di pusat Kota...

Rayakan Ultah Kota Bandung ke 208 Tran Studio Gelar Konser Ari Lasso

Rayakan  Ultah Kota Bandung ke 208 Tran Studio Gelar Konser Ari Lasso

destinasiaNews - Kawasan Terpadu  TSB (Trans Studio Bandung) dalam menyambut ulang tahun Kota Bandung ke -208,  menawarkan aneka promo dan...

Pengunjung

02550267
Hari ini
Kemarin
4746
5907