Pilih-pilih Kue Kering di Tahun Politik – Ambillah J & C Cookies


IMG 20180213 062306
destinasiaNews – Rombongan awak media yang tergabung pada JBN (Jurnalis Bela Negara), kali ini  (8/2/2017) di tahun politik menyambangi sentra kue kering J & C Cookies yang diwadahi PT Joyci Nusantara, di Jl. Bojong Koneng Atas No 43 Bandung.
”Intinya, jangan salah pilih di tahun politik ini, Andai membutuhkan kue kering, ambillah produk kami J & C Cookies. Jangan ragu, ya?”, papar M Farhan, General Manager J & C Cookies di markasnya yang serba higienis, yang berdiri tangguh sejak 1996.
Ada banyak alasan Farhan berdikusi dengan kelompok JBN yang punya jaringan luas di Nusantara dan mancangara:”Sedikitnya, perusahaan kami bisa merekrut 500 karyawan musiman. Mereka menggarap sekitar 50 jenis kue kering yang sebentar lagi akan manggung di Singapura dan Malaysia.”
IMG 20180213 062333
Yang dimaksud “manggung”, karena kue keringnya yang tanpa bahan pengawat namun bisa tahan hingga satu tahun, di pasaran punya pangsa khusus. Intensinya, di tahun politik ini akan lebih giat meningkatkan omzet harian dan target tahunannya.
“Produksi per hari antara 300 sampai 350 dus. Tiap satu dus berisi 12 toples kue ukuran sedang, serta ada pula yang berisi 24 kemasan toples kaca,” ujar Farhan yang sebelumnya sempat membawa rombongan JBN berkeliling ke pusat pengolahan kue keringnya – “Otomatis target tahunan pun akan ditingkatkan hingga 100 persen. Kami sudah siap di segala lini”
Nah, andai kita butuh kue kering jenis kastengels, nastar, putri salju, atau pindekas yang kesemuanya home made.”Jangan salah pilih hanya produk J & C Cookies yang selama bertahun-tahun setia melayani keinginan kue kering ini,” pungkas Farhan tanpa bermaksud ber-advertensi. (HS)
 
 
Add a comment

Karyawan JnC Cookies, Berdayakan Warga Setempat

JnC Cookies18

destinasiaNews – Perusahaan kue kering asal Bandung yang bernama PT.  Joici Nusantara Cemerlang (JnC) Cookies, sejak berdiri pada 11 April 1996 lalu, terus berkembang pesat, target omsetnya dari tahun ke tahun selalu naik antara 20 hingga 30 persen. Saat ini JnC Cookies memperkerjakan karyawan musiman yang berjumlah 350 orang. Para karyawan musiman ini adalah warga yang direkrut dari sekitar pabrik.

Hal ini terungkap  saat media gathering di rumah produksi kue kering JnC Cookies Jalan Bojong Koneng Atas Cikutra Kabupaten Bandung,  Kamis (9/2/2018).

General Manajer JnC cookies M. Farhan mengatakan, keberadaan karyawan tenaga musiman selama beberapa bulan kedepan, merupakan pemberdayaan dan kepedulian manajemen JnC Cookies kepada warga yang berdomisili di sekitar pabrik.  Selain itu dapat membantu perekonomian keluarga,  bahkan sejak Januari sampai Juli nanti dikontrak untuk mengerjakan pesanan Imlek dan Idul Fithri, yang jumlahnya berlipat sampai 3 kali di banding bulan-bulan yang lain, kata Farhan menambahkan.

“Setiap harinya para pekerja kita memproduksi 300 - 350 dus  berisi ukuran reguler 12 toples dan untuk kaca sebanyak 24 toples, Januari tahun ini kita mempersiapkan untuk permintaan Lebaran Idul Fitri,  yaitu 80 persen, sementara 20 persen nya permintaan imlek,  natal dan lain-lain, ” ujar Farhan.

JnC Cookies memiliki puluhan Gerai/stokies yang tersebar di 18 provinsi  di Indonesia,  meskipun penjualan online hanya menyumbang sedikit dari pemasukan, kecuali dengan menggunakan ojek online, jelas Farhan

Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2016 PT.  Joici Nusantara Cemerlang (JnC) memiliki manejemen sendiri, bahkan akan segera membuka di Malaysia dan Singapore, ucap Farhan.

Untuk membangun semangat kebersamaan dan apresiasi pihak manajemen JnC Cookies kepada pekerjanya, kerapkali memberikan reward,  diantaranya karyawisata,  family outting, papar Farhan.

Beberapa waktu lalu JnC Cookies, bahkan mendapat penawaran dari pihak Kabupaten Bandung untuk pemberdayaan para pengusaha rumahan dan UMKM, seperti pengusaha makanan tradisional peuyeum nugget,  namun resep pembuatannnya sendiri diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bandung untuk kemudian Pemkab Bandung menunjuk pengusaha peuyeum mengerjakannya.

Varian produk JnC cookies  antara lain : Katetong Wijen, Choco Raisin Lemon, Schumpies Mede, Schumpies Kenari, Kacang Polong Manis, Lolly Strawberry, Jahe Cookies, Ubi Cookies, Koko Crunch,  Kiwi Cookies, Macaroni Cookies, Ebi Cookies,  Almond Cookies, Cheese Stick, Choco Chips, Choco Flakes, Choco Mede, Choco Pindekas, Coklat Mede, Coklat Ujung , Fruit Mix, Cornflakes Coklat, Cornflakes Putih, Havermouth, Jan Hagel Tiramisu, Kacang Polong, Kastengels, Lidah Kucing Coffe, Lidah Kucing Melon, Lidah Kucing Pumpkins, Nastar, Nougat Cookies, Putri Genit,  Raisin Choco Strawberry, Sagu Keju ,Katengels Spesial, Nastar Spesial.

Terkait harga tergantung dari distributor,  namun pihaknya miliki batas harga penjualan dipatok mulai dari Rp. 85.000 - 170.000, untuk ukuran jumbo yang produksinya baru dimulai tahun ini, ungkap Farhan

Semua produksi JnC Cookies ini sudah mendapat keabsahan dari Dinas Kesehatan melalui sertifikat No Depkes.RI.P-IRT 206327301008, HAACCP Certificate  : No.26004 dan Halal Certificate : No. MUI-JB 100167. ( HRS/dtn)

Add a comment

Warung Kopi Udin Wati Ngelapak di Hotel Dafam Rio – Buka-bukaan Soal Kopi

uwat kopi 2DestinasiaNews – Boleh dibilang ini ide unik. Bayangkan, sosok Warung Kopi Udin Wati yang sohor di kalangan jongen van Bandoeng dan sakurilingnyah, yang katanya berbasis satoe-satoenja di Jl. Abdul Halim No. 7 Cigugur Tengah Kota Cimahi, soeatoe ari (20/1/2018) oendjoek kabisa di Hotel Dafam Rio Jl. L.L.R.E Martadinata No. 60 Bandung.

 

“Sabtu sore ini memang spesial, kami boyongan ngelapak di sini. Ayo, mau tanya, atau nyicip kopi hasil dari petani langsung, yang mana? Seduh kopi sendiri, boleh saja. Mau tahu rahasia kopi enak, nikmat, segar? Ini kami sediakan alat dan bahannya?” seru Dian Irawati yang ditimpali rekannya Faisal Nurdin sebagai representative Kopi Uwat sebagai singkatan dari Udin Wati.

 

Alkisah, Kopi Uwat ini sudah berdiri sejak 2013, buka lapak katanya di daerah dekat kuburan di Cimahi. “Malah di bawah jalur pesawat udara yang ke Husein Sastranegara. Jadi obrolan di antara kami dan para tamu, selang jeda karena ada suara bising itu. Tapi asyik, jadinya…,” papar Dian yang piawai deh – soal kopi dari A sampai Z dia hafal betul !

 

Alkisah lanjutannya, kini setelah malang melintang bersegmen jongen van Bandoeng dan sekitarnya yang tumbuh kepeduliannya terhadap – kopi yang baik dan benar (plus baik budi dan rajin menabung?) itu bagaimana? Nah, Kopi Uwat ini, berani buka-bukaan. “Biar tiada dusta di antara kita,” kata Faisal sambil ngocek-ngocek kopi Robusta dan Arabica dari mulai green been hingga siap diicip-icip oleh beberapa pengunjung Hotel Dafam Rio.

 

“Konsumen atawa sobat Kopi Uwat itu harus diberi product knowledge yang benar tentang kopi. Jangan tahunya menikmati kopi itu digunting saja. Yang benar itu digiling,” lagi kata Faisal yang terkesan tak menggurui.

 

Uwat kopi 1Alhatsil, niat memboyong lapak sejenak Kopi Uwat ini menurut Indra D Sumarna, Hotel Manager Dafam Rio Bandung:”Semoga rintisan sehari bersama Kopi Uwat, menjadikan tamu hotel kami semakin betah dan ada sesuatu yang baru.”

 

Nahamoen jang paling penting di dalam ini oesaha Kopi Uwat, misih menoeroet Indra:”Ternyata, ada usaha yang gigih dari kawula muda di Cimahi sana. Mereka bertekad menjadikan produk dalam negeri sebagai brand image Indonesia khusus untuk kopi lokal. Nyatanya, usaha mereka berhasil. Kopi Uwat, buktinya dikenal banyak orang.”

 

Perihal sampai kapan atau teknisnya bagaimana Kopi Uwat akan hadir regular di Hotel Dafam Rio Bandung? “Inilah yang sedang kami rundingkan dengan pihak manajemen Dafam Rio Bandung. Rasanya, kami cocok di sini. Animo dari pengunjung, diluar dugaan,” tutup Dian yang sedari awal mampu memuaskan pengunjung, membuka selubung tentang kopi – merasakan aneka kopi lokal yang diproses dengan benar, tak sekedar digunting, digiling malah… (HS)    

Add a comment

Ina Cookies & La Difa Cookies Luncurkan Kemasan ‘Lucu’ Tabung Kaca – Wow, Bisa Diwarnai

 IMG 20171222 060347
destinasiaNews– Bertempat di Main Hall De’Tuik Cafe Jalan Bojong Koneng  Atas (Kampung Haur), Cikutra, pada  Selasa, 19 Desember 2017 dilangsungkan peluncuran produk baru Ina Cookies dan La Difa Cookies. Boleh dikata kreasi produk kue kering ini, nggak ada matinya!  IMG 20171219 164228
Kini produknya tidak melulu fokus pada Nastar, Kaastangels atau Putri Salju. Namun demikian, tumpuannya tetap pada rasa unik ‘best selling cookies’ saat lebaran 2017. Semua ini tetap dipertahankan pada varian Almond Green Tea, Putri Blueberry dan Putri Red Velvet. Khusus untuk La Difa Cookies yang meluncurkan produk regular, pun tetap mempertahankan kualitas premiumnya.
 IMG 20171222 060424
Di luar peluncuran kemasan tabung itu, Ina Cookies dan La Difa Cookies meluncurkan program create your own custom packaging. Tak lain, ini kemasan yang bisa direka secara unik dan menarik. Manfaat lainnya, bisa dijadikan gift atawa hantaran untuk teman atau kerabat. Hebatnya, box packaging ini pun bisa diwarnai seperti halnya colouring book, asyik kan? Alhasil, produk ini bisa dinikmati setiap saat oleh segala usia. Nah, maukan? Hmmm…(HS/SA/dtn)
 
Add a comment

Mie & Nasi Goreng Pak Suyud – Tungku ‘Gowes’ Rasa Klasik, Legenda kuliner Bandung

 IMG 20171031 WA0109
destinasiaNews– Serba singkat saja ya? Ini perkara kuliner legenda dari kota Bandung. Eksisnya, sejak era Kemerdekaan RI pada 1945! Namanya Mie & Nasi Goreng Pak Suyud, alamatnya di Perempatan Jalan Mangga dan Belimbing kota Bandung.
 
“Itu tuh, di depan toko Cairo,” papar seseorang kala ditanya ke seorang juru parkir yang bertugas di seputar Jl. Ahmad Yani dan Jl. Mangga (di depan Polsek Bandung Wetan). Jaraknya sekitar 500 meter dari mulut Jl.Mangga.
 
“Tuh, yang ada toko Cairo…,” lagi seseorang menuntun kita ke tempat Mie & Nasi Goreng Pak Suyud yang kini dikelola putri ke-6 bernama Ibu Sani.
 
Hari itu pada 28 Oktober 2017, tibalah di lokasi kuliner legendaries, atas undangan khusus Abah Landoeng (91), sambil berkata:”Kita rayakan hari Soempah Pemoeda dengan cara berbeda. Menikmati kuliner djadoel …”
 
“Dulu Pak Suyud berkeliling di sekitar Jalan Mangga, sambil dipikul. Salah satu tempat mangkalnya pada era 1960-an, di depan Toko Cairo. Ya, di sini,” jelas Abah Landoeng pria pegiat lingkungan dan anti korupsi, yang juga dikenal selaku figur “Guru Oemar Bakri dari lantunan penyanyi balada Iwan Fals - ”Pak Suyud Abah kenal secara pribadi sebelum tahun 60-an. Belau mangkat pada usia 90-an pada tahun 1992. Tinggalnya, dulu di Cikaso mulai 1945 – 1986. Tepatnya di seberang markas Band The Rollies.”
 
Terpenting, yang namanya legenda kuliner Bandung, memang harus dicoba-rasakan, artinya jangan dilihat atawa disimak. Alkisahnya, anglo (tungku) yang dulu kerap dibawa-bawa Pak Suyud pada masa jayanya, sejak mangkal di halaman Toko Cairo diganti dengan gowesan tangan pengganti hembusan ‘hihid’ (kipas dari anyaman bambu – bhs Sunda).
 IMG 20171102 053322
“Setelah Pak Suyud mangkal di sini hihid-nya diganti penghembus udara seperti tukang patri. Ini malah jadi ciri khasnya sampai sekarang. Diputar sama asisten …”, jelas Ibu Sani disela-sela melayani pengunjung yang setiap hari manggal sejak pukul 12 siang hingga petang.
 
“Rasa kuliner Mie dan Nasi Goreng, Bihun Goreng, Cap Cay, Ayam Cha, Nasi Mawut, juga Mie Kuah, jadi khas ada aroma arang yang matang. Rasa ini tidak ada di kuliner sejenis yang dimasak dengan gas konvensional. Makanya pelanggannya, fanatik malah dari Jakarta banyak,” jelas Abah Landoeng yang diamini Ibu Sani sambil menambahkan –“Seperti kerabat saja, saking lamanya kami sudah saling kenal dengan Abah.”
 
Yang hebat lagi, kata Abah Landoeng soal kuliner Mie dan Nasi Goreng Pak Suyud ini:”Pada tahun 1955 serta sebelumnya, sajian ini sering dipesan para pejabat. Dulu suka dibungkus, dipesan khusus untuk pejabat negara yang menginap di Hotel Savoy Homann atau Hotel Grand Preanger.”     
 
Toko Cairo & Porsi Besar
 
Sedikit tentang toko Cairo yang kini menjual barang seperti warung masa kini, kisahnya cukup unik. “Toko Cairo dulu jualan barang cukup lengkap. Bangunannya sejak 1919. Lebih dulu dari Gedung Sate tahun 1926,” jelas Abah Landoeng. 
 
Menurutnya pemiliknya dulu bernama Tuan Liong. “Sekarang diurus oleh anaknya Ibu Apin.”
 
Cerita lainnya soal kenapa “Pak Suyud” bisa berjualan di halaman Toko Cairo? “Ya, Ayah saya menyewanya dari Tuan Liong sampai ke Ibu Apin sampai sekarang,” jawab Ibu Sani.
 
Alhasil ada semacam persahabatan abadi antara Tuan Liong dan Pak Suyud yang hingga kini turun ke genrasi ke dua. Akankah  ini sampai ke generasi ke tiga? “”Waduh, belum tahu tuh?” seru Ibu Sani dengan tersenyum yang sejak kecil sudah “dibelajarin” resep Ayahnya yang rata-rata berporsi besar.
 
Perihal porsi yang relatif besar itu, termaktub dalam selebaran sederhana: Nasi Goreng, Nasi Mawut, Mie Goreng, Mie Kuah, Bihun Goreng, dan Cap Cay terdiri atas 1 porsi besar Rp. 35.000; ½ porsi sedang Rp. 20.000, kecuali Ayam Cha 1 porsi besar Rp. 100.000 dan ½ porsi sedang Rp. 60.000. “Bisa dipesan juga…,” kata Ibu Sani dengan nomor telepon tertentu – “Pokoknya, siap antarlah di seputar Bandung.”      
 
Boleh Ngutang?
 
Lagi, sedikit cerita soal kenapa sampai sekarang banyak orang-orang di Jakarta dan kota lainnya sengaja makan di sini, atau malah kerap memesan beberapa bungkus ke luar kota?
 
Kata ibu Sani, Ayahnya dahulu kala berhubungan dengan konsumennya menjalin hubungan kekerabatan secara khusus. “Jadi yang melanggan pada tahun 1960-an itu sekarang mungkin jadi kakeknya. Yang datang ke sini dari Jakarta atau Tangerang itu anak dan cucunya.”
 
Lucunya, masih kata Ibu Sani yang kini berseragam pakaian pangsi hitam-hitam dengan bersampir kai n batik di lehernya:”Sering Ayah bercerita, ada pelanggan para mahasiswa indekos tahun 1970-an ngutang dengan jaminan baju. Alasannya, belum dikrim wesel dari orang tuanya.”
 
Lalu apa yang dilakukan Pak Suyud kala itu?”Baju jaminan itu, silahkan dibawa pulang lagi. Bayarnya, bisa kapan saja. Soal ini masih berlaku sampai sekarang.Boleh nganjuk(ngutang), utamanya kalau sudah kenal,” jelas Ibu Sani sambil tersenyum.
 
Pembaca budiman, rupanya inilah satu-satunya kuliner legenda dari kota Bandung yang dulu dikenal sebagai Paris van Java. Sajian tungku gowes ala tempo doeloe, dengan aroma bakaran arang, meresap ke bahan kuliner. Niscaya, ini top markotop Mie dan Nasi Goreng rasa asali peninggalan Pak Suyud yang murah hati.   
 
Akhirul kata, tabik dalam-dalam untuk Abah Landoeng – memperkenalkan kembali sajian kuliner tempo doeloe yang “klasik punya”,  biasanya sudah tertelan jaman now ! “Kapan lagi atuh mau ke Mie dan Nasi Goreng Pak Suyud?” kata Abah Landoeng menutup perjumpaan yang unik, yang katanya demi perayaan Sumpah Pemuda 1928.
 
Hubungannya, Mie dan Nasi Goreng Pak Suyud dengan peringatan Sumpah Pemuda di jaman now, apa ya? Silahkan, pembaca budiman menjawabnya sendiri. Pusing? Bersegeralah mencicipi rasa Mie dan Nasi Goreng klasik itu …(HS/SA)   
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Apa Kata Walhi Jabar: 58 Tahun Hari Tani, Nasib Petani & Reforma Agraria Jalan di Tempat !

Apa Kata Walhi Jabar: 58 Tahun Hari Tani, Nasib Petani & Reforma Agraria Jalan di Tempat !

destinasiaNews - Hari ini 24 September 2018, adalah 58 tahun perayaan hari tani di negeri kita. Landasanya,  ini terhitung lahir...

Bandung Music Council KasihTabik ke Orkestra Bandung Philharmonic – Gelar Repertoir ‘Legenda

Bandung Music Council KasihTabik ke Orkestra Bandung Philharmonic – Gelar Repertoir ‘Legenda

destinasiaNews  – Terkait rencana gebyar gelaran musik klasik musim ke-4 dari Bandung Philharmonic pada Minggu, 23 September 2018, Erlan Effendy Ketua...

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Siap Tingkatkan Minat Baca (2)

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Siap Tingkatkan Minat Baca  (2)

destinasiaNews – Secara administratif letak lapak buku bekas ‘ Destik, menurut Andri selaku Koordinator pelapak buku bekas di sini, masuk...

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Era Digital Datang, Surutlah Minat Baca ! (1)

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Era Digital Datang, Surutlah Minat Baca ! (1)

destinasiaNews – Pertengahan September 2018 kala itu masih di musim kemarau. Kebetulan penulis sedang mengurus sebuah keperluan di pusat Kota...

Rayakan Ultah Kota Bandung ke 208 Tran Studio Gelar Konser Ari Lasso

Rayakan  Ultah Kota Bandung ke 208 Tran Studio Gelar Konser Ari Lasso

destinasiaNews - Kawasan Terpadu  TSB (Trans Studio Bandung) dalam menyambut ulang tahun Kota Bandung ke -208,  menawarkan aneka promo dan...

Pengunjung

02549132
Hari ini
Kemarin
3611
5907