Baliwood Land : Dari Bali Untuk Indonesia, Dipersembahkan Untuk Dunia

Baliwood Land1

destinasiaNews - Terkait dengan rencana pembangunan Baliwood Land di Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung, Bali dan Pencanangan Desa Film Internasional berbasis Budaya Lokal sebagai Desa Wisata (ikon) Dunia dan Zona Global Industri Konten Digital. Baliwood Land hadir seiring pertumbuhan pesat digital media dunia tanpa batas dan perkembangan industri kontennya, dimana Baliwood akan menjadi pusat dunia.

Hal tersebut terungkap pada saat penandatanganan initial Agreement/Memorandum of Understanding (MoU) Baliwood Land, antara I Wayan Sutama S.S.,S.Sn. selaku Perbekel dengan Dr. (Hon). R. Arvin I. Miracelova, S.E., Dipl. (Arts), CAPM, CMP., selaku CEO PT. Bali Independen Global Media (BIG M) dan Konsorsium dunia Baliwood Project Development, berlangsung diruang pertemuan Kantor Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeuh Cani, Badung, Senin, 26 Maret 2018.

Pada acara MoU turut hadir Direktur Baliwoodchannels.com & Baliwood Global Production, Indah Miracelova, serta DR. Ari Siswanto ahli tata wilayah, dan seluruh stakeholders daerah.

Dalam kata sambutannya, Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani , Badung, Bali, I Wayan Sutama sangat menyambut baik Baliwood Land ini dan menekankan bahwa warga Desa sudah siap menjadi desa wisata dunia, desa film ikon dunia berbasis budaya.  Dengan adanya Baliwood Land ini diharapkan bisa menjadi salah satu magnet untuk manarik turis-turis asing baik untuk memproduksi konten, belajar film berbasis budaya ataupun sekedar liburan.  Baliwood memiliki motto “Dari Bali Untuk Indonesia, Dipersembahkan Untuk Dunia” diharapkan Baliwood Land dapat menjadikan Desa Abiansemal Dauh Yeuh Cani sebagai salah satu ikon global dari Bali.

Baliwood Land

BWL1

Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani , Badung, Bali adalah tempat yang sangat pas untuk pengembangan Baliwood Land kedepan, karena sudah melakukan banyak hal pemberdayaan komunitas selama ini”, kata I Wayan Sutama.

Lebih jauh I Wayan Sutama,mengatakan, desanya ini memiliki berbagai spot yang sangat menonjolkan keindahan alam yang tentunya masih sangat asri berkelas dunia dan masih jarang di jama oleh para pelancong. Dan di sisi lain pembangunan ekosistem non fisik khususnya sumber daya manusia desa film juga memiliki potensi besar.  Sehingga menjadi sebuah desa pemberdayaan skala global antara lain merubah salon lokal menjadi salon make up character film, industri lokal menjadi workshop property film, sanggar lokal menjadi sanggar film internasional, rumah penduduk sebagai film community cottage berjaring, dan berbagai bentuk pemberdayaan lainnya.

“Desa tersebut kedepannya akan disulap sedemikian rupa menjadi sebuah Desa Film Internasional berbasis budaya lokal sebagai sebuah Desa Wisata (ikon) Dunia dan sekaligus sebagai Zona Global Industri Konten Digital Cultural”, papar I Wayan SutamaSalah satunya adalah dengan upaya membangun World College Film berbasis budaya di desa, mentransformasi jaringan sanggar yang sudah ada di desa menjadi sanggar studio film belajar yakni sanggar laboratorium soundtrack musik tradisional, sanggar coreo film tari tradisional, sanggar kostum costume film kostum tradisional, hingga sanggar property film craft local, ujar I Wayan Sutama.

BW edit

April 2018 kami akan memulai tahap pembangunan awal antara lain sanggar film warga, world film cultural college, jejaring cottage warga, zona imajinasi co project world indie filmmaker, studio alam tourism film adventurez, studio alam produksi global, cinema panorama nusantara dan masih banyak lagi fasilitas dengan target Oktober 2018, Baliwood Land sudah dapat diresmikan sebagai tahap penopang industri menuju zona industri global 2019 di lokasi yang sama”, tegas I Wayan Sutama.

Sebagai sebuah desa produksi global dengan mengubahnya menjadi sebuah kampung film otomatis tentunya juga menjadi pengembangan ekosistem non fisik setempat (SDM Lokal).  Dengan visi Baliwood Land menjadikan Desa Wisata dunia dan ikon global dengan tematik unik serta berbeda , maka akan terbentuk : Desa Tourism Dunia , Desa Edukasi Internasional ,Desa Pemberdayaan , Desa Komunitas Global , Desa Ekonomi Kreatif , Desa Produksi (konten) Global , dan Desa Pusat Knowledge Global, papar I Wayan Sutama.

CEO Konsorsium Dunia Baliwood, Arvin Miracelova mengatakan, Baliwood Land memiliki tiga zona visitors utama yakni zona turis dunia , zona produksi global, dan zona pusat belajar international students. Dibawah naungan BIG M dan konsorsium globalnya, Baliwood Land merupakan trademark register internasional yang sudah membangun secara langsung marketplace dunia selama beberapa terakhir di pelosok dunia.

Baliwood Land0

Hal senada Arvin Miracelova memaparkan bahwa tujuan utama didirikannya Baliwood Land ini salah satunya adalah untuk menggenjot pariwisata Bali-Indonesia untuk lebih bersaing dengan Singapura, Malaysia dan Thailand, yang mana sudah hampir 100 jt turis asing di semua negara tersebut. Sehingga dibutuhkan suatu tematik tourism yang kuat , yakni activity based tourism dimana turis selaku subjek, salah satunya adalah opsi Desa Wisata Dunia Baliwood Land.

Menurut Arvin sapaan akrab Arvin Miracelova,  ada 3 tahapan untuk menopang industri kreatif tersebut, antara lain : Tahap 1 (2018), penopang zona industri dunia dan world icon tourism untuk kesiapan masyarakat lokal $ 1-2 Juta, Tahap 2 (2019), zona implementasi industri digital content park $ 10-20 Juta dan Tahap 3 (2020), zona studio global investment $ 100-200 Juta.

Selain itu juga mendukung industri kreatif bidang film dan konten digital di Bali yang selama ini belum cukup berkembang, karena di sisi lain Baliwood Land telah membangun integrasi global marketplace industry, pungkas Arvin. (HRS/dtn)

Add a comment

Pendekar Tadjimalela Priangan Timur Sambangi Alam Santosa: Berharap Lahirkan Juara Baru  

IMG 20180112 WA0095
destinasiaNews – Boleh dibilang kehadiran rombongan pendekar silat Tadjimalela dari Priangan Timur, ke Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung (30/12/2017). “Sebenarnya sudah lama ingin berkunjung ke Pembina kami, ya Kang Eka Santosa. Sejak dulu beliau ini selalu membantu kami. Apa pun bantuannya, selalu bermanfaat dan kami syukuri,” papar Wawan Hermawan sesepuh Paguron Silat Tadjimalela Cabang Kab. Ciamis, Kota Banjar, dan Kab. Pangandaran.  
 
Yang hadir dari Paguron Silat Tadjimalela itu para pendekar yang kebetulan pada hari itu di kota Bandung sedang mengadakan pelatihan di tingkat povinsi Jabar. Mereka itu terdiri atas Heriawan Indra Negara, Febrian Candra N, Hamidun, Babas Sobarna, dan Anang Heryana. “Paling berkesan tentang komitmen Kang Eka. Ketika kami ber-halal bi halal pada lebaran lalu, beliau sengaja datang. Ini sebuah kehormatan besar bagi kami, Sekaranglah kami datang membalasnya ke Alam Santosa,” ujar Heriawan yang di Kabupaten Ciamis menjabat sebagai Ketua Dewan Pelatih.
 
Sementara itu Eka Santosa selaku tuan rumah dalam pertemuan ini yang pernah menjabat sebagai Ketua KONI Jabar (2002 – 2006), tampak terbuka menerima tamunya. “Terpenting kegiatan paguron ini tetaplah berjalan hingga kini. Bersyukur, paguron ini terus berprestasi melahirkan juara di segala tingkatan, apalagi menghasilkan juara antar negara.”
 
Menurut Wawan hermawan yang biasa disapa Ayah oleh rekan-rekannya, para pesilat Tadjimalela dari Priangan Timur masih tetap melahirkan juara di tingkat provinsi dan nasional. “Semoga kami bisa melahirkan juara antar negara seperti yang sudah-sudah dari Tadjimalela.”
 
Berbicara tentang pembinaan dari pimpinan daerah di Priangan Timur;”Ada perbedaan mencolok. Waktu Kang Eka masih menjabat Ketua KONI Jabar, bantuan untuk fasilitas latihan diperoleh dengan baik,” jelas Ayah sambil menambahkan –“Pembinaan dari pimpinan daerah sekarang, begitulah adanya.”
 
Pantauan redaksi pada pertemuan itu, menurut para pendekar Tadjimalela animo generasi muda, termasuk para pelajar terhadap warisan budaya dan olahraga pencak silat masih sangat baik. “Harapannya dari generasi muda di daerah kami akan muncul lagi juara-juara baru antar negara. Ini bisa memicu mereka untuk giat belatih,” pungkas Ayah dengan gestur optimis. (HS)  
 
Add a comment

Gedung Bandung Creative Hub - Resmi, Boleh Dipakai ?

IMG 20171228 WA0072
DestinasiaNews - Teronggok cukup lama sebuah bangunan kondisi baru warna-warni berbentuk "entah seperti apa?", ternyata dikatakan pihak yang mengelolanya, bentuk dinamis katanya.  Letaknya di sudut persimpangan Jalan Laswi dan Jalan Sukabumi di Kota Bandung. Keberadaan gedung ini, banyak mengundang tanya - untuk apa gedung ini?
 
Rasa penasaran warga itu semoga saja hilang. Hari ini (28/12/2017) secara resmi dibuka untuk publik. Namanya gaya euy "make inggris-inggrisan, teu kaharti ku sayah mah" kata Deden Kuya (38) warga Cicadas Kota Bandung yang hari itu melintas sambil membawa dua ekor burung merpati. Resminya kini gedung itu, beridentitas Bandung Creative Hub (BCH). 
 
Kata pengelolanua,  BCH dilengkapi aneka peralatan dan fasilitas demi mengakomodasi kebutuhan  pelaku industri kreatif di Bandung. Semua peralatan ini disediakan oleh Pemerintah Kota Bandung.
 
"Bandung sudah terkenal dengan anak mudanya yang kreatif,” papar Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung.
 
 “Untuk menjadikan kreativitas ini sebuah kekuatan, sebuah identitas, kita perlu sebuah tempat di mana semua potensi kreativitas itu dapat berkumpul.” Lanjut Emil sapaan Ridwan Kamil. 
 
Masih kata Emil yang hari itu tampak bungah di BCH:"Anak-anak muda tinggal membawa gagasan ke tempat ini, berkarya dengan memanfaatkan peralatan yang ada, bertemu sesama orang kreatif, juga memamerkan hingga menjual karyanya.” 
 
Dewi Kaniasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, dalam keaempatan ini, turut memaparkan: "Bentuk pengelolaan BCH saat ini merupakan UPT, dengan fasilitas seperti ruang-ruang kelas, perpustakaan, cafe, toko desain, galeri, bioskop, dan workshop atau studio yang dilengkapi berbagai peralatan untuk berbagai sub-sektor, seperti fotografi, animasi, game, desain, musik, fashion, dan lain-lain.” 
 IMG 20171228 213159
Gedung BCH ini, terdiri dari lima lantai ditambah dengan basement dan rooftop, yang memuat ruang-ruang dengan berbagai fungsi. Di lantai dasar terdapat cafe dan toko desain; di atasnya terdapat pelataran berjenjang yang dapat berfungsi sebagai tempat pertemuan dan kerja bersama, cafe, perpustakaan, dan ruang pengelola gedung. Di lantai-lantai berikutnya terdapat ruang teater dengan layar lebar dan panggung yang dapat digunakan untuk screening film, seni pertunjukan dan fashion show. 
 
"Museum Desain Mini"
 
Dalam kesempatan berkeliling ke gedung BCH, ditemukan pula galeri seni, studio audio, studio produksi dan pasca produksi karya-karya digital seperti game dan animasi, ruang fotografi, ruang produksi desain dengan printer 3D, laser cutter. Sementara itu ada fasilitas ruang kelas untuk workshop, pelatihan, atau pertemuan. Masing-masing ruang ini, dilengkapi peralatan dan fasilitas sesuai dengan peruntukannya. 
 
Fasilitas lainnya, ada sebuah ruangan yang difungsikan sebagai kantor bersama, dan tempat pertemuan lintas sub-sektor industri kreatif seperti Forum Desain Bandung. Disini sudah ada desainer profesional yang telah tergabung dalam asosiasi Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). 
 
Di gedung BCH terdapat pula sebuah ruang pertama kali ada di Indonesia, yaitu Bandung Design Archive (BDA). Ini semacam “museum desain mini” yang memuat berbagai arsip dan dokumentasi desain, terutama di Kota Bandung. Katanya, pengelolanya masih terus aktif mengarsipkan berbagai data desain, terutama dalam format digital. 
 
Terbuka untuk Umum
 
Dalam fungsinya, gedung BCH terbuka untuk komunitas, mahasiswa, dan masyarakat umum. Tris Avianti, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, memaparkan  “Ruang dan fasilitas yang ada di BCH beberapa akan dikelola oleh asosiasi profesi terkait. Ada ruang-ruang yang merupakan area yang dapat diakses bebas oleh publik, seperti cafe, perpustakaan, dan galeri." 
 
Masih kata Tris yang memberi penekanan khusus:"Untuk ruang-ruang dengan peralatan khusus hanya dapat diakses oleh anggota atau yang berkepentingan."
 
 “Standar prosedur operasional, mekanisme pemakaian ruang dan alat, dan hal-hal mendetail lainnya, akan kami sampaikan segera setelah semuanya siap," beber Tris yang  sedang mempersiapkan tata-cara penggunaan demi kelancaran semua pihak yang beminat menggunakannya.
 
Bandung Kota Desain
 
Konektisitas dengan status Bandung yang telah ditahbiskan sebagai Kota Desain, ini menyangkut kedudukan sebagai anggota dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/ UCCN) sejak 11 Desember 2015, Tita Larasati, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Bandung menjelaskan:“Keberadaan BCH merupakan salah satu wujud komitmen Kota Bandung terhadap jejaring UCCN. Pemerintah secara nyata mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui sinergi dengan pihak-pihak asosiasi profesional, komunitas, dan akademisi.” 
 
Masih kata Tita, Kota Bandung memiliki sudut pandang tersendiri sebagai salah satu dari 31 Kota Desain UCCN yang berasal dari 25 negara. Dalam hal ini Fiki Satari, Ketua Tim Manajemen Dossier Bandung untuk UCCN, yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN), menegaskan, “Arti Desain bagi Bandung dalam UCCN bukan hanya merujuk pada obyek dengan kualitas estetik tertentu, melainkan desain sebagai cara berpikir, dan alat untuk mendapatkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan lokal."
 
Nah, semoga untuk Deden Kuya selaku representasi warga Kota Bandung, masih ada ruangkah untuk mereka? "Kalau bikin kandang japati (merpati) di sela-sela gedung BCH, boleh nggak ya ke Pak Walikota yang kreatif itu? Biar lebih hidup ajah dan unik kali ya?" (Rls/hs/dtn)
 
Add a comment

Hiparu Cup Korda Bandung A – Lahirkan Anjing Juara

IMG 20170814 WA0029
destinasiaNews – Hiparu, singkatan dari Himpunan Pelestari Anjing Pemburu yang lahir di Bandung sejak 2015, beranggotan ribuan penggemar anjing kampung (mongrel), dan ras pada Minggu, 13 Agustus 2017 mengadakan perhelatan besar secara terbatas. “Ya, terbatas karena ini khusus untuk Regional A, yaitu anggota yang berada di area sebelah utara dari Bandung Raya. Pemisahnya wilayah Jl. Soekarno Hatta di kota Bandung,” papar Nurhadi, Sekjen Hiparu di kalang ketangkasan anjing pemburu di  Kampung Babakan Salam Desa Ciporeat Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung.
 
Hari itu di kalang anjing ketangkasan di Desa Ciporeat yang juga dikenal sebagai daerah Pasir Angin, hadir ribuan para pehobi anjing kampung dan ras. Menurut Kimsuy dari pihak panitia, berlangsung “perburuan babi hutan” dalam 5 kelas. Masing-masing kelas anjing ras diikuti 10 peserta (perang bintang), eksekutif 12 peserta, dan umum 43 peserta. Sedangkan kelas anjing kampung yang terdiri atas kelas slayangan (campuran ras dan anjing kampung) 26 peserta masing-masing terdiri atas dua anjing, serta kelas priangan (anjing kampung asli) diikuti 5 peserta yang masing-masing terdiri atas 3 anjing.
IMG 20170814 WA0028
“Sebenarnya, ajang ini diperuntukkan memunculkan lagi kebanggaan atas anjing kampung atau apalah seperti yang ada di wilayah Priangan. Sejak tahun 1970-an kita bangga dengan anjing ras dari luar negeri,utamanya pittbull” kata Surapati yang akrab disapa Pati –“Nah, dalam kesempatan ini anjing kampung, milik kita sendiri haruslah dilestarikan. Bagi petani, ia teman setia buat membasmi hama babi. Kalau basmi babi pakai pittbull, wah repot. Tenaganya buat naik bukit suka memble. Makanan nya pun tak sembarang lagi, mahal dan tak begitu akrab dengan orang kita.”
 
“Hari ini kami didatangi ribuan pengunjung dan ratusan anggota Hiparu. Di kalang kami dihasilkan banyak juara anjing kampung kelas slayangan maupun priangan murni. Ini yang paling penting. Soal anjing ras. Itu mah sebagai hiburan saja”, kata Sugiana, Ketua Panitia yang diamini Gandiana selaku Sekertaris.
IMG 20170814 WA0027
Alhamdullillah, hari ini pelaksanaan Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu di daerah kami berlangsung sukses, “tambah Gandiana yang diamini Nurhadi seusai membagikan sejumlah hadiah bagi para pemenang.
 
Bagi Deden (42) warga Cipadung Kota Bandung, jauh-jauh hari itu ia membawa rekannya menonton Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu ini. Menurut Deden, memang seharusnya kita melestarikan anjing kampung di Jawa Barat.”Jangan seperti sekarang, banyak anjing kampung dari Jabar justru dibawa ke luar pulau. Ini harus kita amankan.”
IMG 20170814 WA0030
“Ke depan Hiparu akan bekerjasama lebih luas dengan dinas terkait di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten. Agar keberadaan anjing kampung dan pengendalian hama babi hutan bagi petani bisa dikejakan lebih efektip, termasuk vaksinasi massal bagi anjing pemburu ini”, tutup Nurhadi yang pada program kerja tahun 2018 akan meluncurkan kontes anjing juara se Jabar di Pangandaran. [HS/SA]
 
Add a comment

Ini Dia, Juara Kontes Anjing Pemburu, Hiparu Cup Korda Bandung A

IMG 20170813 WA0125
destinasiaNews – Diketahui tidaklah mudah menyelenggarakan kontes ketangkasan anjing pemburu. Menurut Nurhadi, Sekjen Hiparu (Himpunan Pelestari Anjing Pemburu) perlu koordinasi yang kuat dengan pihak pengaman setempat baik Muspida maupun Muspika.”Bersyukur di di Kampung Babakan Salam Desa Ciporeat  (Kec. Cilengkrang Kab. Bandung), semua pihak menyetujuinya. Ada ratusan anjing yang dibawa pemiliknya. Ribuan penonton pun hadir di sini,” papar Nurhadi, Sekjen Hiparu yang hari itu tampak sumringah atas helatan ini.
 
Intinya ada 5 kelas ketangkasan anjing pemburu yang bertujuan memunculkan lagi kecintaan terhadap anjing asli Indonesia.”Khusus di daerah Priangan, sering disebut anjing kampung jenis mongrel. Ini berperan penting sebagai pembasmi hama babi yang merusak tanaman para petani”, jelas Kimsuy yang menginginkan untuk masa depan organisasinya mampu membuat stambook khusus anjing kampung – “Jangan anjing ras pemburu  saja yang punya stambook, anjing kampung itu asli milik kita sejak jaman legenda Tangkuban Parahu Sangkuriang dan Si Tumang.”
IMG 20170813 WA0113
Rinciannya, ini dia para pemenang Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu Korda Bandung A. Masing-masing juara 1, 2, dan 3 setiap kelas, sebagai berikut: Perang Bintang pemenangnya Kliwon, milik Adi dari Cigadung; Buffon milik Uun dari Bojong Koneng, dan Carlos milik Anton dari Cileunyi. Eksekutif pemenangnya Gaston milik Yana dari Antapani; Douglas milik Ripal dari Lembang; dan Gresh milik Lucky dari Legok Hayam. Umum pemenangnya Deblo milik Uun dari Bojong Koneng; Messi milik Ayi dari Cikoneng; dan Soldadu milik Cecep dari Lembang. Slayangan pemenangnya Kuper dan Mondi milik Bule dari Lembang; Maru dan Kasep milik Apep dari Bandung, dan juara ketiga Beurit milik Unil dari Sumedang. Priangan pemenangnya Keplek, Wiro, dan Bogel milik Iin dari Garung; Sutet, Buntung, dan Bajing milik AK71 dari Sumedang; Lembang 1,2,3 milik Bule dari Lembang.  
 
Pengamatan Candika (45) penggemar satwa anjing asal Cianjur yang hadir bersama 3 rekannya:”Paling seru uji ketangkasan anjing pemburu kelas slayangan dan priangan. Soalnya, tidak satu lawan satu, melainkan satu babi lawan dua atau tiga anjing. Ini yang bikin seru. Makanya beralihlah memelihara anjing kampung biar hama babi dapat dikendalikan”. [HS/SA]
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

destinasiaNews –Bertempat di Sekertariat “lokasi nongkrong” Jl. Situ Cileunca No 17 Cijagra Kota Bandung, puluhan aktivis yang tergabung pada Jurnalis...

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

destinasiaNews – Salah satu hotel besutan Tauziah Hotel management yaitu Fox Harris Hotels Bandung, dalam upaya mewujudkan pengenalan lebih mendalam...

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

destinasiaNews – Kasus “alot” pembongkaran SPBU No. 34 – 40109 (Kebon Kawung) di lahan “panas” PT KAI Daop 2 Bandung,...

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

destinasiaNews  –  Pelataran Hotel Lodaya di Jl. Lodaya No 83 Lingkar Selatan Kota Bandung, pada Minggu pagi 13 Mei 2018, ada...

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

DestinasiaNews – Perlu diksi yang pas benar, memposisikan kesuksesan pagelaran drama musik Sangkuriang di Bandung Independent School (BIS),  pada Sabtu...

Pengunjung

02076143
Hari ini
Kemarin
3674
5437