Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

ULD1

destinasiaNews – Rangkaian dari gabungan acara bernuansa halal bihalal & gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD), ini kemasan d’ULD Pusat berkolaborasi dengan d’ULD DKI Jakarta. Tempatnya di Eka Ria Restro J alan KH. Zainul Arifin No. 21A-23 Petojo Utara (13 Juli 2019). Acara ini, sejak dibuka pada 10.00 WIB pagi hingga berakhir pada sore hari, praktis tak lepas dari suasana meriah yang khidmad. Betapa tidak? Sedikitnya hadir 17 rombongan sebagai representasi dari pengurus wilayah di tingkat provinsi di Tanah Air.

Galibnya, hari itu ratusan member dari berbagai komunitas d’ULD se tanah air berawal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Maluku, tumpah ruah merayakan keberadaan 11tahun d’ULD moncer di Tanah Air.  

“Benar bukan generasi kami saja yang sudah sepuh, mengisi kegiatan d’ULD yang intinya penuh kegiatan olah raga dan tari, generasi muda pun kini banyak terlibat. Dasarnya kan, ini dari tarian tradisional seperti Poco-poco, Serampang Dua Belas, dan lainnya,” papar Lucy SujadiKetua Umum ULD yang masih tampak gesit padahal usianya sudah tergolong menjelang sepuh di generasinya.

Lucy pun menambahkan kala ditanya mengapa masih aktif berorganisasi di usia senja ini?:

“Justru itulah, berkat terus aktif hampir 3 periode, yakni 3 tahun per periode. Karena d’ULD itu dasarnya kan sport activities digabung dengan dancing. Jadinya, kami-kami ini bersemangat terus. Semangat ini,  kami tularkan ke yang lain.” 

Gabungan Olah Raga & Tari

Sementara itu tokoh wanita di kalangan d’ULD yang punya nama lengkap Ans Kardy Arief yang mengaku kelahiran 1941, aktif berorganisasi di d’ULD menurutnya sebagai sebuah keharusan. ”Banyak manfaatnya, selain menjadikan kita tetap segar bugar, berpandangan optimis dan bergaul dengan semua kalangan, juga bias menambah wawasan. Ini penting untuk segala usia, mengikuti kegiatan olah raga dan tari-menari seperti yang ada di Serampang Dua Belas, Poco-poco, maupun Kajojo milik bangsa kita.”

ULD2

Masih di sela-sela acara yang padat dan meriah di Eka Ria Resto yang berfasilitas cukup memadai karena dapat menampung para penari hingga 100 orang lebih, hadir belakangan Ketua Dewan Pembina d’ULD, Triesna Jero Wacik. Triesna yang senang berorganisasi, masih tampak gesit walau usianya sudah lebih dari setengah baya. Kepada redaksi, ia menyatakan sangat menyambut gembira keberadaan ‘dULD di Tanah Air hingga usia ke-11 ini:

“Bersama kawan-kawan dulu merintis komunitas ini, sempat mengalami masa-masa pasang surut. Namun, kini saya dengar sudah ada 17 kepengurusan di tingkat provinsi. Ini menggembirakan, berarti ada keberlangsungan,” ujarnya sambil menambahkan –“ Saya dengar beberapa kejuaraan d’ULD tingkat nasional dan internasional juga sekarang lebih sering dilaksanakan atau kita ikuti. Ini sangat bagus untuk memacu, anggota terus berprestasi.”

Sementara itu ‘Sang Tuan Rumah’ yakni Mia Sutanto selaku Ketua d’ULD DKI Jakarta, ditengah kesibukan mengatur acara, walaupun kerap terlihat wara-wiri di seantero gedung Eka Ria Restro yang cukup luas serta dipadati pengunjung, di akhir acara menyatakan rasa puasnya:

“Dari sekedar Happy Birth Day d’ULD ke 11 ini, saya pribadi merasa lega, ternyata ke 17 perwakilan d’ULD dari 17 Provinsi tadi sempat bertemu secara khusus membahas perkembangan dan program kerja mereka untuk kemajuan d’ULD se Tanah Air,” ujarnya dengan menambahkan –“ Ini kan bagus, anggaplah ini semacam rakernas yang semi in formal. Kami kan jarang-jarang bertemu dalam forum besar setingkat nasional. Untuk kebaikan bersama, tadi sempat dibahas program lanjutan nasib pegiat d’ULD di Indonesia.”

Kata para tokoh

Turut memeriahkan helatan d’ULD ke-11 ini hadir diantaranya Henidar Amroe yang kondang di tanah air sebagai peragawati dan model era 1980-an, lainnya ia pun dikenal pula sebagai pesinetron dan pemain film. Kepada redaksi ia menghadiri helatan ini: ”Ya, saya sebagai Ketua MT Nurjannah sajalah…,” ujarnya dengan nada low profile tanpa meninggalkan kesan anggun dengan busana hijab yang dikenakannya.

ULD3

“Saya hadir atas undangan rekan-rekan saya di sini cukup banyak. Kaget ya, perkembangan kepesertaan d’ULD sungguh pesat. Saya dengar, ada di lebih dari 10 provinsi. Ini kegiatan yang bagus, menggabungkan olahraga dan tari-menari yang banyak berakar di tarian tradisional kita. Saya kira, ini adalah ajang silaturahim yang baik bagi semua kalangan.”

Lainnya, tokoh lokal dari kota hujan Bogor, yakni Bob Hendrik Hage yang dalam bebebrapa tahun ini didaulat rekan-rekannya selaku Pembina d’ULD Bogor, mengapresiasi atas penyelenggaraan anniversary di Eka Ria Restro yang berlangsung sukses. Menurutnya fasilitas yang cukup memadai, sangatlah memungkinkan untuk berkegiatan tari-menari dengan leluasa.

“Kami harapkan di kota Bogor akan tumbuh fasilitas semacam ini. Ini memudahkan untuk memunculkan bibit-bibit baru terutama kalangan generasi muda di Bogor. Saya optimis, di kota Bogor banyak bibit-bibit yang potensial untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, “ jelasnya yang mengaku bergiat di komunitas ini semata untuk menyalurkan hobby dan bersosialisasi dengn sehat.

Last but not least, ada yang cukup menarik selain dari penampilan meriah dan penuh respek dari Gabungan Para Instruktur se Indonesia, pemberian door prize yang heboh berhadiah aduhai, tampilan pengiring dari TOT Band yang kompak dan serasi, sajian drama tarai dari Surilang Group yang berbasiskan seni Topeng Betawi, ternyata terselip ada remaja bernama Juanda usia kelas II SMPN asal Ciawi, Kab. Bogor.

ULD4

Pembawaan dan penampilan Juanda menurut pengamatan redaksi sejak digelar jamming (menari bersama) mulai di sessi I hingga II dengan lagu dan musik khas untuk pakem tarian yang berbeda-beda dan penuh variasi, tampaknya bagi remaja putra seusia SMP ini tak menjadi masalah. Juanda bisa mengikutinya dengan lancar, plus senantiasa berekpresi gembira.

“Aku suka dan ini sering kami lakukan bersama kawan-kawan di luar maupun dengan sesama siswa. Line dance ini bikin sehat,” paparnya sambil menambahkan – “Inginnya sih, semua kawan-kawanku daripada sekedar suka melamun, mari kita melakukan line dance. Aku siap ajakannya.” (Harri Safiari & Isur Suryana/HRS/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03917588
Hari ini
Kemarin
115
8655