Tukang Polka Klasik di Antapani Lama

ikin01

Bandung - Pemangkas rambut sekarang ini  sedang populer  dengan sebutan “Barber Shop.” Bahkan boleh dikata barber shop sedang  menjamur keberadanya di berbagai sudut kota dengan daya tarik inovasi pelayanannya. Kebanyakan para pegiatnya adalah kaum muda.

Dari sudut lain, profesi ini dipandang sebagi profesi paling lama yang bisa ditekuni seseorang. Konon, semakin tua usia justru semakin berpengalaman. Tidak heran, kita masih bisa menjumpai “tukang cukur” berusia tua yang  masih menggeluti pekerjaan ini.  

Namun dengan kehadiran barber shop yang dikelola  anak muda inovatif ini para pemangkas rambut “senior” itu merasa seperti tersisishkan, bahkan sampai ada yang memilih sebagai “tukang cukur keliling’ ke pelosok-pelosok sudut kota berbekal perkakas cukur klasik dan bangku lipat .

ikin02

Tapi rupanya tidak begitu bagi Abah Ikin. Di usianya yang sudah mencapai 72 tahun Abah Ikin masih tetap saja melayani pelanggan setianyanya sebagai “tukang polka” di bedeng kontrakannya di Antapani Lama, Bandung.   

“Abdi mah ti ngawitan umur 20 janten tukang polka téh,” Abah Ikin memulai cerita. Dia masih mengistilahkan dirinya sebagai tukang polka. Ikin muda mengawali karirnya  di tahun 1970 dengan membuka lapak kaki lima di Jalan Malabar Bandung.  Lapaknya cukup memanfaatkan keteduhan pohon mahoni yang banyak berjajar di jalan itu. “Tinggal diberi pinding dan atap dari kain belacu,” kenangnya.

Perkakas cukurnya pun masih belum mengenal alat elektrik. “Cekap gunting solingen, gunting keuyeup, sisir  sareng péso cukur,” tuturnya.  Selebihnya lembaran kulit  atah untuk menghaluskan ketjaman pisau cukur dan semprotan air.

Abah Ikin yang lahir di Desa Banyuresmi, Garut ini mengenal keterampilan cukur-mencukur ini dari ayah dan kerabat lainnya. “Di lembur abdi mah lalaki teu bisa nyukuran moal diaku warga Banyuresmi,”  katanya sambil terkekeh. Memang, Desa Banyuresmi dan Bagendit sampai kini dikenal sebagai pusdiklatnya pemangkas rambut. Bahkan di berbagai barber shop juga tidak sedikit para pemuda yang berasal dari dua desa itu. Tiga dari 5 anaknya pun sekarang berprofesi sebagau tukang polka. “Satu di antaranya bekerja di barber itu,” kata Ikin.

Abah Ikin sampai sekarang masih setia kepada profesinya, melayani pelanggannya dengan cara tukang polka klasik meski sudah menggunakan perkakas listrik. Sehat ceria selalu, Bah. dtn/ar.-


emgz2

Artikel lain...

Rektor ITB Resmi Menutup Sepak Bola Wiranto Arismunandar Cup ke 24

Rektor ITB Resmi Menutup Sepak Bola Wiranto Arismunandar Cup ke 24

DestinasiaNews, Bandung - Pada penghujung di gelarnya kegiatan sepak bola, akhirnya Saint Prima U10 Menang Tipis 7-6 Atas Saswco U10...

IKA UPI Salurkan Bantuan Langsung ke Lokasi Korban Gempa Cianjur

IKA UPI Salurkan Bantuan Langsung ke Lokasi Korban Gempa Cianjur

destinasianews - Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke sejumlah titik lokasi korban gempa di...

Kang TH Ketua DPRD Jabar, Harus Gotong Royong Percantik Kota Bandung dan Jabar

 Kang TH Ketua DPRD Jabar, Harus Gotong Royong Percantik Kota Bandung dan Jabar

destinasiaNews – Tak berhenti, sejak awal September 2022,  ‘Gercep’ (Gerakan Cepat) Anti Vandalisme di Kota Bandung, yakni aksi sukarela mempercantik Kota Kembang ini, setidaknya seperti...

Kolaborasi DBS Dengan Komunitas ABCD Gelar Pelatihan Kerajinan Bambu

Kolaborasi DBS Dengan Komunitas ABCD Gelar Pelatihan Kerajinan Bambu

destinasiaNews – Pelatihan kerajinan bambu yang digagas Perkumpulan Dunia Bambu Sukabumi (DBS) didukung para ahli dunia anyam-menganyam kerajinan bambu, antara lain...

Ada Gerai Anggrek di 'C59-GP' Bandung

Ada Gerai Anggrek di 'C59-GP' Bandung

destinasiaNews- Tak seperti biasanya, pelataran parkir C59-Great People (GP) di Jl. Merak No. 2 Kota Bandung, Jawa Barat, nampak eneka...

Pengunjung

09505457
Hari ini
Kemarin
3262
4325