Tingkatkan APMO, ULD Cabang Kota Bandung Gelar ‘Guraak’ Ke-2 di CFD Buah Batu

Gurak BBC

destinasiaNews - Hj. Gina Sadeli, Ketua Cabang The Universal Line Dance (ULD) Kota Bandung, kepada redaksi pada Senin, 12 Agustus 2019 menyatakan niatanya untuk menggelar kedua kalinya ‘Guraaak’ di area Car Free Day Buah Batu pada Minggu, 18 Agustus 2019. Diksi ‘Guraaak’ ini diambil dari akronim Minggu Geraaak. Menurut panitia pada tahun 2018 lalu sebagai gelaran ‘Guraaak’ yang pertama, acara serupa ini diikuti 400 peserta.

“Guraaak ke-2 pada 18 Agustus 2019, adalah gebyar yang luar biasa. Rencananya diikuti 1.000 peserta. Semoga APMO (Angka Partisipasi Masyarakat Berolahraga) di Kota Bandung semakin meningkat,” papar Gina Sadeli yang didampingi suaminya Mugi Sudjana selaku Ketua Umum Ormas BBC (Buah Batu Corps) DPD Jawa Barat.  

“Ya, acara ini pun digelar dalam rangka HUT Ormas BBC DPD Jawa Barat  ke-13, sekaligus HUT RI ke- 74,” tambah Mugi Sudjana yang sejak tahun 2012 di CFD Buah Batu Bandung, tepatnya di depan Jl. Mutiara hingga di Taman Regol Buah Batu setiap Sabtu pagi, menggelar olahraga Line Dance yang diikuti ratusan peserta.

Informasi lain dari rencana ‘Guraaak” ke-2 ini akan dihadiri Wali Kota dan Wakil Kota Bandung, juga Kadispora Kota Bandung. “Tentu aka nada puluhan hadiah menarik lainnya. Yang berminat silahkan mendaftar sekarang ke panitia,” pungkas Gina Sadeli yang masih tampak gesit pada usianya yang setengah baya ini. (HS/HRS/dtn)

Add a comment

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

ULD1

destinasiaNews – Rangkaian dari gabungan acara bernuansa halal bihalal & gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD), ini kemasan d’ULD Pusat berkolaborasi dengan d’ULD DKI Jakarta. Tempatnya di Eka Ria Restro J alan KH. Zainul Arifin No. 21A-23 Petojo Utara (13 Juli 2019). Acara ini, sejak dibuka pada 10.00 WIB pagi hingga berakhir pada sore hari, praktis tak lepas dari suasana meriah yang khidmad. Betapa tidak? Sedikitnya hadir 17 rombongan sebagai representasi dari pengurus wilayah di tingkat provinsi di Tanah Air.

Galibnya, hari itu ratusan member dari berbagai komunitas d’ULD se tanah air berawal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Maluku, tumpah ruah merayakan keberadaan 11tahun d’ULD moncer di Tanah Air.  

“Benar bukan generasi kami saja yang sudah sepuh, mengisi kegiatan d’ULD yang intinya penuh kegiatan olah raga dan tari, generasi muda pun kini banyak terlibat. Dasarnya kan, ini dari tarian tradisional seperti Poco-poco, Serampang Dua Belas, dan lainnya,” papar Lucy SujadiKetua Umum ULD yang masih tampak gesit padahal usianya sudah tergolong menjelang sepuh di generasinya.

Lucy pun menambahkan kala ditanya mengapa masih aktif berorganisasi di usia senja ini?:

“Justru itulah, berkat terus aktif hampir 3 periode, yakni 3 tahun per periode. Karena d’ULD itu dasarnya kan sport activities digabung dengan dancing. Jadinya, kami-kami ini bersemangat terus. Semangat ini,  kami tularkan ke yang lain.” 

Gabungan Olah Raga & Tari

Sementara itu tokoh wanita di kalangan d’ULD yang punya nama lengkap Ans Kardy Arief yang mengaku kelahiran 1941, aktif berorganisasi di d’ULD menurutnya sebagai sebuah keharusan. ”Banyak manfaatnya, selain menjadikan kita tetap segar bugar, berpandangan optimis dan bergaul dengan semua kalangan, juga bias menambah wawasan. Ini penting untuk segala usia, mengikuti kegiatan olah raga dan tari-menari seperti yang ada di Serampang Dua Belas, Poco-poco, maupun Kajojo milik bangsa kita.”

ULD2

Masih di sela-sela acara yang padat dan meriah di Eka Ria Resto yang berfasilitas cukup memadai karena dapat menampung para penari hingga 100 orang lebih, hadir belakangan Ketua Dewan Pembina d’ULD, Triesna Jero Wacik. Triesna yang senang berorganisasi, masih tampak gesit walau usianya sudah lebih dari setengah baya. Kepada redaksi, ia menyatakan sangat menyambut gembira keberadaan ‘dULD di Tanah Air hingga usia ke-11 ini:

“Bersama kawan-kawan dulu merintis komunitas ini, sempat mengalami masa-masa pasang surut. Namun, kini saya dengar sudah ada 17 kepengurusan di tingkat provinsi. Ini menggembirakan, berarti ada keberlangsungan,” ujarnya sambil menambahkan –“ Saya dengar beberapa kejuaraan d’ULD tingkat nasional dan internasional juga sekarang lebih sering dilaksanakan atau kita ikuti. Ini sangat bagus untuk memacu, anggota terus berprestasi.”

Sementara itu ‘Sang Tuan Rumah’ yakni Mia Sutanto selaku Ketua d’ULD DKI Jakarta, ditengah kesibukan mengatur acara, walaupun kerap terlihat wara-wiri di seantero gedung Eka Ria Restro yang cukup luas serta dipadati pengunjung, di akhir acara menyatakan rasa puasnya:

“Dari sekedar Happy Birth Day d’ULD ke 11 ini, saya pribadi merasa lega, ternyata ke 17 perwakilan d’ULD dari 17 Provinsi tadi sempat bertemu secara khusus membahas perkembangan dan program kerja mereka untuk kemajuan d’ULD se Tanah Air,” ujarnya dengan menambahkan –“ Ini kan bagus, anggaplah ini semacam rakernas yang semi in formal. Kami kan jarang-jarang bertemu dalam forum besar setingkat nasional. Untuk kebaikan bersama, tadi sempat dibahas program lanjutan nasib pegiat d’ULD di Indonesia.”

Kata para tokoh

Turut memeriahkan helatan d’ULD ke-11 ini hadir diantaranya Henidar Amroe yang kondang di tanah air sebagai peragawati dan model era 1980-an, lainnya ia pun dikenal pula sebagai pesinetron dan pemain film. Kepada redaksi ia menghadiri helatan ini: ”Ya, saya sebagai Ketua MT Nurjannah sajalah…,” ujarnya dengan nada low profile tanpa meninggalkan kesan anggun dengan busana hijab yang dikenakannya.

ULD3

“Saya hadir atas undangan rekan-rekan saya di sini cukup banyak. Kaget ya, perkembangan kepesertaan d’ULD sungguh pesat. Saya dengar, ada di lebih dari 10 provinsi. Ini kegiatan yang bagus, menggabungkan olahraga dan tari-menari yang banyak berakar di tarian tradisional kita. Saya kira, ini adalah ajang silaturahim yang baik bagi semua kalangan.”

Lainnya, tokoh lokal dari kota hujan Bogor, yakni Bob Hendrik Hage yang dalam bebebrapa tahun ini didaulat rekan-rekannya selaku Pembina d’ULD Bogor, mengapresiasi atas penyelenggaraan anniversary di Eka Ria Restro yang berlangsung sukses. Menurutnya fasilitas yang cukup memadai, sangatlah memungkinkan untuk berkegiatan tari-menari dengan leluasa.

“Kami harapkan di kota Bogor akan tumbuh fasilitas semacam ini. Ini memudahkan untuk memunculkan bibit-bibit baru terutama kalangan generasi muda di Bogor. Saya optimis, di kota Bogor banyak bibit-bibit yang potensial untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, “ jelasnya yang mengaku bergiat di komunitas ini semata untuk menyalurkan hobby dan bersosialisasi dengn sehat.

Last but not least, ada yang cukup menarik selain dari penampilan meriah dan penuh respek dari Gabungan Para Instruktur se Indonesia, pemberian door prize yang heboh berhadiah aduhai, tampilan pengiring dari TOT Band yang kompak dan serasi, sajian drama tarai dari Surilang Group yang berbasiskan seni Topeng Betawi, ternyata terselip ada remaja bernama Juanda usia kelas II SMPN asal Ciawi, Kab. Bogor.

ULD4

Pembawaan dan penampilan Juanda menurut pengamatan redaksi sejak digelar jamming (menari bersama) mulai di sessi I hingga II dengan lagu dan musik khas untuk pakem tarian yang berbeda-beda dan penuh variasi, tampaknya bagi remaja putra seusia SMP ini tak menjadi masalah. Juanda bisa mengikutinya dengan lancar, plus senantiasa berekpresi gembira.

“Aku suka dan ini sering kami lakukan bersama kawan-kawan di luar maupun dengan sesama siswa. Line dance ini bikin sehat,” paparnya sambil menambahkan – “Inginnya sih, semua kawan-kawanku daripada sekedar suka melamun, mari kita melakukan line dance. Aku siap ajakannya.” (Harri Safiari & Isur Suryana/HRS/dtn)

Add a comment

Hotel The 1O1 Bogor Gelar Food Fotografi bersama Food Blogger Bogor

101 Bgr LP

destinasianews- Hotel THE 1O1 Suryakancana Bogor bersama para food blogger bogor menggelar acara workshop food photography dengan tema memaksimalkan foto makanan menggunakan smartphone. Workshop food fotografi ini di buat karena melihat sekarang banyak sekali orang-orang yang mengupdate mengenai makanannya menggunakan smartphone dan di bagikan ke social media pribadi terutama instagram.

Sebanyak 60 peserta mengikuti kelas yang di gelar di Teras Geulis THE 1O1 Suryakancana Bogor sabtu 29 juli 2019. Para peserta yang datang terdiri dari beragam latar belakang seperti orang yang memiliki olshop, pemuda pemuda yang ingin menjadi food blogger, perkantoran dan lain-lain dengan kebutuhan yang sama yaitu mencari ilmu tentang bagaimana agar makanan terlihat menggiurkan saat menggunakan smartphone.

Materi yang di sampaikan terbagi menjadi 3 yaitu dasar-dasar fotografi yang di jelaskan oleh mas ulez selaku food blogger dari makan halal bogor, yang ke dua tekhik pencahayaan, angle, dan plating yang di jelaskan oleh james josua selaku food blogger dari bogor insta kuliner, dan yang terakhir yaitu penjelasan tentang caption di instagram yang akan di jabarkan oleh mas bayu selaku food blogger kuliner bogor. Acar ini juga menggandeng enjoy bogor dan hey bogor sebagai media partner.Peserta di persilahkan memfoto makanan yang sudah di sediakan seperti colenak, sandwich dan fish & chips serta minuman bernama sabrina.

“Berbagi ilmu seputar fotografi merupakan hal yang menyenangkan kebetulan saya memiliki olshop yang jualan roti dan juice dimana semua itu membutuhkan teknik foto yang menarik dan menggugah selera, saya sangat senang mengikutin workhop ini jadi bisa menambah ilmu saya dalam bidang fotografi” ujar husein selaku olshop pastry bogor. (HRS/Rls/dtn)

Add a comment

Baliwood Land Gandeng H Culture Studio Korea Selatan, Kembangkan Pasar Global

BW Mou1

destinasiaNews - Dalam rangka pengembangan pasar global, teknologi, karakter dunia dan pembangunan Baliwood Kids Animation Film Park serta pengembangan Baliwood International Kids Animator College di area Baliwood Kids Land, Baliwood Land resmi menjalin kerjasama dengan H Culture Studio asal Korea Selatan.

 

Hal tersebut terungkap saat prosesi penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Baliwood Land dengan H Culture Studio Korea Selatan, berlangsung di Gedung Kantor Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung , Bali, Selasa siang, 4/6/2019.

 

Penandatanganan kesepakatan kerjasama dilakukan oleh Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, I Wayan Sutama; Presiden H Culture Korea Studio, Sukhwa Hong; CEO Baliwood Land, R.Arvin I.Miracelova dan Direktur Bumdes Abiansemal Dauh Yeh Cani, I Wayan Budiarsa.

 

Menurut CEO Baliwood Land, R.Arvin I.Miracelova, bahwa H Culture Studio Korea Selatan ini adalah perusahaan kreatif animasi skala dunia yang saat ini sedang melakukan join production film animasi cinema bersama sebuah studio ternama Hollywood dengan nilai produksinya capai US $ 20 juta.

BW Mou

H Culture Studio (hhhhh.co.kr) dibentuk oleh Sukhwa Hong sebagai founder, serta Will Vinton (Oscar Winner animasi), dan Bill Schultz (former executive producer The Simpson's), jelas Arvin menambahkan.

 

Selain itu, di acara seremonial penandatanganan internasional tersebut, terdapat pula kesepakatan bersama Konsorsium Italy dan Korea Selatan dengan Baliwood Land untuk mengadakan kegiatan sebuah World Film Tourism Festival yang sudah rutin mereka lakukan , dimana Baliwood Land menjadi tuan rumah 2020 dengan estimasi delegasi lebih dari 5000 peserta akan hadir di desa film dunia, Baliwood Land, kata Arvin.

 

Lebih jauh Arvin mengatakan, dalam kesempatan penandatanganan kerjasama internasional ini memperkenalkan Baliwood Land, hadirnya Baliwoodflix aplikasi dunia di google playstore (atau www.baliwoodflix.com) dalam rangka menstimulasi kombinasi desa wisata (Dewi)dan desa digital (Dedi)sesuai program pemerintah, namun yang lebih berskala dunia, hadir dari desa wisata film dunia Baliwood Land yang berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat digital desa, lokal yang mendunia.

 

Usai acara prosesi penandatanganan, para delegasi dari tim Korea Selatan meninjau persiapan Kampus Desa pertama di dunia yang akan diluncurkan oleh Baliwood Land.  Dalam waktu dekat bagi pelajar dunia dapat menggunakannya, dimana pembangunan infrastrukturnya sudah dilakukan dan akan menjadi pusat pembelajaran aset budaya Bali untuk produksi film, serta mengunjungi lokasi pengembangan wisata Film Adventurez Park berupa "Universal Studio"pertama ala desa, papar Arvin.

 

“Harapan ke depan pulau Bali sebagai pusat wisata anak-anak sedunia, tidak hanya untuk turis pada umumnya”, pungkas Arvin. (HRS/dtn)

BW MoU2

 

Add a comment

Kelompok ‘Tujuh Ruang’ Aries Budi H - Wujudkan Wisata Kreatif, Komunitas Bandung, Bersatulah

IMG 20190417 092854
destinasiaNews – Adalah Aries Budi Hartanto, Ketua Kelompok ‘Tujuh Ruang’, ditemani Donny Armando Rozalie, Penasihat Kelompok ‘Tujuh Ruang’, serta Indra Setiyadi dan Mentari Juliastasya masing-masing sebagai Penyelia EO, secara bersamaan angkat bicara di Pusat Kegiatan ’Tujuh Ruang’ di Lucky Square Mall P 9 Jl. Terusan Jakarta No.2 Kota Bandung, Jabar (15/4/2019).
 
Topiknya, tidak jauh dari memaknai esensi kreatifitas bagi warga Bandung dan sekitarnya. “ Sejak dua tahun lalu kami bergiat, tujuannya - bagaimana melibatkan sebanyak mungkin warga, sehingga Bandung menjadi destinasi wisata kreatif. Yang mulai terjadi saat ini, Bandung baru menjadi destinasi kuliner,” papar Aries.
 
Beranjak dari ‘rasa galau’ para kreator itu, Kelompok ‘Tujuh Ruang’ dalam dua tahun terakhir telah melakukan rintisan, memotivasi kawula muda dengan berbagai aksi. “ Paling anyar kami lakukan semacam kampanye Indonesia damai, pesertanya para kreator mural yang selama ini belum terwadahi,” jelas Aries sambil memperlihatkan mural yang trendy dan memukau di seputar Lucky Square Mall P 9 tempat mereka biasa mangkal.
IMG 20190417 092912 
Dijelaskan lebih jauh oleh Donny, Indra dan Juliastasya, munculnya Kelompok ‘Tujuh Ruang’ yang berbadan hukum yayasan ini, berangkat dari keprihatinan sekitar 5.000 komunitas seni di kota Bandung dan sekitarnya, ditengarai belum semuanya terwadahi.
 
“Padahal, bila kita mampu mengakomodir kemampuan ini, niscaya bisa meningkatkan sisi positif, terutama ekonomi, dan berlangsungannya, kata Donnyyang diamini Indra –“Makanya, ‘Tujuh Ruang’ berlandaskan pada konsep edukasi, inkubasi, dan eksebisi, diharapkan dapat mengelaborasi secara optimal, kreasi-kreasi yang selama ini tertendam.”
 
Bandung Reborn Menuju Bakref
 
Terdekat rencananya Kelompok ‘Tujuh Ruang’ akan menggelar Bandung Reborn, sebagai sasaran antara menuju Bakref (Bandung Kreatif Festival) demi menggapai tercapainya nuansa – Bandung Wisata Kreatif.
 
“Bandung Reborn ini akan digelar Sabtu, 27 April 2019 di tempat ini. Sedangkan Bakref sendiri akan digelar ancarng-ancang pada akhir 2019,” kata Aries
 
Paparan lanjutannya, demi mewujudkan konsep Bandung Wisata Kreatif itu, hampir semua komunitas di kota Bandung ini: “Silahkan bergabung dengan kami. Marilah kita bekerja secara independen dan bertanggung-jawab pula tentunya. Persoalan biaya, mari kita pecahkan bersama. Kebetulan di ‘Ruang Tujuh’ ada divisi bisnis. Intinya, kita learning by doing, sekaligus dengan cara yang benar dan terukur dan happy-happy saja,” jelas Aries dengan penuh someah ala warga Pasundan – “Jangan ragu, punya idea apapun, kita bincangkan dan cari solusinya, di sini. Marilah para komunitas, kita bersatu.”
 
Tiba di akhir pemaparan, kembali keempat ‘nara sumber’ yang secara fleksibel melakukan dialog dengan ke-14 pewarta di Kota Bandung, memungkas bahwa sesungguhnya – Permasalahan komunitas dan kreatif di Kota Bandung itu, kerap berawal dari:
 
“Kurangnya tempat berekspresi (kawula muda), adanya pengotak-kotakan dan eho komunitas, tidak adanya movement yang berjalan secara konsisten, dan kurang berjalannya 4 pilar (tempat, komunitas, pemerintah, dan konseptor),” urai Aries yang diamini oleh segenap yang hadir di Lucky Square Mall P 9.
 
Menurut mayoritas pewarta yang hadir kala itu, tampak ada optimism alternatif bagi para kreator di Kota Bandung untuk diwadahi di tempat ini.
 
“Ada baiknya para kreator di Bandung, mulai merapat. Kemukakan saja idea-idea di bidang seni rupa, musik, drama, digital (video,TV), dan lainnya. Melihat paparan tadi, ada kesiapan khusus dari kelompok ini untuk menampung idea bernas kalangan muda,” pungkas Banu dan Bagoes Rintohadi.(HS/dtn)       
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

DestinasiaNews - Nama Solihin Gautama Purwanegara di Indonesia lebih dikenal dengan nama Solihin GP, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan...

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

destinasiaNews – Bakal calon rektor Unpad 2019 – 2024 Dr. Toni Toharudin kelahiran Tasikmalaya 1 April 1970, yang kini menjabat...

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

destinasiaNews  -  Nyaris lantang seperti ketika mereka masih aktif sebagai aktivis di kampus Unpad pada era 1980-an  Setya Dharma Pelawi...

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

destinasiaNews --  Dalam kaitan persiapan rangkaian HUT TNI ke-74, rencananya digelar pada Sabtu, 21 September 2019. Direncanakan yang akan hadir di...

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

destinasiaNews  – Urusan bagaimana mensosialisasikan dan merawat, serta mengembangkan sungai Citarum melalui program Citarum Harum oleh Sektor 21 – 18...

Pengunjung

04064822
Hari ini
Kemarin
1418
4222