Pendekar Tadjimalela Priangan Timur Sambangi Alam Santosa: Berharap Lahirkan Juara Baru  

IMG 20180112 WA0095
destinasiaNews – Boleh dibilang kehadiran rombongan pendekar silat Tadjimalela dari Priangan Timur, ke Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung (30/12/2017). “Sebenarnya sudah lama ingin berkunjung ke Pembina kami, ya Kang Eka Santosa. Sejak dulu beliau ini selalu membantu kami. Apa pun bantuannya, selalu bermanfaat dan kami syukuri,” papar Wawan Hermawan sesepuh Paguron Silat Tadjimalela Cabang Kab. Ciamis, Kota Banjar, dan Kab. Pangandaran.  
 
Yang hadir dari Paguron Silat Tadjimalela itu para pendekar yang kebetulan pada hari itu di kota Bandung sedang mengadakan pelatihan di tingkat povinsi Jabar. Mereka itu terdiri atas Heriawan Indra Negara, Febrian Candra N, Hamidun, Babas Sobarna, dan Anang Heryana. “Paling berkesan tentang komitmen Kang Eka. Ketika kami ber-halal bi halal pada lebaran lalu, beliau sengaja datang. Ini sebuah kehormatan besar bagi kami, Sekaranglah kami datang membalasnya ke Alam Santosa,” ujar Heriawan yang di Kabupaten Ciamis menjabat sebagai Ketua Dewan Pelatih.
 
Sementara itu Eka Santosa selaku tuan rumah dalam pertemuan ini yang pernah menjabat sebagai Ketua KONI Jabar (2002 – 2006), tampak terbuka menerima tamunya. “Terpenting kegiatan paguron ini tetaplah berjalan hingga kini. Bersyukur, paguron ini terus berprestasi melahirkan juara di segala tingkatan, apalagi menghasilkan juara antar negara.”
 
Menurut Wawan hermawan yang biasa disapa Ayah oleh rekan-rekannya, para pesilat Tadjimalela dari Priangan Timur masih tetap melahirkan juara di tingkat provinsi dan nasional. “Semoga kami bisa melahirkan juara antar negara seperti yang sudah-sudah dari Tadjimalela.”
 
Berbicara tentang pembinaan dari pimpinan daerah di Priangan Timur;”Ada perbedaan mencolok. Waktu Kang Eka masih menjabat Ketua KONI Jabar, bantuan untuk fasilitas latihan diperoleh dengan baik,” jelas Ayah sambil menambahkan –“Pembinaan dari pimpinan daerah sekarang, begitulah adanya.”
 
Pantauan redaksi pada pertemuan itu, menurut para pendekar Tadjimalela animo generasi muda, termasuk para pelajar terhadap warisan budaya dan olahraga pencak silat masih sangat baik. “Harapannya dari generasi muda di daerah kami akan muncul lagi juara-juara baru antar negara. Ini bisa memicu mereka untuk giat belatih,” pungkas Ayah dengan gestur optimis. (HS)  
 
Add a comment

Gedung Bandung Creative Hub - Resmi, Boleh Dipakai ?

IMG 20171228 WA0072
DestinasiaNews - Teronggok cukup lama sebuah bangunan kondisi baru warna-warni berbentuk "entah seperti apa?", ternyata dikatakan pihak yang mengelolanya, bentuk dinamis katanya.  Letaknya di sudut persimpangan Jalan Laswi dan Jalan Sukabumi di Kota Bandung. Keberadaan gedung ini, banyak mengundang tanya - untuk apa gedung ini?
 
Rasa penasaran warga itu semoga saja hilang. Hari ini (28/12/2017) secara resmi dibuka untuk publik. Namanya gaya euy "make inggris-inggrisan, teu kaharti ku sayah mah" kata Deden Kuya (38) warga Cicadas Kota Bandung yang hari itu melintas sambil membawa dua ekor burung merpati. Resminya kini gedung itu, beridentitas Bandung Creative Hub (BCH). 
 
Kata pengelolanua,  BCH dilengkapi aneka peralatan dan fasilitas demi mengakomodasi kebutuhan  pelaku industri kreatif di Bandung. Semua peralatan ini disediakan oleh Pemerintah Kota Bandung.
 
"Bandung sudah terkenal dengan anak mudanya yang kreatif,” papar Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung.
 
 “Untuk menjadikan kreativitas ini sebuah kekuatan, sebuah identitas, kita perlu sebuah tempat di mana semua potensi kreativitas itu dapat berkumpul.” Lanjut Emil sapaan Ridwan Kamil. 
 
Masih kata Emil yang hari itu tampak bungah di BCH:"Anak-anak muda tinggal membawa gagasan ke tempat ini, berkarya dengan memanfaatkan peralatan yang ada, bertemu sesama orang kreatif, juga memamerkan hingga menjual karyanya.” 
 
Dewi Kaniasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, dalam keaempatan ini, turut memaparkan: "Bentuk pengelolaan BCH saat ini merupakan UPT, dengan fasilitas seperti ruang-ruang kelas, perpustakaan, cafe, toko desain, galeri, bioskop, dan workshop atau studio yang dilengkapi berbagai peralatan untuk berbagai sub-sektor, seperti fotografi, animasi, game, desain, musik, fashion, dan lain-lain.” 
 IMG 20171228 213159
Gedung BCH ini, terdiri dari lima lantai ditambah dengan basement dan rooftop, yang memuat ruang-ruang dengan berbagai fungsi. Di lantai dasar terdapat cafe dan toko desain; di atasnya terdapat pelataran berjenjang yang dapat berfungsi sebagai tempat pertemuan dan kerja bersama, cafe, perpustakaan, dan ruang pengelola gedung. Di lantai-lantai berikutnya terdapat ruang teater dengan layar lebar dan panggung yang dapat digunakan untuk screening film, seni pertunjukan dan fashion show. 
 
"Museum Desain Mini"
 
Dalam kesempatan berkeliling ke gedung BCH, ditemukan pula galeri seni, studio audio, studio produksi dan pasca produksi karya-karya digital seperti game dan animasi, ruang fotografi, ruang produksi desain dengan printer 3D, laser cutter. Sementara itu ada fasilitas ruang kelas untuk workshop, pelatihan, atau pertemuan. Masing-masing ruang ini, dilengkapi peralatan dan fasilitas sesuai dengan peruntukannya. 
 
Fasilitas lainnya, ada sebuah ruangan yang difungsikan sebagai kantor bersama, dan tempat pertemuan lintas sub-sektor industri kreatif seperti Forum Desain Bandung. Disini sudah ada desainer profesional yang telah tergabung dalam asosiasi Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). 
 
Di gedung BCH terdapat pula sebuah ruang pertama kali ada di Indonesia, yaitu Bandung Design Archive (BDA). Ini semacam “museum desain mini” yang memuat berbagai arsip dan dokumentasi desain, terutama di Kota Bandung. Katanya, pengelolanya masih terus aktif mengarsipkan berbagai data desain, terutama dalam format digital. 
 
Terbuka untuk Umum
 
Dalam fungsinya, gedung BCH terbuka untuk komunitas, mahasiswa, dan masyarakat umum. Tris Avianti, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, memaparkan  “Ruang dan fasilitas yang ada di BCH beberapa akan dikelola oleh asosiasi profesi terkait. Ada ruang-ruang yang merupakan area yang dapat diakses bebas oleh publik, seperti cafe, perpustakaan, dan galeri." 
 
Masih kata Tris yang memberi penekanan khusus:"Untuk ruang-ruang dengan peralatan khusus hanya dapat diakses oleh anggota atau yang berkepentingan."
 
 “Standar prosedur operasional, mekanisme pemakaian ruang dan alat, dan hal-hal mendetail lainnya, akan kami sampaikan segera setelah semuanya siap," beber Tris yang  sedang mempersiapkan tata-cara penggunaan demi kelancaran semua pihak yang beminat menggunakannya.
 
Bandung Kota Desain
 
Konektisitas dengan status Bandung yang telah ditahbiskan sebagai Kota Desain, ini menyangkut kedudukan sebagai anggota dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/ UCCN) sejak 11 Desember 2015, Tita Larasati, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Bandung menjelaskan:“Keberadaan BCH merupakan salah satu wujud komitmen Kota Bandung terhadap jejaring UCCN. Pemerintah secara nyata mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui sinergi dengan pihak-pihak asosiasi profesional, komunitas, dan akademisi.” 
 
Masih kata Tita, Kota Bandung memiliki sudut pandang tersendiri sebagai salah satu dari 31 Kota Desain UCCN yang berasal dari 25 negara. Dalam hal ini Fiki Satari, Ketua Tim Manajemen Dossier Bandung untuk UCCN, yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN), menegaskan, “Arti Desain bagi Bandung dalam UCCN bukan hanya merujuk pada obyek dengan kualitas estetik tertentu, melainkan desain sebagai cara berpikir, dan alat untuk mendapatkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan lokal."
 
Nah, semoga untuk Deden Kuya selaku representasi warga Kota Bandung, masih ada ruangkah untuk mereka? "Kalau bikin kandang japati (merpati) di sela-sela gedung BCH, boleh nggak ya ke Pak Walikota yang kreatif itu? Biar lebih hidup ajah dan unik kali ya?" (Rls/hs/dtn)
 
Add a comment

Hiparu Cup Korda Bandung A – Lahirkan Anjing Juara

IMG 20170814 WA0029
destinasiaNews – Hiparu, singkatan dari Himpunan Pelestari Anjing Pemburu yang lahir di Bandung sejak 2015, beranggotan ribuan penggemar anjing kampung (mongrel), dan ras pada Minggu, 13 Agustus 2017 mengadakan perhelatan besar secara terbatas. “Ya, terbatas karena ini khusus untuk Regional A, yaitu anggota yang berada di area sebelah utara dari Bandung Raya. Pemisahnya wilayah Jl. Soekarno Hatta di kota Bandung,” papar Nurhadi, Sekjen Hiparu di kalang ketangkasan anjing pemburu di  Kampung Babakan Salam Desa Ciporeat Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung.
 
Hari itu di kalang anjing ketangkasan di Desa Ciporeat yang juga dikenal sebagai daerah Pasir Angin, hadir ribuan para pehobi anjing kampung dan ras. Menurut Kimsuy dari pihak panitia, berlangsung “perburuan babi hutan” dalam 5 kelas. Masing-masing kelas anjing ras diikuti 10 peserta (perang bintang), eksekutif 12 peserta, dan umum 43 peserta. Sedangkan kelas anjing kampung yang terdiri atas kelas slayangan (campuran ras dan anjing kampung) 26 peserta masing-masing terdiri atas dua anjing, serta kelas priangan (anjing kampung asli) diikuti 5 peserta yang masing-masing terdiri atas 3 anjing.
IMG 20170814 WA0028
“Sebenarnya, ajang ini diperuntukkan memunculkan lagi kebanggaan atas anjing kampung atau apalah seperti yang ada di wilayah Priangan. Sejak tahun 1970-an kita bangga dengan anjing ras dari luar negeri,utamanya pittbull” kata Surapati yang akrab disapa Pati –“Nah, dalam kesempatan ini anjing kampung, milik kita sendiri haruslah dilestarikan. Bagi petani, ia teman setia buat membasmi hama babi. Kalau basmi babi pakai pittbull, wah repot. Tenaganya buat naik bukit suka memble. Makanan nya pun tak sembarang lagi, mahal dan tak begitu akrab dengan orang kita.”
 
“Hari ini kami didatangi ribuan pengunjung dan ratusan anggota Hiparu. Di kalang kami dihasilkan banyak juara anjing kampung kelas slayangan maupun priangan murni. Ini yang paling penting. Soal anjing ras. Itu mah sebagai hiburan saja”, kata Sugiana, Ketua Panitia yang diamini Gandiana selaku Sekertaris.
IMG 20170814 WA0027
Alhamdullillah, hari ini pelaksanaan Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu di daerah kami berlangsung sukses, “tambah Gandiana yang diamini Nurhadi seusai membagikan sejumlah hadiah bagi para pemenang.
 
Bagi Deden (42) warga Cipadung Kota Bandung, jauh-jauh hari itu ia membawa rekannya menonton Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu ini. Menurut Deden, memang seharusnya kita melestarikan anjing kampung di Jawa Barat.”Jangan seperti sekarang, banyak anjing kampung dari Jabar justru dibawa ke luar pulau. Ini harus kita amankan.”
IMG 20170814 WA0030
“Ke depan Hiparu akan bekerjasama lebih luas dengan dinas terkait di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten. Agar keberadaan anjing kampung dan pengendalian hama babi hutan bagi petani bisa dikejakan lebih efektip, termasuk vaksinasi massal bagi anjing pemburu ini”, tutup Nurhadi yang pada program kerja tahun 2018 akan meluncurkan kontes anjing juara se Jabar di Pangandaran. [HS/SA]
 
Add a comment

Ini Dia, Juara Kontes Anjing Pemburu, Hiparu Cup Korda Bandung A

IMG 20170813 WA0125
destinasiaNews – Diketahui tidaklah mudah menyelenggarakan kontes ketangkasan anjing pemburu. Menurut Nurhadi, Sekjen Hiparu (Himpunan Pelestari Anjing Pemburu) perlu koordinasi yang kuat dengan pihak pengaman setempat baik Muspida maupun Muspika.”Bersyukur di di Kampung Babakan Salam Desa Ciporeat  (Kec. Cilengkrang Kab. Bandung), semua pihak menyetujuinya. Ada ratusan anjing yang dibawa pemiliknya. Ribuan penonton pun hadir di sini,” papar Nurhadi, Sekjen Hiparu yang hari itu tampak sumringah atas helatan ini.
 
Intinya ada 5 kelas ketangkasan anjing pemburu yang bertujuan memunculkan lagi kecintaan terhadap anjing asli Indonesia.”Khusus di daerah Priangan, sering disebut anjing kampung jenis mongrel. Ini berperan penting sebagai pembasmi hama babi yang merusak tanaman para petani”, jelas Kimsuy yang menginginkan untuk masa depan organisasinya mampu membuat stambook khusus anjing kampung – “Jangan anjing ras pemburu  saja yang punya stambook, anjing kampung itu asli milik kita sejak jaman legenda Tangkuban Parahu Sangkuriang dan Si Tumang.”
IMG 20170813 WA0113
Rinciannya, ini dia para pemenang Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu Korda Bandung A. Masing-masing juara 1, 2, dan 3 setiap kelas, sebagai berikut: Perang Bintang pemenangnya Kliwon, milik Adi dari Cigadung; Buffon milik Uun dari Bojong Koneng, dan Carlos milik Anton dari Cileunyi. Eksekutif pemenangnya Gaston milik Yana dari Antapani; Douglas milik Ripal dari Lembang; dan Gresh milik Lucky dari Legok Hayam. Umum pemenangnya Deblo milik Uun dari Bojong Koneng; Messi milik Ayi dari Cikoneng; dan Soldadu milik Cecep dari Lembang. Slayangan pemenangnya Kuper dan Mondi milik Bule dari Lembang; Maru dan Kasep milik Apep dari Bandung, dan juara ketiga Beurit milik Unil dari Sumedang. Priangan pemenangnya Keplek, Wiro, dan Bogel milik Iin dari Garung; Sutet, Buntung, dan Bajing milik AK71 dari Sumedang; Lembang 1,2,3 milik Bule dari Lembang.  
 
Pengamatan Candika (45) penggemar satwa anjing asal Cianjur yang hadir bersama 3 rekannya:”Paling seru uji ketangkasan anjing pemburu kelas slayangan dan priangan. Soalnya, tidak satu lawan satu, melainkan satu babi lawan dua atau tiga anjing. Ini yang bikin seru. Makanya beralihlah memelihara anjing kampung biar hama babi dapat dikendalikan”. [HS/SA]
 
Add a comment

Kompetisi Seduh Kopi Meriahkan Kota Bandung

KOPI DTN 1 CopyDestinasiaNews - Untuk mengapresiasi para penggiat kopi di Bandung maupun di kota lainnya di indonesia, Manual Brew Community (MBC) menyeienggarakan Bandung Brewers Cup (BBRC) 2016. Bandung adalah salah satu daerah yang tingkat penumbuhan produksi dan konsumsi kopinya dinilai cukup signifikan.

BBRC 2016 adalah kegiatan rutin tahunan dari Manuai Brew Community (MBC) dimana BBRC 2016 adalah kegiatan ke 2. BBRC adalah sebuah kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual (manual brew) yang pesertanya diperuntukan untuk umum, baik barista yang merupakan delegasi dari coffee shop maupun home barista dari Bandung ataupun dari luar kota Bandung (nasional). Seluruh kopi yang digunakan dalam tahap penyisihan kompetisi ini adalah kopi yang berasal dari Jawa Barat.

Pada Press Conference Bandung Brewers Cup 2016, Senin, (5/12/2016), di Noah’s Barn jalan Dayang Sumbi Bandung. Hadir, Ketua Dewan Juri BBrC 2016 Adi W. Taroepratjeka, Koordinator Acara BBrC 2016 Andi Widjaja, Pemenang IBrC 2015 Ryan Wibawa, dan Koordinator Humas BBrC 2016 Sylvie.

KOPI DTN 2 Copy“Biasanya kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual formatnya Battle,” kata Andi Widjaja di awal paparannya, “Namun Bandung Brewers Cup 2016 dipastikan mengadaptasi format nasional dan menggunakan sistem Scoring,” ujarnya.

Ketua Dewan Juri BBrC 2016 Adi W. Taroepratjeka mengatakan, Bandung Brewers Cup 2016 diadakan untuk ajang silaturahmi dan meningkatkan teknik seduh para Barista, “Peserta BBrC 2016 paling jauh berasal dari Yogyakarta,” ungkapnya.

Mengenai penilaian juri, Adi mengatakan, para peserta harus menyeduh biji kopi asal Lembang yang diberikan para juri, “Namun para peserta diperbolehkan membawa biji kopi sendiri,” ungkapnya.

Mengenai bisnis kopi di Bandung Adi mengungkapkan, terdapat 200 kedai kopi yang menyajikan kopi seduh manual, “Namun masih banyak yang dagang kopi tetapi tidak tahu dagangannya sendiri, mereka tidak tahu biji kopi tersebut fresh atau tidak, dan tidak tahu kopinya berasal dari mana,” ujarnya..

Sylvie Koordinator Humas BBrC 2016 mengatakan, BBrC 2016 diadakan di Kota Bandung karena Bandung merupakan salah satu daerah yang tingkat pertumbuhan produksi dan konsumsi kopinya cukup signifikan.

KOPI DTN 3 CopyKompetisi ini akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 8 dan 9 Desember 2016 yang bertempat di Noah’s Barn, Jl. Dayang Sumbi No.2 Bandung. Pada tanggal 8 Desember, acara akan dimulai dari pk. 10 pagi sampai dengan pk. 7 malam, sementara pada tanggal 9 Desember acara akan dimulai dari pk. 10 pagi sampai dengan pengumuman pemenang kurang lebih pada pukul 8 malam. Tim juri yang diketuai oleh Bapak Adi. W Taroepratjeka beserta 12 juri lainnya merupakan para penggiat dan pelaku kopi di Indonesia, terdiri dari para Q-Grader, Roaster dari Indonesia, sementara salah satunya adalah Ahmad Hidayat dari Singapore.

Pendaftaran telah dibuka pada tanggal 10 November 2016 melalui registrasi online pada situs www.manualbrewcommunity .com dan telah ditutup pada hari yang sama dikarenakan kuota 64 peserta telah terisi dengan sangat cepat. Dari data peserta yang akan bertanding, kurang lebih 60% berasal dari kota Bandung dan sekitar, sementara 40% berasal dari luar kota Bandung

KOPI DTN 4 CopySelain acara kompetisi tersebut di atas, akan ada bincang bincang kopi bersama farmer dan roaster pada hari pertama dan sessi sharing bersama Ahmad Hidayat dan Ryan Wibawa di hari kedua. Acara hiburan juga akan turut meramaikan jalannya kegiatan tersebut, dengan menampilkan musisi Sarah & Soul, Cozy Street Corner, Star Syndrome, Fire Dance dan Eddi Brokoli sebagai host.(SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa  

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa   

destinasiaNews – Aktivis pergerakan masyarakat Tatang Suratis, Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Provinsi Jawa Barat, ditemui...

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta  

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta   

destinasiaNews – Tak biasanya Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum kala...

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

destinasiaNews – “Lho koq tidak diundang Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Besok Kang Eka datang saja ikut rapat di...

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

destinasiaNews -- Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, serta Sekjen...

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika  

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika   

destinasiaNews – Bertempat di Prime Park Hotel Jl. P.H.H Mustofa Kota Bandung, SMKN 5 Bandung menggelar workshop ‘Pendidikan Inklusi’ selama...

Pengunjung

01796202
Hari ini
Kemarin
586
1377