Peresmian Jaringan Studio Kebangsaan dan Pondok Cerdas Warga Pesantren Sebagai Benteng Proxy War Media

 

Studio mini MUI Crb

DestinasiaNews - Dalam rangka membangun benteng proxy war media, TV BMW (Berita Mitra Warga) – Puspen (Pusat Penerangan) TNI bekerjasama dengan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) membangun jaringan Studio Pesantren Kebangsaan dan Pondok Cerdas Warga Umat sebagai wadah bagi para santri untuk menciptakan konten tayang yang bernilai edukasi yang nasionalis dan religius.

Pengembangan jaringan Studio Pesantren Kebangsaan dan Pondok Cerdas Warga Pesantren ini menindaklanjuti penandatanganan Pakta Pertahanan Proxy War Media pada tanggal 27 Februari 2016 di Mabes TNI bersama Panglima TNI, Kapuspen TNI, BMW Media Group, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan berbagai stakeholder nasional.

Peresmian jaringan Studio Pesantren Kebangsaan dan Pondok Cerdas Warga Pesantren ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo kepada Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, KH. Mustofa Aqiel, serta pengguntingan pita oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Tatang Sulaiman di Gedung Olahraga Munas Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 31 Maret 2016.

Sementara itu, piagam peresmian jaringan studio pesantren kebangsaan dan pondok cerdas warga umat binaan TV BMW (Berita Mitra Warga) – Puspen (Pusat Penerangan) TNI dan BMW (Berita Mitra Warga) Siliwangi ditandatangi oleh Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siroj, MA dan CEO BMW (Berita Mitra Warga) Media Group, R. Arvin I. Miracelova.

Peresmian tersebut diselenggarakan bersamaan dengan pelepasan peserta Ekspedisi Islam Nusantara yang bertema “Deradikalisasi dan Anti Narkoba”. Dalam kesempatan ini, hadir Aster (Asisten Teritori) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto yang menyampaikan pembekalan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dengan tema “Memahami Ancaman, Menyadari Jati Diri sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas”. Panglima TNI memiliki 5 pesan kepada santri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari untuk diharuskan menebarkan agama Islam, menjalin silaturahmi, saling menasehati, memperbanyak kebajikan, serta mencegah segala bentuk kemungkaran.

Pembekalan tersebut diberikan kepada ribuan santri putra dan putri yang menghadiri acara Pelepasan Ekspedisi Islam Nusantara dan Peresmian jaringan Studio Pesantren Kebangsaan dan Pondok Cerdas Warga Pesantren. Jaringan Studio Pesantren Kebangsaan menyediakan Perpustakaan Digital pra produksi yang menyediakan ribuan buku digital untuk membekali para santri dalam membuat script konten hingga proses produksi konten tayangnya di lab produksi Studio Pesantren Kebangsaan.

Ke depannya, program Pondok Cerdas Warga inisiatif TV BMW (Berita Mitra Warga) – Puspen TNI akan melebarkan jaringan dengan membangun studio warga di seluruh pesantren dan desa di Indonesia yang dibina teritorial oleh TNI dari level Kodam hingga Koramil, termasuk dukungan Penerangan TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Program ini merupakan program unggulan TV BMW (Berita Mitra Warga) sebagai TV kolaborasi TNI dan Rakyat Indonesia. Turut hadir dalam acara ini Aster (Asisten Teritori) Panglima TNI, Aster (Asisten Teritori) Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Pusat Penerangan TNI, Pangdam III Siliwangi, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Komandan Korem Cirebon, CEO BMW Media Group, Jajaran Ketua PBNU, Sekjen PBNU, serta anggota Pakta Pertahanan Proxy War Media. (IM/HRS/dtn)****

perpus digital

Add a comment

Indra Sianturi, Melalui Grafiti – Gugah Warga Cicadas Cibeunying Kidul Bandung Peduli Lingkungan

Grafiti Cicadas

Destinasianews – Goresan kuas Indra Sianturi (53), pria kelahiran Cirebon Jawa Barat yang dalam 5 tahun terakhir bermukim di Jl. Sukaaman ll Kelurahan Cicadas, Cibeunying Kidul Kota Bandung, masihlah stabil. Menjelang tutup tahun 2015, hampir setiap siang hingga sore Ia menghiasi sudut-sudut jalan dan gang di tempatnya bermukim: ”Setelah Pak RW 001 Pak Dardar, minta saya menggambar di RW ini, seperti inilah karya saya.

Ini dibantu warga lain – rame-ramelah”, begitu ujarnya tatkala ditemui (28/12/2015) sedang menggoreskan tulisan Bandung Juara. “Juara apanya ? ”, gelitik destinasianews memancing dialog bersamanya. “Ini pesanan Pak Lurah dan Pak RW. Katanya juara Persib-nya di ISL tahun ini. Harapannya, Bandung jadi juara segalanya – juara yang baik-baiklah”, begitu terusan jawabannya sembari kembali tekun mengisi ruang kosong di tembok salah satu rumah. Menurutnya, setelah dilakukan pengecatan bergaya graffiti walaupun masih tahap sederhana, warga Cicadas banyak yang tergugah. “Tolong dong dihias rumah saya”, itu permintaan dari beberapa warga menirukan suara tetangganya. “Seperti inilah, dimana ada tembok kosong, warganya meminta, ya teruslah menjalar …”.

Otodidak

Disadari oleh Indra Sianturi yang kini masih menekuni karya seni utamanya relief tembaga, dan pernah beberapa tahun bekerja di percetakan, serta cukup lama menggarap back drop studio foto di sepanjang Pantura, yang semuanya dilakukan secara otodidak - garapan grafiti di Cicadas, masihlah pada tahap awal. “Baru sebatas menggugah kebersihan dan keindahan. Nanti kalau ada waktu, ingin juga membuat grafiti yang punya thema khusus. Punya kedalaman, gradasi warna pun digarap lebih serius. Hanya, adakah yang mau menyediakan cat-nya? ”

Thema khsusus apa yang Anda angankan ? Indra yang berpembawaan kalem, bertutur: ”Kalau bisa membuat karikatur anti rentenir, menggugah bahaya narkoba, mengingatkan fungsi trotoar untuk pejalan kaki, mencegah pembuatan bahan pengawet buat makanan, mengingatkan perlunya ruang bermain buat anak-anak, bahaya KDRT, dan banyak lagi”, begitu kilahnya.

Menggugah

Imbas langsung dari karyanya di Cicadas yang terkenal ke seantero jagat sebagai pemukiman terpadat, anak anak hingga remaja mengapresiasinya: ”Aku juga mau belajar menggambar sama Pak Indra”, kata Meti (9), Tomy (10), ketika melihat karya Indra di salah satu gang. Paling sedikit, imbas karya Indra telah menggugah warga Cicadas untuk semakin peduli ke hal-hal yang elementer seperti kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3). “Setelah ruang terbuka diantara mereka dibenahi, sedikit dihias, tumbuh kesadaran untuk memelihara K3. Ini menggembirakan”, tutup Indra yang akan terus meng-grafiti Cicadas hingga kota Bandung, dan sejagat sekaligus ! (HS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Kepala Bakesbangpol Kota Bandung: Optimalisasi Pembinaan Ideologi Pancasila Pada Generasi Muda

Kepala Bakesbangpol Kota Bandung: Optimalisasi Pembinaan Ideologi Pancasila Pada Generasi Muda

destinasianews - Acara Ngopi Bareng JBN (Jurnalis Bela Negara) Rabu, 5 Agustus 2020 di Sheraton Bandung Hotel & Tower jalan...

Wakaf Salman ITB Targetkan Donasi GARUDA 750 Paket Smartphone Se-Bandung Raya

Wakaf Salman ITB Targetkan Donasi GARUDA 750 Paket Smartphone Se-Bandung Raya

   destinasianews - Wakaf Salman berkolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB, dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung...

HAKI Diperlukan Untuk Lindungi Merek Dagang

HAKI Diperlukan Untuk Lindungi Merek Dagang

    destinasianews– Jurnalis Bela Negara (JBN) menyelengarakan kegiatan Ngopi Bareng JBN dengan tema “Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Bagi Insan...

Brawijaya Clinic Bandung, Lengkapi Lini Pelayanan Kesehatan Terintegrasi

Brawijaya Clinic Bandung, Lengkapi Lini Pelayanan  Kesehatan Terintegrasi

Terbagi atas tiga tipe ruangan yaitu kelas VIP, kelas deluxe, dan kelas I dengan total lima tempat tidur yang siap...

Berharap Kaum Milenial Ikut Memperingati Hari Veteran Nasional

Berharap Kaum Milenial Ikut Memperingati Hari Veteran Nasional

DestinasiaNews - Jelang memperingati Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang diperingati setiap tanggal10 Agustus hingga saat ini sesiapa yang peduli memperingatinya...

Pengunjung

05647002
Hari ini
Kemarin
2757
4268