BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

WS Eco1

destinasiaNews – Komunitas penyuka seni kriya Bandung yang menamakan dirinya Business Ladies Club  ( BLC ), kembali menggelar Workshop Ecoprint yang kelima.  Kegiatan tersebut diikuti 15 orang peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, dosen dan ibu rumah tangga.

BLC memiliki komitmen untuk berbagi keterampilan melalui pelatihan yang ramah lingkungan, salah satu programnya adalah menyemarakan Workshop Ecoprint  yang materialnya berasal dari lingkungan.

Hal tersebut terungkap saat Ketua BLC Dr. Ida Tejawiani, MM.  ditemui awak media disela-sela kegiatan Workshop Ecoprint  yang berlangsung di Caffe Eat Story Jalan Sulanjana No. 5 Bandung, Selasa, 4/2/2020.

“Dikatakan ramah Iingkungan karena semua materialnya menggunakan bahan baku alam, mulai dari bahan kain yang terbuat dari serat alam seperti animal fabric (protein) yaitu sutra dan wool, plan fabric (celluloce) seperti katun dan linen.  Pewarna yang digunakan untuk mewamai kain juga terbuat dari pewama alami yang berasal dari ekstraksi tumbuhan seperti daun, biji batang, bunga, kulit dan altar,” terang Ida.

WS Eco3

Menurut Ida, sapaan akrab Ida Tejawiani, bahwa ecoprint merupakan teknik cetak dengan menggunakan tenaga tangan (hand made) pada bahan berserat alami seperti wool, sutra, linen dan katun,  yang mampu menyerap pewarna alami dengan baik.

Dalam pelatihan ini dijelaskan proses pembuatan ecoprint oleh fasilitator dimana prosesnya dimulai dengan pengolahan kain atau mordanting menggunakan Tannin dan symplocos, kata Ida

Cara ini dilakukan untuk membuka pori-pori kain dan untuk menarik warna agar jejak daun dapat tercetak dalam bahan kain dengan sempurna,   ujar Ida menambahkan.

Lebih jauh Ida mengatakan bahwa kain harus dilembabkan kemudian dicelupkan ke dalam zat pewarna alami (ZWA). Untuk lebih jelasnya lagi, proses pembuatan ecoprint yang ramah lingkungan ini dikerjakan melalui beberapa tahapan antara Iain: Proses scouring yaitu proses pencucian dengan merebus TRO dan soda abu dan kain direbus selarna 1 jam,  setelah dingin bilas lalu keringkan.  

WS Eco

Berikutnya adalah Premordanting, merebus kain dalam larutan tannin, selama 1 jam, setelah dingin, bilas dan keringkan, ujarnya.

Lalu kemudian proses Mordanting yaitu memasukkan kain ke dalam rebusan symplocos selama 1 jam, kemudian bilas dengan air hangat lalu keringkan, jelasnya.

Nah proses selanjutnya, adalah proses printing  yaitu proses yang memerlukan rasa seni, karena seni menata daun pada kain ini akan sangat menentukan terhadap hasil akhir keindahan kain, menata daun pada kain ini akan sangat menentukan terhadap hasil akhir keindahan kain, terang Ida.

Workshop ecoprint ini dipandu oleh fasilitator yang sudah mengantongi sertifikasi kompetensi sebagai fasilitator dan kompetensi keakhlian dari Lembaga Penyelenggara Kursus dan Pelatihan dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).  Ini dia nama-nama fasilitatornya : Dr. Ida Tejawiani, MM;  Dra.  Kurweni Ukar, SE, M.Kom;  Ir. Koesharyani Hanan; Endang Hermijati; Lilis Nuryati.

Peserta yang sudah selesai mengikiuti workshop akan diminta untuk praktek di rumah dan diharuskan memposting hasil karyanya di WhatsApp group (WAG).

Fasilitator BLC siap memberikan evaluasi dan konsultasi. Selain itu BLC memfasilitasi tempat dan sarana lainnya untuk mengadakan Iatihan bersama. Dengan demikian BLC sebagai penyelenggara Workshop yang berkelanjutan yang tidak berhenti di kelas pelatihan tetapi terus menjalin hubungan yang terus menerus dengan alumni.

WS4

Salah satu fasilitator BLC, Endang Hermijati, mengaku dirinya sering mengikuti kegiatan workshop serupa di Bandung,  Jakarta dan Yogyakarta, untuk menambah ilmu dan mengasah keterampilannya.  Bahkan dia merasa bangga, sebab hasil karyanya berupa pakaian Kimono dimiliki Presiden Joko Widodo saat menghadiri kegiatan Paguyuban Pasundan di Jalan Sumatra kota Bandung, Februari 2019 lalu. (HRS/dtn)



Add a comment

Upaya Cegah Pikun, Komunitas Handycrafts Bandung Gelar Workshop Kemikomi

Aschie1

destinasiaNews - Kota Bandung tercatat sebagai salah satu dalam jaringan kota kreatif UNESCO Creative Cities Network. Dikukuhkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization – UNESCO) di markas besar UNESCO, Paris 2015 lalu.

Pakta yang tak terbantahkan, beragam industri menengah kecil tumbuh pesat menopang perekonomian kota yang bertajuk Paris van Java ini, mulai dari industri fashion/cloating, culinaire, hiburan, seni budaya, destinasi wisata dan lainnya.

Seperti halnya dua srikandi Aster Kartika dan Asriati Bhimarjuna, mereka memiliki kesamaan hobi yaitu membuat pernak-pernik patchwork crafts (kain perca). Kedua nama Aster dan Chie-Chie ini diabadikan dalam wadah komunitas handycrafts dengan nama Aschiecraft.

Menurut Chie-Chie panggilan akrab Asriati Bhimarjuna, saat itu (Tahun 2014) lalu, pihaknya merasa tergerak untuk berbagi pengetahuan dan keterampilannya, lalu kemudian Aschiecraft menggelar patchwork crafts bersama ibu-ibu orang tua murid sambil menunggu anak-anak mereka pulang sekolah di SD Istiqomah Jalan Citarum Kota Bandung, kegiatan berlangsung di pelataran masjid SD Istiqomah. “Kala itu kami memberi kursus cara membuat sulam pita, box-box cantik, dan tas serta selimut dari kain perca,” terang Chie-chie.

Aschie2

Kreatifitas karya seni mereka patut diacungi jempol, pasalnya Aschiecraf kerapkali mendapatkan undangan menjadi pemateri patchwork crafts dari berbagai instansi pemerintah, swasta maupun komunitas crafters, antara lain : Bank Indonesia di Jakarta, Telkom, Polres Cianjur dan lainnya, kata Chie-Chie.

Aschiecraft menggelar workshop dimulai sejak 2016 lalu, perhelatannya berlangsung dari caffe ke caffe atau dari rumah ke rumah baik itu kelompok (komunitas) maupun perorangan (privat), namun untuk saat ini kami sudah menetap disini di caffe Cinde Jalan Pahlawan Nomor 58 kota Bandung, materi workshop antara lain membuat kalung, gelang, Dompet, bros, cincin, giwang dan lainnya, ungkap Chie-Chie.  Kegiatanya rutin 2 minggu sekali, setiap hari Rabu dan Sabtu, ujar Chie-Chie menambahkan.

“Setiap peserta workshop sudah disediakan kits atau peralatan produksinya, pokoknya tinggal bawa badan saja,” jelas Aster yang saat itu mendamping Chie-Chie.

Lebih jauh Aster mengatakan, bahwa bagi peserta workshop cukup merogoh kocek antara Rp. 150 ribu – Rp. 450 ribu, tergantung dari materi yang diajarkan dan hasil karyanya boleh dibawa pulang peserta, beber Aster.

Aschie3

Untuk memasarkan produknya, Aschiecraf sering mengikuti pameran atau bazar yang digelar pemerintah maupun swasta, selain itu juga dipasarkan melalui online, ungkap Aster.

Untuk memudahkan komunikasi dan menjalin silaturahmi sesama crafters, Aschiecraft membuat grup WhatsApp dengan nama “Bocor” (4/11/2018), diinisiasi oleh Arumsari W.N. yang akrab disapa Jeng Arum.

Hingga saat ini, komunitas handycraft yang tergabung dalam grup WhatsApp Bocor sebanyak 50 orang namun yang aktif ada 40 orang, usia antara 30-70an tahun, semuanya adalah perempuan, dengan beragam disiplin ilmu, ujar Jeng Arum. “Siapapun boleh bergabung di komunitas crafts “Bocor”, yang penting tertarik dengan craft,” kata  ibu yang pernah bekerja 21 tahun sebagai staf Pusat Kebudayaan Jepang, di Jakarta, Jeng Arum. 

Dalam rangka Reuni dan Silaturahmi komunitas crafters grup WhatsApp Bocor yang, menggelar workshop membuat karya seni asal negeri sakura Jepang yaitu Kemikomi (menyelipkan), diikuti sebanyak 30 peserta, berlangsung di Caffe Cinde Jalan Pahlawan Nomor 58 Kota Bandung, Rabu, 22/1/2020.

Aschie4

Pemateri seni Kemikomi, Suciati Savitrie Sukendar, ibu yang pernah bekerja di Pusat Kebudayaan Jerman-Bandung, biasa disapa Suci, menilai setelah dirinya pensiun, sangat banyak manfaatnya menjalani handycraft. “Agar ada aktifitas, supaya tidak pikun, banyak mengikuti berbagai workshop, saya pelajari dari youtube, tujuan kami ingin menyebar kebaikan,” tandasnya.

“Senang dapat bergaul dengan berbagai komunitas, sehingga mempunyai banyak komunitas dan dapat berkumpul saling bertukar informasi”, papar Suci.

Menurut Suci, komunitas crafts-Aschiecraft sangat menyenangkan dirinya, yang diamini Jeng Arum dan kota yang banyak komunitas peminat crafts nya adalah kota Depok, katanya.

Bagi Jeng Arum dan Suci, pada hari-hari tertentu kegiatan serupa kerapkali mereka lakukan bersama kerabat kantornya, ketika masih aktif bekerja, pungkasnya.

Bagi yang minat mengikuti workshop, silakan datang setiap hari Rabu dan Sabtu di caffe Cinde Jalan Pahlawan Nomor 58 kota Bandung atau ke homebase Archiecraft di Jalan Zamrud Komplek Setiabudi Regency kota Bandung, Hp. 0811809882, atau menghubungi Bocor Craft Workshop, Hp. 0811809882, dan Aschiecraft, Hp. 087725342337. (HRS/dtn)

Add a comment

Sekda Jabar, Daud Achmad di HUT Ke -13 Ormas BBC: “Hindari Obesitas!”

BBC Olahraga 1destinasiaNews- Di antara lebih dari 2.000 peserta sepeda santai (fun bike), ini merupakan puncak acara HUT Ormas BBC ke-13 (1/12/2919) di kawasan Jl. Lodaya Kota Bandung. Hari itu Penjabat (Pj) Sekda Jabar, Daud Achmad di tengah-tengah membludaknya peserta, mengapresiasi semangat peserta fun bike - "Ini seperti Bandung lautan sepeda," ujarnya kagum.

 

Sesaat sebelum mengibarkan bendera tanda start fun bike yang jaraknya sekitar 25 km, Daud Achmad mengingatkan peserta:

 

"Riset kesehatan di Indonesia pada era 2013, penderita obesitas ada sekitar 14 persen. Dan, tahun 2018 justru meningkat menjadi 21 persen. Menghindari obesitas itu, teruslah bergerak di antaranya melalui olahraga gowes sepeda ini."

 

Sementara itu Mugi Sudjana Ketua Umum Ormas BBC dalam sambutannya yang kembali menempatkan posisi organisasinya sebagai mitra pemerintah yang produktif dan independen, menyatakan terima kasih atas banyaknya peserta Fun Bike:"Tercatat lebih dari 2.000-an. Tahun depan akan kita tingkatkan penyelenggaraannya."

BBC olahraga 2Lainnya, Ketua Panitia Fun Bike Milad ke-13 Ormas BBC 2019, Lukman Hali Supangat, merasa bersyukur penyelengaraan hajat besar ini berlangsung sukses. "Sempat deg-degan sebelumnya, namun semua berakhir happy . Hanya inilah yang kami harapkan."

 

Dua peserta yakni yang termuda Imelda (11) dan yang tertua Kosim (88), kepada redaksi merasakan kegembiraan luar biasa, bisa menyelesaikan jarak tempuh yang lumayan jauh:"Tapi seneng rame-rame keliling Bandung, pengennya tiap minggu juga boleh lah," seru Imelda yang sempat didaulat panitia naik panggung bersama Kakek Kosim peserta paling senior itu.

 

BBC Peduli Environment

 

Di tengah ingar-bingar acara puncak HUT Ormas BBC ini, Mugi Sudjana masih terobsesi untuk membenahi lingkungan di Bandung Raya dan Jawa Barat pada umumnya.

 

Memenuhi obsesi Ormas BBC ini, tercetus beberapa program langsung dalam pembenahan lingkungan di Bandung Raya. Menurut Dadang Somantri, Ketua Ormas BBC Kabupaten Bandung Barat (KBB):"Keprihatinan kami atas penurunan kualitas lingkungan di Cekungan Bandung Raya utamanya, sudah kami lakukan dalam banyak program langsung di lapangan, ie depan akan lebih banyak lagi."

BBC olahraga 3Sementara itu Wing Nurtantio, pengurus Ormas BBC yang membidangi Program Environment, dalam waktu dekat akan meluncurkan sejumlah program perbaikan lingkungan, "Yang mendesak itu bagaimana menangani persoalan sampah, tercemarnya sungai Citarum, dan dampak negatif pengembangan industri kepariwisataan, serta kegiatan sosial-ekonomi lainnya."

 

Alhasil ribuan peserta Fun Bike ini semua tampak bergembira dan ceria: "Hari ini belum dapat door prize, kami tetap senang. Harapannya, tahun ada lagi," papanya yang datang dari wilayah Majalaya Bandung Selatan.

 

(HS/dtn )

Add a comment

Tingkatkan APMO, ULD Cabang Kota Bandung Gelar ‘Guraak’ Ke-2 di CFD Buah Batu

Gurak BBC

destinasiaNews - Hj. Gina Sadeli, Ketua Cabang The Universal Line Dance (ULD) Kota Bandung, kepada redaksi pada Senin, 12 Agustus 2019 menyatakan niatanya untuk menggelar kedua kalinya ‘Guraaak’ di area Car Free Day Buah Batu pada Minggu, 18 Agustus 2019. Diksi ‘Guraaak’ ini diambil dari akronim Minggu Geraaak. Menurut panitia pada tahun 2018 lalu sebagai gelaran ‘Guraaak’ yang pertama, acara serupa ini diikuti 400 peserta.

“Guraaak ke-2 pada 18 Agustus 2019, adalah gebyar yang luar biasa. Rencananya diikuti 1.000 peserta. Semoga APMO (Angka Partisipasi Masyarakat Berolahraga) di Kota Bandung semakin meningkat,” papar Gina Sadeli yang didampingi suaminya Mugi Sudjana selaku Ketua Umum Ormas BBC (Buah Batu Corps) DPD Jawa Barat.  

“Ya, acara ini pun digelar dalam rangka HUT Ormas BBC DPD Jawa Barat  ke-13, sekaligus HUT RI ke- 74,” tambah Mugi Sudjana yang sejak tahun 2012 di CFD Buah Batu Bandung, tepatnya di depan Jl. Mutiara hingga di Taman Regol Buah Batu setiap Sabtu pagi, menggelar olahraga Line Dance yang diikuti ratusan peserta.

Informasi lain dari rencana ‘Guraaak” ke-2 ini akan dihadiri Wali Kota dan Wakil Kota Bandung, juga Kadispora Kota Bandung. “Tentu aka nada puluhan hadiah menarik lainnya. Yang berminat silahkan mendaftar sekarang ke panitia,” pungkas Gina Sadeli yang masih tampak gesit pada usianya yang setengah baya ini. (HS/HRS/dtn)

Add a comment

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

ULD1

destinasiaNews – Rangkaian dari gabungan acara bernuansa halal bihalal & gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD), ini kemasan d’ULD Pusat berkolaborasi dengan d’ULD DKI Jakarta. Tempatnya di Eka Ria Restro J alan KH. Zainul Arifin No. 21A-23 Petojo Utara (13 Juli 2019). Acara ini, sejak dibuka pada 10.00 WIB pagi hingga berakhir pada sore hari, praktis tak lepas dari suasana meriah yang khidmad. Betapa tidak? Sedikitnya hadir 17 rombongan sebagai representasi dari pengurus wilayah di tingkat provinsi di Tanah Air.

Galibnya, hari itu ratusan member dari berbagai komunitas d’ULD se tanah air berawal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Maluku, tumpah ruah merayakan keberadaan 11tahun d’ULD moncer di Tanah Air.  

“Benar bukan generasi kami saja yang sudah sepuh, mengisi kegiatan d’ULD yang intinya penuh kegiatan olah raga dan tari, generasi muda pun kini banyak terlibat. Dasarnya kan, ini dari tarian tradisional seperti Poco-poco, Serampang Dua Belas, dan lainnya,” papar Lucy SujadiKetua Umum ULD yang masih tampak gesit padahal usianya sudah tergolong menjelang sepuh di generasinya.

Lucy pun menambahkan kala ditanya mengapa masih aktif berorganisasi di usia senja ini?:

“Justru itulah, berkat terus aktif hampir 3 periode, yakni 3 tahun per periode. Karena d’ULD itu dasarnya kan sport activities digabung dengan dancing. Jadinya, kami-kami ini bersemangat terus. Semangat ini,  kami tularkan ke yang lain.” 

Gabungan Olah Raga & Tari

Sementara itu tokoh wanita di kalangan d’ULD yang punya nama lengkap Ans Kardy Arief yang mengaku kelahiran 1941, aktif berorganisasi di d’ULD menurutnya sebagai sebuah keharusan. ”Banyak manfaatnya, selain menjadikan kita tetap segar bugar, berpandangan optimis dan bergaul dengan semua kalangan, juga bias menambah wawasan. Ini penting untuk segala usia, mengikuti kegiatan olah raga dan tari-menari seperti yang ada di Serampang Dua Belas, Poco-poco, maupun Kajojo milik bangsa kita.”

ULD2

Masih di sela-sela acara yang padat dan meriah di Eka Ria Resto yang berfasilitas cukup memadai karena dapat menampung para penari hingga 100 orang lebih, hadir belakangan Ketua Dewan Pembina d’ULD, Triesna Jero Wacik. Triesna yang senang berorganisasi, masih tampak gesit walau usianya sudah lebih dari setengah baya. Kepada redaksi, ia menyatakan sangat menyambut gembira keberadaan ‘dULD di Tanah Air hingga usia ke-11 ini:

“Bersama kawan-kawan dulu merintis komunitas ini, sempat mengalami masa-masa pasang surut. Namun, kini saya dengar sudah ada 17 kepengurusan di tingkat provinsi. Ini menggembirakan, berarti ada keberlangsungan,” ujarnya sambil menambahkan –“ Saya dengar beberapa kejuaraan d’ULD tingkat nasional dan internasional juga sekarang lebih sering dilaksanakan atau kita ikuti. Ini sangat bagus untuk memacu, anggota terus berprestasi.”

Sementara itu ‘Sang Tuan Rumah’ yakni Mia Sutanto selaku Ketua d’ULD DKI Jakarta, ditengah kesibukan mengatur acara, walaupun kerap terlihat wara-wiri di seantero gedung Eka Ria Restro yang cukup luas serta dipadati pengunjung, di akhir acara menyatakan rasa puasnya:

“Dari sekedar Happy Birth Day d’ULD ke 11 ini, saya pribadi merasa lega, ternyata ke 17 perwakilan d’ULD dari 17 Provinsi tadi sempat bertemu secara khusus membahas perkembangan dan program kerja mereka untuk kemajuan d’ULD se Tanah Air,” ujarnya dengan menambahkan –“ Ini kan bagus, anggaplah ini semacam rakernas yang semi in formal. Kami kan jarang-jarang bertemu dalam forum besar setingkat nasional. Untuk kebaikan bersama, tadi sempat dibahas program lanjutan nasib pegiat d’ULD di Indonesia.”

Kata para tokoh

Turut memeriahkan helatan d’ULD ke-11 ini hadir diantaranya Henidar Amroe yang kondang di tanah air sebagai peragawati dan model era 1980-an, lainnya ia pun dikenal pula sebagai pesinetron dan pemain film. Kepada redaksi ia menghadiri helatan ini: ”Ya, saya sebagai Ketua MT Nurjannah sajalah…,” ujarnya dengan nada low profile tanpa meninggalkan kesan anggun dengan busana hijab yang dikenakannya.

ULD3

“Saya hadir atas undangan rekan-rekan saya di sini cukup banyak. Kaget ya, perkembangan kepesertaan d’ULD sungguh pesat. Saya dengar, ada di lebih dari 10 provinsi. Ini kegiatan yang bagus, menggabungkan olahraga dan tari-menari yang banyak berakar di tarian tradisional kita. Saya kira, ini adalah ajang silaturahim yang baik bagi semua kalangan.”

Lainnya, tokoh lokal dari kota hujan Bogor, yakni Bob Hendrik Hage yang dalam bebebrapa tahun ini didaulat rekan-rekannya selaku Pembina d’ULD Bogor, mengapresiasi atas penyelenggaraan anniversary di Eka Ria Restro yang berlangsung sukses. Menurutnya fasilitas yang cukup memadai, sangatlah memungkinkan untuk berkegiatan tari-menari dengan leluasa.

“Kami harapkan di kota Bogor akan tumbuh fasilitas semacam ini. Ini memudahkan untuk memunculkan bibit-bibit baru terutama kalangan generasi muda di Bogor. Saya optimis, di kota Bogor banyak bibit-bibit yang potensial untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, “ jelasnya yang mengaku bergiat di komunitas ini semata untuk menyalurkan hobby dan bersosialisasi dengn sehat.

Last but not least, ada yang cukup menarik selain dari penampilan meriah dan penuh respek dari Gabungan Para Instruktur se Indonesia, pemberian door prize yang heboh berhadiah aduhai, tampilan pengiring dari TOT Band yang kompak dan serasi, sajian drama tarai dari Surilang Group yang berbasiskan seni Topeng Betawi, ternyata terselip ada remaja bernama Juanda usia kelas II SMPN asal Ciawi, Kab. Bogor.

ULD4

Pembawaan dan penampilan Juanda menurut pengamatan redaksi sejak digelar jamming (menari bersama) mulai di sessi I hingga II dengan lagu dan musik khas untuk pakem tarian yang berbeda-beda dan penuh variasi, tampaknya bagi remaja putra seusia SMP ini tak menjadi masalah. Juanda bisa mengikutinya dengan lancar, plus senantiasa berekpresi gembira.

“Aku suka dan ini sering kami lakukan bersama kawan-kawan di luar maupun dengan sesama siswa. Line dance ini bikin sehat,” paparnya sambil menambahkan – “Inginnya sih, semua kawan-kawanku daripada sekedar suka melamun, mari kita melakukan line dance. Aku siap ajakannya.” (Harri Safiari & Isur Suryana/HRS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mencari Pemimpin Berjiwa Entrepreneur, HIPMI Kabupaten Bandung Selenggarakan Sarasehan Kandidat Paslon

Mencari Pemimpin Berjiwa Entrepreneur, HIPMI Kabupaten Bandung Selenggarakan Sarasehan Kandidat Paslon

DestinasiaNews -Mendekati gelaran Pilkada serentak yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) BPC Kabupaten Bandung, turut berpartisipasi meramaikan...

JBN Jalin Silaturahmi Bersama Kepala Penerangan Kodiklatad

JBN Jalin Silaturahmi Bersama Kepala Penerangan Kodiklatad

destinasianews - Dalam rangka menjalin silaturahmi dan sinergitas, Jurnalis Bela Negara (JBN) yang diwakili Jurnalis seputarjabar dan arcom menyambangi Kepala...

The Papandayan Tanamkan JSN-45 di Kalangan Mitra Kerja

The Papandayan Tanamkan JSN-45 di Kalangan Mitra Kerja

DestinasiaNews - Jiwa Semangat Nasionalsime ’45 (JSN ) senantiasa harus terus-menerus dikobarkan /dilestarikan kpd pewaris nilai perjuangan para pejuang jemerdekaan...

LKPP Lambat Merespon, KPPU Dorong LKPP Libatkan UKM Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Melalui E-Katalog

LKPP Lambat  Merespon, KPPU Dorong LKPP Libatkan UKM Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Melalui E-Katalog

destinasianews - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong terciptanya efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, salah satunya dalam pengadaan...

The Papandayan Terima 2020 Trip Advisor Travelers Choice Awards

The Papandayan Terima 2020 Trip Advisor Travelers Choice Awards

destinasianews – The Papandayan terima penghargaan Travelers’ Choice Awards 2020 dari TripAdvisor yang diumumkan pada akhir Juli 2020. The Papandayan menempati...

Pengunjung

05829036
Hari ini
Kemarin
1892
3947