Boundless Love, Film Indonesia – China: Syuting di Bandung, Kenapa?  

IMG 20180109 054958
destinasiaNews – “Bangsa kita itu kaya. Jangan seperti utara memandang selatan. Harus juga, berani sebaliknya. Ini ibarat Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu,”kata bintang film senior Ray Sahetapi seakan bertamsil dengan melanjut – “Inilah kekayaan bangsa kita. Dunia harus tahu, melalui film Boundless Love karya dua bangsa RI dan China. Indonesia itu amat kaya …dan orangnya senang bersahabat. Dahsyat kan?”
 
Paparan bernuansa filosofis, sekilas tentang persahabatan dua bangsa dikemukakan Ray, kala digelar konperensi pers di Jl Kencana No 3 Kota Bandung (8/1/2018). Hari itu insan pers diberi akses melihat ‘dapur’, dan lokasi pengambilan gambar di kota Bandung, selain di Palembang dan Jakarta.
IMG 20180109 054924
“Ini ke-46 kalinya bongkar pasang skrip, tiga kali saya bolak-balik di dua negara. Ini bukan film drama komersial biasa, nanti hasilnya selama 90 menit akan spesial. Pertama, diikursertakan ke Cannes Film Festival (Perancis), dan Sundance Film Festival (Amerika Serikat), di antaranya,” imbuh Wing Yiming, sutradara film Boundless Love –“Saya suka akhirnya dengan kuliner dan budaya, juga suasana kota Bandung yang penuh oleh insan kreatif.”
 
Film Boundless Love  yang melibatkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Red and White China, serta PT. Kamala Media Cipta, mengungkap kisah seru penuh deru, berbalut asmara antara wanita Indonesia, dengan pria asal China. Katanya, pria China ini diangkat dari kisah nyata, teknisi yang bekerja di Proyek PLTU di Palembang. Tepatnya, teknisi di anak perusahaan Shenhua Group di Indonesia, yakni PT. GH EMM.  
 
Pemilihan lokasi syuting di Palembang, menurut pemandu film ini, dianggap sebagai promosi kota, penyelenggara Asian Games 2018. “Kota Bandung dipilih, karena kaya nuansa. Contoh, bangunan tua (heritage) di Jl. Kencana No.3tidak ada duanya. Belum lagi PM Chou En Lai tahun 1955, pernah berkunjung dalam rangka Konperensi Asia Afrika,” kata Wing Yiming melalui penerjemahnya.
 
Ray Sahetapi & Putri Ayudya  
IMG 20180109 054824
Di antara pelibatan 50 pemain film masing-masing 25 setiap negara, fil yang berbiaya sekitar Rp  4 M, ada nama-nama beken dari Indonesia selain Ray Sahetapi sebagai Ayah (Budi), ada Putri Ayudya sebagai Nova, dan Nungki Kusumastuti sebagai Ibu (Duma). Lainnya, ada  Otig Pakis sebagai Hendra, Ade Firman Hakim sebagai Adi, dan Maryam Supraba sebagai Anna.
 
“Di film kami berperan sebagai keluarga warga Batak yang tinggal di Palembang,” jelas Ray kala memperkenalkan peran masing-masing.
IMG 20180109 054842 
Sekilas tentang sutradara Wang Yimin, ia telah meraih lebih dari 60 jenis penghargaan di dalam dan luar negaranya sendiri. Sebagian itu, antara lain sutradara terbaik kategori film berbahasa Mandarin di Miami Film Festival; sutradara pendatang terbaik di China Image Film Festival; film dan naskah terbaik di Berlin Chinese Film Festival. “Jadi tak sembarangan kan? Film ini di China akan ditonton banyak orang dari negara berpenduduk 1,5 milyar. Belum lagi di Indonesia yang berpenduduk sekitar 260 juta jiwa,” jelas pemandu saat konpers ini digelar – meringkas penjelasan Wang Yimin dan pemeran China lainnya.
 
Kota Bandung Terbuka …
 
Menarik disimak, kala konpers digelar hadir Kadisbupar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari beserta jajarannya. Menurutnya, ia sangat terbuka dengan bentuk kerjasama ini. Bila Kota Bandung, makin sering digunakan sebagai lokasi syuting film layar lebar. “Ini membuka peluang bagi banyak pihak. PAD (pendapatan asli daerah) pun bertambah,” paparnya sambil menambahkan – “Di film ini saja ada 250-an orang warga lokal terlibat. Belum lagi job creator lainnya, pasti akan bermunculan.”  
IMG 20180109 054810 
Masih menurut Kenny yang selama di Jl. Kencana No 3 sempat berkeliling lokasi syuting dan berkenalan dengan para pemain serta crew film:”Kesediaan kota Bandung untuk hal ini, beberapa waktu lalu sudah diperluas hingga ke 5 kawasan di sekitarny. Kini, sudah mencakup Bandung Raya.”
 
Diakui ini kejasama film pertama di kota Bandung yang dibantu Bekraf di Jakarta dengan negara China. “Tak menutup kemungkinan, di masa depan cakupannya diperluas ke bidang musik, drama, teater, dan lainnya. Intinya, di tahap awal ini, bagaimana supaya mereka ini betah dan enjoy. (Harri)
 
Add a comment

Java Jive Jelang Konser ‘1/4 Abad’, Panaskan Suhu Garut via ‘Dansa Yo Dansa’  

 IMG 20171222 WA0061
destinasiaNews– Sepintas, seperti ada yang pabaliut. Bayangkan, saat konperensi pers (konpers) Java Jive, di Café Halaman kota Bandung (21/12/2017) besliweran pesan dari band yang pada 2018, berusia seperempat abad: mereka akan manggung di Garut, Jawa Barat saat pergantian tahun 2017 ke 2018, katanya di Kamojang Green Hotel & Resort (KGHR); selama di Garut itu, akan menembang secara khusus single baru ‘Dansa Yo Dansa’ ciptaan Titiek Puspa - kolaborasi dengan Fariz RM; box set pun digadang-gadang kelak akan diluncurkan saat ‘konser ¼ abad’ di Bandung; lalu, kata owner atau pengelola KGHR, nama Java Jive akan diabadikan sebagai nama café atau bar atawa lounge di jaringan KGHR di Garut, Bali, maupun Lombok.
 
“Mataknyah, sedikit riweuh tapi asyik kan? Band asal Bandung yang ‘Bandung Pisan’, bisa melewati usia seperempat abad berkiprah. Enam personilnya, masih rukun dan damai. Wal afiat lagi mereka ini, amin…” papar Erlan Effendy, ‘pemain’ vocal Wachdach Band yang juga sama seniornya di kota Kembang Bandung.
 
Lanjutnya, Erlan yang juga sebagai Ketua Bandung Music Council (BMC), saat didaulat menjadi MC kala konpers, ia angkat tabik pada penggemar Java Jive:”Ini fans-nya sangat militan, lebih baik saya sebut bobotoh saja’, ujarnya disambut derai tawa, serta senyum bungah plus sedikit nyengir kuda yang lucu di mata penggemarnya. Tak urung ada penggemar yang mengakunya beridentitas Komunitas Peace & Love, Sloggy,  dan lainnya.
 
“Koq, bobotoh, kami dinamainya? Da, kami mah cinta banget sama Java Jive dari dulu. Kemana mereka main, selalu hadir,” timpal seorang ibu berparas ayu yang menggiring putrinya Nita (24). Hebatnya, Sang Putri ini bersosok ‘milenia’ zamannow, malah sedikit futuristic –“Nih, saking senangnya sama Java Jive, aku diwarisi kesukaan Mamah. Untung ajah aku senang”.
 
‘Dansa Yo Dansa’
 
Sebelum menutup konpers, tak ayalCapung (gitar), Noey (bas), Tonny (keyboard), Edwin Saleh (drum), Fatur (vokal), dan Dany Spreet (vokal), didaulat ‘bobotoh’ –nya: “Main dong, sok atuh mainkan lagu dansanyah …?” serempak mereka emprak (tepuk tangan), tatkala prelude hits dilantunkan, sambil mengabadikan aksinya  dengan cell phone masing-masing.  
 
Usai tembang ‘Dansa Yo Dansa’ yang jadi pamungkas dari dua lagu bonus lainnya, masih di konpers, silih berganti personal Java Jive seakan bernubuat:”Mau menikmati konser lebih lengkap dalam waktu dekat, hadirlah di perayaan tahun baru di Kamojang Green Hotel  and Resort. Sedikitnya, 17 lagu akan  kami mainkan. Juga yang top 40 seperti biasa, biar goyang tuh lantai di Garut…” papar Fatur yang ditimpali Damy Spreet –“Buruan daftar ke Garut yuk? Kami main di tengah danau lho?”
 
Diakui dalam paparannya, gelaran di Garut nanti boleh dianggap pemanasan menjelang ‘konser ¼ abad’ Java Jive. Menurut ke enam peronil ini, butuh persiapan matang dan spesial. “Memang, seperti mesin diesel kali ya? Harus pemanasan dulu?!” seloroh Uchy, ‘Tuan Rumah’ Pengelola Café Halaman, mengomentari betapa serius Java Jive mempersiapkan konsernya kela di 2018.
 
Eyang Titiek Puspa
 
Sekilas benang merah konpers Java Jive yang ‘pantang menyerah’ dari terjangan dan sungsang-tumbal dunia musik pop di negeri ini, mereka sangat menjunjung tinggi karya anak bangsa:”Kami terharu, kala bertemu Eyang (Titiek Puspa). Memohon lagunya ‘Dansa Yo Dansa’ dinyanyikan oleh kami. Eyang, tak banyak syarat,” terang Fatur yang ditimpali Dany Spreet –“Inilah kebesaran Eyang, patut ditiru. Bila semua itu untuk bangsa, dan pembinaan musik Indonesia, Eyang merelakan tanpa royalty. Ini luar biasa.”  
 
Boleh direnungkan  8 album, plus beberapa single dari Java Jive,  hampir ‘¼ abad’ sejak 1993, telah memperkaya khazanah musik pop Indonesia. “Master piece Java Jive, luar biasa dari segi peradaban bangsa. Setara dengan seniornya seperti  The Rollies asal Bandung. Mengindonesiakan musik pop.  Dulu  era 80 dan 90-an , serbuan musik pop asing begitu deras. Java Jive lolos dari keganasan itu,” kata pengamat sosial dan budaya Adi Raksanagara yang dihubungi melalui cell phone.  
 
Sekedar mengingatkan, ini dia karya monumental mereka: 1993hit single ‘Kau Yang Terindah’ dan ‘Menikah’; 1995 hit single ‘Gerangan Cinta’ dan ‘Permataku’;1997 hit single ‘Buah Hati’ dan ‘Beri Kami Cinta’; 1999 hit single ‘Dia’ dan ‘Sisa Semalam’; 2003 hit single ‘Gadis Malam’; ‘1993-2006’hit single ‘Cantik Tapi Menyakitkan’ dan ‘Yang Aku Cinta’; 2008 hit single ‘Hilang’ dan ‘Cinta Kedua’; 2013 hit single Teman Sehati dan Jujur; Single ‘Keliru’ (dulu popular oleh Ruth Sahanaya) Maret 2015; dan Single Insan Kamil (Single Reliji) April 2017.
 
Pembaca budiman (maaf untuk selain Budi), ternyata cukup berliku bagi Java Jive yang terobsesi menggelar ‘Konser ¼ Abad’ di tahun 2018. “Harus ke Garut dulu. Tak mengapa, kami senang justru menghibur warga Garut atau pendatang lainnya di sebuah resort yang bernuansa pegunungan, namun ada situ atau danau-nya?’, tutup Fatur dengan nada menggupay – “Hayu atuh ka Garut Akang Teteh …” (HS/dtn)
 
Add a comment

Trans Studio Bandung Hadirkan Kungfu Shaolin & Magic Cube - Kado Akhir 2017

 ALEX 545557
destinasiaNews, Bandung - Pastilah, kita sudah sangat familiar menyimak aksi pendekar Shaolin.  Kehebatan seni bela diri Kungfu, sudahlah kita tahu semua. Namun di samping kehebatan kungfu itu,  adakah yang tahu tentang atraksi Aerial Magic Cube?
 
Nah, demi memuaskan rasa ingin tahu tentang apa itu aksi Aerial Magic Cube? Teristimewa pada masa liburan akhir tahun 2017, di Trans Studio Bandung akan digelar pertunjukan sirkus internasional Sword Master. 
 
Dijamin, pengunjung akan disuguhi aksi menegangkan dari seorang ahli sword swallower Alex Magala. Pun, aksi ini akan menampilkan kehebatan pendekar Shaolin memperagakan aksi Kungfu, plus akrobatik dari China. Kehebatan dan kelenturan badan mereka dalam aksi Aerial Magic Cube, High Chair dan Rolling Lamps, djamin tersaji apik penuh kekaguman.
 
Bocorannya, pada awal pertunjukan Swor Master ini, beberapa pendekar Shaolin  menunjukan aksi kungfu nan piawai. Aksi para pendekar Shaolin ini dikemas dengan kostum dan latar belakang mahluk api yang menampilkan aneka gerakan ekstrim. Penggunaan alat seperti pisau, toya, kampak, pedang, tombak berpadu dengan seru.
 
Adegan lanjutannya,  aksi para bidadari yang piawai melipat badan,   dikombinasikan dengan keseimbangan menahan alat di tubuhnya. Lalu, muncul atraksi Aerial Magic Cube sebagai atraksi tarian di udara yang indah. Para penari Aerial unjuk kabisa menampilkan koreografi di ketinggian,  mereka bergantung pada tali, dan juga rangkaian kotak yang akan membentuk formasi khusus.
 
Adegan terakhir, ini yang paling menegangkan dan berbahaya, tak lain aksi menelan pedang. Alex Magala sebagai seorang ahli Sword-swallower dari Rusia melakukan aksi ini sambil mempertunjukan tarian yang dilakukan pada sebuah tiang  - biasa dinamakan  Pole Dance. 
 
Sekali lagi, dimana pertunjukan Sword Master ini dapat kita saksikan, tak lain  di Amphiteater Trans Studio Bandung mulai 23 Desember 2017 hingga  1 Januari 2018.  Khusus periode liburan 16 Desember 2017 - 7 Januari 2018, tiket masuk Trans Studio Bandung dibanderol  Rp. 280,000. Harga ini sudah termasuk bermain di semua wahana dan menyaksikan semua pertunjukan. Nah, tunggu apa lagi, bergegaslah ... (HS/rls)
Add a comment

Java Jive Gelar Pesta Pergantian Tahun & 3rd Anniversary Kamojang Green Hotel & Resort Garut, Mau ?

java jive

DestinasiaNews - Kembali, Java Jive band sohor asal kota Bandung yang baru saja merilis single baru “Dansa Yo Dansa” cipt Titiek Puspa, berkolaborasi dengan musisi legend Fariz RM ini, akan memeriahkan pergantian tahun 2017 ke 2018. Lokasinya, di mana? Ternyata, di Kamojang Green Hotel and Resort -Garut, Jawa Barat. Menurut pengelolanya:"Ini sekaligus merayakan  3rd anniversary dari tempat ini."

Diketahui, Kamojang Green Hotel and Resort adalah tempat yang selalu siap, menyambut para keluarga untuk mengisi setiap momen liburan. Suasana sejuk pegunungan yang asri itu ciri utamanya.Kamojang Green Hotel and Resort, intinya punya konsep venue bertema Sunda Modern. Niscaya, kata pengelolanya - ini dipercaya dapat membuat liburan akhir tahun, jauh lebih seru!

Di Kamojang Green Hotel and Resort, juga dilengkapi aneka kegiatan outdoor, cocok untuk seluruh anggota keluarga. Di sana ada wahana Barrel Escape, Riding Horse, Mini Golf, Mini Bowling, Jebakan Kaleci, Nonton Bareng, Thematic Night Entertainment, dan banyak lagi. Ingat, semua keseruan ini bisa didapatkan mulai 23 Desember 2017, hingga puncaknya 31 Desember 2017.

java jive 2Special Java Jive

Pada malam pergantian tahun ini Java Jive menggelar penampilan spesial. Dijamin, akan membuat kita kembali bernostalgia ke era-90an. Konsepnya, ada panggung 'floating' di danau utama. Percayalah, ini akan memunculkan pengalaman baru bagi para tamu.  Mohon disimak kelak, penampilan Female DJ Patricia Olga, Flame Percussion, dan Judith and Co. Mereka akan memberikan suguhan terbaik, memulai tahun baru 2018.

Nah, demi kenikmatan semua fasilitas, keseruan, dan line-up acara ini, Kamojang Green Hotel and Resort menawarkan kiat tiket terjangkau. Adanya, mulai dari Rp. 2.960.000,- /room. Sedangkan untuk informasi dan reservasi, sila kontak 0821-2323-2337 (Whatsapp Only) 0262 – 4892 888 (Phone). (Adv/dtn)

Add a comment

Tohpati Menghangatkan Panggung TP Jazz Weekend

Akustik ppdyn htl3

destinasiaNews – Setelah sukses di panggung TP Jazz Bandung Festival 2017 Oktober lalu dalam format Tohpati Bertiga, kemarin malam Tohpati kembali hadir di panggung TP Jazz Weekend. Bertempat di Mirten Lounge The Papandayan, kali ini Tohpati tampil dengan konsep accoustic guitar solo.

Pukul 8 malam Mirten Lounge sudah di penuhi para pecinta musik.  Acara TP Jazz Weekend yang di support oleh Indonesia Jazz and Blues Club (IJBC) kemarin malam dibuka dengan penampilan Agis, David Manuhutu dan Natania Jualim. Penampilan ketiganya sukses membawa penonton untuk bernyanyi bersama.

Acara dilanjutkan dengan penampilan yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta musik yang hadir, yaitu Tohpati dengan accoustic guitar solo. Tohpati tampil nmembawakan beberapa buah lagu dari album terbarunya, salah satunya berjudul “Jatuh Cinta”. Menurut Tohpati, lagu berjudul “Jatuh Cinta” merupakan hal baru, karena belum ada penampilan instrument dengan menggunakan judul tersebut. Dan permainan gitar Tohpati pun sukses membuat penonton jatuh cinta.

Tidak hanya itu, sebagai kecintaannya terhadap budaya lokal Tohpati menggandeng Endang, seorang pemain kendang untuk berkolaborasi semalam. Mereka membawakan beberapa buah lagu, salah satunya adalah lagu yang berjudul Janger. Kolaborasi antara gitar dan kendang membuat panggung TP Jazz Weekend semakin hangat.

Acara pun di tutup pukul 10.30 malam dengan penampilan Agis, David Manuhutu dan Natania Jualim kembali serta sesi Jamming bersama musisi-musisi yang hadir.

Untuk info terbaru seputar TPJBF dapat dilihat di website kami www.tpjazzbandung.com, follow juga social media kami di Facebook TP Jazz Weekend, Instagram @tpjazzbandung dan Twitter @tpjazz. (Rls/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pangdam lll  Ajak F DAS Citarum & GH Sukseskan Citarum Harum: Bukan Mendukung, Siap Terdepan Malah, Kata Eka Santosa  

Pangdam lll  Ajak F DAS Citarum & GH Sukseskan Citarum Harum: Bukan Mendukung, Siap Terdepan Malah, Kata Eka Santosa   

destinasiaNews – Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo yang secara fenomenal telah meluncurkan revitalisasi sungai Citarum di antaranya kala...

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa  

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa   

destinasiaNews – Aktivis pergerakan masyarakat Tatang Suratis, Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Provinsi Jawa Barat, ditemui...

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta  

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta   

destinasiaNews – Tak biasanya Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum kala...

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

destinasiaNews – “Lho koq tidak diundang Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Besok Kang Eka datang saja ikut rapat di...

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

destinasiaNews -- Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, serta Sekjen...

Pengunjung

01797285
Hari ini
Kemarin
303
1366