Film Petak Umpet Minako - Permainan Berujung Malapetaka


IMG 20170912 WA0059
destinasiaNews - 'Petak Umpet Minako' film garapan sutradara Billy Christian. Film ini terinspirasi dari urban legend asal Jepang yang bernama Hitori Kakurenbo, atau Hide and Seek Alone.dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai dari tgl 7 September 2017
di kota Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Makassar.
 
Billy selaku sutradara film ini pun menjadi orang yang mendesain sendiri boneka Minako. Menurutnya, film horor harus memiliki ikon hantu yang memorable, unik, dan menarik. Apalagi, ia harus menyamakan desainnya dengan boneka Minako yang asli.
 
Para pemain dalam film ini, Miller Khan, Nicky Tirta, Regina Rengganis, Novinta, Wendy Wilson, Hans Hosman, Ario Astungkoro, Gandhi Fernandez.
 
Inilah kisah sinopsis singkat: ‘Petak Umpet Minako’ berkisah tentang sekumpulan anak muda yang tengah melangsungkan reuni SMA. Saat reuni berlangsung, salah satu anak mengusulkan permainan petak umpet menggunakan bonekaItchimatsu dari Jepang bernama Minako. Permainan petak umpet Minako sendiri berasal dari urban legend Jepang yaitu Hitori Kakurenbo, sebuah permainan petak umpet dengan ritual memanggil arwah dan menggunakan boneka. Suasana ceria reuni SMA penuh persahabatan berubah menjadi pengalaman mengerikan penuh teror akibat permainan petak umpet yang mereka lakoni. Tidak hanya mengancam nyawa, tapi juga menguji kekuatan persahabatan mereka.
 
“Film ini diangkat dari permainan urban Jepang, hitori kakurenbo,” ungkap Herry Chan, salah satu pemeran dalam film Petak Umpet Minako yang memainkan karakter Poltak, saat digelar press
screening di Fifteen Cafe Jl. Sumatera No. 15, Kota Bandung, Jumat (8/9/2017).
 
Sebelum melanjutkan langkah ke Studio Empire XXI, Bandung Indah Plaza untuk nonton bareng, Herry Chan yang datang didampingi oleh aktris cantik Tia Muller, pemeran Happy dalam film tersebut yang berkarakter pecicilan, ceria dan suka nge-bully, mengatakan bahwa dalam film Petak Umpet Minako tersebut horror-nya bukan dari bonekanya saja, tapi juga thriller. “Di film Petak Umpet Minako ada drama, psychology thriller dan horror,” ujar Tia.
 
Sutradara Billy Christian pada penggarapan film ini memilih beberapa lokasi shooting yang dikenal angker, diantaranya di bangunan tua daerah Senen, Jakarta. “Hans Hosman yang memerankan Kaisar bahkan sempat terkunci di salah satu ruangan yang dipakai untuk wardrobe, dan sinyal hape hilang,” jelas Herry Chan saat menceritakan keanehan disaat shooting. “Termasuk ada foto yang masuk ke WAG yang isinya ada sosok seperti penampakan,” papar Herry.
 
Yang beda di film ini, Herry Chan yang biasanya dikesempatan lain berperan humoris, di film Petak Umpet Minako ini justru memainkan peran yang “serius”, dan berakhir menjadi Penjaga, mirip zombie. “Saya menikmati peran di film ini, setelah melewati proses casting yang ketat,” jelas Herry.
 
Seperti halnya di film horror barat seperti The Conjuring 2 yang menampilkan sosok Valak, di
Petak Umpet Minako boneka berhantu, pemeran hantu Minako di film ini (Cindy Valery) tidak akan
kita lihat wajahnya selama dalam film, karena memakai topeng yang diserupakan boneka Minako.
 
Pesan yang ingin disampaikan dalam film ini, adalah tentang persahabatan yang bisa terpecah dikarenakan egoisme masing-masing individu yang muncul. Dan peran yang dimainkan oleh Nicky Tirta (Randy) yang bikin geregetan. Karena seakan 180% berubah menjadi antagonis, pendendam dan jahat.
 
Film yang berdurasi sekitar 90 menit tersebut menawarkan sajian ketegangan semenjak dari awal alur cerita berjalan sampai akhir, dengan potongan-potongan cerita flashback, sehingga penonton tidak bisa langsung menebak dengan mudah alur ceritanya yang kuat, karena akan terselip kejutan-kejutan yang tidak diduga sebelumnya.
 
Petak Umpet Minako, Kisah Persahabatan Berakhir Tragis
 
Awal dari cerita film Petak Umpet Minako dimulai ketika ada kegiatan sekumpulan muda-mudi, semacam reuni kecil dari alumni SMA.
 
Momen reuni membuat pesertanya bergembira karena telah sekian lama tentunya tidak saling berjumpa. Namun ada Vindha (Regina Rengganis), yang ikut hadir dalam acara tersebut dan dulunya sering diolok-olok dan di-bully oleh gank Mami (Natasha Gott) dan Happy (Tia Muller). Sedangkan Gaby (Wendy Wilson) tampak gelisah karena Baron (Miller Khan) kekasihnya belum juga hadir ke acara tersebut dan berulang kali dicoba oleh Gaby untuk meneleponnya. Baron malam hari itu diceritakan masih sibuk
dengan pekerjaannya.
 
Vindha yang malam itu merasa sedang di bully, mengajak teman-temannya kembali ke gedung sekolah dulu mereka kenang, dan usulan Vindha ini disetujui oleh teman-temannya satu alumni. Gaby yang masih menunggu Baron akhirnya memutuskan untuk ikut, dan mengabari Baron untuk menyusul ke sekolah.
 
Sesampainya mereka disekolah, kemudian Vindha mengusulkan permainan petak umpet dengan melibatkan boneka Minako, permainan yang Vindha ketahui kala ia mempunyai kawan di Jepang.
 
Teman-teman Vindha awalnya menganggap usulan aneh dari Vindha ini sebagai lelucon. Tapi akhirnya disepakati oleh Mami dan yang lainnya.
 
Vindha kemudian mengeluarkan boneka Minako, lalu menjelaskan aturan permainannya dan memotong bagian tengah boneka itu dan diisi dengan beras. Vindha selanjutnya meminta sedikit potongan
bagian tubuh seperti kuku atau rambut temannya yang ikut menjadi peserta permainan petak umpet, tapi tiba-tiba Vindha usul menggunakan darah. Dan lagi-lagi usulan ini diterima oleh Mami dan kawan-kawan, walau masih dengan gaya menganggap lelucon permainan petak umpet itu.
 
Tidak lama setelah itu Vindha memulai ritual permainan dan memasukan boneka Minako ke dalam kolam berair diikuti dengan mengucapkan mantera.
 
Alhasil, kejadian teror boneka arwah Petak Umpet Minako di film inipun dimulai. Suasana reuni yang tadinya riang gembira berubah menjadi mencekam, menegangkan dan tragis.
 
Bergenre Survival Horror, Petak Umpet Minako menarik untuk ditonton. Sosok mengerikan bisa kita lihat kala muncul sosok penjaga, selain di adegan psychology thriller yang kental.
 
Atau update terus infonya di social Media Petak Umpet Minako dengan mem-follow Instagram Petak Umpet Minako @puminako.(SA)
 
Add a comment

Yayasan Tunas Sejati Gelar Pagelaran Seni dan Musik

yys2

DestinasiaNews - Yayasan Tunas Sejati  yang menaungi Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati, di awal Bulann Maret ini kembali menyelenggarakan Pagelaran Seni  dengan tema : “Hiasi Dirimu Dengan Pakaian Taqwa untuk Memelihara Rahmat dan Hidayah Allah”,Sabtu (4/3) 2017 kemarin.

Bertempat di Ruang Merica, Hotel Menara Peninsula Jalan Let. Jend S. Parman Kav 78 – Slipi, Jakarta Barat.Pagelaran Seni disuguhkan untuk berbagai komponen bangsa, pelajar, mahasiswa dan masyarakat lintas lembaga, agama dan profesi. Acara ini digelar sebagai wujud kontribusi kami dalam mengajak semua komponen bangsa agar dapat merenungi ajakan untuk menghiasi diri kita dengan “Pakaian Taqwa” untuk memelihara Rahmat dan Hidayah Allah. Walaupun kecil, namun diharapkan dapat memberikan dampak bagi siapapun yang tergetar dengan acara ini.

Pagelaran Seni ini didukung oleh seorang pemain violis handal Indonesia Hendri Lamiri dan pianis handal Indonesia Alex Luhulima, Gitaris handal Ega Liong “Dewa Gitar”  serta Penyanyi Kiki Ameera, Saskia Tasnim Utami, Tomi Tri Andianto, Suhasbi, Paduan Suara dan Penari ISAQ Talent.Pada Pagelaran yang ke 11 dari rangkaian 12 acara yang direncanakan, 5 penyelenggara acara payung hukum Yayasan Riyadhatul Ihsan, 5 penyelenggara acara payung hukum Yayasan Tunas Sejati, 2 penyelenggara acara Institut Kajian Ilmu  Al-Quran An Najm.

Untuk acara kali ini tampilan seni disuguhkan 50% atas permintaan audiens sebagai apresiasi kami karena selama ini telah setia mengikuti rangkaian acara yang kami selenggarakan, pilihan berdasarkan tampilan 10 acara yang sudah digelar berbagai Karya Ibu Susilawati Susmono selaku Guru Besar Intitut Kajian AL-Quran  An-Najm, Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati dan ISAQ Education Center ditampilkan antara lain lagu Hymne Tunas Sejati,Pancasila Sakti, Dunia Fana, Carilah Allah, Selalu, Sesal, Cinta Sejati, Syukur, Hatiku Berbunga, Puisi Nasihat kepada Diriku, Kekasih Allah, Puisi Oh Para Jiwa-jiwa yang Sunyi serta Dzikir Merindu.

yys 1

Selain itu juga ditampilkan lagu daerah Aik Laot (Bangka)dan Alo Galing (Kalimantan Barat). Untuk tampilan Dzikir Merindu (lafazh Allah), diiringi Tarian Sufi membentuk format Allah yang dibawakan oleh 13 penari Sufi. Selama tampilan seni, Alex Luhulima, Hendri Lamiri, Gitaris handal Ega Liong, Tomi Tri Andianto dan Sukardono Utomo, secara bergantian atau berkolaborasi, mengiringi tampilan secara live.

Tampilan seni tersebut secara substansi diulas oleh para narator yaitu : DR rer. nat. Ir. Hj. Krisnani Setyowati (Direktur Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati), Ir. Hj. Sandra Rina Sahelangi MBA (Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan), Bima Himawan Ramantika, ST, MM(Direktur ISAQ Education Center), Hj Nuzulia Hasanah ( Ketua Yayasan Tunas Sejati) dan Hj. Yuni Budiastuti, SE, MBA (Pemred Buletin Holistik Kehidupan), Drs. Djoko Susilo MA (Anggota Dewan Pengawas Yayasan Riyadhatul Ihsan), Sriyani dan Zuhartina  (Buletin Holistik Kehidupan).

Pesan-pesan yang diangkat dalam Pagelaran Seni ini adalah: “Manusia pada umumnya melupakan Ikrar Tauhid dikala dirinya sudah banyak menoleh kiri dan kanan. Ikrar Tauhid itu lama-lama tertutup dan sulit untuk membukanya kembali. Dengan lalainya manusia maka Ikrar Tauhidnya yang telah mengenal Tuhan Yang Maha Esa menjadi terkubur.  Ruhani yang sudah terkubur dan terbelenggu nafsu duniawi tidak akan lagi memberi kesaksian terhadap Tuhannya. Di saat manusia lupa mengenal dirinya, dia akan lupa mengenal Tuhannya. Rekaman sumpah ada di dalam diri setiap manusia di bawah memory bawah sadarnya. Dengan membuka kembali rekaman alam bawah sadar itu, manusia dapat mengenal diri dan mengenal Tuhannya kembali agar mendapatkan Hidayah dimana ia akan diberikan hiasan pakaian taqwa olehNya. Dengan pakaian taqwa yang selalu dikenakan, maka Rahmat dan Hidayah Allah akan terus mengalir. 

Semoga pesan-pesan yang disampaikan dalam Pagelaran Seni ini, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua agar berupaya mengingat kembali ikrar tauhid yang pernah dilakukan, (BS/dtn).

Add a comment

"Nilai Tambah Sebuah Hasil Karya" Teddy Suchyar

PELUKIS 1 Copydestinasianews - Pelukis Teddy Suchyar di dampingi Asep Berlian   pelukis kondang asal Bandung pada acara jumpa pers di Café BMC Bandung, Selasa (14/02/2017). Seniman Teddy Suchyar, 13 tahun menghilang dari dunia seni rupa, kini akan unjuk kebolehan ikut serta dalam festival lukisan sejuta bunga serta atraksi melukis dalam proses pembuatannya.

Teddy mengatakan,”Saya bersyukur, dalam waktu setahun ini menekuni kembali seni lukis masih mampu menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi. Hanya dalam waktu sekitar 15-20 menit, lukisan sudah dapat terselesaikan, ujarnya.

Menurut Teddy, walaupun dirinya sudah cukup lama meninggalkan dunia lukis, jiwa seni dari kecil dan ilmu seni rupa selama kuliah di ITB masih tetap melekat

PELUKIS 2 CopyTeddy mengatakan, dirinya selalu berinovasi dalam menciptakan karya seni lukis, saya menciptka inovasi baru yaitu melukis diantas media kain kanvas yang dikolaborasi dengan seorang model untuk dijadikan sebagai media tambahan. Lukisan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 menit.

“Alhamdulillah diluar dugaan, saya mendapatkan penghargaan dari ORI ( Orginal Rekor Indonesia)”, ujar Teddy (Angkatan 79 Senirupa ITB) ini.

Selain itu, Teddy juga pernah mendapatkan penghargaan dalam acara Pepuri Art Dellery Pastisipasi pemeran Artefak Laiut Kidul Bandung 2016. Dan juga yang membanggakan World Record Certificate Appreciation, Record Holder Republic (RHR) untuk Art Collaboration Bandung 2016, ungkapnya.

PELUKIS 3 Copy

Daftar Kegiatan Merupa & Award Teddy Suchyar

Pelukis Billboard dari tahun 1987-1990,  Designer interior Decoration Merlin 1990-1997, Designer Freelance untuk Showroom Event di Astra International 1997-2016, Perform Art melukis bersama, Studio Lukis irawan Karseno Kalimalang Jakarta bersama : Tisna Sanjaya, Ta’at joedha dll 2016,  Perform Art Bersama Tisna Sanjaya di ARTJOG Festival Yogyakarta 2016, Perform Art di jalan Braga Bandung bersama seniman-seniman Bandung 2016, Pameran Lukis Tunggal di Pandiga Educreation Sport Cimahi 2016, Pameran bersama Pelukls Cimahl daiam acara Art & Cultural Exhibition di Gedung Historich Clmahl 2016, Pameran Bersama 120 Pelukis indonesia di Galeri Nasional Jakarta dengan thema Nautika Rasa 2016, Perform Art bersama Tisna Sanjaya clan Pa A.D.Pirous dalam acara XSRITB Gathering di NuART Sclupture Park 2016 Kolaborasi bersama Seniman Bandung pecahkan Rekor Dunia pada Launching Petras Production Bandung 2016,  Perform Art dan Melukis di Pusat Kebudayaan Belanda Erassmushuis Kedutaan Belanda di Kuningan jakarta 2016, Perform Art Kolaborasi melukis Model Festival Babakan Siiiwangi 2016, Pameran ARTefak Laut Kidul bersama 100 Pelukis Bandung di Papuri Art Gallery Bandung Desember 2016, Perform Art Demo Lukis di Riau Street Festival di sepanjang Jln.Riau Bandung Desember 2016, Perform Art Kolaborasi dengan Model di acara Purwakarta Festivai 12 Februari 2017.

Award : ORI ( Orginal Rekor indonesia ) Kreator Lukis di Acara Art &  Exhibition Gedung Historich Cimahi juli 2016, ORI ( Orginal Rekor indonesia ) Kolaborasi Lukis dan Model di acara Launching Kantor Petra’s Production Bandung 2016, World Record Certificate Appreciation , Record Holder Republic (RHR) untuk Art Collaborattion Bandung 2016, Piagam Penghargaan Papuri Art Gallery Partisipasi Pameran Artefak laut Kidul Bandung 2016 ORI ( Orginal Rekor indonesia ) Partisipasi pendukung Acara Purwakarta Festival 2017.

PELUKIS 4 CopyAdapun terkait rencana pameran dan demontrasi lukisan inovasi yang akan di gelar di jalan Ir.Soekarno disamping Gedung Merdeka Bandung pada tanggal 25-26 Februari 2017 mendatang dengan mengangkat tema “Bandung Sejuta Bunga”. Saat ini saya sudah punya seratus lebih lukisan tentang bunga.

Asep Berlian juga selaku Event Organiser (EO) kegiatan Bandung Sejuta Bunga mengatakan, dalam acara tanggal 25-26/2 nanti, selain menampilkan karya seni pelukis Teddy Suchayar  kita juga mengundang dan menampilkan berbagai karya seni anak bangsa bahkan ada juga pelukis dari luar negeri.

Saat ini sudah confirm ke kita sebanyak 10 pelukis dari Eropa, 135 pelukis nasional, namun tidak menutup kemungkinan peserta Bandung Sejuta Bunga akan bertambah. Kepastian jumlah peserta pelukis nanti pada tanggal 22 Februari 2017 mendatang, ujarnya.

Untuk acaranya sendiri, insya Allah, dapat dibuka oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil  sesama alumni ITB beserta istri, Atalia Ridwan Kamil. Bahkan kita juga mengundang dan mengajak para senimanan Bandung Raya dan masyarakat luas untuk hadir.

Selain pameran hasil lukisan, kita juga akan melakukan lelang karya lukisan.  Nanti hasil lelang lukisan sebesar 20% akan kita sumbangkan ke panti asuhan sosial Muhammadya Bandung.(SA/dtn)

PELUKIS 5 Copy

 

Add a comment

Pertunjukan Celebration of Love Feat Java Jive di Savoy Homann

JAVA JIVE 1 Copydestinasianews - Gelaran Celebration of Love Feat Java Jive di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung Pada tanggal 17 Februari 2017, Band Java Jive yang beranggotakan Fatur (vokal), Danny (vokal), Capung (gitar), Noey (bass) Tony (keyboard), dan Edwin (drum) akan membawakan beberapa lagu andalanya di konser tersebut.

Danny mengaku sudah tidak sabar untuk menyapa lewat lagu para pencinta Java Jive,“Kita akan tampil total di konser ini demi para fans fanatik Java Jive,” ungkapnya.

JAVA JIVE 2 CopySementara Public Relation Hotel Savoy Homann, Ruth Melati DP mengatakan, tiket Celebration of Love Feat Java Jive itu sendiri di bandrol dengan harga Rp375.000,-nett/pax, “Dari pembelian tiket tersebut pengunjung akan mendapatkan light dinner-live cooking corner, souvenir-flower & praline Chocolate,” terangnya.

Lanjut Ruth, untuk pemesanan tiket bisa menghubungi Ms. Vinni +6281320330 atau kepada Ms Echa HP. 081546427597, “Atau bisa langsung membeli tiket ke Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Jalan Asia Afrika No. 112 Bandung,” ujarnya. (SA/dtn)

Add a comment

PENAMPILAN MEMUKAU INDRA LESMANA KEYTAR TRIO DI TP JAZZ

Indra Lesmana 1

DestinasiaNews – Panggung TP Jazz Weekend pada Jumat lalu kembali dimeriahkan oleh bintang  musik ternama. Penampilan dari Indra Lesmana Keytar Trio berhasil memukau para pecinta musik Jazz.

 

Acara yang di selenggarakan di TP Stage, The Papandayan Bandung ini pada hari Jumat, 10 Febuari 2017 dimulai pukul delapan malam berlangsung meriah.

Grup musik yang dibentuk oleh Indra Lesmana bersama rekan musiknya Sandy Winarta memainkan posisi Bass,  Ida Bagus Indra Gupta memegang posisi drum berhasil memanjakan para penikmat musik jazz pada hari itu dengan set lagu yang telah dipersiapkan dengan matang.


Pada hari yang sama sebelum penampilan dimulai, Di selenggarakan acara Jazz Clinic pukul empat sore yang dihadiri oleh Indra Lesmana Keytar Trio and para musisi jazz. Antusias dari peserta yang datang mulai dari pelajar hingga penonton setia Jazz turut meramaikan acara ini. Sesi tanya jawab perihal musik jazz dibahas secara mendalam dalam sesi Jazz clinic. Tak ketinggalan sesi tanya jawab mengenai projek dari Indra Lesmana yang akan mendatang di bahas secara rinci.

Indra Lesman 2
Pada penampilan di malam hari nya, Indra Lesmana memanjakan penonton yang datang dengan alunan alat musik Keytar nya. Gabungan melodi bersama Ida Bagus Indra Gupta dan Sandy Winarta dengan set musik yang dimainkan mengguncang panggung TP Stage dengan penampilan ciri khas Indra Lesmana.


“Di Tahun 2017 ini, Dengan Penampilan Indra Lesmana Keytar Trio, TP Jazz Bandung akan menampilkan banyak bintang Jazz ternama lainnya sebagai konsistensi musik Jazz di The Papandayan hotel dan untuk memenuhi permintaan para pecinta musik Jazz baik di Bandung maupun di Indonesia”. Yang dikutip dari Nicolas Theofila Wilmy, Public Relations The Papandayan. (Rls/dtn).
 

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01607851
Hari ini
Kemarin
404
1318