Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

IMG 20180513 193600
DestinasiaNews – Perlu diksi yang pas benar, memposisikan kesuksesan pagelaran drama musik Sangkuriang di Bandung Independent School (BIS),  pada Sabtu petang, 12 Mei 2018. Pasalnya, antara kostum, tata gerak tari, dan tata suara, tata lampu, dan visualisasi secara digital, nyaris memukai sepanjang waktu. Penunjangnya, gedung New BIS Theater yang berstandar internasionl, sangatlah membantu, memang.Tak heran banyak penonton yang mengungkap apresiasi dengan diksi keren abiz !
 
Memang, kabar sempat “bocor” katanya berbulan-bulan seluruh crew berlatih penjiwaan luar-dalam mementaskan drama ini secara prima.
 
“Kami libatkan penuh Kiki Permana selaku pembuatscript, pun dibantu tim nayaga lokal dari Bandung. Ya, itu tadi upaya maksimal kami,” papar Chris Toomer selaku Head of School dengan nada merendah.
 
Sekolah yang kini berusia ke-45 tahun di Jl. Surya Sumantri No. 61 Bandung, semula tumbuh dari pentingnya anak-anak ekspatriat pada era 1972 di Kota Bandung, memperoleh pendidikan formal. Berlanjut pada 2004 yang dulunya bernama Bandung International School, kini menjadi BIS yang kita kenal sekarang.
 
 “Lebih independen, sekolah kami kini punya 200 siswa berasal dari berbagai negara, dengan 23 tenaga guru ekspatriat,” kata seorang guru yang kebetulan petang itu ikut memperagakan aneka busana batik dalam sisipan pagelaran ini.
 
Nah, Sabtu petang itu dalam dua kali pertunjukan, BIS menghelat perayaan lembaganya yang hampir setengah abad berkiprah di bidang pendidikan. Formalnya, gelaran ini berjudul 45th BIS Anniversary Celebration, The School Community Present The Grand Musical Drama Sangkuriang!
 
Legenda Sangkuriang
IMG 20180513 193530 
Mengapa Sangkuriang? “Ini tentu dengan perhitungan matang, juga selaras dengan demanddari para pemain, yakni staf BIS, siswa, dan orang tua. Pesan moral dari legenda Sangkuring amatlah kuat, serta masih relevan hingga kapan pun bagi kita,” ujar Heni Smith.
 
Alhasil, drama yang menayangkan penyesalan tiada akhir Dayang Sumbi, usai ditinggal pergi putra tercintanya Sangkuriang, hingga masa dewasa. Selama tayangan itu berlangsung, emosi penonton walaupun serasa dipelantingkan, akhirnya beroleh ending yang so sweet.
 
Intinya, pertemuan Dayang Sumbi yang masih terlihat cantik, dengan Sangkuriang dalam konteks perbedaan “ruang dan waktu”, mengakibatkan mereka tidak saling mengenal asal-usulnya.
 
Namun, tatkala Dayang Sumbi menyadari, pemuda tampan idamannya, tak lain anaknya.  Pada episode inilah Sangkuriang murka, hingga ia bersekutu dengan balad-baladnya para “genderuwo”?
IMG 20180513 195605 
Tersebab Sangkuriang bersikeras menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan sejumlah syarat. Sekali lagi alur legenda yang berbasis Oedipus Complex , ternyata melalui pagelaran musik di BIS petang itu mampu menghipnotis penonton dalam dua kali pertunjukannya.
 
Tak jarang sejumlah pujian terlontar spontan dari para penonton.”Kapan ya, pertunjukan seperti ini di sekolahku?” kata Rani (18) siswa SMAN di Bandung yang hadir petang itu bersama kedua orang tuanya.  
 
Menutup perjumpaan ini, mari kita ikuti salah satu crew utamanya yang memang luar biasa penampilannya. Tak lain, ia adalah alumni BIS bernama Narda Virelia, pemeran Dayang Sumbi.
IMG 20180513 193513 
Pastinya, Narda ini adalah runner up Miss indonesia tahun 2018 ! “Aku berlatih berminggu-minggu, mulai dari penghayatan hingga penyesuaian dengan tarian, dan tata lampu, serta unsur lainnya” pungkas Narda dihadapan staff guru BIS yang aseli bule, tak lain pemeran Sangkuriang yang cintanya tak kesampaian itu.
 
Intinya, kesian deh Sangkuriang, tapi tetap dua jempol dan aduhai keren buat pagelaran di BIS petang itu. Khusus buat BIS selamat merayakan ulang tahun yang ke-45, semoga keberadaannya melengkapi keberagaman negeri Pancasia yang ber - Bhineka Tunggal Ika. See you …  (HS/SA)       
 
Add a comment

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan - Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

IMG 20180421 082821
destinasiaNews - Wow deh, pastinya telinga kita sudah sangat familiar kala mendengar penyanyi muda berbakat dari Indonesia. Siapa lagi, kalau bukan Afgan! Jenis dan timbre vokalnya yang lembut, sang penyanyi muda berumur 29 tahun, adalah penyandang nama lengkap Afgan Syahreza. Bersiaplah menanti tanggal main unjuk kabisa di Bandung pada 28 April 2018. Tepatnya di Amrphitheater Trans Studio Bandung pukul 18.00 WIB.
 
Sedikit kilas balik, Afghan dikenal memulai debutnya, ia merilis album berjudul Confession No.1. Ini titik awal meraih kesuksesan di blantika musik Indonesia. Album berisikan 13 lagu ini punya warna musik, kental bernuansa Pop, Soul, R&B dan Jazz dengan lagu andalan Terima Kasih Cinta.
 
Usai meraih penghargaan Best Male Vocalist di ajang Anugerah Musik Indonesia, Afgan semakin menancapkan posisinya sebagai salah satu penyanyi pria kenamaan Indonesia. Di setiap album yang ia luncurkan, bisa dilihat kualitas tersendiri pada karyanya. Kerap menunjukan keseriusan dalam berkarir di dunia musik. Getaran dan pesona ini dirasakan juga pada lagu-lagu hits nya yang kerap enak untuk didengar seperti Sadis, Bukan Cinta Biasa, dan Jodoh Pasti Bertemu. Tak heran lagu-lagunya terpilih sebagai soundtrack film-film Indonesia.
 
Tersebab kualitas penampilan live-nya serta populeraritasnya yang melejit di blantika musik Indonesia, Trans Studio Bandung mengajak penggemar Afgan, ya Afganisme mari bersama-sama menyaksikan konser tunggalnya bertajuk Afgan  Live In Concert. 
 
Pertunjukan musik ini dikemas dengan berlatarkan indoor themepark. Mahfumnya, nanti itu para penonton bisa bermain di wahana sebelumnya, lalu bersama-sama menyaksikan penampilan penyanyi favorit kita. Wujudnya para Afganisme akan dihibur oleh lantunan suara merdu nan halus Afgan. 
 
Bocorannya, tiket Konser Afgan   Live in Concert, lengkapnya VIP* : Rp500.000,-/pax  (seating)
Festival*: Rp250.000,-/pax  (standung)
 
Lainnya, masih dalam rangka turut merayakan hari Kartini yang jatuh di bulan April, bagi para mahasiswi perguruan tinggi atau universitas di sekitar Bandung Raya. Sila manfaatkan diskon 10%  tiket konser Afgan  Live In Concert. Promo ini berlaku untuk mahasiswi yang berstatus masih aktif, dan bisa menunjukkan Kartu Mahasiswa yang masih berlaku pada saat penukaran tiket. Ayo, kapan lagi bisa ketemu Afghan di Bandung. (HS/rls)
Add a comment

Andra & The Backbone Meriahkan Kota Bandung di TSB

IMG 20180330 175106
destinasiaNews - Sebagai salah satu venue konser musik di Kota Bandung, Trans Studio Bandung (TSB) kembali menghadirkan salah satu grup band ternama Indonesia yaitu Andra & The Backbone untuk menghibur masyarakat Bandung dan sekitarnya. Super grup yang terdiri dari gitaris Andra Ramadhan, vokalis Deddy Lisan, dan gitaris Stevi Item ini dibentuk pada tahun 2007 dengan album pertama berjudul Andra And The Backbone.
 
Beberapa lagu dari Andra & The Backbone yang terkenal antara lain adalah Sempurna, Hitamku, Tak Ada Yang Bisa dan masih banyak lagi. Di tahun 2018, band yang pendiri dan salah satu personilnya merupakan mantan anggota dari grup band Dewa 19 ini akan kembali meluncurkan single terbarunya yang berjudul ‘Dejavu’.
 
Pertunjukan musik bertajuk Andra and The Backbone  Live in Concert akan dikemas dengan berlatarkan indoor themepark dimana para penonton bisa bermain wahana dahulu sebelum bersama-sama menyaksikan penampilan dari musisi favorit mereka. Konser ini bisa menjadi alternatif untuk mengisi long weekend Anda karena akan digelar pada hari Sabtu, 31 Maret 2018 di Amphitheater Trans Studio Bandung mulai pukul 18.00 WIB. 
 
Informasi Harga Tiket Konser Andra & The Backbone  Live in Concert
VIP* : Rp500.000,-/pax  (Seating)
Festival*: Rp250.000,-/pax  (Standing)
 
Tiket bisa didapatkan di tiket-tiket box yang telah ditunjuk Melon Indonesia sebagai Exclusive Official Ticketing Partner seperti Tiket.com, Tiketapasaja.com, Kiostix.com, dan Goersapp.com.[rls]
 
Add a comment

Boundless Love, Film Indonesia – China: Syuting di Bandung, Kenapa?  

IMG 20180109 054958
destinasiaNews – “Bangsa kita itu kaya. Jangan seperti utara memandang selatan. Harus juga, berani sebaliknya. Ini ibarat Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu,”kata bintang film senior Ray Sahetapi seakan bertamsil dengan melanjut – “Inilah kekayaan bangsa kita. Dunia harus tahu, melalui film Boundless Love karya dua bangsa RI dan China. Indonesia itu amat kaya …dan orangnya senang bersahabat. Dahsyat kan?”
 
Paparan bernuansa filosofis, sekilas tentang persahabatan dua bangsa dikemukakan Ray, kala digelar konperensi pers di Jl Kencana No 3 Kota Bandung (8/1/2018). Hari itu insan pers diberi akses melihat ‘dapur’, dan lokasi pengambilan gambar di kota Bandung, selain di Palembang dan Jakarta.
IMG 20180109 054924
“Ini ke-46 kalinya bongkar pasang skrip, tiga kali saya bolak-balik di dua negara. Ini bukan film drama komersial biasa, nanti hasilnya selama 90 menit akan spesial. Pertama, diikursertakan ke Cannes Film Festival (Perancis), dan Sundance Film Festival (Amerika Serikat), di antaranya,” imbuh Wing Yiming, sutradara film Boundless Love –“Saya suka akhirnya dengan kuliner dan budaya, juga suasana kota Bandung yang penuh oleh insan kreatif.”
 
Film Boundless Love  yang melibatkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Red and White China, serta PT. Kamala Media Cipta, mengungkap kisah seru penuh deru, berbalut asmara antara wanita Indonesia, dengan pria asal China. Katanya, pria China ini diangkat dari kisah nyata, teknisi yang bekerja di Proyek PLTU di Palembang. Tepatnya, teknisi di anak perusahaan Shenhua Group di Indonesia, yakni PT. GH EMM.  
 
Pemilihan lokasi syuting di Palembang, menurut pemandu film ini, dianggap sebagai promosi kota, penyelenggara Asian Games 2018. “Kota Bandung dipilih, karena kaya nuansa. Contoh, bangunan tua (heritage) di Jl. Kencana No.3tidak ada duanya. Belum lagi PM Chou En Lai tahun 1955, pernah berkunjung dalam rangka Konperensi Asia Afrika,” kata Wing Yiming melalui penerjemahnya.
 
Ray Sahetapi & Putri Ayudya  
IMG 20180109 054824
Di antara pelibatan 50 pemain film masing-masing 25 setiap negara, fil yang berbiaya sekitar Rp  4 M, ada nama-nama beken dari Indonesia selain Ray Sahetapi sebagai Ayah (Budi), ada Putri Ayudya sebagai Nova, dan Nungki Kusumastuti sebagai Ibu (Duma). Lainnya, ada  Otig Pakis sebagai Hendra, Ade Firman Hakim sebagai Adi, dan Maryam Supraba sebagai Anna.
 
“Di film kami berperan sebagai keluarga warga Batak yang tinggal di Palembang,” jelas Ray kala memperkenalkan peran masing-masing.
IMG 20180109 054842 
Sekilas tentang sutradara Wang Yimin, ia telah meraih lebih dari 60 jenis penghargaan di dalam dan luar negaranya sendiri. Sebagian itu, antara lain sutradara terbaik kategori film berbahasa Mandarin di Miami Film Festival; sutradara pendatang terbaik di China Image Film Festival; film dan naskah terbaik di Berlin Chinese Film Festival. “Jadi tak sembarangan kan? Film ini di China akan ditonton banyak orang dari negara berpenduduk 1,5 milyar. Belum lagi di Indonesia yang berpenduduk sekitar 260 juta jiwa,” jelas pemandu saat konpers ini digelar – meringkas penjelasan Wang Yimin dan pemeran China lainnya.
 
Kota Bandung Terbuka …
 
Menarik disimak, kala konpers digelar hadir Kadisbupar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari beserta jajarannya. Menurutnya, ia sangat terbuka dengan bentuk kerjasama ini. Bila Kota Bandung, makin sering digunakan sebagai lokasi syuting film layar lebar. “Ini membuka peluang bagi banyak pihak. PAD (pendapatan asli daerah) pun bertambah,” paparnya sambil menambahkan – “Di film ini saja ada 250-an orang warga lokal terlibat. Belum lagi job creator lainnya, pasti akan bermunculan.”  
IMG 20180109 054810 
Masih menurut Kenny yang selama di Jl. Kencana No 3 sempat berkeliling lokasi syuting dan berkenalan dengan para pemain serta crew film:”Kesediaan kota Bandung untuk hal ini, beberapa waktu lalu sudah diperluas hingga ke 5 kawasan di sekitarny. Kini, sudah mencakup Bandung Raya.”
 
Diakui ini kejasama film pertama di kota Bandung yang dibantu Bekraf di Jakarta dengan negara China. “Tak menutup kemungkinan, di masa depan cakupannya diperluas ke bidang musik, drama, teater, dan lainnya. Intinya, di tahap awal ini, bagaimana supaya mereka ini betah dan enjoy. (Harri)
 
Add a comment

Java Jive Jelang Konser ‘1/4 Abad’, Panaskan Suhu Garut via ‘Dansa Yo Dansa’  

 IMG 20171222 WA0061
destinasiaNews– Sepintas, seperti ada yang pabaliut. Bayangkan, saat konperensi pers (konpers) Java Jive, di Café Halaman kota Bandung (21/12/2017) besliweran pesan dari band yang pada 2018, berusia seperempat abad: mereka akan manggung di Garut, Jawa Barat saat pergantian tahun 2017 ke 2018, katanya di Kamojang Green Hotel & Resort (KGHR); selama di Garut itu, akan menembang secara khusus single baru ‘Dansa Yo Dansa’ ciptaan Titiek Puspa - kolaborasi dengan Fariz RM; box set pun digadang-gadang kelak akan diluncurkan saat ‘konser ¼ abad’ di Bandung; lalu, kata owner atau pengelola KGHR, nama Java Jive akan diabadikan sebagai nama café atau bar atawa lounge di jaringan KGHR di Garut, Bali, maupun Lombok.
 
“Mataknyah, sedikit riweuh tapi asyik kan? Band asal Bandung yang ‘Bandung Pisan’, bisa melewati usia seperempat abad berkiprah. Enam personilnya, masih rukun dan damai. Wal afiat lagi mereka ini, amin…” papar Erlan Effendy, ‘pemain’ vocal Wachdach Band yang juga sama seniornya di kota Kembang Bandung.
 
Lanjutnya, Erlan yang juga sebagai Ketua Bandung Music Council (BMC), saat didaulat menjadi MC kala konpers, ia angkat tabik pada penggemar Java Jive:”Ini fans-nya sangat militan, lebih baik saya sebut bobotoh saja’, ujarnya disambut derai tawa, serta senyum bungah plus sedikit nyengir kuda yang lucu di mata penggemarnya. Tak urung ada penggemar yang mengakunya beridentitas Komunitas Peace & Love, Sloggy,  dan lainnya.
 
“Koq, bobotoh, kami dinamainya? Da, kami mah cinta banget sama Java Jive dari dulu. Kemana mereka main, selalu hadir,” timpal seorang ibu berparas ayu yang menggiring putrinya Nita (24). Hebatnya, Sang Putri ini bersosok ‘milenia’ zamannow, malah sedikit futuristic –“Nih, saking senangnya sama Java Jive, aku diwarisi kesukaan Mamah. Untung ajah aku senang”.
 
‘Dansa Yo Dansa’
 
Sebelum menutup konpers, tak ayalCapung (gitar), Noey (bas), Tonny (keyboard), Edwin Saleh (drum), Fatur (vokal), dan Dany Spreet (vokal), didaulat ‘bobotoh’ –nya: “Main dong, sok atuh mainkan lagu dansanyah …?” serempak mereka emprak (tepuk tangan), tatkala prelude hits dilantunkan, sambil mengabadikan aksinya  dengan cell phone masing-masing.  
 
Usai tembang ‘Dansa Yo Dansa’ yang jadi pamungkas dari dua lagu bonus lainnya, masih di konpers, silih berganti personal Java Jive seakan bernubuat:”Mau menikmati konser lebih lengkap dalam waktu dekat, hadirlah di perayaan tahun baru di Kamojang Green Hotel  and Resort. Sedikitnya, 17 lagu akan  kami mainkan. Juga yang top 40 seperti biasa, biar goyang tuh lantai di Garut…” papar Fatur yang ditimpali Damy Spreet –“Buruan daftar ke Garut yuk? Kami main di tengah danau lho?”
 
Diakui dalam paparannya, gelaran di Garut nanti boleh dianggap pemanasan menjelang ‘konser ¼ abad’ Java Jive. Menurut ke enam peronil ini, butuh persiapan matang dan spesial. “Memang, seperti mesin diesel kali ya? Harus pemanasan dulu?!” seloroh Uchy, ‘Tuan Rumah’ Pengelola Café Halaman, mengomentari betapa serius Java Jive mempersiapkan konsernya kela di 2018.
 
Eyang Titiek Puspa
 
Sekilas benang merah konpers Java Jive yang ‘pantang menyerah’ dari terjangan dan sungsang-tumbal dunia musik pop di negeri ini, mereka sangat menjunjung tinggi karya anak bangsa:”Kami terharu, kala bertemu Eyang (Titiek Puspa). Memohon lagunya ‘Dansa Yo Dansa’ dinyanyikan oleh kami. Eyang, tak banyak syarat,” terang Fatur yang ditimpali Dany Spreet –“Inilah kebesaran Eyang, patut ditiru. Bila semua itu untuk bangsa, dan pembinaan musik Indonesia, Eyang merelakan tanpa royalty. Ini luar biasa.”  
 
Boleh direnungkan  8 album, plus beberapa single dari Java Jive,  hampir ‘¼ abad’ sejak 1993, telah memperkaya khazanah musik pop Indonesia. “Master piece Java Jive, luar biasa dari segi peradaban bangsa. Setara dengan seniornya seperti  The Rollies asal Bandung. Mengindonesiakan musik pop.  Dulu  era 80 dan 90-an , serbuan musik pop asing begitu deras. Java Jive lolos dari keganasan itu,” kata pengamat sosial dan budaya Adi Raksanagara yang dihubungi melalui cell phone.  
 
Sekedar mengingatkan, ini dia karya monumental mereka: 1993hit single ‘Kau Yang Terindah’ dan ‘Menikah’; 1995 hit single ‘Gerangan Cinta’ dan ‘Permataku’;1997 hit single ‘Buah Hati’ dan ‘Beri Kami Cinta’; 1999 hit single ‘Dia’ dan ‘Sisa Semalam’; 2003 hit single ‘Gadis Malam’; ‘1993-2006’hit single ‘Cantik Tapi Menyakitkan’ dan ‘Yang Aku Cinta’; 2008 hit single ‘Hilang’ dan ‘Cinta Kedua’; 2013 hit single Teman Sehati dan Jujur; Single ‘Keliru’ (dulu popular oleh Ruth Sahanaya) Maret 2015; dan Single Insan Kamil (Single Reliji) April 2017.
 
Pembaca budiman (maaf untuk selain Budi), ternyata cukup berliku bagi Java Jive yang terobsesi menggelar ‘Konser ¼ Abad’ di tahun 2018. “Harus ke Garut dulu. Tak mengapa, kami senang justru menghibur warga Garut atau pendatang lainnya di sebuah resort yang bernuansa pegunungan, namun ada situ atau danau-nya?’, tutup Fatur dengan nada menggupay – “Hayu atuh ka Garut Akang Teteh …” (HS/dtn)
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence  Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

destinasiaNews – Untuk kesekian kalinya Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), kembali menggelar Konferensi Internasional ‘ICAI 2018 - International Conference of Aquaculture...

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

destinasiaNews - Usai pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 27/6/2018 lalu, Tim Peneliti dari Pusat Studi Politik...

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

destinasiaNews – Sebuah perusahaan terkemuka dari Australia, yang memiliki se-gudang pengalaman dan penghargaan yaitu Crown Group Holdings (Crown Group), merupakan...

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

destinasiaNews – Destiners, khususnya bagi yang tinggal di daerah Sukabumi – Jawa Barat, apalagi yang mengaku Tuna Lovers, sudahkah mencoba...

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

destinasiaNews – Berlokasi di Kawasn Ekowisata dan Budaya Alam Santosa tepatnya di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung, ngaring (berkumpul) sejumlah...

Pengunjung

02267838
Hari ini
Kemarin
3151
3544