RUU Permusikan Batal Diolah DPR – Musisi Bandung, Suka Cita

RUU MUSIK 2

 Para musisi bertemu dengan para anggota DPRI Fraksi PDIP.

destinasiaNews – Kamis siang (14/2/2019) di Rumah Makan ‘legendaris’ Bu Eha yang berlokasi di salah satu los pasar Tjihapit Kota Bandung, ada perbincangan khusus. Sosok yang hadir atas inisiatif Ketua Bandung Music Council, Erlan Effendy dan isterinya Tony Ellen. Sebelumnya redaksi pernah bertanya ke Erlan – Terpantau, musisi dan akademisi (seni/musik) pada Rabu (13/2/2019) melakukan RDP (rapat dengar pendapat) dengan anggota Komisi X Fraksi PDIP di DPR RI, oleh-olehnya ap? Hasil dari RDP ini apa?  

Singkat kisah, terjadilah pertemuan itu di pasar Tjihapit yang cukup resik, redaksi oleh Erlan dipertemukan dengan sosok  representasi pegiat musik Kota Bandung’, Di antaranya ada Djaelani, Ipit Saefidier Dimyati, dan Syarif Maulana. Tiga nara sumber ini selain sebagai pemusik, juga akademisi (dosen) dalam bidang seni musik di Unpas Bandung, dan ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung.

“Saya, Kang Syarif, Kang Ipit, juga Teh Iie (Trie Utami), dan Dina Dellyana. Kami memang diundang  khusus oleh Komisi X Fraksi PDIP DPR RI, ini terkait RUU Permusikan yang lagi ramai itu,” papar Djaelani membuka perbincangannya.

Intinya, selama RDP di Komisi X DPR RI, menurut tiga nara sumber tadi, dibuktikan dengan rekaman audiodengan durasi 1 jam 19 menit, disimpulkan: Disarankan menolak RUU Permusikan yang alih-alih demi pengaturan, dan peningkatan kesejahteraan musisi khususnya, malah menimbulkan polemik di kalangan musisi dan seniman Kota Bandung, hingga se-Nusantara. Dasar penolakannya, di antaranya ketidaktepatan metodologis, cacat dalam hal bahasan dan cakupannya, serta yang  memalukan – betapa rancunya definisi musik ditafsirkan oleh Tim Perancang RUU Permusikan.

“Ke depan bila dijalankan, pasti berisiko jika diaplikasikan di lapangan. Terjadi tubrukan dengan UU lain yang sah,” papar Djaelani dan Ipit yang keduanya pun representasi dari Dewan Kesenian Kota Bandung.

RUU MUSIK 1Pertemuan musisi Bandung di Pasar Tjihapit.

Sesaat usai pertemuan ini, redaksi secara terpisah mengontak musisi ‘live legend’ Hari Pochang Tujuannya, meminta opini atas polemik yang telah meruyak hingga ke level nasional: “Menurut saya para perumusnya gumasep dan cumentil. Mereka tak tahu kondisi di lapangan. Soal rasa bermusik, koq diatur seperti ini? Diatur pasal-pasal karet lagi? Bukankah perlindungan hak cipta dan royalti, undang-undangnya sudah ada? Tegakkan saja sesuai kewenangannya. Semoga yang bikin rame ini, semoga tidak jadilah ...”

Batal Euy

Masih menurut Djaelani dan kawan-kawan, RDP yang berlangsung penuh adu argumen, nyatanya berjalan secara terbuka. Dikatakannya, tidak ada main menang-menangan atau adu otot secara berlebihan:

“Salah satunya Pak Asdi Narang kala,  cukup akomodatif. Ia memahami hampir semua keberatan di naskah RUU ini. Anggota DPR lainnya (My Esti Wijayati, Irine Yusiana, Roba Putri, dan Zuhdy Yahya), sepakat akan mendrop RUU ini. Utamanya, setelah Teh Dina dengan cukup cermat, menjelaskan 55% naskah akademik ini copy paste dari berbagai sumber.  Isi pada pasal-pasal di RUU ini banyak yang redundant, bertabrakan dengan UU yang ada.”   

Harapan dari ‘Tjihapit Hearing’ demikian Tony Ellen menamakan pertemuan ini, rupanya semakin mengerucut untuk menolak atau membatalkan RUU ini:

“Hal-hal yang menjadi polemik sehingga melebar hingga se Nusantara, hendaknya jadi masukan bila akan membuat kajian sejenis, harus serius, lebih dalam dan luas. Libatkan banyak pihak, demi peningkatan harkat hidup warga Indonesia, khususnya buat musisi dan seniman,” papar Djaelani yang diamini Syarif dan Ipit sambil menambahkan:”Yakin, proses ini akan dibatalkan, cepat atau lambat!”

RUU MUSIK 3Penyanyi Tri Utami bersama musisi lain berfoto di depan Gedung DPR RI.

Rupanya, seperti ada ‘guratan nasib baik’, berpihak kepada ratusan ribu musisi dan seniman Indonesia di awal tahun 2019 ini, yang sempat diguncang kuat oleh RUU Permusikan. Tatkala reportase ini disusun pada malam hari menjelang 15 Februari 2019 muncul pemberitaan di media massa - Anang Hermasyah dan Konferensi Meja Potlot Sepakat Membatalkan RUU Permusikan (Kamis malam, 14/2/2019)!

Berlandaskan pada kesepakatan cukup ‘dramatis’, kini pertemuannya dinamakan “Konferensi Meja Potlot” di Jakarta yang digagas Slank, sepertinya doa Hari Pochang segera terkabul:

“Hore, ini angin segar bagi dunia permusikan. Tidak perlu lagi mengeluarkan enerji sia-sia. Masih banyak hal lain yang bisa kita garap untuk kepentingan masa mendatang. Bukan, dunia musik belaka,” tutup Djaelani sesaat warta tentang isi Konferensi Meja Potlot disimaknya.

Belakangan pada Jumat siang (15/2.2019) muncul di meja redaksi jawaban kontak WA dari pakar hukum Unpad, Indra Perwira. Redaksi pada malam sebelumnya, meminta tanggapan atas kisruh RUU Permusikan. Diketahui, sosok Indra pernah diminta oleh para musisi Bandung melakukan diskusi tentang fenomena ini. Mau tahu apa jawaban Indra, yang bikin suka cita musisi Indonesi yang menolak kuat RUU ini ? Padahal, sudah disiapkan seabreg pertanyaan dengan landasan hukum hingga pasal demi pasal:”Hehe ...masalah selesai!” begitu tulisnya semoga tidak ditulis dalam keadaan dingin-dingin saja.  (HS/dtn)  


emgz2

Artikel lain...

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

destinasiaNews – Awal musim kemarau pada kwartal pertama 2019 merupakan ‘masa kerja khusus’ bagi ‘satuan’ DanSubSektor 5 – 21 Satgas...

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

destinasiaNews – Again and again, Pada Senin, 15 Juli 2019, ‘pasukan khusus’ yang tergabung pada Satgas Citarum Harum Sektor 21...

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

destinasiaNews -  DanSektor 21 & 5 masing-masing Kol. Inf. Yusep Sudrajat dan rekan sejawatnya Kol. Inf. Sumarno secara resmi membuka...

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

destinasiaNews – Ini untuk kesekian kalinya ‘satuan khusus’ yang bernama Satgas Citarum Harum Sektor 21 -10 Margaasih Kabupaten Bandung, tepatnya...

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

destinasiaNews – Rangkaian dari gabungan acara bernuansa halal bihalal & gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD), ini...

Pengunjung

03674826
Hari ini
Kemarin
1836
6213