Pianis ‘Rocker’ Simon Ghraichy Asal Perancis, Luluhkan Pecinta Musik Klasik Bandung

simon piano 2destinasiaNews -- Pianis ‘rocker’ klasik kelas dunia asal Prancis yang berdarah Meksiko dan Libanon, Simon Ghraichy (33) tampil memukau dihadapan ratusan penggemarnya di Bandung. Simon Ghraichy malam itu hadir di dalam rangkaian konser Asia Tour, Minggu, (12/5/2019). Tepatnya, pukauan Simon ini terjadi tatkala dengan piawai mainkan 8 tembang klasik di Ballroom FOUR POINTS by Sheraton Bandung Jalan Ir.H.Juanda (Dago).

 

Mau tahu apa kata banyak penonton yang luluh hatinya dari pianis klasik yang berpenampilan bagai rocker? Menyoal penampilan Sang Pianis yang belajar bermain piano sejak usia 4 tahun, dan mencuat pada era 2010 –an kala ia mendapat publikasi serta kritikus musik Wall Street Journal Robert Hugues. Salah satu contohnya, di sini ia diapresiasi atas interpretasinya pada Don Juan karya Franz Liszt yang terkenal serbaindah, sulit dan mendalam.

 

“Mengagumkan, jari dan hatinya begitu lembut, malah bisa galak kalau perlu. Itu tampak kala repertoire Ernesto Lecuona, dan Robert Schumann dikumandangkan dengan sempurna,” kata Linda (24) mahasisa yang sejak lama memainkan karya piano klasik.  

 

“Ini seperti menghipnotis kita. Ia punya penampilan unik, rambutnya yang kriting, plus tampilan modis jaket penuh warna, bersepatu warna silver, ini bukan musisi klasik biasa. Bersyukur, kota kita disinggahi musisi kelas dunia ini,” papar Heni Nurhaeni Smith yang hadir bersama suaminya di FOUR POINTs by Sheraton, Bandung.

 

Sementara itu menurut General Manager FOUR POINTS by Sheraton Bandung, Franklyn Kocek, dan Direktur Institut Prancis di Indonesia (IFI) Bandung Melanie Martini-Mareel. Kehadiran Simon Ghraichy di kota Bandung, adalah wujud kerja sama antara Institut Prancis di Indonesia (IFI) Bandung, dan FOUR POINTS by Sheraton Bandung.

 

Menurut keduanya pula, selain di Bandung, Simon Ghraichy pun telah tampil di Padma Hotel Ubud Bali (8/5/2019), Surabaya (9/5/2019), IFI Yogyakarta (11/5/2019).

 

“Rencananya akan tampil di Sheraton Gandaria Jakarta (14/5/2019), dan Wesley Methodist Church Medan (16/5/2019),” jelas Melanie Martini-Mareel yang sebentar lagi akan pindah tugas dari IFI Bandung – “Anggaplah ini pun, sebagai perpisahan saya.”

 

Konser Kelas Dunia itu

 

 

Simon Ghraichy yang oleh kebanyakan penonton di Kota Bandung ‘lebih pantas’ disebut sebagai rocker ketimbang pianis klasik karena penampilannya yang ‘mengecoh’, sempat melantunkan karya agung dengan penuh penjiwaan, antara lan: komposisi Ernesto Lecuona (4 Afro-Cuban Dances), Isaac Albeniz (Asturias), Robert Schumann (Estudes in Variation Form on aTheme Based on the Symphony No.7 Op.92 by Ludwig van Beethoven, Humoreske op. 20-II, Hastig-Die innere stimme), Chilly Gonzales (Robert on the Bridge), Charles-Valentin Alkan (Chanson de la folle au bord de la mer), Ariel Ramirez (Alfonsina y El mar), Franz Liszt (Hungarian Fantasy), dan ‘bonus’ dari penggalan Brazilian Tanggo.

 

Simon Piano 1Uniknya, usai ia mainkan secara sempurna setiap komposisi, dengan santun membalas apresiasi para penonton. Tour Simon Ghraichy yang bertabur missi charity, di antaranya di Bandung ini sebagian keuntungannya didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan bermusik kaum tuna netra, ya itu tadi – sebelum ia memainkan karya komponis dunia, menjelaskan dengan cukup rinci tentan apa dan mengapa komposisi ini muncul, termasuk konteksnya.

 

“Namun sayang Schumann bernasib malang. Sejak muda ia memang sering menderita depresi. Tahun 1854 ia berusaha bunuh diri dari sebuah jembatan di sungai Rhein. Sejak itu tinggal di rumah sakit jiwa di dekat Bonn (Jerman), hingga wafatnya pada 1856, dalam usia 46 tahum,” kata Simon Ghraicy sebelum melantunkan karya Robert Schumann dengan penuh penjiwaan.

 

Tak heran kemampuan Simon Ghraichy dalam hal memikat penonton baru generasi muda, ia memiliki talenta mendekatkan ‘misteri dan pesona musik klasik’ melalui kemampuannya menjelaskan dengan bahasa yang sederhana, namun mengena. Fantastisnya, panggung-panggung musik prestisius tingkat dunia pun pun sempat ia jajal seperti Teater Champs-Elysees, Carnegie Hall, dan Berlin Philharmonie. Indikasinya, telah terjadi penurunan rata-rata usia penonton dari berbagai konser Simon Ghraicy ! Artinya, banyak generasi muda kini mencintai musik klasik, katanya berkat Simon Ghraichy!

 

Riwayat tampilan Simon Ghraichy lainnya, ia kerap menggelar konser solo diiringi orkestra dan musik kamar di aula bergengsi dunia seperti Kennedy Center di Washington DC, Opera Istana Versailles, Gran Teatro Nacional Peru, Teatro Bogota, serta di berbagai gedung teater di Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Norwegia, Australia, Meksiko, Kuba, Brasil dan Mesir.

 

“Ini yang mematangkan dirinya, konser kecil maupun besar ia jalani secara professional. Terbukti pada malam ini,” jelas Shanti (36) seorang guru les piano klasik yang ikut hadir di Ballroom FOUR POINTS by Sheraton Bandung.

 

‘Rocker’ - Kontrak Eksklusif

 

Keterangan lain menurut panitia, selama ini Simon Ghraicy kerap bermain di berbagai festival musik dunia seperti Bard Music Festival di New York, Festival International de Baalbeck di Libanon, Festival Aix-en-Provence, dan Festival Chaise-Dieu bersama Orkestra Philharmonic Liège.

 

Tak heran berkat penampilan yang unik itu, sejak 2016 ia menandatangi kontrak eksklusif dengan label Deutsche Grammophon. Lalu, setahun kemudian Simon Ghraicy merilis album di Teater Champs-Elysees yang menuai kritik, serta pujian luas dari kalangan musik dan pers tingkat dunia.

 

Sekedar info, diskografinya antara lain B Minor Sonata karya Liszt, Kreisleriana karya Schumann, dan album pertama yang didedikasikan untuk paraphrase, serta transkripsi karya-karya Liszt.

 

“Penampilan bolehlah ala 100% rocker, siapa sangka? Dibalik kegarangan itu ada kelembutan dan kedalaman yang luar biasa. Hebatnya, itu di dunia musik klasik. Ini bagus bagi generasi muda. Kembalilah, mencintai musik klasik, setidaknya sebagai dasar pengembangan dunia musik kontemporer maupun masa datang,” pungkas Heni Nurhaeni Smith yang juga dikenal sebagai pengelola Taman Wisata, The Lodge Maribaya - Lembang yang dikenal sangat mencintai dunia musik.

 

Lainnya, kata Bagoes Rintohadi dan Banu yang selama ini dikenal sebagai jurnalis namun memiliki hobi bermain musik, kehadiran Somon Ghraichy, semoga bisa member angin segar lebih lanjut:

 

“Bandung kan selama ini dikenal sebagai kota kreatif dalam bidang musik, salah satunya. Harapannya, musisi level dunia, lebih sering hadir di kota Kembang. Biar generasi mudanya, semakin terpacu untuk berprestasi dan berjejaring,” papar keduanya dengan rona optimis. (Harri Safiari)

 

#pianoklasik   #simonghraichy #pianorocker


emgz2

Artikel lain...

TikTok Meluncurkan All-Star Southeast Asia 2019 Sebagai Hasil Studi Tunjukkan Video Sebagai Format Konten Terbaik Untuk Mengekspresikan Kreativitas,

TikTok Meluncurkan All-Star Southeast Asia 2019 Sebagai Hasil Studi Tunjukkan Video Sebagai Format Konten Terbaik Untuk Mengekspresikan Kreativitas,

destinasianews - TikTok, platform terdepan untuk video mobile berdurasi singkat, meluncurkan kompetisi All-Star tingkat wilayah yang bertujuan untuk menemukan dan menginkubasi creator baru di Asia Tenggara, sesuai dengan hasil studi yang menunjukkan bahwa...

Pemusnah Sampah ‘Stungta’ dari Gerakan Hejo, Disambangi Tim Auditor Teknologi Ramah Lingkungan  - Layak Pakai, Hasilnya

Pemusnah Sampah ‘Stungta’ dari Gerakan Hejo, Disambangi Tim Auditor Teknologi Ramah Lingkungan  - Layak Pakai, Hasilnya

destinasiaNews  -  Kembali, mesin ‘Stungta’ karya anak bangsa yang dikenal sebagai incinerator pemusnah sampah yang ramah lingkungan, dan hemat enerji,...

Eka Santosa Gerakan Hejo Kaget Lihat Gunungan Sampah di Sarimukti

Eka Santosa Gerakan Hejo Kaget Lihat Gunungan Sampah di Sarimukti

destinasiaNews - "Saya kaget lihat ratusan pemulung malah mendekati sampah dari truk, padahal itu semua kotor dan sangat berbau. Saya...

Hasil Riset Dosen & Mahasiswa Tersaji di Stand FPIK Unpad, West Java Festival 2019 - Edhy Prabowo Sempat Menyambangi ...

Hasil Riset Dosen & Mahasiswa Tersaji di Stand FPIK Unpad, West Java Festival 2019 - Edhy Prabowo Sempat Menyambangi ...

destinasiaNews -- Mau tahu, keseruan apa yang harus kita alami, andai berada di area perburuan di antara ratusan stand di...

Dubes RI untuk Polandia Beri Tips Sukses Ke Mahasiswa Widyatama

Dubes RI untuk Polandia Beri Tips Sukses Ke Mahasiswa Widyatama

destinasiaNews - Siti Nugraha Mauludiah Dubes Indonesia untuk Polandia menjadi pemateri saat digelar stadium general atau kuliah umum di Universitas...

Pengunjung

04342961
Hari ini
Kemarin
1028
3317