Java Jive Jelang Konser ‘1/4 Abad’, Panaskan Suhu Garut via ‘Dansa Yo Dansa’  

 IMG 20171222 WA0061
destinasiaNews– Sepintas, seperti ada yang pabaliut. Bayangkan, saat konperensi pers (konpers) Java Jive, di Café Halaman kota Bandung (21/12/2017) besliweran pesan dari band yang pada 2018, berusia seperempat abad: mereka akan manggung di Garut, Jawa Barat saat pergantian tahun 2017 ke 2018, katanya di Kamojang Green Hotel & Resort (KGHR); selama di Garut itu, akan menembang secara khusus single baru ‘Dansa Yo Dansa’ ciptaan Titiek Puspa - kolaborasi dengan Fariz RM; box set pun digadang-gadang kelak akan diluncurkan saat ‘konser ¼ abad’ di Bandung; lalu, kata owner atau pengelola KGHR, nama Java Jive akan diabadikan sebagai nama café atau bar atawa lounge di jaringan KGHR di Garut, Bali, maupun Lombok.
 
“Mataknyah, sedikit riweuh tapi asyik kan? Band asal Bandung yang ‘Bandung Pisan’, bisa melewati usia seperempat abad berkiprah. Enam personilnya, masih rukun dan damai. Wal afiat lagi mereka ini, amin…” papar Erlan Effendy, ‘pemain’ vocal Wachdach Band yang juga sama seniornya di kota Kembang Bandung.
 
Lanjutnya, Erlan yang juga sebagai Ketua Bandung Music Council (BMC), saat didaulat menjadi MC kala konpers, ia angkat tabik pada penggemar Java Jive:”Ini fans-nya sangat militan, lebih baik saya sebut bobotoh saja’, ujarnya disambut derai tawa, serta senyum bungah plus sedikit nyengir kuda yang lucu di mata penggemarnya. Tak urung ada penggemar yang mengakunya beridentitas Komunitas Peace & Love, Sloggy,  dan lainnya.
 
“Koq, bobotoh, kami dinamainya? Da, kami mah cinta banget sama Java Jive dari dulu. Kemana mereka main, selalu hadir,” timpal seorang ibu berparas ayu yang menggiring putrinya Nita (24). Hebatnya, Sang Putri ini bersosok ‘milenia’ zamannow, malah sedikit futuristic –“Nih, saking senangnya sama Java Jive, aku diwarisi kesukaan Mamah. Untung ajah aku senang”.
 
‘Dansa Yo Dansa’
 
Sebelum menutup konpers, tak ayalCapung (gitar), Noey (bas), Tonny (keyboard), Edwin Saleh (drum), Fatur (vokal), dan Dany Spreet (vokal), didaulat ‘bobotoh’ –nya: “Main dong, sok atuh mainkan lagu dansanyah …?” serempak mereka emprak (tepuk tangan), tatkala prelude hits dilantunkan, sambil mengabadikan aksinya  dengan cell phone masing-masing.  
 
Usai tembang ‘Dansa Yo Dansa’ yang jadi pamungkas dari dua lagu bonus lainnya, masih di konpers, silih berganti personal Java Jive seakan bernubuat:”Mau menikmati konser lebih lengkap dalam waktu dekat, hadirlah di perayaan tahun baru di Kamojang Green Hotel  and Resort. Sedikitnya, 17 lagu akan  kami mainkan. Juga yang top 40 seperti biasa, biar goyang tuh lantai di Garut…” papar Fatur yang ditimpali Damy Spreet –“Buruan daftar ke Garut yuk? Kami main di tengah danau lho?”
 
Diakui dalam paparannya, gelaran di Garut nanti boleh dianggap pemanasan menjelang ‘konser ¼ abad’ Java Jive. Menurut ke enam peronil ini, butuh persiapan matang dan spesial. “Memang, seperti mesin diesel kali ya? Harus pemanasan dulu?!” seloroh Uchy, ‘Tuan Rumah’ Pengelola Café Halaman, mengomentari betapa serius Java Jive mempersiapkan konsernya kela di 2018.
 
Eyang Titiek Puspa
 
Sekilas benang merah konpers Java Jive yang ‘pantang menyerah’ dari terjangan dan sungsang-tumbal dunia musik pop di negeri ini, mereka sangat menjunjung tinggi karya anak bangsa:”Kami terharu, kala bertemu Eyang (Titiek Puspa). Memohon lagunya ‘Dansa Yo Dansa’ dinyanyikan oleh kami. Eyang, tak banyak syarat,” terang Fatur yang ditimpali Dany Spreet –“Inilah kebesaran Eyang, patut ditiru. Bila semua itu untuk bangsa, dan pembinaan musik Indonesia, Eyang merelakan tanpa royalty. Ini luar biasa.”  
 
Boleh direnungkan  8 album, plus beberapa single dari Java Jive,  hampir ‘¼ abad’ sejak 1993, telah memperkaya khazanah musik pop Indonesia. “Master piece Java Jive, luar biasa dari segi peradaban bangsa. Setara dengan seniornya seperti  The Rollies asal Bandung. Mengindonesiakan musik pop.  Dulu  era 80 dan 90-an , serbuan musik pop asing begitu deras. Java Jive lolos dari keganasan itu,” kata pengamat sosial dan budaya Adi Raksanagara yang dihubungi melalui cell phone.  
 
Sekedar mengingatkan, ini dia karya monumental mereka: 1993hit single ‘Kau Yang Terindah’ dan ‘Menikah’; 1995 hit single ‘Gerangan Cinta’ dan ‘Permataku’;1997 hit single ‘Buah Hati’ dan ‘Beri Kami Cinta’; 1999 hit single ‘Dia’ dan ‘Sisa Semalam’; 2003 hit single ‘Gadis Malam’; ‘1993-2006’hit single ‘Cantik Tapi Menyakitkan’ dan ‘Yang Aku Cinta’; 2008 hit single ‘Hilang’ dan ‘Cinta Kedua’; 2013 hit single Teman Sehati dan Jujur; Single ‘Keliru’ (dulu popular oleh Ruth Sahanaya) Maret 2015; dan Single Insan Kamil (Single Reliji) April 2017.
 
Pembaca budiman (maaf untuk selain Budi), ternyata cukup berliku bagi Java Jive yang terobsesi menggelar ‘Konser ¼ Abad’ di tahun 2018. “Harus ke Garut dulu. Tak mengapa, kami senang justru menghibur warga Garut atau pendatang lainnya di sebuah resort yang bernuansa pegunungan, namun ada situ atau danau-nya?’, tutup Fatur dengan nada menggupay – “Hayu atuh ka Garut Akang Teteh …” (HS/dtn)
 
Add a comment

Trans Studio Bandung Hadirkan Kungfu Shaolin & Magic Cube - Kado Akhir 2017

 ALEX 545557
destinasiaNews, Bandung - Pastilah, kita sudah sangat familiar menyimak aksi pendekar Shaolin.  Kehebatan seni bela diri Kungfu, sudahlah kita tahu semua. Namun di samping kehebatan kungfu itu,  adakah yang tahu tentang atraksi Aerial Magic Cube?
 
Nah, demi memuaskan rasa ingin tahu tentang apa itu aksi Aerial Magic Cube? Teristimewa pada masa liburan akhir tahun 2017, di Trans Studio Bandung akan digelar pertunjukan sirkus internasional Sword Master. 
 
Dijamin, pengunjung akan disuguhi aksi menegangkan dari seorang ahli sword swallower Alex Magala. Pun, aksi ini akan menampilkan kehebatan pendekar Shaolin memperagakan aksi Kungfu, plus akrobatik dari China. Kehebatan dan kelenturan badan mereka dalam aksi Aerial Magic Cube, High Chair dan Rolling Lamps, djamin tersaji apik penuh kekaguman.
 
Bocorannya, pada awal pertunjukan Swor Master ini, beberapa pendekar Shaolin  menunjukan aksi kungfu nan piawai. Aksi para pendekar Shaolin ini dikemas dengan kostum dan latar belakang mahluk api yang menampilkan aneka gerakan ekstrim. Penggunaan alat seperti pisau, toya, kampak, pedang, tombak berpadu dengan seru.
 
Adegan lanjutannya,  aksi para bidadari yang piawai melipat badan,   dikombinasikan dengan keseimbangan menahan alat di tubuhnya. Lalu, muncul atraksi Aerial Magic Cube sebagai atraksi tarian di udara yang indah. Para penari Aerial unjuk kabisa menampilkan koreografi di ketinggian,  mereka bergantung pada tali, dan juga rangkaian kotak yang akan membentuk formasi khusus.
 
Adegan terakhir, ini yang paling menegangkan dan berbahaya, tak lain aksi menelan pedang. Alex Magala sebagai seorang ahli Sword-swallower dari Rusia melakukan aksi ini sambil mempertunjukan tarian yang dilakukan pada sebuah tiang  - biasa dinamakan  Pole Dance. 
 
Sekali lagi, dimana pertunjukan Sword Master ini dapat kita saksikan, tak lain  di Amphiteater Trans Studio Bandung mulai 23 Desember 2017 hingga  1 Januari 2018.  Khusus periode liburan 16 Desember 2017 - 7 Januari 2018, tiket masuk Trans Studio Bandung dibanderol  Rp. 280,000. Harga ini sudah termasuk bermain di semua wahana dan menyaksikan semua pertunjukan. Nah, tunggu apa lagi, bergegaslah ... (HS/rls)
Add a comment

Java Jive Gelar Pesta Pergantian Tahun & 3rd Anniversary Kamojang Green Hotel & Resort Garut, Mau ?

java jive

DestinasiaNews - Kembali, Java Jive band sohor asal kota Bandung yang baru saja merilis single baru “Dansa Yo Dansa” cipt Titiek Puspa, berkolaborasi dengan musisi legend Fariz RM ini, akan memeriahkan pergantian tahun 2017 ke 2018. Lokasinya, di mana? Ternyata, di Kamojang Green Hotel and Resort -Garut, Jawa Barat. Menurut pengelolanya:"Ini sekaligus merayakan  3rd anniversary dari tempat ini."

Diketahui, Kamojang Green Hotel and Resort adalah tempat yang selalu siap, menyambut para keluarga untuk mengisi setiap momen liburan. Suasana sejuk pegunungan yang asri itu ciri utamanya.Kamojang Green Hotel and Resort, intinya punya konsep venue bertema Sunda Modern. Niscaya, kata pengelolanya - ini dipercaya dapat membuat liburan akhir tahun, jauh lebih seru!

Di Kamojang Green Hotel and Resort, juga dilengkapi aneka kegiatan outdoor, cocok untuk seluruh anggota keluarga. Di sana ada wahana Barrel Escape, Riding Horse, Mini Golf, Mini Bowling, Jebakan Kaleci, Nonton Bareng, Thematic Night Entertainment, dan banyak lagi. Ingat, semua keseruan ini bisa didapatkan mulai 23 Desember 2017, hingga puncaknya 31 Desember 2017.

java jive 2Special Java Jive

Pada malam pergantian tahun ini Java Jive menggelar penampilan spesial. Dijamin, akan membuat kita kembali bernostalgia ke era-90an. Konsepnya, ada panggung 'floating' di danau utama. Percayalah, ini akan memunculkan pengalaman baru bagi para tamu.  Mohon disimak kelak, penampilan Female DJ Patricia Olga, Flame Percussion, dan Judith and Co. Mereka akan memberikan suguhan terbaik, memulai tahun baru 2018.

Nah, demi kenikmatan semua fasilitas, keseruan, dan line-up acara ini, Kamojang Green Hotel and Resort menawarkan kiat tiket terjangkau. Adanya, mulai dari Rp. 2.960.000,- /room. Sedangkan untuk informasi dan reservasi, sila kontak 0821-2323-2337 (Whatsapp Only) 0262 – 4892 888 (Phone). (Adv/dtn)

Add a comment

Tohpati Menghangatkan Panggung TP Jazz Weekend

Akustik ppdyn htl3

destinasiaNews – Setelah sukses di panggung TP Jazz Bandung Festival 2017 Oktober lalu dalam format Tohpati Bertiga, kemarin malam Tohpati kembali hadir di panggung TP Jazz Weekend. Bertempat di Mirten Lounge The Papandayan, kali ini Tohpati tampil dengan konsep accoustic guitar solo.

Pukul 8 malam Mirten Lounge sudah di penuhi para pecinta musik.  Acara TP Jazz Weekend yang di support oleh Indonesia Jazz and Blues Club (IJBC) kemarin malam dibuka dengan penampilan Agis, David Manuhutu dan Natania Jualim. Penampilan ketiganya sukses membawa penonton untuk bernyanyi bersama.

Acara dilanjutkan dengan penampilan yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta musik yang hadir, yaitu Tohpati dengan accoustic guitar solo. Tohpati tampil nmembawakan beberapa buah lagu dari album terbarunya, salah satunya berjudul “Jatuh Cinta”. Menurut Tohpati, lagu berjudul “Jatuh Cinta” merupakan hal baru, karena belum ada penampilan instrument dengan menggunakan judul tersebut. Dan permainan gitar Tohpati pun sukses membuat penonton jatuh cinta.

Tidak hanya itu, sebagai kecintaannya terhadap budaya lokal Tohpati menggandeng Endang, seorang pemain kendang untuk berkolaborasi semalam. Mereka membawakan beberapa buah lagu, salah satunya adalah lagu yang berjudul Janger. Kolaborasi antara gitar dan kendang membuat panggung TP Jazz Weekend semakin hangat.

Acara pun di tutup pukul 10.30 malam dengan penampilan Agis, David Manuhutu dan Natania Jualim kembali serta sesi Jamming bersama musisi-musisi yang hadir.

Untuk info terbaru seputar TPJBF dapat dilihat di website kami www.tpjazzbandung.com, follow juga social media kami di Facebook TP Jazz Weekend, Instagram @tpjazzbandung dan Twitter @tpjazz. (Rls/dtn)

Add a comment

Air Supply Band Sambangi Bandung, Penggemar Berat Menyambut dengan Suka Cita

imagesdestinasiaNews– Mantan koboy Bandung khususnya, masih ingatkah dominasi musik pop pada era 1980-an? Jawabnya, tentu yang paling berpengaruh kala itu - kiprah industri musik dunia aliran soft rock. Salah satunya, duo grup band asal Australia, Air Supply. Duo ini digawangi Graham Russell dan Russell Hitchcock. Grup ini lahir pada tahun 1975, produsernya Andrew Lloyd Webber dan Tim Rice. Melalui Russel Hitchcock selaku vocalist dan Graham Russel pada gitar, plus beberapa personil lainnya, mereka membentuk Air Supply di Melbourne, Australia.
 
Kisahnya, sebelum menapak puncak kejayaannya para era 80-an, pada sebuah wawancara di tahun 1995, Graham Russel pernah menceritakan bahwa dirinya dan Russel Hitchcock sempat mengalami kondisi sangat terpuruk. Tiba masanya pada tahun 1978, grup musik ini meluncurkan konsep album berjudul Lost in Love.
 
7 Juta copy !
 
Tak dinyana album Lost in Love ini menarik perhatian pemilik Arista Record, yaitu Clive Davis. Selanjutnya, Arista Record me-remix, dan merilis kembali lagu di album ini di Amerika. Pada tahun 1980, Arista Records kembali merilis ulang Lost In Love secara internasional. Ujungnya, lagu-lagu ini sempat menempati puncak tangga lagu di beberapa negara.
 
Sedikit flash back lagi, pada rentang tahun 1980 - 1990, Air Supply pernah merilis beberapa album baru diantaranya The One That You Love, Now and Forever, serta Air Supply, dan Hearts in Motion. Bahkan di tahun 1983, mereka meluncurkan album Greatest Hits dengan single Making Love Out Of Nothing At All. Album terakhir ini merupakan salah satu hit terbaik Air Supply. Album ini pun sempat terjual sebanyak lebih dari 7 juta copy.
 
Boleh dikata Air Supply sudah meluncurkan 17 album. Selain Making Love Out Of Nothing At All sebagai lagu terbaik Air Supply, juga lagu All Out Of Love dan Goodbye. Oleh msyarakat deretan lagu ini dikenal sebagai lagu abadi – kerap enak didengar sampai kapanpun, terutama oleh pecinta musik di benua Asia.
 
Diketahui Air Supply, merupakan salah satu musisi internasional yang tidak asing lagi di Indonesia,. Penggemar beratnya di kota Bandung kini dapat menyaksikan secara langsung untuk pertama kali. Tepatnya di Bandung mereka akan tampil di Amphiteater Trans Studio Bandung, 7 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB. Tajuknya Air Supply Celebration of Love Live in Bandung, dengan promotori Full Color Entertainment. So, what are you waiting for? Bersegeralah, pesan tiketnya sedari awal. (SA)
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

GWJ Jabar, Sukses Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Margamekar Pangalengan Kab. Bandung

GWJ Jabar, Sukses Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Margamekar Pangalengan Kab. Bandung

destinasiaNews – Nyaris tanpa gembar-gembor sekumpulan relawan yang tergabung pada Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Jawa Barat, menggelar kegiatan layanan Kesehatan...

Queen Percussion Indonesia Asal Jabar Ramaikan ‘2019 Taiwan Lantern Festival’ - Ridwan Kamil, Tergerakkah?

Queen Percussion Indonesia Asal Jabar Ramaikan ‘2019 Taiwan Lantern Festival’ - Ridwan Kamil, Tergerakkah?

destinasiaNews – Satu lagi anak bangsa asal Bandung, Jawa Barat, Joggie Natadisastra (35) yang karib disapa Ogie, mewakili bangsa mentas...

IMA Gelar 'Mining for Life' di Bandung, Eka Santosa: Jangan Korbankan Rakyat

IMA Gelar 'Mining for Life' di Bandung, Eka Santosa: Jangan Korbankan Rakyat

destinasiaNews - Lazimnya sektor pertambangan di Negara kita telah memberi banyak manfaat. Ini bagi kepentingan negara maupun masyarakat, tentunya.. Merunut...

Ini Ujar Emil & Pegiat Lingkungan Hidup Dalam Evaluasi 1 Tahun Citarum Harum

Ini Ujar Emil & Pegiat Lingkungan Hidup Dalam Evaluasi 1 Tahun Citarum Harum

destinasiaNews – Bertempat di Graha Mangala Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/1/2019) berlangsung rapat evaluasi 1 tahun program Citarum Harum. Hadir dalam kesempatan...

Ada Pesan Mendalam di Film Preman Pensiun tentang Tanggungjawab

Ada Pesan Mendalam di Film Preman Pensiun  tentang Tanggungjawab

destinasiaNews - Pemain Preman Pensiun Serbu Bandung bersama Gubernur Jawabarat dan wakil Walikota Bandung nonton bareng, MNC Pictures menggelar Gala...

Pengunjung

02921522
Hari ini
Kemarin
1415
1261