Masagi 72, Alumni SMPN V Bandung Meriung di Golf Course Dago Heritage 1917 – Wow, 43 Tahun Tak Jumpa …

Masagi 72 aa

DestinasiaNewsEmpat dekade lebih, tepatnya 43 tahun setelah lulus dari SMPN V Bandung tahun 1972, meriung sekitar 111 alumni yang punya nama spesial Masagi 72. Mereka yang meriung itu kembali berada di  Golf Course Dago Heritage 1917 Bandung (13/8/2016).  Terbayanglah, bagaimana riuh dan haru suasana pertemuan ini. Dulu kala remaja, jadi rekan seiring-sejalan, kini bertemu lagi dalam kisaran usia sepuluh tahun lebih dari setengah abad – terus terangnya, mendekati atau di seputar “kepala enam”.

“Paling jauh kali ini datang dari negeri Swiss, namanya Mardialina. Ia aktif merancang pertemuan ini jauh-jauh hari. Kawan-kawan makin bersemangat hadir di pertemuan ini”, papar Dwi Kurnianto yang akrab disapa Yanto. Belakangan Yanto  ini yang dulu tinggal di Jl. Diponegoro No. 1 Bandung, didaulat oleh rekan-rekannya sebagai Ketua Masagi 72 untuk masa waktu seumur hidup!

“Yah,  mereka ini suka seenaknya saja bikin keputusan. Persis seperti waktu di SMP dulu. Saya terima sajalah demi ngaraketkeun duduluran …”, kata Yanto yang kata rekan-rekannya sudah kondang sifat mengayominya. 

Masagi Boleh dong pose gini DSC 0075

Pertemuan kali ini yang digagas sekitar 20 anggota panitia, punya tema khusus “Ngaraketkeun duduluran, mapag kamulyaan”.  Sejak Sabtu sore itu, praktis itu hingga malam hari berlangsung temu kangen penuh suka cita dan haru. “Tak nyangka Noortje yang baru sembuh dari sakit bisa datang. Ini bikin bahagia semua”, seru kawan-kawan Noortje yang hadir sejak sore.

Pertemuan langka ini sepertinya tak disia-siakan, dalam banyak kesempatan mereka saling mengabadikan diri dengan aneka gaya. “Sok atuh kamu difoto pakai frame Masagi 72.  Kapan lagi kita seperti ini. Keun bae, seuseuheun jeung kumbaheun di imah, pohokeun sakeudeung mah.  Paling oge incu anu merindukan kita ”, kata beberapa alumnus dengan nada saling mengganggu.

“Persis, kawan ini mah kayak dulu suka usil sama kita-kita”, timpal yang lainnya dengan gembira disela-sela saling  menanyakan kondisi masing-masing. “Sudah berapa cucu ?  Kamu masih suka nakal kayak dulu, masih suka ganggu teman, sekarang kebiasaan itu diturunkan sama cucu ya ? Tinggal di mana sekarang ? Masih aktif, atau sudah pensiun sekarang?” itulah mayoritas kata-kata saling sapa, terdengar di antara perbincangan full  bernuansa melepas rindu – ngaraketkeun duduluran. “Yang dulu suka musuhan, sekarang damai … sok sok sok salaman”, kata seorang alumnus yang kini rata-rata sudah meninggalkan dunia hitam, alias rambut telah beruban! Yang jelas ketika muncul kata musuhan, seketika semua tergelak – mungkin mengingat masa lalu yang indah itu. “Kumpul seperti ini jadi asa balik ka jaman baheula …”.

Masagi 72 a

Yang Resmi itu …

Uniknya, pihak panitia yang katanya bersusah payah merancang acara ini, pada tahap awal kala memulai acara pada pukul 18.30 WIB sempat kesulitan untuk memulainya. “Saya datang dari jauh, meni hese ieu ngarahkeun teman-teman memulai acara. Semua pada bikin acara sendiri-sendiri. Tapi, wajarlah saya juga sangat senang dengan pertemuan ini”, ujar Mardialina yang berulang-ulang memanggil semua peserta untuk fokus memulai acara.

Singkat kisah, usai kerinduan di antara para alumnus mereda, ditambah dua guru SMPN V Bandung Ibu Djuharti dan Ibu Sri telah hadir, setelah yang pertama Pak Landoeng (9l) yang sejak sore hari berada di lokasi. Uniknya, Pak Landoeng itu datang bersepeda dari kediamannya di Jalan Libra lll Bandung, maka dimulailah acara resmi pertemuan ini.  

Masagi Marlianda DSC 0241Kejutan lainnya, makin lengkaplah ketika rekan angkatan  Masagi 72 yang kini berkarir sebagai anggota DPR RI,  Sodik Mudjahid hadir  menyambangi rekan seangkatannya. Sodik dalam pertemuan ini sempat memberikan “kultum” – “Hikmah dari pertemuan ini, sejenak mari kita renungkan, sudah cukupkah bekal kita bila dipanggil kelak oleh Nya ?”, itu kutipan paparannya dari Pak Uztad Sodik.      

Berlanjut acara resmi lainnya, sesi ucapan terima kasih kepada tiga perwakilan guru SMPN V Bandung. Suasananya berlangsung haru selepas Ibu Djuharti mengucapkan kata sambutan yang menyentuh : ”Terima kasih kalian masih ingat dengan kami para guru. Inilah karunia Tuhan, hingga detik  ini kita masih bisa berkumpul. Sebagian di antara kita pun telah pergi meninggalkan kita, semoga amalnya diridhoi oleh Tuhan YME”, ini lagi secuplik kata sambutan, yang sesudahnya melihat penayangan melaui proyektor siapa-siapa saja yang telah pergi mendahului itu. “Itu tadi almarhum, sering satu angkot dan belajar bersama dengan saya”, jelas seseorang kala melihat tayangan nama rekannya yang telah tiada.

Yang Semarak itu

Usai sesi acara “resmi”, kembalilah pertemuan yang bernuansa suka-duka dan haru–rindu ini, menggelar rupa-rupa ajang semarak mulai dari parade fashion show, line dance, jaipongan dan dangdutan, aneka quiz dan tebak-tebakan lagu-lagu djadoel.

“Nah ini baru temu alumni yang sangat sangat berkesan. Semua ikut menari dan bergembira seperti kita kita dahulu, selalu kompak”, kata beberapa alumnus yang tak putus-putusnya mengabadikan momen jeprat-jepret sana-sini – “Buat oleh-oleh ke anak cucu di rumah. Bahwa bapaknya atau kakeknya, masih bisa berpesta seperti anak muda sekarang”, kata seorang alumnus yang diamini banyak rekannya.

“Harapannya, tahun depan atau beberapa tahun lagi acara serupa akan digelar lagi. Tempatnya bisa dimana saja”, kata beberapa panitia yang kelihatannya tampak bungah, mengingat:”Kalau tak salah, ini rekor terbesar untuk Masagi 72 bisa berkumpul sebanyak ini. Tujuannya, hanya satu mempererat tali silaturahim di antara kita”, urai salah satu panitia menjelang  akhir acara ini.

Cerita Masa Lalu

Masagi 72 aaa

Sebelum ditutup reportase ini, tak lengkap rasanya bila dari sebuah pertemuan alumni tak menyerap sedikit  kisah lucu atau pilu dari masa lalu mereka. Terekam di antaranya, disela-sela riuh-rendah para alumnus dengan gurunya pada pertemuan ini, masih ada yang nyeletuk – Bu Sri, ini ada yang pakai rok mini. Pak Landoeng, itu Si *** rambutnya gondrong, ayo digunting saja. Ibu Djuharti, Si *** tadi merokok di WC.  Tentu saja, celetukan spontan yang menggoda ini menimbulkan derai tawa berkepanjangan di antara mereka.  “Duh, itu cerita masih ada saja”, kata alumnus yang jadi sasaran celetukan usil.

Lainnya, ada yang berterus terang Gotot Soegioto (60) yang kini tinggal di Jl. Gemini Bandung. Menurut penuturannya Ia pernah kena straap oleh Pak Landoeng kala di kelas II e. Penyebabnya karena apes, saja. Ketika Pak Landoeng sedang menulis di papan tulis, tiba-tiba Ia berbalik ke arah murid:”Ada kakapalan kertas tepat jatuh ke arah saya. Seketika, saya malah disuruh keluar kelas. Benar-benar sial, padahal bukan saya pelakunya. Peristiwa ini sampai sekarang masih saya ingat terus …”.

Tatkala dikonfirmasi kisah sial Gotot tadi ke Pak guru Landoeng:”Waduh, 43 tahun lalu mana saya ingat. Kalau Gotot tidak bersalah, sayalah yang minta maaf sekarang ini. Biar fair dan clear, tunjukkan siapa dong yang melempar kakapalan itu?!”, begitu katanya dengan nada serius tanpa bermaksud ngabodor, sambil siap-siap menggowes sepeda “Oemar Bakrie” dari Dago ke Jalan Libra di daerah Turangga kota Bandung. (HS/dtn). 

Add a comment

Wow, Musisi Eros Djarot “Badai Pasti Berlalu” Luncurkan Album Religi 'Nabiku Cintaku"

Eros1

DestinasiaNews Bayangkan, musisi senior Eros Djarot sejak 1984 tidak pernah merilis album musiknya. Kejutannya, pada Jumat (24/6/2016) Ia mengeluarkan album baru bernuansa religi – “Nabiku Cintaku”. Pengakuan Eros, kalau gairah bermusiknya kembali bangkit:”Setelah album Nona , saya memang belum mau membuat album baru. Anehnya setelah album

 

Nabiku Cintaku, semangat bermusik itu muncul kembali muncul …" kata Eros kala konperensi pers yang digelar di Bird Cafe  Dharmawangsa, Jakarta Selatan, yang dipadu dengan acara buka puasa bersama.dengan para awak media.

 

Sejatinya, musisi penuh talenta yang berusia 65 tahun ini pernah merilis lagu religi. Kali ini Ia merlis album  religi salah satu penyebabnya, teman Eros yang juga merupakan produser album ini, Dullah, menyarankannya kembali merulis album religi.”Juga berkat dorongan Bung Anwar Fauzi. Ia yang  membuat saya makin yakin menyusun album”

 

 Ternyata, ada alasan lain yang cukup menyentak:”Saya merasa gelisah dengan sekelompok penduduk Indonesia yang mengatasnamakan Islam tapi masih bertindak sebaliknya, penuh dengan kekerasan", itu ujarnya penuh nuansa politis.

 

Adapun kekerasan yang dimaksud menyangkut maraknya penindasan dan pemaksaan terhadap yang pihak berbeda pendapat atau berbeda agama.


"Orang-orang yang melakukan itu bukan orang Islam. Islam itu cinta damai, bukan kekerasan. Makanya saya berharap album religi ini dapat menyampaikan pesan pengingat kebaikan," kata Eros.

 

Musisi sekaligus politikus ini juga ingin mengajak penggemar musik untuk merasakan apa yang ia rasakan dan pahami tentang kebesaran Tuhan. "Album ini sekaligus bentuk terima kasih, cinta dan kerinduan saya atas segala hal yang berhubungan dengan Sang Khalik," katanya dengan penuh penghayatan.

 

Dalam album Nabiku Cintaku , Eros tidak bernyanyi sendirian. Ia menulis lagu yang juga dinyanyikan oleh musisi lain. Mereka itu di antaranya Gilang Samsoe, Fryda Lucyana, dan Mustafa (Debu) dengan Label Musiknya Gookil Managemen, yang diproduseri oleh A. Jufri dan E. Djarot. Hebatnya, hanya dalam waktu seminggu, pria berusia lebih dar setengah abad ini menyusun delapan lagu untuk masuk dalam album religinya.

 

Siapa Eros Djarot ?

 

Eros2Bagi generasi muda era 2016-an, banyaklah yang bertanya – Siapa Eros Djarot? Ini dia sepotong infonya. Sepanjang karier bermusiknya, pria kelahiran Banten ini telah merilis tiga album, yaitu Resesi (1981), Metropolitan (1984), dan Nona (1984).

 

Lainnya ada enam album lagu tema film yang dibuatnya, yaitu Kawin Lari (1975), Badai Pasti Berlalu (1977), Usia 18 (1981), Ponirah Terpidana (1984), Secangkir Kopi Pahit (1986) dan Tjoet Nja' Dhien (1988). Ia juga sempat menyutradarai film Tjoet Nja' Dien (1988) yang sempat menjadi nominasi kategori Best Foreign Language Film di Academy Award.

 

Ditanya mengenai ekspektasinya, Eros dengan jujur mengatakan kurang begitu yakin kalau album Nabiku Cintaku bisa menandingi kepopuleran album Badai Pasti Berlalu.
Tapi, Eros mengaku tidak pernah memusingkan soal itu, karena merasa ada keistimewaan tersendiri dalam setiap karyanya.

 

Sampai saat ini, album Badai Pasti Berlalu memang masih dianggap sebagai salah satu album musik yang paling legendaris di Indonesia. Album tersebut sampai dirilis ulang sebanyak tiga kali. Saking populernya, komposer Erwin Gutawa bahkan membuat ulang album itu pada 2000. Sudah paham destiners, siapa Oom Eros Djarot ? (BS/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01606090
Hari ini
Kemarin
2131
1289