Abah Landoeng, Tjatatan Sana-sini (2) Bersama Dewi Sandra

altss6DestinasiaNewsKata berkait tentang tentang Abah Landoeng yang mengganjal, sememangnyah ada hubungan apa dengan Dewi Sandra itu? Selidik punya selidik, dua pribadi ini punya pesona masing-masing, ternyata. Abah Landoeng adalah legenda hidup, sejak jaman penjajahan Belanda (kelahiran 1926 !), pendudukan Jepang, Kemeredekaan RI, hingga ingar-bingar jaman serba gadget masa kini.

altss5Yang hebat, pengagum Sukarno yang cukup kritis mengatasi segala jaman mulai era benjal-benjol di republik ini, tetaplah hidup dengan segala kebersahajaannya. Di salah satu ujung kisahnya, sempat menjalin persahabatan secara fenomenal dengan aikon masa kini Dewi Sandra.

Tak sembarangan, Abah Landoeng dalam kemasan acara yang apik di Jakarta (1/11/2015 – Amazing Muharram), sempat satu panggung selain dengan Dewi Sandra yang fenomenal di kalangan generasi muda, juga ada di antaranya Ust Felix Siauw, Ust Bachtiar Nasir, Peggy Melati Sukma, Taufik Ismail (Sastrawan), Ust Fatih Karim, KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat) dan Special Concert Performance : Opick Tombo Ati.

Kala itu lebih dari 1.500-an peserta pada even ini yang setiap orangnya bertiket seharga jutaan rupiah, mengagumi banyak hal dari perjuangan hidup Abah Landoeng. “Kami terkagum-kagum pada perjuangan Abah bersepeda ke Mekkah pada usia 70-an di tahun 1994 – 1997 setelah berkeliling Indonesia”, begitu seru banyak orang di gedung Menara 165 di Jakarta Selatan. “Nah, hubungan Abah dengan Dewi Sandra itu, seperti itulah. Ia seperti anak sendiri”, kata Abah usai sepanggung mengisahkan hal-hal yang menginspirasi banyak orang.

Personalitas Abah Landoeng yang multi facet, tampak nyata menginspirasi kalangan muda dari berbagai pelosok kala sepanggung bersama aikon nasional lainnya. “Banyak hal kami petik akan kehidupannya. Termasuk kegigihannya melawan korupsi dengan caranya yang unik. Ternyata, jujur itu hebat, ada di diri Abah Landoeng …”, komentar pasangan Yanto (27) dan Fenti (24) asal Tangerang Selatan peserta Amazing Muharram.

Believe or Not ?

altss7Nah, ini dia satu dimensi lain lagi dari Abah Landoeng yang “sukar” dipahami untuk jaman kini. Ternyata, diam-diam Ia sudah lama menjadi andalan para EO – event organizer maupun WO – wedding organizer di berbagai kota. Mau tahu profesi sampingan Abah Landoeng , yang saingan maupun partnernya tak lain dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) – tak lain memberikan ketenangan bagi penyelenggara kegiatan di luar ruang dari curahan hujan! “Abah terapkan kemampuan ini hanya untuk membantu. Yang Maha Kuasalah yang mewujudkannya. Abah sendiri hanyalah perantara. Basisnya, bolehlah dikatakan believe it or not. Selain itu, ya kearifan lokal kita dan terapan dari geofisika”, ujar pensiunan guru matematika dan fisika di beberapa sekolah di Bandung, sembari mengeluarkan aneka sisa dokumen dari berbagai pengelanaannya ke seantero buana.

Uniknya, oleh seorang mahasiswa S-3 dari Unpad jurusan Satra Sunda, kemampuan Abah Landoeng ini sedang dalam kajiannya pada era 2016 ini. “Entah tahu dari mana, calon doktor ini suka nutur-nutur Abah kalau berhubungan dengan EO atau WO. Abah sih terbuka saja kepada siapa pun…”, demikian ujarnya kala ditemui sedang berada di antara para pegiat WO di salah satu hotel langganannya.

“Sudah lama kami gunakan kemampuan Abah Landoeng ini. banyak orang tahu. Akurasinya? Makanya, kami minta bantuannya setiap ada kegiatan luar ruang sampai sekarang, itulah buktinya”, seru Agus salah satu pegiat WO di Bandung. Bersambung Bung… (HS/SA/dtn)

 

Baca juga :

Abah Landoeng, Tjatatan Sana-sini (1) HUT RI ke-71 Bersepeda dari Bandung ke Gunung Rinjani, NTB Lombok, Bersama Komunitas RAN

Add a comment

Masagi 72, Alumni SMPN V Bandung Meriung di Golf Course Dago Heritage 1917 – Wow, 43 Tahun Tak Jumpa …

Masagi 72 aa

DestinasiaNewsEmpat dekade lebih, tepatnya 43 tahun setelah lulus dari SMPN V Bandung tahun 1972, meriung sekitar 111 alumni yang punya nama spesial Masagi 72. Mereka yang meriung itu kembali berada di  Golf Course Dago Heritage 1917 Bandung (13/8/2016).  Terbayanglah, bagaimana riuh dan haru suasana pertemuan ini. Dulu kala remaja, jadi rekan seiring-sejalan, kini bertemu lagi dalam kisaran usia sepuluh tahun lebih dari setengah abad – terus terangnya, mendekati atau di seputar “kepala enam”.

“Paling jauh kali ini datang dari negeri Swiss, namanya Mardialina. Ia aktif merancang pertemuan ini jauh-jauh hari. Kawan-kawan makin bersemangat hadir di pertemuan ini”, papar Dwi Kurnianto yang akrab disapa Yanto. Belakangan Yanto  ini yang dulu tinggal di Jl. Diponegoro No. 1 Bandung, didaulat oleh rekan-rekannya sebagai Ketua Masagi 72 untuk masa waktu seumur hidup!

“Yah,  mereka ini suka seenaknya saja bikin keputusan. Persis seperti waktu di SMP dulu. Saya terima sajalah demi ngaraketkeun duduluran …”, kata Yanto yang kata rekan-rekannya sudah kondang sifat mengayominya. 

Masagi Boleh dong pose gini DSC 0075

Pertemuan kali ini yang digagas sekitar 20 anggota panitia, punya tema khusus “Ngaraketkeun duduluran, mapag kamulyaan”.  Sejak Sabtu sore itu, praktis itu hingga malam hari berlangsung temu kangen penuh suka cita dan haru. “Tak nyangka Noortje yang baru sembuh dari sakit bisa datang. Ini bikin bahagia semua”, seru kawan-kawan Noortje yang hadir sejak sore.

Pertemuan langka ini sepertinya tak disia-siakan, dalam banyak kesempatan mereka saling mengabadikan diri dengan aneka gaya. “Sok atuh kamu difoto pakai frame Masagi 72.  Kapan lagi kita seperti ini. Keun bae, seuseuheun jeung kumbaheun di imah, pohokeun sakeudeung mah.  Paling oge incu anu merindukan kita ”, kata beberapa alumnus dengan nada saling mengganggu.

“Persis, kawan ini mah kayak dulu suka usil sama kita-kita”, timpal yang lainnya dengan gembira disela-sela saling  menanyakan kondisi masing-masing. “Sudah berapa cucu ?  Kamu masih suka nakal kayak dulu, masih suka ganggu teman, sekarang kebiasaan itu diturunkan sama cucu ya ? Tinggal di mana sekarang ? Masih aktif, atau sudah pensiun sekarang?” itulah mayoritas kata-kata saling sapa, terdengar di antara perbincangan full  bernuansa melepas rindu – ngaraketkeun duduluran. “Yang dulu suka musuhan, sekarang damai … sok sok sok salaman”, kata seorang alumnus yang kini rata-rata sudah meninggalkan dunia hitam, alias rambut telah beruban! Yang jelas ketika muncul kata musuhan, seketika semua tergelak – mungkin mengingat masa lalu yang indah itu. “Kumpul seperti ini jadi asa balik ka jaman baheula …”.

Masagi 72 a

Yang Resmi itu …

Uniknya, pihak panitia yang katanya bersusah payah merancang acara ini, pada tahap awal kala memulai acara pada pukul 18.30 WIB sempat kesulitan untuk memulainya. “Saya datang dari jauh, meni hese ieu ngarahkeun teman-teman memulai acara. Semua pada bikin acara sendiri-sendiri. Tapi, wajarlah saya juga sangat senang dengan pertemuan ini”, ujar Mardialina yang berulang-ulang memanggil semua peserta untuk fokus memulai acara.

Singkat kisah, usai kerinduan di antara para alumnus mereda, ditambah dua guru SMPN V Bandung Ibu Djuharti dan Ibu Sri telah hadir, setelah yang pertama Pak Landoeng (9l) yang sejak sore hari berada di lokasi. Uniknya, Pak Landoeng itu datang bersepeda dari kediamannya di Jalan Libra lll Bandung, maka dimulailah acara resmi pertemuan ini.  

Masagi Marlianda DSC 0241Kejutan lainnya, makin lengkaplah ketika rekan angkatan  Masagi 72 yang kini berkarir sebagai anggota DPR RI,  Sodik Mudjahid hadir  menyambangi rekan seangkatannya. Sodik dalam pertemuan ini sempat memberikan “kultum” – “Hikmah dari pertemuan ini, sejenak mari kita renungkan, sudah cukupkah bekal kita bila dipanggil kelak oleh Nya ?”, itu kutipan paparannya dari Pak Uztad Sodik.      

Berlanjut acara resmi lainnya, sesi ucapan terima kasih kepada tiga perwakilan guru SMPN V Bandung. Suasananya berlangsung haru selepas Ibu Djuharti mengucapkan kata sambutan yang menyentuh : ”Terima kasih kalian masih ingat dengan kami para guru. Inilah karunia Tuhan, hingga detik  ini kita masih bisa berkumpul. Sebagian di antara kita pun telah pergi meninggalkan kita, semoga amalnya diridhoi oleh Tuhan YME”, ini lagi secuplik kata sambutan, yang sesudahnya melihat penayangan melaui proyektor siapa-siapa saja yang telah pergi mendahului itu. “Itu tadi almarhum, sering satu angkot dan belajar bersama dengan saya”, jelas seseorang kala melihat tayangan nama rekannya yang telah tiada.

Yang Semarak itu

Usai sesi acara “resmi”, kembalilah pertemuan yang bernuansa suka-duka dan haru–rindu ini, menggelar rupa-rupa ajang semarak mulai dari parade fashion show, line dance, jaipongan dan dangdutan, aneka quiz dan tebak-tebakan lagu-lagu djadoel.

“Nah ini baru temu alumni yang sangat sangat berkesan. Semua ikut menari dan bergembira seperti kita kita dahulu, selalu kompak”, kata beberapa alumnus yang tak putus-putusnya mengabadikan momen jeprat-jepret sana-sini – “Buat oleh-oleh ke anak cucu di rumah. Bahwa bapaknya atau kakeknya, masih bisa berpesta seperti anak muda sekarang”, kata seorang alumnus yang diamini banyak rekannya.

“Harapannya, tahun depan atau beberapa tahun lagi acara serupa akan digelar lagi. Tempatnya bisa dimana saja”, kata beberapa panitia yang kelihatannya tampak bungah, mengingat:”Kalau tak salah, ini rekor terbesar untuk Masagi 72 bisa berkumpul sebanyak ini. Tujuannya, hanya satu mempererat tali silaturahim di antara kita”, urai salah satu panitia menjelang  akhir acara ini.

Cerita Masa Lalu

Masagi 72 aaa

Sebelum ditutup reportase ini, tak lengkap rasanya bila dari sebuah pertemuan alumni tak menyerap sedikit  kisah lucu atau pilu dari masa lalu mereka. Terekam di antaranya, disela-sela riuh-rendah para alumnus dengan gurunya pada pertemuan ini, masih ada yang nyeletuk – Bu Sri, ini ada yang pakai rok mini. Pak Landoeng, itu Si *** rambutnya gondrong, ayo digunting saja. Ibu Djuharti, Si *** tadi merokok di WC.  Tentu saja, celetukan spontan yang menggoda ini menimbulkan derai tawa berkepanjangan di antara mereka.  “Duh, itu cerita masih ada saja”, kata alumnus yang jadi sasaran celetukan usil.

Lainnya, ada yang berterus terang Gotot Soegioto (60) yang kini tinggal di Jl. Gemini Bandung. Menurut penuturannya Ia pernah kena straap oleh Pak Landoeng kala di kelas II e. Penyebabnya karena apes, saja. Ketika Pak Landoeng sedang menulis di papan tulis, tiba-tiba Ia berbalik ke arah murid:”Ada kakapalan kertas tepat jatuh ke arah saya. Seketika, saya malah disuruh keluar kelas. Benar-benar sial, padahal bukan saya pelakunya. Peristiwa ini sampai sekarang masih saya ingat terus …”.

Tatkala dikonfirmasi kisah sial Gotot tadi ke Pak guru Landoeng:”Waduh, 43 tahun lalu mana saya ingat. Kalau Gotot tidak bersalah, sayalah yang minta maaf sekarang ini. Biar fair dan clear, tunjukkan siapa dong yang melempar kakapalan itu?!”, begitu katanya dengan nada serius tanpa bermaksud ngabodor, sambil siap-siap menggowes sepeda “Oemar Bakrie” dari Dago ke Jalan Libra di daerah Turangga kota Bandung. (HS/dtn). 

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01696244
Hari ini
Kemarin
615
1682