Wow, Musisi Eros Djarot “Badai Pasti Berlalu” Luncurkan Album Religi 'Nabiku Cintaku"

Eros1

DestinasiaNews Bayangkan, musisi senior Eros Djarot sejak 1984 tidak pernah merilis album musiknya. Kejutannya, pada Jumat (24/6/2016) Ia mengeluarkan album baru bernuansa religi – “Nabiku Cintaku”. Pengakuan Eros, kalau gairah bermusiknya kembali bangkit:”Setelah album Nona , saya memang belum mau membuat album baru. Anehnya setelah album

 

Nabiku Cintaku, semangat bermusik itu muncul kembali muncul …" kata Eros kala konperensi pers yang digelar di Bird Cafe  Dharmawangsa, Jakarta Selatan, yang dipadu dengan acara buka puasa bersama.dengan para awak media.

 

Sejatinya, musisi penuh talenta yang berusia 65 tahun ini pernah merilis lagu religi. Kali ini Ia merlis album  religi salah satu penyebabnya, teman Eros yang juga merupakan produser album ini, Dullah, menyarankannya kembali merulis album religi.”Juga berkat dorongan Bung Anwar Fauzi. Ia yang  membuat saya makin yakin menyusun album”

 

 Ternyata, ada alasan lain yang cukup menyentak:”Saya merasa gelisah dengan sekelompok penduduk Indonesia yang mengatasnamakan Islam tapi masih bertindak sebaliknya, penuh dengan kekerasan", itu ujarnya penuh nuansa politis.

 

Adapun kekerasan yang dimaksud menyangkut maraknya penindasan dan pemaksaan terhadap yang pihak berbeda pendapat atau berbeda agama.


"Orang-orang yang melakukan itu bukan orang Islam. Islam itu cinta damai, bukan kekerasan. Makanya saya berharap album religi ini dapat menyampaikan pesan pengingat kebaikan," kata Eros.

 

Musisi sekaligus politikus ini juga ingin mengajak penggemar musik untuk merasakan apa yang ia rasakan dan pahami tentang kebesaran Tuhan. "Album ini sekaligus bentuk terima kasih, cinta dan kerinduan saya atas segala hal yang berhubungan dengan Sang Khalik," katanya dengan penuh penghayatan.

 

Dalam album Nabiku Cintaku , Eros tidak bernyanyi sendirian. Ia menulis lagu yang juga dinyanyikan oleh musisi lain. Mereka itu di antaranya Gilang Samsoe, Fryda Lucyana, dan Mustafa (Debu) dengan Label Musiknya Gookil Managemen, yang diproduseri oleh A. Jufri dan E. Djarot. Hebatnya, hanya dalam waktu seminggu, pria berusia lebih dar setengah abad ini menyusun delapan lagu untuk masuk dalam album religinya.

 

Siapa Eros Djarot ?

 

Eros2Bagi generasi muda era 2016-an, banyaklah yang bertanya – Siapa Eros Djarot? Ini dia sepotong infonya. Sepanjang karier bermusiknya, pria kelahiran Banten ini telah merilis tiga album, yaitu Resesi (1981), Metropolitan (1984), dan Nona (1984).

 

Lainnya ada enam album lagu tema film yang dibuatnya, yaitu Kawin Lari (1975), Badai Pasti Berlalu (1977), Usia 18 (1981), Ponirah Terpidana (1984), Secangkir Kopi Pahit (1986) dan Tjoet Nja' Dhien (1988). Ia juga sempat menyutradarai film Tjoet Nja' Dien (1988) yang sempat menjadi nominasi kategori Best Foreign Language Film di Academy Award.

 

Ditanya mengenai ekspektasinya, Eros dengan jujur mengatakan kurang begitu yakin kalau album Nabiku Cintaku bisa menandingi kepopuleran album Badai Pasti Berlalu.
Tapi, Eros mengaku tidak pernah memusingkan soal itu, karena merasa ada keistimewaan tersendiri dalam setiap karyanya.

 

Sampai saat ini, album Badai Pasti Berlalu memang masih dianggap sebagai salah satu album musik yang paling legendaris di Indonesia. Album tersebut sampai dirilis ulang sebanyak tiga kali. Saking populernya, komposer Erwin Gutawa bahkan membuat ulang album itu pada 2000. Sudah paham destiners, siapa Oom Eros Djarot ? (BS/dtn).

Add a comment

Wachdach

Add a comment

Musik 7 Titik – Butterfield Music Frontyard : “Parantos Medal, Nayra Dharma – Female Jazz Guitarist Only Started Playing in 2015 !

NAYRA 2

DestinasiaNews “Perhatikan remaja wanita ini. Permainan jazz gitarnya luar biasa ...”, papar Dudi Nhay SS, salah satu inisiator “Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” (20/4 -29/5/2016) pada  titik terakhir ke-7 di Butterfield Kitchen Jl. Dipati Ukur Bandung. Yang spesial Dudi tak biasanya berbicara seperti ini kepada destinasiaNews sambil menepuk punggung – Apa gerangan hebatnya remaja ini? 

 

Selanjutnya mata dan kuping termasuk hati, diharuskan mencrong alias fokus ke permainan gitar jazz oleh gadis kelahiran 4 Juni tahun 2000, Nayra Dharma yang imut-imut menggemaskan. Betapa tidak? Deretan tembang sulit bagi pemain jazz standard orang dewasa pun dilahap manis dan mulus. Tentu banyak kejutan dan hentakan dari keterampilannya yang sudah masuk tahapan “piawai” dari dara seusianya. “Aduh maaf ya, tangan saya pegel”, berterus-terang Ia berkomunikasi dengan penonton usai diberi applaus panjang penuh kekaguman, pada jeda penampilannya. “Nggak apa-apa, teruskan ajah ...pegelnyah ...” , timpal penonton mengapresiasi atas  permainan fingerstyle yang amat apik.

NAYRA 1

Mau tahu, tembang jazz standard apa yang dimainkannya? Ini dia, mulai dari "Stompin' at the Savoy", "Triste" yang biasa dimainkan “jawara jazz” Antonio Carlos Jobim, "Misty" komposisi instrumentalia yang biasa dibawakan Eroll Gardner, "Quiet Nights of Quiet Stars", "Four", "I got Rhythm", dan "L.O.V.E".

Ketika berbincang dengan destinasiaNewsawak media lain, barulah tergali lebih jauh siapa dara yang punya julukan khusus di panggung Butterfield Kitchen pada hari terakhir, Minggu (29/5/2016) di pentas “Musik 7 Titik”, sebagai : Parantos medal, female jazz guitarist only started playing in 2015 !

 

“Betul kan, seperti apa kata saya tentang Nayra Dharma, hebat kan, padahal baru satu tahun lebih fokus belajar gitar ?”, itu kata Dudi Nhay SS usai mengapresiasi gelarannya. Dipikir lebih jauh, memang “buah tak jatuh dari pohonnya”.  Nayra Dharma adalah putri dari Pra Budidharma, Bassist Krakatau Band yang sudah lama malang-melintang di dunia jazz.

 

NAYRA 3

Ngadegdeg

“Dulu mah, saya tak begitu nggeuh dengan jazz gitar. Apalagi papa kan sarankan Aku kursus drum sama piano. Sekarang Aku sekolah di ‘home schooling’ Taman Sekar Bandung. Jadi punya banyak waktu perdalam jazz sama papa”, urainya dengan nada high spirit nan charming khas remaja masa kini – berterus terang tanpa beban.

 

Cerita lainnya masih menurut Nayra Dharma yang bersaudara perempuan Prisciliya Pricessa, dan Pricil Priscilya lV di hadapan ibunya Jellin Roslina, Ia berkisah lancar tentang apa dan mengapa sampai-sampai “mengikuti” ayahnya : ” Waktu itu Aku sampai ngedekdek (ngadegdeg – Sunda), waktu tiba-tiba harus main gitar di TP Jazz  di Papandayan Hotel Bandung sama temen-temen papa”, sambil memperagakan jari tangan kirinya – “Ya guguplah kan semua teman main papa main jazz-nya sudah gimana gituh ?. Uniknya kala itu tuturnya – “Banyak penonton yang nanya, sudah punya album berapa, padahal belum satu pun ...”.

 

Singkat kisah Nayra Dharma yang memulai debutnya di Kota Tua Jazz Festival, TP Jazz Festival, serta Braga Jazz Walk, yang dijalaninya dalam kurun setahun terakhir lebih, kini sedang fokus menambah “koleksi” keterampilannya dari musisi jazz dunia di rumahnya. “Aku belajar banyak accord, juga perdalam swing, dan bebob, malah. Sekarang kan orang suka fusion. Padahal ini mah da jazz tahun 1950-an”.

 

Over all, memang parantos medal musisi jazz Bandung generasi baru.  Kata Nayra Dharma pula : ”Aku mau tuntaskan jazz ini, kalau bisa belajar atau kuliah di tanah kelahirannya di Amrik sana ...”.

 

 “Ini salah satu hasilnya dari Musik 7 Titik, Bandung sebagai kota musik. Kita akan kawal ini. Nayra dan adik-adik kecil maupun sebaya lainnya, adalah aset kota Bandung untuk Indonesia dan dunia”, tutur  Angga Wardhana yang tak akan kapok menggelar pentas sejenis demi memunculkan bibit baru.

prabudidarma

 

Sementara Pra Budidharma ayah Nayra Dharma, malam harinya seakan membuka karpet merah untuk putrinya dan pemusik junior Bandung lainnya, kala didaulat di atas panggung saat seremoni penutupan sebelum Hockey Hook yang punya style ska manggung, lantang mengunmandangkan credo tentang spirit musik Bandung : ”Omat edankeun, ulah diubaran. Ini tak lain maknanya, talenta Nayra Dharma dan lainnya, harus terus dipupuk ! (HS/SA/dtn)  

 

Baca juga :

Musik 7 Titik – Butterfield Music Frontyard : “Ditutup Berdarah-darah ...”, Ucap Angga Wardhana 

Musik 7 Titik – Butterfield Music Frontyard: “Makin Dekatkah ke Bandung Kota Musik?” 

Musik 7 Titik – Butterfield Music Frontyard: Lahirkan Generasi Baru Musisi Bandung 

Musik 7 Titik – Butterfield Music Frontyard: “Pamungkas Makin Asyik, Justru ...” 

“Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” – Butterfield Music Frontyard, Pamungkas Euy ...

“Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” – Jlegur Hunting Stars di Rumah Eyang Martha, Bandung 

“Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” – Hunting Stars di Rumah Eyang Martha, Bandung 

Bandung Pasti Asyiik - Omat Edankeun, Ulah Diubaran, Kata Ridwan Kamil Sembari ... 

“Bandung Pasti Asyiik ”, Dari Hati ke Hati- Pengakuan itu dari Luar 

“Bandung Pasti Asyiik ”, Dari Hati ke Hati- Tak Sekadar Reuni dan Nostalgia ... 

Bandung Pasti Asyiik – Musik Tanpa Batas: Jam Session Tanpa Waswas ...

Bandung Pasti Asyiik – Musik Tanpa Batas: Gali Musikalitas Tanpa Waswas

Tah Ieu, Bandung Pasti Asyiik - Musik Tanpa Batas di Cafe Halaman

“Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik”, The Time Bomb Blues #2: Harry Pochang & Selmabelle

Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik # 2 Musisi Bersatu, Mungkinkah

“Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik”, The Time Bomb Blues #1: Peduli untuk Sandy

Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik # 1 Tampung Aspirasi Musisi

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01692432
Hari ini
Kemarin
665
1496