9 Th Johnny Andrean Awards 2016 Bertemakan ' Futurista '

 

JA1

DestinasiaNews - Johnny Andrean Awards adalalah sebuah ajang penghargaan yang dianugerahkan kepada insan seni yang turut memajukan dunia kecantikan di Indonesia.Kali ini Johnny Andrean mengangkat tema "Futurista' yang terinspirasi dari trend fashion masa depan dan gaya hidup yang didukung dengan teknologi canggih serta pengaruh dunia maya yang signifikan.Penampilan dianggap sebagai hal penting bagi para insan seni,bahkan beberapa diantaranya banyak ditiru oleh masyarakat umum dan menjadikannnya sebagai trendsetter.Johnny Andrean Award memberikan aspirasi kepada insan seni yang turut mendorong perkembangan dunia kecantikan di Indonesia yang sangat pesat Johnny Andrean bersama team juri 'Petty  S Fatimah , Editor in ChiefFemina, Mr Emanuele,Director of Shiseido Professional, Diera Bachi , Professional Photographer , Tina Andrean ,Co- Founder of Johnny Andrean Salon memberikan penilaian bagi para  insan seni yang memiliki keunikan karakter dan citra diri dalam berpenampilan selama 2 tahun terakhir dari berbagai kategori  yang tahun ini diberikan kepada nama - nama dibawah ini.


1. Best Make Up for Female Presenter : Kimmy Jayanti, 2. Best Make Up for Female Singer : Angel Pieters, 3. Best Make Up for Actress :Marsha Timothy, 4. Best Make Up for Fashion Influencer : Alika Islamadina, 5. Best Appearance for Couple : Vino G. Bastian & Marsha Timothy, 6. Best Hairstyle for Male Presenter : Andhika Pratama, 7. Best Hairstyle for Female Presenter : Melanie Ricardo, 8. Best Hairstyle for Male Singer : Petra Sihombing, 9. Best Hairstyle for Female Singer : Andie, 10. Best Hairstyle for Actor : Derby Romero, 11. Best Hairstyle for Fashion Influencer : Anastasia Siantar, 12. Best Hairstyle for Actress : Keira Shabira, 13. Best Female New Comer : Ammar Zoni, 14. Best Male New Comer : Jessica Mila, 15. Lifetime Achievement : Kemala Motik


JA2Adapun penyelenggaraan Awards  th ini  telah memasuki yang  ke-9 kalinya Johnny Andrean Awards  diadakan   di Jakarta Convention Center  Senayan, Senin (24/10) 2016 kemarin  beberapa pasangan selebriti pun hadir untuk menghadiri ajang bergengsi tersebut antara lain Vino G Bastiandan Marsha Timothy, Jevin Julian dan Rinni Wulandari,Stefan William, Celine Evangelista, Melanie Ricardo,Tyson Lynch, Andien danIppe. Dian Sastro, Nicholas Saputra, Hamish Daud, Nino Fernandez, Ben Joshua, Cathy Sharon, Wulan Guritno, Wingky, Ario Bayu, Farah Queen, Rio Dewanto, Adinia Wirasti, Abimana, Zack Lee, Jessica Milla, Ammar Zoni


Tahun ini, Johnny Andrean Awards mengambil tema futurista. Terinspirasi dari trend lifestyle masa kini yang tidak lepas dari technology dan simplicity. Untuk hairshow kali ini, Johnny Andrean Artistic Team pun tertantang untuk menampilkan tren rambut dan make up dengan sentuhan futuristik bernuansa era digital dan didukung oleh outfit dengan tone warna white, silver, black dan gold,ujar Tina Andrean,Co - Founder of Johnny Andrean Salon


Selaian pemberian Awards juga di tampilkan Hairshow Entertainment kolaborasi 2 team Hair Stylist ,JohnnyAndrean Artistic Team dengan bangga mempersembahkan Futurista Hair Cutting Trend 2017 serta hair show bertemakan Futuristik yang terbagi menjadi 3 elemen yaitu Middle East, America dan Europe,serta persembahan elemen Asia yang dipersembahkan oleh team Shiseido Profesional.


Shiseido Beauty Top Specialist Masa Otake


Masa otake merupakan sosok dibalik penciptaan kreasi rambut dan make-up dari Shiseido tak hanya menjadi tim kreatif,ia juga terjun langsung melakukan aktifitas pemasaran koleksi hasil karyanya serta sering menampilkan live hair show performance di kota-kota seluruh dunia. Ia pernah tampil enam kali berturut - turut dalam acara gala show of the Inter Coiffure'World Congress' sebagai perwakilan dari Jepang.Teknik dan karakteristiknya sangat dikagumi.Tak hanya menciptkan karya namun juga berkontribusi dalam hal edukasi di bidang kecantikan dengan bertindak sebagai seniman,ia juga seorang Director dari Shiseido Professional Global Education. (BS/dtn)

Add a comment

Ridwan Kamil ke Dubes Inggris Minta British Council, Membuka (lagi) Small Office di Bandung

NUART 1 Copy

DestinasiaNews –Walikota Bandung, Ridwan Kamil di pembukaan UK / ID Festival di NuArt Gallery & Sculpture Park Jl. Setra Duta Raya L 6 Bandung (18/10/2016), kepada Dubes Inggris Moazzam Malik sempat meminta pembukaan kembali kantor British Council di Bandung:”Mister ambassador If possible please re-open again a small office …”, yang langsung ditepuki puluhan penonton, sebelum pertunjukan seni musik dan visual XFRMR (dibaca: transformer) karya Robbie Thomson digelar – memanfaatkan kemampuan bunyi kumparan Tesla.   

Setelahnya Ridwan Kamil menjelasan secara singkat tentang gedung pusat kreativitas yang akhir tahun 2016 direncanaan tuntas digarap. “Nanti kawula muda Bandung diharapkan dapat memanfaatkan gedung ini untuk kegiatan ekonomi kreatif”.  

NUART 2 Copy

Diketahui British Council selaku organisasi amal internasional, hadir di Indonesia sejak 1948, dan kantornya di Bandung tutup pada tahun 1980 -an. Di Inggris organisasi ini, konsisten sejak 1934 beroperasi di bidang pendidikan dan pengajaran di berbagai negara.

Uniknya, kantor British Council di Bandung walaupun telah tutup sejak 1980-an, hingga kini keberadaannya masih banyak diingat warga kota Kembang. “Dulu belajar bahasa Inggris dan sering ke perpustakaannya. Skripsi saya banyak bukunya, pinjamanan dari perpustaaan ini”, kata Ir. Rusdiawan (52) yang hadir mengantar putrinya di NuArt Gallery & Sculpture Park milik pematung Nyoman Nuarta.

Gara-gara Jokowi

NUART 3 Copy

Perihal hadirnya British Council di gallery milik Nyoman Nuarta, malam itu merupakan pembukaan UK / ID Festival 2016 yang berlangsung selama 3 bulan (18/10 – 10/12/2016) di delapan kota Indonesia – Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Ubud, Solo, Medan, dan Padang. Festival ini melibatkan 33 organisasi kesenian dan pelaku seni asal Indonesia, juga melibatkan 26 seniman asal Inggris. “Pelibatan seniman ini, amatlah bermanfaat untuk terbinanya kesepahaman antar generasi di dua negara. Kecenderungan masa kini, seni itu bisa membebaskan dan mencerahkan kita”, ucap Rini, putri dari Ir. Rusdiawan pengagum kelompok Kero Kero Bonito yang akan tampil di Jakarta di festival ini pada 19 November 2016.    

NUART 4 Copy

Dubes Inggris, Moazzam Malik yang fasih berbahasa Indonesia, didampingi Direktur British Council di Indonesia, Paul Smith OBE, serta Direktur Seni dan Industri Kreatif British Council di Indonesia, Adam Pushkin, menyatakan:“Sejatinya, terselenggaranya festival ini berkat kunjungan Presiden Jokowi ke Inggris pada April 2016 lalu. Program kali ini dalam bentuk pertukaran seni. Rencananya, berlangsung untuk tiga tahun  ke depan. Semoga generasi muda di dua negeri ini dapat manfaatkanlah ajang ini …”. (HS/SA/dtn)  

Add a comment

Musica Studios Merilis Orange Album by D'MASIV

dMasiv

DestinasiaNews - Di penghujung akhir tahun 2016  ini Group Band D'MASIV kembali merilis karya terbaru lewat album kelima dengan judul nama band mereka. Album terbaru ini mengangkat energi lama mereka dari album pertama."Memang di album kelima ini kita sudah sesuai dengan visi dan misi kita sebelum merekam album ini kita sempat ngomong sama Bu Acin (produser label Musica Studios) kalau kita ingin energinya di album pertama," kata Ryan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016) kemarin.


Kembalinya energi lama tersebut diakui juga oleh Rama gitaris. Lewat saran produser ia mengaku secara tak sadar bisa merasakan energi lamanya.


"Prosesnya itu bener banget enggak tahu kenapa enerji itu balik lagi ke d'Masiv, jadi berkat kita minta saran masukan Bu Acin, terus pada saat pengerjaan album kelima ini secara enggak sadar energinya balik lagi," tambah Rama.


Kiki melengkapi kalau proses pembuatan album d'Masiv tersebut berjalan selama tiga bulan. Ia mengatakan kalau mereka telah lama mengumpulkan lagu-lagu untuk album ini.

"Kalau prosesnya sih dari ngumpulin demo sampai rekaman sekitar tiga bulan. Tapi lagu-lagunya sudah kita kumpulin dari beberapa tahun juga dari album keempat. Benar-benat menikmati sekali," lengkap Kiki.


Album d'Masiv terdiri dari 10 lagu yaitu Di Bawah Langit yang Sama, Mengetuk Pintu, Dengarlah Sayang, Jeda, Melodi, Perhatian Perhatian!,  Tak Punya Nyali, Teman Makan Teman, Single, dan Bersama Dalam Cinta. Album kelima ini turut merilis video klip lagu Dengarlah Sayang dengan versi kamera 360 derajat.


Di tempat yang sama Rini Hestrinalia GM Marketing PT  Alfa Midi Utama Indonesia Tbk, Alfamidi mengatakan, DMasiv kali ini bekerjasama dengan Alfamidi akan manggung ke 50 gerai dalam satu hari.


D’MASIV dengan album ini  akan promosi terbanyak dan akan  panggil MURI untuk mengukuhkan di 50 outlet Alfamidi dalam satu hari ungkap Rini


Rini menambahkan rencananya performance. D’MASIV akan performance medley dua lagu selama satu hari di 50 outlet. Dengan ini MURI siap mengukuhkan rekor terbaru, dan rencananya mereka akan memecahkan rekor MURI ” papar Rini


D’MASIV  rencananya digelar pada November di gerai sekitar Jakarta Barat dan sekitarnya mulai pukul 06.00 – 21.00 WIB. Rencananya yang gampang yaitu dengan Mobile jalur  rute yang searah 5 menit kali 50 outlet Alfamidi 

Dan tentunya bantuan mobile stage dan kendaraan bermotor,  terus konsep akan mobile stage untuk megurangi teknis perfom.

 

D’MASIV akan perfomance manggungya di atas mobil sendiri. Mereka jalan ke jalan-jalan lain. Rencananya  ada empat set mobile stageMobile stage pertama akan pindah ke titik ke lima dan selanjutnya,” jelas Rini.

 

Rini menambahkan, Dalam kedepannya di harapkan tentunya memberikan apresiasi ke pelanggan konsumen Alfamidi  di seluruh Indonesia menjual CD D’MASIV yang original  biasanya dapatkan CD D’MASIV di toko-toko musik yang jauh dari jangkauan rumah , nach di Alfamidi pun sudah tersedia. Dan  bilang ke pelanggan setia Alfamidi yang menyenangi musik bisa membeli Album terbaru D’MASIV  ada di Alfamidi. Karena dengan adanya CD D’MASIV di Alfamidi lebih permudah untuk  Setiap pelanggan yang ingin belanja CD D’MASIV ada dekat meja kasir udah terlihat CD D’MASIV dan bagi yang penasaran dan blm memiliki orange album silahkan datangi @alfamidi_ku , Yuk support musik dan musisi indonesia dengan beli CD yang asli pungkas Rini. (BS/dtn).

Add a comment

TP Jazz Bandung Festival 2016 – Kukuhkan (Lagi) Kiblat Jazz Nusantara

Dtn TP Jazz 1 Copy

DestinasiaNews – Upaya keras para ponggawa jazz di , kota Kembang Bandung, seakan mau membetot dan mengukuhkan lagi - Bandung sebagai The Address of Jazz di Nusantara. Cita-cita ini bukan tanpa alasan. Ridwan Kamil, Walikota Bandung, pernah menasbihkan ujarannya pada 31 Oktober 2015 sekaitan TP (The Papandayan) Jazz Bandung Festival 2015 digelar. Kala itu, hadir sekitar 3000-an penonton dari segala usia.

Kali ini (10/10/2016) Bobby Remaldi, GM Hotel The Papandayan di Mirten Lounge Jl. Gatot Subroto No 83 Bandung,  berencana selama enam hari (24 -29/10/2016) menggelar pentas jazz beridentitas TP Jazz Bandung Festival 2016 (TPJBF), tak sekedar silaturahim antar musisi dengan penonton dan pecinta musik umumnya:”Ada bincang musik serius dan santai, edukasi, juga pasar jazz yang unik . Bandung kan, sejak dulu kiblat jazz di Nusantara ...”.

Mau tahu apa dan siapa dibalik pentas jazz seminggu itu? Pemerakarsanya selain dari pihak The Papandayan Hotel, ada nama-nama beken di dunia musik jazz kota Kembang yang kental dengan improvisasi – sebut saja Hari Pochang, Venche Manuhutu, dan Aat Suratin. “Yang menarik di sini ada sisi edukasinya, tak sekedar manggung dan ditonton orang. Harapannya, terjadi interaksi yang mencair antar pengapresiasi jazz”, terang Venche yang kondang sebagai guru musik jazz di Bandung.

Dtn TP Jazz 2 Copy

Deretan musisi Jazz kondang, ada sekitar 40-an akan memeriahkan TPJBF 2016, di antaranya: Indra Lesmana Keytar Trio,  Monita Tahalea,  Jamie Aditya, Like Father Like Son : Benny & Barry Likumahuwa, Dwiki Dharmawan Quintet, Idang Rasjidi The Red Code Manajement, Oele Pattisselanno Trio, Ermy Kullit, Rio Moreno, Tiwi Shakuhachi, Bonita & the HUS Band, Jilly Likumahuwa Quartet, Dira Sugandi & Sri Hanuraga, Indro Harjodikoro, Simak Dialog, NEWB, Tjut Nyak Deviana Quartet, Trio Gitar, Blues Libre, Ginda Bestari, KSP, Continuum, Afa Trio & 5 Petani, Dennis Junio Quartet, Indra Aryadi Ruang Akustik, Imelda Rosalyn & Friends, DKSB, Pineapple Corner, Yuri Mahatma, Yuyun George, Boa & Jane, David Manuhutu, Ottie Jamalus & Yance manusama, Ary Juliant, Straight Ahead Feat, Arief Setiadi, Tanya, Bluesteel Feat Erlan Effendy. Musisi luar negeri pun ada, katanya akan menjadi ajang saling tukar informasi dan skill, tentunya.

Pendukung untuk sesi edukasi jazz, ada di antaranya Venche Music School,  Etuzi Big Band, dan lainnya. “Ada masa-masa penonton atau pecinta musik bisa berkontak-ria secara pribadi atau groep musisi jazz. Ini biasanya yang banyak diburu orang”, papar Hari Pochang yang kondang disebut – Pelari marathon blues dan jazz yang tak pernah lelah  memanggungkan musisi urang Bandung dan sekitarnyah!

Lainnya, ada praktisi dan musisi jazz yang akan memberi aneka kiat bermusik jazz secara profesional maupun untuk sekedar hobi. Tokohnya, siapa lagi kalau bukan Dwiki Dharmawan, Dwi Cahya Yuniman, Imelda Rosalin, Eq Poeradireja, dan Frans Sartono. “Mereka ini layaknya ikan di dalam air. Kita mah da cuman juru tulis alias pewarta”, seru Gun, salah satu peliput pada konpers di Mirten Lounge.

Nah, soal tiketnya yang termasuk makanan dan minuman, hanya dipatok Rp. 100.000/orang/hari, untuk gelaran pada tanggal 24 -28 Oktober 2016. Khusus puncak acara, hanya bergeser sedikit menjadi Rp. 150.000/orang, ini untuk Sabtu, 29 Oktober 2016. Tempatnya? Semua di The Papandayan, Jl. Gatot Subroto No.83, Bandung.  Kata penyelengara, sebaiknya daftarkanlah nama kita sesegera mungkin. “Agar Anda tak kehabisan”, tutup Hari Pochang sembari mempersilahkan para pewarta menikmati sajian unik “jazz on the street” dari Etuzi Big Band yang katanya mau mengukuhkan lagi kota Bandung sebagai kiblat jazz Nusantara. Bisakah? Semoga ya ? (HS/SA/dtn).

Dtn TP Jazz 3 Copy

Add a comment

De’javoo Entertainment , Menggelar “Mimpi” - Drama Musikal Kabaret Bertema Kewirausahaan & Pertama di Nusantara !

DEJAVU 1

DestinasiaNews – Otomatis, dengan munculnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), bangsa Indonesia seharusnya lebih terpacu dan lebih giat memunculkan industri baru. Kita tahu, berbagai sosialisasi telah dilakukan melalui seminar, penyuluhan, business plan competition dan lainnya. Sayangnya,  hal ini masih belum mampu menyampaikaninti pesan ini secara utuh di Indonesia, khususnya ke kalangan muda. Padahal, kini banyak sekali media sosial yang dapat dimanfaatkan untuknya Salahsatunya melalui optimalisasi audio dan visual dalam bentuk pertunjukan panggung.

Tahun 2016, Dejavoo Entertainment yang eksis sejak 2008 berprakarsa menggelar pagelaran drama musikal kabaret bersama ekstrakulikuler teater atau kabaret SMP dan SMA se Kota Bandung. Tema-nya, tentang kewirausahaan. Pagelaran ini merupakan yang pertama mengusung tema unik ini. Tempatnya, di Dago Tea House 24 September 2016.

DEJAVU 2Menurut penyelenggara, pertunjukan ini kelak dibagi menjadi empat sesi,dimainkan oleh kelompok ekstrakulikuler SMAN 11 Bandung ( Teater Nuansa ), SMA BPI 1 Bandung ( New Kabisa ), SMPN 11 bandung ( Sentinel ), SMPN 28 Bandung ( Bakat Parodies ).

Setiap pagelaran, berdurasi 1 jam 20 menit. Kisahnya menceritakan tentang seorang wanita bernama Yuyun yang bekerja di sebuah perusahaan bernama PT. Mimpi Sejahtera. Ini perusahaan besar yang mengkoordinir pengemis–pengemis palsu. Tujuan “melenceng” perusahaan ini - meraih keuntungan dengan cara yang keliru baik secara etis maupun praktis.

DEJAVU 4

DEJAVU 3Dalam kisahnya, Yuyun bertemu dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah dan anak, yaitu Pak Anwar dan Tama seorang wirausahawan yang bergerak dibidang makanan. Pak Anwar beserta Tama berjualan Pempek (mpek-mpek) hitam. Mereka itu pedagang sederhana yang berusaha konsisten untuk berjualan. Masih dalam kisah ini, Yuyun akhirnya mengalami konflik batin  - perlahan Ia melihat kebaikan dari Pak Anwar, sekaligus mulai menyadari, yang Ia lakukan sesuatu yang keliru.

Mengocok Perut

DEJAVU 5

Proses penggarapan drama musikal ini, secara utuh digarap olehkawula muda yang tergabung pada kegiatan kabaret di Bandung. Uniknya, konsep pertunjukan ini hanya dimiliki oleh Dejavoo  - parodi khas kota Bandung. Dijamin akan mengocok perut para penonton. Pasalnya, alur ceritanya ringan, namun sarat pesan bagi kawula muda. “Seueur bodorna, pastina oge”, kata beberapa penggemar kabaret di Bandung. .

Menurut Presiden Director Dejavoo Entertainment, Billi Sandi Pratama, kisah ini  wajib ditonton oleh warga Bandung. “Ada dua pesan kuat dalam cerita ini, apa pun kesulitan kita selama kita mampu berjuanglah, serta berusahalahsebaikmungkinjangan sampai meminta – minta”, pungkasnya sambil menunjukkan jadwal pertunjukan dan jadwal latihan para pemainnya.

“Ok, menurut saya sih cukup menarik, karena di dalam ceritanya mengandung banyak arti dan edukasi,..cieee haha, cerita ini pun memicu para penonton untuk menjadi orang yang lebih baik, yaa seru banget pokoknya sih..hahaha.. inget ya di dalam cerita tadi bahwa tangan diatas lebih baik dari pada tangan di bawah jadi usaha apapun yang kalian kerjakan, akan ternilai lebih baik jika kita ikhlas menjalankanya, keren banget, sekali lagi... lope lope pokonya” ujar dewi mojang cantik yang baru saja lulus SMA di kota bandung usai menonton kabaret Mimpi. (SA/rls).

DEJAVU 6

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

destinasiaNews – Ada kisah unik, dari kuliner legenda di Kota Bandung. Ini sudah ada lho, semenjak era Kemerdekaan RI pada tahun 1945...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Pengunjung

02342462
Hari ini
Kemarin
226
3030