TP Jazz Bandung Festival 2016 – Kukuhkan (Lagi) Kiblat Jazz Nusantara

Dtn TP Jazz 1 Copy

DestinasiaNews – Upaya keras para ponggawa jazz di , kota Kembang Bandung, seakan mau membetot dan mengukuhkan lagi - Bandung sebagai The Address of Jazz di Nusantara. Cita-cita ini bukan tanpa alasan. Ridwan Kamil, Walikota Bandung, pernah menasbihkan ujarannya pada 31 Oktober 2015 sekaitan TP (The Papandayan) Jazz Bandung Festival 2015 digelar. Kala itu, hadir sekitar 3000-an penonton dari segala usia.

Kali ini (10/10/2016) Bobby Remaldi, GM Hotel The Papandayan di Mirten Lounge Jl. Gatot Subroto No 83 Bandung,  berencana selama enam hari (24 -29/10/2016) menggelar pentas jazz beridentitas TP Jazz Bandung Festival 2016 (TPJBF), tak sekedar silaturahim antar musisi dengan penonton dan pecinta musik umumnya:”Ada bincang musik serius dan santai, edukasi, juga pasar jazz yang unik . Bandung kan, sejak dulu kiblat jazz di Nusantara ...”.

Mau tahu apa dan siapa dibalik pentas jazz seminggu itu? Pemerakarsanya selain dari pihak The Papandayan Hotel, ada nama-nama beken di dunia musik jazz kota Kembang yang kental dengan improvisasi – sebut saja Hari Pochang, Venche Manuhutu, dan Aat Suratin. “Yang menarik di sini ada sisi edukasinya, tak sekedar manggung dan ditonton orang. Harapannya, terjadi interaksi yang mencair antar pengapresiasi jazz”, terang Venche yang kondang sebagai guru musik jazz di Bandung.

Dtn TP Jazz 2 Copy

Deretan musisi Jazz kondang, ada sekitar 40-an akan memeriahkan TPJBF 2016, di antaranya: Indra Lesmana Keytar Trio,  Monita Tahalea,  Jamie Aditya, Like Father Like Son : Benny & Barry Likumahuwa, Dwiki Dharmawan Quintet, Idang Rasjidi The Red Code Manajement, Oele Pattisselanno Trio, Ermy Kullit, Rio Moreno, Tiwi Shakuhachi, Bonita & the HUS Band, Jilly Likumahuwa Quartet, Dira Sugandi & Sri Hanuraga, Indro Harjodikoro, Simak Dialog, NEWB, Tjut Nyak Deviana Quartet, Trio Gitar, Blues Libre, Ginda Bestari, KSP, Continuum, Afa Trio & 5 Petani, Dennis Junio Quartet, Indra Aryadi Ruang Akustik, Imelda Rosalyn & Friends, DKSB, Pineapple Corner, Yuri Mahatma, Yuyun George, Boa & Jane, David Manuhutu, Ottie Jamalus & Yance manusama, Ary Juliant, Straight Ahead Feat, Arief Setiadi, Tanya, Bluesteel Feat Erlan Effendy. Musisi luar negeri pun ada, katanya akan menjadi ajang saling tukar informasi dan skill, tentunya.

Pendukung untuk sesi edukasi jazz, ada di antaranya Venche Music School,  Etuzi Big Band, dan lainnya. “Ada masa-masa penonton atau pecinta musik bisa berkontak-ria secara pribadi atau groep musisi jazz. Ini biasanya yang banyak diburu orang”, papar Hari Pochang yang kondang disebut – Pelari marathon blues dan jazz yang tak pernah lelah  memanggungkan musisi urang Bandung dan sekitarnyah!

Lainnya, ada praktisi dan musisi jazz yang akan memberi aneka kiat bermusik jazz secara profesional maupun untuk sekedar hobi. Tokohnya, siapa lagi kalau bukan Dwiki Dharmawan, Dwi Cahya Yuniman, Imelda Rosalin, Eq Poeradireja, dan Frans Sartono. “Mereka ini layaknya ikan di dalam air. Kita mah da cuman juru tulis alias pewarta”, seru Gun, salah satu peliput pada konpers di Mirten Lounge.

Nah, soal tiketnya yang termasuk makanan dan minuman, hanya dipatok Rp. 100.000/orang/hari, untuk gelaran pada tanggal 24 -28 Oktober 2016. Khusus puncak acara, hanya bergeser sedikit menjadi Rp. 150.000/orang, ini untuk Sabtu, 29 Oktober 2016. Tempatnya? Semua di The Papandayan, Jl. Gatot Subroto No.83, Bandung.  Kata penyelengara, sebaiknya daftarkanlah nama kita sesegera mungkin. “Agar Anda tak kehabisan”, tutup Hari Pochang sembari mempersilahkan para pewarta menikmati sajian unik “jazz on the street” dari Etuzi Big Band yang katanya mau mengukuhkan lagi kota Bandung sebagai kiblat jazz Nusantara. Bisakah? Semoga ya ? (HS/SA/dtn).

Dtn TP Jazz 3 Copy

Add a comment

De’javoo Entertainment , Menggelar “Mimpi” - Drama Musikal Kabaret Bertema Kewirausahaan & Pertama di Nusantara !

DEJAVU 1

DestinasiaNews – Otomatis, dengan munculnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), bangsa Indonesia seharusnya lebih terpacu dan lebih giat memunculkan industri baru. Kita tahu, berbagai sosialisasi telah dilakukan melalui seminar, penyuluhan, business plan competition dan lainnya. Sayangnya,  hal ini masih belum mampu menyampaikaninti pesan ini secara utuh di Indonesia, khususnya ke kalangan muda. Padahal, kini banyak sekali media sosial yang dapat dimanfaatkan untuknya Salahsatunya melalui optimalisasi audio dan visual dalam bentuk pertunjukan panggung.

Tahun 2016, Dejavoo Entertainment yang eksis sejak 2008 berprakarsa menggelar pagelaran drama musikal kabaret bersama ekstrakulikuler teater atau kabaret SMP dan SMA se Kota Bandung. Tema-nya, tentang kewirausahaan. Pagelaran ini merupakan yang pertama mengusung tema unik ini. Tempatnya, di Dago Tea House 24 September 2016.

DEJAVU 2Menurut penyelenggara, pertunjukan ini kelak dibagi menjadi empat sesi,dimainkan oleh kelompok ekstrakulikuler SMAN 11 Bandung ( Teater Nuansa ), SMA BPI 1 Bandung ( New Kabisa ), SMPN 11 bandung ( Sentinel ), SMPN 28 Bandung ( Bakat Parodies ).

Setiap pagelaran, berdurasi 1 jam 20 menit. Kisahnya menceritakan tentang seorang wanita bernama Yuyun yang bekerja di sebuah perusahaan bernama PT. Mimpi Sejahtera. Ini perusahaan besar yang mengkoordinir pengemis–pengemis palsu. Tujuan “melenceng” perusahaan ini - meraih keuntungan dengan cara yang keliru baik secara etis maupun praktis.

DEJAVU 4

DEJAVU 3Dalam kisahnya, Yuyun bertemu dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah dan anak, yaitu Pak Anwar dan Tama seorang wirausahawan yang bergerak dibidang makanan. Pak Anwar beserta Tama berjualan Pempek (mpek-mpek) hitam. Mereka itu pedagang sederhana yang berusaha konsisten untuk berjualan. Masih dalam kisah ini, Yuyun akhirnya mengalami konflik batin  - perlahan Ia melihat kebaikan dari Pak Anwar, sekaligus mulai menyadari, yang Ia lakukan sesuatu yang keliru.

Mengocok Perut

DEJAVU 5

Proses penggarapan drama musikal ini, secara utuh digarap olehkawula muda yang tergabung pada kegiatan kabaret di Bandung. Uniknya, konsep pertunjukan ini hanya dimiliki oleh Dejavoo  - parodi khas kota Bandung. Dijamin akan mengocok perut para penonton. Pasalnya, alur ceritanya ringan, namun sarat pesan bagi kawula muda. “Seueur bodorna, pastina oge”, kata beberapa penggemar kabaret di Bandung. .

Menurut Presiden Director Dejavoo Entertainment, Billi Sandi Pratama, kisah ini  wajib ditonton oleh warga Bandung. “Ada dua pesan kuat dalam cerita ini, apa pun kesulitan kita selama kita mampu berjuanglah, serta berusahalahsebaikmungkinjangan sampai meminta – minta”, pungkasnya sambil menunjukkan jadwal pertunjukan dan jadwal latihan para pemainnya.

“Ok, menurut saya sih cukup menarik, karena di dalam ceritanya mengandung banyak arti dan edukasi,..cieee haha, cerita ini pun memicu para penonton untuk menjadi orang yang lebih baik, yaa seru banget pokoknya sih..hahaha.. inget ya di dalam cerita tadi bahwa tangan diatas lebih baik dari pada tangan di bawah jadi usaha apapun yang kalian kerjakan, akan ternilai lebih baik jika kita ikhlas menjalankanya, keren banget, sekali lagi... lope lope pokonya” ujar dewi mojang cantik yang baru saja lulus SMA di kota bandung usai menonton kabaret Mimpi. (SA/rls).

DEJAVU 6

Add a comment

The Papandayan Hotel Gelar Kembali TP Jazz Bandung Festival

Tp Jazz2

 

DestinasiaNews- Berangkat dari kesuksesan TP Jazz Bandung Festival 2015, pihak manajemen The Papandayan bekerjasama dengan Metro tv  kembali mengadakan TP Jazz Bandung Festival 2016. Program acara TP Jazz Bandung Festival ini juga dibarengi dengan launching panggung musik TP Stage di hotel The Papandayan.


 Tp Jazz sep2016The Papandayan Jazz Bandung Festival yang kedua akan dilaksanakan 1 (satu) minggu dari tanggal 24 - 29 Oktober 2015 yang akan ditutup dengan acara puncak tanggal 29 Oktober 2016. Deretan musisi jazz kondang akan hadir memeriahkan acara TPJBF ini seperti Indra Lesmana Trio, Monita Tahalea & Friends, Jamie Aditya, Benny & Barry Likumahuwa, Dwiki Darmawan, Idang Rasjidi, Oele Pattiselanno, Rio Moreno, Maera Panigoro, Tiwi Sakuhachi, Bonita, Jilly Likumahuwa, Dira Sugandi, Sri Hanuraga, Indro Harjodikoro, Riza Arshad, Imam Pras, Rudi Aru, Mian Tiara, NEWB, Butterfield, Tjut Deviana Daudsyah, Blue Libre, Ginda Bestari, Kafin Trio, Nanet, KSP, Continuum, 5 petani, dennis & Friends, Indra Aryadi Ruang Kustik, Imelda Rosalyn & Friends, Amrus Ramadhan & Band, DKSB, Pineapple corner, Yuri Mahatnma, Yuyun George, Ruang Putih – boa, Tomorrow people ensemble, david manuhutu, Nonte ensemble, David manuhutu, Ottie Jamalus, Yance manusama, Ary Juliant, Tania & Ari Reda, Blue steel Harmony dan Erlan Effendy


 Acara ini didukung pula oleh penampilan dari sekolah musik seperti VMS, Do to Do, Purwacaraka Music School dan banyak lainnya.  Disamping tampilan musik dan band, TP Jazz Bandung Festival  2016 ini juga dimeriahkan dengan acara-acara lain yang bertemakan jazz, seperti Diskusi Jazz, Klinik Jazz dan juga Pasar Jazz.


 Hanya dengan pembelian tiket makanan dan minuman Rp. 100.000/orang/hari, Anda dapat menikmati acara pada tanggal 24 – 28 Oktober 2016, dan Rp. 150.000 untuk acara puncak pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016  di The Papandayan , Jl. Gatot Subroto No. 83, Bandung. Daftarkan nama Anda untuk menikmati penampilan musisi favorit Anda. (HRS/Rls/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Rabbit Town Jalin Kemitraan dengan Berbagai Komunitas

Rabbit Town Jalin Kemitraan dengan Berbagai Komunitas

DestinasiaNews - Gerak laju perkembangan pariwisata di Jawa Barat, khususnya di Bandung perlu disikapi dengan berbagai upaya oleh para pegiat...

Ridwan Kamil Resmikan Kanwil III KPPU – Jaga Kondusifitas, Tumbuhkan Persaingan Ekonomi Sehat

Ridwan Kamil Resmikan Kanwil III KPPU – Jaga Kondusifitas, Tumbuhkan Persaingan Ekonomi Sehat

destinasiaNews – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Selasa, 14 Mei 2019, kala meresmikan Kantor Wilayah (Kanwil) III KPPU (Komisi...

Pianis ‘Rocker’ Simon Ghraichy Asal Perancis, Luluhkan Pecinta Musik Klasik Bandung

Pianis ‘Rocker’ Simon Ghraichy Asal Perancis, Luluhkan Pecinta Musik Klasik Bandung

destinasiaNews -- Pianis ‘rocker’ klasik kelas dunia asal Prancis yang berdarah Meksiko dan Libanon, Simon Ghraichy (33) tampil memukau dihadapan...

Tata Kota Bogor : Pemkot Bogor Bekerja Sama dengan Panorama Group dan PNJ Kembangkan Pulo Geulis

Tata Kota Bogor : Pemkot Bogor Bekerja Sama dengan Panorama Group dan PNJ Kembangkan Pulo Geulis

destinasiaNews - Bogor dikenal sebagai salah satu kota yang menarik dikunjungi dengan berbagai destinasi wisata yang unik dan tempat-tempat yang...

Sponsor ke 17: “Azzuri” Air Alkali, Siap Dukung Persib Selama Tiga Tahun

Sponsor ke 17: “Azzuri” Air Alkali, Siap Dukung Persib Selama Tiga Tahun

  destinasiaNews – Sebuah perusahaan air mineral berkemasan botol asal kota Bandung, yang berlebel Azzuri, resmi menjalin kerjasama dengan klub...

Pengunjung

03326614
Hari ini
Kemarin
485
4112