Musik 7 Titik – Butterfield Music Frontyard: “Makin Dekatkah ke Bandung Kota Musik?”

BF 1

DestinasiaNews – Ingar bingar helatan bertajuk besar “Bandung Musik Asyiik – Festival Musik 7 Titik” (20/4 – 29/5/2016) yang digagas “Musisi Bandung Pisan”, hingga titik terakhir ke-7 di Butterfield Kitchen Jl. Dipatiukur No. 5 Bandung (28 – 29/5/2016), masih mengapungkan euphoria. Alih-alih “maunya” Bandung semakin kuat ditahbiskan sebagai kota musik di Nusantara, di sana–sini masih ditemukan kekurangan.

Ambillah ini sebagai pembanding, galibnya kota ini justru telah ditetapkan UNESCO (11/11/2015) sebagai kota kedua di Nusantara setelah Pekalongan pada 2014 – sebagai kota Craft & Folk Art. Faktanya, UCCN (UNESCO Creative City Network), menetapkan Bandung karena punya keunggulan di dunia dalam bidang desain.

Reaksinya, musisi Bandung dari berbagai genre rupanya yang tergabung dalam “Musisi Bandung Pisan” masih geregetan – Seharusnya kota ini bisa juga ditetapkan UCCN sebagai kota musik. Buktinya, musisi Bandung taruhlah mulai era Mang Koko, Muchtar Embut, Deddy Dores, Harry Roesli, Darso, Hasbullah, Adang Bendo, Elfa Seciora, Doel Soembang, Nining Meida, Purwacaraka, dan Dwiki Dharmawan, serta banyak lainnya sudah menorehkan jasa di bidang permusikan Indonesia.

Diketahui bersama, berkat pentahbisan kota Bandung oleh UCCN di bidang desain, maka Bandung relatif sejajar dengan kota-kota: Singapore, Budapest, Kaunas (Lithuania), Detroit (AS), dan Puebla (Mexico). Begitu pula seperti sudah banyak dilansir oleh mass media pada akhir tahum 2015, kota di dunia yang ditahbiskan sebagai kota musik, antara lain: Adelaide (Australia), Idanha-a-Nova (Portugal), Kingston(Jamaica), Kinshasa (Congo), Liverpool (Inggris), Medelln (Colombia), Salvador (Brasil), Katowice(Polandia), Tongyeong (Korea),dan...Varanasi...(India).

Nah, bila warga Bandung berhasrat mensejajarkan diri kotanya sebagai kota musik yang diakui dunia, minimal oleh sekitar 195 negara yang tergabung pada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization- UNESCO), sah sah saja bila mengintip atau berkaca pada kota-kota di atas.

Pendidikan Musik & Pengakuan 

“Saya pernah tinggal di Adelaide beberapa tahun di negeri Kangguru. Di sana memang soal musik, warganya terfasilitasi dengan baik, oleh pemerintah maupun swasta. Gedung konser dan pusat-pusat pendidikan musik, dari mulai yang gratisan dengan kualitas baik, hingga yang berbayar, informasinya mudah didapat”, jelas Nefrita (37)yang tak sengaja bertemu destinasiaNews di antara pengunjung bazaar di Butterfield Kitchen (29/5/2015).

BF 4BF 6“Lihat animo dan sejarah panjang kehadiran musik di kota Kembang untuk tingkat Nusantara, bukan tak mungkin jadi kota musik dunia. Syaratnya pemerintah tak boleh tinggal diam. Harus memfasilitasi warganya”, ujar Nefrita kala ditanya – Mungkinkah Bandung bisa sejajar dengan Adelaide?

“Jangan dikira adanya sanggar-sanggar seni tradisi walaupun serba terbatas, bisa menjadi pertimbangan UNESCO nantinya. Penilaiannya bukan pada musik pop saja. Semua genre musik dipertimbangkan”, tambah Nefrita lagi. Ia berujar demikian, setelah paham bahwa helatan “musik 7 titik”, salah satunya digagas demi memperkuat posisi kota Bandung di tingkat nasional dan dunia.

Walaupun Imelda Rosalin dan Presenter Farhan, sebagai salah satu penggagas helatan ini, kerap berujar – “Biarkanlah pengakuan Bandung sebagai kota musik, datangnya dari luar saja. Tugas kita bermusiklah dengan baik dan benar. Libatkanlah warga sebanyak mungkin ...”.

Pekerjaan Rumah

BF 2BF 3

Penutupnya pada sesi Percussion Class “Latin” with Icha KSP pada Minggu sore (29/5/2016) di Butterfield Kitchen area Butterfield Hall, ada perbincangan menarik tentang musisi Bandung mau dibawa ke mana? “Ya, memang tak sekedar berkumpul sekarang di titik yang ke-7 sejak 20 April 2016 lalu. Setelah ini masih banyak PR yang harus kita kerjakan”.

BF 8BF 9Sore itu usai Icha KSP membedah bagaimana kondisi “generasi perkusi” Bandung sepeninggal Hasbullah dan Adang Bendo yang lebih banyak berorientasi Latin, di Butterfield Kitchen dipanggungkan berturut-turut “generasi baru” musisi Bandung: USBP (United Stated of Bandung Percussion), Joy Invasion. Bintang “Band”, Anantura, dan Keroncong 7 Putri. Menurut Dudi Nhay SS dan Angga yang tak putus-putus membimbing adik-adiknya:”Di tangan merekalah masa depan musisi Bandung itu. PR itu sebagian ada di mereka ...”. 

Kembali ke Icha KSP dan Ade Rudiana yang harus dilakukan adalah meneruskan wadah bagi para musisi dari berbagai genre. “Sekaligus kita membina, kualitas, dan memberi masukan berarti bagi mereka dari para seniornya. Beruntung di Bandung walaupun dalam serba keterbatasan masih ada yang peduli”.

BF 5Dukungan dari para akademisi pun sangatlah diperlukan. “Pengajar baik di PTN dan PTS keabsahannya di bidang musik dan pendukung lainnya harus ditingkatkan dalam banyak hal. Ini PR kita bersama”, kata Boy Irawan, Dosen DKV Universitas Pasundan yang pada “titik ke-7” membuka gerai di Butterfield Frontyard. “Apa pun jadinya melalui kegiatan Musik 7 Titik ini kami sangat mendukung terwujudnya Bandung sebagai kota musik. Semua ini sudah diawali oleh rekan-rekan di Bandung. Semoga saja dukungan dari UNESCO setelah ditahbiskan sebagai kota kreatif di bidang desain”. (HS/SA/dtn)

BF 7      

Add a comment

“Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” – Jlegur Hunting Stars di Rumah Eyang Martha, Bandung

EANG 5

DestinasiaNews – Yang namanya gur-jlegur musik Bandung dalam rangkaian titik ke-6 (25/5/2016) di Rumah Eyang Martha Jl. Van De Venter, menggelar “Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” dengan tajuk khusus “hunting Stars” alias pencarian bibit bebet bobot:”Ya, ini ajang regenerasi musisi Bandung. Agar tak terputus, identitas Bandung selaku salah satu gudang musisi Nusantara”, itu kata Erlan Effendy, Vocalis “tahan banting segala jaman” Wachdach Band.

Kita Tahu Erlan bersama Dudi Nhay SS, Budi Dalton, Angga, Zaki “4 Peniti”, Presenter Farhan, Imelda Rosalin, Ade Rudiana, Ari Aru, Adjierao, dan banyak lainnya, tak putus menggelar helatan ini sejak 20 April – 29 Mei 2016.

“Demi mengisi kesiapan musisi kita dalam memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Harus mampu selain menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Juga musisi kita lebih mampu berkiprah di kancah mancanegara”, tegas Duo MC Chandra dan Ari selama membimbing adik-adiknya  musisi Bandung mentas di Rumah Eyang Martha.

Sesuai janji, malam itu hadir berturut-turut Bintang Band yang seluruhnya tuna netra yang bermain kompak. “Vocalis Urba punya daya jual memikat, tinggal digosok sedit, jadilah mereka”, seru Duo MC Chandra dan Ari. Selanjutnya, muncul Ocha dengan potensi mampu menyihir ratusan penonton. Disambung Jave dari SMAN 12 Bandung. “Semua talent ini penuh potensi. Hanya kita perlu tahu, berapa harga manggung mereka”, timpal Dudi Nhay SS yang menurutnya – “Semua musisi harus punya harga jual. Minimal di Bandung sekian harganya. Bila di Jakarta dan di luar negeri, tentu harus beda lagi”.

Perlu Soul

Menapak jarum waktu semakin malam, suasana Rumah Eyang Martha kala itu semakin hangat, malah. Hadir “pembodor” Mr. Jun alias Junjun, seperti pengakuannya yang akhirnya berterus terang – siapa dirinya? Mr. Jun, alhasil sukses mengocok semua perut hadirin – terpingkal abiz!.  Kemampuannya mengelaborasi dirinya dalam mengolah gesture dan kalimat nyelonong-nyeleneh adalah hal yang luar biasa – “Pidato bahasa Inggris itu bebas saja cxfdgftrufnfbdgdtdfdfhhbdfxxzcsdgfhfr, nyerocos jumplaitan entah apa yang dikatakan dengan selipan terima kasih kepada kelap-kelip lampu, dan kursi yang ada di panggung – Tak pelak, ini hanya secuil metoda Mr Jun yang sepintas mirip dandanan legendaris “pembodor kelas dunia” Charlie Chaplin menguliti perut penonton hinggal terpingka-terpingkal, adanya!

EANG 3

EANG 2Usai itu, ada Queen Vie – “rapper Bandung” – dilanjut rombongan Disco Ethnic, yang sudah berusia 10 tahun. “Harusnya, ini yang dijadikan wakil musik kita ke luar negeri. Dulu Samba Sunda, sekarang ini, semoga mereka tetap berjaya”, masih kata Dudi Nhay SS yang diamini Adjirao dan Luthfi selaku “pengevaluasi” yang juga sebagai motivator – maksudnya, agar musisi muda Bandung bisa manggung tak hanya di level nasional – “Dunia pun harus bisa ditaklukkan!”. “Bila masih ada kekurangan yang bersifat teknis, itu mah bisa kita perbaiki”, kata Dani “Java Jive” yang mengapresiasi kelompok unik ini.

EANG 6Penutupnya, ada “Ahli Nujum”, kumpulan sekitar 17 gitaris Bandung yang di antaranya dikomandoi Budi Arab dari The Time Bomb Blues. “Semua yang tampil dari adik-adik kita malam inim saya angkat jempol tinggi-tinggi. Hanya memang harus diingat, sebuah tampilan akan bernilai plus bila kita selalu kompak. Jangan sampai bermain bagus belum sampai, setelahnya bubar duluan. Makanya, musisi harus tahan banting”.

Alhasil, patut pula diingat, semua penampilan musisi Bandung itu harus bernilai plus:”Ya, harus punya soul alias jiwa. Ini teramat penting penampilan fisik prima juga penjiwaan itu sangat penting. Malam ini, semua penampil sudah punya soul. Saya salut itu. Tinggal, jam terbang yang harus ditambah dan ada yang mewadahinya”.

EANG 1EANG 4Berhasil  

Secara umum, pentas hunting stars di Rumah Eyang Martha malam itu, menimbulkan harapan baru. Evie (23) mahasiswa jurusan seni musik di salah satu PTN di Bandung yang mengiringi kawannya bermain, menyatakan:”Semoga wadah yang dibentuk musisi senior Bandung yang dedikasinya luar biasa ini, bisa berlanjut ke hal-hal yang nyata. Misalnya, ada kepastian dan jenjang karir. Ini yang kami butuhkan. Saya percaya para senior bisa mewujudkannya. Pokona bisa ngajelegur...”. (HS/SA/dtn).

Baca juga :

“Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” – Hunting Stars di Rumah Eyang Martha, Bandung

“Bandung Pasti Asyiik – Musik 7 Titik” – Butterfield Music Frontyard, Pamungkas Euy ...

Bandung Pasti Asyiik - Omat Edankeun, Ulah Diubaran, Kata Ridwan Kamil Sembari ...

“Bandung Pasti Asyiik ”, Dari Hati ke Hati- Pengakuan itu dari Luar

“Bandung Pasti Asyiik ”, Dari Hati ke Hati- Tak Sekadar Reuni dan Nostalgia ...

Bandung Pasti Asyiik – Musik Tanpa Batas: Jam Session Tanpa Waswas ...

Bandung Pasti Asyiik – Musik Tanpa Batas: Gali Musikalitas Tanpa Waswas

Tah Ieu, Bandung Pasti Asyiik - Musik Tanpa Batas di Cafe Halaman

Tah Ieu, Bandung Pasti Asyiik - Musik Tanpa Batas di Cafe Halaman

“Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik”, The Time Bomb Blues #2: Harry Pochang & Selmabelle

“Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik”, The Time Bomb Blues #1: Peduli untuk Sandy

Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik # 2 Musisi Bersatu, Mungkinkah

Bandung Pasti Asyiik – Festival Musik 7 Titik # 1 Tampung Aspirasi Musisi

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Priyo Budi Santoso & Yayat Sudrajat di Rakorwil DPW Partai Berkarya Jabar – Menangkan Pileg, Singkirkan Duri di Internal

Priyo Budi Santoso & Yayat Sudrajat di Rakorwil DPW Partai Berkarya Jabar – Menangkan Pileg, Singkirkan Duri di Internal

destinasiaNews – Priyo Budi Santoso Sekjen Partai Berkarya, yang didampingi Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat Waketum Partai Berkarya, kala hadir...

Kader NasDem CIAMIS Temui Eka Santosa: Rindukan Zaman Pak Harto

Kader NasDem CIAMIS Temui Eka Santosa: Rindukan Zaman Pak Harto

destinasiaNews – “Bila pun tak ada Partai Berkarya, akan dicari partai seperti ini. Sudah lama rindukan zaman Pak Harto,” spontan...

Priyo Budi Santoso Sekjen Partai Berkarya & Letjen TNI Purn. Yayat Sudrajat Hadiri Rakorwil DPW Jabar – Tak Sabar … 

Priyo Budi Santoso Sekjen Partai Berkarya & Letjen TNI Purn. Yayat Sudrajat Hadiri Rakorwil DPW Jabar – Tak Sabar … 

 destinasiaNews - Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Berkaya, dan Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat Waketum Partai Berkarya, dipastikan hadir pada...

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan - Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan -  Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

destinasiaNews - Wow deh, pastinya telinga kita sudah sangat familiar kala mendengar penyanyi muda berbakat dari Indonesia. Siapa lagi, kalau...

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

  destinasiaNews - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 akan segera digelar, Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung menyediakan...

Pengunjung

01984950
Hari ini
Kemarin
1107
2423