The Papandayan Jazz Fest 2018, Nama Baru Untuk Gelaran Jazz Tahun Ke 4 Hotel The Papandayan

Tp Stage 2018

destinasiaNews – The Papandayan kembali menyelenggarakan gelaran jazz tahun ke 4 dengan nama baru “The Papandayan Jazz Fest 2018 – Have Fun Go Jazz”. Event yang sudah rutin diselenggarakan sejak 2015 lalu ini, menghadirkan musisi-musis jazz terkemuka baik lokal maupun internasional. Ditahun ini rangkaian The Papandayan Jazz Fest akan diadakan 3 hari berturut-turut, 4 – 6 Oktober 2018. Mulai tahun ini The Papandayan menggandeng ID.M, event organizer dari kelompok bisnis Media Group dan 3 platform media : Metro TV, Media Indonesia, Medcom.id untuk lebih membuat pesta jazz ini lebih spektakuler.

Sebagai gebrakan sebelum TPJF 2018 dilaksanakan, The Papandayan akan mengadakan Interupsi Jazz pada 26 dan 29 September 2018. Jl. Asia Afrika dipilih sebagai venue pertama di tanggal 26 September 2018 dengan menghadirkan band jazz 5 Petani. Untuk venue kedua akan dilangsungkan di Jl. Braga pada tanggal 29 September 2018 dengan menampilkan Garhana.

TPJF 2018 yang berlangsung 4 – 6 Oktober 2018 akan sangat meriah, venue acara ini adalah The Papandayan hotel mulai dari Mirten Lounge, Tropical Garden, TP Stage, HB Grill Garden, Suagi Grand Ballroom. Disana anda dapat mengunjungi Pasar Jazz yang berisi booth dari local brand, mengikuti Jazz Clinic dan yang utama tentunya menikmati penampilan dari musisi-musisi berbakat tanah air.

Adapun musisi yang akan tampil pada hari pertama, 4 Oktober 2018 adalah Gugun Blues Shelter, 3 Generation of Jazz Guitar (Tohpati, Oele Pattiselanno,dan Tio), Didiet Violin Combo, David Manuhutu Project, Marcomarche, Jon Kastella, Madame & Toean, dan New Blood. Di hari kedua, 5 Oktober 2018 anda akan dimanjakan dengan penampilan dari RAN, Dwiki Dharmawan, 4 Basist, KSP, Blue Ocean Project, 57 Kustik, Big Chord, Sandi Winarta, Nadine The Acoustic Trio, Dion Subiyakto ft. Mergie Segers, dan D’Jazz Music School.

6 Oktober 2018 merupakan hari terakhir sekaligus puncak dari keseluruhan rangkaian TPJF 2018. Musisi yang akan tampil di hari terakhir ini adalah Isyana Sarasvati, Yuri Mahatma, Elfa’s Singers, Sri Hanuraga Trio, Agis Kania, Prass, Dhira Bongs dan Curly & Me.

Gelaran jazz ke 4 “The Papandayan Jazz Fest 2018 – Have Fun Go Jazz” ini tentunya akan menorehkan kesuksesan seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi dengan penampilan musisi-musisi hitz tanah air. Untuk dapat menikmati TPJF 2018 anda cukup membayar Dinner or Snack charge mulai dari Rp 150.000,-. Jadi tunggu apalagi jangan lewatkan TPJF 2018 yang akan diselenggarakan di The Papandayan Hotel, Jl. Gatot Subroto no. 83, Bandung. Untuk informasi jadwal performance dan reservasi anda dapat menghubungi Dian – 0878 2299 9414, Uma -  0818 0999 7081 atau klik www.tpjazzbandung.com  dan www.thepapandayan.com . Follow juga sosial media kami di Facebook TP Jazz Weekend, dan Instagram @tpjazzbandung. (HRS/Rls/dtn)

Add a comment

Rayakan Ultah Kota Bandung ke 208 Tran Studio Gelar Konser Ari Lasso

IMG 20180918 092346
destinasiaNews - Kawasan Terpadu  TSB (Trans Studio Bandung) dalam menyambut ulang tahun Kota Bandung ke -208,  menawarkan aneka promo dan acara yang menghibur pengunjungnya. Mulai tanggal 15 hingga 30 September 2018, pengunjung dapat memanfaatkan promo Buy 1 Get 1 Free. Ini hanya menggunakan KTP Bandung Raya, meliputi kota Bandung, kabupaten Bandung dan kota Cimahi. 
 
Intinya, satu KTP berlaku untuk satu kali transaksi. Diketahui harga tiket TSB  Rp. 180.000,00 selama hari Senin hingga Kamis. Sedangkan Rp. 200.000,00 khusus hari Jumat, dan Rp. 280.000,00 untuk Weekdays. 
 
Ini berlaku untuk jam operasional TSB mulai pukul 10.00 WIB – 19.00 WIB untuk Weekday. Sedangkan pada pukul 09.00 WIB – 21.00 WIB berlaku selama Weekend. Catatannya, promo ini tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya.
 
TSB sebagai salah satu indoor theme park terbesar di dunia, pada  tiap wahananya memiliki keunikannya tersendiri. Pernahkah kita merasakan berada dalam badai yang paling ganas?
 
Ya,  “Pemburu Badai” mengajak kita merasakan bagaimana rasanya memburu badai terganas. Pengunjung seakan dilontarkan ke puncaknya -  merasakan guncangan kala kita terlempar di udara. Ini menghasilkan sensasi melayang, karena didukung spesial efek - suara, api, dan angin yang menjadikan pengunjung laiknya real berada di pusaran badai. 
 
Manfaatkanlah promo Buy 1 Get 1 Free, di bulan September 2018 ini. Bonusnya,  TSB pun akan menggelar konser spesial demi menemani weekend kita. 
 
Konser ini bertajuk “Ari Lasso – Live in Concert”. Tepatnya, akan digelar pada Sabtu, 29 September 2018 di Amphiteater TSB mulai pukul 19.00 WIB. Sebagai musisi papan atas Indonesia.
 
Pertunjukan musik ini dikemas dengan latar indoor themepark. Rileksnya,  para penonton bisa bermain wahana dahulu sebelum menyaksikan penampilan musisi kita. 
 
Tiket Konser ‘Ari Lasso– Live in Concert’ untuk VIP: Rp500.000,-/pax  (Seating), Festival: Rp250.000,-/pax  (Standing)
 
Tiket dapat diperoleh tiket box yang telah ditunjuk Melon Indonesia sebagai Exclusive Official Ticketing Partner, di antaranya: kiostix.com, tiket.com, Loket.com, tiketapasaja.com, Rajakarcis.com, Bookmyshow.com, Traveloka, Bukalapak, dan Ivenframe. (Rls)
 
Add a comment

Pemenang Dutch Classical Talent Award 2017, Tampil Memukau di TP Stage The Papandayan

Tp Stage1

destinasiaNewsThe Papandayan bersama Erasmus Huis menghadirkan duet biola – piano pemenang Dutch Classical Talent Award 2017. Mereka adalah Shin Sihan pada biola dan Anne Brackman pada piano. Musisi ini tampil di TP Stage The Papandayan pada Minggu malam, 26 Agustus 2018.

Shin Sihan (1994) merupakan pemain biola berbakat, ia mulai mempelajari biola sejak usia 6 tahun. Ia belajar pada Coosje Wijzenbeek di Sweelinck Academy di Amsterdam dan pada Vera Beths. Ia menyelesaikan pendidikan Bachelor di Royal Conservatory The Hague dengan nilai 10 dan penghargaan atas “keahliannya dan musikalitasnya yang fenomenal”. Untuk itu ia menerima Medali Fock karena hasil ujian akhir yang terbaik.

Saat ini Shin Sihan belajar pada profesor Kolja Blacher di Sekolah Tinggi Musik ‘Hanns Eisler’ di Berlin. Shin Sihan dua kali meraih juara pertama pada Iordens Violin Day (2006 dan 2008) dan menjadi pemenang utama serta penerima penghargaan Bach Sonderpreis pada Internationale Wettbewerb fűr Violiner Kloster Schőntal, Jerman yang ke-12 (2007). Pada 2013 Shin keluar sebagai juara kedua dan meraih penghargaan NTR Publieksprijs pada Dutch Violin Concours Oscar Back yang ke-24.

Anne Brackman (1995) mulai belajar suling pada usia 3 tahun pada ibunya Josine Brackman-Pijnacker Hordijk dan pada usia 6 tahun, dia belajar piano pada neneknya Frieda Brackman-Hoogerwerf. Anne belajar piano pada Frank van de Laar di Conservatory of Amsterdam, dimana ia berhasil meraih gelar Bachelor pada 2017. Anne banyak menerima penghargaan, antara lain Benelux Fluitconcours (2004), Rotterdamse Piano Driedaagse (2005), National Concours van de Stichting Jong Muzieektalent Netherland dan Prinses Christina Concours (2012). Pada 2014 Anne menerima penghargaan Bredius Foundation Prijs pada saat International Piano Competition for Young Mucisians.

Tp Stage2

Violis Shin Sihan tampil duet biola – piano bersama pianis Anne Brackman dan memenangkan Dutch Classical Talent Award 2017. Setelah itu Shin Sihan dan Anne Brackman mengadakan tur ke 11 tempat konser besar di Belanda dan di bulan Agustus 2018 ini menyelenggarakan tur di beberapa kota di Indonesia.

Sebelum acara dimulai, The Papandayan dan Erasmus Huis menggelar press conference bersama Shin Sihan (violis), Anne Brackman (pianis), Michael Rauner (Director of Erasmus Huis), Suni Wijogawati (Project Manager at The Dutch Cultural Centre), Bobby Renaldi (General Manager The Papandayan), dan Venche Manuhutu (Kurator TP Stage). Dalam press conference mereka memaparkan mengenai alasan memilih kota Bandung dan mau berkolaborasi dengan TP Stage. 

Michael Rauner memaparkan, mereka memilih Bandung sebagai kota diselenggarakannya tur ini karena Bandung memiliki history  tersendiri dengan Belanda, mulai dari budaya (karena dahulu Bandung pernah menjadi pusat pemerintahan Belanda di Indonesia), arsitektur (terlihat dari bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang masih dijaga sampai saat ini) hingga seni.

Mereka memilih TP Stage, The Papandayan untuk berkolaborasi karena The Papandayan dikenal sebagai hotel yang sering menggelar acara musik dari berbagai genre (terutama jazz) setiap minggunya, dan memilik stage khusus untuk menggelar event tersebut.

Tp Stagee

Mereka juga mendapatkan referensi dari musisi-musisi yang pernah tampil di TP Stage, sehingga tertarik untuk menyelenggarakan konser duet biola-piano pemenang Dutch Classical Talent Award 2017 ini di TP Stage, The Papandayan. Setelah press conference selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan Shin dan Anne Brackman.

Dalam penampilan tadi malam, mereka membawakan beberapa repetoire, antara lain K. Szymanowski (1882-1937): Mythes, three poems for violin and piano, op.30; The Spring of Arethusa, Narcissus, Dryads and Pan P. I. Tchaiovsky (1840-1893): Valse Sentimentale, op. 51 no. 6; C. Debussy (1862-1918) – Sonata for violin and piano – Allegro vivo, Intermède: Fantasque et léger, Finale: Très animé; E. Chausson (1856-1899):Poème, op. 25; C. Franck (182-1890): Sonata for violin and piano in A major –Allegretto ben moderato, Allegro, Ben moderato: Recitativo-Fantasia, Allegretto poco mosso.

Gesekan biola Shin Sihan dan alunan piano classic yang dibawakan Anne Brackman, menjadi satu kesatuan yang indah. Para penonton seakan tersihir dengan permainan indah yang mereka bawakan. Panggung TP Stage pun pada malam itu semakin semarak dengan tepuk tangan para penonton diakhir permainan duet biola-piano mereka.

TP Stage selalu menghadirkan event-event musik dari berbagai genre, agar anda tidak ketinggalan informasi terupdate silahkan klik www.thepapandayan.com atau hubungi 022 7310799. Follow juga social media kami di FB The Papandayan, Instagram @thepapandayan dan @tpstage. (HRS/Rls/dtn)

Add a comment

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Save Lombok 18

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada 5 Agustus 2018 lalu. Menurut salah satu “juru bicaranya” Erlan Effendy yang juga Ketua Bandung Music Council (BMC) melalu release kepada redaksi (11/8/2018), kembali mengetuk hati nurani kita.  

Menurutnya, musibah gempa bumi yang telah berkali-kali mengguncang daerah Lombok, telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 200 orang. Lebih dari seribu orang luka berat, lebih dari 270 ribu orang mengungsi. Puluhan ribu bangunan rusak,  tentu tidak mudah hidup di pengungsian, karena gempa pun dikhawatirkan bisa terjadi lagi.

 Atas dasar ini, saudara kita di Lombok dipastikan butuh uluran tangan kita. Ini untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, pakaian, selimut, kebutuhan bayi dan anak-anak, obat-obatan, dan banyak lagi.

 Nah, para “Musisi Bandung”, demi meringankan beban saudara kita di Lombok,  merancang acara musik bertajuk From Bandung With Love. Ini akan digelar pada Rabu, 15 Agustus 2018 mulai pukul 3 sore di Click Square, di Jalan Naripan 89 Bandung.

 

 Ada 50 an Artis …loh?

 

Menurut pantia, acara ini akan dimeriahkan lebih dari 50 artis. Ini dia deretan artis itu, di antaranya Caffeine, Wachdach, Java Jive, D’Cinnamons, Burgerkill, Doel Sumbang, KSP, Hari Pocang, Innerself-G, The boys, Brillants, Trian, Stereogram, My Best Friend, D' Fabs, El Nio, Yanna Marvells, Armand Maulana, Kinara Bandung, Obun Second Egg, Budi Dalton, Sanny ( ex five minutes ), Vagabund Band, The Time Bomb, Blackjuice, Ngiler band, Rinada Ladyrock, Berry Topi Band, Lowdick, Agora, Gan2 Sahara, Red Peanut, Eski Cupumanik, Ijay Irawan, Handy Hadiwikarta, Zionara, Monarki, Modern Gank, Smanda Project, Happy Holidays ( Reggae ), Moskow, Gebeg, Diat Nuno, Selo Sakti Record, Rizal dotodo, Sangkuryoung Brass Band, Abu Marlo, Trio Tigaan, Farhan, Green dolphin street, Katakita, 5 Petani, Jo-Project P, Ale, Kotkem, Curly & Me, Isalasido, Orkes PSK, Hengky Kurniawan ( Wabup KBB)/artis sinetron), Rampak PERCUKIL by AsKaRa, Tiara Effendy & Friends, Collorblind, Adji Dygta dan mungkin masih akan bertambah lagi ....

 

Masih, kata “juru bicara”panitia yang disampaikan melalui Ketua BMC: “Hadirlah membawa sumbangan, bentuknya bisa berupa uang atau barang kebutuhan lainnya. Ingat ya ieu mah with love ti Bandung, lokasinya di Click Square,”, pungkasnya melalui saluran telepon. (HS/HRS/rls)

Add a comment

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

IMG 20180513 193600
DestinasiaNews – Perlu diksi yang pas benar, memposisikan kesuksesan pagelaran drama musik Sangkuriang di Bandung Independent School (BIS),  pada Sabtu petang, 12 Mei 2018. Pasalnya, antara kostum, tata gerak tari, dan tata suara, tata lampu, dan visualisasi secara digital, nyaris memukai sepanjang waktu. Penunjangnya, gedung New BIS Theater yang berstandar internasionl, sangatlah membantu, memang.Tak heran banyak penonton yang mengungkap apresiasi dengan diksi keren abiz !
 
Memang, kabar sempat “bocor” katanya berbulan-bulan seluruh crew berlatih penjiwaan luar-dalam mementaskan drama ini secara prima.
 
“Kami libatkan penuh Kiki Permana selaku pembuatscript, pun dibantu tim nayaga lokal dari Bandung. Ya, itu tadi upaya maksimal kami,” papar Chris Toomer selaku Head of School dengan nada merendah.
 
Sekolah yang kini berusia ke-45 tahun di Jl. Surya Sumantri No. 61 Bandung, semula tumbuh dari pentingnya anak-anak ekspatriat pada era 1972 di Kota Bandung, memperoleh pendidikan formal. Berlanjut pada 2004 yang dulunya bernama Bandung International School, kini menjadi BIS yang kita kenal sekarang.
 
 “Lebih independen, sekolah kami kini punya 200 siswa berasal dari berbagai negara, dengan 23 tenaga guru ekspatriat,” kata seorang guru yang kebetulan petang itu ikut memperagakan aneka busana batik dalam sisipan pagelaran ini.
 
Nah, Sabtu petang itu dalam dua kali pertunjukan, BIS menghelat perayaan lembaganya yang hampir setengah abad berkiprah di bidang pendidikan. Formalnya, gelaran ini berjudul 45th BIS Anniversary Celebration, The School Community Present The Grand Musical Drama Sangkuriang!
 
Legenda Sangkuriang
IMG 20180513 193530 
Mengapa Sangkuriang? “Ini tentu dengan perhitungan matang, juga selaras dengan demanddari para pemain, yakni staf BIS, siswa, dan orang tua. Pesan moral dari legenda Sangkuring amatlah kuat, serta masih relevan hingga kapan pun bagi kita,” ujar Heni Smith.
 
Alhasil, drama yang menayangkan penyesalan tiada akhir Dayang Sumbi, usai ditinggal pergi putra tercintanya Sangkuriang, hingga masa dewasa. Selama tayangan itu berlangsung, emosi penonton walaupun serasa dipelantingkan, akhirnya beroleh ending yang so sweet.
 
Intinya, pertemuan Dayang Sumbi yang masih terlihat cantik, dengan Sangkuriang dalam konteks perbedaan “ruang dan waktu”, mengakibatkan mereka tidak saling mengenal asal-usulnya.
 
Namun, tatkala Dayang Sumbi menyadari, pemuda tampan idamannya, tak lain anaknya.  Pada episode inilah Sangkuriang murka, hingga ia bersekutu dengan balad-baladnya para “genderuwo”?
IMG 20180513 195605 
Tersebab Sangkuriang bersikeras menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan sejumlah syarat. Sekali lagi alur legenda yang berbasis Oedipus Complex , ternyata melalui pagelaran musik di BIS petang itu mampu menghipnotis penonton dalam dua kali pertunjukannya.
 
Tak jarang sejumlah pujian terlontar spontan dari para penonton.”Kapan ya, pertunjukan seperti ini di sekolahku?” kata Rani (18) siswa SMAN di Bandung yang hadir petang itu bersama kedua orang tuanya.  
 
Menutup perjumpaan ini, mari kita ikuti salah satu crew utamanya yang memang luar biasa penampilannya. Tak lain, ia adalah alumni BIS bernama Narda Virelia, pemeran Dayang Sumbi.
IMG 20180513 193513 
Pastinya, Narda ini adalah runner up Miss indonesia tahun 2018 ! “Aku berlatih berminggu-minggu, mulai dari penghayatan hingga penyesuaian dengan tarian, dan tata lampu, serta unsur lainnya” pungkas Narda dihadapan staff guru BIS yang aseli bule, tak lain pemeran Sangkuriang yang cintanya tak kesampaian itu.
 
Intinya, kesian deh Sangkuriang, tapi tetap dua jempol dan aduhai keren buat pagelaran di BIS petang itu. Khusus buat BIS selamat merayakan ulang tahun yang ke-45, semoga keberadaannya melengkapi keberagaman negeri Pancasia yang ber - Bhineka Tunggal Ika. See you …  (HS/SA)       
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Baliwood Land, Akan Gelar Seminar Efek Make Up Artis Film

Baliwood  Land, Akan Gelar Seminar Efek Make Up Artis Film

destinasiaNews –Di era digital, teknologi memang bisa jadi sangat membantu dalam hal pembuatan film. Salah satu kontribusi nyata adalah lewat...

Menpar Arief Yahya, Menjadi Pembicara Utama Pada Seminar Transformasi Bisnis di MM-FEB Unpad

Menpar Arief Yahya, Menjadi Pembicara Utama Pada Seminar Transformasi Bisnis di MM-FEB Unpad

destinasiaNews - Fenomena revolusi industri 4.0 telah mentransformasi ekonomi, pekerjaan, dan bahkan masyarakat sendiri. Teknologi fisik dan digital yang digabungkan dengan...

Memperingati Hari Pahlawan, Presiden Jokowi Naik Sepeda Ontel Mengenakan Seragam Pejuang “Tempo Doeloe”

Memperingati Hari Pahlawan, Presiden Jokowi  Naik Sepeda Ontel Mengenakan Seragam Pejuang “Tempo Doeloe”

destinasiaNews– Setelah selesai menghadiri upacara memperingati Hari Pahlawan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cikutra Kota Bandung, Jawa Barat,...

Presiden Jokowi Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif Di Bandung, Tunggangi Motor Street Tracker

Presiden Jokowi Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif  Di Bandung, Tunggangi Motor Street Tracker

destinasiaNews –Pada hari kedua kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandung, menghadiri acara Deklarasi Jawa Barat Kondusif, yang diikuti...

KBIH Hudiyal Huda Cileunyi Memulai Manasik Ibadah Haji Tahun Keberangkatan 2019

 KBIH Hudiyal Huda Cileunyi  Memulai Manasik Ibadah Haji Tahun Keberangkatan 2019

  destinasiaNews – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Yayasan Hudiyal Huda (Hud Hud), pada 10 November 2018 memuliai program...

Pengunjung

02792210
Hari ini
Kemarin
2390
3395