Trans Studio Bandung Hadirkan Kungfu Shaolin & Magic Cube - Kado Akhir 2017

 ALEX 545557
destinasiaNews, Bandung - Pastilah, kita sudah sangat familiar menyimak aksi pendekar Shaolin.  Kehebatan seni bela diri Kungfu, sudahlah kita tahu semua. Namun di samping kehebatan kungfu itu,  adakah yang tahu tentang atraksi Aerial Magic Cube?
 
Nah, demi memuaskan rasa ingin tahu tentang apa itu aksi Aerial Magic Cube? Teristimewa pada masa liburan akhir tahun 2017, di Trans Studio Bandung akan digelar pertunjukan sirkus internasional Sword Master. 
 
Dijamin, pengunjung akan disuguhi aksi menegangkan dari seorang ahli sword swallower Alex Magala. Pun, aksi ini akan menampilkan kehebatan pendekar Shaolin memperagakan aksi Kungfu, plus akrobatik dari China. Kehebatan dan kelenturan badan mereka dalam aksi Aerial Magic Cube, High Chair dan Rolling Lamps, djamin tersaji apik penuh kekaguman.
 
Bocorannya, pada awal pertunjukan Swor Master ini, beberapa pendekar Shaolin  menunjukan aksi kungfu nan piawai. Aksi para pendekar Shaolin ini dikemas dengan kostum dan latar belakang mahluk api yang menampilkan aneka gerakan ekstrim. Penggunaan alat seperti pisau, toya, kampak, pedang, tombak berpadu dengan seru.
 
Adegan lanjutannya,  aksi para bidadari yang piawai melipat badan,   dikombinasikan dengan keseimbangan menahan alat di tubuhnya. Lalu, muncul atraksi Aerial Magic Cube sebagai atraksi tarian di udara yang indah. Para penari Aerial unjuk kabisa menampilkan koreografi di ketinggian,  mereka bergantung pada tali, dan juga rangkaian kotak yang akan membentuk formasi khusus.
 
Adegan terakhir, ini yang paling menegangkan dan berbahaya, tak lain aksi menelan pedang. Alex Magala sebagai seorang ahli Sword-swallower dari Rusia melakukan aksi ini sambil mempertunjukan tarian yang dilakukan pada sebuah tiang  - biasa dinamakan  Pole Dance. 
 
Sekali lagi, dimana pertunjukan Sword Master ini dapat kita saksikan, tak lain  di Amphiteater Trans Studio Bandung mulai 23 Desember 2017 hingga  1 Januari 2018.  Khusus periode liburan 16 Desember 2017 - 7 Januari 2018, tiket masuk Trans Studio Bandung dibanderol  Rp. 280,000. Harga ini sudah termasuk bermain di semua wahana dan menyaksikan semua pertunjukan. Nah, tunggu apa lagi, bergegaslah ... (HS/rls)
Add a comment

Java Jive Gelar Pesta Pergantian Tahun & 3rd Anniversary Kamojang Green Hotel & Resort Garut, Mau ?

java jive

DestinasiaNews - Kembali, Java Jive band sohor asal kota Bandung yang baru saja merilis single baru “Dansa Yo Dansa” cipt Titiek Puspa, berkolaborasi dengan musisi legend Fariz RM ini, akan memeriahkan pergantian tahun 2017 ke 2018. Lokasinya, di mana? Ternyata, di Kamojang Green Hotel and Resort -Garut, Jawa Barat. Menurut pengelolanya:"Ini sekaligus merayakan  3rd anniversary dari tempat ini."

Diketahui, Kamojang Green Hotel and Resort adalah tempat yang selalu siap, menyambut para keluarga untuk mengisi setiap momen liburan. Suasana sejuk pegunungan yang asri itu ciri utamanya.Kamojang Green Hotel and Resort, intinya punya konsep venue bertema Sunda Modern. Niscaya, kata pengelolanya - ini dipercaya dapat membuat liburan akhir tahun, jauh lebih seru!

Di Kamojang Green Hotel and Resort, juga dilengkapi aneka kegiatan outdoor, cocok untuk seluruh anggota keluarga. Di sana ada wahana Barrel Escape, Riding Horse, Mini Golf, Mini Bowling, Jebakan Kaleci, Nonton Bareng, Thematic Night Entertainment, dan banyak lagi. Ingat, semua keseruan ini bisa didapatkan mulai 23 Desember 2017, hingga puncaknya 31 Desember 2017.

java jive 2Special Java Jive

Pada malam pergantian tahun ini Java Jive menggelar penampilan spesial. Dijamin, akan membuat kita kembali bernostalgia ke era-90an. Konsepnya, ada panggung 'floating' di danau utama. Percayalah, ini akan memunculkan pengalaman baru bagi para tamu.  Mohon disimak kelak, penampilan Female DJ Patricia Olga, Flame Percussion, dan Judith and Co. Mereka akan memberikan suguhan terbaik, memulai tahun baru 2018.

Nah, demi kenikmatan semua fasilitas, keseruan, dan line-up acara ini, Kamojang Green Hotel and Resort menawarkan kiat tiket terjangkau. Adanya, mulai dari Rp. 2.960.000,- /room. Sedangkan untuk informasi dan reservasi, sila kontak 0821-2323-2337 (Whatsapp Only) 0262 – 4892 888 (Phone). (Adv/dtn)

Add a comment

Tohpati Menghangatkan Panggung TP Jazz Weekend

Akustik ppdyn htl3

destinasiaNews – Setelah sukses di panggung TP Jazz Bandung Festival 2017 Oktober lalu dalam format Tohpati Bertiga, kemarin malam Tohpati kembali hadir di panggung TP Jazz Weekend. Bertempat di Mirten Lounge The Papandayan, kali ini Tohpati tampil dengan konsep accoustic guitar solo.

Pukul 8 malam Mirten Lounge sudah di penuhi para pecinta musik.  Acara TP Jazz Weekend yang di support oleh Indonesia Jazz and Blues Club (IJBC) kemarin malam dibuka dengan penampilan Agis, David Manuhutu dan Natania Jualim. Penampilan ketiganya sukses membawa penonton untuk bernyanyi bersama.

Acara dilanjutkan dengan penampilan yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta musik yang hadir, yaitu Tohpati dengan accoustic guitar solo. Tohpati tampil nmembawakan beberapa buah lagu dari album terbarunya, salah satunya berjudul “Jatuh Cinta”. Menurut Tohpati, lagu berjudul “Jatuh Cinta” merupakan hal baru, karena belum ada penampilan instrument dengan menggunakan judul tersebut. Dan permainan gitar Tohpati pun sukses membuat penonton jatuh cinta.

Tidak hanya itu, sebagai kecintaannya terhadap budaya lokal Tohpati menggandeng Endang, seorang pemain kendang untuk berkolaborasi semalam. Mereka membawakan beberapa buah lagu, salah satunya adalah lagu yang berjudul Janger. Kolaborasi antara gitar dan kendang membuat panggung TP Jazz Weekend semakin hangat.

Acara pun di tutup pukul 10.30 malam dengan penampilan Agis, David Manuhutu dan Natania Jualim kembali serta sesi Jamming bersama musisi-musisi yang hadir.

Untuk info terbaru seputar TPJBF dapat dilihat di website kami www.tpjazzbandung.com, follow juga social media kami di Facebook TP Jazz Weekend, Instagram @tpjazzbandung dan Twitter @tpjazz. (Rls/dtn)

Add a comment

Air Supply Band Sambangi Bandung, Penggemar Berat Menyambut dengan Suka Cita

imagesdestinasiaNews– Mantan koboy Bandung khususnya, masih ingatkah dominasi musik pop pada era 1980-an? Jawabnya, tentu yang paling berpengaruh kala itu - kiprah industri musik dunia aliran soft rock. Salah satunya, duo grup band asal Australia, Air Supply. Duo ini digawangi Graham Russell dan Russell Hitchcock. Grup ini lahir pada tahun 1975, produsernya Andrew Lloyd Webber dan Tim Rice. Melalui Russel Hitchcock selaku vocalist dan Graham Russel pada gitar, plus beberapa personil lainnya, mereka membentuk Air Supply di Melbourne, Australia.
 
Kisahnya, sebelum menapak puncak kejayaannya para era 80-an, pada sebuah wawancara di tahun 1995, Graham Russel pernah menceritakan bahwa dirinya dan Russel Hitchcock sempat mengalami kondisi sangat terpuruk. Tiba masanya pada tahun 1978, grup musik ini meluncurkan konsep album berjudul Lost in Love.
 
7 Juta copy !
 
Tak dinyana album Lost in Love ini menarik perhatian pemilik Arista Record, yaitu Clive Davis. Selanjutnya, Arista Record me-remix, dan merilis kembali lagu di album ini di Amerika. Pada tahun 1980, Arista Records kembali merilis ulang Lost In Love secara internasional. Ujungnya, lagu-lagu ini sempat menempati puncak tangga lagu di beberapa negara.
 
Sedikit flash back lagi, pada rentang tahun 1980 - 1990, Air Supply pernah merilis beberapa album baru diantaranya The One That You Love, Now and Forever, serta Air Supply, dan Hearts in Motion. Bahkan di tahun 1983, mereka meluncurkan album Greatest Hits dengan single Making Love Out Of Nothing At All. Album terakhir ini merupakan salah satu hit terbaik Air Supply. Album ini pun sempat terjual sebanyak lebih dari 7 juta copy.
 
Boleh dikata Air Supply sudah meluncurkan 17 album. Selain Making Love Out Of Nothing At All sebagai lagu terbaik Air Supply, juga lagu All Out Of Love dan Goodbye. Oleh msyarakat deretan lagu ini dikenal sebagai lagu abadi – kerap enak didengar sampai kapanpun, terutama oleh pecinta musik di benua Asia.
 
Diketahui Air Supply, merupakan salah satu musisi internasional yang tidak asing lagi di Indonesia,. Penggemar beratnya di kota Bandung kini dapat menyaksikan secara langsung untuk pertama kali. Tepatnya di Bandung mereka akan tampil di Amphiteater Trans Studio Bandung, 7 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB. Tajuknya Air Supply Celebration of Love Live in Bandung, dengan promotori Full Color Entertainment. So, what are you waiting for? Bersegeralah, pesan tiketnya sedari awal. (SA)
 
Add a comment

Joggie Natadisastra Jelaskan Ihwal Queen Percussion Ciptaannya

IMG 20171128 WA0073

destinasiaNews -  Queen Percussion adalah nama grup musik perempuan pertama di indonesia. Grup musik ini berasal dari kota Bandung. Kiprahnya, sempat menggemparkan blantika musik perkusi di Tanah Air.
 
Menilik muasalnya, ini terbentuk berkat pengembangan hobi dari musisi jebolan Ozenk Percussion. Jebolan Ozenk Percussion itu, tak lain Joggie Natadisastra yang kerap disapa  Oggie. Diketahui, Oggie kerap memiliki ide dan konsep terbilang unik alias berbeda dari yang lainnya.
 
Ihwalnya, Queen Percussion terbentuk tatkala ada permintaan khusus produser program musik dari SCTV. Tepatnya, melalui Kang Ozenk yang kerap tampil di SCTV dengan grupnya  Ozenk Percussion, Oggie diminta mengisi mata acara  INBOX (SCTV).
 IMG 20171128 223832
Selanjutnya Oggie sejak 2012 mengisi opening music performance pada mata acara INBOX. Pengembangan Oggie, berlanjut , melahirkan konsep grup musik perkusi yang semua personalnya, perempuan. Mereka ini terdiri atas Septy Lucciani Lubis (Iank), Alya Puspasari (Alya), Tiwi Usiana (Tiwie), Irma Damayanti (Irma), dan Windy Rolesya (Windy). Windy adalah drummer dari Grup Band SAMANTHA. Inilah cikal bakal group Queen Percussion..
 
Konsep utama Queen Percussion memadukan gaya pukulan perkusi dengan koreografi tubuh yang indah, Oggie pun semakin bersemangat, ia munculkan aksen-aksen pukulan perkusi energik dan stylish. Makin kukuhlah, Oggie menamakan grup music ini Queen Percussion yang tak lain berarti ratu perkusi! Harapan Oggie kala itu – karyanya diterima masyarakat  luas.  .
 
Selaku pendiri tunggal serta pemilik grup musik perkusi ini, Oggie kerap menegaskan :”Queen Percussion hanya satu brand, tidak ada lagi nama Queen Percussion lainnya, selain yang saya rintis. Soal ini pernah saya paparkan saat press conference yang ditayangankan pada program musik INBOX SCTV bulan Mei 2012.”
 
Pendiri Tunggal
 IMG 20171128 WA0075
Terkait bila dewasa ini ada pihak selain Oggie yang mengikuti konsep group musik  Queen Percussion:”Silahkan saja, itu sah-sah saja tidak ada yang melarang. Namun kalau ada yang mengatasnamakan Queen Percussion, itu sudah menyalahi aturan perundang-undangan hak cipta. Ini bisa dituntut, bukan lagi sebagai plagiat tetapi sudah mengambil alih sebuah brand tanpa sepengetahuan sang pemilik. Kondisi ini bisa saja saya tuntut secara hukum . Memperkuat ini, saya punya bukti profile akurat, Queen Percussion itu sayalah pendiri tunggalnya. Ini meliputi nama brand, ide, konsep dan semua pertunjukannya,” tutur Oggie selaku Manager Queen Percussion di hadapan awak mass media pada Selasa 28 November 2017.
 
Diketahui, masih menurut Oggi yang kerap tampil di program musik INBOX, sang produser pun sangat puas dengan penampilan Queen Percussion. Selanjutnya, group musik ini makin kerap diundang tampil pada banyak event musik festival, sekaligus mengadakan tour musik di 12 Kota besar di Indonesia dengan sebuah perusahaan rokok ternama (GG). Tour musik ini dikelola oleh D-plus (Event Organizer).
 
Dalam beberapa kesempatan tour musiknya Queen Percussion sempat berkolaborasi dengan beberapa grup band ternama di Indonesia seperti, SLANK, GIGI, UNGU, NOAH, WALI dll. Lainnya, pernah berkolaborasi dengan beberapa Disc Jockey (DJ) ternama seperti DJ Jasmine, DJ TABLAA, DJ Renza Moors, dll.
 
“Hingga saat ini Queen Percussion pun kerap tampil di beberapa stasiun TV swasta, event gathering, pensi, club dan acara lainnya,” pungkas  Oggie yang merasa perlu menjelaskan ihwal group musik binaannya. (HS/SA/dtn)
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

destinasiaNews –Bertempat di Sekertariat “lokasi nongkrong” Jl. Situ Cileunca No 17 Cijagra Kota Bandung, puluhan aktivis yang tergabung pada Jurnalis...

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

destinasiaNews – Salah satu hotel besutan Tauziah Hotel management yaitu Fox Harris Hotels Bandung, dalam upaya mewujudkan pengenalan lebih mendalam...

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

destinasiaNews – Kasus “alot” pembongkaran SPBU No. 34 – 40109 (Kebon Kawung) di lahan “panas” PT KAI Daop 2 Bandung,...

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

destinasiaNews  –  Pelataran Hotel Lodaya di Jl. Lodaya No 83 Lingkar Selatan Kota Bandung, pada Minggu pagi 13 Mei 2018, ada...

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

DestinasiaNews – Perlu diksi yang pas benar, memposisikan kesuksesan pagelaran drama musik Sangkuriang di Bandung Independent School (BIS),  pada Sabtu...

Pengunjung

02076006
Hari ini
Kemarin
3537
5437