Meeta Fauzan, Desainer Handal Busana Muslim Ekslusif

meeta1

Destinasianews - Tren busana muslim kini menjadi sorotan para hijabers khususnya di Indonesia. Busana muslim yang dulu terkesan tua kini punya tren tersendiri di dunia fashion. Mulai dari busana muslim yang diproduksi secara massal hingga butik-butik yang memproduksi produk order by request.

 

Salah satu butik busana muslim yang ada di Bandung adalah milik fashion desainer, Meeta Fauzan. Butik yang dinamai sesuai nama pemiliknya ini menyediakan aneka produk pakaian jadi muslim.

 

Di era 1994, Meeta merintis usahanya dengan memperkerjakan seorang penjahit dikediaman orang tuanya. Ketertarikannya pada dunia fashion membuat sarjana ekonomi ini antusias mendalami fashion secara otodidak, sebatas mengamati perkembangannya.

 

“Dulu saya bangun usaha untuk mendesain baju-baju biasa yang dikenakan orang ke kampus, ke pesta, atau sekadar jalan-jalan. Belakangan sekitar empat tahun bergelut dibusana sehari-hari. Setelah pulang menunaikan ibadah haji ditahun 2003, barulah kepikir  menyesuaikan dengan busana yang saya kenakan.” ujar perempuan enerjik yang tampil dalam balutan busana muslim ini.

 

Bagi perempuan kelahiran 9 Maret 1969 ini, merintis usaha di bidang fashion tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak hanya lihai memproduksi, Meeta juga harus bisa memprediksi karakter dan kemauan pelanggan. Salah satu trobosannya adalah dengan mengikuti bazaar atau pameran di beberapa event di Bandung.

meeta2

Tak hanya giat inovasi, upaya memprediksi kemauan dan faham karakter pelanggan menjadi rahasia  Butik busana muslim  Meeta Fauzan terus berkembang ke mancanegara. Keaktifannya di Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Jawa Barat,  membuka kesempatan untuk melebarkan sayap, baik dari sisi produksi maupun pasar. Terbukti, karyanya bisa melanglang buana ke Turkey, Perth Australia, hingga Vienna dan Praha. Semua dijajaki, untuk memperkenalkan karyanya ke level yang lebih tinggi, agar busana Muslim tidak hanya bertumpu di Bandung.

 

“Alhamdulilah, terjun ke dunia fashion itu harus kreatif, berani menyodorkan sesuatu yang baru agar apa yang kita tawarkan tidak monoton dan mengikuti selera pasar.  Sejauh ini, saya cukup berbangga sudah berani  mempertontonkan hasil kreasi sendiri melalui event pergelaran busana hingga ke mancanegara,” paparnya.

 

Pelanggan di butik Meeta Fauzan kebanyakan dewasa muda atau ibu-ibu. Meeta memfokuskan target marketnya untuk usia 30 tahun ke atas. Warna-warna baju muslim yang ada di butiknya cukup beragam. Modelnya pun selalu up to date mengikuti tren fashion busana muslim setiap tahunnya. Hampir semua pakaian yang ada di butiknya didesain sendiri, sehingga butik ini bisa dibilang cukup eksklusif. Karena satu desain paling banyak hanya diproduksi maksimal lima item saja.

 

Tak hanya itu, dalam produksi Meeta mengutamakan cutting, bahan, dan warna. Akan terlihat dari penerapan bahan yang digunakan dan system cutting yang berbeda sendiri. Baginya, yang terpenting, misi yang diemban adalah busana muslim yang tidak ribet, sehingga bisa dikenakan oleh siapapun dan dalam berbagai kesempatan (ready to wear). 

 

Sampai saat ini, Meeta sudah membuka dua line. Selain Butik Meeta Fauzan juga punya Butik Amira. Meeta mengakui, kemajuan media sosial memudahkan pemasaran karyanya hingga kerap di-endorse untuk berbagai acara fashion show baik di wilayah Jabar maupun di luar negeri. 

 

“Kemajuan medsos menjadi upaya untuk melebarkan sayap dan memenuhi permintaan dari manapun. Mudah - mudahan kedepannya saya tetap bisa tertantang untuk selalu membuat garis fashion yang up to date, bisa menginspirasi para pelaku usaha lokal tentunya dengan dukungan pemerintah dan saling bersinergi antara pelaku wirausaha di Indonesia,” pungkasnya. (Reg/dtn - reposting)


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03930020
Hari ini
Kemarin
880
5931