GWJ Jabar Hadirkan Perias Pengantin Heti Sunaryo, Melatih Santriwati Ponpes Busnatul Wildan, Cileunyi Kab. Bandung

gwj1destinasiaNews – Ada yang tak ‘lazim’ Kamis pagi (8/11/2018) di pondok pesantren (ponpes) Bustanul Wildan yang didirikan oleh KH. Taju’ Subki pada tahun 1949, dan kini punya sedikitnya 500 santri salafi. Tepatnya, ponpes ini berada di Jl. Tanjakansari No. 24 Cileunyi Bandung, Jawa Barat.

Posisinya kini seakan terselip di pinggir jalan arteri yang tampak ‘super’ sibuk – salah satu urat nadi yang menghubungan kota Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat dengan wilayah Priangan Timur. Tak heran ponpes yang termasuk heritage ini, seakan masih berdiri di tengah-tengah lokasi yang sedang bergeliat menjadi daerah pure urban, bukan lagi berada di pedesaan (rural). Inilah salah satu keunikan ponpes ini – berada di daerah yang tengah berubah.

“Jalan Cileunyi sekarang jadi satu arah. Kendaraan besar-kecil 24 jam tiada henti melintas. Hati-hati Pak kalau ke sini, sering terjadi kecelakaan,” demikian  sekedar wanti-wanti dari Acep (42), seorang juru parkir dari sebuah mini market yang berada di sekitar Ponpes Bustanul Wildan. Ponpes ini kini dipimpim oleh tokoh kharismatik KH. Agus Mastur Gufron. Alumninya tersebar ke seantero Nusantara, berprofesi dalam banyak kegiatan.

 

Heti Sunaryo -  Inner Beauty

gwj4Gerangannya, apa yang tak ‘lazim’ hari Kamis itu ponpes Bustanul Wildan?

“Lihat saja ke lapangan langsung, saya tak bisa menerangkan apa yang terjadi besok itu? Pokoknya, ada santriwati di sana ...lalu ada pelatihan rias pengantin.” papar Kang Tonton sapaan dari Anton Sartono, Wakil Ketua Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Jabar.

Benar saja seperti diduga, sejumlah santriwati dari ponpes ini, di salah satu ruangan sederhana sedang dilatih secara khusus oleh perias pengantin ‘Sunda’ yang sudah kondang sejak era 1980-an. Tak lain pelatihnya, Heti Sunaryo beserta tim yang telaten. Mereka memberikan pengarahan kepada murid dadakannya yang antusias. Ternyata, mereka rata-rata sedang berkuliah di beberapa perguruan tinggi ternama seperti Universitas Islam Negeri, Unpad, dan lainnya.

“Ini saya bawakan peralatan dasar untuk rias wajah. Setelah membersihkan muka, pakailah bahan-bahan ini dengan memperhatikan petunjuk selanjutnya,” demikian secuplik arahan Heti Sunaryo yang bersuamikan Sunaryo sang seniman patung pemilik Selasar Sunaryo Art Space di Bandung Utara.

Singkat cerita para murid dadakan Heti Sunaryo masing-masing Fitri Nurazizah, Neti Nurhaeti, Nati Nursyahidah Y, Sri Mulyani, Ulfah, Rifa Mariva, Marwah, Rahma, Rovi, Ulum, dan Yunita, selama beberapa waktu dibimbing bagaimana merias pengantin, atau dirinya secara mandiri, dengan bahan dan barang yang ada.

“Kita tidak perlulah menggunakan bahan dan peralatan yang mahal. Intinya, asal penggunaan tepat dan tulus, pasti bisa. Terbukti hari ini, mereka berhasil memunculkan inner beuaty-nya yang selama ini seakan tersembunyi,” ungkapnya dengan menambahkan –“Saya sangat gembira sekali hari ini. Mereka tampak tulus dan hasilnya bisa kita lihat bersama. Mengagumkan ya para belia ini, cantik-cantik?”

Bagi Heti yang punya jadwal ketat menangani klien-nya baik dari dalam maupun luar negeri, hingga harus reservasi ber bulan-bulan sebelumnya, ‘turba’ nya hari itu ke Bustanul Wildan, ”Ini panggilan jiwa semata, sangat senang berbagi ilmu dan keterampilan di ponpes ini,” urainya yang memang menurut referensi dari rekan seprofesinya - kerap ia meluangkan waktu pada setiap bulan Ramdhan merias pengantin massal, termasuk kaum tuna netra di berbagai tempat.     

 

Kata KH. Agus Mastur Gufron

gwj2Tanpa dinyana pimpinan ponpes ini tak berselang lama, sempat hadir sejenak di kelas dadakan rias pengantin ini. KH. Agus Mastur Gufron yang tampak low profile cukup irit  memberi komentar, ”Janten tambih geulis sareng sholehah putri-putri Abah hari ini...?” ujarnya dengan nada lembut yang langsung diapresiasi oleh segenap hadirin di ruang sederhana ini.

Secara terpisah menurut menantu pimpinan ponpes ini, Nurjamil Yoesoef Sunardi yang sehari-hari in charge’ di ponpes ini, terciptanya kelas rias pengantin hari ini merupakan angin segar bagi keluarga besar ponpes ini.

“Keterampilan ini sangatlah dibutuhkan sebagai pelengkap dalam kehidupan berkeluarga sampai kapan pun. Terima kasih atas kepedulian GWJ Jabar membantu siswi pemondok kami,” ungkapnya kepada tim yang terdiri dari ibu-ibu pegiat GWJ,di antaranya Wienny, Maya, Ghina G Dewi, Reni Machdar, Lili Carolina, dan Rinrin.

Selama di lapangan tadi, penulis sempat iseng bertanya, perihal ketidakhadiran salah satu pasangan anggota GWJ Jabar yang terbilang aktif selama ini – Kemana Kang Erlan Effendy dan Ceu Tony Ellen, tak terlihat batang hidungnya?

“Ya, Kang Erlan sedang berada di Bali mengikuti Forum WCCE (World Confrence on Creative Economy) di Bali. Sementara isterinya Ceu Tony itu, sedang sibuk persiapan minggu depan, ada kegiatan GWJ untuk evaluasi pupuk organik di Palabuhanratu, Sukabumi.”

 

Yang Tak ‘Lazim’ itu  

gwj3Kembali ke misi utama pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi GWJ Jabar, menurut Tonton pelatihan merias pengantin ini merupakan salah satu rangkaian dari aneka kegiatan lainnya. Dalam penjelasannya sekitar dua minggu lalu, tim-nya telah melakukan kegiatan pembersihan sampah di beberapa sungai. 

“Kami kerjakan bersama masyarakat untuk hal-hal esensial, yang selama ini ada di depan kita sebagai  problema.Pemanfaatan sampah organik dan non organik di beberapa komunitas, kegiatan olahraga ringan yang melibatkan banyak orang, juga pengembangan ekonomi mikro di pedesaan dan perkotaan. Bagi banyak orang ini sepertinya tak ‘lazim’, sebaliknya bagi kami. Hanya inilah yang bisa kami garap sementara ini, termasuk di ponpes ini,” pungkasnya dengan nada merendah. (HS/SF/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Susi Pudjiastuti - Gerakan Hejo, Setuju Perbaikan Lingkungan Kab. Pangandaran: Perusaknya, Tenggelamkan !

Susi Pudjiastuti - Gerakan Hejo, Setuju Perbaikan Lingkungan Kab. Pangandaran: Perusaknya, Tenggelamkan !

  destinasianews - Hari kedua pada  3 Juni 2020 rombongan DPP Gerakan Hejo dari Bandung yang melakukan kunjungan khusus ke Kabupaten...

Pembakar Aula Balegede Pasir ImpunTertangkap, BOMA Jabar Apresiasi Apresiasi Kinerja Polisi

Pembakar Aula Balegede Pasir ImpunTertangkap, BOMA Jabar Apresiasi Apresiasi Kinerja Polisi

destinasianews - Merebaknya informasi tentang tertangkapnya terduga pelaku pembakaran (9/6/2020) aula ikonik Jabar yang dikenal dengan nama (aula) Balegede yang...

Baliwood Land dan LIPI Jalin Kerjasama, Yuk Ikutan ‘Virtual’ Seminar Potensi Desa

Baliwood Land dan LIPI Jalin Kerjasama, Yuk Ikutan ‘Virtual’ Seminar Potensi Desa

destinasiaNews – Tatkala UU Desa disahkan pada tahun 2014, pemerintah secara konsisten memberikan perhatian besar atas pembangunan desa. Hal ini tampak...

Ganjar Pranowo Gubernur Jateng ‘Mendadak’ Diskusi dengan Eka Santosa BOMA Jabar di Bandung, Apa Agendanya ?

Ganjar Pranowo Gubernur Jateng ‘Mendadak’ Diskusi dengan Eka Santosa BOMA Jabar di Bandung, Apa Agendanya ?

destinasiaNews  – Entah apa dan siapa yang merancang, ternyata ada angin baik,Munculnya seakan tiba-tiba saja. Adalah, dua tokoh nasional Ganjar...

Trie Utami & Irianti Erningpraja Tak Hanyut oleh Pandemi Covid-19, Lahirkan Musik Anuhyang yang Sarat EEDM …

Trie Utami & Irianti Erningpraja Tak Hanyut oleh Pandemi Covid-19, Lahirkan Musik Anuhyang yang Sarat EEDM …

destinasiaNews- Apa itu Anuhyang? Dipastikan, itu pertanyaan yang terbersit di antara kita, apalagi bagi yang telah mengenal musisi Trie Utami...

Pengunjung

05505544
Hari ini
Kemarin
2732
3859