“Kalong” Jaket Kulit Aseli, Sutarmanto van Bogor – Produk Berkelas Dunia !

Kalong JK BgrDestinasiaNews – Antara prihatin dan greget, plus tanggung jawab moral tentunya, adalah Sutarmanto (52), terobsesi memproduksi jaket kulit “aseli” alias bukan palsoe! “Di pasaran, banyak konsumen tertipu.Dikelabui, tak bisa bedakan kulit asli atau palsu (kalep atau sintetis – red). Padahal, harganya selangit yang asli itu. Kasihan kan?”, tuturnya disela-sela melayani serbuan pecinta produknya, di showroom-nya di Jalan Raya Kedung Halang No. 189 Bogor.

Tersebab garapan jaket kulit asli yang Sutarmanto bersama isterinya Susilawati sejak 1997 sebagai fokusnya, konsekuensinya segmen pasar pun kelas “terpaksa” ditujukan untuk menengah ke atas. “Yang berharga ratusan ribu pun ada. Ini ada produk serba kulit asli seperti dompet, celana,  sepatu, gantungan kunci, sofa, tas, tas laptop, clutch, sandal, sarung hp, ikat pinggang, sampai pembersih produk kulit pun ada. Dijamin semuanya kulit asli …”, kata salah satu pelayan di show room ini ketika dikunjungi destinasiaNews baru-baru ini (8/7/2016). “Pesanan dari luar negeri pun kami layani sampai sekarang”.   

Kalong JK Bgr2

Kelas Dunia

Muasal Sutarmanto berkiprah memproduksi jaket berbahan kulit asli, secara kebetulan Ia memang mantan manager PPIC dari sebuah perusahaan jaket kulit terbesar di Asia yang berlokasi di Tangerang, Dulu, katanya di pabrik inilah diproduksi jaket kulit berkelas dunia – Harley Davidson, Pierre Cardin, Burton Kenneth Cole, JC Penney, Ann Taylor, Wilsons, Nine West, Tommy Hilfiger, Danier, dan lainnya, . “Ekspor pabrik ini 1 hingga 3 container per minggu, jumlah yang tidak kecil untuk jaket berbahan kulit asli. Sayang, tahun 1997 pabrik ini tutup, dan relokasi ke negara China”,  papar Sutarmanto sambil menjelaskan cukup rinci tentang riwayat produk jaket kulit di dunia pada era 2000-an. “Bila ada diantara kita pernah membeli jaket di luar negeri sebelum tahun 2000, silahkan lihat care label di bagia n badan sebelah kiri jaket, atau di bawah brand label di situ tertulis : country of origin. Hampir pasti semuanya MADE IN INDONESIA !”. .

Pencinta jaket kulit di Nusantara, banyak yang tidak tahu, di Indonesia, Tangerang khususnya pernah ada industri jaket kelas dunia,- karyawan, staf dan staf ahli / teknisinya orang Indonesia sendiri. “Banyak yang belum tahu”, jelas Sutarmanto dengan bangga  

Kalong JK Bgr3

Ihwal bisnisnya ini, Sutarmanto mengawalinya sejak keluar dari perusahaan tempat Ia bekerja pada 1997. Tahun 2004 brand “Kalong” di-hak patenkan. Modal awalnya, tentu pas-pasan, bermula Sutarmanto menyewa satu toko kecil di Jalan Raya Kedung Halang No. 189 Bogor. Lainnya, membeli 3 buah mesin jahit, beberapa lembar kulit berikut accessories dan perlengkapannya, serta mengontak rekannya yang pernah bekerja di pabrik terdahulu -  “Mereka ini sangat berpengalaman di industri jaket kulit, mulai dari  bagian sample room / tukang pola, bagian cutting, bagian produksi / jahit, dan bagian quality control”.  

Berkat pegangan kualitas yang dinomor-satukan, respon pembeli cukup positif – “Kami berusaha membuat jaket kulit sesuai tuntutan kualitas yang pernah kami kerjakan di pabrik jaket kulit kelas dunia. Sejak pengerjaan pola, kualitas kulit, kualitas jahitan, pilihan benang, semuanya dengan kualitas ekspor”, jelas Sutarmanto yang tak pelit berbagi ilmu kewiraswastaan..

Kalong JK Bgr1

Alhasil, beberapa gerainya di kota Bogor tak pernah sepi dari para pecinta produk jaket kulit asli. Pantauan destinasiaNews kala berkunjung ke salah satu show room “Kalong”, salah satu konsumennya, Budi Susetyo (50) salah satu dosen PTS di Bogor:” Selain untuk ke tempat kerja, modelnya pun fashionable. Bisa disandang kapan pun”.

Konsumen lainnya, Liez (53), PNS asal Semarang (Jateng) yang ditemani suaminya Herry Susanto (57), membeli tas dan dompet : ”Modelnya lucu-lucu, harganya pun terjangkau”.  Bedanya, dengan konsumen Rani (25) karyawati salah satu  produsen outomotive di Bogor, Ia tidak berbelanja, hanya mencoba rompi kulit dan topi cowboy, “Wah boleh juga tuh, sambil senyum di depan cermin, lain kali saya kesini lagi,  membawa pulang baju ini”, katanya yang disambut ger ramai-ramai rekan-rekannya.

Destiners, sekedar info saja produk fashion berbahan kulit di Indonesia itu sudah dirintis sejak 1920-an seperti di Garut, Yogya, Solo, Semarang, dan Padang. Namun produknya yang berkelas dunia, selain yang di “Tangerang” itu tadi, ternyata kini ada di Bogor. Selain sebagai kota hujan dan kota “asal-muasal buah talas”, kini tak salah orang menyebut tambahannya dengan julukan baru – kota jaket kulit berkelas dunia ! (HRS/HS/dtn).

Tips Perawatan Jaket Kulit 

Aneka produk kulit yang kita sayangi sebenarnya bisa berumur panjang. Nah, ini dia trik and tips yang berguna untuk kita. Ternyata, sederhana koq merawatnya …

1.    Tidak disimpan di lemari yang bersuhu lembab, demi menghindari jamuran.

2.    Bila terkena air, janganlah dijemur atau terkena matahari langsung.  Mau tahu akibatnya, kalau bandel menjemurnya? Bakalan, menjadi bladus - berwarna pudar, mau?

3.    Hindarkan dicuci atau dibilas dengan mesin cuci. Sebaiknya, lakukanlah cara dry clean - gunakanlah lotion atau minyak yang tidak berbau, Tujuannya, agar warnanya tetap terjaga hingga akhir zaman …!

4.    Bila “aturan” no. 1 hingga 3 dianggap masih dianggap “ribet”, kini banyak pengelola jasa perawatan barang aneka kulit dan imitasi – kontaklah mereka bilamana diperlukan untuk perawatan yang berkategori berat, misalnya.  

(dtn & team)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03929997
Hari ini
Kemarin
857
5931