Sepenggal Cerita Iwan “Rockickz – Saint Loco” , Menggaarap Jasa Pembersih Sepatu

Rockiz 1 resized 2

Destinasianews – “Ini mah cerita pribadi sabenernya mah”, begitu kata penyandang nama Iwan Hoeditarto dengan renyah – sesuai perangainya yang terbuka. Ia akhirnya, berbicara cukup rinci asal mula merintis bisnis membersihkan sepatu dan tas, yang kini katanya perangkat ini sudah menjadi kebutuhan life style kawula muda di perkotaan, khususnya. Bagaimana bendera bisnis Rockikz, dibangun dengan berbagai kendalanya Ia paparkan dengan cukup detil. “Dulu itu, barang fashion milik pribadi ini, sempat susah dibetulkan. Inginnya, kan selalu tampil fresh and chick, kala disandang. Ini yang jadi motivasi membuka bisnis ini, serba otodidak...”.

Kembali, Iwan yang juga guitaris band Saint Loco, mengeksploitasi bagaimana caranya “memelihara” barang kesayangannhya, “Cukup dari internet saja, selama berhari-hari. Ditambah tanya sana-sini sama teman dan beberapa ahli”. Dulu, katanya – Hanya sekedar menawarkan jasa ke saudara dan teman, kini ia bersama 6 pekerjanya mampu menerima pesanan puluhan sepatu dalam sepekan.

Ceritanya lagi : “Modal awal murah saja, cuma Rp 300 ribu, bisa cuci lebih dari 20 pasang sepatu. Sepasang bisa kena Rp 50 sampai Rp 100 ribu. Nah, modal Rp 300 ribu itu, untuk cairan dan gosok gigi serta beli lap,” jelas Iwan sambil memperagakan bagaimana alat pembersih ini beraksi.

Wahai destiners, bisnis Iwan ini tak melulu berurusan dengan cuci sepatu. Dia pun menerima layanan pewarnaan ulang (recoloring) tas dan sepatu, maupun melukis custom sepatu sesuai keinginan pelanggan. Ajaibnya, berkat ketekunan ini, omzet-nya puluhan juta per bulan. Iwan membuka rahasia atau kitanya, menurutnya dulu bahan baku cairan pembersih masih diimpor. Kini sudah mampu diproduksi sendiri. “Berharap toko saya diperbanyak, dan siap ekspor cairan pembersih ke Hong Kong. Biar produk anak Indonesia bisa ekspor. Tujuannya, memperkenalkan kabisa anak Indonesia, bersaing di kancah Internasional," papar Iwan dengan mantap.

Lebarkan Sayap

Destiners, outletnya sendiri Rockickz sudah hadir di Jakarta Selatan - tepatnya di Pasar Santa dan Tanjung Duren. Katanya, pada 2015 kemarin bisnis Rockickz sudah diperluas dengan sistem waralaba. Yang waralaba ini dibuka di Bintaro. Nah, di tahun 2016 kembali waralaba berikutnya ada di Kelapa Gading Jalan Kelapa Nias Raya QB5/9 Kelapa Gading Permai Jakarta Utara. Opening-nya (9/4/2016) dibuka langsung oleh Iwan beserta David selaku pemiliknya. 

Kembali Iwan jelaskan, jasa Rockickz di mana pun, masih seputar proses pencucian atau cleaning product, dan dry clean. Yang lebih khusus, bisa melakukan unyellowing dan recoloring - untuk memperbaiki tingkat penampilan, serta warna barang berupa sepatu, tas, dan topi milik pribadi.

Jasa lainnya, melayani pekerjaan yg sifatnya custom: “Ya, custom painting, ini bisa menambah corak atau motif tertentu di sepatu. Selain itu Rockickz, edepannya menawarkan jasa perbaikkan kerusakkan untuk sepatu dan tas yg sudah dianggap tidak bisa digunakkan lagi”, tutur Iwan yang tampaknya akan – apa pun bisa dikerjakan !

Kejutan lain dari Iwan, selain jasa service Rockickz biasa, juga menyediakan produk pembersih berbentuk liquid cleaner dgn brand Ionian, Wax – Ini katanya, untuk mengkilatkan sepatu, sedangkan lotion untuk mencegah lapisan kulit dari sepatu kulit agar tidak mengeras dan crack. Lainnya pula, ada brush & microfiber. “Akan di launching pula parfum untuk sepatu dan tas”. Cihuy, kan ?

Rockiz baru resized 2Menurut kasak-kusuk, produk Iwan ini sudah diekspor ke Amerika dan Taiwan. Kabar lain menurut David pemilik Rockickz Kelapa Gading, pada tahap awal ini baru sekitar 5 sampai 10 pasang sepatu per hari - memanfaatkan failitas jasa service-nya. “Optimis dalam beberapa minggu, akan meningkat”, jelas David.

Sttt... destiners, khusus Rockickz di Kelapa Gading, ada jasa lain yakni Glitz Salon ke-2 untuk Perawatan Hair, Nail dan Wax serta Cubico Coffee dengan berbagai macam menu. “Pokoknya, menu F and B dengan berbagai unggulannya.  Jam buka operational pukul 10.00 - 22.00 WIB”.

Asa lain dari Iwan dan David tentang bisnisnya – “Tak hanya dari service tetapi dari pembelian produk juga meningkat”. Kala ditanya perihal, besaran nilai investasi pembelian lisensi franchise, berapa ? David menyebut nilainya seiktar Rp 50 juta-an. “Lainnya, ada pembayaran royalti 15 % dari penjualan untuk kontrak kerja sama selama 5 tahun”. Ternyata, menariknya ya destiners, dari sepatu dan tas yang biasa kita sandang – Ada guliran jasa dan dana, disana. Nah jreng jreng jreng, itulah sepenggal cerita Iwan yang sukses lantaran berbisnis “sepatu dan tas” yang sudah kita pakai – good luck guys ... (HS./BS/dtn)

Add a comment

Daily Cuts Barber

Add a comment

Ceker, Gudang Kaos ‘Malaweung’, Siapa Mau ?

ceker edit

Destinasianews – Gerai yang sepintas boleh disebut penataannya bak gudang kaos (t-shirt) yang artistik di Jl. Cihampelas Bandung, punya magnit khas. Lihat saja namanya:”Bikin lucu dihati. Ceker itu ternyata artinya Cihampelas Emang Keren. Ngakaknya, ada gambar ceker ayam, lagi. Factory Outlet (FO) ini memang kreatif”, seru Denida (22), mahasiswa asal Jakarta sambil mengagkat kedua jempolnya.

Tuturan Denida ini muncul spontan tatkala destinasianews memancing opininya tentang penampilan gerai Ceker yang setiap sudutnya memunculkan – senyum hingga tawa (terhabak-habak ?). “Bandung memang kota kreatif”, juga kata Denida yang meninggalkan FO Ceker dengan aneka belanjaannya.

Sebutan lain untuk FO ini dari destinasianews biasa kami namakan malaweung alias melantur atawa nyleneh, kalau kata orang kebanyakan. Betapa tidak ? Disini bisa kita dapatkan kaos dengan harga terjangkau. Penampilannya ekslusif, dan memuat peribahasa malaweung, khas Bandung yang tiada banding. Ambil contoh ada tuturan di kaos: Tak Ada Gadis Yang Tak Retak; LAIN ADIDAS (yang bermakna – memang bukan produk ADIDAS dengan gambar ceker ayam yang menohok !); Dilarang Selingkuh (dengan ilustrasi S coret seperti larangan stop tanda lalu-lintas); Sepandai-pandainya kamu melompat kamu akan jatuh juga ke hatiku. Lainnya, banyak yang mengundang tawa hingga mata berderai-derai, seperti terkena angin dari semerbak irisan bawang merah.

Yang menohhok lainnya, tempat ganti baju atau kamar pas, teronggok di satu sudut sebuah kurungan ayam kelas raksasa! “Bersyukur, dengan sajian ini banyak yang melanggan kesini. Apalagi kaum muda yang trendy, main borong aja. Katanya, harga dan thema kami cocok buat mereka”, seru Dewi, Supervisor FO Ceker yang hari itu didampingi rekannya Isni.

Mau tahu kisaran harga kaos khususnya di FO Ceker yang jadi buah bibir pelancong ke area wisata Cihampelas Bandung? “Untuk kaos dari bawah ada harga satuan Rp. 16.500. Sedangkan yang kelas atas sekitar Rp. 99.500. Semua terjangkau kan? Utama buat oleh-oleh pelancong ke kota Kembang Bandung”, lagi, Dewi menjelaskan dengan embel-embel berbagai diskon menarik.

Wahai, calon pelancong ke Cihampelas Bandung atau pun yang sudah menyambangi lokasi ini, tak ada salahnya sambangi lagi FO Ceker ini. “Pelanggan dari negeri jiran juga banyak. Mereka senang dengan peribahasa yang ditulis dan design kaos ini”, tambah Isni yang sehari-hari berada di posisi kasir.

Pertanyaan menggelitik alias malaweung dari kami, apa fungsi becak yang mangkal di FO Ceker ini? “Hahaha… soal ini ternyata sangat disuka sama turis mancanegara. Tak segan-segan, mereka menaikinya dan mendokumentasikannya”, papar Dewi yang tak henti-hentinya mengeluarkan produk unggulan kaos bertema malaweung setiap minggunya.

Akhirul kata, saran kami bila berkunjung ke FO Ceker yang suka bikin geger, persiapkanlah segala sesuatunya. Apa itu ? Mental dan rasa petualangan kaos malaweung yang tiada bandingnya di kota Bandung. Betul kata orang – perihal kaos Bandung, memang sedari doeloe kerap malaweung abiz! Makanya, siapa mau ? (HS/SA/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

DestinasiaNews - Nama Solihin Gautama Purwanegara di Indonesia lebih dikenal dengan nama Solihin GP, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan...

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

destinasiaNews – Bakal calon rektor Unpad 2019 – 2024 Dr. Toni Toharudin kelahiran Tasikmalaya 1 April 1970, yang kini menjabat...

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

destinasiaNews  -  Nyaris lantang seperti ketika mereka masih aktif sebagai aktivis di kampus Unpad pada era 1980-an  Setya Dharma Pelawi...

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

destinasiaNews --  Dalam kaitan persiapan rangkaian HUT TNI ke-74, rencananya digelar pada Sabtu, 21 September 2019. Direncanakan yang akan hadir di...

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

destinasiaNews  – Urusan bagaimana mensosialisasikan dan merawat, serta mengembangkan sungai Citarum melalui program Citarum Harum oleh Sektor 21 – 18...

Pengunjung

04064739
Hari ini
Kemarin
1335
4222