Bandung Sehat Tanpa Asbes

asbes1destinasiaNewsDestiners, ternyata Kota Bandung di tahun 2018 ini sudah menjadi pilot project untuk meminimalisir konsumsi penggunaan berbahan baku asbes. Eh, tapi kenapa harus Bandung, ya?

 

“Karena Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, dimana mayoritas bangunan-nya yang nyatanya lebih dari 10% menggunakan atap asbes. Termasuk rumah kita sendiri. Selain itu, Jawa Barat juga menempati ranking ke-7 sebagai konsumen asbes terbesar di Indonesia. Coba kalau kita jalan-jalan ke daerah-daerah, mudah dilihat kan?” tutur Ivaldo Wibowo, Researcher dari LION (Local Initiative for OSH Network) Bandung. Dimana, LION ini adalah Non Government Organization yang berfokus pada peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

asbes4Project yang bernama Bandung Sehat Tanpa Asbes ini adalah inisiatif program yang dilakukan oleh LION Indonesia sebagai salah satu bagian dari jaringan INABAN, untuk mendorong Pemerintah Daerah Kota Bandung membuat sebuah kebijakan publik terkait pengendalian atau pembatasan penggunaaan bahan baku beracun asbes di Kota Bandung. Saat ini, INABAN mencoba merealisasikan tujuan ini dengan melakukan usul atau revisi terhadap rancangan Peraturan Daerah Kota Bandung tentang Bangunan Gedung tahun 2018.

 

Dalam mendukung program ini, INABAN telah melakukan konsolidasi dengan beberapa organisasi jaringan dan pihak pemerintah daerah kota bandung khususnya Komisi C DPRD Kota Bandung. Selain itu INABAN juga menginisiasi kegiatan solialisasi bahaya asbes kepada masyarakat khusunya kota Bandung dengan kegiatan seperti seminar dan workshop dan sosialisasi di event car free day maupun lainnya.

 

Berbahayakah Asbes?

asbes5Destiners, pasti kita sering mendengar kata Asbes (asbestos), kan? Umumnya, kita masih mengasosiasikan dengan sebuah nama produk atap semen bergelombang. Namun, asbes merupakan bahan mineral yang menjadi bahan baku sebuah produk. FYI, asbes atau asbestos adalah salah satu bahan tambang yang terdiri dari Magnesium Calsium Silikat berbentuk serat. Elemen di dalamnya seperti silica atau pasir. Kristal berserat tipis, dengan masing-masing serat terlihat terdiri dari jutaan fibrli mikroskopis yang dapat terlepaskan ke udara karena abrasi dan proses lainnya. Bahan ini memiliki kekuatan dan ketahanan tinggi terhadap api serta zat kimia. Keuntungan lain dari bahan mineral ini adalah nilai ekonomis yang relatif lebih murah. Maka tak heran, banyak dijumpai dimana saja.

 

Bahkan, WHO (World Health Organization) telah menyatakan semua jenis Asbes sebagai bahan Karsinogenik (Penyebab kanker). Chrysotile atau Asbes Putih telah terbukti mengakibatkan asbestosis, kanker paru, mesothelioma, kanker laring dan ovarium (IPCS, 1998; WTO, 2001; IARC, 2012; WHO, 2014; Collegium Ramazzini, 2015). WHO memperkirakan bahwa 90 ribu penduduk di dunia setiap tahunnya meninggal dunia karena penyakit yang berkaitan dengan asbes atau asbestos. Setiap tahunnya jumlah negara yang melarang asbes kian bertambah dan sampai saat ini 65 Negara di seluruh dunia telah melarang asbes baik secara total maupun parsial.

 

Di Indonesis sendiri, merunut pada PP No.18 Tahun 1999, Asbestos dikategorikan sebagai B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Didukung juga oleh KEPRES No.22 Tahun 1993, bahwa asbetosis, kanker paru dan mesothelioma dikategorikan sebagai Penyakit Akibat Hubungan Kerja. Namun, masih belum ada ambang batas mengenai jumlah minimal paparan asbes yang aman bagi manusia untuk terbebas dari resiko penyakit akibat asbes – termasuk juga paparan minimal chrysotile (Royal Commission, 1984; IARC, 1977, 2012; IPCS, 1998; IPCS 2004-2012; Collegium Ramazzini, 2015).

 

Meminimalisir Resiko Bahaya Asbes Di Lingkungan Rumah

asbes2Penting untuk diketahui bahwa ketika produk yang mengandung material asbes dalam kondisi baik, biasanya tidak menimbulkan bahaya. Namun, asbes yang aus atau rusak menimbulkan risiko besar terhadap kesehatan dan keselamatan manusia karena serat dapat terlepas dan menjadi udara. Debu Asbes tidak bisa terlihat oleh kasat mata dan tidak memiliki bau sehingga sangat sulit untuk terdeteksi oleh manusia.

 

Mulai Perhatikanlah lingkungan sekitar anda dan jika anda menemukan material yang mengandung bahan baku asbes di sekitar lingkungan tempat tinggal anda, maka perhatikanlah hal-hal di bawah ini:

  1. Jangan merusak bahan yang dicurigai mengandung material ASBES. Kegiatan memasang, mematahkan, menggergaji, mengebor, membuang serta menghancurkan bahan yang mengandung ASBES juga bisa melepaskan partikel serat ASBES ke udara. Debu ini sangat berbahaya bila sampai terhirup dan masuk paru-paru atau tubuh manusia.
  2. Jika anda menemukan barang yang mengandung Asbes, lakukan isolasi atau segel ruangan atau berikan label peringatan besar untuk tidak mengijinkan siapapun untuk memasuki daerah tersebut.
  3. Pakailah masker jika anda menemukan material Asbes yang rapuh dan rusak.
  4. Jika pakaian terkontaminasi oleh debu / serat ASBES, buanglah pakaian itu. serat yang mengandung debu ASBES dapat menyerang siapa saja yang mencuci atau menyetrika pakaian yang terkontaminasi debu ASBES.

(SF/dtn)


emgz2

Artikel lain...

PT. Seng Do di Kawasan Kaha Group Solokan Jeruk ‘Tercyduk’ Olah Limbah Tanpa IPAL, Yusep Sudrajat: Besok Dicor!

PT. Seng Do di Kawasan Kaha Group Solokan Jeruk ‘Tercyduk’ Olah Limbah Tanpa IPAL, Yusep Sudrajat: Besok Dicor!

destinasiaNews – Akhirnya, PT. Seng Do yang beroperasi di Kawasan Kaha Grup, Jl. Raya Rancaekek – Majalaya, Kabupaten Bandung, pada...

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

destinasiaNews – Awal musim kemarau pada kwartal pertama 2019 merupakan ‘masa kerja khusus’ bagi ‘satuan’ DanSubSektor 5 – 21 Satgas...

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

destinasiaNews – Again and again, Pada Senin, 15 Juli 2019, ‘pasukan khusus’ yang tergabung pada Satgas Citarum Harum Sektor 21...

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

destinasiaNews -  DanSektor 21 & 5 masing-masing Kol. Inf. Yusep Sudrajat dan rekan sejawatnya Kol. Inf. Sumarno secara resmi membuka...

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

destinasiaNews – Ini untuk kesekian kalinya ‘satuan khusus’ yang bernama Satgas Citarum Harum Sektor 21 -10 Margaasih Kabupaten Bandung, tepatnya...

Pengunjung

03674855
Hari ini
Kemarin
1865
6213