Perangi Narkotika dengan Senjata Rehabilitasi, Mungkinkah?

rehab
DR. Anang Iskandar, SIK, SH, MH,
Dosen Pidana Narkotika Universitas Trisakti, mantan Kabareskrim (2015 - 2016), kini Kepala BNN (2012-2015), mengurai ihwal ampuhnya upaya rehabilitasi. Tentu, kiatnya dalam konteks memerangi maraknya 'virus dunia' narkotika di Indonesia. Inilah nukilannya ...
 
DestinasiaNews - Sampai kini,  masih banyak yang menyangsikan: mungkinkah dengan senjata rehabilitasi kita berhasil memerangi maraknya "virus dunia" narkotika? Jawabannya, sangat mungkin ! Kepastiannya, berangkat dari berbagai dasar ilmiah dan bukti sejarah.
 
Pertama, faktanya, senjata rehabilitasi itu satu-satunya cara pulih dari penyakit ketergantungan narkotika.
 
Kedua, penyalahgunaan narkotika bagi yang menjalani proses hukumnya, harus ditempatkan di lembaga rehabilitasi sesuai tingkat pemeriksaannya. Karenanya, setiap hakim wajib memvonis dengan hukuman rehabilitasi. Harap diingat, ini merupakan amanat konvensi, amanat undang-undang, dan amanat umat manusia untuk hidup sehat - jauh dari segala macam penyakit.Termasuk penyakit ketergantungan.
 
Ketiga, apabila penyalahguna sembuh. Ini bermakna tidak ada lagi penyalahguna. Artinya, tidak ada demand atau permintaan. Otomatis, pedagang narkotika pun, gulung tikar karena tidak ada pembeli.
 
Berawal dari titik ini, senjata rehabilitasi membuktikan keampuhannya, memerangi narkotika. Rehabilitasi bukanlah sekadar memulihkan penyalahguna, melainkan menjadikan bandar narkotika bangkrut selamanya.
 
Secara tekhnis, narkotika adalah obat, bahan dan zat. Ia bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan atau disuntik berpengaruh pada kerja otak. Sering kali,  ia menyebabkan penyakit ketergantungan. Jika kemudian seseorang mengidap penyakit ini, berakibat kerja otak pun berubah. Ini akan merembet  ke perubahan fungsi vital organ, seperti jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain.
 
Di sisi lain, narkotika sebenarnya memang diperlukan untuk kepentingan kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu, dengan dosis terukur, dan diperuntukkan oleh dokter untuk menghilangkan rasa sakit.
 
Sejatinya, peredaran narkotika harus diawasi secara ketat, dengan rambu-rambu aturan dan perundang-undangan. Sementara penyalahgunaan atau penggunaan tanpa resep dokter, serta peredaran di luar ketentuan perundang-undangan, harus dilarang oleh undang-undang narkotika kita.
 
Diketahui, semua penyalahgunaan narkotika dapat menyebabkan penyakit ketergantungan, atau adiksi. Konsekuensi untuk penyembuhannya, memerlukan upaya serius, dalam arti kembali ke kondisi sehat. Penyembuhan ini galibnya, dimulai dari proses detoksifikasi, proses sosial, dan penanaman kembali nilai-nilai sosial yang hilang akibat adiksi.
 
Secara garis besar, bila merunut kepada UU Narkotika Indonesia, penyalahgunaannya terbagi atas dua tipe. Tipe pertama, penyalahguna untuk diri sendiri, dan penyalahguna untuk diedarkan. Tipe kedua, ini yang perlu diperangi meskipun dengan cara berbeda, bukan melalui rehabilitasi.
 ANANG ISKANDAR
Cara Memerangi Narkotika
Berangkat dari Undang Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, khususnya pasal 4: senjata utama demi memerangi narkotika, biasanya melalui rehabilitasi. Sasaran “tembaknya", sangat khusus yaitu para penyalahguna.
 
Melalui pasal 4 itu pun, senjatanya bernama rehabilitasi.  Ini pun digunakan demi mencapai tujuan dari lahirnya Undang Undang Narkotika Indonesia. Secara historis, ruh dari Undang Undang ini menegaskan bahwa para penyalahguna dijamin untuk direhabilitasi.
 
Bahkan jaminan ini disebutkan dalam Undang-Undang secara spesifik. Dibuktikan dengan pernyataan ‘mencegah, melindungi, dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan narkotika, menjamin upaya rehabilitasi medis,  serta rehabilitasi sosial bagi penyalahguna dan pecandu’.
 
Secara teknis, penggunaan senjata rehabilitasi, diatur oleh Undang-Undang Narkotika Indonesia, yaitu:
 
1. Bagi keluarga atau orang tua penyalahguna yang ingin sembuh secara mandiri atas biaya sendiri, dapat memilih tempat rehabilitasi sesuai keinginan masing-masing. Hal ini karena undang-undang narkotika kita memposisikan penyalahguna sebagai orang sakit, dan menjadi kewajiban orang tua untuk penyembuhannya.
 
2. Apabila tidak, ada pilihan lain yaitu mengikuti rehabilitasi yang dipaksa oleh undang-undang dan dibiayai pemerintah. Dalam konteks ini, penyalahguna dapat mengikuti jalur wajib lapor yang disediakan undang-undang, yaitu secara sukarela, atau dilaporkan keluarganya ke rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah.
 
Rumah sakit itu dikenal juga sebagai IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor). Ia berkewajiban mendapatkan atau penyembuhan,  serta diberi bonus oleh undang-undang,  tidak dituntut pidana. Hal ini karena undang-undang narkotika kita berperspektif hukum dan kesehatan.
 
3. Apabila karakter penyalahguna itu enggan dan tidak mau direhabilitasi meskipun dipaksa, berdasarkan undang-undang juga, penyalahguna dilakukan upaya paksa untuk direhabilitasi melalui rehabilitation justice system (RJS). RJS ini merupakan proses peradilan yang bermuara pada penghukuman rehabilitasi.
 
Dalam prosesnya, penyalahguna ditangkap, disidik dan dituntut di pengadilan. Artinya, selama proses penyidikan dan penuntutan, tersangka atau terdakwa ditempatkan di lembaga rehabilitasi.  Hakim pun menurut undang-undang narkotika wajib memvonis hukuman rehabilitasi, baik terbukti atau tidak terbukti bersalah.
 
Penempatan penyalahguna ke lembaga rehabilitasi selama proses penyidikan, penuntutan dan peradilan menurut undang-undang telah dihitung sebagai hukuman kurungan atau pemenjaraan. Inilah esensi dari proses modern yang mewarnai undang-undang narkotika kita yang memiliki perspektif penegakan hukum dan kesehatan.
 
Lalu terhadap para pengedar. Mulai dari pengecer, pengedar sampai produsen narkotika, Undang Undang Narkotika Indonesia, sejatinua telah membuktikan keampuhannya.
 
Pembuktian itu diimplementasikan berupa law enforcement melalui penangkapan, penyidikan, dan penuntutan lewat mekanisme criminal justice system. Ancamannya berat: mereka diancam hukuman berat bahkan hukuman mati.
 
Dipahami, pengedar adalah penjahat narkotika sesungguhnya. Merekalah, justru mendapatkan keuntungan dari bisnis narkotika. Mereka inilah, sosok sebenarnya sebagai perusak bangsa. Melalui racun yang mereka sebar, begitu banyak korban yang mengkonsumsi narkoba, akibatnya jiwa penyalahguna pun terganggu.  Bahkan, menderita sakit jiwa alias gila. Ini sebenarnya yang seharusnya memperoleh hukuman berat oleh hakim. Bukan, penyalahgunanya.
 
Sementara bagi mereka yang belum terlibat sama sekali, undang-undang narkotika, sudah menegaskan perlindungan dengan senjata pencegahan. Tujuannya, jelas dan tegas yaitu agar tidak masuk ke pusaran bisnis narkotika. Pencegahan ini menjadi penting, agar munculnya penyalahguna baru tidak terjadi. Rantai penyalahguna, diputus !
 
Sejatinua, perang terhadap narkoba, sepatutnya mengunakan tiga senjata di atas secara seimbang dan berkelanjutan.
 
Pengalaman Menang Perang
tercatat di antaranya, proyek Mayfahluang Foundation Thailand.Ia  berhasil memenangi perang melawan narkotika. Yayasan ini fokus pada rehabilitasi dan pencegahan tanpa ada penegakan hukum. Dampaknya, dalam waktu tidak terlalu lama, berhasil merehabilitasi seluruh wilayah proyek. Kini, sudah tidak ada lagi peredaran di daerah proyek karena tidak ada konsumen atau permintaan.
 
Di seluruh wilayah Uni Eropa, khususnya Belanda, justru tidak pernah menghukum penjara meskipun penyalahguna narkotika dilarang dan dibatasi. Para penyalahguna justru dihukum secara non-kriminal. Belanda pun banyak membangun tempat rehabilitasi, sehingga banyak penyalahguna berangsur sembuh. Inilah, salah satu sebab banyak penjara di Belanda “gulung tikar”, karena tidak ada penghuninya. Coba, bandingkan dengan kondisi di Indonesia?
 
Di sisi lain, ada beberapa negara di dunia yang gagal dalam perang melawan narkotika. Hasil penelitian menegaskan, kegagalan itu karena berpatokan hanya pada Konvensi Tunggal Narkotika 1961.
 
Sebut saja Amerika Serikat. Negara ini juga pernah gagal dalam perang melawan narkotika di tahun 1970-an. Saat itu, pelopornya justru Presiden Nixon sendiri dengan menggunakan senjata law enforcement. Baik terhadap pengedar maupun penyalahgunanya. Dua pihak ini, dihukumn kondisi ini serupa dengan di Indonesia saat ini.
 
Berangkat dari pengalaman negara yang gagal dalam perang melawan narkotika itu,  ini mengilhami masyarakat dunia untuk mengamandemen Konvensi Tunggal Narkotika 1961.
 
Melalui Protokol 1972, arah perang melawan narkotika berganti wajah. Penyalahguna narkotika diberikan alternatif penghukuman rehabilitasi. Konvensi ini kemudian diadopsi oleh negara-negara anggota PBB dan dijadikan dasar pembuatan undang-undang narkotika di masing negara peserta.
 
Berdasarkan konvensi itu, Indonesia mengadopsinya, muncullah UU No. 8 Tahun 1976. Undang Undang ini menjadi dasar dibentuknya Undang Undang Narkotika No. 9 Tahun 1976, sebagai Undang Undang narkotika pertama di Indonesia.
 
Berdasarkan rentetan sejarahnya, UU 1976 mengalami pergantian menjadi UU Narkotika 1997. Terakhir menjadi UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
 
Terkini, undang-undang narkotika, sudah berlaku dan telah berperspektif pada penegakan hukum, serta kesehatan. Khususnya untuk menangani masalah narkotika. Itulah sebabnya dalam regulasi ini, penyalahguna diberikan penghukuman berupa rehabilitasi sebagai pengganti hukuman penjara dan bersifat wajib.
 
Dengan demikian rehabilitasi atau hukuman rehabilitasi bagi penyalahguna, telah menjadi ketetapan bagi seluruh bangsa di dunia. Ini termasuk Indonesia, sebagai salah satu cara mematikan bisnis narkotika ilegal. Perlakuan hukuman berat yaitu penjara atau mati, khusus ditujukan bagi para kelompok pengedar.
 
Kenyataanya,  kini penerapan hukumnya justru menyimpang dari arah dan tujuan undang- undang. Semua, karena selama penyidikan, penuntutan dan peradilan, para penyalahguna banyak “digoreng”, untuk mengikuti proses criminal justice system yang bermuara di penjara.
 
Di titik inilah, permasalahan pemenjaraan harus diluruskan. Tujuannya,  agar bangsa ini tidak berjalan ke arah yang salah. Tokh, tujuan UU Narkotika Indonesia untuk melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan narkotika.
 
Caranya pun diatur mengikuti perkembangan dunia. Walau kenyataannya, penyalahguna bukan direhabilitasi atau dihukum rehabilitasi, namun ditahan dan dihukum penjara.
 
Dampak ketidakpatuhan atas regulasi UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika itu, Indonesia menjadi sulit memenangkan peperangan melawan narkotika. Bahkan segelintir pihak, malah menyalahkan undang-undangnya. Mereka kerap menyatakan bahwa ‘undang-undangnya tidak jelas, ambigu, tidak baik,  segera diganti'.
 
Di titik itu, sebenarnya telah menampakkan adanya arah yang salah dalam perang melawan narkotika. Meskipun demikian, masih berhasratkah kita berperang,  melawan narkoba, dan memenangkannya? Saya yakin, kita siap melawan penyalahguna narkotika. Semoga kita memenangkan peperangan ini. (Anang Iskandar/HS/dtn)
Add a comment

Sarah Tsunami Mungkin Bisa Norolong Baca Al Qur’an

sarah3

destinasianews, Pasir Impun – Terpercik harapan dari 'bayi ajaib' Sarah Tsunami (11) yang terselamatkan oleh mukzizat Tuhan kala bencana tsunami menerpa pantai Pangandaran pada Senin sore 17 Juli 2006, dengan korban lebih dari 500 orang.

Ketika Sarah muncul di ruangan pemeriksaan refraksi mata di lantai 4 RS Mata Cicendo Bandung, dia mendapat keterangan menyenangkan.: ”Bila anak manis ini dioperasi Insya Alloh penglihatannya sekitar 60 persen pulih. Tentu, masih dibantu kacamata. Namun tak setebal sekarang,” kata dr. Irawati Irfani, Sp. M (K), M.Kes. Rabu, 13 Desember lalu.

sarah2

Sejenak para pendampingnya yang diutus Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, Eka Santosa, yang membawa Sarah siswa kelas 5 SDN 2 Bojong di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran ini agak terhenyak. ”Bukankah selama ini Sarah menyandang low vision?”        

“Hasil pemeriksaan hari ini, bila sekedar kacamatanya akan diganti, nanti akan semakin tebal. Sarannya, Sarah dioperasi untuk menempatkan semacam lensa. Tentu, harus persetujuan orang tuanya. Silahkan dipertimbangkan,” tambah dr. Irawati dengan bijak yang sebelumnya tampak cermat menyerap hasil pemeriksaan dari lima rekan sejawatnya.

Pertimbangan Orang Tua Sarah

Para pendamping Sarah hari itu di antaranya Joggie Natadisastra, Shahadat Akbar, dan kebetulan ada Olot (pemuka adat) Sahari dari Baduy Provinsi Banten. Dan untuk kesekian-kalinya kelancarannya dibantu oleh staf Humas rumah sakit ini, Ria Darmasari beserta jajarannya.

Sorenya, para pendamping ini setiba di kediaman Eka Santosa di Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung, tempat Sarah menginap ersama ibunya Juju Juariah (45) yang tuna netra sejak kelas 3 SD, melaporkan ihwal pemeriksaan mata Sarah.

“Ahamdulillah hasil pemeriksaan mata Sarah hari ini sangat menggembirakan. Tentang saran operasi mata ini, kita kembalikan sepenuhnya kepada orang tua dan keluarganya,” papar Eka yang hari itu tampak bungah.

Bagi Eka sendiri yang pada era 2006 itu masih berkiprah sebagai anggota DPR RI, kembali mengingatkan dirinya akan kebesaran Tuhan. Telah terselamatkan ‘bayi ajaib’ Sarah, ia lahir beberapa jam sebelum bencana tsunami Pangandaran terjadi. Selanjutnya, orok Sarah sempat terhempas dari dekapan ibunya yang tuna netra, lalu ditemukan beberap jam kemudian di antara tumpukan sampah.

“Nama Sarah diambil dari kata sarah dalam bahasa Sunda, yang menurut orang setempat berarti sampah. Tapi, dipikir-pikir nama sarah ini jadi indah ya?” serunya dengan wajah berbinar-binar  - “Sekali lagi kepada RS Mata Cicendo dan banyak pihak yang membantu ananda Sarah tanpa pamrih, saya ucapkan terima kasih.”

sarah1

Juju, ibunya Sarah di Pasir Impun, dalam pertemuan sore itu, masih mempertimbangkan kemungkinan mengiijinkan operesi mata anak semata wayangnya dari suaminya Utan (65). “Besok akan pulang dulu ke Parigi, berunding dengan bapaknya Sarah. Bila setuju, langsung mengurus surat-surat BPJS dari Puskesmas.  Tetapi, semua ini terpulang pada pada kesiapan Sarah sendiri”.

Kepada Sarah, Eka sempat bertanya dihadapan ibunya maukah dioperasi matanya seperti tadi ibu dokter sarankan di rumah sakit agar penglihatan lebih baik, dan kacamata Sarah tidak semakin tebal?

“Kayaknya, mau saja-lah,” jawab Sarah dengan nada suara pelan. Tatkala ada yang mengejar  kira-kira bila penglihatan Sarah semakin baik apa yang akan Sarah lakukan nanti? “Sarah mau ke kebun binatang seperti dulu, waktu punya kacamata pertama. Mau naik gajah, lihat jerapah, singa, harimau, sama ular. Juga Sarah mau jalan-jalan ke mal (toserba), terus mau baca buku biar lancar norolang, juga mengaji Al Qur’an …” tuturnya dengan lugu. (HS/SA/AR/dtn).-

Add a comment

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

wwswws2DestinasiaNewsHi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu!

Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White Secret Pure Treatment Essence dimana merupakan bagian dari Wardah White Secret Series yang dipersembahkan bagi perempuan Indonesia.

Lalu, apa rahasia produk ini? Seperti dijelaskan oleh Rifina Afandi, Brand Manager Wardah di sela acara peluncuran, produk inovasi terbaru dari Wardah Skin Innovation ditujukan untuk membantu mencerahkan kulit wajahmu yang memudar akibat terpapar polusi dan cuaca. Bahan-bahan aktif di produk baru ini juga  membantu menghidrasi kulit wajahmu agar terjaga kelembapannya sehingga siap menerima nutrisi dari perawatan kulit selanjutnya.

Selain itu, Wardah White Secret Pure Treatment Essence diformulasikan dengan Puressential Skin Solution yang mengandung Edelweiss Extract untuk membantu memancarkan cahaya cerah kulitmu. Dimana, Edelweiss (Leontopodium alpidum) ini  adalah bunga yang mampu tumbuh pada ketinggian 3.000 m di atas permukaan laut meskipun menantang radiasi UV tinggi dan kondisi cuaca ekstrim. Bunga ini dikultivasi berkesinambungan, organik dan memerhatikan sistem fair trade, kemudian diesktrak secara seksama.

Ada juga kandungan lain yang terdapat dalam profuk baru ini, yaitu Silver Vine Extract, Niacinamide, dan Skin Awakening System untuk menjaga kulitmu tetap lembap terhidrasi dan terlihat lebih cerah bercahaya.It’s so gorgeous right, Destiners?

Perawatan Menyeluruh untuk Kulit Cerah Bercahaya

wws3Untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan cerah bercahaya, Wardah mengajak perempuan Indonesia mulai melakukan perawatan kulit secara rutin dengan langkah-langkah yang tepat. Jika kulitmu berada dalam kondisi optimal, maka penyerapan nutrisi, termasuk bahan aktif pencerah dalam produk-produk Wardah White Secret Series, juga akan berlangsung dengan optimal.

Langkah-langkah perawatan kulit wajahmu yang paling mendasar dan tidak boleh terlewatkan adalah pembersihan, pemberian nutrisi dan kelembapan, kemudian diakhiri dengan perlindungan. Setelah langkah pembersihan, pastikan kulit wajahmu dalam kondisi lembap terlebih dahulu agar kulit siap menerima dan menyerap nutrisi dari produk-produk perawatan yang selanjutnya dengan baik. Di sinilah Wardah White Secret Pure Treatment Essence berperan untuk membantu kulitmu mendapatkan kembali kelembapannya.

Seperti yang dipaparkan oleh Raline Shah, Brand Ambassador Wardah, sebagai pengguna Wardah White Secret Series, dirinya sangat bersemangat saat Wardah meluncurkan inovasi produk ini. Selain mendapat manfaat dari bahan-bahan aktifnya yang membantu kulit wajahnya jadi cerah bercahaya, kulit juga menjadi lebih lembap sehingga siap untuk mendapat manfaat maksimal dari produk perawatan Wardah White Secret selanjutnya.

So Destiners, are you next?

(SF/dtn)

Add a comment

Gerakan Hejo & Darma Usada Netra, Gelar Operasi Mata Katarak Gratis di Palabuhanratu Sukabumi


IMG 20170909 WA0033
destinasiaNews – Kamaludin (65), Ibu Iya (65), yang diantar Neng Lina (31) asal Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu Kab. Sukabumi, hari Sabtu (9/9/2017) di Balai Kesehatan Mata Usada Netra di Cikakak Palabuhanratu, mengantre dengan sabar saat bhakti sosial operasi mata katarak. “Duh,senengnya ikut antre hari ini. Cukup bawa SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), bisa operasi gratis. Kalau bayar mah duh, bisa jutaan,” kata Ibu Iya dengan nada sedikit memelas namun tampak sumringah.
 IMG 20170909 WA0056
 
Antrian peserta lainnya ada puluhan dari berbagai daerah seperti Bayah di Provinsi Banten, Kabupaten Cianjur, dan Kecamatan Cibadak. “Saya mah nginep dulu di kerabat di Cikakak. Cukup SKTM, sukses operasi penglihatan bisa jelas lagi. Mau lihat cucu. Seperti apa ya mereka?” tutur Kauri (75) asal Bayah dengan suara pelan. Hari itu Kauri datang diantar isterinya Komsyiah (50).
 
Menurut Herlan yang bertugas sebagai Refraksionis Optisien di Balai Kesehatan Mata Usada Netra, kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Hejo, PERDAMI (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia), IROPIN Sukabumi, Balai Kesehatan Mata Usada Netra selaku tuan rumah yang dipimpin dr. Vidyapati W Mangunkusumo.
 IMG 20170910 064021
“Sampai siang ini terdaftar sekitar 75 orang untuk diperiksa, 19 orang di antaranya hasil skrining oleh Gerakan Hejo dan DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Hari Nelayan ke-57, tepatnya 13 April 2017.”
 
Toni Ellen selaku perwakilan dari Gerakan Hejo yang didampingi rekannya Yan Bastian, hadir pada pagi hari itu di Cikakak, menyatakan rasa syukur peserta operasi mata katarak yang dilakukannya beberapa bulan lalu, ditindaklanjuti dengan baik oleh Balai Kesehatan Mata Usada Netra.
 
“Kemungkinan bulan depan kegiatan sejenis, bekerjasama dengan donatur lain akan dilakukan lagi. Setidaknya pada World Sight Day 2017. Ini jatuh pada 12 Oktober. Langkah ini sedang kami persiapkan.” [HS/SA/dtn]   
 
Add a comment

Teten Masduki Jenguk Solihin GP di Cisitu – Jaga NKRI & Pancasila  

IMG 20170620 223042
destinasiaNews – Kediaman sesepuh Jabar Solihin GP, Gubernur Jabar 1970 – 1975 yang juga Sekertaris Pengendalian Operasioal Pebangunan 1977-1992, di Cisitu Indah Kota Bandung hari, Selasa sore (20/6/2017), bersuasana lain. Pasalnya tanpa banyak yang mengetahui atau nyaris diam-diam Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki, mengunjungi Mang Ihin sapaan akrab Solihin GP. “Saya baru bisa berkunjung hari ini. Saat bertemu tadi, cukup banyak pesan penting untuk kami. Intinya, ia berpesan sangatlah penting menjaga NKRI dan Pancasila,” papar Teten yang dalam kunjungan ini ia dampingi istrinya.
 
Teten mengatakan ini beberapa saat setelah ia keluar dari pintu rumah kediaman Solihin GP. Kala itu Teten diantar isteri Mang Ihin Maryam Harmain, serta Yani SGP putri ke-2 Mang Ihin. Tampak pada iringan ini ada penjenguk lain, Yena Iskandar beserta suaminya, Budi Arisandi. Yang terakhir ini Yena dikenal sebagai putri almarhum Nanang Iskandar Ma’some -  pengusaha sukses Jawa Barat.
IMG 20170620 163116 681x511
“Sebelumnya kami sudah berkomunikasi dengan Kang Teten melalui Kang Eka Santosa, untuk bertemu di sini. Kebetulan, saya dan suami punya kesempatan hari ini. Selepas beliau dirawat di RS Advent,” kata Yena yang merasakan suasana khusus pada kunjungan kali ini –“Terharu sekaligus teringat, akan perjuangan ayah (Nanang Iskandar Ma’some) bersama Mang Ihin, selalu memikirkan dan beraktivitas meningkatkan kesejahteraan warga Jabar.”
 
Pesan Presiden Jokowi
 
Masih di kediaman Mang Ihin, Teten pada kunjungannya yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB selama kurang lebih 30 menit, menyempatkan diri melayani wawancara bersama awak media.
 
Menurut Teten, pertemuan khusus kali ini dengan Mang Ihin yang juga didampingi rekannya di DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Prof. Dr. Mubiar Purwasasmita, berdiskusi secara mendasar tentang kondisi regional Jabar dan nasional.”Secara khusus beliau menitipkan, untuk menjaga kondusivitas NKRI dan Pancasila. Penting pula menghindarkan tumbuhnya fenomena intoleransi, dan radikalisme. Disinggung juga, soal pentingnya menjaga kondisi lingkungan di Jabar seperti biasanya.”
 
Terkait fenomena ribuan para Bidan Desa dan THL –TBPP (Tenaga Harian Lepas dan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian), yang selama ini menuntut diangkat sebagai PNS, menurutnya hal ini menjadi bidang perhatiannya. “Diakui, selama ini ada gambaran keliru tentang status PNS. Ini berkaitan dengan status pensiun mereka, kelak. Padahal, mereka sama-sama sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara),” begitu ujarnya sambil menambahkan –“Bagi para Bidan Desa dan Penyuluh Pertanian yang usianya kurang dari 35 tahun, sebagian besar sudah diakomodir. Yang di atas usia 35 tahun, sedang dicari rumusannya.”
 
Di akhir paparannya itu, Teten sempat mengungkapkan keprihatinannya dari banyak pimpinan daerah yang selalu menjanjikan mengangkat pegawai dalam kampanye kepemilihannya.”Bila hal ini berlanjut, bisa-bisa APBN dan APBD hanya habis untuk mendanai mereka (pegawai). Ini harus segera diakhiri,” ujarnya sambil menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo – “Tadi saya sampaikan ke Mang Ihin salam dari Pak Presiden yang memang belum sempat berkunjung ke sini. Beliau menaruh hormat tinggi terhadap Mang Ihin, sebagai tokoh Jawa Barat dan nasional.”
 
Secara terpisah, Eka Santosa Ketua Umum Gerakan Hejo yang turut mengatur kunjungan ini, yang juga dikenal sebagai rekan seiring Mang Ihin dalam perjuangan memulihkan kondisi lingkungan hidup di Jawa Barat, dalam 10 tahun terakhir: “Semoga saja Pak Jokowi pun berkenan meluangkan waktu berkunjung, seperti yang dilakukan Wapres Jusuf Kalla ketika masih drawat di RS Advent.” (HS/SA)   
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

DestinasiaNews – Perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap 10 Desember. Khusus pada tahun 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II...

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

OPINI Oleh : Harri Safiari destinasiaNews – Absurditas pribadi, sejahat-jahatnya seorang koruptor layaklah ditemui apalagi selama ia masih dipenjara. Ini pegangan...

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

OPINI Oleh: Harri Safiari destinasiaNews – Lolos menjadi calon legislatif atawa caleg, alias ‘nyaleg’ untuk Pemilu 2019, bolehlah disebut sebagai...

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

 destinasiaNews - Menyambut pergantian tahun baru 2019, The Papandayan menghadirkan pesta malam pergantian tahun bertajuk The Greatest Showman inspired Circus...

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Varian multi facet sosok tokoh Jabar Eka Santosa (59), mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) yang juga Ketua Forum...

Pengunjung

02867571
Hari ini
Kemarin
1636
2820