Ayooo Jalan Sehat bersama Kimbo Reddi

DTN JALAN SANTAI 2 Copy

DestinasiaNewsJalan Sehat Kimbo Reddi, direncanakan akan diikuti sebanyak 10.000 orang, dipusatkan dilapangan HubDam, Moh Toha, Bandung pada minggu, 6 November 2016, PT. Madusari  Nusaperdana  yang bergerak di bidang manufacture tepatnya produsen daging olahan, mengadakan acara “Jalan Sehat Kimbo”  untuk memperingati Hari Pahlawan. Acara ini dimaksudkan  selain untuk menggugah kembali jiwa patriotisme, juga menjalani silahturahmi  antara konsumen langsung  dan perusahaan serta pelanggan  sosis Kimbo Reddi di Jawa Barat khususnya di bandung. Dihadiri oleh Coo PT. Madusari Nusaperdana, Ibu Monawati Sugiarto serta GM PT Mitra Periangan Persada, Bapak Tonidi selaku distributor area Jawa Barat.

Pada Press conference di Kafe Inang Ba (04/11/2016). Distributor area Jawa barat, Tonidi menjelaskan sekilas tentang Sosis Kimbo “Kali ini Sosis Kimbo,  hadir dengan 2 kategori sasaran yaitu pertama untuk anak anak dengan merk Kimbo Reddi dan kedua untuk ibu – ibu rumah tangga dengan merk Kimbo Sosis Lauk. Kimbo Reddi sudah launching beberapa varian yaitu rasa ayam, rasa sapi, rasa ayam jagung pedas, rasa sapi keju panggang. Sedangkan Kimbo Sosis Lauk juga terdapat  beberapa varian rasa yaitu Sosisayam spesial dan sapi spesial yang cocok sebagai teman makan nasi. Beberapa waktu lalu, PT. Madusari Nusaperdana juga melaunching varian baru bagi pecinta mie yaitu Kimbo Sosis Lauk Mie Rasa Ayam Bakar untuk Mie Goreng dan rasa Baso Sapi untuk Mie Kuah.  Saat ini produk sudah ada di pasaran tersebar di seluruh jawa baratupermarket dan Minimarket seperti Afamart, Alfamidi, Indomaret, Lion Superindo, Yogya Group dan lain lain di seluruh Jawa Barat.

Yang ditargetkan penyelenggara, agar  masyarakat dalam mengikuti acara tersebut, dapat lebih mengenal lagi sosis Kimbo Reddi. Kata Producer Manager Sosis Kimbo, Moh. Ali saat jumpa pers di Kedai Inangba, Cihampelas Bandung.

DTN JALAN SEHAT 1 Copy

Dikatakan Moh. Ali bahwa “Pada acara jalan sehat Sosis Kimbo tersebut nanati akan diserahkan secara simbolis  hadiah utama program doble  bonus dengan hadiah  Grand Prize 1 Mobil Datsun Go+, 20 Motor Honda Beat, 200 HP Samsung Galaxy  young2 serta hadiah langsung 1 Milyar pulsa  untuk 50.000 pengirim pertama. Dimana pemenang hadiah utamanaya adalah warga Cimahi, karena itu acara ini dilakuakan di bandung”.

Masih katan Moh. Ali “Acara Jalan Sehat Kimbo ini akan di meriahkan  dengan lomba masak, jaipongan serta musik yang hadir dengan artis cantik Linda Momoy, Rini Rose serta Trio Ladies Geulis. Di panduoleh MC heboh Ceu Idar (Rumah Uya) Peserta Jalan Sehat Reddi semakin semarak dengan jutaan  door prizes. Hadiah Grand Prize berupa 1 paket Umroh, 1 unit motor, 5unit sepeda, 5 buah TV, 5 kompor gas, 5 buah kulkas, 10 Hp, 10 kpas angin, Walhasil, semua rangkaian promosi Sosis Kimbo Reddi dimaksudkan agar konsumen, pelanggan selalu setia dan bersama – sama berkomitmen untuk menyediakan makanan bergizi melalui peningkatan konsumsi protein dalam rangka mendukung upaya pemerinta membentuk generasi sehat cerdas dan kuat.” (Dtn/SA)

DTN JALAN SANTAI 3 Copy

Add a comment

Eka Santosa, Ketua FPOR: Apa Kabar Aroma Korupsi KONI Jabar?

PON KONI 1DestinasiaNews Selesai penyelenggaraan PON XIX Jabar yang katanya terbilang sukses?! Fantastis kata banyak orang. Jabar menggaet 217 emas , 157 perak, dan 157 perunggu. Ini terbanyak dalam sejarah PON.Faktanya, Jawa Timur di peringkat kedua dengan perolehan 132 emas, 138 perak dan 134. Dan sang juara bertahan DKI Jakarta, pada PON kali ini yang menghabisan dana Rp. 2,3 triliun, harus bertekuk lutut duduk di peringat ketiga - perolehannya 132 emas, 124 perak,.dan..118   perunggu. . .

“Ah, Jabar Kahiji diraih dengan penuh kontroversi, mau bangga bagaimana? Lalu ada lagi nih, yang disebut sukses menyisakan banyak tanya. Pertanggung-jawaban keuangannya bagaimana?”, kata Maman (52) seorang pensiunan dini dari sebuah perusahaan swasta yang rajin ber-jogging-ria  di area GOR Saparua Bandung (6/10/2016).

Maman, ditanya secara acak – kesan pesta olahraga yang menelan biaya triliunan rupiah, bagaimana? “Sayamah jadi malu, katanya sukses tapi banyak saudara kita di luar pulau Jawa kecewa. Liciknya tuan rumah terlalu menyolok. Buat apah atuh dapat medali kalow caranya tapi begitu?”, tutupnya tersipu disela gerakan lari di tempat yang Ia lakukan.

 

Aroma itu

 

Usai PON XIX Jabar yang penutupannya cukup menggelegar (29/9/2016) di satdion GBLA Bandung yang pembangungunan gedungnya “beraroma korupsi”, Koordinator Central Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi (4/10/2016) di Bandung, merekomendasian dengan keras - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Ketua Harian Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Iwa Karniwa. Ada apa gerangan?

Menurut Uchok, pemanggilan itu bersifat “segera”, tersebab - adanya potensi kerugian negara di dana PON XIX Jabar sebesar Rp8,2 miliar dari yang Rp2,3 triliun itu."Ini modal KPK untuk membuka penyidikan ini. Orang-orangnya harus diperiksa,".

Paparan lanjutan atas tudingan Uchok itu, didedarkan:”Di lapangan ada persekongkolan administrasi dalam hal pelelangan. Di GOR 2 dan 3 Sumedang, (venue - red) polo air, dan penataan fisik venue sepatu roda. Kerugian Rp1,5 miliar. Awalnya Rp 6,6 miliar, dan sekarang menjadi Rp8,2 miliar”.

Lanjutannya, Uchok mencontohkan, pelelangan tribun dan penutup tribun venue polo air di Kabupaten Bandung senilai Rp15 miliar. "Pastilah banyak penyimpangan. Satunya lagi, lelang tribun dan penutup tribun polo air sebesar Rp15 M, kalau kita lihat, mereka tidak punya SP 007, tapi dikasih ke pemenang lelang," ungkapnya dengan penuh percaya diri.

Silang pendapat ini bagi kalangan awam.“Terus terang jadi bingung. Kenapa penegak hukum dari dulu di Jabar sepertinya diam saja. Ada apa semua ini?”, kembali tanya Tatang yang tubuhnya makin berkeringat pada pagi hari itu di Gasibu.

Alkisah lanjutannya yang bikin bingung Tatang sebagai representasi warga Jabar, guliran aroma korupsi di seputar penyelengaraan PON XIX Jabar langsung di tepis Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan:”Penggunaan anggaran PON XIX Jabar sebesar Rp2,3 triliun bisa dipertanggungjawabkan dengan transparan”, begitu ujarnya seperti yang banyak dilansir para awak media.

 

Eka Santosa – Bau Busuk

 

Tiba giliran Eka Santosa, Ketua KONI Jabar 2002 – 2006, selaku Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) Jawa Barat ketika ditemui di Pasir Impun Kabupaten Bandung yang juga sebagai Sekertariat Gerakan Hejo (6/10/2016), mengomentari aroma korupsi PON XIX Jabar dari yang dikemukaan Uchok pegiat CBA:”Semoga paparan Bung Uchok bisa menjadi entry point dari gunung es aroma korupsi PON Jabar. Bagi saya, hal ini sejatinya sudah lebih dulu mengemukaan bau busuk ini. Sekarang, bila diingatkan kembali, ada bagusnya dan saya apresiasi …”.

PON KONI 2Beberapa hal penting yang kami catat dari paparan Eka Santosa itu, diantaranya berasal dari data yang sering dilansir media selama ini.  1. Adanya manipulasi, dan money politik secara sistematis dalam Agenda Rapat Anggota KONI Jawa Barat Tahun 2014 menjadi MUSORPROVLUB. Menurutnya, ini melanggar AD/ART KONI yang dilaksanakan pada 13 – 14 September 2014 sehingga hasil MUSORPROVLUB cacat hukum. 2. Ketua Umum KONI Jawa Barat terpilih (Kolonel TNI Aktif/pejabat struktural) hasil MUSORPROVLUB, diduga keras melanggar Undang-undang SKN No 3 tahun 2005 dan Undang-undang RI no 34 tentang Tentara Nasional Indonesia pasal 47. 3. Laporan Pertanggungjawaban kinerja dan khususnya keuangan KONI Provinsi Jawa Barat periode 2011 – 2014 sebesar Rp. 367 miliar yang tidak melalui proses audit internal dan diduga melanggar AD/ART KONI. 4. Perubahan RAPAT ANGGOTA KONI TAHUN 2014, menjadi MUSOPROVLUB diduga tidak adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan keuangan sebesar Rp. 367 miliar, otomatis ini melanggar AD/ART KONI yang dapat berakibat terjadinya masalah pidana korupsi. 5. Penggunaan Dana Hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pengurus KONI Jawa Barat 2011 -2014, yang diduga bermasalah, maka tidak sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Lainnya, pendapat Eka Santosa mensitir kembali bukti tertulis laporan penerimaan dan pengeluaran keuangan, sesuai surat perjanjian kerja sama pengadaan jasa Gathering PON XIX pada 2014. Dugaan kuatnya, penyelenggaraan Gathering PON XIX di Hotel Trans Bandung 23 Agustus 2014 lalu. Dalam surat perjanjian itu, penyelenggara kegiatan adalah KONI Jabar. Penyelenggara seharusnya PB PON.
Faktanya, surat perjanjian bernomor 165 A Tahun 2014 itu ditandatangani oleh Yeyen Rusyana Diyan yang tertera sebagai Ketua III pada 12 Agustus 2014. Anehnya, KONI Jabar malah melakukan penunjukan langsung kepada PT Diplus Indonesia sebagai penyedia jasa. Padahal dengan nilai kontraknya Rp 4,07 miliar. “ Seharusnya ini dilakukan melalui lelang”, ujar Eka Santosa dengan geram.

Tak hanya itu, surat tagihan nomor 205/EXT/IV-3/IX/2014 yang dilayangkan PT Diplus ke KONI Jabar pada 17 Oktober 2014, ternyata hanya mencantumkan nilai proyek total Rp 3,7 miliar. "Belum lagi ada pencantuman harga-harga yang fantastis dalam rencana anggaran belanja proyek itu. Masa ada harga ballpoint per buah seratus ribu rupiah untuk 350 orang, ini patut diduga ada penggelembungan. Eh, itu lagi ada buat gubernur, KONI, Menpora dan Deputi untuk 4 kamar di hotel @ Rp 9 juta. Hitung saja sendiri, berapa itu …" tuturnya seakan mengajak kita menjadi akunting profesional.

Lagi menurut Eka Santosa, berkas bukti yang dimilikinya sudah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada pertengahan Februari 2016 lalu. "Kami tunggu nih progresnya. Apalagi PON Jabar sudah selesai kan?”, lanjutnya yang menyoroti banyaknya kasus jual-beli atlit. “Soal jual beli atlit, nantilah ada sesi tersendiri. Biar kita fokus dulu ke aroma korupsi ini”. (HS/SA/dtn). 

Add a comment

SAMKIM Skincare & Cosmetics Mendukung Program SEIBU Think Pink

cosmeti1

 

DestinasiaNews.com - Bertempat di Seibu Department Store Grand Indonesia Jakarta Pusat, Rabu 5 Oktober 2016 SEIBU bersama dengan Yayasan Daya Dara Indonesia (Lovepink) dan didukung oleh Sorella, SAMKIM, Young Heart dan Pierre Cardin  di Awal Bulan Oktober menggelar talkshow dan sosialisasi  program SElBU Think Pink.


Penyakit kanker payudara dan serviks adalah salah satu penyakit tidak menular utama yang dapat di cegah dengan deteksi dini dan pengendalian faktor risiko. Pengendalian kanker saat ini sudah mulai dikembangkan ke arah faktor genetik. Salah satu penanda ( marker ) genetik yang sudah diindentifikasi adalah breast cancer suspectibility gene 1 dan 2 (BRCA1 dan BRCA2) yang dikembangkan sebagai kemoprofilaksis yaitu pemberian kemoterapi pada orang yang mempunyai BRCA positif untuk tujuan pencegahan kanker.

 

Pemeriksaan ini merupakan pelengkap dari pemeriksaan payudara klinis (Sadalnis), Inveksi Asam Asetat (IVA) dan usap serviks yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Responden riset ini adalah 70.000 perempuan urban berusia 25-64 tahun di 34 provinsi di Indonesia. Saat ini Kementrian Kesehatan Sangat Serius dengan kesehatan perempuan Indonesia.

 

Untuk mendukung program pemerintah tersebut, maka pada bulan Kesadaran kanker Payudara Oktober 2016 Seibu bekerjasama dengan Lovepink komunitas yang dibentuk oleh dan untuk para warrior serta survivor kanker payudara di Indonesia  gelar sebuah talk show yang mengangkat topik berkaitan dengan breats cancer awarenes dengan menghadirkan Narasumber Ibu Santi Persada mengenai Sosialisasi deteksi dini kanker payudara,  Ibu Uum Mujiati dari Sorella dan  Ibu Evalina Setiawan dari team Samkim Perawatan wajah agar tampak segar serta trik make-up oleh Mr Philip Kwok sekaligus Make-up Artist Samkim  dan dipandu oleh MC Dave Hendrik sekaligus Brand Ambasador dari  Samkim Skincare & Cosmetics, serta Host by Nasyilla Mirdad, Kanty Widjaja, Cindy Karmoko.

 

 Samkim Skincare Cosmetics Exclusive adalah produk yang sudah dipakai di 300 Rumah Sakit Kecantikan di Negara Korea selama lebih dari 10 tahun Paten Teknologi Vitamin C  dan memberikan hasil efek 3ACT yang menghasilkan Texture kulit lebih baik, meningkatkan Elastisitas kulit & Menyempurnakan warna kulit, Samkim Skincare & Cosmetics adalah Produk terbaik untuk anti penuaan dini paten Teknologi Vitamin C & Pcygnogenol sebagai antikoksidan terbaik dari alam, memperbaiki tekstur kulit, elastisitas dan menyamarkan kerut halus bahkan dari yang belum terlihat dengan proses perbedaannya dalam 3-7 hari, Samkim juga telah bebas dari 5 kandungan membahayakan yaitu paraben, pewarna  buatan, Mineral Logam, dari Minyak Zaitun dan  Benzophenone , Samkim saat ini juga sudah bisa didapatkan di   Departmen Store di Jakarta, Surabaya, Bandung, Manado, Bali Untuk  Informasinya bisa langsung ke Instagramnya@SamkimOfficial dan www.samkimIndonesia.com  ujar Heddy Kandow Managing Director Samkim Skincare & Cosmetics kepada WartaJakarta.com, harapannya program yang diadakan oleh Seibu ini bisa terus berkelanjutan di Tahun mendatang dan semakin luas informasinya untuk disosialisasin.

cosmetik2

Pada kesempatan kali ini Seibu juga menyediakan wadah bagi customer yang ingin berbagai kasih dengan penderita kanker melalui Shop & Share ,sebuah program donasi untuk mendukung kegiatan Yayasan Daya Dara Indonesia(Lovepink) melalui kasir-kasir Seibu yang dikumpulkan sejak 13 September hingga 31 Desember 2016.Donasi yang telah terkumpul akan diberikan pada bulan Januari 2017 dan akan diumumkan di media social Seibu.

Arnolda R Tondobal PLI Corporate PR,CRM & Sales Director menyatakan,acara ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan kaum perempuan mengenai penyakit kanker, serta menggerakkan setiap individu untuk melakukan upaya pencegahan deteksi dini dan pengobatan terhadap penyakit kanker. Sehingga para penderita kanker tidak perlu berkecil hati, karena mitos bahwa kanker tidak dapat di cegah atau tidak bisa di sembuhkan terpatahkan melalui kesadaran peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan tubuh,nutrisi serta perawatan payudara yang benar.

Lebih dari 30% penyakit kanker dapat di cegah dengan cara mengubah faktor risiko perilaku dan pola makan penyebab penyakit kanker.Kanker yang diketahui sejak dini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penanganan lebih baik, oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan risiko penyakit kanker sehingga dapat menentukan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini yang tepat. (BS/dtn)

Add a comment

20 KONI di PON XIX Jabar, Mundur – Merebak Isyu 2 Hari Sebelum Penutupan, Kunaon Tah?

Kontingen dki 1

DestinasiaNews – Serasa menghentak, Selasa petang (27/9/2016) beredar kabar – 20 KONI se Indonesia akan mundur dari PON XIX Jabar. Presscon pukul 20.00 WIB di Patra Jasa Dago. Telisik kebenaran atas undangan ini ke rekan media lain dan pihak terkait, sami mawon tak bisa memberi kepastian. Malah banyak yang berbalik tanya –“Siapa tahu benar adanya?!”.

Singkat kisah, keyakinan tentang kepastian benar-tidaknya,  tentu ada di “Patra Jasa Dago”. Ini tempat kontingan DKI Jakarta berkubu. “Lagi pula di sana memang ada kaukus KONI Provinsi se- Indonesia”, tambah beberapa awak media dan pihak terkait yang dikonfirmasi.

Kontingen dki 2

Lebih singkat lagi kisahnya, setiba di Hotel Pminatra Jasa Dago di Jl. Ir H. Juanda Bandung, malam itu hadir  Raja Sapta Ervian, Ketua KONI Jakarta. Raja yang akrab disapa Eyi, sudah dirubung puluhan awak media. Ia yang dilengkapi jajarannya. Dimintai kejelasan tentang undangan yang simpang siur itu.”Saya juga heran, barusan malah dihubungi staf Kemenpora, menanyakan hal yang sama. Tak benarlah isyu ini, hoax-lah ini. Gigi mundurnya tak kami pasang. Apalagi besok sedikitnya ada lima cabor mau final. Kasihanlah adik-adik kita, 4 tahun berlatih untuk PON dan masa depan olahraga kita di tingkat internasional, bagaimana?”.

Pertanyaan puluhan awak media sebagai representasi warga pada umumnya - mengapa isyu sederas ini sempat-sempatnya muncul pada menit-menit terakhir penutupan ajang olahraga nasional empat tahunan? Simpelnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan selaku Ketua Umum PB PON XlX Jabar sejak awal ajang ini digelar (17 – 29/9/2016) hampir setiap saat disibukkan untuk menepis aneka isyu miring.  

Isyu miring itu mulai penggunaan anggaran, kisruh pada beberapa penyelenggaraan cabang olahraga (cabor), perwasitan, penjurian, hakim, hingga pengerahan supporter, dan penggunaan perangkat pertandingan. Pernyataan ingin meraih Catur Sukses, berupa sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan ekonomi, hampir setiap saat dikemukan Ahmad Heryawan. “Rasanya, jadi seperti membuang waktu Gubernur Jabar mengulang-ngulang statemen ini. Sementara, kenyataan di lapangan sangatlah berbeda”, ujar beberapa Ketua Kontingen dari luar pulau Jawa disela-sela konpers di Patra Jasa Dago, Bandung (27/9/2016).       

Kata Eka Santosa

Kontingen dki 3Mengkonfirmasi tentang munculnya isyu 20 KONI dalam dua hari menjelang penutupan PON XIX Jabar, Mantan Ketua KONI Jabar 2002 – 2006, Eka Santosa, tak urung mengungkapakan keterkejutannya:”Saya kira ini barlu pertama kali dalam penyelenggaraan PON di negeri ini, ada isyu seperti ini. Ini sangat di luar dugaan kita. Saya balik bertanya? Sejak marak intimidasi ke salah satu jurnalis di Bandung, kasus polo air, hingga ancaman mundurnya 9 kontingen di cabor olahraga berkuda di Legok Jawa Pangandaran, dan lainnya, sebenarnya apa yang telah dikerjaan tuan rumah?”.

Manakala ditanya, akankah Eka yang juga sebagai Ketua FPOJB (Forum Penyelamat Olahraga Jawa Barat) menghadiri penutupan PON XI Jabar (29/9/2016) ? Diketahui pada pembukaannya (17/9/2019), Ia walaupun diundang tak menghadirinya, sebagai protes - katanya:”Justru itu, saya sangat sakit hati manakala ada beberapa insan olahraga di Jabar menjelang penutupan ini, sibuk sedang mengukur baju atau seragam. Ini, katanya untuk acara khusus syukuran perolehan medali emas sebagai Jabar Kahiji. Mendengar ini saya, langsung merasa sebal dan mual. Kita tahu, kan? Disinyalir kuat perolehan medali Jabar yang jomplang di antara kontingen lain telah ternoda …”.

Kontingen dki 4

Menutup reportase ini, usai pebincangan dan konpers dari Ketua KONI Jakarta  yang menurut para awak media di Patra Jasa Dago itu dianggap sebagai “formalitas” demi menghargai tuan rumah, kala ditelisik lebih jauh, menyangkut kekecewaannya pada penyelengaraan PON kali ini, nadanya hampir sama dengan isyu yang sudah merebak di wahana umum:”Yang kami lakukan mewakili rekan kami terutama yang di luar pulau Jawa, dalam waktu dekat akan melakukan gugatan hukum secara proporsional, tentunya. Bila, protes dan kekisruhan ini didiaman akan menodai generasi muda kita untuk jangka panjang. Generasi muda kita latihan 4 tahun, dikalahkan dalam beberapa detik bukan karena bertanding sebagian besar, melainkan oleh rekayasa tertentu. Ini amanat, untuk diselesaian”, tutup Daud TR, Wakil Bidang Hukum KONI DKI dengan wajah penuh memendam sesuatu yang berat. 

Yang mengganjal, mengapa ada 20 KONI sempat diisyukan akan mundur menjelang akhir PON XIX Jabar? Secara normatif, telah terjawab oleh Eyi, tidaklah benar itu. Namun, niatan untuk melakukan tindaan hukum agar dugaan “kelicikan” dari penyelenggara yang katanya sistematis, ternyata ada pihak dan kontingen yang meneruskannya. Inikah salah satu pernak-pernik PON kali ini, itu? (HS/SA/dtn)   

Add a comment

Semburat FPOJB “Eka Santosa” Kecam Amburadul Penyelenggaraan PON XlX Jabar

FPO DTN 1

DestinasiaNews  - Untuk kesekian kalinya Eka Santosa Mantan Ketua KONI Jabar selaku Ketua FPOJB (Forum Penyelamat Olahraga Jawa Barat) mengecam kesemrawutan penyelenggaraan PON XIX Jabar (17-29/9/2016). Hal ini Ia katakan di Little White Restro Jl. Lodaya No 11 A Bandung (23/9/2016):”Paling aktual intimidasi terhadap jurnalis Zen Zen dari harian tribun Jabar. Ini memalukan bagi kita. Perhelatan nasional di tanah Pasundan yang kita cintai, dicemari premanisme. Paling menyedihan keluarga jurnalis yang menulis secara normatif, justru didatangi. Walaupun telat, saya dan para olot (tetua adat – red) yang tergabung pada BOMA Jabar, siap melindungi keluarga Zen Zen”, ujar Eka yang didampingi tokoh Jabar Memet Hamdan, Abah Landoeng, Bob Gunawan, dan Abu Bakar, dan Kol. Purn. Sopyan Yusuf.

Menurut Memet Hamdan, Ia hampir senada dengan Eka mengecam bahwa ajang PON XlX Jabar ini dianggapnya sebagai “kolaborasi yang tak lucu:”Bayangkan saja demi Jabar Kahiji, marak pembelian atlit dari luar Jabar sudah bukan rahasia umum lagi. Artinya, pembinaan bagi atlit jabar sudah tidak diprioritasan lagi. Untuk apa menjadi juara bila caranya curang”. Lainnya, Abu Bakar, Mantan Bendahara KONI Jabar:”Sembilan bulan lalu saya keluar dari kepengurusan KONI Jabar, tak kuat melihat penyelewengan yang kasat mata. Jual beli atlit sangat marak demi Jabar Kahiji yang menurut saya sangat keliru. Sementara para atlitnya sendiri, hanya diberi tunjangan sangat kecil tak seimbang dengan pengorbanannya. Saya ada datanya, bukan omong kosong”, ujarnya yang tak takut akan diintimidasi, katanya. “Saya teu sieun lamun diintimidasi oge, sok …”.          

Menimpali  ujaran Memet Hamdan dan Abu Bakar, Eka seakan diingatkan bahwa Presiden Jokowi sendiri melalui Menpora menginstruksian untuk melakukan telaah khusus atas kekisruhan penyelenggaraan PON XIX Jabar:”Nah, Presiden sendiri sudah berkata demikian. Ini berimbas otomatis ke Gubernur Jabar sebagai Ketua Umum PB PON. Pak Gubernur bagaimana ini anggaran lebih dari Rp. 2 triliun. Segera saja pihak berwenang memeriksakannya. Banyak venue yang tak beres sampai hari ini penyelenggaraan”.

Selain itu Sofyan Yusuf yang dulunya aktif sebagai pengurus Percasi Jabar:”Saya kecewa berat, waktu datang mau menonton ajang catur di Savoy Homann. Saya sendiri tak bisa masuk. Selintas wasitnya terlalu banyak, Ini mengherakan, ada apa ini? Semua penuh kecurigaan. Berbagai pertandingan sempat ricuh, ini yang diingat warga Jabar, jadinya”.

Menurut para awak media yang hadir di forum ini, apa yang dikemukakan:”Ini  pernyataan yang benar, namun tampaknya perlu disikapi dengan langkah nyata. Justru suara seperti ini sangat diperlukan ditengah ingar-bingar kisruh penyelenggaraan PON Jabar yang tampaknya neugtreug  aja selama ini”, pungkas Ahmad, pegiat media online di Jabar. (HS/SA/dtn). 

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa  

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa   

destinasiaNews – Aktivis pergerakan masyarakat Tatang Suratis, Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Provinsi Jawa Barat, ditemui...

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta  

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta   

destinasiaNews – Tak biasanya Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum kala...

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

destinasiaNews – “Lho koq tidak diundang Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Besok Kang Eka datang saja ikut rapat di...

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

destinasiaNews -- Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, serta Sekjen...

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika  

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika   

destinasiaNews – Bertempat di Prime Park Hotel Jl. P.H.H Mustofa Kota Bandung, SMKN 5 Bandung menggelar workshop ‘Pendidikan Inklusi’ selama...

Pengunjung

01795346
Hari ini
Kemarin
1107
1546