Eka Santosa, Ketua FPOR: Apa Kabar Aroma Korupsi KONI Jabar?

PON KONI 1DestinasiaNews Selesai penyelenggaraan PON XIX Jabar yang katanya terbilang sukses?! Fantastis kata banyak orang. Jabar menggaet 217 emas , 157 perak, dan 157 perunggu. Ini terbanyak dalam sejarah PON.Faktanya, Jawa Timur di peringkat kedua dengan perolehan 132 emas, 138 perak dan 134. Dan sang juara bertahan DKI Jakarta, pada PON kali ini yang menghabisan dana Rp. 2,3 triliun, harus bertekuk lutut duduk di peringat ketiga - perolehannya 132 emas, 124 perak,.dan..118   perunggu. . .

“Ah, Jabar Kahiji diraih dengan penuh kontroversi, mau bangga bagaimana? Lalu ada lagi nih, yang disebut sukses menyisakan banyak tanya. Pertanggung-jawaban keuangannya bagaimana?”, kata Maman (52) seorang pensiunan dini dari sebuah perusahaan swasta yang rajin ber-jogging-ria  di area GOR Saparua Bandung (6/10/2016).

Maman, ditanya secara acak – kesan pesta olahraga yang menelan biaya triliunan rupiah, bagaimana? “Sayamah jadi malu, katanya sukses tapi banyak saudara kita di luar pulau Jawa kecewa. Liciknya tuan rumah terlalu menyolok. Buat apah atuh dapat medali kalow caranya tapi begitu?”, tutupnya tersipu disela gerakan lari di tempat yang Ia lakukan.

 

Aroma itu

 

Usai PON XIX Jabar yang penutupannya cukup menggelegar (29/9/2016) di satdion GBLA Bandung yang pembangungunan gedungnya “beraroma korupsi”, Koordinator Central Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi (4/10/2016) di Bandung, merekomendasian dengan keras - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Ketua Harian Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Iwa Karniwa. Ada apa gerangan?

Menurut Uchok, pemanggilan itu bersifat “segera”, tersebab - adanya potensi kerugian negara di dana PON XIX Jabar sebesar Rp8,2 miliar dari yang Rp2,3 triliun itu."Ini modal KPK untuk membuka penyidikan ini. Orang-orangnya harus diperiksa,".

Paparan lanjutan atas tudingan Uchok itu, didedarkan:”Di lapangan ada persekongkolan administrasi dalam hal pelelangan. Di GOR 2 dan 3 Sumedang, (venue - red) polo air, dan penataan fisik venue sepatu roda. Kerugian Rp1,5 miliar. Awalnya Rp 6,6 miliar, dan sekarang menjadi Rp8,2 miliar”.

Lanjutannya, Uchok mencontohkan, pelelangan tribun dan penutup tribun venue polo air di Kabupaten Bandung senilai Rp15 miliar. "Pastilah banyak penyimpangan. Satunya lagi, lelang tribun dan penutup tribun polo air sebesar Rp15 M, kalau kita lihat, mereka tidak punya SP 007, tapi dikasih ke pemenang lelang," ungkapnya dengan penuh percaya diri.

Silang pendapat ini bagi kalangan awam.“Terus terang jadi bingung. Kenapa penegak hukum dari dulu di Jabar sepertinya diam saja. Ada apa semua ini?”, kembali tanya Tatang yang tubuhnya makin berkeringat pada pagi hari itu di Gasibu.

Alkisah lanjutannya yang bikin bingung Tatang sebagai representasi warga Jabar, guliran aroma korupsi di seputar penyelengaraan PON XIX Jabar langsung di tepis Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan:”Penggunaan anggaran PON XIX Jabar sebesar Rp2,3 triliun bisa dipertanggungjawabkan dengan transparan”, begitu ujarnya seperti yang banyak dilansir para awak media.

 

Eka Santosa – Bau Busuk

 

Tiba giliran Eka Santosa, Ketua KONI Jabar 2002 – 2006, selaku Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) Jawa Barat ketika ditemui di Pasir Impun Kabupaten Bandung yang juga sebagai Sekertariat Gerakan Hejo (6/10/2016), mengomentari aroma korupsi PON XIX Jabar dari yang dikemukaan Uchok pegiat CBA:”Semoga paparan Bung Uchok bisa menjadi entry point dari gunung es aroma korupsi PON Jabar. Bagi saya, hal ini sejatinya sudah lebih dulu mengemukaan bau busuk ini. Sekarang, bila diingatkan kembali, ada bagusnya dan saya apresiasi …”.

PON KONI 2Beberapa hal penting yang kami catat dari paparan Eka Santosa itu, diantaranya berasal dari data yang sering dilansir media selama ini.  1. Adanya manipulasi, dan money politik secara sistematis dalam Agenda Rapat Anggota KONI Jawa Barat Tahun 2014 menjadi MUSORPROVLUB. Menurutnya, ini melanggar AD/ART KONI yang dilaksanakan pada 13 – 14 September 2014 sehingga hasil MUSORPROVLUB cacat hukum. 2. Ketua Umum KONI Jawa Barat terpilih (Kolonel TNI Aktif/pejabat struktural) hasil MUSORPROVLUB, diduga keras melanggar Undang-undang SKN No 3 tahun 2005 dan Undang-undang RI no 34 tentang Tentara Nasional Indonesia pasal 47. 3. Laporan Pertanggungjawaban kinerja dan khususnya keuangan KONI Provinsi Jawa Barat periode 2011 – 2014 sebesar Rp. 367 miliar yang tidak melalui proses audit internal dan diduga melanggar AD/ART KONI. 4. Perubahan RAPAT ANGGOTA KONI TAHUN 2014, menjadi MUSOPROVLUB diduga tidak adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan keuangan sebesar Rp. 367 miliar, otomatis ini melanggar AD/ART KONI yang dapat berakibat terjadinya masalah pidana korupsi. 5. Penggunaan Dana Hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pengurus KONI Jawa Barat 2011 -2014, yang diduga bermasalah, maka tidak sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Lainnya, pendapat Eka Santosa mensitir kembali bukti tertulis laporan penerimaan dan pengeluaran keuangan, sesuai surat perjanjian kerja sama pengadaan jasa Gathering PON XIX pada 2014. Dugaan kuatnya, penyelenggaraan Gathering PON XIX di Hotel Trans Bandung 23 Agustus 2014 lalu. Dalam surat perjanjian itu, penyelenggara kegiatan adalah KONI Jabar. Penyelenggara seharusnya PB PON.
Faktanya, surat perjanjian bernomor 165 A Tahun 2014 itu ditandatangani oleh Yeyen Rusyana Diyan yang tertera sebagai Ketua III pada 12 Agustus 2014. Anehnya, KONI Jabar malah melakukan penunjukan langsung kepada PT Diplus Indonesia sebagai penyedia jasa. Padahal dengan nilai kontraknya Rp 4,07 miliar. “ Seharusnya ini dilakukan melalui lelang”, ujar Eka Santosa dengan geram.

Tak hanya itu, surat tagihan nomor 205/EXT/IV-3/IX/2014 yang dilayangkan PT Diplus ke KONI Jabar pada 17 Oktober 2014, ternyata hanya mencantumkan nilai proyek total Rp 3,7 miliar. "Belum lagi ada pencantuman harga-harga yang fantastis dalam rencana anggaran belanja proyek itu. Masa ada harga ballpoint per buah seratus ribu rupiah untuk 350 orang, ini patut diduga ada penggelembungan. Eh, itu lagi ada buat gubernur, KONI, Menpora dan Deputi untuk 4 kamar di hotel @ Rp 9 juta. Hitung saja sendiri, berapa itu …" tuturnya seakan mengajak kita menjadi akunting profesional.

Lagi menurut Eka Santosa, berkas bukti yang dimilikinya sudah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada pertengahan Februari 2016 lalu. "Kami tunggu nih progresnya. Apalagi PON Jabar sudah selesai kan?”, lanjutnya yang menyoroti banyaknya kasus jual-beli atlit. “Soal jual beli atlit, nantilah ada sesi tersendiri. Biar kita fokus dulu ke aroma korupsi ini”. (HS/SA/dtn). 

Add a comment

SAMKIM Skincare & Cosmetics Mendukung Program SEIBU Think Pink

cosmeti1

 

DestinasiaNews.com - Bertempat di Seibu Department Store Grand Indonesia Jakarta Pusat, Rabu 5 Oktober 2016 SEIBU bersama dengan Yayasan Daya Dara Indonesia (Lovepink) dan didukung oleh Sorella, SAMKIM, Young Heart dan Pierre Cardin  di Awal Bulan Oktober menggelar talkshow dan sosialisasi  program SElBU Think Pink.


Penyakit kanker payudara dan serviks adalah salah satu penyakit tidak menular utama yang dapat di cegah dengan deteksi dini dan pengendalian faktor risiko. Pengendalian kanker saat ini sudah mulai dikembangkan ke arah faktor genetik. Salah satu penanda ( marker ) genetik yang sudah diindentifikasi adalah breast cancer suspectibility gene 1 dan 2 (BRCA1 dan BRCA2) yang dikembangkan sebagai kemoprofilaksis yaitu pemberian kemoterapi pada orang yang mempunyai BRCA positif untuk tujuan pencegahan kanker.

 

Pemeriksaan ini merupakan pelengkap dari pemeriksaan payudara klinis (Sadalnis), Inveksi Asam Asetat (IVA) dan usap serviks yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Responden riset ini adalah 70.000 perempuan urban berusia 25-64 tahun di 34 provinsi di Indonesia. Saat ini Kementrian Kesehatan Sangat Serius dengan kesehatan perempuan Indonesia.

 

Untuk mendukung program pemerintah tersebut, maka pada bulan Kesadaran kanker Payudara Oktober 2016 Seibu bekerjasama dengan Lovepink komunitas yang dibentuk oleh dan untuk para warrior serta survivor kanker payudara di Indonesia  gelar sebuah talk show yang mengangkat topik berkaitan dengan breats cancer awarenes dengan menghadirkan Narasumber Ibu Santi Persada mengenai Sosialisasi deteksi dini kanker payudara,  Ibu Uum Mujiati dari Sorella dan  Ibu Evalina Setiawan dari team Samkim Perawatan wajah agar tampak segar serta trik make-up oleh Mr Philip Kwok sekaligus Make-up Artist Samkim  dan dipandu oleh MC Dave Hendrik sekaligus Brand Ambasador dari  Samkim Skincare & Cosmetics, serta Host by Nasyilla Mirdad, Kanty Widjaja, Cindy Karmoko.

 

 Samkim Skincare Cosmetics Exclusive adalah produk yang sudah dipakai di 300 Rumah Sakit Kecantikan di Negara Korea selama lebih dari 10 tahun Paten Teknologi Vitamin C  dan memberikan hasil efek 3ACT yang menghasilkan Texture kulit lebih baik, meningkatkan Elastisitas kulit & Menyempurnakan warna kulit, Samkim Skincare & Cosmetics adalah Produk terbaik untuk anti penuaan dini paten Teknologi Vitamin C & Pcygnogenol sebagai antikoksidan terbaik dari alam, memperbaiki tekstur kulit, elastisitas dan menyamarkan kerut halus bahkan dari yang belum terlihat dengan proses perbedaannya dalam 3-7 hari, Samkim juga telah bebas dari 5 kandungan membahayakan yaitu paraben, pewarna  buatan, Mineral Logam, dari Minyak Zaitun dan  Benzophenone , Samkim saat ini juga sudah bisa didapatkan di   Departmen Store di Jakarta, Surabaya, Bandung, Manado, Bali Untuk  Informasinya bisa langsung ke Instagramnya@SamkimOfficial dan www.samkimIndonesia.com  ujar Heddy Kandow Managing Director Samkim Skincare & Cosmetics kepada WartaJakarta.com, harapannya program yang diadakan oleh Seibu ini bisa terus berkelanjutan di Tahun mendatang dan semakin luas informasinya untuk disosialisasin.

cosmetik2

Pada kesempatan kali ini Seibu juga menyediakan wadah bagi customer yang ingin berbagai kasih dengan penderita kanker melalui Shop & Share ,sebuah program donasi untuk mendukung kegiatan Yayasan Daya Dara Indonesia(Lovepink) melalui kasir-kasir Seibu yang dikumpulkan sejak 13 September hingga 31 Desember 2016.Donasi yang telah terkumpul akan diberikan pada bulan Januari 2017 dan akan diumumkan di media social Seibu.

Arnolda R Tondobal PLI Corporate PR,CRM & Sales Director menyatakan,acara ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan kaum perempuan mengenai penyakit kanker, serta menggerakkan setiap individu untuk melakukan upaya pencegahan deteksi dini dan pengobatan terhadap penyakit kanker. Sehingga para penderita kanker tidak perlu berkecil hati, karena mitos bahwa kanker tidak dapat di cegah atau tidak bisa di sembuhkan terpatahkan melalui kesadaran peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan tubuh,nutrisi serta perawatan payudara yang benar.

Lebih dari 30% penyakit kanker dapat di cegah dengan cara mengubah faktor risiko perilaku dan pola makan penyebab penyakit kanker.Kanker yang diketahui sejak dini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penanganan lebih baik, oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan risiko penyakit kanker sehingga dapat menentukan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini yang tepat. (BS/dtn)

Add a comment

20 KONI di PON XIX Jabar, Mundur – Merebak Isyu 2 Hari Sebelum Penutupan, Kunaon Tah?

Kontingen dki 1

DestinasiaNews – Serasa menghentak, Selasa petang (27/9/2016) beredar kabar – 20 KONI se Indonesia akan mundur dari PON XIX Jabar. Presscon pukul 20.00 WIB di Patra Jasa Dago. Telisik kebenaran atas undangan ini ke rekan media lain dan pihak terkait, sami mawon tak bisa memberi kepastian. Malah banyak yang berbalik tanya –“Siapa tahu benar adanya?!”.

Singkat kisah, keyakinan tentang kepastian benar-tidaknya,  tentu ada di “Patra Jasa Dago”. Ini tempat kontingan DKI Jakarta berkubu. “Lagi pula di sana memang ada kaukus KONI Provinsi se- Indonesia”, tambah beberapa awak media dan pihak terkait yang dikonfirmasi.

Kontingen dki 2

Lebih singkat lagi kisahnya, setiba di Hotel Pminatra Jasa Dago di Jl. Ir H. Juanda Bandung, malam itu hadir  Raja Sapta Ervian, Ketua KONI Jakarta. Raja yang akrab disapa Eyi, sudah dirubung puluhan awak media. Ia yang dilengkapi jajarannya. Dimintai kejelasan tentang undangan yang simpang siur itu.”Saya juga heran, barusan malah dihubungi staf Kemenpora, menanyakan hal yang sama. Tak benarlah isyu ini, hoax-lah ini. Gigi mundurnya tak kami pasang. Apalagi besok sedikitnya ada lima cabor mau final. Kasihanlah adik-adik kita, 4 tahun berlatih untuk PON dan masa depan olahraga kita di tingkat internasional, bagaimana?”.

Pertanyaan puluhan awak media sebagai representasi warga pada umumnya - mengapa isyu sederas ini sempat-sempatnya muncul pada menit-menit terakhir penutupan ajang olahraga nasional empat tahunan? Simpelnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan selaku Ketua Umum PB PON XlX Jabar sejak awal ajang ini digelar (17 – 29/9/2016) hampir setiap saat disibukkan untuk menepis aneka isyu miring.  

Isyu miring itu mulai penggunaan anggaran, kisruh pada beberapa penyelenggaraan cabang olahraga (cabor), perwasitan, penjurian, hakim, hingga pengerahan supporter, dan penggunaan perangkat pertandingan. Pernyataan ingin meraih Catur Sukses, berupa sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan ekonomi, hampir setiap saat dikemukan Ahmad Heryawan. “Rasanya, jadi seperti membuang waktu Gubernur Jabar mengulang-ngulang statemen ini. Sementara, kenyataan di lapangan sangatlah berbeda”, ujar beberapa Ketua Kontingen dari luar pulau Jawa disela-sela konpers di Patra Jasa Dago, Bandung (27/9/2016).       

Kata Eka Santosa

Kontingen dki 3Mengkonfirmasi tentang munculnya isyu 20 KONI dalam dua hari menjelang penutupan PON XIX Jabar, Mantan Ketua KONI Jabar 2002 – 2006, Eka Santosa, tak urung mengungkapakan keterkejutannya:”Saya kira ini barlu pertama kali dalam penyelenggaraan PON di negeri ini, ada isyu seperti ini. Ini sangat di luar dugaan kita. Saya balik bertanya? Sejak marak intimidasi ke salah satu jurnalis di Bandung, kasus polo air, hingga ancaman mundurnya 9 kontingen di cabor olahraga berkuda di Legok Jawa Pangandaran, dan lainnya, sebenarnya apa yang telah dikerjaan tuan rumah?”.

Manakala ditanya, akankah Eka yang juga sebagai Ketua FPOJB (Forum Penyelamat Olahraga Jawa Barat) menghadiri penutupan PON XI Jabar (29/9/2016) ? Diketahui pada pembukaannya (17/9/2019), Ia walaupun diundang tak menghadirinya, sebagai protes - katanya:”Justru itu, saya sangat sakit hati manakala ada beberapa insan olahraga di Jabar menjelang penutupan ini, sibuk sedang mengukur baju atau seragam. Ini, katanya untuk acara khusus syukuran perolehan medali emas sebagai Jabar Kahiji. Mendengar ini saya, langsung merasa sebal dan mual. Kita tahu, kan? Disinyalir kuat perolehan medali Jabar yang jomplang di antara kontingen lain telah ternoda …”.

Kontingen dki 4

Menutup reportase ini, usai pebincangan dan konpers dari Ketua KONI Jakarta  yang menurut para awak media di Patra Jasa Dago itu dianggap sebagai “formalitas” demi menghargai tuan rumah, kala ditelisik lebih jauh, menyangkut kekecewaannya pada penyelengaraan PON kali ini, nadanya hampir sama dengan isyu yang sudah merebak di wahana umum:”Yang kami lakukan mewakili rekan kami terutama yang di luar pulau Jawa, dalam waktu dekat akan melakukan gugatan hukum secara proporsional, tentunya. Bila, protes dan kekisruhan ini didiaman akan menodai generasi muda kita untuk jangka panjang. Generasi muda kita latihan 4 tahun, dikalahkan dalam beberapa detik bukan karena bertanding sebagian besar, melainkan oleh rekayasa tertentu. Ini amanat, untuk diselesaian”, tutup Daud TR, Wakil Bidang Hukum KONI DKI dengan wajah penuh memendam sesuatu yang berat. 

Yang mengganjal, mengapa ada 20 KONI sempat diisyukan akan mundur menjelang akhir PON XIX Jabar? Secara normatif, telah terjawab oleh Eyi, tidaklah benar itu. Namun, niatan untuk melakukan tindaan hukum agar dugaan “kelicikan” dari penyelenggara yang katanya sistematis, ternyata ada pihak dan kontingen yang meneruskannya. Inikah salah satu pernak-pernik PON kali ini, itu? (HS/SA/dtn)   

Add a comment

Semburat FPOJB “Eka Santosa” Kecam Amburadul Penyelenggaraan PON XlX Jabar

FPO DTN 1

DestinasiaNews  - Untuk kesekian kalinya Eka Santosa Mantan Ketua KONI Jabar selaku Ketua FPOJB (Forum Penyelamat Olahraga Jawa Barat) mengecam kesemrawutan penyelenggaraan PON XIX Jabar (17-29/9/2016). Hal ini Ia katakan di Little White Restro Jl. Lodaya No 11 A Bandung (23/9/2016):”Paling aktual intimidasi terhadap jurnalis Zen Zen dari harian tribun Jabar. Ini memalukan bagi kita. Perhelatan nasional di tanah Pasundan yang kita cintai, dicemari premanisme. Paling menyedihan keluarga jurnalis yang menulis secara normatif, justru didatangi. Walaupun telat, saya dan para olot (tetua adat – red) yang tergabung pada BOMA Jabar, siap melindungi keluarga Zen Zen”, ujar Eka yang didampingi tokoh Jabar Memet Hamdan, Abah Landoeng, Bob Gunawan, dan Abu Bakar, dan Kol. Purn. Sopyan Yusuf.

Menurut Memet Hamdan, Ia hampir senada dengan Eka mengecam bahwa ajang PON XlX Jabar ini dianggapnya sebagai “kolaborasi yang tak lucu:”Bayangkan saja demi Jabar Kahiji, marak pembelian atlit dari luar Jabar sudah bukan rahasia umum lagi. Artinya, pembinaan bagi atlit jabar sudah tidak diprioritasan lagi. Untuk apa menjadi juara bila caranya curang”. Lainnya, Abu Bakar, Mantan Bendahara KONI Jabar:”Sembilan bulan lalu saya keluar dari kepengurusan KONI Jabar, tak kuat melihat penyelewengan yang kasat mata. Jual beli atlit sangat marak demi Jabar Kahiji yang menurut saya sangat keliru. Sementara para atlitnya sendiri, hanya diberi tunjangan sangat kecil tak seimbang dengan pengorbanannya. Saya ada datanya, bukan omong kosong”, ujarnya yang tak takut akan diintimidasi, katanya. “Saya teu sieun lamun diintimidasi oge, sok …”.          

Menimpali  ujaran Memet Hamdan dan Abu Bakar, Eka seakan diingatkan bahwa Presiden Jokowi sendiri melalui Menpora menginstruksian untuk melakukan telaah khusus atas kekisruhan penyelenggaraan PON XIX Jabar:”Nah, Presiden sendiri sudah berkata demikian. Ini berimbas otomatis ke Gubernur Jabar sebagai Ketua Umum PB PON. Pak Gubernur bagaimana ini anggaran lebih dari Rp. 2 triliun. Segera saja pihak berwenang memeriksakannya. Banyak venue yang tak beres sampai hari ini penyelenggaraan”.

Selain itu Sofyan Yusuf yang dulunya aktif sebagai pengurus Percasi Jabar:”Saya kecewa berat, waktu datang mau menonton ajang catur di Savoy Homann. Saya sendiri tak bisa masuk. Selintas wasitnya terlalu banyak, Ini mengherakan, ada apa ini? Semua penuh kecurigaan. Berbagai pertandingan sempat ricuh, ini yang diingat warga Jabar, jadinya”.

Menurut para awak media yang hadir di forum ini, apa yang dikemukakan:”Ini  pernyataan yang benar, namun tampaknya perlu disikapi dengan langkah nyata. Justru suara seperti ini sangat diperlukan ditengah ingar-bingar kisruh penyelenggaraan PON Jabar yang tampaknya neugtreug  aja selama ini”, pungkas Ahmad, pegiat media online di Jabar. (HS/SA/dtn). 

Add a comment

Tips Jitu Memilih Cream Pemutih yang Aman dan ‘Damai’

Kulit putih1

DestinasiaNews -  Wahai destiners, terutama ladies-nya, ternyata gampang gampang susah ya memilih cream pemutih wajah yang tepat dan aman alias yang ‘damai’ itu? Salah-salah bila ceroboh, petaka yang kita dapat alias ‘tidak damai’. Semua itu, galibnya demi wajah tampak cantik dan sehat. Nyatanya, banyak orang yang melakukan jalan pintas demi menggapai wajah menajdi tampak putih, menggunakan sembarang cream pemutih wajah. “Duh, ini akan membuat wajah cantik kita tak damai lagi”, demikian ujar salah Dini (30), seorang perias atau penata pengantin dalam suatu kesempatan kegiatan wedding organization yang kini marak.

 

Galibnya, cream pemutih wajah banyak dijual bebas di pasaran. Harganya pun bisa beragam, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu Rupiah. Jika kita memutuskan untuk menggunakan cream, sebaiknya berhati-hati ketika memilih dan menggunakannya.  Panduannya, memilih cream yang aman dilakukan agar terhindar dari bahaya obat kimiawi yang terkandung di dalamnya. Sebagai konsumen yang cerdas, tips sehat harus diperhatikan dengan cermat. Kini banyaknya oknum yang tidak bertangung jawab membuat cream pemutih, semata  untuk mengeruk keuntungan dengan mengabaikan segi kesehatan, dan hukum sekali pun. Nah, berikut kami sajikan tips cara memilih cream pemutih yang damai.

 

 

Lengket ?  

Tatkala memilih cream pemutih wajah, janganlah terpengaruh oleh harga cream yang murah. Siapa tahu, cream tersebut justru berbahaya bagi kesehatan kita. Pilihlah cream pemutih wajah yang aman, serta tidak lengket ketika digunakan. Cream yang lengket ketika digunakan, bisa menjadi indikator mengandung bahan berbahaya. Paling simple, cobalah pada tangan. Jika lengket sebaiknya urungkan niat untuk membelinya.

 

Warna dan aroma tidak mencolok

Cream  pemutih wajah yang aman, dapat dicermati melalui warnanya. Berhati-hati lah jika warna cream pemutih tersebut mencolok. Bisa jadi, ia memakai zat pewarna berbahaya. Pilihan warna mencolok itu diantaranya, kuning, merah dan hijau. Begitu pun aroma, jangan yang terlalu menyengat. Bisa jadi ini indikasi cream yang berbahaya. Cobalah memilih cream yang beraroma lembut. Bisa jadi, ini cream yang damai?

 

Tidak terasa panas

Pilihlah cream pemutih wajah yang aman, tidak terasa panas digunakan! Bagi beberapa kulit yang sensitif, ini dapat mengakibatkan iritasi. Jika terjadi, hentikanlah! Kemungkinan iritasi, adanya kandungan merkuri pada cream itu. Makanya, jangan terlalu percaya bila dalam waktu singkat kulit wajah menjadi putih. Faktanya, untuk menjadi putih, haruslah berlangsung secara bertahap!

 

Lainnya lagi, masa pakai cream pemutih juga harus diperhatikan, termasuk ijin dan ketentuan lain salah satunya dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) RI. Makanya, teliti sebelum membeli atau memakai cream pemutih. Bila perlu konsutasilah dengan pihak yang tahu dan paham soal ini. Selamat memilih dan merawat wajah – agar tampak damai, tentunya. (HS/SF/dtn)

 

*Naskah ini diselaraskan dan disarikan dari artikel berjudul “Cara Memilih Cream Pemutih Wajah Yang Aman untuk Digunakan Setiap Hari” oleh Yoga Wahyu Ali.

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

DestinasiaNews – Perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap 10 Desember. Khusus pada tahun 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II...

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

OPINI Oleh : Harri Safiari destinasiaNews – Absurditas pribadi, sejahat-jahatnya seorang koruptor layaklah ditemui apalagi selama ia masih dipenjara. Ini pegangan...

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

OPINI Oleh: Harri Safiari destinasiaNews – Lolos menjadi calon legislatif atawa caleg, alias ‘nyaleg’ untuk Pemilu 2019, bolehlah disebut sebagai...

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

 destinasiaNews - Menyambut pergantian tahun baru 2019, The Papandayan menghadirkan pesta malam pergantian tahun bertajuk The Greatest Showman inspired Circus...

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Varian multi facet sosok tokoh Jabar Eka Santosa (59), mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) yang juga Ketua Forum...

Pengunjung

02867553
Hari ini
Kemarin
1618
2820