Satgas Indobatt di Lebanon Juara Umum Unifil Badminton Competition 2016

 

Baminton

Destinasianews -  Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-J/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) atau Indobatt, menempati peringkat Juara Umum pada pertandingan Badminton antar negara kontingen Unifil yang diselenggarakan FHQSU (Force Head Quarter Support Unit) beberapa waktu lalu, di Rubb Hall, Markas Unifil Naqoura, Lebanon Selatan. Tropy Juara Umum langsung diserahkan Komandan FHQSU (Komandan Kontingen Indonesia di Lebanon) Kolonel Kav Jala Argananto kepada Lettu Kav Denis Indrayadi selaku Kordinator Badminton Indobatt.

Ketua Penyelenggara dari FHQSU Lettu Cba Whevy Sugratama menyampaikan bahwa pertandingan antara negara-negara Kontingen Unifil tersebut diikuti 9 (sembilan) negara, terdiri dari : Ghana, Prancis, Korea Selatan, India, Tanzania, Malaysia, India, Nepal, Austria, Srilanka dan Indonesia (Indobatt, Sempu dan FPC).

“Sistem pertandingan yang digunakan pada kejuaraan Unifil Badminton Competition 2016 adalah setengah kompetisi, dengan mempertandingkan 5 (lima) partai yaitu : Single Putra dan Putri, Ganda Putra dan Putri, serta Ganda Campuran yang seluruh partai dilaksanakan selama 6 (enam) hari,” pungkas Lettu Cba Whevy Sugratama.

Tim Badminton Satgas Indobatt Konga XXIII-J/Unifil memastikan diri sebagai Juara Umum setelah berhasil meraih beberapa medali, yaitu : 2 (dua) Emas, 2 (dua) Perak, dan 2 (dua) Perunggu, pada 5 (lima) partai pertandingan. Medali Emas, diraih pada pertandingan Ganda Putra yang dipersembahkan oleh Lettu Inf Anatona Zebua berpasangan dengan Serma Rosiyanto, setelah berhasil mengalahkan tim Satgas FPC di partai final dengan skor 2-0.

Sedangkan pada Ganda Putri, Serma Rina berpasangan dengan Serka Elysia berhasil mengalahkan Kontingen Ghana (Ghanbatt) dengan skor 2-0 Sementara itu, Medali Perak dipersembahkan Lettu Inf Anatoa Zebua pada partai Single Putra dan Lettu Inf Refan W. berpasangan dengan Serka Elysia pada partai Ganda Campuran.

Untuk Medali Perunggu diperoleh dari partai Single Putra Serka Sriyanto dan pada partai Ganda Putra Serka Lange berpasangan dengan Sertu Nasrudin.

Kemudian untuk peringkat kedua juara umum ditempati oleh tim pebulutangkis dari Satgas Sempu (Sector East Military Police Unit) dengan perolehan medali 2 (dua) Emas,  peringkat ketiga ditempati oleh Kontingen Malaysia (Malbatt) yang mendapatkan 1 (satu) Emas dari partai Single Putra.

Komandan Satgas Indobatt Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko, S.E. menuturkan, bahwasanya kegiatan pertandingan olahraga ini bertujuan untuk memupuk jiwa kebersamaan, persahabatan dan jalinan komunikasi yang baik antar Kontingen negara-negara di dunia dalam mendukung pelaksanaaan misi United Nations Interim Force in Lebanon, serta yang paling utama akan selalu mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Lebanon. (Puspen Mabes TNI/IM/dtn)

Add a comment

348 Masyarakat Pulau Liran Dapat Pelayanan Pengobatan di KRI dr. Soeharso

 

Pengobatan di KRI

Destinasianews - Sebanyak 348 masyarakat di Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, mendapat pelayanan pengobatan di atas KRI dr. Soeharso-990, kemarin. Pengobatan yang dilaksanakan di dalam KRI dr. Soeharso dengan Komandan Letkol (P) Ashari Alamsyah dikarenakan situasi medan yang kurang baik, sehingga masyarakat di evakuasi dengan menggunakan perahu.

Misi Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh TNI di Pulau-Pulau Terluar Indonesia, seperti Pulau Lakor, Moa, Leti, Kisar, Wetar dan Liran, sebagai tindak lanjut perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu, usai melakukan kunjungan ke beberapa Pulau Terluar di wilayah Indonesia bagian Timur.

Para Tim Kesehatan TNI sudah dapat menerima pasien yang berobat sebanyak 348 orang dari 1.000 jumlah penduduk, terdiri dari : 146 orang Poli Umum, 12 orang Poli Gigi, 20 orang THT, 9 orang Bedah Minor, 17 orang Bedah Umum, 30 orang Poli Mata, 27 orang Poli Penyakit Dalam, 14 orang Poli Spesialis Syaraf, 57 orang Poli Spesialis Anak, 1 (satu) orang Poli Spesialis Jantung dan 15 orang Poli Kulit / Kelamin.

Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS selaku Komandan Satgas Bantuan Sosial (Dansatgas Bansos) pada saat pelayanan pengobatan di Pulau Liran mengatakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap melaksanakan segala situasi yang ada dengan perencanaan yang demikian singkat, dengan kesiapan yang terdadak ternyata kita mampu membuktikan, bagaimana sulit medannya dan bagaimana motivasi serta semangat jiwa juang dan solidaritas dari Prajurit TNI.

“Satgas Bansos TNI telah melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan di enam Pulau Terluar Indonesia yaitu, Pulau Lakor, Moa, Leti, Kisar, Wetar dan terakhir di Pulau Liran,” ujarnya. “Enam hari Satgas Bansos TNI melaksanakan kegiatan. Satu hari satu Pulau, biasanya kalau operasi seperti ini 3 (tiga) hari, satu hari mendarat, satu hari dilakukan pelayanan, dengan penuh tekad langsung melaksanakan pelayanan, kemudian kembali ke kapal. Ini membuktikan bahwa TNI mampu melaksanakan tugas dengan baik, serta bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa semua dapat berjalan dengan baik, tanggapan dari masyarakat juga baik, dan sampai saat ini seluruh personel dalam keadaan aman dan baik,” ujar Dansatgas Bansos TNI.

Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS juga menuturkan, kendala yang dihadapi selama bertugas adalah medan dan cuaca dengan kondisi keterbatasan saluran internet yang tidak dapat akses. Namun demikian, seberat apapun kendala ini bisa dilewati walaupun gelombang sampai dua meter tetap di tempuh dengan baik. Kendala yang berikutnya masalah personel, kemampuan kapal tidak ada masalah, yang dikhawatirkan pada saat itu adalah kalau sampai kehabisan obat-obatan, tapi berkat bekerja sama dengan Menteri Kesehatan, hal ini dapat teratasi.

Situasi saat ini obat cukup, asumsi hanya 1.500 pasien ternyata dibawah 1.000, sisa obat dikembalikan ke Puskemas setempat. Sistem koordinasi tim konsolidasi semua berjalan baik, sehingga operasi berjalan sempurna.

Sementara itu, Kepala Staf Operasi Kolonel Laut (K) dr. Wiweka yang kesehariannya menjabat Kadiskes Lantamal III Jakarta mengatakan antara lain, kegiatan ini direncanakan sesingkat mungkin, harus bisa merencanakan dalam waktu yang singkat, perkiraan waktu yang cepat dan perkiraan-perkiraan yang akan terjadi di lapangan serta membutuhkan putusan yang sangat sulit, tapi itu harus dilakukan demi kelancaran dan terlaksananya kegiatan Bakti Sosial TNI. (Puspen Mabes TNI/IM/dtn).

Add a comment

Satgas Bansos Kesehatan TNI Tiba di Pulau Moa Maluku

Pengobatan Maluku

Destinasianews - Usai mengunjungi Pulau Lakor Nusa Tenggara Timur, Satuan Tugas Bantuan Sosial (Satgas Bansos) TNI yang dipimpin Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS selaku Komandan Satgas (Dansatgas) beserta 342 Personel TNI (AD, AL, AU) Misi Pelayanan Kesehatan, terdiri dari 186 Personel Kesehatan meliputi 2 (dua) Dokter Umum, 2 (dua) Dokter Gigi, 15 Dokter Spesialis, 2 (dua) Apoteker, 165 Personel dari Batalyon Kesehatan 2/Kostrad dan Batalyon Kesehatan 1 Marinir beserta 156 Personel KRI dan Crew Helly, beberapa waktu lalu tiba di Pulau Moa Provinsi Maluku.

Misi Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan di Pulau Terluar Indonesia, seperti Pulau Lakor, Moa, Letti, Kisar, Wetar dan Liran, yang akan berlangsung sampai tanggal 15 Februari 2016 tersebut, sebagai tindak lanjut perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu, usai melakukan kunjungan ke beberapa Pulau Terluar di wilayah Indonesia bagian Timur.

Kedatangan Dansatgas Bansos beserta rombongan di Pulau Mao, disambut langsung oleh Pejabat Daerah, Tokoh Masyarakat dan masyarakat setempat dengan diiringi kesenian daerah Hamalot. Turut hadir dalam kunjungan ini, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Gatot Triswanto selaku Wadansatgas Bansos, Kasdam XVI/Patimura Brigjen TNI Bambang Taufik, Danlantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari, S. dan Asops Bansos Kolonel Weweka yang kesehariannya menjabat sebagai Kadiskes Lantamal III Jakarta.

Masyarakat Pulau Moa menyambut baik kedatangan Dansatgas Bansos dan tim medis TNI untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sudah lama ditunggu-tunggu. Pulau yang berpenduduk  9.500 jiwa dari 7 Desa dan 6 Dusun menghadiri kegiatan pengobatan tersebut, diantaranya Bibir Sumbing, Hernia, Benjolan (Lipoma), Operasi Besar, Operasi Sedang, Usus Buntu, Bedah Minor (Khitan), Lipoma Poli THT, Poli Mata, Bedah Mayor (selektif).

Dansatgas Bansos Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS mengatakan bahwa, kedatangan rombongan ke Pulau Moa adalah dalam rangka menindak lanjuti hasil kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beberapa bulan lalu telah datang ke Pulau Moa.

“Kedatangan kami bersama Kasdam XVI/Patimura Brigjen TNI Bambang Taufik dan Danlantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari, S. beserta para Perwira Staf lainnya adalah merupakan konsep rencana pembanguna Indonesia bagian selatan.

Pada saat bersamaan nanti, Danlantamal akan membangun Pos AL di setiap Pulau bagian luar Indonesia, serta Kasdam XVI/Patimura Brigjen TNI Bambang Taufik akan membangun daerah teritorial untuk Babinsa. Tujuannya adalah untuk membantu menjaga keamanan wilayah NKRI,” kata Dansatgas Bansos.

Dansatgas Bansos Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS juga mengatakan bahwa, ini sudah masuk dalam agenda kami. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mencanangkan bahwa wilayah selatan ini adalah prioritas dan target utama. Dalam bahasa Tentara artinya kami akan melakukan pembangunan-pembangunan seperti Koops AU dipindah ke wilayah diantaranya Kupang Eltari, demikian juga Armada Timur akan digeser ke salah satu daerah, sehingga dampak dan efeknya akan menimbulkan daya bangun yang besar di wilayah ini.

“TNI datang ketempat ini sebagai tim pembuka, diawali dengan pelayanan kesehatan, kita harapkan awal dari sebuah kegiatan yang panjang kedepannya. TNI datang ke pulau terluar ini tanpa ada batas waktu, kalau memang sangat membutuhkan satgas akan memperpanjang operasi ini,” kata Dansatgas Bansos Mayjen TNI dr Ben Yura Rimba, MARS mengakhiri sambutannya.(Puspen Mabes TNI/IM/dtn)

Add a comment

1.343 Warga Pulau Letti Berobat ke Posko Bansos TNI

Pengobatan P. Letti

Destinasianews - Sebanyak 1.343 warga di Pulau Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya, berbondong-bondong berobat ke Posko Bantuan Sosial (Bansos) TNI Misi Pelayan Kesehatan, Selasa (9/2/2016). Misi Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan di Pulau Terluar Indonesia, seperti Pulau Lakor, Moa, Letti, Kisar, Wetar dan Liran, yang akan berlangsung sampai tanggal 15 Februari 2016 tersebut, sebagai tindak lanjut perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu, usai melakukan kunjungan ke beberapa Pulau Terluar di wilayah Indonesia bagian Timur.

Waaster Panglima TNI Brigjen (Mar) TNI Gatot Triswanto selaku Wadansatgas Bansos memimpin langsung pemberangkatan menuju Pulau Letti dengan menggunakan kapal Landing Craft Utility (LCU) beserta 114 Personel, terdiri dari 14 Dokter Spesialis, 2 Dokter Umum, 98 Personel dari Batalyon Kesehatan TNI (AD, AL, AU). Walaupun kondisi cuaca yang sangat buruk dengan ombak yang tinggi, tidak menyurutkan Tim Bansos TNI Misi Pelayanan Kesehatan menuju Pulau Letti.

Pada saat berangkat menuju Pulau Letti, gelombang air sudah besar, dan pada saat merapat ke dermaga kapal Landing Craft Utility mengalami kesulitan karena hayunan ombak yang kencang. Bagi Tim Bansos TNI, tidak kenal kata menyerah sebelum tugas/tujuan tercapai. Berkat keterampilan Prajurit TNI yang terlatih membawa kapal Landing Craft Utility, akhirnya Wadan Satgas Bansos beserta rombongan bisa naik satu persatu ke dermaga Pulau Letti, dan melanjutkan tujuan melalui jalan darat dengan menggunakan mobil truk dan sepeda motor, demi tugas yang diemban dapat terlaksana dengan baik sesuai perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Tepat pukul 11.00 waktu setempat, para Tim Kesehatan sudah berada di lokasi dan sudah bisa menerima pasien, dengan jumlah yang berobat 1.343 orang dari 8.000 jumlah penduduk, yang terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan dan 7 (tujuh) Desa, diantaranya 6 (enam) orang Operasi Besar di KRI dr. Soeharso, 5 (lima) orang Bibir Sumbing, 1 (satu) orang Hernia, 11 orang Poli Bedah Plastik, 36 orang Poli Saraf, 21 orang Poli Bedah Minor, 153 orang Poli Mata, 55 orang THT, 131 orang Poli Gigi, 40 orang Poli Jantung dan 55 orang THT.

Wadan Satgas Bansos Brigjen TNI (Mar) Gatot Triswanto dalam sambutannya mengatakan, rombongan Tim Kesehatan yang datang dengan menggunakan KRI dr. Soeharso-990 adalah perintah langsung dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Tahun baru yang lalu, Panglima TNI beserta Staf datang ke beberapa Pulau Terluar. “Beliau (Jenderal TNI Gatot Nurmantyo) menyampaikan salam hormat, dan sebagai tindak lanjut dari perhatian sesama anak bangsa, sesama saudara-saudara, terutama yang bisa menyentuh tentang kesehatan,” ujar Wadan Satgas Bansos.

Brigjen TNI (Mar) Gatot Triswanto juga menuturkan bahwa, seharusnya tadi pagi rombongan sudah mendarat, namun karena hujan lebat dan petir sehingga Pilot Helly yang siap mau terbang tidak jadi, akhirnya acara pengobatan diundur menjadi jam 11.00. “Begitu kita mau keluar kapal menggunakan Landing Craft Utility, namun menemui kendala lagi karena gelombang air laut sehingga hempasannya membuat kapal susah untuk bersandar, mudah-mudahan dengan peralatan yang ada kami mengerti dan kami menyadari semua itu,” ujarnya.

“Pesan dari beliau (Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo) begitu besar harapan dari masyarakat kita yang ada di Pulau terpencil, tapi dengan situasi alam mudah-mudahan dapat memenuhi walaupun sedikit saja. Rombongan bakti sosial kesehatan kita datang dengan membawa harapan, nanti kita pulang mungkin diantar dengan senyuman,” pungkas Wadan Satgas Bansos.

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Daerah Pulau Serwaru, Kecamatan Pulau Letti, Sekretaris Camat M. Naslewan berharap agar tahun berikutnya kegiatan Bantuan Sosial bisa berkunjung ke Pulau Letti ini.  Harapan dari warga, karena selama ini keterbatasan untuk berobat sangat minim, karena di Pulau Letti hanya ada setingkat Puskesmas.

“Sebelum Bapak-bapak TNI datang ke Pulau Letti, ada informasi dari Perwira Penghubung disini bahwa akan ada kunjungan Bantuan Sosial, setelah itu di informasi kepada seluruh warga, dan banyak yang ingin berobat,” tuturnya.

Fasilitas di daerah Pulau Letti belumlah lengkap, terkait dengan persoalan kesehatan. Disini tidak ada Dokter yang ditangani oleh Puskesmas, yang ada hanya tenaga Perawat lulusan dari Akademi Keperawatan yang selama ini menangani masyarakat disini. Misalnya ada penderita yang harus di operasi sangat sulit tindak lanjutnya, akhirnya mereka harus pergi ke Ambon dan Kupang.

“Kami sangat berterima kasih kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang mau memperhatikan kami di Pulau Terluar ini, yang sangat berdekatan dengan Timor Leste dan Australia,” pungkas Sekretaris Camat M.

Naslewan. Turut hadir dalam acara kunjungan tersebut, Asops Satgas Bansos Kolonel Laut (K) yang kesehariannya menjabat Kadiskes Lantamal III Jakarta, Camat Serwaru Kecamatan Pulau Letti Drs. J.H. Untajana, Perwira Penghubung Maluku Barat Daya dan selaku Danramil 150704 Serwaru Mayor Arm La Musa, serta Kapolsek Serwaru Kecamatan Pulau Serwaru Iptu Tuhusula. (Puspen Mabes TNI/IM/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Horison Hotels Group Gelar GM's Conference, Menangkap Perubahan Pasar

Horison Hotels Group Gelar GM's Conference, Menangkap Perubahan Pasar

destinasiaNews - Sebuah pertemuan yang dihadiri para GM (General Manager) yang datang dari pelosok Nusantara di lingkungan Horison Hotel group...

IKA SPGN 1 Bandung Bantu Sosialisasikan Mitigasi Bencana ke Sekolah-sekolah

IKA SPGN 1 Bandung Bantu Sosialisasikan Mitigasi Bencana ke Sekolah-sekolah

DestinasiaNews - Sosialisasi Mitigasi Bencana sejak dini dipandang sangat perlu dilakukan di lingkungan sekolah, terutama Sekolah Dasar. Apa lagi akhir-akhir...

Wow, Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

Wow,  Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

destinasiaNews - Boleh dibilang kegiatan produktif ini nyaris tak banyak orang tahu, padahal ini merupakan 'giant step for Indonesian's development'....

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

destinasiaNews - Boleh dikata ini penampilan tokoh Jabar Eka Santosa yang sedikit tak 'lazim' akhir-akhir ini? Gerangannya kali ini penuh dengan...

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

destinasiaNews - Sejumlah peserta Musyawarah Nasional (Munas), Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) ke-2 di Hotel Grand Asrilia Bandung, pada Sabtu,...

Pengunjung

02668979
Hari ini
Kemarin
894
5032