Beri 'Kadeudeuh' ke Atlet Asian Games & Para Games, Ridwan Kamil Minta Optimalkan Sport Science!

dispora 3Destinasianews - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, didampingi Kadispora Jawa Barat, Yudha M Saputra, menyerahkan 'kadeudeuh' atau bonus uang bagi para atlet yang berlaga di Asian Games dan Asian Para Games 2018.

 

Penyerahan 'kadeudeuh' ini disalurkan melalui perwakilan, di antaranya:Hanifan Kusumah (atlet pencak silat), Lesmana (pelatih pencak silat), Tati Karhati (atlet catur tuna netra), dan Erik Suprianto (pelatih para cycling). Kegiatan ini berlangsung di Grand Pasundan Hotel di Jl. Peta No. 147 Bandung (13/13/2018). Menurut penyelenggara, jumlah 'kadeudeuh' yang dibagikan pada hari itu total Rp 8 miliar.

 

dispora 2"Rinciannya Rp 6,1 miliar dari Pemprov Jabar, dan sisanya dari BJB dan pihak swasta lainnya," papar Yudha yang menyatakan pemberian ini tidak hanya bagi peraih medali saja.

 

"Seluruh atlet termasuk para pelatih pun menerimanya," tambah Yudha.

 

Dengan kata lain besaran hadiah uang yang diberikan kepada atlet Asian Games dan Asian Para Games pun sama, hanya beda sesuai tingkatan raihan medali.

 

Peraih medali emas pada Asian Games dan Asian Para Games, sama sama mendapat hadiah uang sebesar Rp 50 juta.

 

Yang membanggakan bagi Emil sapaan akrab Ridwan Kami, sekitar 20 persen medali yang diraih kontingen Indonesia di ajang Asian Games lalu berasal dari atlet Jawa Barat. "Bahkan untuk Asian Paragames, hampir 50 persen diraih oleh atlet Jawa Barat," ujar Emil beberapa saat sebelum menyerahkan bonus ini.

 

Sport Science itu

 

Masih di kesempatan yang sama seusai pemberian 'kadeudeuh' kembali Emil menekankan pembinaan atlet Jawa Barat ke depan harus mengutamakan pendekatan scientific atau dia katakan: "Optimalkan sport science, ketimbang physical approach semata."

 

Sementara itu Yudha kembali menjelaskan, mengapa bonus ini baru cair tiga bulan pasca gelaran Asian Games? Menurutnya, alokasi dana ini tersimpan di anggaran perubahan: "Makanya, baru bisa dicairkan pada akhir tahun ini. Alhamdulillah, semua memahami perihal prosedur ini."

 

disporaDalam kaitan pentingnya pembinaan atlet yang kini harus berbasis pendekatan scientific (keilmuan), saat ini beberapa atlet sedang melakukan persiapan:" Termasuk Training Center menjelang perhelatan SEA Games 2019 Filipina, dan Olimpiade Tokyo 2020. Beberapa pendekatan scientific pun bertahap sedang diterapkan. Di antaranya memilih lokasi latihan di area ketinggian tertentu.

 

Bentuk perhatian lain, dalam hal pembinaan bagi atlet, Pemprov Jabar dalam waktu dekat akan menggelar seminar Sport Science. Kata Yudha Sport Science ini dipercaya, dapat meningkatkan performa para atlet secara signifikan.

 

"Saat ini perhatian telah beralih ke pendekatan scientific. Maka lahirlah kajian bernama sport science. Sebentar lagi akan ada seminar sport science. Ini membedah capaian atlet lebih pasti dan terukur. Hal ini sudah relatif lama dilakukan oleh negara-negara maju. Saatnya kita lakukan hal yang sama. Secara teknoligi dan kelembagaan atau SDM, relatif kita sudah punya," tutupnya. (HS/IG)

Add a comment

Bandung Sehat Tanpa Asbes

asbes1destinasiaNewsDestiners, ternyata Kota Bandung di tahun 2018 ini sudah menjadi pilot project untuk meminimalisir konsumsi penggunaan berbahan baku asbes. Eh, tapi kenapa harus Bandung, ya?

 

“Karena Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, dimana mayoritas bangunan-nya yang nyatanya lebih dari 10% menggunakan atap asbes. Termasuk rumah kita sendiri. Selain itu, Jawa Barat juga menempati ranking ke-7 sebagai konsumen asbes terbesar di Indonesia. Coba kalau kita jalan-jalan ke daerah-daerah, mudah dilihat kan?” tutur Ivaldo Wibowo, Researcher dari LION (Local Initiative for OSH Network) Bandung. Dimana, LION ini adalah Non Government Organization yang berfokus pada peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

asbes4Project yang bernama Bandung Sehat Tanpa Asbes ini adalah inisiatif program yang dilakukan oleh LION Indonesia sebagai salah satu bagian dari jaringan INABAN, untuk mendorong Pemerintah Daerah Kota Bandung membuat sebuah kebijakan publik terkait pengendalian atau pembatasan penggunaaan bahan baku beracun asbes di Kota Bandung. Saat ini, INABAN mencoba merealisasikan tujuan ini dengan melakukan usul atau revisi terhadap rancangan Peraturan Daerah Kota Bandung tentang Bangunan Gedung tahun 2018.

 

Dalam mendukung program ini, INABAN telah melakukan konsolidasi dengan beberapa organisasi jaringan dan pihak pemerintah daerah kota bandung khususnya Komisi C DPRD Kota Bandung. Selain itu INABAN juga menginisiasi kegiatan solialisasi bahaya asbes kepada masyarakat khusunya kota Bandung dengan kegiatan seperti seminar dan workshop dan sosialisasi di event car free day maupun lainnya.

 

Berbahayakah Asbes?

asbes5Destiners, pasti kita sering mendengar kata Asbes (asbestos), kan? Umumnya, kita masih mengasosiasikan dengan sebuah nama produk atap semen bergelombang. Namun, asbes merupakan bahan mineral yang menjadi bahan baku sebuah produk. FYI, asbes atau asbestos adalah salah satu bahan tambang yang terdiri dari Magnesium Calsium Silikat berbentuk serat. Elemen di dalamnya seperti silica atau pasir. Kristal berserat tipis, dengan masing-masing serat terlihat terdiri dari jutaan fibrli mikroskopis yang dapat terlepaskan ke udara karena abrasi dan proses lainnya. Bahan ini memiliki kekuatan dan ketahanan tinggi terhadap api serta zat kimia. Keuntungan lain dari bahan mineral ini adalah nilai ekonomis yang relatif lebih murah. Maka tak heran, banyak dijumpai dimana saja.

 

Bahkan, WHO (World Health Organization) telah menyatakan semua jenis Asbes sebagai bahan Karsinogenik (Penyebab kanker). Chrysotile atau Asbes Putih telah terbukti mengakibatkan asbestosis, kanker paru, mesothelioma, kanker laring dan ovarium (IPCS, 1998; WTO, 2001; IARC, 2012; WHO, 2014; Collegium Ramazzini, 2015). WHO memperkirakan bahwa 90 ribu penduduk di dunia setiap tahunnya meninggal dunia karena penyakit yang berkaitan dengan asbes atau asbestos. Setiap tahunnya jumlah negara yang melarang asbes kian bertambah dan sampai saat ini 65 Negara di seluruh dunia telah melarang asbes baik secara total maupun parsial.

 

Di Indonesis sendiri, merunut pada PP No.18 Tahun 1999, Asbestos dikategorikan sebagai B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Didukung juga oleh KEPRES No.22 Tahun 1993, bahwa asbetosis, kanker paru dan mesothelioma dikategorikan sebagai Penyakit Akibat Hubungan Kerja. Namun, masih belum ada ambang batas mengenai jumlah minimal paparan asbes yang aman bagi manusia untuk terbebas dari resiko penyakit akibat asbes – termasuk juga paparan minimal chrysotile (Royal Commission, 1984; IARC, 1977, 2012; IPCS, 1998; IPCS 2004-2012; Collegium Ramazzini, 2015).

 

Meminimalisir Resiko Bahaya Asbes Di Lingkungan Rumah

asbes2Penting untuk diketahui bahwa ketika produk yang mengandung material asbes dalam kondisi baik, biasanya tidak menimbulkan bahaya. Namun, asbes yang aus atau rusak menimbulkan risiko besar terhadap kesehatan dan keselamatan manusia karena serat dapat terlepas dan menjadi udara. Debu Asbes tidak bisa terlihat oleh kasat mata dan tidak memiliki bau sehingga sangat sulit untuk terdeteksi oleh manusia.

 

Mulai Perhatikanlah lingkungan sekitar anda dan jika anda menemukan material yang mengandung bahan baku asbes di sekitar lingkungan tempat tinggal anda, maka perhatikanlah hal-hal di bawah ini:

  1. Jangan merusak bahan yang dicurigai mengandung material ASBES. Kegiatan memasang, mematahkan, menggergaji, mengebor, membuang serta menghancurkan bahan yang mengandung ASBES juga bisa melepaskan partikel serat ASBES ke udara. Debu ini sangat berbahaya bila sampai terhirup dan masuk paru-paru atau tubuh manusia.
  2. Jika anda menemukan barang yang mengandung Asbes, lakukan isolasi atau segel ruangan atau berikan label peringatan besar untuk tidak mengijinkan siapapun untuk memasuki daerah tersebut.
  3. Pakailah masker jika anda menemukan material Asbes yang rapuh dan rusak.
  4. Jika pakaian terkontaminasi oleh debu / serat ASBES, buanglah pakaian itu. serat yang mengandung debu ASBES dapat menyerang siapa saja yang mencuci atau menyetrika pakaian yang terkontaminasi debu ASBES.

(SF/dtn)

Add a comment

AMPED Trampoline Hadir di Kota Bandung

Amped 1

destinasiaNews - AMPED Trampoline Park Bandung merupakan salah satu cabang arena bermain trampoline bagi keluarga. Olahraga alternatif dengan melakukan latihan ketahanan fisik, kelincahan dan hiburan seru di trampoline. Pada kesempatan liburan kali ini, kami menggandeng perwakilan generasi milenial di dunia digital Ria Ricis, Atlet Gymnastic Artistic Richard Budi Darmawan.

General Manager AMPED Trampoline Park Indonesia, Ilham Firdaus mengatakan, “Dengan hadirnya kami di 23 Paskal Hypersquare Bandung yang merupakan salah satu mall keluarga, kami ingin mengajak Anda untuk tetap aktif berolahraga. Dengan melakukan variasi loncatan di trampoline yang sama saja dengan membakar lebih dari 200 kalori. Tentunya kami mengadakan latihan dasar trampoline oleh Atlet Gymnastic Artistic, kesempatan emas bagi para jumper untuk konsultasi, dan lebih menggali informasi dengan berolahraga di trampoline.”

23 Jump Fit adalah event yang bertepatan pada tanggal 23 Juni dan di 23 Paskal Hypersquare, adalah event special dimana bisa bermain, berolahraga bersama Ria Ricis dari pkl 15.00 – pkl 17.00. Tidak hanya sekedar bermain bersama tapi sekaligus merasakan sensasi Zumba dan Cardio Dance di trampoline. Bagi yang ingin memiliki fitness goals-nya dapat bergabung bersama di kelas Sweat Program. Apa itu Sweat Program, kelas cardio yang dilakukan selama 60 menit dengan konsep HIIT (High Intensity Interval Training) tentu saja dilakukan bervariasi di padding dan trampoline. Mau mengetahui, teknik dasar melompat di trampoline dapat langsung berlatih bersama dengan Atlet Gymnastic Artistic, Richard Budi Darmawan.

Randy Fadlila selaku Marketing Manager Amped Trampoline Park Indonesia menjelaskan momen 23 Jump Fit ini bertepatan dengan diluncurkan Multi Visit Pass atau biasa disebut MVP. Fasilitas keanggotaan di AMPED Trampoline, tentunya akan sangat memudahkan untuk mengakses ke seluruh cabang AMPED. Kelebihan fasilitas MVP ini, cukup membayar bulanan dan bisa digunakan setiap saat untuk bermain/berlatih.

Tentang AMPED Indonesia

Amped 2

Amped Trampoline Park merupakan wahana trampoline pertama di Asia. Dibuka untuk pertama kali pada tahun 2013 di Singapore, yaitu di Jurong East Ave dan Kim Yam Road, pada awalnya dimulai dalam tempat yang kecil dengan fasilitas yang sederhana. Melihat animo masyarakat yang sangat tinggi pada saat itu Amped Trampoline Park berekspansi untuk membuka fasilitas baru di Thailand dan Malaysia yang pada akhirnya di tahun 2015 membuka fasilitasdi negara ke 4 yaitu Indonesia.

Amped Trampoline Park di Indonesia dikelola dibawah naungan PT. Sinar Amped Indonesia (SAI). Merupakan sebuah perusahaan hiburan olahraga yang menggunakan media trampoline pertama di Indonesia sebagai medianya. Diresmikan pada 12 Januari 2017 di Kelapa Gading Jakarta Utara oleh Menteri pemuda dan olah raga Imam Nahrawi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Kepedulian yang sangat tinggi dari PT Sinar Amped Indonesia akan dunia hiburan olahraga, maka melebarkan sayap dengan pembukaan cabang di Supermall Pakuwon Surabaya pada 6 Maret 2017 dan 23 Paskal Mall Hyper Square Bandung pada  23 April 2017. (HRS/Rls/dtn)

Add a comment

Divif-1Kostrad Boyong Piala Kasad Pada Lomba Peleton Tangkas 2018

Ton Tangkas 2018aa

destinasiaNews – Kontingen Divisi Infanteri 1 Kostrad (Divif-1/ Kostrad) yang diwakili oleh Batalon Infanteri Raider Kostrad 303/Setia Sampai Mati (Yonif Raider Kostrad 303/SSM), Cibuluh, Kabupaten Garut, keluar sebagai juara umum Lomba Peleton Tangkas 2018, dengan total raihan poin tertinggi 180 dari tujuh materi yang diperlombakan, antara lain : Kesegaran Jasmani “A”, Renang Militer, Lintas Medan, Menembak Pistol dan Senapan, Ilmu Medan, (teori dan aplikasi), How to Fight Fighter (HTF) serta Halang Rintang. Divif-1/ Kostrad menyisihkan 16 Kontingen lainnya dan berhak memboyong piala bergiir Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) serta mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp. 200 juta.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada para peserta Lomba Peleton Tangkas, yang telah menunjukkan loyalitas, semangat juang dan sikap pantang menyerah demi kehormatan dan harga diri prajurit maupun satuan masing-masing.

Hal tersebut terungkap, pada saat Penyerahan Piala bergilir Kasad. Piala diserahkan langsung Kasad Jenderal TNI Mulyono saat upacara penutupan Lomba Peleton Tangkas yang dilaksanakan di Lapangan Yudha Wastu Pramuka, Pusat Pendidikan Infanteri Pussenif Kodiklatad, Cipatat, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018).

“Sportivitas, kekompakan, dan semangat untuk berkompetisi kalian yang menyala-nyala sepanjang lomba ini, tentunya juga membuktikan bahwa kalian sangat layak dijadikan sebagai teladan bagi kita semua. Sebagai pejuang tangguh, dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, berbagai keterbatasan dan tantangan tidak menjadikan halangan bagi kalian untuk senantiasa berbuat yang terbaik,” papar Kasad.

Kasad menegaskan, apa yang telah dicapai saat ini, tentunya sangat berharga bagi Angkatan Darat. Tidak hanya dalam rangka memberikan jaminan kesiapan operasional satuan yang tangguh dan profesional, tapi juga untuk mendukung penentuan arah dan perumusan kebijakan pembinaan satuan yang terintegratif.

“Suatu kewajaran jika dalam perlombaan ada yang menang dan ada yang kalah. Namun demikian, apapun hasilnya, kalian harus tetap pulang dengan kepala tegak karena capaian ini diraih dengan cara-cara yang terhormat dan mengedepankan nilai-nilai kejujuran. Ini penting untuk kita hayati dalam hati dan sanubari yang paling dalam, sebagai kesatria sejati,” tegas Kasad.

Kasad berharap bagi peserta lomba yang belum berhasil meraih juara untuk tidak berkecil hati dan segera melakukan evaluasi pembinaan satuan.

Ton Tangkas 2018

“Segera lakukan introspeksi dan refleksi diri atas pola pembinaan satuan yang dijalankan selama ini. Setidaknya, melalui momentum ini kalian dapat merasakan nilai-nilai kebersamaan, kekompakan serta dimensi perjuangan tanpa lelah,” harap Kasad.

Berbagai kekurangan dan ketertinggalan yang kalian rasakan, harus dijadikan sebagai bagian pembelajaran hidup, bahwa untuk menggapai puncak prestasi harus melalui tahapan kegiatan yang terencana dan terukur dengan baik, bukan dengan cara-cara yang instan.

“Yakinlah bahwa sesungguhnya kalian adalah prajurit-prajurit kebanggaan TNI AD, kalian adalah putra-putra terbaik bangsa yang terpilih yang dapat dilatih untuk menjadi patriot dan kesatria bangsa,” ujar Kasad memberikan semangat prajuritnya.

Sebelum menutup Lomba Peleton Tangkas 2018 ini, Kasad beserta pejabat Angkatan Darat menyaksikan secara langsung lomba materi Halang Rintang yang diikuti seluruh kontingen.

Rekor baru telah ditorehkan pada Lomba Peleton Tangkas 2018 ini, yaitu pada lomba menembak senapan yang diraih oleh Praka Febri Agustin dari Kontingen Divif-2 Kostrad dengan nilai poin 293,012 serta pada mata lomba Halang Rintang yang diukir oleh Ahmad Rozali dari Yonkav 7 Kodam Jaya. Bagi pengukir prestasi ini masing-masing mendapat apresiasi berupa hadiah uang total Rp. 15 juta dari Kasad Jendral TNI Mulyono dan Komandan Kodiklatad Letjen TNI Andika Perkasa.

Pada Lomba Peleton Tangkas tahun 2018 ini, posisi klasemen umum kedua diraih Kontingen Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat yang diwakili oleh Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 752 dengan total poin 120 dan juara ketiga diduduki Kontingen Kodam XIV/Hasanuddin yang diwakili Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 700 dengan total poin 108.

Selain mendapatkan tropi, Kontingen juara pertama mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp. 200 juta, juara kedua mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp. 150 juta dan juara ketiga sebesar Rp. 100 juta. (HRS/Rls/dtn)

Add a comment

Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

IMG 20180417 WA0138
destinasiaNews – Babak baru perjuangan para atlet disabilitas yang tergabung pada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Jawa Barat. Kali ini, medannya berbeda bukan di lapangan olah raga. Galibnya, ada 6 penggugat yang telah beroleh bonus di ajang Peparnas XV/2016 DI Jawa Barat, akumulasinya setelah dipotong pajak Rp. 1.700.100.000,- (satu milyar tujuh ratus juta seratus ribu rupiah).   
 
 “Karir jadi mentok, dengan status juara nasional, tak bisa ikut ajang Asean Paralimpik 2017 di Malaysia dan Asian Paralimpik 2018 di Indonesia,” kata Farid Surdin (27) atlet atletik penyandang low vision, yang diucapkan di halaman PN Bandung (17/4/2018).
 
Hari itu Farid dan rekannya diantar pengacara Kamaludin, SH dari LBH Galuh Pakuan Padjadjaran, yang juga ditemani rekannya aktivis Andri Perkasa Kantaprawira.
 
Menurut Kamaludin, hari itu mereka mengantar para atlet ini untuk mengajukan gugatan melalui PN Bandung, sambil memperlihatkan surat penerimaan bernomor 185/PDT G/2018/PN Bdg Tanggal 17-04-2018.
 
Dalam gugatan ini para tergugat, turut tergugat I,II, dan III adalah organisasi National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di tingkat Pusat (Nasional), Provinsi, Kabupaten dan  Kota sebagai wadah keolahragaan para disabilitas Indonesia yang bersifat independen.
 
Lainnya, tercantum dalam gugatan yang dilayangkan ke PN Bandung, pada Jumat 2 Februari 2018 di Kantor Tergugat I di GOR Pajajaran kota Bandung, para penggugat melakukan klarifikasi terkait persoalan ‘tidak memasukkan atau memanggil’ para penggugat untuk ikut ajang olahraga tingkat Asean Paralimpik 2017 di Malaysia.
 
“Ini berimbas pada seleksi atlet di Solo untuk ajang Asian Paralimpik 2018 di negara kita. Penyebabnya, karena kami tidak menyetor kontribusi 25% dari bonus raihan medali ajang Perpanas XV 2016,” lanjut Farid sambil menambahkan –“Kalau hanya 5% boleh lah, bisa memahami. Tak sudi bonus prestasi dipotong 25%. Heran, Ketum dan Sekertaris dari kantor ini turut hadir, diduga tahu persoalan ini.”
 
Kala ditanya kepada pengacara kapan kira-kira ajuannya akan disidangkan? “Kemungkinan dalam waktu dua minggu ke depan. Kita tunggu sajalah. Tujuannya, agar persoalan ini menjadi jelas. Para pihak yang diduga terlibat, biarlah pengadilan yang memanggilnya.
 
Pada pihak lain Eka Santosa Ketua KONI Jabar 2002 -2006 kala diminta komentarnya:”Miris mengetahui permasalahan ini. Semoga saja dengan masuknya ke pengadilan, tentu dengan resiko bagi para penggugat yang memiliki keterbatasan, persoalan ini menjadi terang benderang. Terpenting, keadilan itu bisa ditegakkan.” (HS)       
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 10-21 Pelihara Bantaran Sungai Dengan Membabat Tanaman Liar

Subsektor 10-21 Pelihara Bantaran Sungai Dengan Membabat Tanaman Liar

destinasiaNews - Para prajurit satgas Citarum Harum dalam mengemban tugasnya untuk mengembalikan ekosistem DAS Sungai Citarum, mereka juga melakukan beberapa...

Berani Beda? Rasakan Kejutan Bukber Ramadhan di THE 1O1 Bogor Suryakancana

Berani Beda? Rasakan Kejutan Bukber  Ramadhan di THE 1O1 Bogor Suryakancana

destinasiaNews - Tidak terasa bulan Ramadhan hanya tinggal beberapa minggu saja. Saat bulan Ramadhan, tentu saja momen yang paling dinantikan...

Rohim, Koeliling Bandoeng Pikoel Kerorpoek Djadoel – Ta’ Lengket di Lidah

Rohim, Koeliling Bandoeng Pikoel Kerorpoek Djadoel – Ta’ Lengket di Lidah

DestinasiaNews – Selakoe djournalist pinggiran jang ta’ mampoe hatsilkeun reportage ‘kekinian’ jang bernas, sekali tempo sewaktoe penoelis mengaso di seboewah...

Aksi Simpatik Pramuka Jabar Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

Aksi Simpatik Pramuka Jabar Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

DestinasiaNews – Di tengah pelaksanaan Pemilu 2019 di seluruh Indonesia, Pramuka Jabar diterjunkan sesuai fungsinya dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019....

Kelompok ‘Tujuh Ruang’ Aries Budi H - Wujudkan Wisata Kreatif, Komunitas Bandung, Bersatulah

Kelompok ‘Tujuh Ruang’ Aries Budi H - Wujudkan Wisata Kreatif, Komunitas Bandung, Bersatulah

destinasiaNews – Adalah Aries Budi Hartanto, Ketua Kelompok ‘Tujuh Ruang’, ditemani Donny Armando Rozalie, Penasihat Kelompok ‘Tujuh Ruang’, serta Indra...

Pengunjung

03197568
Hari ini
Kemarin
3264
4485