Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

IMG 20180417 WA0138
destinasiaNews – Babak baru perjuangan para atlet disabilitas yang tergabung pada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Jawa Barat. Kali ini, medannya berbeda bukan di lapangan olah raga. Galibnya, ada 6 penggugat yang telah beroleh bonus di ajang Peparnas XV/2016 DI Jawa Barat, akumulasinya setelah dipotong pajak Rp. 1.700.100.000,- (satu milyar tujuh ratus juta seratus ribu rupiah).   
 
 “Karir jadi mentok, dengan status juara nasional, tak bisa ikut ajang Asean Paralimpik 2017 di Malaysia dan Asian Paralimpik 2018 di Indonesia,” kata Farid Surdin (27) atlet atletik penyandang low vision, yang diucapkan di halaman PN Bandung (17/4/2018).
 
Hari itu Farid dan rekannya diantar pengacara Kamaludin, SH dari LBH Galuh Pakuan Padjadjaran, yang juga ditemani rekannya aktivis Andri Perkasa Kantaprawira.
 
Menurut Kamaludin, hari itu mereka mengantar para atlet ini untuk mengajukan gugatan melalui PN Bandung, sambil memperlihatkan surat penerimaan bernomor 185/PDT G/2018/PN Bdg Tanggal 17-04-2018.
 
Dalam gugatan ini para tergugat, turut tergugat I,II, dan III adalah organisasi National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di tingkat Pusat (Nasional), Provinsi, Kabupaten dan  Kota sebagai wadah keolahragaan para disabilitas Indonesia yang bersifat independen.
 
Lainnya, tercantum dalam gugatan yang dilayangkan ke PN Bandung, pada Jumat 2 Februari 2018 di Kantor Tergugat I di GOR Pajajaran kota Bandung, para penggugat melakukan klarifikasi terkait persoalan ‘tidak memasukkan atau memanggil’ para penggugat untuk ikut ajang olahraga tingkat Asean Paralimpik 2017 di Malaysia.
 
“Ini berimbas pada seleksi atlet di Solo untuk ajang Asian Paralimpik 2018 di negara kita. Penyebabnya, karena kami tidak menyetor kontribusi 25% dari bonus raihan medali ajang Perpanas XV 2016,” lanjut Farid sambil menambahkan –“Kalau hanya 5% boleh lah, bisa memahami. Tak sudi bonus prestasi dipotong 25%. Heran, Ketum dan Sekertaris dari kantor ini turut hadir, diduga tahu persoalan ini.”
 
Kala ditanya kepada pengacara kapan kira-kira ajuannya akan disidangkan? “Kemungkinan dalam waktu dua minggu ke depan. Kita tunggu sajalah. Tujuannya, agar persoalan ini menjadi jelas. Para pihak yang diduga terlibat, biarlah pengadilan yang memanggilnya.
 
Pada pihak lain Eka Santosa Ketua KONI Jabar 2002 -2006 kala diminta komentarnya:”Miris mengetahui permasalahan ini. Semoga saja dengan masuknya ke pengadilan, tentu dengan resiko bagi para penggugat yang memiliki keterbatasan, persoalan ini menjadi terang benderang. Terpenting, keadilan itu bisa ditegakkan.” (HS)       
 
Add a comment

Keri Lestari : Solusi Minuman Manis Tanpa Takut Diabetes

Tehdia1cd

destinasiaNews - Dr. Keri Lestari Dandan, M.Si., Apt., nama yang tidak asing bagi penderita diabetes, pasalnya dia adalah penemu obat diabetes generasi baru pertama berbahan herbal, milik Indonesia. Pemegang hak paten pembuatan dan penggunaan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Hout) sebagai anti hiperglikemik untuk obat anti diabetes pada pasien diabetes tipe 2. Juga pemegang hak paten untuk sedian bahan untuk obat anti dislipidemik menggunakan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Hout) beserta metode pembuatannya.

Namun kali ini Keri, sapaan akrab Dr. Keri Lestari Dandan, M.Si., Apt., bersama tim peneliti Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (FFUP), yang diketuainya, mengenalkan produk TEHDIA yaitu teh manis alami tanpa takut diabetes.

Hal itu terungkap saat konferensi pers dan soft launching produk TEHDIA pada Bandung International Conference on Collaborative Pharmacy Research 2018, berlangsung di Hotel Grand Preanger Jalan Asia Afrika Bandung, Kamis, 5/4/2018.

Lebih jauh Keri mengatakan, kegiatan yang bertajuk “Unlocking The Potensial For Innovation and Collaboration : Industry Meets Academia,” bertujuan untuk penguatan kolaborasi riset dan kerjasama dengan industri, dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta peningkatan peran dalam pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan University of Groningen, GITA (European Union), Kemenristekdikti Republik Indonesia, Kawasan Sain dan Teknologi Unpad serta didukung oleh Ikatan Apoteker Indonesia, PT Cendo Pharmaceutical Industries, PT Bio Farma (Persero), Wangsa Jelita, PT Prodia Widyahusada Tbk, PT Indofarma (Persero) Tbk, Clinton Health Accses Initiative, PT Bank Negara Indonesia Tbk, Prosains, dan PT PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga stakeholder terkait lainnya. Dan dalam rangka hilirisasi riset menjadi produk untuk menunjang kesehatan masyarakat, tim peneliti FFUP Unpad berkolaborasi dengan R&D PT DPE, papar Keri.

Menurut Keri, TEHDIA merupakan minuman teh fungsional (nutrasetikal) dari daun stevia, yang mempunyai khasiat untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dengan nilai LD50, yang menunjukan keamanan penggunaan.

Tehdia1c

“Keistimewaan produk teh stevia yang dikembangkan ini, berhasil menyajikan rasa teh tanpa after taste ketar yang biasanya melekat pada herbal stevia,” kata Keri. Dan saat ini, TEHDIA sudah bersertifikasi sebagai produk halal dari LPPOM MUI, tegas Keri. “Dalam waktu dekat TEHDIA akan segera dipasarkan,” ucap dia menambahkan.

TEHDIA merupakan ramuan eksklusif terbaik dari daun stevia yang mengandung senyawa stevosida, dimana stevosida merupakan bahan pemanis alami yang tidak berkalori dan dapat mengendalikan kadar gula darah (hipoglikemik), ujar wanita Pembantu Rektor Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama Inovasi dan Usaha Unpad ini.

“Makanan yang mengandung stevia sebagai pemanis, tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri dan ragi, karena steviosida dapat memperlambat pembentukan plak dan karies gigi serta tidak toksik,” kata Keri.

“Mekanisme steviosida mengendalikan kadar gula darah, dalam tubuh steviosida akan mengalami hidrolisis menjadi steviolbiosida yang dengan segera akan diubah menjadi steviol. Steviol ini yang akan meningkatkan aktivitas insulin di dalam tubuh, sehingga kadar gula dalam darah akan menurun. Dengan demikian stevia berpotensi untuk anti diabetes dan dapat mencegah penyakit Diabetes Melitus,” Jelas Keri.

Daun stevia memiliki rasa manis 200 hingga 300 kali gula biasa, namun memiliki nol kalori, sehingga daun stevia dapat digunakan sebagai gula pengganti alami (natural sweetener) yang lebih sehat dan tidak menyebabkan kenaikan gula darah, bahkan membantu mengendalikan kadar gula darah, jelas Keri.

TEHDIA menjadi satu-satunya teh manis alami yang diseduh tanpa menggunakan penambahan gula, sangat baik dinikmati oleh siapapun tanpa takut diabetes, pungkasnya. (HRS/dtn).

Add a comment

Kebiasaan Tidur Dengan Lampu Menyala Justru Bisa Memicu Kanker.

IMG 20180402 WA0116
destinasiaNews - Seperti dilansir Womansday, paparan lampu dapat menekan produksi hormon melatonin yang dapat menyebabkan masalah seperti obesitas hingga kanker payudara. Berikut bahaya tidur dengan lampu menyala untuk kesehatan.
 
1. Obesitas
Penelitian di American Journal of Epidemiology dari Universitas Oxford menemukan bahwa, wanita yang tidur di kamar dengan lampu menyala cenderung memiliki body mass index (BMI) lebih tinggi dan ukuran pinggang lebih besar dibandingkan wanita yang tidur di kamar gelap. Cahaya yang terang juga bisa menekan hormon tidur yaitu melatonin yang memengaruhi pola makan dan metabolisme tubuh.
 
2. Insomnia
Paparan cahaya lampu saat tidur akan menekan hormon melatonin sehingga membuat seseorang tidak merasakan kantuk. Akibatnya, kualitas tidur akan menurun sehingga mengalami insomnia.
 
3. Diabetes tipe 2
Paparan cahaya terang selama empat jam sebelum tidur pada penderita diabetes bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Ini dipicu karena paparan cahaya mengganggu hormon melatonin yang berpengaruh pada glukosa dan leptin yang bertugas mengatur glukosa serta nafsu makan.
 
4. Meningkatkan tekanan darah
Paparan cahaya secara terus menerus dapat merangsang sistem saraf yang mempengaruhi tekanan darah. Akibatnya, mereka yang tidur dengan lampu menyala cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi.
 
5. Kanker payudara
Penelitian yang dilakukan oleh International Journal of Health Geographic menunjukkan bahwa wanita yang kerap terpapar cahaya lampu, berisiko tinggi mengalami kanker payudara. Hal ini dipicu paparan cahaya membuat hormon melatonin dan estrogen naik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tumor.
 
Terkait ini ketua lembaga konsultan Kanker Indonesia (LKKI), Rismaya menyebut,  beberapa spesies tanaman juga dapat bermanfaat mencegah kanker “Berfungsi preventif, pencegahan , meningkatkan daya tahan tubuh seseorang terhadap kanker. Tumbuhan Curcuma zedoaria atau temu putih, Thyponium flagrliforme  (keladi tikus), Andrographis paniculata atau  sambiloto, Curcuma longa  kita kenal dengan kunyit, Merremia mammosae  atau Bidara upas, Gynura procumbens  atau sambung nyawa dan Curcuma mangga atau kunyit putih  jika diracik benar ini sangat bermanfaat mencegah perkembangan sel kanker dalam tubuh, “ kata pria yang aktif memberikan informasi mengenai bahanya kanker dan tumor ini pada senin, 8 April 2018 di Bandung.
 
Lembaga pegiat anti kanker ini juga menyebut kini dipasaran banyak sekali beredar herbal yang mengklaim dapat mencegah kanker “tapi kalau kami merekomendasikan Zerif. Herbal ini sudah melalui uji lab oleh laboratorium yang sudah terakreditasi, terdaftar di BPPOM dan diracik dengan pas. Selain itu sudah digunakan ribuan konsumen,” ujarnya.[rls]
Add a comment

Albusmin Produk Jamu Sehat - Sarana Transportasi Nutrisi ke Seluruh Tubuh

ALBUSMIN 1destinasiaNews – Galibnya, zaman now kita hidup dalam suasana serba dinamis, utamanya di perkotaan. Dengan kata lain, tuntutan hidup sehat adalah suatu keniscayaan. Lalu, apa yang harus kita lakukan?

 

“Jagalah kondisi kesehatan agar tetap prima,” kata Jansen Ongko M.Sc., Ahli Nutrisi dan Olahraga disela-sela gelaran talk show di Keuken, Jalan RE Martadinata No 68, Rabu (28/2/2018).

 

Lebih jauh Jansen mengungkap sederet pedoman berupa tips & tricks hidup sehat yang penuh mukjizat. Katanya,ini demi survive di kehidupan yang serba hectic di zaman now itu:

 

”Mulailah terapkan pola hidup sehat. Awali dengan hal sederhana. Tetap aktiflah bergerak, dan berolahraga. Ini akan memunculkan kesadaran demi mengatur pola makan, termasuk optimalisasi asupan nutrisi yang diperlukan tubuh.”

 

Nutrisi itu Perlu…

ALBUSMIN 2Melengkapi bagaimana sebaiknya menjaga kondisi tubuh secara prima, General Manager PT Prima Medika Laboratories (PT PML), Daniel Thian, membuka dua faktor utama, tak lain aktivitas dan nutrisi. Menurutnya, jika aktivitas jasmani sudah optimal, nutrisi yang diperlukan tubuh pun harus terpenuhi.

 

“Albumin itu salah satunya. Ini sebagai bagian dalam plasma protein di dalam darah. Fungsinya, sebagai sarana transportasi nutrisi ke seluruh tubuh.”

 

Masih menurut Daniel, PT PML sejatinya telah menghadirkan Albusmin, ini hasil olahan yang berasal dari ekstrak ikan gabus. Diketahui ikan ini memiliki keunggulan, mengandung 80,55% Protein, dan 33,07% Albumin.

 

“Unsur lainnya, Albusmin memiliki kandungan Omega 3, 6, 9, Kalsium, Fosfor, Asam Amino dan mineral penting lainnya.

 

Penutupnya, dalam penjelasan yang diminati banyak kalangan yang di Keukeun. Kini, dalam satu kotak Albusmin, berisi racikan jamu berbentuk tablet sebanyak 10 butir pil. Dengan mudah, di pasaran dapat diperoleh dengan kisaran harga Rp 170.000-175.000, tepatnya toko obat dan apotik.

 

”Intinya, Albusmin adalah produk jamu yang dapat dikonsumsi para remaja, dewasa, hingga orang tua,” tambah Daniel sambil menambahkan – “Aman dikonsumsi setiap hari. Pilihlah, demi menjaga kesehatan tetap prima, juga demi mempercepat proses pemulihan. Inilah keunggulannya.” (HS)

Add a comment

Mandek Aduan Harun Al-Rasjid Dari 2012! Semenjak Disuntik Oleh ‘Dokter’ Korea Di RSHS, Bandung

harun1destinasiaNewsMenikmati masa pensiunannya, H. Harun Al Rasjid, SH.,MH (70) mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kabupaten Tasikmalaya, ditemui pada pertengahan Februari 2018, idealnya hidup dalam suasana penuh ketenangan.

Sebaliknya, Harun kala ditemui yang ditemani isterinya, di kawasan berudara sejuk Lembang, Kabupaten Bandung, hanya keluh-kesah rasa sakit tak terkira. Ini diderita, sejak disuntik dokter asal korea pada 2012. Ya, enam tahun lalu!

“Saya masih ingat, 5 Desember 2012 sore. Disuntik dokter asal Korea (Selatan  atau Utara? - red). Ini nih di bagian pantat ujung tulang tungkai sebelah kiri,” ujarnya sambil duduk di kursi roda di ruang tamu rumahnya.

Saat itu lengan kanannya, berusaha menunjuk-nunjuk area bagian pinggulnya dengan susah payah. Kenyataannya untuk sekedar bergerak, sudah lama ia kesulitan. Salah satu musyababnya, kateter di tubuhnya sudah lama terpasang. “Untuk BAB saja susahnya bukan main,” keluh Harun dengan suara lirih.

Muasal kisah ini, berawal sesaat disuntik dokter asal Korea itu di gedung RSHS lantai 3. Kejadiannya, ia ingat scukup rinci. Apalagi rasa sakitnya hingga kini, masih terasa, katanya. Padahal sebelum disuntik ia bisa berjalan, walaupun dibantu walker.

”Sekitar dua jam seperempat menit setelah disuntik yang sakitnya luar biasa itu, saya ambruk. Tak kuat berdiri. Lalu, ditolong beberapa dokter memakai kursi roda. Selanjutnya, digotong ke mobil, pulang ke rumah. Sejak itu saya lumpuh dari pinggang ke bawah.”

Lantai 3 Itu Di RSHS, Bandung.  

harun2Penyuntikan di atas menurut Harun yang dipaparkan rinci, serta dibuktikan arsip pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran ke Ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), tertanggal Bandung 8 Agustus 2014, dengan pelapor/pengadu DPC Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Bandung, yang ditandatangani H. Kuswara S. Taryono, SH, MH. DKK, ”Berlangsung di RS Hasan Sadikin Lantai 3.”

Ternyata, pangkal tolak Harun ‘bersedia’ disuntik dokter Korea, merunut  ringkasan dari surat AAI tertanggal 8/8/2014 di halaman 2 bila diringkas, memunculkan dugaan  kisah keterkaitan dengan sejumlah dokter.

“Januari sampai Oktober 2012 saya berobat ke dr. Adelina, Sp.S, di RS Advent Bandung. Keluhannya, rasa sakit terus-menerus di pinggang belakang. Dokter ini lalu menganjurkan dioperasi oleh dr Rully Zul Dahlan, Sp. BS.,” kata Harun dengan tambahan keterangan, “Pada september – Oktober 2012, menjalani rawat inap di RS Advent Bandung. Ini buat persiapan dan operasi pembuluh darah pada torakal punggung No 4-5,6,7,9 – 1, Ketua Tim Operasi dr Rully. Namun awal November 2012, saya diperbolehkan pulang. Dianggap sehat dan mampu berjalan dibantu walker.”

Kisah berlanjut, kata Harun pada November 2012, dr. Rully Dahlan, dan dr. Adelina meyakinkan dirinya, ”Tak perlu dioperasi cukup disuntik dengan obat saja oleh dokter dari Korea. Disini tak ada penjelasan efek samping perlakuan ini.”

Puncaknya pada 5 Desember 2012, masih kata Harun, difasilitasi dr Rully Zul Dahlan dirinya yang masih bisa berjalan dengan bantuan walker, ”Saya disuruh datang ke RS Hasan Sadikin Bandung, lalu sibawa ke lantai 3 ruang operasi untuk penyuntikan oleh dokter Korea.”

Masih kata Harun beberapa saat sebelum penyuntikan oleh dokter Korea, ”Saya disuruh mengangkat kaki kiri dan kanan ke atas sampai 90 derajat. Saya mampu melakukannya dan mampu berdiri. Juga asisten dr Rully Zul Dahlan menanyakan, apakah ada rasa sakit. Saya jawab, tidak ada…, jelasnya dengan menyatakan, “Itulah detik-detik sebelum penyuntikan yang menyusahkan saya dan keluarga dalam enam tahun terakhir.”

 

Dugaan Mal Praktik Itu..

Masih berpangkal dari surat AAI tertanggal 8/8/2014, dugaan keras malpraktik ini dr. Rully Zul Dahlan dan dr Adelina serta dokter dari Korea telah melanggar disiplin Profesi Kedokteran, sebagaimana diatur dalam Peraturan Konsul Kedokteran Indonesia No. 4 Tahun 2011, berupa :

1. Menyuruh dokter dari Korea menyuntikkan obat yang tidak jelas dan tidak terdaftar di BPOM RI.

2. Menyuruh dokter Korea melakukan tindakan medis terhadap pasien, padahal dokter ini tidak memiliki izin praktik di Indonesia. Dokter ini datang ke Indonesia dalam rangka Simposium (International Cadaveric Dissection and Symposium of Spine 2012).

3 Menjamin obat yang disuntikkan pasti dapat menyembuhkan pasien, dan mengatakan rugi apabila tidak ikut program penyuntikan ini.

“Semua ini betul-betul terjadi dan siap malah disumpah pocong sekalian. Saya menderita lahir bathin, gara-gara penyuntikan ini,” jelas Harun dengan nada menghiba yang sangat dalam.

Berdasarkan kejadian di atas, masih pada 2014 yakni dua tahun setelah peristiwa ini, laporan pengaduan per 28 Juni 2014 ditujukan ke Ketua IDI Pusat, melalui surat Ketua PB IDI No 4695/PB/H3/06/2014 per 27 Juni 2014. “Dari surat ini disarankan pengaduan ke MKDKI,” imbuh Harun dengan menambahkan laporan sejenis ke Ketua IDI Provinsi Jawa Barat, per tangga 26 Juni 2014 –“Ditujukan ke Ketua Bidang Hukum, Etika, dan Profesi (Dr. Tammy J Sjarif M,H, Kes). Mengundang saya untuk klarifikasi, namun tak ada tindak lanjut.”

Pengaduan Yang Mandek!

Diringkas, nasib pengaduan yang telah disebar ke ‘delapan penjuru angin’ oleh korban, dugaan mal praktik ini “tak jelas alias mandek” disikapi para pihak yang dimintai bantuannya oleh AAI Bandung, antara lain IDI Cabang kota Bandung (no surat 93/A.5/IDI-Bd/VI/2014 – per 23/6/2013); Ombudsman RI (no 0312/KLA/0599/PBP.28/VII/2015 – per 22/7/2015); Sekjen Kemenkes, Ka Biro Hukum dan Organisasi (no HK.04.01/IV.2/2094/2015 – per 28/8/2015); dan Dit Reskrimsus Polda Jabar (No B/410/2016/Dit Reskrimsus – per 28/10/2016), kabar terakhir beberapa pihak menyarankan negosiasi dengan dr Rully Hanafi Zul Dahlan.

Kala di konfirmasi, masih di rumah Harun berdasarkan sepintas berkas yang ia sodorkan – Negosiasi dari dr Rully itu bagaimana?

“Tegas saya tolak melalui surat ke Tim Mal Praktik Dokter Dit Krimsus Polda Jabar (3/10/2016). Bukan uangnya, yang katanya mau beri Rp. 80 juta, melainkan penderitaan saya tak sebanding dengan nilai uang. Good will untuk membantu pengobatan kepada saya pun, hingga hari ini tidak ada. Malah, saling lempar tanggung-jawab seperti sejak awal kasus ini muncul,” tandas Harun, “Mana tanggung jawab dokter dan RS Hasan Sadikin yang tempatnya dipakai praktik  illegal dokter Korea? MKDKI pun sama, berdalih tim yang dulu sudah bubar, katanya.”

Saksi, Tak Perlu Disuntik

harun3Sebuah catatan yang cukup berarti atas dugaan mal praktik ini, bolehlah disimak apa kata saksi menurut surat yang diajukan ke MKDKI Jakarta Pusat  (8/8/2014), dari pelapor H Kuswara S Taryono, SH .MH, DKK Tim Advokasi AAI Bandung.

Tercantum dalam lembar ke-3 surat ini. Dr. Thamrin Syamsudin, SpS sebagai dokter yang merawat pasien (Harun – red) sejak 2012 – 2014. Selanjutnya Dr Tan Siaw Koan, Sp. Rad, menyatakan tidak perlu diuntik dan salah penanganan. Pun, Dr Tedy Sadeli W,. Sp. KFR, menyatakan Harun menderita kelumpuhan permanen. 

Perihal pengaduan Harun yang tak lelah dilayangkan ke semua pihak yang berwenang. “Semoga hukum tetap ditegakkan. Saya akan berjuang terus untuk itu,” tutupnya dengan rona wajah datar memendam penderitaan.

Harun semenjak ber-kursi roda, alih-alih bisa bercengkrama dengan anak dan cucu inginnya. “Justru berbagai berbagai penyakit seperti wasir, pelemahan otot, juga gatal-gatal di sekujur kulit, sekarang terus terasa.” (HS/IS/dtn)  

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

GWJ Jabar, Sukses Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Margamekar Pangalengan Kab. Bandung

GWJ Jabar, Sukses Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Margamekar Pangalengan Kab. Bandung

destinasiaNews – Nyaris tanpa gembar-gembor sekumpulan relawan yang tergabung pada Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Jawa Barat, menggelar kegiatan layanan Kesehatan...

Queen Percussion Indonesia Asal Jabar Ramaikan ‘2019 Taiwan Lantern Festival’ - Ridwan Kamil, Tergerakkah?

Queen Percussion Indonesia Asal Jabar Ramaikan ‘2019 Taiwan Lantern Festival’ - Ridwan Kamil, Tergerakkah?

destinasiaNews – Satu lagi anak bangsa asal Bandung, Jawa Barat, Joggie Natadisastra (35) yang karib disapa Ogie, mewakili bangsa mentas...

IMA Gelar 'Mining for Life' di Bandung, Eka Santosa: Jangan Korbankan Rakyat

IMA Gelar 'Mining for Life' di Bandung, Eka Santosa: Jangan Korbankan Rakyat

destinasiaNews - Lazimnya sektor pertambangan di Negara kita telah memberi banyak manfaat. Ini bagi kepentingan negara maupun masyarakat, tentunya.. Merunut...

Ini Ujar Emil & Pegiat Lingkungan Hidup Dalam Evaluasi 1 Tahun Citarum Harum

Ini Ujar Emil & Pegiat Lingkungan Hidup Dalam Evaluasi 1 Tahun Citarum Harum

destinasiaNews – Bertempat di Graha Mangala Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/1/2019) berlangsung rapat evaluasi 1 tahun program Citarum Harum. Hadir dalam kesempatan...

Ada Pesan Mendalam di Film Preman Pensiun tentang Tanggungjawab

Ada Pesan Mendalam di Film Preman Pensiun  tentang Tanggungjawab

destinasiaNews - Pemain Preman Pensiun Serbu Bandung bersama Gubernur Jawabarat dan wakil Walikota Bandung nonton bareng, MNC Pictures menggelar Gala...

Pengunjung

02921494
Hari ini
Kemarin
1387
1261