Keren, Sepeda Ini Berdaya Angkut Hingga 5 Kuintal!!!

sepeda haur1

sepeda haur2sepeda haur5Destinasianews - Sepeda merupakan salah satu alat transportasi primadona masyarakat dunia. Sejak rancang bangun sepeda kali pertama diperkenalkan antara akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, dalam perkembangannya beragam material frame telah diproduksi baik secara masal maupun industri rumahan. Mulai dari kayu, besi baja, aluminium, titanium hingga berbahan bambu.

 

Namun demikian, sepeda dengan kerangka bambu boleh dibilang masih tergolong langka. Selain langka dari sektor industri juga terbilang jarang dalam hal penggunaannya. Memang, belakangan sepeda dengan kerangka bambu sudah banyak dikembangkan di sejumlah negara di Afrika, Eropa, Amerika dan Asia termasuk Indonesia.

 

Ada yang beranggaan bahwa sepeda berkerangka material bambu sebagai alat transportasi yang lebih ramah terhadap lingkungan. Apa sebab? Tanaman bambu dengan ciri rongga dan ruas pada batangnya tersebut dikenal sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Bahkan, kerangka sepeda bambu dalam proses pembuatannya nyaris tak menghasilkan limbah.

sepeda haur3

Ini pula yang menjadi satu alasan pengrajin bambu asal Kota Bandung Gungun Gunawan dan Iman menyulap batang-batang bambu (haur) menjadi sebuah frame sepeda. Gungun menilai sepeda bambu sebagai transportasi kini dan masa depan yang lebih ramah terhadap lingkungan. Bahkan tak hanya itu, nilai etnik dan tradisional dari bambu menjadi satu keunggulannya.

 

 

Dari beragam jenis tanaman rerumputan ini, Gungun memilih jenis bambu Phyllostachys Aurea Ginna. Bambu tersebut memiliki karakteristik unik, yakni jarak antarruas buku 5-12 cm dengan kerapatan daging bambu lebih banyak daripada ketebalan gabusnya. Bambu, setelah melalui proses heat treatment memiliki gaya tegangan tarik 40 kN/cm 2 melebihi daya tegang besi yang hanya mencapai 37 kN/cm 2 .

 

 

Di bengkel kerjanya di bilangan Jalan PHH Mustofa dan Jalan Laswi Kota Bandung, untuk pengerjaan satu unit frame memerlukan waktu hingga 70 jam kerja atau sekitar 10 hari. Proses pembuatan dilakukan secara selektif sejak mulai memilah batang hingga tahap akhir. Geometri kerangka akan terbentuk setelah batang-batang yang terseleksi dirakit dengan menggunakan tali rami dan perekat khusus di setiap sudutnya, digabungkan dengan berbagai komponen berbahan aluminium seperti head tube, seat post, bottom bracket dan rear drop out  yang didesain dan diproduksi sendiri.

sepeda haur4

Satu frame memiliki bobot antara 1,8 hingga 2,5 kilogram dengan daya angkut mencapai 500 kilogram alias 5 kuintal. Untuk merakitnya hingga menjadi full bike, komponen lainnya masih menggunakan spare parts atau aksesori yang beredar di pasaran.

 

Sejak dirintis 2007 lalu dan mulai memperbanyak produksi dua tahun setelahnya, sudah puluhan frame sepeda haur yang diproduksi mulai fixie, sepeda balap, sepeda lipat, MTB hingga tandem. Tak hanya di dalam negeri, sepeda haur dari Bandung ini sudah menembus pasar pengguna sepeda di mancanegara. Hanya saja produksi dan penjualannya masih mengandalkan pesanan. “Selain di Bandung dan Jakarta, sepeda sudah terjual ke luar negeri seperti Belanda, Perancis, Austria, Brazil, Jepang dan Malaysia,” ungkap Gungun. Dengan banderol 6 juta rupiah per frame, Gungun memberi garansi frame 5 tahun kepada setiap pembelinya. (IA/dtn - reposting)


emgz2

Artikel lain...

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

destinasiaNews – Ada kisah unik, dari kuliner legenda di Kota Bandung. Ini sudah ada lho, semenjak era Kemerdekaan RI pada tahun 1945...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Pengunjung

02340039
Hari ini
Kemarin
833
3711