RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

IMG 20180223 WA0049destinasiaNews -  Oded M Danial, Wakil Walikota Bandung disela-sela cuti sehubungan pencalonan Pilwalkot  pada Pilwalkot 2018 - 2023 yang berpasangan dengan Yana Mulyana selaku cawalkot, hadir di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (21/2/2018). Oded M Danial yang juga dikenal sebagai uztad dengan sapaan akrab Mang Oded, malam itu bersilaturahim ke seniornya yang sama-sama berasal dari Priangan Timur.

 

Mang Oded dengan gayanya yang bersahaja berbincang santai dengan Eka Santosa politisi senior yang juga  pegiat lingkungan selaku Ketua Umum DPP Gerakan Hejo. “Senang menerimanya. Santai saja,  kami bahas banyak hal, termasuk pentingnya RTH (ruang terbuka hijau) di kota Bandung harus bertambah. Juga solusi kemcetan, persampahan, dan penanganan PKL yang tak kunjung tuntas. PKL itu utamanya di Cicadas dan Sukajadi” jelas Eka yang malam itu menjamu tamunya, menyajikan aneka seuseupanan (rebus) ubi, pisang, dan kacang ala tradisi Sunda buhun

 

"Seperti nostalgia-an saja dulu, kami kan pernah sama-sama di Tasikmalaya," imbuh Eka sambil memperkenalkan H Nana tokoh warga Panjalu Ciamis yang ternyata sudah lama dikenal akrab oleh keduanya.

 

Bagi Mang Oded sendiri, kiprah Gerakan Hejo selama ini termasuk yang diamatinya dengan cermat. Harapannya,  keterlibatan Gerakan Hejo di kota Bandung:”Ditingkatkan, kami butuh mitra militan seperti ini. Kita tahu RTH (ruang terbuka hijau), idealnya 30% dari luasan kota.   Nyatanya, masih di seputar 10 hingga 11 %. Tugas kita bersama-sama menambahnya. Makanya, saya nganjang ka senior saya Kang Eka, juga pembenahan tata ruang kota. Itu wajib, hukumnya.”

 

Dalam pertemuan ini sempat disinggung nasib 2.500-an burung blekok (ardeola speciosa dan bubulkus ibis). Koloni blekok di Kampung Kreatif Rancabayawak Kecamatan Cisaranten Kidul Kota Bandung, diduga keras  terancam kehidupannya sejak 2015. Salah satu penyebabnya,  pembangunan perumahan Bandung Technopolis seluas 300 hektar oleh pihak swasta Summarecon. Lahan untuk blekok, terutama kolam basah (wet area), semakin menyempit.

 

“Ya, ini juga kami bahas. Baru saja (pertengahan Desember 2017 – red), Ketua RW-nya Pak Ujang Safaat minta bantuan saya karena khawatir daerahnya yang hanya 1 hektar untuk 40 KK, akan ditembok. Sudah ada solusi sementara, tapi saya belum puas. Nanti ditindaklanjuti.”  

  

Chevi Epi Sutisna dan Deni ‘Ozenk’ Tudirahayu, dari jajaran pengurus DPP Gerakan Hejo, serta H Nana yang menyertai pertemuan ini, sepakat dalam waktu dekat:”Upaya penambahan RTH di Kota Bandung, termasuk penghijauan akan digalakkan kebih intensif di kota Paris van Java,"  kata Isur Suryana, Ketua Gerakan Hejo Kota Bandung. (dtn/HS/SF)

Add a comment

Camat Batununggal Kota Bandung Penuhi Undangan Walikota Toyota Jepang

 

PakE JepangA

destinasiaNews – Dr. Enjang Mulyana, M.Si yang menamatkan program S-1 dari Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Pendidikan Indonesia (IKIP saat itu), S-2 UGM dan S-3 UPI, kini berkarir sebagai Camat di Kecamatan Batununggal Kota Bandung dan selain itu juga sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Menwa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (Menwa Yon XI/UPI), ia memenuhi undangan Wali Kota Toyota Jepang untuk menjadi panelis dalam acara “International Symposium on Implementation of SDGs – Role of Technology, Partnership, City–to-City (C2C), Coorporation for Building Resilient and Sustainable Societies” yang di gelar pada 2 – 3 Februari 2018 di Noh Theater Kota Toyota Jepang. Bagamana pengalaman Pak Camat Batununggal Kota Bandung ini ? Mari kita ikuti paparannya ...!

Enjang Mulyana yang akrab disapa Pak E mengatakan bahwa keberangkatan dirinya ke Jepang ini atas ijin dan restu dari pimpinannya yaitu Wali Kota Bandung. “Ada Surat Perintahnya yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Dr. H. Yossi Irianto, M.Si.   Dan pada kegiatan ini, sedikit-pun tidak menggunakan anggaran pemerintah, semuanya ditanggung oleh pihak panitia penyelenggara kegiatan, baik tiket pesawat pulang pergi maupun akomodasi selama tinggal di Jepang”, tegas Pak E, saat di hubungi destinasiaNews.com melalui telepon selularnya.

Kegiatan yang bertajuk Simposium Publik tentang Implementasi SDGs (Sustainable Develovment Goals)-Kerjasama Teknologi, Kemitraan dan Kota ke Kota (C2C) Untuk Membangun Masyarakat yang Tangguh dan Berkelanjutan, dibuka langsung oleh Wali Kota Toyota, Mr. Toshihiko Ota, Kamis siang, 02/02/2018 di Noh Theater Toyota Jepang dan di hadiri Mr. Choudhury Rudra Charan Mohanty, Koordinator Program Lingkungan UNCRD (United Nations Centre for Regional Development); Ms. Hiroko Kunaya, Anggota Dewan Institut Energi Terbarukan (Pembicara); Mr. Takashi Otsuka, Direktur, Institut of Continuing Legal Education (ICLE) Japan Office; Mr. Masaki Umejima, Dewan Penasehat, verifikasi Dewan Verifikasi Masyarakat Kota Toyota (Moderator);para panelis dan tamu undangan lainnya, papar Pak E. 

Pada diskusi panel sesi pertama membahas tentang Kota ke Kota di Asia (Kerjasama C2C untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pertukaran Pengetahuan dan Pendidikan Lingkungan di Asia) dengan Moderator : Mr. Takashi Otsuka, Direktur, ICLE Japan Officedengan para  Panelis antara lain : Mr. Enjang Mulyana, Kepala Distrik Batununggal, Kota Bandung (Camat Batununggal Kota Bandung); Ms. Satoko Yanagihara, Penasihat Kebijakan Kota Toyama; Mr. Toyoyuki Tada, Asisten Senior Direktur, Divisi Program Kemitraan, JICA Chubu; Mr. Motoaki Sugiyama, Wakil Wali Kota Toyota, ujar Pak E.

Usai itirahat lalu kemudian dilanjutkan dengan diskusi sesi kedua yang membahas tentang Membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan dengan menggunakan Teknologi Baru dan Kemitraan dengan moderator Mr. Masaki Umejima, Dewan Penasehat, verifikasi Dewan Verifikasi Masyarakat Kota Toyota dan para panelisnya antara lain : Choudhury Rudra Charan Mohanty, Lingkungan Koordinator Program, UNCRD; Prof. Boonchai Stitmannaithum, Wakil Presiden Manajemen Sumber Daya Fisik; Universitas Chulalongkorn; Mr. Yutaka Okayama, Project Manager Toyota Motor Corporation Connected BR Maas Business Dept.; Mr. Hiroshi Isogai, Wakil Walikota Toyota, kata Pak E menambahkan

PakE JepangB

Tema Makalah yang saya presentasikan pada acara simposium itu adalah Pengembangan Model Pembelajaran Andragogis Dalam Pelatihan Keterampilan Pengajaran Pengenalan Diri Untuk Meningkatkan Perilaku Kewirausahaan Anak Jalanan di Bandung, ujar Pak E.

 

Lebih jauh Pak E menjelaskan, pada kegiatan simposium publik ini membahas tentang program SDGs. SDGs adalah sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana di dalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tengat waktu yang ditentukan.  SDGs merupakan agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk mensejah terakan manusia dan pelanet bumi. SDGs ini diterbitkan pada 21 Oktober 2015 menggantikan program sebelumnya yaitu MDGs (Millenium Developmen Goals) sebagai tujuan pembangunan bersama sampai tahun 2030 yang disepakati oleh berbagai negara dalam forum resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Tujuan dari target-target SDGs ini bersipat global serta dapat diaflikasikan secara universal yang dipertimbangkan dengan berbagai realitas nasional, kapasitas serta tingkat pembangunan yang berbeda dan menghormati kebijakan serta prioritas nasional.  Tujuan dan target SDGs tidaklah berdiri sendiri, perlu adanya implementasi yang dilakukan secara terpadu, terang Pak E.

Dan tepat pukul 16:50 waktu setempat kegiatan diskusi Simposium Publik tentang Implementasi - Kerjasama Teknologi, Kemitraan dan Kota ke Kota (C2C) Untuk Membangun Masyarakat yang Tangguh dan Berkelanjutan-pun berakhir dan acara ditutup oleh Wakil Wali Kota Toyota, Mr. Hiroshi Isogai, pungkasnya. (HRS/dtn)

Add a comment

Marwan Hamami Hadiri Pelantikan BPC – PHRI Kab.Sukabumi 2017 – 2022 – Membangun Prospek …  

IMG 20171201 WA0006
destinasiaNews – Terkait hasil Musyawarah Cabang (Muscab) BPC (Badan Pengurus Cabang) PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kabupaten Sukabumi,  pada 4 Oktober 2017 di Pangrango Resort, di antaranya telahmemunculkan peralihankepemimpinan dari H Dadang Hendar ke Kwan Boen Liong (Leuleung). Pada Kamis 30 November 2017 di Grand Inna Samudra Beach Hotel, Palabuhanratu, digelar  pelantikan BPC-PHRI Kab. Sukabumi periode 2017 – 2023.
 
Bupati Sukabumi Marwan Hamami dalam sambutannya menangkap nuansa baru dari kepengurusan ini:”Semoga dengan jumlah anggota BPC – PHRI di daerah kita bisa bertambah secara significant. Muaranya, sinergitas program pemerintah dengan para pebisnis di bidang kepariwisataan bisa meningkat secara kulitas maupun kuantitas.”
 IMG 20171201 WA0005
Ketua BPC-PHRI 2027 -2022 Leuleung dalam sambutannya yang cukup lengkap mengupas potensi kepariwisataan di Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari 47 kecamatan, sebagai daerah terluas di pulau Jawa dan Bali, menyatakan optimis dalam tahun pertama kepemimpinannya:”Sedikitnya 100 pengusaha di bidang kepariwisataan akan bergabung. Selanjutnya sekitar 300 lainnya pun akan turut membangun daerah ini.”
 
Sementara itu  Herman Muchtar Ketua BPD – PHRI Jabar dalam sambutannya seusai melantik para pengurus baru, menyatakan rasa gembira atas kelancaran pembetukan pengurus baru ini.”Banyak hal yang bisa kita sinergikan dengan pemerintah setempat, Paling dekat rintisan geo park Ciletuh, merupakan tantangan tersendiri. Banyak prospek yang harus kita gali bersama. Marilah kita bangun …”
 
Menarik disimak dalam acara pelantikan ini Marwan sempat menyinggung ketidakhadiran dari pihak legislatif:”Sayang, malam ini tidak hadir satu pun yang mewakilinya. Padahal, dalam kiprah organisasi ini banyak hal yang berkaitan dengan  peraturan dan perundang-undangan yang harus dibahas dengan pihak legislatif.”
 
Menangagapi ketidakhadiran dari pihak legiislatif Kabupaten Sukabumi, Toni Ellen, Wakil Ketua BPC-PHRI Kabupaten Sukabumi  pun mempertanyakannya:”Saya juga tidak tahu mengapa tidak ada yang hadir atau mewakilinya. Tentu, kami undang pihak legislatif  ini. Mereka kan mitra kami,” terangnya. (HS)
 
Add a comment

Tia Fitriani anggota DPRD Jawa Barat Gelar Reses Il 2017 di Desa Margamukti Pangalengan Kab. Bandung

IMG 20170614 141556 640x480
destinasianews – Saat ini Seluruh anggota DPRD Jawa Barat tengah melaksanakan kegiatan Reses di asal daerah pemilihan masing-masing. Termasuk juga Anggota DPRD Jabar, Drs.Hj Tia Fitriani asal Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung) dari Fraksi NasDem mengisi kegiatan Reses ke II tahun sidang 2017 di Kampung Cipanas Desa Margamukti Rt 03 Rw 05 Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Rabu (14/6/2017).
 
Dalam kegiatan reses tersebut, cukup banyak menerima aspirasi dan harapan masyarakat disampaikan langsung kepada Tia.
 
Hadir dalam acara tersebut, Ketua BPD Kertamukti Memen, Ketua Forum Rw Kertamukti Apet Suparman, pengurus NasDem Jawa Barat Justiana, Akademisi Dindin para pengurus dan kader NasDem Kabupaten Bandung, tokoh masyarakat juga para tokoh pemuda sekitar kecamatan pangalengan.
 
Kepala Desa Margamukti yang berhalangan hadir diwakili  ketua BPD (Badan Perwakilan Desa), Memen, dalam kesempatan tersebut mengungkakan, “kita dipertemukan kembali dengan ibu Tia mudah mudahan silaturahmi kita makin erat khususnya masyarakat Margamukti dan kecamatan pangalenagn kedatangan ibu Tia ini yang kesekian kalinya, mudah mudahan dapat memperjuangkan kecamatan Pengalengan lebih meningkatkan dalam bidang ekonomi dan pembangunan.
IMG 20170614 142514 681x511
 
Lanjut Memen,” Margamukti pernah mengalami bencana longsor cibitung, sampai saat ini pembangunannya masih terkatung katung, utamanay mengenai pembangunan  perumahan korban bencana, juga harapan pada ibu Tia juga untuk memperjuangkan di sektor pertanian di Margamukti juga bidang pendidikan,” ujarnya.
 
Tia pada reses tersebut mengatakan,” Arahan reses ini lebih pada silaturahmi antara kita agar lebih dekat, saya di komisi bidang perekonomian namun kalau ada yang mengajukan persoalan pendidikan juga saya akan bantu tentunya, pendidikan ini  sangat penting, pada prinsipnya anak anak kita harus lebih pintar dari kita, bila perlu sekolahan kita ini gratis, saya berusaha memperjuangkan sarana dan prasarana sekolah agar memenuhi syarat, dan sebagian sudah terealisasi, begitupun mengenai pembangunan dan bidang pertanian, saya akan memperjuangkan apa yang dibutuhkan masyarakat, di pemerintahan anggaran atau APBD hakekatnya hak rakyat dan harus kembali pada rakyat tentunya harus tepat sasaran,” pungkasnya.
 
Tia mengaku ia akan menampung aspirasi tersebut, memperjuangkan dan melanjutkannya dalam mekanisme anggaran yang berlaku.(SA)
 
Add a comment

Kang Emil – Kang Eka, Dipastikan Maju ke Pilgub Jabar 2018 – Luncurkan Sejumlah Inovasi!

emileka1emileka2destinasiaNews - Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil, ditemui usai pertemuan kesekian kalinya dengan sesepuh Jawa Barat Solihin GP (92), di DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Jl. Riau 189 A Bandung (18/5/2017), ditanya soal keteguhannya bertarung di Pilgub Jabar 2018, ”Layar sudah terkembang, jadi tidak bisa balik kanan. Pastilah banyak angin yang menerpa saya. Yang menghadang pun ada. Ya, nikmati saja …”, begitu ujarnya sambil melirik tokoh Jabar yang ada di sampingnya Eka Santosa (58).

 

Diketahui Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo merupakan figure yang dirkomendasikan kuat oleh Mang Ihin sapaan akrab Solihin GP selaku Gubernur Jabar era 1970 – 1974, mendampingi Emil sebagai Cawagub pada Pilgub Jabar 2018.

 

“Saya kenal Eka sejak saya jadi gubernur dulu. Biarlah Eka jadi tukang beberes di Jabar yang sudah awut-awutan kondisi lingkungan dan krisis kepemimpinan sejak 10 tahun terakhir ini. Kita perlu pasangan gubernur yang clean and capable,” tutur Mang Ihin seusai pertemuan khusus ini di kantor DPKLTS (18/5/2017).

 

Kembali ke pertemuan di DPKLTS yang katanya akan dilakukan setiap minggu, Emil kala ditanya – sekuat apa terpaan angin itu?

“Tidak ada ada masalah berarti. Dalam berkompetisi, pastilah ada kawan dan lawan. Disayangkan, masih ada pihak yang ingin menang dengan cara-cara menegatifkan kita. Makanya, kita jawab saja dengan kerja yang baik.”

 

Sejurus kemudian Kang Emil mendedarkan lagi, ”Ibu saya bilang, setiap kritikan jawablah dengan kerja nyata. Itu ahlak yang paling baik. Saya praktikkan nasihat itu. Dijawablah dengan kinerja.”

 

Ekonomi dan Sejumlah Inovasi

emileka3Selanjutnya, adakah pesan khusus Mang Ihin kepada Emil yang juga dihadiri Eka Santosa?  “Tadi diingatkan lagi, kita harus mencintai rakyat Jawa Barat sepenuh hati. Ini yang saya selalu saya pegang sepulang dari sini. Artinya, jangan karena kekuasaan, lupa kepada raykat. Makanya, kalau saya dengar kemana-mana akhir-akhir ini, fokus isyunya  ke ekonomi. Sebagai teknokrat, saya mencari solusinya. Contoh, hari ini dimata rakyat (kondisi sosial ekonomi – red.) bagimana menurut survey? Dicarilah jawabannya, rakyat bagaimana merasakannya secara langsung?”

 

Terkait isyu ekonomi ini, menurut Eka Santosa, Kang Emil sedang mengembangkan aplikasi, bagaimana memutus mata rantai ‘rente ekonomi’ petani penghasil beras di Indramayu. “Harga jual beras itu di konsumen akhir misalnya di Bandung hingga ke kelas eceran atau pengguna di rumah tangga sekaligus, harganya wajar,” jelas Eka Santosa ketika dikonfirmasi, “Ini baru salah satu inovasi ekonomi kerakyatan. Masih banyak nanti inovasi di bidang koperasi, perdagangan, kesehatan, pendidikan, juga keagamaan malah untuk level Jabar. Intinya, bagaimana mensejahterakan rakyat melalui inovasi. Sekarang sedang digodog serius”.

 

Kebangkitan Nasional

emileka4Dari pertemuan ini Eka Santosa melanjut esok pagi harinya tepatnya, Sabtu  20 Mei 2018, ia berniat mengadakan upacara Peringatan Kebangkitan Nasional di Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung.”Saya undang khusus Pak Solihin GP dan siangnya Kang Emil akan hadir diantara para Olot (tetua adat Jabar), Gerakan Hejo, Forum DAS Citarum, dan puluhan elemen warga lainnya. Total ada 350-an peserta,” begitu ujarnya mengundang seluruh hadirin yang malam itu masih berumpul di kantor DPKLTS.

 

“Setelah upacara selesai, siangnya aka nada gempungan khusus dengan tajuk Menyongsong Kepemimpinan Baru Provinsi Jawa Barat”, begitu tutup Eka sambil belum menjelaskan secara eksplisit bila ia berpasangan dengan Emil, jalur mana yang akan dipakai melalui partai apa, atau independen? “Nah, soal itu kami berdua atau bertiga dengan Mang Ihin sedang saling mengkaji. Kalau istilah Mang Ihin ya, saling melakukan ihtiar. Yang penting, kami saling kontak lebih kerap selama ini”. (HS/SA/SF/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

destinasiaNews –Bertempat di Sekertariat “lokasi nongkrong” Jl. Situ Cileunca No 17 Cijagra Kota Bandung, puluhan aktivis yang tergabung pada Jurnalis...

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

destinasiaNews – Salah satu hotel besutan Tauziah Hotel management yaitu Fox Harris Hotels Bandung, dalam upaya mewujudkan pengenalan lebih mendalam...

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

destinasiaNews – Kasus “alot” pembongkaran SPBU No. 34 – 40109 (Kebon Kawung) di lahan “panas” PT KAI Daop 2 Bandung,...

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

destinasiaNews  –  Pelataran Hotel Lodaya di Jl. Lodaya No 83 Lingkar Selatan Kota Bandung, pada Minggu pagi 13 Mei 2018, ada...

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

DestinasiaNews – Perlu diksi yang pas benar, memposisikan kesuksesan pagelaran drama musik Sangkuriang di Bandung Independent School (BIS),  pada Sabtu...

Pengunjung

02076144
Hari ini
Kemarin
3675
5437