Eka Santosa ‘Hayang Jadi Gatotkaca’ di Karantina Peserta Wanoja Jajaka Jabar 2018

krantina1destinasiaNews – “Sabenerna saya tibaheula hayang jadi gatotkaca ...” terlontar dari mulut tokoh Jabar Eka Santosa di hadapan 30 peserta karantina Wanoja Jajaka Budaya (Wajada) Jabar 2108. Lontaran Eka ini meluncur spontan di kediamannya Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (19/10/2018). Sudah barang tentu puluhan orang  yang mereaksi lontaran spontan ini,  ger-geran sambil bertepuk tangan  - Ketua DPRD Jabar (2000 – 2004) ini punya cita-cita yang tak biasa.

 

Jumat pagi itu memang Eka sedang memberi materi pengayaan. Ini melanjut setelah ia menjadi juri pada ajang unjuk kabisa (13/10/2018) di Saung Udjo dari peserta karantina Wajada. Di forum ini Eka salah satunya menjelaskan, tentang  maksud dan tujuan tempatnya,  Kawasan Alam Santosa yang luasnya sekitar 4,5 ha kini menjadi area pembelajaran bagi siapa pun tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, ”Lahan ini dulunya kritis alias gundul sering jadi penyebab banjir dan longsor di Bandung Timur. Sejak tahun 2000-an ditanami ribuan tanaman langka, oleh penduduk setempat dan masyarakat adat se Jabar. Kini jadi hutan lebat, sejumlah mata air muncul lagi. Puluhan jenis ikan langka di Tatar Sunda yang nyaris punah, terselamatkan. Ini contoh nyata, beginilah lahan kritis di Jabar harus dihijaukan,” papar Eka dengan gestur meyakinkan.

 

Kembali ke soal cita-cita Eka sedari dulu ingin menjelma menjadi tokoh Mahabarata Gatotkaca, yang katanya punya kesaktian luar biasa mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta memiliki “otot kawat balung wesi”, “Siapa itu yang kemarin di Saung Udjo (13/10/2018) di antara kalian yang membawakan tarian Gatotkaca? Seperti itulah saya ingin sekali menjadi Gatotkaca ..,” terangnya di hadapan puluhan peserta karantna Wajada secara terbuka.  

 

Pelopor Jabar

krantina2Sebelumnya pada tahapan karantina Wajada Jabar 2018  yang berlangsung tiga hari (19 – 21/10/2018) di Alam Santosa, dengan penyelenggara Paguyuban Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat untuk yang ke tiga kalinya, Drs. H. Wahyu Iskandar M M Pd, Kabid Kebudayaan Disparbud Jabar, mengharapkan para peserta ini dapat menjadi pemuda-pemudi pelopor, “Tiga hari di Alam Santosa semoga sesudahnya, memiliki bekal demi menunjukkan lebih mandiri akan jati diri sebagai warga Jabar. Manfaatkanlah sesi karantina ini, untuk mengkaji serius aneka warisan budaya bangsa.”

 

Sementara itu Dudih Sutrisman, Ketua Paguyuban Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat menyatakan pada gelaran kali ini, punya nuansa khusus menjelang grand final pada 27 Oktober 2018 di Gedung Seni & Budaya Sunan Ambu Kota Bandung, ”Hari ini dan dua hari ke depan, peserta akan dibekali intensif, anggaplah ini ‘Candradimuka’ ala Alam Santosa. Secara budaya dan juga lingkungan hidup, tempat ini terbilang top-lah. Banyak hal  bisa kita bina diri di sini.”

 

Lainnya, Rani Pratiwi dan ‘pasangnnya’ Zulfikar Alamsyah selaku Wanoja dan Jajaka Budaya Jawa Barat 2017 mengucapkan rasa syukur atas pemilihan tempat karantina di Alam Santosa, “Ini lokasi yang tepat, relatif dekat dari perkotaan namun suasananya kental dengan unsur budaya tempo dulu. Peserta bisa berkonsentrasi mengkaji dan mengolah budaya Sunda dengan khusuk,” papar keduanya dengan roman muka yang ramah khas masyarakat Jabar.

 

Soal Kahayang itu ...

krantina3Penasaran dengan  perihal ‘kahayang’ Eka Santosa ingin menjadi Gatotkaca, kembali redaksi mengkorfirmasi ke yang bersangkutan seusai ia memberi pembekalan pertama ke para peserta, “Ya, itu mah hanya sekedar kahayang... Syukur-syukur bila dikabulkan. Saya mau terbang setiap hari, mengontrol seberapa banyak hutan yang gundul setiap hari di wilayah Jawa Barat,” jawab Eka dengan kalem yang dikenal sebagai politisi ulung, sekaligus punya rasa peduli tinggi terhadap nasib lingkungan dan budaya di tatar Jawa Barat. (HS/SF/dtn)    


emgz2

Artikel lain...

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

DestinasiaNews - Nama Solihin Gautama Purwanegara di Indonesia lebih dikenal dengan nama Solihin GP, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan...

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

destinasiaNews – Bakal calon rektor Unpad 2019 – 2024 Dr. Toni Toharudin kelahiran Tasikmalaya 1 April 1970, yang kini menjabat...

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

destinasiaNews  -  Nyaris lantang seperti ketika mereka masih aktif sebagai aktivis di kampus Unpad pada era 1980-an  Setya Dharma Pelawi...

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

destinasiaNews --  Dalam kaitan persiapan rangkaian HUT TNI ke-74, rencananya digelar pada Sabtu, 21 September 2019. Direncanakan yang akan hadir di...

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

destinasiaNews  – Urusan bagaimana mensosialisasikan dan merawat, serta mengembangkan sungai Citarum melalui program Citarum Harum oleh Sektor 21 – 18...

Pengunjung

04064737
Hari ini
Kemarin
1333
4222