Menpar Arief Yahya, Menjadi Pembicara Utama Pada Seminar Transformasi Bisnis di MM-FEB Unpad

Seminar MM FEB1

destinasiaNews Fenomena revolusi industri 4.0 telah mentransformasi ekonomi, pekerjaan, dan bahkan masyarakat sendiri. Teknologi fisik dan digital yang digabungkan dengan artificial intelligence, cognitive technologies, dan the internet of things (IoT) telah menciptakan perusahaan digital yang saling terkoneksi dan mampu menghasilhan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Perusahaan digital dapat berkomunikasi, menganalisis, dan menggunakan data untuk mendorong pengamatan intelijen bagi kepentingan bisnisnya.

Hal tersebut terungkap pada acara seminar yang bertajuk Transformasi Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0, dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat umum lainnya, berlangsung di Aula Lantai 4 kampus Magister Manajemen (MM) FEB Unpad Jalan Dipatiukur No. 46 Kota Bandung, Sabtu pagi, 10/11/2018.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka Dies MM Unpad ke 26, Dies FEB dan Dies Unpad ke 61 Tahun. Terselenggara atas kerjasama MM FEB Unpad dengan 3 perusahaan BUMN yakni : PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Lelet Karena Tidak Ada Pesaing

Seminar MM FEB2

Pada kesempatan ini, Mentri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, menjadi pembicara utama di acara seminar Transformasi Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0.  Dalam paparannya, Arief sapaan akrab Arief Yahya, mengupas tentang “Pariwisata Core Economic Indonesia”.  Menurutnya, bahwa pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia diprediksi akan terus meningkat, peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 22%, (2017), ini merupakan terbaik di ASEAN, jika dibandingkan dengan peningkatan negara-negara lainnya. Potensi ini diharapkan akan terus meningkat sesuai dengan proyeksi Presiden RI, Jokowi yaitu sebesar 25%.

Dalam peningkatan ini, Arief merasa belum cukup puas. Alasannya, sebagai negara dengan luas geografis terbesar di ASEAN, Indonesia dapat dengan mudah dikalahkan oleh negara tetangga yang notabene jauh lebih kecil luas geografisnya, seperti Malaysia dan Singapore. “Disini ada yang dari Malaysia”?, tanya Arief kepada peserta seminar, “Pasti ada”!, ujarnya.

“Kita ini negara besar tapi lelet, kenapa?, karena merasa tidak ada pesaing, maka dari itu ciptakanlah pesaing, sebab tidak ada bisnis yang cepat tanpa adanya persaingan”, ujar Arief. Dan jika kita tidak ciptakan pesaing, maka perkembangannya akan jauh lebih mudah dikalahkan.  “Semoga saja hal itu tidak terjadi”, ucap Arief menambahkan.

Ketika itu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) RI, untuk mendongkrak wisatawan nusantara (winus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), menggulirkan program dengan tagline “Visit Indonesian Year”, investasinya 300 miliar. “Anggaran itu untuk se-Indonesia”, kata Arief.

Lalu kemudian, Indonesia tengah bersaing ketat dengan Thailand, untuk memperebutkan gelar destinasi wisata terbaik di ASEAN, kata Arief.   “Kalau kita bisa mengalahkan Thailand, tidak perlu menunggu 10 tahun, cukup 2 tahun, kita bisa mengalahkan Thailand,” tegas Arief optimis.

Pariwisata Indonesia 10 Besar Dunia

Seminar MM FEB4

“Saat saya pertama kali di Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI, mengusulkan kepada Presiden Jokowi, bahwa Pariwisata masuk dalam sektor unggulan pembangunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2018. Sebab pariwisata produknya sudah ada, tinggal packaging dan promosinya,” papar Arief.

Walhasil, dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi medukungnya. “Pariwisata saya tetapkan sebagai leading sector. Pariwisata dijadikan sebagai leading sector ini adalah kabar gembira dan seluruh kementrian lainnya wajib mendukung dan itu saya tetapkan”, perintah Presiden Jokowi.

Dengan mengusung tagline Wonderful Indonesia, Kemenpar RI mendapat suntikan anggaran 1 triliun. Selain itu, Wonderful Indonesia juga memiliki 10 prioritas pengembangan destinasi pariwisata antara lain : Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Bromo Tengger Semeru, Mandalika dan Labuan Bajo.

Patut kita acungi jempol, saat ini Kemenpar RI memang mengalami peningkatan yang signifikan dan luar biasa.  Belakangan ini, The World Travel & Tourism Council (WTTC) juga mengakui kehebatan Kemenpar RI yang dipimpin Arief Yahya. Kekuatan pariwisata Indonesia ditempatkan dalam 10 besar Dunia. Tepatnya peringkat 9 di Dunia, peringkat 3 di Asia dan peringkat 1 di Asia Tenggara.  Posisi ini mengalahkan Malaysia, Thailand dan Singapura.

WTTC melakukan penilaian berdasakan perkembangan kepariwisataan selama beberapa tahun belakangan. Khususnya dari pertumbuhan secara global, spending wisman, spending winus dan investasi pemerintah.

Kita bangga, karena posisi ini terbaik diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya. Seperti Thailand yang berada di peringkat 12, Filipina dan Malaysia di peringkat 13, dan Singapura di peringkat 16, serta Vietnam di posisi 21.

Tantangan Global Revolusi Industri

Seminar MM FEB3

Dalam kata sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Yudi Azis, mengatakan, bahwa di dunia bisnis, revolusi industri 4.0 telah mengubah model bisnis secara radikal. Korporasi yang dianggap tangguh puluhan tahun, harus beradaptasi dengan model bisnis yang banyak diubah oleh mereka yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Tak hanya berbicara tentang teknologi cerdas dan terkoneksi yang berada dalam lingkup organisasi, namun teknologi yang telah menyentuh sendi kehidupan kita sehari-hari, jelas Yudi sapaan akrab Yudi Azis.

Kehidupan kita banyak berubah dibandingkan satu dekade silam. “Kita sudah dimanjakan dengan dunia digital, kita bisa mengatur pekerjaan, kebutuhan, dan aktivitas dengan sentuhan tangan”, terangnya.

Selain itu, Yudi mengutip pernyataan Chun Yuan Gu, President of Asia, Middle East and Africa Region (AMEA), ABB, bahwa revolusi industri 4.0 menciptakan kemungkinan tak terbatas bagi mereka yang berada di dunia bisnis. Meskipun ketika teknologi itu mentrasformasi model bisnis di dalam industrinya ataupun lintas industri dapat hal yang menakutkan, namun di lain pihak, dapat menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing. Setiap teknologi dan fenomena baru, sering memunculkan sisi peluang dan tantangan.

Menurut Yudi, dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan program Making Indonesia 4.0 pada acara Indonesia Industrial Summit (IIS), April 2018. Langkah ini harus kita apresiasi, karena melalui program ini Indonesia diharapkan dapat membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi industri 4.0, kata Yudi, sekaligus membuka kegiatan seminar tersebut.

Acara seminar dipandu moderator Popy Rufaidah,Ketua Program Magister Manajemen FEB Unpad, dengan   Narasumber: Mohamad Djohan Safri, Direktur Teknologi PT Pupuk Indonesia (Persero), Honesti Basyir, Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk., David Bangun , Direktur Digital & Strategic Portfolio PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (HRS/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03917527
Hari ini
Kemarin
54
8655