Ini Ujar Emil & Pegiat Lingkungan Hidup Dalam Evaluasi 1 Tahun Citarum Harum

ch1destinasiaNews – Bertempat di Graha Mangala Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/1/2019) berlangsung rapat evaluasi 1 tahun program Citarum Harum. Hadir dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Trie Soewandono, Kapolda Jawa Barat Drs. Agung Budi Maryoto, dan Ketua Pembina Citarum Institute Dr. Dini Dewi Heniarti. Ajang ini pun diramaikan sekitar 300 peserta terdiri atas budayawan, birokrat dari berbagai instansi terkait, pecinta lingkungan hidup, serta akademisi dari 15 PTN dan ratusan PTS di Bandung dan sekitarnya.

 

Ridwan Kamil yang kerap disapa Emil dalam paparannya menyatakan seiring turunnya Pepres No 15 Tahun 2018 pada bulan Maret, ia merasa optimis, ” Setidaknya dalam waktu 7 tahun atau lebih cepat lagi kita bisa menangani permasalahan berat sungai ini yang sudah viral ke manca negara baik positif maupun negatif.”

 

Mengingat beratnya permasalahan Sungai Citarum, Emil selaku Dan Satgas Citarum Harum menghibahkan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat di Jl. Naripan Kota Bandung untuk dijadikan Posko Citarum Harum. Lainnya, pada bulan Februari 2019 akan digelar Citarum Expo.

 

“Akan didaftar ulang komitmen bagi seluruh stake holder, termasuk pegiat dan elemen, pun rencana aksinya. Akhirnya, semua bisa terkoordinasi, dan diketahui tugasnya. Dimana koordinatnya, serta siapa melakukan apa?,” papar Emil yang disambut tepuk tangan hadirin.

 

Rupanya, keprihatinan Emil yang baru dilantik sejak 5 September 2018 atas kinerja TNI yang sudah turun menangani, sejak hulu Sungai Citarum dari Situ Cisanti hingga Muara Gembong di Kabupaten Karawang bersama masyarakat belum memuaskannya. Tampaknya Emil merasa prihatin dalam hal koordinasi dan pengadaan dana selama ini:

 

“Makanya, ada anggaran sekitar Rp. 600-an miliar sedang kita tunggu dari pemerintah pusat. Setengahnya untuk TNI, karena TNI mengambil porsi pengembalian ekosistem paling berat dan paling besar,” tuturnya.

 

Pangdam III/Siliwangi & Kapolda Jabar

ch2Sementara menurut Pangdam III/Siliwangi, dipaparkan dulu Sungai  Citarum itu bersih dan indah. Intinya, ia dan jajarannya akan berusaha mengembalikan kondisi seperti sedia kala, yakni tidak berbahaya lagi dari unsur limbah dan sampah.

 

“Bila terus dibiarkan akan menyebabkan kerugian besar. Makanya perlu kesatuan komando dari hulu ke hilir,” paparnya.

 

Menurutnya revitalisasi sungai sepanjang 269 km, telah dibagi menjadi 23 sektor. Terdapat pasukan yang di-BKO-kan sebanyak 3.050 orang. Telah pula dilakukan perbaikan ekosistem melalui pembibitan sebanyak 1.423.604 batang tanaman, penanganan lahan kritis, reforestasi, pembuatan terasering, mengatasi limbah domestik, pembuatan IPAL pabrik dan WC perorangan (63 unit dari 25.000), pembuatan septik tank komunal, pengadaan tong sampah, penambahan resapan biopori, penanganan sedimentasi,  pembongkaran bangunan liar di bantaran sungai, patrol limbah industri di lapangan, hingga penututpan saluran, dan sidak IPAL pabrik, termasuk membongakar pengecoran saluran limbah, rinciannya 109 dibuka, dan 45 masih dicor.

 

Pada paparan lainnya, Pangdam III/ Siliwangi, telah pula melakukan Festival Citarum Harum, plus menggelar lomba memancing ikan, dan lomba dayung. Intinya, demi mengajak masyarakat untuk tidak merusak alam, serta melakukan reforestasi dan relokasi hunian.

 

“Diketahui sampah dari tiap desa yang mencemari Citarum rerata 10 -15 ton per hari. Tujuan utamanya, mengubah mindset masyarakat menjadikan sungai sebagai serambi depan rumah, bukan sebaliknya,” tutur  Pangdam III/Siliwangi.

 

Sementara itu menurut Kapolda Jabar, sesuai peraturan dan  perundang-undangan, pihaknya bertanggung jawab dalam penegakan hukum pada program Citarum Harum. Dipaparkan kinerjanya, sejumlah kasus telah ditindaklanjuti menjadi Tindak Pidana Khusus.

 

Dijelaskan, pihaknya telah bersinergi dengan penyidik dari Kejati dan Dinas terkait. Kepolisian telah menangani 58 kasus selama tahun 2018, dan 13 kasus di awal tahun 2019. Adapun anggaran pada tahun 2018 telah dipertanggung-jawabkan sebesar Rp. 84.645.000,  dan tahun 2019 diberi anggaran sebesar Rp. 3.084.645.000.

 

“Hingga kini masih diduga keras masih banyak pelanggaran di 3 kabupaten, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Kendalanya, masih terasa kekurangan penyidik dari pihak sipil seperti di Dinas Lingkungan Hidup, akibatnya sejumlah proses terhambat,” jelas Kapolda Jabar.

 

Diskusi itu

Menariknya dalam pertemuan ‘alumni Citarum Harum’ yang dikatakan Dini Dewi Heniarti layaknya semakin bertambah sosok Citarum Lovers, sempat terjadi diskusi interaktif yang bernuansa positif. Intinya, para peserta yang berkesempatan berbicara mewakili komunitas maupun institusi tempat mereka berkiprah, di antaranya: Prof. Dr. Eddy Jusuf, Rektor UNPAS; seniman & Budayawan Tisna Sanjaya; Samsoel Maarif, APINDO; Kol. Yusef Sudrajat, DanSektor 21 Satgas Citarum Harum; Kol. Arif Prayitno, DanSektor 9 Satgas Citarum Harum; Sobirin Supardiono, DPKLTS; pegiat lingkungan hidup, Dadang Hermawan atau Mang Utun; Yadi Riyadi, LPPM UPI, Founder Citarum Care, Irma Hutabarat;  Tb. Haeru Rahayu, Asisten Deputi Pendidikan dan Pelatihan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman  dan lainnya.

 

Bila disimpulkan, semua pembicara telah memperkaya makna  perwujudan program Citarum Harum di lapangan.

 

“Ini yang kita harapkan, ada kesatuan persepsi tentang Citarum Harum. Sebelumnya, ada sedikit kesimpangsiuran di lapangan. Ke depan harus berkurang secara nyata. Tadi kan sudah jelas ada interaksi positif di diskusi ini, teruskanlah …,” papar Agus Warsito, Sekjen DPP Gerakan Hejo yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa.

 

Muara lain dari dikusi ini betapa semua peserta, yang sempat meragukan seberapa efektipkah TNI mampu membersihkan Citarum sebagai ‘sungai terkotor sedunia’? Ternyata, dalam waktu relatif cepat berbuah manis.

 

Diakui Menurut Tb. Haeru Rahayu fenomena keraguan ini sempat melanda di Kemenko Bidang Kemaritiman:

 

”Saat awal pembentukan Satgas Citarum, sempat muncul kegamangan di tataran birokrasi politik, utamanya. Akhirnya, disadari perlu tindakan ekstrim. Satu komando, selain TNI memang kita belum siap bila kerja besar ini diserahkan ke lembaga sipil sepenuhnya.”

 

Alhasil, berkat kerja kroyokan dalam tempo satu tahun ini, Sungai Citarum yang identik dengan serba kotor, dan penuh limbah berbahaya. Kini, di area tertentu kerap bisa kita nikmati kehadirannya. Tak jarang muncul visualisasi anak-anak bisa berenang di daerah tertentu. Ini kerap kita terima dalam beberapa kali tayangan android di genggaman kita.

 

Salah satu penyebabnya, selain TNI melakukan patroli siang malam di sekitar Sungai Citarum, memantau pabrik pembuang limbah (B3), sambil menangani sampah serta perilaku pembuangnya, kini setidaknya sepanjang 10 Km dari hulu sungai di Situ Cisanti telah tumbuh subur berkelindan aneka tanaman baru. Salah satunya vetiver yang akarnya dapat mencegah longsor, erosi, serta sedimentasi, pun menjernihkan air sekaligus menghilangkan bau.

 

“Tanaman ini bersama Pak Doni Monardo sejak awal kami tebar di hulu, kini sudah menunjukkan hasilnya,” tutup pegiat lingkungan hidup, Irma Hutabarat yang merasa optimis inisiasinya bermanfaat bagi keseimbangan alam generasi mendatang. (HS/SF/dtn)  


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

destinasiaNews - Untuk merubah pola hidup warga di sekitar bantaran sungai, prajurit satgas Citarum Harum selalu melakukan komsos kepada warga...

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

destinasiaNews - Satgas Citarum Harum Subsektor 01-21 Rancaekek dalam melaksanakan tugasnya, selain membersihkan aliran dan bantaran sungai dari sampah juga...

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

destinasiaNews - Permasalahan yang muncul dalam lingkungan masyarakat yang terdapat pabrik biasanya berupa limbah pabrik yang menimbulkan bau yang mengganggu...

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

  OPINI Oleh : Harri Safiari   destinasiaNews – Setoeroet artikelen jang dimoeat Kompas.com (22/4/2019) berdjoedoel: Imbauan Imam Prasodjo Terkait Tudingan...

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

destinasiaNews – Seoesai pesta democratie paling roemit sedoenia (17/4/2019), kapoetosan formaal menoeroet KPU baroe pada tarich 22 Mei 2019. Ternjata satelahnja,...

Pengunjung

03213887
Hari ini
Kemarin
2274
3958