PGRI Jawa Barat & Bandung Screen College, Kembangkan Student Digital Company

sm pgri1

Seminar PGRI

Destinasianews - “Kondisi sepuluh tahun lalu, sekolah di beberapa negara maju sudah berkolaborasi erat dengan industri dunia digital secara horizontal”, demikian cuplikan dedaran Arvin Miracelova, CEO Indonesia Screen College Network di Gedung Guru Jawa Barat (25/3/2015) Jalan Talaga Bodas Nomor 56 – 58 Bandung. Hari itu digelar Seminar yang bertemakan Pendekatan Pembelajaran - Blended Learning to Incubate Student Digital Company. Pesertanya, sekitar 150 orang guru mulai tingkat TK hingga SMA se Jawa Barat anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) Jawa Barat.

Inti rintisan kerjasama ini mengarah pada pemberdayaan siswa di Jawa Barat untuk mengenal lebih jauh aplikasi digital yang sudah menjadi trend dalam pengembangan industri kreatif di negara maju. “Adakah bedanya antara anak kita dengan anak-anak di Eropa dan Amerika dalam pengembangan dunia digital ?”, tanya Arvin, Fisrt Winner International Young Contest Entrepreneurship (IYCE) British Council Award 2012 di London. Jawaban Arvin, tegas pada saat itu tidak ada bedanya !

Sebelumnya dipaparkan melalui sejumlah cuplikan film dokumenter, yang memaparkan testimoni para siswa dan guru SMA yang terlibat langsung dalam pembuatan aneka program digital, yang berdampak positip sebagai sarana belajar maupun sebagai persiapan siswanya mempersiapkan diri ke dunia kerja, atau akan menyalurkan minat studi lanjutan ke perguruan tinggi.

“Hakikatnya, tak ada bedanya antara potensi anak-anak kita dengan yang ada di Eropa dan Amerika sana. Bedanya, kita selaku guru dan orang tua tak menyadari potensi anak-anak kita sendiri”, demikian jawab Dudung Koswara, guru SMAN l Sukabumi yang diamini rekannya Linda dan Histato.

Pembicara lain dalam seminar yang banyak memunculkan antusiasme para guru, hadir hari itu Sony Danang Caksono, Vice President Viva Plus Sales Corporate & Community. Danang sapaan Sony Danang Wicaksono, membuka kesempatan pembuatan jaringan dan bersedia mengakomodir karya digital dari para siswa dan guru di Jawa Barat. “Paling dekat, melalui TV Desa yang berbasiskan komunitas dari dan untuk pembangunan pedesaan, slot untuk siswa dan guru akan dibuatkan secara khusus. Bertahap mari kita belajar dan berprakarsa untuk mengisinya. Yakinlah anak-anak kita mampu, seperti di Eropa dan Amerika sana”. Lalu kemudian Dr. Md. Santo, selaku konsultan teknologi pendidikan dan knowlege management,  mengupas tentang apa itu metodologi blended learning yang dikombinasikan dengan belajar platform digital (social learning) dan competency based melalui student digital company.

Pembahasan yang lebih aplikatif hari itu didedarkan Yogas, Kreator Aplikasi Digital dari Digital Buana. Yogas dengan lugas menjelaskan proses kreasi sejumlah aplikasi yang kini sudah dipakai oleh sejumlah perusahaan besar di dalam dan luar negeri, diantaranya aplikasi android. “Saya siap dimintai bantuan oleh para guru dan siswa yang ingin mengembangkan atau membuat aplikasi digital. Ada potensi besar dari siswa di sekolah kita dalam mengembangkan industri kreatif berbasis digital, masalahnya, bagaimana memulainya. Inilah saatnya kita bertemu disini”.

Menurut DR. H.K. Edi Permadi, M.M.Pd, Ketua PGRI Jawa Barat yang membuka seminar ini, menekankan betapa pentingnya para guru mempelajari apa yang berkembang pesat dalam dunia digital dewasa ini:”Kita dan para murid, jangan hanya menjadi korban atau sasaran konsumsi dunia digital. Ini kesempatan baik, kita berhubungan langsung dengan para praktisi dibidang digital. Belajarlah dari mereka, ini baru pertemuan rintisan”.

Bagi H. Adi Raksanagara, Branch Manager Bandung Screen Collge (BSC) sebagai salah satu pemerakarsa seminar ini, kepada destinasianews.com: ”Pada akhir sesi, para guru dan kepala sekolah merasa terbuka peluangnya untuk segera digarap. Perkembangan dunia digital seperti pembuatan film (dokumenter, drama, pembelajaran, dan lainnya – red.) , animasi, aplikasi mobile content, dan game sekalipun, sangat diminati mereka. Nilai plusnya, menggandeng industri digital ke sekolah, melalui seminar ini sangatlah dimungkinkan, seperti yang terjadi di negara maju”.

Seminar PGRI 2

Bagi Dina, guru SMPN 18 Bandung yang sehari-hari mengajar mata pelajaran matematika, keikutsertaan pada seminar ini membuka wawasannya: ”Bidang IT tadinya masih samar-samar, kini makin mudah dipahami. Persoalannya, bagaimana memulainya ? Hasil seminar ini akan saya utarakan ke rekan-rekan untuk segera dirintis aplikasinya di sekolah saya”.

Sementara itu bagi Suwarni, Kepala SD Pengampon l Cirebon, seminar ini semakin membukakan wawasannya: ”Pantas, ada murid saya empat tahu lalu melalui TV, anak ini berhasil cemerlang mengembangkan dunia digital. Saya baru paham kini apa yang ia kembangkan. Potensi anak asuh saya dibidang ini kini pun cukup besar, masalahnya kami kurang bimbingan saja”.

Secara terpisah Drs. Harisman dan Adi Raksanagara dari lembaga BSC yang simultan memperkenalkan pentingnya pemahaman dunia digital bagi para siswa dan guru, menyatakan: ”Rintisan kerjasasama ini merupakan project penting. Kinerjanya terus dipantau  oleh Viva Plus dan beberapa perusahaan lain, yang bergerak dalam pengembangan digital di Indonesia”. (HS/SA/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Aktivis & Tokoh Masyarakat, Diskusikan Masa Depan Bangsa Bersama Ketua DPW Partai Berkarya Jabar

Aktivis & Tokoh Masyarakat, Diskusikan Masa Depan Bangsa Bersama Ketua DPW Partai Berkarya Jabar

destinasiaNews – Berlokasi di kediaman Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, berlangsung pertemuan khusus. Pertemuan ini terjadi antara...

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

destinasiaNews –Bertempat di Sekertariat “lokasi nongkrong” Jl. Situ Cileunca No 17 Cijagra Kota Bandung, puluhan aktivis yang tergabung pada Jurnalis...

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

destinasiaNews – Salah satu hotel besutan Tauziah Hotel management yaitu Fox Harris Hotels Bandung, dalam upaya mewujudkan pengenalan lebih mendalam...

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

destinasiaNews – Kasus “alot” pembongkaran SPBU No. 34 – 40109 (Kebon Kawung) di lahan “panas” PT KAI Daop 2 Bandung,...

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

destinasiaNews  –  Pelataran Hotel Lodaya di Jl. Lodaya No 83 Lingkar Selatan Kota Bandung, pada Minggu pagi 13 Mei 2018, ada...

Pengunjung

02089303
Hari ini
Kemarin
2508
4565