MWA Unpad Lantik Rina Jadi Rektor, Atip Latipulhayat di PTUN Bandung - Tidak Sah, Batal Demi Hukum

unpad1destinasiaNews  – Suasana ruang sidang di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) di Jl. Diponegoro No. 34 Kota Bandung, pada Selasa, 8 Oktober 2019, berbanding tidak simetris dengan riuh-rendah kemeriahan pelantikan Rina Indiastuti sebagai rektor Unpad periode 2019 – 2024. Intinya, kemeriahan pelantikan di  Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur No. 35 Kota  Bandung terus terjaga, ini ditandai kehadiran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Prof. Ismunandar mewakili Menristekdikti, serta Menkominfo RI Rudiantara selaku Ketua MWA (Majelis Wali Amanah) Unpad, serta puluhan tokoh Jawa Barat lainnya.

unpad2unpad3Esoknya usai pelantikan yang meriah itu, di ruang sidang PTUN Bandung (8/10/2019), Atip Latipulhayat guru besar Hukum Tata Negara Unpad, yang 'mendadak' terpental dari tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Unpad yang diikutinya sejak 2018, buka suara usai pembacaan replik-nya di sidang bernomor perkara 77/G/2019/PTUN-BDG,

”Tadi sudah sama-sama kita dengarkan. Intinya, kami menggugat atas perbuatan sewenang-wenang dari MWA Unpad. Tanpa alasan mengulang Pilrek, dan membatalkan saya sebagai calon tanpa ada kesalahan. Ini adalah kesewenang-wenangan. Yang kami gugat bukan persoalan kami harus jadi rektor. karena kalaupun dikabulkan tidak otomatis. Tetapi, yang kami perjuangkan adalah melawan kesewenang-wenangan,”paparnya dengan menekankan –“ Ini pertama dalam sejarah Pilrek Unpad. Jadi, kami tegaskan di sini, katakanlah yang membuat masalah ini kan MWA?! Tetapi, kenapa kesalahan itu justru berbalik kepada kami?”

Lebih jauh menurut Atip yang pada persidangan kali ini dihadiri oleh rekan sejawatnya Guru Besar Unpad masing-masing Prof. Susi Dwi Harijanti, dan Prof. Erri Noviar Megantara, “Seolah-olah, kami ini menjadi bad boy-nya. Padahal, trouble maker-nya MWA Unpad. Tanpa alasan, serta tidak ada alasan hukum yang jelas, juga tidak ada alasan rasional, dan tidak ada pelanggaran yang dilakukan saya sebagai penggugat. Singkat kata, kami melawan kesewenang-wenangan itu. Tidak boleh ada kesewenang-wenangan di negara Indonesia yang berdasarkan hukum.”

Sementara itu kuasa hukum Atip Latipulhayat, yakni Rendy Anggara Putra dan Cecep Agam Nugraha kala ditanya perihal keabsahan pelantikan rektor Unpad sehari sebelum replik ini mereka bacakan di PTUN Bandung?

“Kalau gugatan kita dikabulkan, maka itu batal demi hukum. Makanya, sebelumnya sudah kita minta kepada MWA itu untuk dipending (Pilrek) sampai ada putusan pengadilan. Tetapi kan ini seolah-olah kejar setoran, supaya membuat suasana psikologis, bawa rektornya sudah ada,” ujar Rendy dengan menekankan – “Memang, Unpad ini harus segera punya rektor tetapi harus dengan cara yang benar. Jadi, rektor yang sudah dilantik itu batal demi hukum. Tidak sah !”

Tak urung dua Kuasa Hukum Atip Latipulhayat ini pun mempertanyakan pernyataan Ketua MWA Unpad Rudiantara saat pelantikan rektor Unpad (7/10/2019), “Katanya, ada aklamasi segala dalam Pilrek ini, ini barang langka di jaman ini.”

Perihal progres sidang di PTUN Bandung pada Selasa itu, kuasa hukum Atip Latipulhayat usai membacakan replik, bersama pihak kuasa hukum MWA Unpad menyepakati penjelasan Ketua Majelis Hakim Anna L. Tewernussa, SH., M.H. yang menggagendakan sidang selanjutnya akan digelar pada Selasa depan, 15 Oktober 2019.  (HS/SF/dtn)

Add a comment

ASPRUMNAS Tetap ASPRUMNAS

asprumnas1asprumnas2destinasiaNews – ASPRUMNAS (Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional) baru-baru ini menyatakan ketegasannya! Apa sebab?

Menurut Ketua Umum Asprumnas, Muhammad Syawali P, SE., MM., akhir-akhir ini ada kesimpang-siuran informasi mengenai pergantian nama Organisasi yang sedang dipimpinnya menjadi nama lain. Oleh sebab hal tersebut maka, “Dengan ini saya menyatakan ASPRUMNAS tidak pernah ber-transformasi ke asosiasi manapun, maupun PERWIRANUSA. Itu berita tidak benar, hoax semata.” tegasnya dalam rekaman video yang diterima oleh redaksi destinasiaNews.

asprumnas3Ketegasan yang disampaikan Ketua Umum Terpilih Periode 2018 – 2023 di Grand Parahyangan Estate Bogor 20 Mei 2018 Pada Munas I yang bertepatan dengan HUT ASPRUMNAS ke-5, bertujuan untuk menghilangkan dampak negatif yang dapat merugikan secara moril maupun materiil Organisasi ini. Salah satunya dapat membingungkan para Stakeholder (Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR, Perbankan, Dunia Industri, Sesama Asosiasi-Asiosiasi Sejenis), maupuan Para  Anggota Asosiasi yang sudah bergabung dan yang akan bergabung sebagai Anggota Baru ASPRUMNAS.

Tapi tidak perlu khawatir, ASPRUMNAS telah tercatat pada Lembaran Negara Kementerian Hukum Dan HAM RI dengan NO. AHU 0009346.AH01.07 tahun 2018, maka legalitas Organisasi ini sangatlah jelas membuktikan hanya ada satu asosiasi, yaitu ASPRUMNAS. Yang beralamatkan di WISMA ENGGANO,
Jalan Enggano Raya no. 15 Blok C/2 Tanjung Priok, Jakarta Utara 14310.

 

Siap dukung 1 juta rumah untuk Rakyat Indonesia

asprumnas5asprumnas6Melansir dari laman bogorbroadcast.com, dan artikel tahun lalu di destinasianews.com, Asprumnas melakukan kesepakatan MoU dengan MLN-MC3 untuk pengadaan rumah layak huni bagi Petani / Nelayan di pesisir pantai Indonesia.

Sebuah kabar gembira bukan? Pasalnya,  hingga kini belum banyak pengusaha ataupun pengembang yang melirik perumahan untuk petani dan nelayan. Padahal perumahan di pesisir pantai bisa menjadi potensi investasi yang bisa menguntungkan masyarakat dan pengembang, tutur Muhammad Syawali P, SE., MM.

Ini selaras dengan perjuangan Asprumnas untuk membantu masyarakat memiliki hunian tempat bernaung yang layak dan manusiawi di Perkotaan, Pedesaan, Pedalaman, Masyarakat Petani Nelayan Tepi Pantai Seluruh Nusantara. (SF/dtn)

Add a comment

Prodia Nutrigenomics, Kenalkan Cara Jitu Menakar Kebutuhan Nutrisi Tubuh

prodia1destinasiaNews – Bertempat di Hotel Grand Tjokro Bandung di Jalan Cihampelas No. 211 – 217 Bandung pada Sabtu, 23 Maret 2019, telah berlangsung seminar bertajuk ‘Get Nutrified? Ask Your DNA’. Yang unik, penyelenggaranya yakni laboratorium klinik Prodia, yang berdiri di Solo (Jateng) bertarikh sejak 1973. Laboratorium klinik ini sepenuhnya diawaki anak bangsa, namun hasil kinerjanya berkualitas internasional – satu-satunya sejak 2012 dari Tanah Air, telah menggaet akreditasi dari College of American Phatologis (CAP).

 

“Saya tak ragukan lagi, siapa itu Prodia,” demikian kata Ny. Mirnah (46) salah satu peserta di seminar ini yang membahas tuntas tentang apa itu Prodia Nutrigenomics, yakni bagaimana menakar secara jitu kebutuhan nutrisi bagi tubuh kita, “ Makanya saya penasaran hadir di seminar ini,” tambahnya dengan roman sumringah.

 

Prodia Nutrigenomics ?

Hadir sebagai pembicara di seminar ini dr. David Budi Wartono, AAM, ABAARM, dan Riska Widyasari, S.Si. Keduanya, dengan gamblang memperkenalkan secara detil perihal Personalized Nutritions

 

Inti bahasannya, meliputi berapa jumlah kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap orang? Sejatinya, takaran kebutuhan ini berbeda berdasarkan kondisi tubuh masing-masing.

 

“Namun yang utama, berdasarkan gen dalam tubuh. Gen ini amat berpengaruh pada sifat, fisik, kesehatan, dan respon tubuh terhadap berbagai macam nutrisi,” kata David dan Riska yang saling melengkapi dahaga keingintahuan para peserta – apa itu Prodia Nutrigenomics?

 

Galibnya, dalam seminar ini kita tidak hanya butuh nutrisi yang berbeda, akan tetapi jenis serta jumlah olahraga setiap orang juga berbeda. Hakikatnya, nutrisi dan Iatihan fisik dengan porsi yang sama, belum tentu memberikan efek yang sama bagi setiap orang. Artinya, kebutuhan nurisi ini bersifat spesifik untuk setiap individu. “Bahkan, anak kembar pun bisa memiliki kebutuhan nutrisi, jenis dan jumlah olahraga, hingga risiko penyakit yang berbeda,” papar David. 

Pada tahapan ini, Prodia menyadari pentingnya mengedukasi masyarakat, dalam hal takaran ‘tepat’, kebutuhan nutrisi setiap individu.  Lagi, menurut keduanya, demi mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat untuk tubuh, serta perannya untuk menjaga kesehatan, dan mencegah timbulnya beragam risiko penyakit – perlu disadarkan tentang pentingnya menjalani gaya hidup sehat, yang baik dan benar sesuai kebutuhan tubuh dari setiap individu, personalize nutritions.

 

Ekstimnya,menurut David yang kini kita kerap dilanda gaya hidup yang serba ‘rancu’ dan kondisi lingkungan, plus aneka asupan yang mengelabui seperti junk food dan semacamnya, ”Kondisi sehat pun bisa menyebabkan sensitivitas, dan jenis makanan tertentu akan memiliki risiko yang berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu.”

 

Solusi itu

prodia2Nah, dari kondisi lintang-pukang, akan seperti apa yang seharusnya dilakukan kita untuk benar-benar hidup sehat secara baik dan benar? Reskia, Dwi Lestari, Marketing Communication Manager Prodia dan Siska Damayanti, Product Specialist Prodia, membuka saran jitu, berupa pemerikrasaan Prodia Nutrigenomics. “Pemeriksaan ini cukup dilakukan satu kall seumur hidup. Ini untuk mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan. Ini dapat digunakan sebagal baseline dan guidence untuk melakukan gaya hidup yang sesuai,” pungkas Siska.

 

Diketahui seminar Nasional untuk awam ini akan hadir di 22 kota di Indonesia, mulai Banda Aceh, Yogyakarta, Batam, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Lampung, Medan, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Samarinda, Manado, Denpasar, Surabaya, Padang, Bogor, Palembang, Solo, Banjarmasin, Malang dan Cirebon. (HS/SF/dtn

Add a comment

Ini Ujar Emil & Pegiat Lingkungan Hidup Dalam Evaluasi 1 Tahun Citarum Harum

ch1destinasiaNews – Bertempat di Graha Mangala Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/1/2019) berlangsung rapat evaluasi 1 tahun program Citarum Harum. Hadir dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Trie Soewandono, Kapolda Jawa Barat Drs. Agung Budi Maryoto, dan Ketua Pembina Citarum Institute Dr. Dini Dewi Heniarti. Ajang ini pun diramaikan sekitar 300 peserta terdiri atas budayawan, birokrat dari berbagai instansi terkait, pecinta lingkungan hidup, serta akademisi dari 15 PTN dan ratusan PTS di Bandung dan sekitarnya.

 

Ridwan Kamil yang kerap disapa Emil dalam paparannya menyatakan seiring turunnya Pepres No 15 Tahun 2018 pada bulan Maret, ia merasa optimis, ” Setidaknya dalam waktu 7 tahun atau lebih cepat lagi kita bisa menangani permasalahan berat sungai ini yang sudah viral ke manca negara baik positif maupun negatif.”

 

Mengingat beratnya permasalahan Sungai Citarum, Emil selaku Dan Satgas Citarum Harum menghibahkan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat di Jl. Naripan Kota Bandung untuk dijadikan Posko Citarum Harum. Lainnya, pada bulan Februari 2019 akan digelar Citarum Expo.

 

“Akan didaftar ulang komitmen bagi seluruh stake holder, termasuk pegiat dan elemen, pun rencana aksinya. Akhirnya, semua bisa terkoordinasi, dan diketahui tugasnya. Dimana koordinatnya, serta siapa melakukan apa?,” papar Emil yang disambut tepuk tangan hadirin.

 

Rupanya, keprihatinan Emil yang baru dilantik sejak 5 September 2018 atas kinerja TNI yang sudah turun menangani, sejak hulu Sungai Citarum dari Situ Cisanti hingga Muara Gembong di Kabupaten Karawang bersama masyarakat belum memuaskannya. Tampaknya Emil merasa prihatin dalam hal koordinasi dan pengadaan dana selama ini:

 

“Makanya, ada anggaran sekitar Rp. 600-an miliar sedang kita tunggu dari pemerintah pusat. Setengahnya untuk TNI, karena TNI mengambil porsi pengembalian ekosistem paling berat dan paling besar,” tuturnya.

 

Pangdam III/Siliwangi & Kapolda Jabar

ch2Sementara menurut Pangdam III/Siliwangi, dipaparkan dulu Sungai  Citarum itu bersih dan indah. Intinya, ia dan jajarannya akan berusaha mengembalikan kondisi seperti sedia kala, yakni tidak berbahaya lagi dari unsur limbah dan sampah.

 

“Bila terus dibiarkan akan menyebabkan kerugian besar. Makanya perlu kesatuan komando dari hulu ke hilir,” paparnya.

 

Menurutnya revitalisasi sungai sepanjang 269 km, telah dibagi menjadi 23 sektor. Terdapat pasukan yang di-BKO-kan sebanyak 3.050 orang. Telah pula dilakukan perbaikan ekosistem melalui pembibitan sebanyak 1.423.604 batang tanaman, penanganan lahan kritis, reforestasi, pembuatan terasering, mengatasi limbah domestik, pembuatan IPAL pabrik dan WC perorangan (63 unit dari 25.000), pembuatan septik tank komunal, pengadaan tong sampah, penambahan resapan biopori, penanganan sedimentasi,  pembongkaran bangunan liar di bantaran sungai, patrol limbah industri di lapangan, hingga penututpan saluran, dan sidak IPAL pabrik, termasuk membongakar pengecoran saluran limbah, rinciannya 109 dibuka, dan 45 masih dicor.

 

Pada paparan lainnya, Pangdam III/ Siliwangi, telah pula melakukan Festival Citarum Harum, plus menggelar lomba memancing ikan, dan lomba dayung. Intinya, demi mengajak masyarakat untuk tidak merusak alam, serta melakukan reforestasi dan relokasi hunian.

 

“Diketahui sampah dari tiap desa yang mencemari Citarum rerata 10 -15 ton per hari. Tujuan utamanya, mengubah mindset masyarakat menjadikan sungai sebagai serambi depan rumah, bukan sebaliknya,” tutur  Pangdam III/Siliwangi.

 

Sementara itu menurut Kapolda Jabar, sesuai peraturan dan  perundang-undangan, pihaknya bertanggung jawab dalam penegakan hukum pada program Citarum Harum. Dipaparkan kinerjanya, sejumlah kasus telah ditindaklanjuti menjadi Tindak Pidana Khusus.

 

Dijelaskan, pihaknya telah bersinergi dengan penyidik dari Kejati dan Dinas terkait. Kepolisian telah menangani 58 kasus selama tahun 2018, dan 13 kasus di awal tahun 2019. Adapun anggaran pada tahun 2018 telah dipertanggung-jawabkan sebesar Rp. 84.645.000,  dan tahun 2019 diberi anggaran sebesar Rp. 3.084.645.000.

 

“Hingga kini masih diduga keras masih banyak pelanggaran di 3 kabupaten, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Kendalanya, masih terasa kekurangan penyidik dari pihak sipil seperti di Dinas Lingkungan Hidup, akibatnya sejumlah proses terhambat,” jelas Kapolda Jabar.

 

Diskusi itu

Menariknya dalam pertemuan ‘alumni Citarum Harum’ yang dikatakan Dini Dewi Heniarti layaknya semakin bertambah sosok Citarum Lovers, sempat terjadi diskusi interaktif yang bernuansa positif. Intinya, para peserta yang berkesempatan berbicara mewakili komunitas maupun institusi tempat mereka berkiprah, di antaranya: Prof. Dr. Eddy Jusuf, Rektor UNPAS; seniman & Budayawan Tisna Sanjaya; Samsoel Maarif, APINDO; Kol. Yusef Sudrajat, DanSektor 21 Satgas Citarum Harum; Kol. Arif Prayitno, DanSektor 9 Satgas Citarum Harum; Sobirin Supardiono, DPKLTS; pegiat lingkungan hidup, Dadang Hermawan atau Mang Utun; Yadi Riyadi, LPPM UPI, Founder Citarum Care, Irma Hutabarat;  Tb. Haeru Rahayu, Asisten Deputi Pendidikan dan Pelatihan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman  dan lainnya.

 

Bila disimpulkan, semua pembicara telah memperkaya makna  perwujudan program Citarum Harum di lapangan.

 

“Ini yang kita harapkan, ada kesatuan persepsi tentang Citarum Harum. Sebelumnya, ada sedikit kesimpangsiuran di lapangan. Ke depan harus berkurang secara nyata. Tadi kan sudah jelas ada interaksi positif di diskusi ini, teruskanlah …,” papar Agus Warsito, Sekjen DPP Gerakan Hejo yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa.

 

Muara lain dari dikusi ini betapa semua peserta, yang sempat meragukan seberapa efektipkah TNI mampu membersihkan Citarum sebagai ‘sungai terkotor sedunia’? Ternyata, dalam waktu relatif cepat berbuah manis.

 

Diakui Menurut Tb. Haeru Rahayu fenomena keraguan ini sempat melanda di Kemenko Bidang Kemaritiman:

 

”Saat awal pembentukan Satgas Citarum, sempat muncul kegamangan di tataran birokrasi politik, utamanya. Akhirnya, disadari perlu tindakan ekstrim. Satu komando, selain TNI memang kita belum siap bila kerja besar ini diserahkan ke lembaga sipil sepenuhnya.”

 

Alhasil, berkat kerja kroyokan dalam tempo satu tahun ini, Sungai Citarum yang identik dengan serba kotor, dan penuh limbah berbahaya. Kini, di area tertentu kerap bisa kita nikmati kehadirannya. Tak jarang muncul visualisasi anak-anak bisa berenang di daerah tertentu. Ini kerap kita terima dalam beberapa kali tayangan android di genggaman kita.

 

Salah satu penyebabnya, selain TNI melakukan patroli siang malam di sekitar Sungai Citarum, memantau pabrik pembuang limbah (B3), sambil menangani sampah serta perilaku pembuangnya, kini setidaknya sepanjang 10 Km dari hulu sungai di Situ Cisanti telah tumbuh subur berkelindan aneka tanaman baru. Salah satunya vetiver yang akarnya dapat mencegah longsor, erosi, serta sedimentasi, pun menjernihkan air sekaligus menghilangkan bau.

 

“Tanaman ini bersama Pak Doni Monardo sejak awal kami tebar di hulu, kini sudah menunjukkan hasilnya,” tutup pegiat lingkungan hidup, Irma Hutabarat yang merasa optimis inisiasinya bermanfaat bagi keseimbangan alam generasi mendatang. (HS/SF/dtn)  

Add a comment

Persib Legend Ke Eka Santosa, Minta Temui Ridwan Kamil - Benahi Kisruh KONI Jabar!

leg1destinasiaNews  – Abah Landoeng (93) saksi sejarah ketika Persib berdiri pada tahun 1933, kala itu masih berusia 9 tahun di Bandung. Dirinya masih ingat dibawa kakek dan ayahnya  menyaksikan berdirinya Persib. Kala itu dibentuk Persib karena para remaja antar kampung, ” Hampir setiap sore suka garelut (berkelahi). Ini bikin pusing para penguasa saat itu.”

 

Abah Landoeng kala itu di kediaman Eka Santosa mantan Ketua KONI Jabar di Kawasan Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (12/1/2019) menguraikan dengan fasih riwayat dan perkembangan Persib dari tahun ke tahun sebagai aikon kegairahan berolahraga khususnya sepak bola di Indonesia.

“Pelajaran utama berdirinya Persib kala itu, bagaimana membangun jiwa ksatria dan disiplin. Buktinya, bangsa kita yang waktu itu sangeunahna, berangsur bisa paham pentingnya disiplin terhadap waktu dan sportivitas. Ini bicara sebelum RI terwujud. Berlanjut ke jaman Soekarno menjadi pentingnya nation and character building, sampai sekarang …”    

Uraian Abah Landoeng itu tercetus disela-sela dua belas anggota Persib Legend kala menyambangi kediaman Eka Santosa di Alam Santosa. Menurutnya, kondisi para mantan pemain Persib yang telah membela bangsa hingga ke manca negara, nasibnya dimasa tuanya cukup miris. “Salah satu solusinya, berbicaralah dengan pemerintah.”   

Pantauan redaksi para anggota Persib Legend yang curhat, membahas posisi dan masa itu terdri atas: Nyanyang,  Dadan, Iwan Sunarya, Dadang Kurnia, Ujang Mulyana, Suhendar, Yayan Sundana, Dede Rosadi, Juhanda, Wawan Kurniawan, dan Encas Tonif. “Sebenarnya masih banyak yang lain akan ke sini. Maklum banyak yang bentrok jadwalnya dan sebagian ada di luar kota. Anggaplah ini permulaan saja,” papar Encas Tonif.

 

KONI Jabar, Kumaha ?

leg2Faktanya, sebelum Abah Landoeng berkisah tentang keprihatinan kondisi keolahragaan Indonesia, di antaranya menyoal nasib Persib Legend, Eka Santosa yang juga Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar kembali mengkritisi apa yang disebutnya borok-borok kepengurusan KONI Jabar sejak 2014 sampai sekarang.  

 

“Mau bukti? Gubernur Jabar Kang Emil (Ridwan Kamil) masih belum menentukan sikap ke KONI Jabar atas hasil Musorprov September 2018 lalu (2018 – 2022),” jelas Eka sambil menunjukkan sejumlah dokumen tentang belum adanya pertanggung-jawaban internal dari segi keuangan.

 

“Ini ada sekitar Rp. 649,5 M yang saya laporkan ke Kang Emil sejak 25 September 2018. Ini diluar peran Ketua KONI Jabar yang jelas-jelas melanggar Pasal 40 UU RI No. 3 Tahun 2005 tentang SKN dan AD/ART KONI, yang semuanya cacat hukum. Saran saya ke Kang Emil, segera bekukan, lalu ambil alih sesuai kewenangan Gubernur” tegas Eka dengan menambahkan, “Mau tak mau urusan pembinaan sepak bola pun jadi amburadul seperti sekarang.” 

 

Bahasan curhatan dari Persib Legend, Eka pun membuka tengarai kuat ketidakjelasan posisi dana abadi KONI Jabar. Menurutnya, akumulasinya sejak 2014 – 2018 atas transisi dari almarhum H. Aziz Syarif (Ketua KONI Jabar hingga April 2014) sebesar Rp. 22 M.

 

“Sayangnya keberadaan dana abadi ini yang tersimpan di deposito Bank BRI tetap misteri,” terang Eka dengan nada geram.

 

Yang terjadi, para anggota Persib Legend menanggapi kondisi KONI Jabar periode 2014 – 2018 yang diteruskan dengan periode lanjutan 2018 – 2022 dengan segala permasalahannya, mereka hanya bisa geleng-geleng kepala.    

 

Ada Harapan

leg3Dibalik curhatan pada Sabtu sore di spot Warunk Hawu di Alam Santosa yang resik, ternyata masih ada secercah harapan untuk menumbuhkan suasana persebakbolaan di Jabar. Harapan itu berupa rencana dari Gubernur Jabar membangun Sport Center dan Youth Center di 27 kota dan kabupaten.

 

“Siap secepatnya menemui Kang Emil (Gubernur Jabar) bersama Kang Eka. Pembangunan Sport Jabar di tiap kota dan kabupaten, kami dukung. Sekaligus kita usulkan untuk sepakbola diadakan kompetisi lebih kerap pada tiap tingkatan, antar klub. Namanya bisa apa saja. Ini yang kita perlukan, demi menggantikan Persib baru atau pemain nasional yang biasanya banyak dari Jabar,” kata Encas Tonif yang diamini rekan-rekannya.

 

Menurut Hadi Lesmana aktivis kemasyarakatan yang kebetulan datang ke Alam Santosa termotivasi karena kehadiran para anggota Persib Legend dan mengikuti curhatan ini, menyatakan rasa optimis kemelut kepengurusan KONI Jabar bisa dibenahi dengan turunnya beleid dari Gubernur Jabar. “Kewenangannya ada di Pak Emil soal KONI Jabar ini. Biarlah cabor-cabor lain juga ikut mengerti soal ini” (HS/SF/dtn)  

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

DestinasiaNews – Di tengah hiruk-pikuk laju program Citarum Harum ada geliat di salah satu anak sungainya, yakni Sungai Cikapundung yang...

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

  destinasiaNews – Berlokasi di Hotel Sabda Alam Kabupaten Garut sejak 17 hingga 19 Februari 2020, Dinas Pemuda dan Olahraga...

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas  DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

destinasiaNews  -  Warta paling anyar, Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halmahera Siaga melalui Klinik Utama Halmahera Medika, pada Sabtu (15/2/2020)...

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

destinasiaNews – Suka cita warga menyambut kehadiran Anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jabar l (Bandung-Cimahi) pada hari Minggu...

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

destinasiaNews – Komunitas penyuka seni kriya Bandung yang menamakan dirinya Business Ladies Club  ( BLC ), kembali menggelar Workshop Ecoprint...

Pengunjung

04899239
Hari ini
Kemarin
918
5371