ASPRUMNAS Tetap ASPRUMNAS

asprumnas1asprumnas2destinasiaNews – ASPRUMNAS (Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional) baru-baru ini menyatakan ketegasannya! Apa sebab?

Menurut Ketua Umum Asprumnas, Muhammad Syawali P, SE., MM., akhir-akhir ini ada kesimpang-siuran informasi mengenai pergantian nama Organisasi yang sedang dipimpinnya menjadi nama lain. Oleh sebab hal tersebut maka, “Dengan ini saya menyatakan ASPRUMNAS tidak pernah ber-transformasi ke asosiasi manapun, maupun PERWIRANUSA. Itu berita tidak benar, hoax semata.” tegasnya dalam rekaman video yang diterima oleh redaksi destinasiaNews.

asprumnas3Ketegasan yang disampaikan Ketua Umum Terpilih Periode 2018 – 2023 di Grand Parahyangan Estate Bogor 20 Mei 2018 Pada Munas I yang bertepatan dengan HUT ASPRUMNAS ke-5, bertujuan untuk menghilangkan dampak negatif yang dapat merugikan secara moril maupun materiil Organisasi ini. Salah satunya dapat membingungkan para Stakeholder (Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR, Perbankan, Dunia Industri, Sesama Asosiasi-Asiosiasi Sejenis), maupuan Para  Anggota Asosiasi yang sudah bergabung dan yang akan bergabung sebagai Anggota Baru ASPRUMNAS.

Tapi tidak perlu khawatir, ASPRUMNAS telah tercatat pada Lembaran Negara Kementerian Hukum Dan HAM RI dengan NO. AHU 0009346.AH01.07 tahun 2018, maka legalitas Organisasi ini sangatlah jelas membuktikan hanya ada satu asosiasi, yaitu ASPRUMNAS. Yang beralamatkan di WISMA ENGGANO,
Jalan Enggano Raya no. 15 Blok C/2 Tanjung Priok, Jakarta Utara 14310.

 

Siap dukung 1 juta rumah untuk Rakyat Indonesia

asprumnas5asprumnas6Melansir dari laman bogorbroadcast.com, dan artikel tahun lalu di destinasianews.com, Asprumnas melakukan kesepakatan MoU dengan MLN-MC3 untuk pengadaan rumah layak huni bagi Petani / Nelayan di pesisir pantai Indonesia.

Sebuah kabar gembira bukan? Pasalnya,  hingga kini belum banyak pengusaha ataupun pengembang yang melirik perumahan untuk petani dan nelayan. Padahal perumahan di pesisir pantai bisa menjadi potensi investasi yang bisa menguntungkan masyarakat dan pengembang, tutur Muhammad Syawali P, SE., MM.

Ini selaras dengan perjuangan Asprumnas untuk membantu masyarakat memiliki hunian tempat bernaung yang layak dan manusiawi di Perkotaan, Pedesaan, Pedalaman, Masyarakat Petani Nelayan Tepi Pantai Seluruh Nusantara. (SF/dtn)

Add a comment

Prodia Nutrigenomics, Kenalkan Cara Jitu Menakar Kebutuhan Nutrisi Tubuh

prodia1destinasiaNews – Bertempat di Hotel Grand Tjokro Bandung di Jalan Cihampelas No. 211 – 217 Bandung pada Sabtu, 23 Maret 2019, telah berlangsung seminar bertajuk ‘Get Nutrified? Ask Your DNA’. Yang unik, penyelenggaranya yakni laboratorium klinik Prodia, yang berdiri di Solo (Jateng) bertarikh sejak 1973. Laboratorium klinik ini sepenuhnya diawaki anak bangsa, namun hasil kinerjanya berkualitas internasional – satu-satunya sejak 2012 dari Tanah Air, telah menggaet akreditasi dari College of American Phatologis (CAP).

 

“Saya tak ragukan lagi, siapa itu Prodia,” demikian kata Ny. Mirnah (46) salah satu peserta di seminar ini yang membahas tuntas tentang apa itu Prodia Nutrigenomics, yakni bagaimana menakar secara jitu kebutuhan nutrisi bagi tubuh kita, “ Makanya saya penasaran hadir di seminar ini,” tambahnya dengan roman sumringah.

 

Prodia Nutrigenomics ?

Hadir sebagai pembicara di seminar ini dr. David Budi Wartono, AAM, ABAARM, dan Riska Widyasari, S.Si. Keduanya, dengan gamblang memperkenalkan secara detil perihal Personalized Nutritions

 

Inti bahasannya, meliputi berapa jumlah kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap orang? Sejatinya, takaran kebutuhan ini berbeda berdasarkan kondisi tubuh masing-masing.

 

“Namun yang utama, berdasarkan gen dalam tubuh. Gen ini amat berpengaruh pada sifat, fisik, kesehatan, dan respon tubuh terhadap berbagai macam nutrisi,” kata David dan Riska yang saling melengkapi dahaga keingintahuan para peserta – apa itu Prodia Nutrigenomics?

 

Galibnya, dalam seminar ini kita tidak hanya butuh nutrisi yang berbeda, akan tetapi jenis serta jumlah olahraga setiap orang juga berbeda. Hakikatnya, nutrisi dan Iatihan fisik dengan porsi yang sama, belum tentu memberikan efek yang sama bagi setiap orang. Artinya, kebutuhan nurisi ini bersifat spesifik untuk setiap individu. “Bahkan, anak kembar pun bisa memiliki kebutuhan nutrisi, jenis dan jumlah olahraga, hingga risiko penyakit yang berbeda,” papar David. 

Pada tahapan ini, Prodia menyadari pentingnya mengedukasi masyarakat, dalam hal takaran ‘tepat’, kebutuhan nutrisi setiap individu.  Lagi, menurut keduanya, demi mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat untuk tubuh, serta perannya untuk menjaga kesehatan, dan mencegah timbulnya beragam risiko penyakit – perlu disadarkan tentang pentingnya menjalani gaya hidup sehat, yang baik dan benar sesuai kebutuhan tubuh dari setiap individu, personalize nutritions.

 

Ekstimnya,menurut David yang kini kita kerap dilanda gaya hidup yang serba ‘rancu’ dan kondisi lingkungan, plus aneka asupan yang mengelabui seperti junk food dan semacamnya, ”Kondisi sehat pun bisa menyebabkan sensitivitas, dan jenis makanan tertentu akan memiliki risiko yang berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu.”

 

Solusi itu

prodia2Nah, dari kondisi lintang-pukang, akan seperti apa yang seharusnya dilakukan kita untuk benar-benar hidup sehat secara baik dan benar? Reskia, Dwi Lestari, Marketing Communication Manager Prodia dan Siska Damayanti, Product Specialist Prodia, membuka saran jitu, berupa pemerikrasaan Prodia Nutrigenomics. “Pemeriksaan ini cukup dilakukan satu kall seumur hidup. Ini untuk mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan. Ini dapat digunakan sebagal baseline dan guidence untuk melakukan gaya hidup yang sesuai,” pungkas Siska.

 

Diketahui seminar Nasional untuk awam ini akan hadir di 22 kota di Indonesia, mulai Banda Aceh, Yogyakarta, Batam, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Lampung, Medan, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Samarinda, Manado, Denpasar, Surabaya, Padang, Bogor, Palembang, Solo, Banjarmasin, Malang dan Cirebon. (HS/SF/dtn

Add a comment

Ini Ujar Emil & Pegiat Lingkungan Hidup Dalam Evaluasi 1 Tahun Citarum Harum

ch1destinasiaNews – Bertempat di Graha Mangala Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/1/2019) berlangsung rapat evaluasi 1 tahun program Citarum Harum. Hadir dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Trie Soewandono, Kapolda Jawa Barat Drs. Agung Budi Maryoto, dan Ketua Pembina Citarum Institute Dr. Dini Dewi Heniarti. Ajang ini pun diramaikan sekitar 300 peserta terdiri atas budayawan, birokrat dari berbagai instansi terkait, pecinta lingkungan hidup, serta akademisi dari 15 PTN dan ratusan PTS di Bandung dan sekitarnya.

 

Ridwan Kamil yang kerap disapa Emil dalam paparannya menyatakan seiring turunnya Pepres No 15 Tahun 2018 pada bulan Maret, ia merasa optimis, ” Setidaknya dalam waktu 7 tahun atau lebih cepat lagi kita bisa menangani permasalahan berat sungai ini yang sudah viral ke manca negara baik positif maupun negatif.”

 

Mengingat beratnya permasalahan Sungai Citarum, Emil selaku Dan Satgas Citarum Harum menghibahkan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat di Jl. Naripan Kota Bandung untuk dijadikan Posko Citarum Harum. Lainnya, pada bulan Februari 2019 akan digelar Citarum Expo.

 

“Akan didaftar ulang komitmen bagi seluruh stake holder, termasuk pegiat dan elemen, pun rencana aksinya. Akhirnya, semua bisa terkoordinasi, dan diketahui tugasnya. Dimana koordinatnya, serta siapa melakukan apa?,” papar Emil yang disambut tepuk tangan hadirin.

 

Rupanya, keprihatinan Emil yang baru dilantik sejak 5 September 2018 atas kinerja TNI yang sudah turun menangani, sejak hulu Sungai Citarum dari Situ Cisanti hingga Muara Gembong di Kabupaten Karawang bersama masyarakat belum memuaskannya. Tampaknya Emil merasa prihatin dalam hal koordinasi dan pengadaan dana selama ini:

 

“Makanya, ada anggaran sekitar Rp. 600-an miliar sedang kita tunggu dari pemerintah pusat. Setengahnya untuk TNI, karena TNI mengambil porsi pengembalian ekosistem paling berat dan paling besar,” tuturnya.

 

Pangdam III/Siliwangi & Kapolda Jabar

ch2Sementara menurut Pangdam III/Siliwangi, dipaparkan dulu Sungai  Citarum itu bersih dan indah. Intinya, ia dan jajarannya akan berusaha mengembalikan kondisi seperti sedia kala, yakni tidak berbahaya lagi dari unsur limbah dan sampah.

 

“Bila terus dibiarkan akan menyebabkan kerugian besar. Makanya perlu kesatuan komando dari hulu ke hilir,” paparnya.

 

Menurutnya revitalisasi sungai sepanjang 269 km, telah dibagi menjadi 23 sektor. Terdapat pasukan yang di-BKO-kan sebanyak 3.050 orang. Telah pula dilakukan perbaikan ekosistem melalui pembibitan sebanyak 1.423.604 batang tanaman, penanganan lahan kritis, reforestasi, pembuatan terasering, mengatasi limbah domestik, pembuatan IPAL pabrik dan WC perorangan (63 unit dari 25.000), pembuatan septik tank komunal, pengadaan tong sampah, penambahan resapan biopori, penanganan sedimentasi,  pembongkaran bangunan liar di bantaran sungai, patrol limbah industri di lapangan, hingga penututpan saluran, dan sidak IPAL pabrik, termasuk membongakar pengecoran saluran limbah, rinciannya 109 dibuka, dan 45 masih dicor.

 

Pada paparan lainnya, Pangdam III/ Siliwangi, telah pula melakukan Festival Citarum Harum, plus menggelar lomba memancing ikan, dan lomba dayung. Intinya, demi mengajak masyarakat untuk tidak merusak alam, serta melakukan reforestasi dan relokasi hunian.

 

“Diketahui sampah dari tiap desa yang mencemari Citarum rerata 10 -15 ton per hari. Tujuan utamanya, mengubah mindset masyarakat menjadikan sungai sebagai serambi depan rumah, bukan sebaliknya,” tutur  Pangdam III/Siliwangi.

 

Sementara itu menurut Kapolda Jabar, sesuai peraturan dan  perundang-undangan, pihaknya bertanggung jawab dalam penegakan hukum pada program Citarum Harum. Dipaparkan kinerjanya, sejumlah kasus telah ditindaklanjuti menjadi Tindak Pidana Khusus.

 

Dijelaskan, pihaknya telah bersinergi dengan penyidik dari Kejati dan Dinas terkait. Kepolisian telah menangani 58 kasus selama tahun 2018, dan 13 kasus di awal tahun 2019. Adapun anggaran pada tahun 2018 telah dipertanggung-jawabkan sebesar Rp. 84.645.000,  dan tahun 2019 diberi anggaran sebesar Rp. 3.084.645.000.

 

“Hingga kini masih diduga keras masih banyak pelanggaran di 3 kabupaten, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Kendalanya, masih terasa kekurangan penyidik dari pihak sipil seperti di Dinas Lingkungan Hidup, akibatnya sejumlah proses terhambat,” jelas Kapolda Jabar.

 

Diskusi itu

Menariknya dalam pertemuan ‘alumni Citarum Harum’ yang dikatakan Dini Dewi Heniarti layaknya semakin bertambah sosok Citarum Lovers, sempat terjadi diskusi interaktif yang bernuansa positif. Intinya, para peserta yang berkesempatan berbicara mewakili komunitas maupun institusi tempat mereka berkiprah, di antaranya: Prof. Dr. Eddy Jusuf, Rektor UNPAS; seniman & Budayawan Tisna Sanjaya; Samsoel Maarif, APINDO; Kol. Yusef Sudrajat, DanSektor 21 Satgas Citarum Harum; Kol. Arif Prayitno, DanSektor 9 Satgas Citarum Harum; Sobirin Supardiono, DPKLTS; pegiat lingkungan hidup, Dadang Hermawan atau Mang Utun; Yadi Riyadi, LPPM UPI, Founder Citarum Care, Irma Hutabarat;  Tb. Haeru Rahayu, Asisten Deputi Pendidikan dan Pelatihan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman  dan lainnya.

 

Bila disimpulkan, semua pembicara telah memperkaya makna  perwujudan program Citarum Harum di lapangan.

 

“Ini yang kita harapkan, ada kesatuan persepsi tentang Citarum Harum. Sebelumnya, ada sedikit kesimpangsiuran di lapangan. Ke depan harus berkurang secara nyata. Tadi kan sudah jelas ada interaksi positif di diskusi ini, teruskanlah …,” papar Agus Warsito, Sekjen DPP Gerakan Hejo yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa.

 

Muara lain dari dikusi ini betapa semua peserta, yang sempat meragukan seberapa efektipkah TNI mampu membersihkan Citarum sebagai ‘sungai terkotor sedunia’? Ternyata, dalam waktu relatif cepat berbuah manis.

 

Diakui Menurut Tb. Haeru Rahayu fenomena keraguan ini sempat melanda di Kemenko Bidang Kemaritiman:

 

”Saat awal pembentukan Satgas Citarum, sempat muncul kegamangan di tataran birokrasi politik, utamanya. Akhirnya, disadari perlu tindakan ekstrim. Satu komando, selain TNI memang kita belum siap bila kerja besar ini diserahkan ke lembaga sipil sepenuhnya.”

 

Alhasil, berkat kerja kroyokan dalam tempo satu tahun ini, Sungai Citarum yang identik dengan serba kotor, dan penuh limbah berbahaya. Kini, di area tertentu kerap bisa kita nikmati kehadirannya. Tak jarang muncul visualisasi anak-anak bisa berenang di daerah tertentu. Ini kerap kita terima dalam beberapa kali tayangan android di genggaman kita.

 

Salah satu penyebabnya, selain TNI melakukan patroli siang malam di sekitar Sungai Citarum, memantau pabrik pembuang limbah (B3), sambil menangani sampah serta perilaku pembuangnya, kini setidaknya sepanjang 10 Km dari hulu sungai di Situ Cisanti telah tumbuh subur berkelindan aneka tanaman baru. Salah satunya vetiver yang akarnya dapat mencegah longsor, erosi, serta sedimentasi, pun menjernihkan air sekaligus menghilangkan bau.

 

“Tanaman ini bersama Pak Doni Monardo sejak awal kami tebar di hulu, kini sudah menunjukkan hasilnya,” tutup pegiat lingkungan hidup, Irma Hutabarat yang merasa optimis inisiasinya bermanfaat bagi keseimbangan alam generasi mendatang. (HS/SF/dtn)  

Add a comment

Persib Legend Ke Eka Santosa, Minta Temui Ridwan Kamil - Benahi Kisruh KONI Jabar!

leg1destinasiaNews  – Abah Landoeng (93) saksi sejarah ketika Persib berdiri pada tahun 1933, kala itu masih berusia 9 tahun di Bandung. Dirinya masih ingat dibawa kakek dan ayahnya  menyaksikan berdirinya Persib. Kala itu dibentuk Persib karena para remaja antar kampung, ” Hampir setiap sore suka garelut (berkelahi). Ini bikin pusing para penguasa saat itu.”

 

Abah Landoeng kala itu di kediaman Eka Santosa mantan Ketua KONI Jabar di Kawasan Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (12/1/2019) menguraikan dengan fasih riwayat dan perkembangan Persib dari tahun ke tahun sebagai aikon kegairahan berolahraga khususnya sepak bola di Indonesia.

“Pelajaran utama berdirinya Persib kala itu, bagaimana membangun jiwa ksatria dan disiplin. Buktinya, bangsa kita yang waktu itu sangeunahna, berangsur bisa paham pentingnya disiplin terhadap waktu dan sportivitas. Ini bicara sebelum RI terwujud. Berlanjut ke jaman Soekarno menjadi pentingnya nation and character building, sampai sekarang …”    

Uraian Abah Landoeng itu tercetus disela-sela dua belas anggota Persib Legend kala menyambangi kediaman Eka Santosa di Alam Santosa. Menurutnya, kondisi para mantan pemain Persib yang telah membela bangsa hingga ke manca negara, nasibnya dimasa tuanya cukup miris. “Salah satu solusinya, berbicaralah dengan pemerintah.”   

Pantauan redaksi para anggota Persib Legend yang curhat, membahas posisi dan masa itu terdri atas: Nyanyang,  Dadan, Iwan Sunarya, Dadang Kurnia, Ujang Mulyana, Suhendar, Yayan Sundana, Dede Rosadi, Juhanda, Wawan Kurniawan, dan Encas Tonif. “Sebenarnya masih banyak yang lain akan ke sini. Maklum banyak yang bentrok jadwalnya dan sebagian ada di luar kota. Anggaplah ini permulaan saja,” papar Encas Tonif.

 

KONI Jabar, Kumaha ?

leg2Faktanya, sebelum Abah Landoeng berkisah tentang keprihatinan kondisi keolahragaan Indonesia, di antaranya menyoal nasib Persib Legend, Eka Santosa yang juga Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar kembali mengkritisi apa yang disebutnya borok-borok kepengurusan KONI Jabar sejak 2014 sampai sekarang.  

 

“Mau bukti? Gubernur Jabar Kang Emil (Ridwan Kamil) masih belum menentukan sikap ke KONI Jabar atas hasil Musorprov September 2018 lalu (2018 – 2022),” jelas Eka sambil menunjukkan sejumlah dokumen tentang belum adanya pertanggung-jawaban internal dari segi keuangan.

 

“Ini ada sekitar Rp. 649,5 M yang saya laporkan ke Kang Emil sejak 25 September 2018. Ini diluar peran Ketua KONI Jabar yang jelas-jelas melanggar Pasal 40 UU RI No. 3 Tahun 2005 tentang SKN dan AD/ART KONI, yang semuanya cacat hukum. Saran saya ke Kang Emil, segera bekukan, lalu ambil alih sesuai kewenangan Gubernur” tegas Eka dengan menambahkan, “Mau tak mau urusan pembinaan sepak bola pun jadi amburadul seperti sekarang.” 

 

Bahasan curhatan dari Persib Legend, Eka pun membuka tengarai kuat ketidakjelasan posisi dana abadi KONI Jabar. Menurutnya, akumulasinya sejak 2014 – 2018 atas transisi dari almarhum H. Aziz Syarif (Ketua KONI Jabar hingga April 2014) sebesar Rp. 22 M.

 

“Sayangnya keberadaan dana abadi ini yang tersimpan di deposito Bank BRI tetap misteri,” terang Eka dengan nada geram.

 

Yang terjadi, para anggota Persib Legend menanggapi kondisi KONI Jabar periode 2014 – 2018 yang diteruskan dengan periode lanjutan 2018 – 2022 dengan segala permasalahannya, mereka hanya bisa geleng-geleng kepala.    

 

Ada Harapan

leg3Dibalik curhatan pada Sabtu sore di spot Warunk Hawu di Alam Santosa yang resik, ternyata masih ada secercah harapan untuk menumbuhkan suasana persebakbolaan di Jabar. Harapan itu berupa rencana dari Gubernur Jabar membangun Sport Center dan Youth Center di 27 kota dan kabupaten.

 

“Siap secepatnya menemui Kang Emil (Gubernur Jabar) bersama Kang Eka. Pembangunan Sport Jabar di tiap kota dan kabupaten, kami dukung. Sekaligus kita usulkan untuk sepakbola diadakan kompetisi lebih kerap pada tiap tingkatan, antar klub. Namanya bisa apa saja. Ini yang kita perlukan, demi menggantikan Persib baru atau pemain nasional yang biasanya banyak dari Jabar,” kata Encas Tonif yang diamini rekan-rekannya.

 

Menurut Hadi Lesmana aktivis kemasyarakatan yang kebetulan datang ke Alam Santosa termotivasi karena kehadiran para anggota Persib Legend dan mengikuti curhatan ini, menyatakan rasa optimis kemelut kepengurusan KONI Jabar bisa dibenahi dengan turunnya beleid dari Gubernur Jabar. “Kewenangannya ada di Pak Emil soal KONI Jabar ini. Biarlah cabor-cabor lain juga ikut mengerti soal ini” (HS/SF/dtn)  

Add a comment

Baliwood Land, Akan Gelar Seminar Efek Make Up Artis Film

Baliwood WS

destinasiaNewsDi era digital, teknologi memang bisa jadi sangat membantu dalam hal pembuatan film. Salah satu kontribusi nyata adalah lewat penggunaan efek Computer Integreted Imagery (CGI). Seperti halnya ketika kita menonton film-film semacam Harry Potter, The Lord of The Ring, Kingkong, Avatar, Transformers dan lainnya. Film-film kreatif seperti ini pasti membuat kita terdecak kagum dengan efek-efek visual yang diterapkan, terkadang visual yang dipakai diluar nalar kita sebagai penonton.

Dengan bantuan teknologi komputer, hal-hal yang selama ini cuma bisa dibayangkan dalam imajinasi, kini bisa disulap masuk dalam sebuah film. Namun tak semua efek dalam film dibuat dengan CGI. Sebelum ada teknologi komputer yang memudahkan para sineas dunia perfilman, yang diandalkan adalah skill tinggi para make-up artis.

Dengan kemampuan make-up tinggi, seorang make-up artis bisa menyulap penampilan aktor atau aktris jadi jauh berbeda. Hasilnya bahkan bisa jauh lebih baik dari CGI.

 

Transformasi penampilan aktor-aktor dalam film-film kreatif tersebut, ternyata hanya mengandalkan keterampilan make-up sebagai senjata utama. Dengan minim sentuhan efek grafis, ternyata bisa membuat perubahan penampilan yang begitu istimewa. Bagi kita, make-up mungkin identik dan terbatas sebagai alat untuk mempercantik diri. Di tangan para ahli atau make-up artis, kemungkinan penggunaan make-up tidak terbatas. Dari menghidupkan tokoh tidak nyata seperti Alien, sampai mengubah aktris cantik jadi buruk rupa demi sebuah peran.

 

Bagi komunitas film, tentunya merupakan khabar gembira, pasalnya, paparan tersebut di atas, akan hadir di beberapa kota besar di Indonesia melalui tour seminar, yang akan dilaksanakan oleh Baliwood Land, Art Film Study (AFS).

Baliwood WSa

Dibawah payung hukum PT. Bali Independen Global Media (BIG M), Baliwood Land adalah Pengembangan Desa Wisata Film bertaraf Internasional (pionir) yang sedang berjalan,  berbasis Budaya dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan serta memiliki multi zona yakni zona world tourism (wahana-wahana Film Adventures dikelola oleh warga desa filmmakers), global community scale production (digital media/filmmaking worldwide), world friendships (Baliwood TV prog) dan zona edukasi internasional  (cultural assets for film production assets). Berdomisili di Denpasar, Bali.

Keberadaan Baliwood Land di Denpasar, Bali, mendapat apresiasi dari Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI, Benny Susianto, S.I.P., saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Baliwood Land dan penandatanganan prasasti bersama CEO, Founder Baliwood Group & Land, DR (HC) R. Arvin I. Miracelova,SE. Dipl (Arts), CAPM, CMP, bertempat di Lapangan Pura Dalem Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kabupaten Badung, Bali, 26/3/2018, lalu.

Menurut Pangdam IX/Udayana, bahwa Baliwood Land hadir seiring pesatnya pertumbuhan digital media dunia tanpa batas dan perkembangan industri kontennya, dimana Baliwood akan menjadi pusat dunia.

Dalam kesempatan ini, CEO Baliwood Land, R. Arvin I. Miracelova, yang ber-home base di pulau dewata tepatnya di Jalan Pura Demak No. 26 Denpasar, Bali, pihaknya akan mengadakan tour Seminar Baliwood Land yang akan berlangsung di beberapa kota besar di Indonesia, yakni : Bandung, 12-13 Desember 2018 di Hotel Amaris, Jalan Dr. Setiabudi No. 156 A, Bogor, 15-16 Desember 2018, di Hotel Amaris , Jalan Pakuan No. 2 Baranangsiang, Palembang, , 18-19 Desember 2018, di Hotel Amaris dan Bali, 29-30 Desember 2018, di Baliwood Camp Denpasar. Investasi harga tiket masuk (HTM) peserta, cukup terjangkau yaitu di bandrol mulai dari Rp. 200rb, Rp.900rb dan Rp.2,9jt per orang.

Saat dihubungi destinasiaNews.com melalui telepon selularnya, Arvin mengatakan, bahwa kegiatan seminar ini, tidak lain hanya ingin berbagi ilmu saja dengan insan komunitas film di daerah, tentang teknik dasar dalam dunia perfilman dan seni membuat efek make up artis.

Baliwood2

Selain itu, kegiatan seminar ini sebagai upaya melakukan langkah inisiatif  percontohan membangun kekuatan tematik tourism dunia, yang didukung oleh kekuatan integrasi jaringan digital media tourism publication network worldwide seperti : inflight tv, hotel tv, dan lainnya, yang dikembangkan bersama mitra dunia, ujar Arvin.

Pada tour seminar efek make up dan film study ini akan dipandu langsung oleh tandem Miracelova yaitu Arvin (film maker) dan Indah (make up artis film).  Kemampuan mereka berdua dalam dunia perfilman, memang tidak diragukan lagi, terbukti, segudang prestasi dan penghargaannya. Bagi Arvin, belajar kreatif, terutama di bidang screen diperoleh dari USA, UK, Rep Czech, dan lainnya.

Prestasi Arvin lainnya yang membanggakan bangsa Indonesia, yakni dari project panel selected international film festival, hingga membawa dirinya meraih penghargaan 1st winner IYCE British Council Award and Nokia 2011, kategori International Screen.  Begitu juga dengan Indah, untuk urusan make-up artis, kemampuannya, boleh diacungi jempol, dengan pengalaman merias wajah artis film, bersertifikat internasional.

Perhelatan seminar ini, semoga membawa manfaat bagi insan komunitas film di kota-kota yang akan di kunjungi Baliwood Land, tutur Arvin berharap.

Kegiatan pada tour dua hari seminar efek make up dan film study ini meliputi : perkenalan special efek make up film, seminar film maker, character in film bagi pemula, (teori dan praktek), dan selain itu bagi peserta mendapatkan sertifikat internasional. Info hubungi Hp. 0812 3947 7044 (Sri), 0857 9226 5267 (Arik), www.baliwoodland.com, www.baliwoodchannels.com, www.baliwoodworldevents.com. (HRS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

“Gautama, Ayo Ikut Mencari Kapten Solihin!”

DestinasiaNews - Nama Solihin Gautama Purwanegara di Indonesia lebih dikenal dengan nama Solihin GP, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan...

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

Toni Toharudin Aplikasikan Program Unggulan 4S Sukses, Andai Terpilih Rektor Unpad – 500 Best World Class Univerversity, Ditangan !

destinasiaNews – Bakal calon rektor Unpad 2019 – 2024 Dr. Toni Toharudin kelahiran Tasikmalaya 1 April 1970, yang kini menjabat...

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

Duet Setya Dharma Pelawi & Eka Santosa: Unpad Butuh Sosok Pimpinan yang Tidak Terkontaminasi  

destinasiaNews  -  Nyaris lantang seperti ketika mereka masih aktif sebagai aktivis di kampus Unpad pada era 1980-an  Setya Dharma Pelawi...

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

Wow, Kodam 3 Siliwangi Terkait HUT TNI ke -74, Gelar Perayaan Besar di Bantaran Citarum

destinasiaNews --  Dalam kaitan persiapan rangkaian HUT TNI ke-74, rencananya digelar pada Sabtu, 21 September 2019. Direncanakan yang akan hadir di...

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

Yusep Sudrajat  Intensif Sosialisasi Merawat Sungai Citarum di Pangalengan Kab. Bandung

destinasiaNews  – Urusan bagaimana mensosialisasikan dan merawat, serta mengembangkan sungai Citarum melalui program Citarum Harum oleh Sektor 21 – 18...

Pengunjung

04064845
Hari ini
Kemarin
1441
4222