Eka Santosa, Koord. FPOR : Jangan Ambil Resiko Soal RAT & Musorprov KONI Jabar 2018!

cropped KONI logo NEW 2015 1destinasiaNews Eka Santosa, Koordinator Forum Penyelamat Olah Raga (FPOR), kembali angkat bicara soal pelaksanaan RAT (Rapat Anggota Tahunan) KONI Jabar pada 5 September 2018 lalu. Menurut kabar, RAT ini akan dilanjut dengan Musorprov pada 12 – 14 September 2018 di Bandung.

 

Pada Minggu sore, 9 September 2019 Eka Santosa sekali lagi menyatakan kepada Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa (9/9/2018 ), agar jangan mengambil resiko. Dan memohon untuk mencermati persoalan ini.

 

 

Lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan pernyataan ini? Eka menjelaskan, ini mengacu pada pidato Ridwan Kamil sendiri tatkala Sertijab di Gedung Sate (5/9/2018), yakni menempatkan urusan olahraga di Jabar sebagai bagian dari membangun provinsi yang sepenuhnya berlandaskan Pancasila. Menjadikan warga Jawa Barat lebih bahagia.

 

 

Pertimbangan utama Eka  bersama rekan-rekannya di FPOR, terkait adanya pelanggaran substansial, rencana Brigjend (TNI) Ahmad Saefudin yang diduga akan mencalonkan kembali sebagai Ketua Umum KONI Jabar masa bakti 2018-2022.

 

“Prinsipnya, silahkan saja mencalonkan diri, asal yang bersangkutan sudah pensiun.” Tutur Eka. Menurutnya lagi, landasan tetap pada pada UU SKN Pasal 40 yang menyebutkan, ”Pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.”

 

Diketahui, pencalonan ini kontroversial. Karena  yang bersangkutan  dikenal sebagai TNI aktif dan menjabat sebagai Kapus Litbang Sumdahan Balitbang Kemhan berdasarkan Keputusan Panglima TNI No. Kep/951/M/IX/2016 tanggal 26 September 2016.

 

Pertimbangan lain, pelaksanaan RAT dan Musorprov KONI Jabar tahun 2018 pun dinilai melanggar etika dalam organisasi. Apalagi karena digelar sebelum pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih, yang semula akan dilaksanakan pelantikannya pada 17 September 2018, walaupun kenyataannya pelantikan ini terjadi pada 5 September 2018 di Jakarta.

 

“Sebelumnya Kang Emil sendiri di Pendopo Kota Bandung (1/9/2018) waktu menerima pengurus provinsi cabang olahraga, pengurus KONI kabupaten/kota, dan badan fungsional olahraga, menyerukan untuk memboikot rencana RAT maupun Musorprov KONI Jabar 2018, dengan alasan telah melanggar etika, ” ungkap Eka.

 

Satu hal lain pertimbangan mengapa Eka angkat bicara soal ini untuk kesekian-kalinya, ”Saya mendengar kabar besok Senin, 10 September 2018 katanya akan menghadap Kadispora Jabar (Yudha M Saputra) ke Gubernur Jabar untuk melaporkan soal ini. Harapan saya, Kadispora mengungkapkan semua permasalahan ini dengan gamblang, tidak mancla-mencle. Ini menyangkut nasib masyarakat olah raga se Jabar,” tandas Eka sambil menambahkan, ”Intinya sama saya katakana untuk Pak Gubernur Jabar dan Kadispora, harus hati-hati.”  (HS/Gun/dtn. gambar : google)

Add a comment

Impian Ridwan Kamil Usai Sertijab - HP Buatan Tanah Pasundan, Pemekaran Wilayah, Dan Bersihnya Sungai Citarum

lantikrk1destinasiaNews - Gubernur terpilih Jawa Barat masa bakti 2018-2023, Ridwan Kamil, dalam pidato pertama seusai melaksanakan sertijab dari Pejabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan di halaman Gedung Sate (6/9/2018), Jalan Diponegoro Bandung, sempat mengangankan sesuatu dari Tanah Pasundan. Kira-kira, apa gerangannya ya?

 

"Nggak usah yang yang aneh-aneh, deh. Cukup hape buatan Jabar. Pirage (masa sih) HP masa enggak bisa?," kata Ridwan Kamil  yang ditepuki ribuan pengunjung mengapresiasi angan-angannya.

 

Tak lain keinginan tersebut diutarakan mengingat dalam perjalanannya ke beberapa negara, betapa warganya begitu fanatik akan penggunaan produk dalam negeri mereka. Ini dicontohkan ketika mengunjungi negeri Jerman, Korea Selatan, Jepang, dan China.

 

Selain hape buatan sendiri, Ia juga menginginkan sungai Citarum kembali bersih. Caranya, pindahkan sebagian besar pabrik ke Majalengka, ”Tentu harus ada perencanaan matang untuk hal in. Nanti kita upayakan.”

 

Soal Sungai Citarum yang diperihatinkan adalah keterkenalannya bukan karena sesuatu yang baik, ”Citarum terkenal karena notorious (bhs. Inggris) yang dekat dengan unsur negatif-nya. Ini kebalikan dari kata fame atau famous karena unsur positif-nya.”

 

Beranjak sambutan Ridwan Kamil ke jomplangnya pembangunan di Jabar Selatan saat ini, ia katakan, ”Masih banyak tanah luas terlantar di sana. Ini harus dicari solusinya, utamanya sejahterakan warga setempat.”

 

Salah satu solusi untuk Jabar Selatan di antaranya segera dilakukan pemekaran wilayah baik di Jabar Tengah, maupun di Jabar Utara. “Tujuannya, agar rentang kendali dan pelayanan masyarakat bisa ditangani lebih efesien.” Imbuhnya.

 

lantikrk2Ditelisik atas tiga angan-angan Ridwan Kamil, menurut Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar, ”Itu semua hal yang wajar. Masa 48 juta populasi Jabar tak bisa hasilkan hape sendiri? Pemekaran wilayah merupakan sebuah keniscayaan, pun soal Sungai Citarum bersih memanglah harus segera ditindaklanjuti dengan seksama. Saya percaya, semua bisa terwujud.”

 

Perihal tiga hal yang diangankan Ridwan Kamil, kembali ditanyakan kepada Irvan Helmi Khadafi, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Cianjur yang didampingi rekannya Dira Devara Putra dan Fajar Anurahman, ”Yakinlah hal-hal yang bersifat mendasar ini bisa tercapai, selama kita ini kompak dan perencanaannya matang serta konsisten diterapkan di lapangan.”

 

Sementara itu menurut Deni ‘Ozenk’ Tudirahayu yang menyertai Irvan, menanggapi tiga angan-angan Ridwan Kamil di atas mengapresiasi atas niatannya yang tak terbilang muluk-muluk, ”Ini impian yang realistis, sejauh kita sama-sama turut mendukung dan mengimplementasikannya di lapangan.” (HS/SF/dtn)

Add a comment

Partai Berkarya Jabar  Jelang Pilpres 2019 Gelar Bimtek- Priyo Budi Santoso & Ridwan Kami, Beri Bekal  

IMG 20180901 WA0060
destinasiaNews  - Partai Berkarya Jawa Barat menjelang Pilpres 2019 yang di dalamnya tercakup Pileg, menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) bagi para kadernya.  Bimtek kali ini ditujukan sebagai pembinaan bagi Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa. Teknisnya dilakukan selama dua hari (1 – 2 September 2018). Menusut penyelenggara terdapat sedikitnya 80 orang peserta, yang dilaksanakan di Grand Asrilia Hotel Jl. Pelajar Pejuang ’45 No. 123 Kota Bandung .  
 
Hadir pada hari pertama, dua tokoh regional dan nasional, masing-masing Gubernur Jabar Terpilih, Ridwan Kamil, dan Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santosa. Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil dalam pembekalannya, mengapresiasi peran partai ini dalam dukungan pemenangan Pilkada (27 Juni 2018) lalu.
IMG 20180901 WA0059
 
“Saya percaya Partai Berkarya adalah benteng Pancasila, walaupun relatif baru telah berperan baik dalam hal penggalangan massa, mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Karenanya, selamat berjuang” ujarnya sambil mengilustrasikan bagaimana runtuhnya Uni Soviet pada era 1980-an menjadi beberapa negara.
 
“Kejadian seperti negara Uzbekistan, Azerbaijan, Armenia, Belarus, Estonia, dan Georgia, haruslah menjadi pelajaran pahit bagi bangsa kita. Penyebabnya, karena masalah ideologi, tak dijaga semestinya. Harapan besarnya, kita tidak boleh seperti itu, ” lanjut Kang Emil yang mendapat applaus dari para hadirin.
 
Siangnya Priyo Budi Santoso secara mendalam memberikan pembekalan ke para peserta, termasuk para Ketua DPD Partai Berkarya se Jawa Barat. Menurutnya, betapa penting kita selalu menyamakan persepsi:
 
”Kita bergabung di Partai Berkarya untuk apa? Tentu ada tujuan tersendiri yang hakiki…”
 
Menurut Priyo, menghadapi tahun politik pada 2019, telah terjadi banyak fenomena istimewa. Ia uraikan dalam hal persepsi masyarakat dalam bernegara dan berbangsa. Secara nyata telah jauh berbeda dengan era reformasi 1998. Dalam paparan lainnya, kemajuan teknologi informasi kini semakin nyata. Kini dunia dan kejadiannya setiap detik perubahannya dapat kita monitor. Menurutnya, denyut kehidupan manusia sedunia, seakan berada dalam dalam ‘genggaman’ kita. Begitu pun fenomena perubahan lingkungan, baik  secara fisik dan non fisik. Berkat gawai (hand phone) yang kita bawa setiap hari:
 
”Implementasi bernegara dan berbangsa dalam konteks ideologi Pancasila, sudah mengalami pergeseran. Contoh nyata, istilah dunia dalam genggaman, sudah nyata. Karenanya, menghadapi April 2019 (Pilpres) kita harus siap menghadapi perubahan ini.”
 
Ujaran Eka Santosa
 
Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya selaku tuan rumah pada penyelenggaraan Bimtek kali yang  menurutnya pertama di lingkungan partainya, mengulas betapa raihan lolos parliamentary threshold(ambang batas) 4 % pada Pilpres 2019, amatlah penting.
 
“Ini salah satu fokus utama itu. Kader atau calon legislatif DPRD Provinsi Jabar selama dua hari fulldibekali teori maupun aplikasi, dan dasar ideologisnya. Minimal per dapil satu kursi. Dasarnya, 3 juta suara harus tergarap utuh dari sekitar 32,6 juta DPT di Jabar. Panduannya, dari amanat Rapimnas di Solo pada Maret lalu.”
 
Bagi Andi Riandi, Ketua DPD Partai Berkarya yang hadir pada penyelenggaraan Bimtek kali ini, mengapresiasi atas kupasan materi yang dijadikan bekal para “petarung” di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang:
 
” Sebagian besar pembahasan ini merupakan bahan yang penting untuk diteruskan ke kader di tingkat DPD,” demikian pungkasnya.” (HS/SA).  
 
Add a comment

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

ICAI 2018destinasiaNews – Untuk kesekian kalinya Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), kembali menggelar Konferensi Internasional ‘ICAI 2018 - International Conference of Aquaculture Indonesia’. Konferensi bertaraf internasional ini akan diselenggarakan pada tanggal 25 - 27 Oktober 2018 di Hotel Grand Dafam Rohan, DIY Yogyakarta.

 

Meramaikan konferensi yang membahas seluk-beluk dunia akuakultur nasional dan internasional ada di antaranya Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, President Indonesian Aquaculture Sosiety; Dr. Rohana Subasinghe, President Elect of WAS-APC 2016 – 2020; Prof. Joergen Slunch, Director, Nanyang Technological University, Food Technology Centre; Prof, Jeong – Dae Kim, Kangwon –South Korea; dan Nyan Tau, Ph.D, FAO Project Consultant in Vietnam & Saudi, Myanmar.

 

“Hingga hari ini, sudah banyak akademisi, peneliti, praktisi, birokrat, penggiat dan pecinta akuakultur, dari dalam dan luar negeri mendaftarkan diri ke panitia. Suksesnya, penyelenggaraan ini, semoga berdampak positip bagi peningkatan dunia akuakultur Indonesia,” papar Sekjen MAI, Agung Sudaryono, yang dikontak redaksi melalui telepon per 16 Juli 2018.

 

Agung Sudaryono, akademisi asal Undip Semarang yang sejak Januari 2018 terpilih sebagai Direktur World Aquaculture Society- Asian Pasific Chapter, berharap dunia akuakultur Indonesia kembali bangkit dengan sejumlah kebaruan:”Pecinta dan pebisnis akuakultur dapat bertukar pikiran secara terbuka. Pesertanya, beragam dari dalam dan luar negeri. Inilah salah satu manfaatnya. Yang istimewa konferensi tahun ini ICAI dipromosikan oleh WAS (World Aquaculture Society)”.

 

Secara terpisah Rita Rostika, representasi akademisi dari FPIK Unpad Bandung yang baru-baru ini menyelenggarakan FGD tentang perikanan budidaya di kampusnya (10/7/2018) melihat ajang ini sangatlah penting. Beberapa manfaat itu di antaranya, penambahan penguasan ilmu dan wawasan dari para akuakulturis kelas Asia dan dunia, membedah hasil riset mutakhir, kemungkinan karya ilmiah dapat dipublikasikan di jurnal yang berreputasi baik, serta berdiskusi dengan para kolega dari berbagai daerah.

 

”Biasanya, ini dapat memacu kita, memunculkan inspirasi baru membuat riset lanjutan. Apalagi kini topiknya ‘toward sustainable, effective, and profitable integrated aquaculture business’, ini pokok bahasan yang relevan dan menarik” tutur Rita yang akan memastikan kehadirannya pada waktunya.

 

Sementara bagi pebisnis dunia akuakultur asal Bandung, yang produknya kerap dipakai sebagai sarana bisnis akuakultur di dalam dan luar negeri, Andi J Sunadim, S. Mn, General Manager PT. Gani Arta Dwitunggal, menyatakan dengan antusias, “Akan hadir di forum ini sebagai salah satu penyaji. Ini ajang yang penting. Biasanya, akan terjadi diskusi dan tukar pengalaman yang intensif. Tentu, di antara para pihak yang fokus di bidang akukultur,” tuturnya sambil memungkas – “Sampai bertemu di ajang berreputasi baik ini.” (HS/IG)

Add a comment

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

IMG 20180223 WA0049destinasiaNews -  Oded M Danial, Wakil Walikota Bandung disela-sela cuti sehubungan pencalonan Pilwalkot  pada Pilwalkot 2018 - 2023 yang berpasangan dengan Yana Mulyana selaku cawalkot, hadir di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (21/2/2018). Oded M Danial yang juga dikenal sebagai uztad dengan sapaan akrab Mang Oded, malam itu bersilaturahim ke seniornya yang sama-sama berasal dari Priangan Timur.

 

Mang Oded dengan gayanya yang bersahaja berbincang santai dengan Eka Santosa politisi senior yang juga  pegiat lingkungan selaku Ketua Umum DPP Gerakan Hejo. “Senang menerimanya. Santai saja,  kami bahas banyak hal, termasuk pentingnya RTH (ruang terbuka hijau) di kota Bandung harus bertambah. Juga solusi kemcetan, persampahan, dan penanganan PKL yang tak kunjung tuntas. PKL itu utamanya di Cicadas dan Sukajadi” jelas Eka yang malam itu menjamu tamunya, menyajikan aneka seuseupanan (rebus) ubi, pisang, dan kacang ala tradisi Sunda buhun

 

"Seperti nostalgia-an saja dulu, kami kan pernah sama-sama di Tasikmalaya," imbuh Eka sambil memperkenalkan H Nana tokoh warga Panjalu Ciamis yang ternyata sudah lama dikenal akrab oleh keduanya.

 

Bagi Mang Oded sendiri, kiprah Gerakan Hejo selama ini termasuk yang diamatinya dengan cermat. Harapannya,  keterlibatan Gerakan Hejo di kota Bandung:”Ditingkatkan, kami butuh mitra militan seperti ini. Kita tahu RTH (ruang terbuka hijau), idealnya 30% dari luasan kota.   Nyatanya, masih di seputar 10 hingga 11 %. Tugas kita bersama-sama menambahnya. Makanya, saya nganjang ka senior saya Kang Eka, juga pembenahan tata ruang kota. Itu wajib, hukumnya.”

 

Dalam pertemuan ini sempat disinggung nasib 2.500-an burung blekok (ardeola speciosa dan bubulkus ibis). Koloni blekok di Kampung Kreatif Rancabayawak Kecamatan Cisaranten Kidul Kota Bandung, diduga keras  terancam kehidupannya sejak 2015. Salah satu penyebabnya,  pembangunan perumahan Bandung Technopolis seluas 300 hektar oleh pihak swasta Summarecon. Lahan untuk blekok, terutama kolam basah (wet area), semakin menyempit.

 

“Ya, ini juga kami bahas. Baru saja (pertengahan Desember 2017 – red), Ketua RW-nya Pak Ujang Safaat minta bantuan saya karena khawatir daerahnya yang hanya 1 hektar untuk 40 KK, akan ditembok. Sudah ada solusi sementara, tapi saya belum puas. Nanti ditindaklanjuti.”  

  

Chevi Epi Sutisna dan Deni ‘Ozenk’ Tudirahayu, dari jajaran pengurus DPP Gerakan Hejo, serta H Nana yang menyertai pertemuan ini, sepakat dalam waktu dekat:”Upaya penambahan RTH di Kota Bandung, termasuk penghijauan akan digalakkan kebih intensif di kota Paris van Java,"  kata Isur Suryana, Ketua Gerakan Hejo Kota Bandung. (dtn/HS/SF)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03930021
Hari ini
Kemarin
881
5931