Mendadak, Solihin GP Pertemukan Ridwan Kamil – Eka Santosa : Menuju Pilgub Jabar 2018?

DTN RK 1 EKA 1destinasiaNews – Pertemuan khusus yang terjadi sangat mendadak pada Sabtu pagi 18 Maret 2017 terjadi di kediaman sesepuh Jawa Barat Solihin GP (92) di kawasan Cisitu Indah kota Bandung. Saat itu hadir di pagi hari yang sebelumnya sempat dibasahi hujan, Ridwan Kamil Walikota Bandung (2013 -2018) sowan ke Mang Ihin panggilan akrab Solihin GP mantan Gubernur Jabar 1970 – 1974 dan 16 tahun menjabat sebagai Sesdalopbang era Orde baru.

“Benar pagi ini Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) hadir di Cisitu Indah. Mang Ihin mengklarifikasi niatan Kang Emil yang ramai saat ini mau maju Pilgub Jabar 2018. Juga menanyakan pengganti dan program selanjutnya bagi kota Bandung. Pun dipertemukan dengan Kang Eka sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo. Lainnya, ya silaturahimlah, layaknya anak ke bapak”, papar Prof. Dr. Mubiar Purwasasmita rekan dekat Mang Ihin di DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda, tempat mereka bergiat dalam lingkungan sejak tahun 2001.

Sedikit bocoran dari Satria Kamal salah satu putra Mang Ihin, inti diskusi yang berbalut klarifikasi, di antaranya: Seberapa seriuskah niatan Ridwan Kamil maju ke Pilgub Jabar 2018? Bila ini benar, siapa pengganti Walikota Bandung mendatang? Program di kota Bandung yang belum selesai, bagaimana penanganan dan kelanjutannya? Termasuk, partai apa yang akan mengusungnya?

Lainnya pula menurut Mamay panggilan akrab Satria Kamal:”Tentu diklarifikasi soal pewarisan nilai-nilai kejuangan bangsa. Juga, soal NKRI, Pancasila dan UUD 45, serta penanganan intoleransi, pun masalah pentingnya menjaga dan mengembangkan harmonisasi hidup bernegara dalam konteks Jawa Barat”, tambahnya.

Ridwan Kamil sendiri usai pertemuan ini dengan rona wajah sumringah mengungkapkan:”Pesan atau nasihat Mang Ihin selaku sesepuh Jabar sangat bermakna bagi saya. Pun dari sesepuh Jabar lainnya, akan saya terima kelak. Semua ini kan demi harmonisasi di Jabar ke depan”.

Kala ditanya tentang dipertemukannya oleh Mang Ihin dengan tokoh Jabar Eka Santosa yang selama ini bergiat sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo:”Nah, ini kan Kang Eka bukan siapa-siapa bagi saya. Tadi banyak kita bicarakan soal bagaimana Jabar ke depan. Intinya, banyak manfaat dari momentum ini”, paparnya yang juga mengapresiasi partai NasDem yang berinisiatif mendorong ke niatan Pilgub Jabar 2018 – “Dengan partai lain pun saya sudah banyak melakukan pertemuan. Tentu silaturahim dengan partai akan dibangun terus”.

Eka Siap Beberes

DTN RK 1 EKA 2Eka Santosa sendiri dalam kesempatan ini cukup singkat menanggapi pertemuan ini:”Namanya juga bersilaturahim, kita bicarakan hal-hal umum menyangkut Jabar ke depan. Tadi Pak Sobirin dan Pak Mubiar dari DPKLTS, banyak memperkaya perihal perbaikan kondisi lingkungan di Jabar, tentunya. Ini bermanfaat bagi kita. Pegangan saya, fatzoen saja ke nasihat Mang Ihin. Saya siap beberes …”.

Mang Ihin sendiri sekilas kala ditanya kemungkinan posisi dari Ridwan Kamil – Eka Santosa:”Dari dulu juga saya tekankan. Eka itu jadi tukang beberes di bidang lingkungan utamanya. Eka sudah banyak berdiskusi dengan saya, soal posisi tak masalah bagi dia mau nomor satu atau dua”, begitu ujarnya yang saat itu usai pertemuan mendadak ini - ia menerima tamu tokoh nasional lainnya. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Rekomendasi Rakorda DPD HNSI Jabar – Mengangkat Harkat, Seberapa Ampuh?

DTN HNSI RekomendasidestinasiaNews – Lontaran pernyataan dari Ketua DPD HNSI (Himpunan Naelayan Seluruh Indonesia) Nandang A Permana dihadapan sejumlah awak media (16/3/2017) di Sekertariannya Jl. Dago Pakar Barat No. 9B Bandung, dalam kaitan menyampaikan butir-butir rekomendasi Rakorda (Rapat KoordinasiDaerah dan Konsultasi). Ini disampaikan setelah dua hari sebelumnya (14/3/2017) di Hotel Topaz Galeria Bandung dilangsungkan Rakorda yang diikuti utusan 11 DPC yang berada di pesisir Jabar serta 2 DPC yang memiliki potensi budi daya ikan.

“Yang bikin kami bangga, Rakorda ini dihadiri petinggi kami mulai dari pusat (Jakarta) hingga pihak terkait di provinsi Jabar”, papar Chevi Epi Sutisna selaku Sekertaris DPD HNSI Jabar yang diamini rekannya selaku Ketua Presidium 1 dan Sekertaris Presidium Rakorda, yakni Ujang SB dan D Syarifudin. “Ketum DPP HNSI Yusuf Solichien dan Sekda Provinsi Jabar selaku Dewan Penasehat dan Pembina Iwa Karniwa, serta dari kementerian dan dinas terkait, semua hadir. Ini kejutan besar pisan bagi kami”, ungkap Sutisna yang akrab disapa Kang Entis dari Jl. Wiranta Cicadas kota Bandung, sehari-hari ia berurusan di bagian pengembangan IT di DPD HNSI Jabar.

Nasib Nelayan  

 “Dari 157 ribu nelayan di Jabar, taruhlah ada sebuah perahu katir berisi 3 nelayan tangkap kelas one day fishing. Total uang didapat dari tangkapan hari itu Rp. 600 ribu. Uang ini cukup besar, kan ?”, lontar Nandang memancing keingin-tahuan para pegiat media massa. Selanjutnya ia uraikan, biaya sewa perahu, bahan bakar, dan konsumsi selama melaut terkuras Rp. 450 ribu. “Berarti sisa Rp. 150 ribu, namun ini harus dibagi 3 orang. Hasil jumlah-jamleh, hanya kebagian Rp 50 ribu per orang”, jelasnya dengan mimik nelangsa.

“Apa mau dikata, tahunan nasib mayoritas nelayan kita seperti ini. Tanpa akses bank, kerap dibelit hutang ke tengkulak, rentenir, atau para boss maupun investor mereka biasa sebut. Belum masa paceklik selama beberapa bulan, resiko kecelakaan dan rawan asuransi pun terjadi, kondisi inftastruktur pelabuhan rata-rata buruk, posisi tawar tangkapannya amat rendah” lagi jelas Nandang yang berterus terang – “Hanya Pak Sekda yang pernah mencucurkan air mata, ketika saya berkeluh kesah soal nasib nelayan. Bukan apa-apa ya? Pejabat yang lain, biasanya cuman datar saja meresponnya.”   

Masih berkutat di nasib nelayan Jabar yang rata-rata terpuruk kata Nandang:”KUR, Kredit Usaha Rakyat yang ramai digulirkan pemerintah buat nelayan. Faktanya, tersendat. Mereka diminta serahkan jaminan tanah. Nelayan miskin, mana punya tanah?.”

“Solusi paling jitu, dirikanlah koperasi nelayan. Diurus dan dikomandoi oleh manajemen yang mengerti seluk-beluk nelayan. Sudah berjalan di beberapa daerah. Pemerintah sekarang tertarik menolongnya”, papar Nandang yang langsung berubah rona wajahnya tatkala membahas koperasi –“Ini harapan nelayan, keluar dari keterpurukan. Beberapa bank mau menolong kami, bekerjasama dengan koperasi nelayan”.

Tak kurang pentingnya, dibahas Nandang yang dicermati rekan seiring aktivis DPD HNSI Jabar Agus Warsito selaku Bendahara, meliputi materi: Sejumlah regulasi dari KKP (kementerian Kelautan dan Perikanan) pada periode kepemimpinan Susi Pudjiastuti berupa regulasi di bidang alat tangkap dan obyek tangkapan yang di lapangan kerap menimbulkan salah tafsir dan salah paham; jenis perahu nelayan yang terbatas daya jelajah, hanya sekitar 2 mil laut rata-rata; kondisi lingkungan  di sekitar pesisir yang tercemar aneka limbah; rendahnya posisi dan akses hukum para nelayan, termasuk rendahnya posisi tawar hasil tangkatan; dan keterbatasan tingkat pendidikan serta penguasaan teknologi kenelayanan juga kelautan. “Makin lengkaplah, profesi nelayan identik dengan kemandekan kemiskinan yang bersifat struktural”. 

Rekomendasi itu 

Godokan Rakorda HNSI Jabar yang ditelah oleh 3 bidang masing-masing Komisi Bidang Internal – Eksternal, Komisi Bidang Bina Program, dan Komisi Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, menghasilkan19 butir rekomendasi. “Langsung keesokan harinya (15/3/2017) kami susun menjadi Surat Keputusan HNSI Jabar 2017.

Bila dirangkum ke-19 butir rekomendasi yang terbagi pada 3 Bidang Komisi, diringkas sebagai berikut: 1. Penguatan struktur & kinerja organisasi DPD HNSI Jabar 2015 – 2020. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas di segala lini, melalui pelatihan dan kaderisasi secara terprogram. 3 Membentuk koperasi dan membenahi kesekretariatan berbasis IT, safety fishing berbasis UHF atau WIFI (GPS, VMS, dan Fish Finder), dan marketing online berbasis android – memutus alur pemasaran, langsung ke konsumen. 4. Membangun biro hukum untuk mengkaji aneka regulasi, judicial review dijalankan bila ditemukan permasalahan mendasar yang merugikan nelayan.

“Yakinlah, rekomendasi ini sebagian saja dijalankan konsisten, bisa memuculkan paradigm baru. Ampuh mengangkat harkat dan derajat nelayan”, tutup Nandang yang bergiat di organisasi profesi ini tanpa punya tujuan selain memberdayakan nelayan:”Catat ya, saya tak mau nantinya ini sebagai jembatan untuk promosi anggota dewan atau semacamnya. Bila pun ada desakan itu, dipastikan keluarga saya tak menyetujuinya”. (HS/SA)

Add a comment

Iwa Karniwa di Rakorda HNSI Jabar- Ruh Organisasi itu Sauyunan …

DTN HNSI RAKORDA 2017 2destinasiaNews – Organisasi profesi kenelayanan kelas “senior” yang tergabung pada DPD (Dewan Pimpinan Daerah) HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat, yang berdiri sejak 1973, dalam Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah) yang berlangsung di Hotel Topaz Galeria (14/3/2017), memunculkan paradigm baru tentang kelautan dan kenelayanan.

Hari itu Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina HNSI Jabar, diikuti Ketua Umum DPP HNSI Letjen  Purn (Mar) H.M Yusuf Solichien, membuka Rakorda HNSI Jabar yang dipimpin Nandang A Permana.

Intinya Iwa Karniwa yang dikenal low profile dalam memimpin jajarannya, tak sungkan-sungkan mengungkapkan masa kecilnya yang penuh dengan perjuangan.”Sekilas tentang saya dahulu, sejak usia SD hingga SMA yang menghidupi keluarga saya tak lain hanya sepetak kolam berisi ikan. Inilah bekal hidup keluarga saya”, paparnya disamping ia ungkapkan pula pentingnya memelihara ruh sebuah organisasi sebesar HNSI Jabar ini –“Harus selalu sauyunan dan mau mendengar, juga melaksanakan program dari bawah. Semodern apa pun organisasi, intinya harus saling pengertian di antara kita”.

Sementara itu Yusuf Solichien yang ujarannya banyak dinanti 11 jajaran pengurus DPC HNSI Jabar, khusus dalam sambutan kali ini menekankan pada solidnya jajaran DPD HNSI Jabar:”Lupakanlah masa lalu, anggap itu sebagai bagian dari dinamika sejarah organisasi. Kepengurusan kali ini dimata DPP tak lain sebagai reinkarnasi maupun revitalisasi organisasi, spritnya mantap …”, ujarnya yang sempat pula menyinggung bagaimana kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan di lapangan – “Perlu ada peninjauan. Alasannya, solusi jangka pendek dan menengah untuk mengatasi berbagai Permen yang membatasi tangkapan nelayan, mungikin saja melalui Rakorda kali ini bisa dimunculkan. Kami tunggu rekomendasinya.”

Pantai Utara & Pantai Selatan

DTN HNSI RAKORDA 2017 1Hampir senada dengan Iwa Karniwa dan Yusuf Solichien, Nandang selaku “tuan rumah”, mendedarkan kondisi dan tantangan menyangkut nasib dari kurang lebih 157 ribu nelayan yang berada di pantai utara dan pantai selatan Jabar, plus dua wilayah yang berpotensi budi daya ikan seperti Kab. Bandung Barat, dan Kab. Tasikmalaya:”Faktanya, 90% nelayan tangkap hingga kini masih hidup di bawah garis kemiskinan.”

Materi sambutan Nandang pun mengulas pentingnya peningkatan taraf hidup nelayan melalui peningkatan pendidikan, sosialisasi hukum, dan melek teknologi. Belum lagi persoalan akses permodalan yang lazim disebut rata-rata non bankable, sempat disinggung:”Tiada lain demi melakukan perubahan mendasar yang bermuara pada perbaikan taraf hidup, perlu perubahan paradigm di pihak nelayan sendiri”.

Secercah Optimisme

Pengamatan redaksi selama Rakorda berlangsung, di sana-sini muncul optimism dari para peserta. Bagi Bambang Irawan sebagai peserta yang merupakan rintisan untuk pembentukan DPC HNSI Kab. Bandung Barat, keikutsertaannya dalam Rakorda:”Sungguh sesuatu yang bermanfaat. Di daerah saya ada waduk Saguling, dan Cirata yang punya ribuan jaring apung. Ini perlu ditata dan diberdayakan”.

Bagi Dede Ola, Ketua DPC HNSI Kab. Sukabumi, kepesertaannya di ajang ini justru memperkaya tim-nya yang disertai Sekertarisnya Ujang SB:”Kami punya wawasan baru tentang kenelayanan. Termasuk yang kami inginkan ada program asuransi dan pendidikan yang lebih terprogram”, begitu ujarnya yang sorenya tampak sibuk berdiskusi kala menyusun rekomendasi Rakorda ini.

Pengamatan yang khas datang dari Dedy H. Sutisna, mantan Staf Ahli Menteri KKP (2012 – 2016) yang kini di samping sebagai dosen di Sekolah Tinggi Perikanan juga aktif sebagai Sekjen Dewan Kelautan Indonesia (Dekin):”Banyak kejutan dan optimisme lahir di Rakorda ini. Ini penting demi meningkatkan kepedulian kita sebagai penduduk yang tinggal di kawasan maritime,” ungkapnya dengan sumringah – “Saya nantikan rekomendasi dari Rakorda ini. Bila sudah dihasilkan saya akan pelajari dengan cermat”. (HS/SA/dtn)  

Add a comment

DPD HNSI Jabar Menggelar Rakorda – Bahas Nasib Nelayaan Tangkap & Budidaya

DTN HNSI Silaturahmi 2destinasiaNews –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di bawah pimpinan H. Nandang A Permana, pada 14 Maret 2017 di Hotel Topaz Jl. Dr, Junjunan No 153, Sukagalih – Pasteur Bandung, berencana menggelar Rapat Koodinasi Daerah (Rakorda). “Ini melibatkan 11 pengurus DPC HNSI ikan tangkap di daerah pesisir dan 2 lainnya di kabupaten atau kota se Jabar yang punya potensi ikan budi daya”, papar Drs. Chevy Epi Sutisna selaku Ketua Panitia.

Terungkap pula dalam agenda yang cukup padat, Rakorda yang rencananya dibuka oleh Sekda Jabar Iwa Karniwa – akan membahas topik penting menyangkut nasib nelayan tangkap dan budidaya di Jawa Barat. “Dari segi draft terdiri atas perlindungan hukum, pendidikan dan pelatihan teknologi, serta peningkatan nilai jual tangkapan dan budidaya. Ini salah satu garapan Rakorda itu”, papar Chevy yang juga membahas isyu kenelayanan terakhir.

DTN HNSI SilaturahmiDijelaskan lebih jauh oleh Sekertaris Panitia Agus Subrangsah, SH, bahasan kajian lainnya, juga akan mengupas Permen l Tahun 2015 Tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan dengan perubahannya Permen 56 Tahun 2016, dan Permen 2 Tahun 2015, beserta perubahan Permen 71 Tahun 2016. “Hal terakhir ini  akan menarik untuk dikaji di forum ini setelah banyak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan”, pungkas Agus. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Muswil V PBHI Jabar Lahirkan Ketua, “Astro” Rizky Ramdani: Optimis, Banyak Cara …

DTN PBHIdestinasiaNews – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), yang lahir di Jakarta 14 Februari 1999. Sekilas tentang organisasi ini dibangun berbasis anggota individual. Ia selama ini bersifat non-profit, serta didedikasikan sepenuhnya bagi pemajuan dan pembelaan hak-hak manusia (HAM). PBHI Nasional kini punya anggota lebih dari seribu orang. Mereka tersebar di pelosok Nusantara. Beberapa tokoh nasional yang termasuk perintis organisasi ini, kita mengenal diantaranya pegiat HAM Hendardi, dan Bonar Tigor Naipospos. 

Paling anyar kiprah PBHI di Jawa Barat, tepatnya di Dago Asri 1 B – 12 Bandung (4/3/2017) telah berlangsung  - Musyawarah Wilayah (Muswil) V PBHI Jawa Barat. Perhelatan yang dihadiri Ketua Majelis Anggota Nasional (MAN) PBHI Ismail Hasani, yang sebelumnya terdaftar sebagai anggota PBHI Jabar, menghasilkan Ketua “baru” Rizky Ramdani yang akrab disapa Astro. Resminya Astro didaulat selaku Ketua Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Jawa Barat. Sedikitnya Ia akan mimimpin organisasi yang sarat dengan misi penegakan hukum dan kemanusiaan, untuk periode 2017-2021.

Dalam rilisnya, mulusnya pemilihan ketua yang dipandu “trio” Suryadi Radjab, Distia Aviandari, dan Ismail Hasani, dimungkinkan setelah Unung Nur Alamsyah dan Chandra M Alit – menyatakan tidak bersedia dicalonkan.

“Kami legawa, Bung Astro lolos bisa memimpin PBHI Jabar. Selanjutnya, kita akan sama-sama membangun organisasi ini. Agar lebih bermakna bagi warga Jabar, khususnya”, kata keduanya yang menggenapkan kehadiran menjadi 26 anggota pada Muswil V PBHI Jawa Barat  kali ini. 

.

MAW & Basis Kinerja

Muswil V PBHI Jawa Barat kali ini, selain berhasil memilih pimpinan baru “Astro”, juga sukses mengisi personal Majelis Anggota Wilayah (MAW) Jawa Barat. Terpilih lima orang, di antaranya: Distia Aviandari, Femmi Amelia, Haldi Pinandita, Hilda Helmidayani, dan Paskah Irianto. Selanjutnya, diputuskan mengangkat Paskah Irianto sebagai Ketua, dan Haldi Pinandita sebagai Sekretaris. 

Turut meramaikan Muswil kali yang hadir belakangan, Ketua Badan Pengurus Nasional (BPN) Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Totok Yulianto. Kehadirannya yang sempat memunculkan gairah baru di tengah Muswil ini, juga disertai  Sekretaris BPN PBHI Desriko, dan staf-nya Afif Waldi serta Ridwan.

Masih di Muswil kali ini, Totok kembali mengingatkan pentingnya partisiasi anggota dalam kinerja di PBHI.“PBHI itu organisasi berbasis anggota. Partisipasi anggota itu hendaknya berbasis kinerja yang berkualitas. Melaluinya, kinerja PBHI dipastikan akan menjadi lebih hidup. Terlebih, bila didukung secara konkret oleh anggota,” ujarnya yang terpilih menjadi Ketua pada Kongres VI PBHI , 15 Desember 2016. “Saya percaya Bung Astro dan kawan-kawan bisa mewujudkannya di Jawa Barat”.

Tantangan Astro …      

Sementara itu Astro yang pada 2013 pernah mengikuti Pendidikan Keahlian dan Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan PBHI kala ditanya - program terdekat dalam kepemimpinannya? “Konsolidasi internal mutlak dilakukan. Secara bersamaan dilaksanakan identifikasi dan re-inventarisasi permaslahan berikut penggalian potensi. Lainnya, melakukan tugas utama secara simultan dan mendasar. Percayalah, ini tantangan menarik bagi saya, begitu juga rekan-rekan mendukungnya”. 

Dalam kesempatan lain Astro memaparkan PBHI Jabar harus fokus sebagai perhimpunan yang didedikasikan bagi promosi dan pembelaan HAM - promoting and defending human rights. “Harapannya, para anggota dapat menjadi pembela HAM yang berintegritas tinggi dan handal”. 

Diakuinya, garapannya ini tak akan semudah membalikkan telapak tangan – revitaliasi PBHI Jabar yang non profit, serta sepenuhnya bergerak dalam koridor hukum dan kemanusiaan yang memiliki konsekuensi khas, perlu ekstra perhatian:”Salah satu prioritas harus melakukan fund raising. Optimislah, banyak jalan dan cara untuk memobilisasi dana. Strateginya, segera kami susun”, pungkasnya disertai senyum dari pria berkacamata yang kesehariannya berpembawaan kalem. (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01606944
Hari ini
Kemarin
815
2170