YBJB Gaungkan ‘Love Our Batik’ di Rumah Batik Komar

Seminar batik a

Destinasianews – Untuk kesekian kalinya, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) yang dirintis sejak 8 Agustus 2008 dan kini diketuai oleh Sendy Dede Yusuf, menggelar seminar bertajuk ‘Love Our Batik’ (7/10/2015), di Rumah Batik Komar Jl. Cigadung Raya Timur l No 5 Bandung. “Ini digelar masih dalam rangka peringatan pemberian apresiasi dari UNESCO setiap 2 Oktober sejak 2009 lalu. Setiap saat sebenarnya batik harus kita gaungkan. Jangan dihari-hari tertentu saja”, kata Ken Atik, Fungsionaris YBJB, yang diamini Komar Kudiya, Ketua Harian YBJB. Pembicara seminar hari itu, hadir diantaranya Prof. Drs. Yusuf Afendi Djalari, MA; Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi, MA; Dr. Yan Yan Sunarya M. Sn.; dan Djalu Djatmiko selaku Pembawa Acara. Inti dan arah seminar hari itu yang dihadiri berbagai kalangan termasuk mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, mengacu pada pentingnya semangat merevitalisasi batik secara terus-menerus. “Mari kita perjuangkan keberadaan dan kelangsungan batik untuk kemaslahatan kemanusiaan. Dengan kata lain sebagai upaya  , papar Yusuf Afendi Djalari yang secara runtun mendedarkan sejarah serta tantangan eksistensi batik di masa depan.

Tjetjep Rohendi Rohidi, dalam paparannya sempat melakukan gugatan atas fenomena penggunaan batik akhir-akhir ini oleh para koruptor kelas kakap di persidangan Tipikor. ”Jenis dan model batik yang mereka kenakan di persidangan, sungguh bukan batik sembarangan. Gejala ini, patut dipertanyakan. Pantaskah batik yang ekslusif dikenakan di persidangan ? Bagaimana dengan rasa keadilannya ?”

Pada kesempatan lainnya, para pembicara yang pada sesi akhir melakukan tanya-jawab dengan para hadirin, sempat membincangkan betapa apresiasi terhadap batik, semakin hari semakin membaik. “Catatannya, nasib para pembatik yang belum tersebar secara meluas dan merata di Jabar dan Nusantara, harus terus diperjuangkan YBJB”, seru Djalu Djatmiko yang diamini hadirin.

Perihal pentingnya komunitas, serta tantangan kreativitas batik yang tak sekedar busana, melainkan harus desainnya merambah ke bidang lain seperti interior, dan lainnya. ”Ya, ini tantangan nyata bagi kita di YBJB. Berkali-kali kami lakukan pelatihan di berbagai pelosok, tujuannya untuk pemerataan dan mencari nilai-nilai baru di bidang kreativitas batik”, seru Komar Kudiya yang mendapat apresiasi atas upayanya selama ini - Melestarikan dan mengembangkan batik di Indonesia.

“Apa yang digagas Pak Komar sejak 2005 dengan segala upayanya. Ini sudah mengarah sepenuhnya pada capaian profesionalisme dan akademisi sekaligus. Komunitas batik yang terbangun disini, sungguh luar biasa. Pendataan dan sistem kearsipan pun telah terbentuk dengan baik”, kata Yusuf Afendi Djalari yang diiyakan oleh panelis lainnya.

Motif Borgol ?

DSC00183 aTak kalah menariknya, destinasianews menanggapi “gugatan” Tjetjep Rohendi Rohidi tentang “salah kaprah” pemakaian busana batik di persidangan kelas kakap Tipikor. Akhirnya, destinasianews dalam suasana informal mengusulkan kepadanya – Cobalah Pak Tjetjep atau YBJB sekali pun mengusulkan kepada pihak yudikatif atau penegak hukum, pakaialah motif batik “borgol” misalnya, untuk dipakai para tahanan Tipikor ?

Tak disangka, usulan destinasianews ini, “kemungkinan”, katanya akan diwujudkan. “Bagus ide ini. Mungkin dalam beberapa waktu akan kami usulkan”, kata beberapa personal dengan gesture serius ketika membahas hal ini.

Alhasil, tajuk seminar Love Our Batik, hari itu bergaung keras ke segenap penjuru Nusantara. Sebuah radio nasional yang menggelindingan ide seminar batik ini secara live ke seantero nasional, menuai respon positip dari pendengarnya.”Ayo terus galakkan batik nasional yang berciri sedikitnya 34 provinsi di negara kita. Janganlah, sampai batik kita diklaim oleh negara tetangga. Ingat budaya batik kita, memang tumbuh di masyarakat, bukan dibuat-buat oleh pemerintah”, demikian sms dari salah seorang pendengar di Makassar (Sulsel) yang hari itu mereaksi pesan dari seminar di Rumah Batik Komar. (HS/HRS/SA/dtn)

Baca juga : Eduwisata Di Rumah Batik Komar - Membatik & Mendidik

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

DestinasiaNews – Di tengah hiruk-pikuk laju program Citarum Harum ada geliat di salah satu anak sungainya, yakni Sungai Cikapundung yang...

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

  destinasiaNews – Berlokasi di Hotel Sabda Alam Kabupaten Garut sejak 17 hingga 19 Februari 2020, Dinas Pemuda dan Olahraga...

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas  DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

destinasiaNews  -  Warta paling anyar, Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halmahera Siaga melalui Klinik Utama Halmahera Medika, pada Sabtu (15/2/2020)...

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

destinasiaNews – Suka cita warga menyambut kehadiran Anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jabar l (Bandung-Cimahi) pada hari Minggu...

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

destinasiaNews – Komunitas penyuka seni kriya Bandung yang menamakan dirinya Business Ladies Club  ( BLC ), kembali menggelar Workshop Ecoprint...

Pengunjung

04893588
Hari ini
Kemarin
638
3481