Buyung Lalana & Eka Santosa Sowan ke Solihin GP – Dibekali Sapu Lidi !

DTN BUYUNG 1 CopydestinasiaNews – Minggu pagi (20/2 /2017) di kediaman sesepuh Jawa Barat Solihin GP (91) di Jl. Cisitu Indah Bandung, ada  suasana khas. Kala itu pasangan  Mayor Jenderal TNI Mar (purn.) Buyung Lalana hadir bersama Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo. Gerangan apa, berdua sowan ke mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974)? 

“Bersilaturahim dan berdiskusi membahas soal lingkungan dan lainnya di Jawa Barat. Ini rutin bersama Mang Ihin (sapaan akrab Solihin GP)”, terang Sobirin Supardiono, Dewan Pakar DPKLTS yang ditemani rekannya Prof. Mubiar Purwasasmita, Ketua DPKLTS –“Bedanya kali ini, ada Kang Buyung (sapaan akrab Buyung Lalana). Beliau ini asli orang Jabar kelahiran Bandung, lho? Rupanya cocok dipasangkan dengan Kang Eka …”, tambah Mubiar yang tampak ceria sesaat sebelum memulai berdiskusi.

Belakangan baru diketahui, kehadiran khusus Buyung Lalana (59) yang ditemani istrinya Adriana Buyung Lalana, sekaitan Ia memang digadang-gadang dicalonkan sebagai gubernur Jabar 2018 -2023. Buyung yang kelahiran Bandung, ternyata masa kecilnya tinggal di daerah Cikaso bandung. Dikenal pula sebagai alumni SMAN 9 Bandung. Ia adalah lulusan Akademi Angkatan Laut 1983. Terahkir berdinas sebagai Komandan Korps Marinir (30/3/2015 – 15/6/2016). Kini Buyung menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perhubungan.

“Eka biar jadi tukang beberes. Buyung itu orang tuanya dari Tasikmalaya dan Sumedang, Percayalah, ini pasangan ini clean and capable. Jabar yang darurat lingkungan, biar segera pulih, dan rakyatnya makmur”, papar Mang Ihin menjelaskan sekilas sosok pasangan ini.

“Tak sabar saya. Segera bereskan Jabar dari kondisi awut-awutan birokrasi, alam dan lingkungannya. Yang bangor itu biar diteunggeul (dipukul), tapi rakyatna diayomi”, tambah Mang Ihin yang mantan Sesdalopbang (Sekertaris Pengendalian Logistik dan Pembangunan) pada era Orde Baru.

Lanjutannya, tatkala Mang Ihin kembali ditanyakan kehadiran pasangan ini, sepertinya terkesan tiba-tiba? “Terpenting, esensi pasangan ini cocok, tadi sudah saya tanyai keduanya. Buat apa lama dicocok-cocokan, lalu hasilnya sontoloyo …?!”, katanya disertai reaksi derai tawa hadirin atas lontarannya yang ceplas-ceplos.

Simbol &  Amanah

DTN BUYUNG 2 Copy“Sejak awal, saya siap dipasangkan dengan siapa saja. Syaratnya, punya visi dan misi terhadap lingkungan yang sejalan dengan perjuangan Mang Ihin. Tak gampang, mencari pasangan yang cocok itu”, papa Eka yang juga sebagai Duta Sawala (Sekertaris Jenderal) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar.

Yang cukup unik, usai diskusi intensif yang berlangsung lebih dari dua jam, di teras kediaman Mang Ihin yang tampak resik dipenuhi kehijauan, dilakukan prosesi spontan terhadap pasangan ini. Pertama, keduanya diajak panco, sambil Mang Ihin berucap:”Satukan tenaga kalian, biar nanti yang coba-coba mengganggu mundur dengan sendirinya”.

DTN BUYUNG 4 CopyProsesi kedua, pasangan ini diharuskan menyiram air ke tanaman dengan memegang gembor secara bersama-sama:”Nah, begitu jadikan nanti Jabar itu hijau kembali, dan airnya cukup di musim kemarau, tak banjir di musim hujan”, seru Mang Ihin disela-sela tepuk tangan dari hadirin. “Ini sarat makna”, celetuk seseorang kala itu.

Terakhir, prosesi paling unik, Mang Ihin seakan tanpa protokoler apa pun, menyabet sapu lidi yang ada di teras, lalu diberikan ke pasangan Buyung Lalana – Eka Santosa:”Ini buat kalian, pegang ini. Ini sapu lidi biasa, pegangan  buat kalian nanti. Silahkan tafsirkan sendiri …”, jelas Mang Ihin yang diamini tanda mengerti pemberian simbol sapu lidi ini.      

Allhasil kehadiran pasangan ini di kalangan pengamat dan praktisi politik di Jawa Barat memunculkan sinyal kuat - pasangan inilah yang akhirnya direstui Mang Ihin untuk memimpin Jabar era 2018 – 2023. “Dihitung-hitung ini sudah ketujuh kalinya Eka dipasangkan dengan calon gubernur. Rupanya, dimata Mang Ihin inilah yang dianggap paling pas”, papar Yan Rizal yang dihubungi secara terpisah. (HS/SA/dtn)

DTN BUYUNG 3 Copy

Add a comment

Bambang Irawan Aktivis KBB: Kesetaraan Gender, Harus Serius Ditangani !

DTN PPKP 3 CopyDestinasiaNews – Sebuah seminar unik bertema Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), berlangsung sehari (14/2/2017) di Aula Plaza Ramayana Jl. Raya Padalarang Bandung Barat. Yang unik selain pesertanya mayoritas 300-an kaum ibu dari pelosok KBB, tak sungkan-sungkan sebelum dan disela-sela pemateri menyampaikan ujarannya, dipersilahkan naik panggung berjoget bersama.”Jadi plong hari ini. Beban harian di rumah di sekitar dapur, ngurus anak dan suami, agak terlupakan. Terpenting, hak dan fungsi wanita itu ternyata terbuka, ya?”, seru Atikah (39), salah satu peserta asal Cimareme KBB.

Seminar yang juga bermaterikan pelatihan kepemimpinan digagas oleh aktivis Demokrasi Bambang Irawan. Ia pun menggandeng Entin Dewi Kuraesin S.Pd, Ketua Yayasan Al’Komariah yang berkantor di Jl. Raya Purwakarta KM 3 RT 02/07 Desa Bojongkoneng Ngamprah, dengan penyelenggara PPKP (Panitia Pelatihan Kepemimpinan Perempuan). “Pendanaannya, murni swadaya masyarakat, sebagian dari pengusaha dan tokoh yang peduli nasib kaum wanita serta anak-anak. Kalau tak distop pesertanya, bisa 500-an ibu-ibu, disayangkan Ibu Elin dan Bupati tidak hadir di  acara yang antusias dihadiri ratusan peserta”, paparnya yang dalam kegiatan ini didaulat sebagai steering committee.

DTN PPKP 1 Copy

 

Masih Belum Mengimbangi …

Kegiatan yang rencananya dihadiri Bupati KBB H. Abubakar beserta istri Elin S, pada waktunya pasangan ini berhalangan. Selanjutnya sambutan dibacakan oleh H Aep Supriyatna Sekdis DP2KBP3A (Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Bupati KBB dalam sambutan ini, mengapresiasi kegiatan yang intinya meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan di KBB. “Hanya dalam posisi tertentu di KBB yang terdiri atas 16 Kecamatan, 165 desa, dengan luas 1.305.77 Km2, dengan populasi 1,6 juta, kondisi perempuan dalam berbagai sektor masih belum bisa mengimbangi dinamika pembangunan. Kondisi ini adalah tantangan kita bersama”.

DTN PPKP 2 CopyPaling significant dari penyelengaraan seminar yang terbilang unik di awal tahun 2017 di KBB, disambut antusias oleh kalangan wanita yang haus akan terobosan dalam kesetaraan gender:”Banyak hal yang baru dalam hal mendidik anak, bersinergi dengan suami, memajukan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan lainnya”, papar Yayah (49) dan rekannya Lilis (39) dengan sumringah.

“Peran pendidikan makin disadari, sebagai salah satu dasar untuk peningkatan kesejahteraan bangsa”, tutup Lilis asal Ngamprah KBB yang juga berterima kasih atas terselenggaranya seminar ini yang digagas aktivis Bambang Irawan. “Kapan lagi Kang Bambang, ada seminar lanjutan ini?” (HS/SA/dtn)

Add a comment

DPD HNSI Jabar di Sosialisasi PPI Rancabuaya Kab. Garut – Setuju, Padukan Nelayan dan Pariwisata

DTN HNSI SOSIALISASI 1 CopydestinasiaNews Ketua DPD HNSI Jabar, H, Nandang Permana beserta jajarannya ketika menghadiri sosialisai pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Rancabuaya Kecamatan Caringin Kab. Garut Jawa Barat (2/2/2017), mengapresiasi sikap nelayan setempat dan pemerintah daerah dalam hal  semengisi PPI kelak. “Bila terwujud PPI yang diimpikan warga Jabar Selatan - Kabupaten Garut sejak era 1990-an. Operasionalnya memadukan kegiatan nelayan dengan kepariwisataan, dan katalisatornya Koperasi Nelayan Indonesia (Koneli)”.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar, Jafar Ismail, seusai memimpin sosialisai PPI yang dihadiri ratusan nelayan dan pejabat terkait, menyatakan rasa lega proyek senilai Rp. 42 M yang studi pembangunannya telah dikerjakan oleh PT.Widya Buana Prasetya:”Tadi itu ada kesepakatan tak hanya PPI ini untuk nelayan, melainkan untuk mendinamisasi kegiatan kepariwisataan di daerah ini”.

DTN HNSI SOSIALISASI 2 CopySecara terpisah masih di tempat sosialisi PPI yang berlangsung di Hotel Villa Jaya Sakti 1 di Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut, Lukman Ketua DPC HNSI Kabupaten Garut setali tiga uang, menyatakan rasa gembira atas respon baik dari semua pihak yang terlibat:”Ini berkat perjuangan HNSI Jabar dan struktur di bawahnya selama bertahun-tahun. Kami tahu persis, bagaimana lobi-lobi yang panjang dilakukan demi terwujudnya PPI idaman nelayan di Jabar Selatan”.

Lainnya Dudeng Wakil Ketua HNSI Caringin; dan para Ketua RN (Rukun Nelayan) mulai dari daerah Purbayani, Indra Layang, Samudra Jaya, dan Cimahi yag masing-masing dipimpin oleh Encep, Aep, Jani, dan Asep, secara terbuka di forum ini mendukung kerjasama sinergis antara HNSI Jabar dengan pemerintah setempat.”Saya mah tahu persis perjuangan HNSI baik tingkat DPD maupun DPC. PPI ini satu-satunya cara buat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian. Bantuan pemerintah ini ibarat kail-nya, bukan sekedar ikan-nya. Pariwisata juga bisa maju di Rancabuaya”. (HS/SA/dtn)  

Add a comment

Anton Charliyan Kapolda Jabar & Solihin GP, Hadir di Sawala Luhung BOMA Jabar

BOMA BOMA CopydestinasiaNews – Pantauan terakhir hingga Senin siang, 16 Januari 2017 di Sekertariat BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung, tampak penuh gairah. “Besok siang (Selasa, 17/1/2017 Pukul. 14.00 WIB – red) akan hadir di tempat kami di antaranya Pak Anton Charlyan Kapolda Jabar, dan sesepuh Jabar Solihin GP,” ujar Eka Santosa, Sekjen BOMA Jabar, yang juga menambahkan –“Kang Iriawan atau ‘Iwan Bule’ (M. Iriawan, Kapolda Metro Jaya – red) yang oleh para Olot (tetua adat) telah diberi gelar khusus selaku Lanang Raksa Buana, direncanakan  juga hadir”.

BOMA Jabar yang terdiri atas gabungan 20 Kasepuhan Masyarakat Adat di Jawa Barat, melalui Sawala Luhung ‘Luar Biasa’ yang dilakukan sejak Senin malam, 16 Januari 2017 di Pasir Impun, akan membahas kondisi sosial-politik terakhir di Tatar Sunda dalam kaitan - Maraknya fenomena intoleransi antar umat. “Entah apa yang akan diperbincangkan para Olot pada malam ini. Semua itu diserahkan ke kebijakan para Olot sendiri”, tambah Eka Santosa yang juga menjabat sebagai ,Ketua Umum DPP Gerakan Hejo.

Jujur Jeung Bener

Pantauan terakhir ketika berita dinaikkan sudah hadir beberapa utusan dari Kasepuhan Kampung Adat Cikondang dari Kabupaten Bandung, Kampung Adat Kuta dari Kabupaten Ciamis, Kampung Adat Sanaga dari Kabupaten Tasikmalaya, serta paling awal beberapa Olot Baduy dari Kabupaten Lebak Provinsi Banten sudah tiga hari tinggal di Pasir Impun. “Bagi kami yang diharapkan, hanyalah aman dan tentram antar umat itu tidak saling mengganggu. Kudu jujur jeung bener bae. Ulah ujub jeung takabur …”, pungkas Olot Sahari utusan Olot Baduy menyikapi persoalan intoleransi yang akhir-akhir ini marak di Jawa Barat. (HS/SA/dtn) 

Add a comment

Gerakan Hejo Diskusikan Peran Penyuluh Pertanian – Lagi, Wujudkan Kedaulatan Pangan !

DTN PENYULUH 1 CopyDestinasiaNews– Untuk kesekian kalinya Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, Eka Santosa membahas intensif di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (22/12/2016) - Peran Strategis Penyuluh Pertanian, Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional. “Mohon dicatat, kedalaman diskusi ini walaupun dalam konteks nasional, kaitannya erat dengan kondisi pertanian di Jabar”,  tutur Eka yang didampingi “Astro” Rizky Ramdani dari bagian advokasi hukum Gerakan Hejo.

Hadir dalam diskusi ini dari pihak Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Nasional (FK THL – TBPP Nasional), di antaranya Dedy Alfian, Ketua FK THL –TBPP Nasional; Dudi S Tafajani, Wakil Ketua FK THL – TBPP Nasional; Hikmat Fadilah, Wakil Ketua FK THL – TBPP Jabar; serta pengurus di tingkat Jabar seperti Syaiful M, Asep Santosa, dan Asep Setia M. “Kertas kerja ini membahas  peran penyuluh pertanian dari masa ke masa dengan pasang-surut perannya dalam ketahanan pangan kita”, urai Dedy Alfian yang diamini Hikmat Fadilah yang di DPP Gerakan Hejo kebagian tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Ketahanan Pangan.    

Status FK THL – TBPP

Alur kupasan diskusi FK THL – TBPP yang pada tahun 2015 punya anggota 25.734 orang (57.33% - PNS), penyuluh bantu THL-TBPP (19.156 orang – 42,67%) , bersama Gerakan Hejo yang peduli pada pentingnya keseimbangan lingkungan hidup di Jabar, membahas peran strategis penyuluh pertanian untuk 5 atau 10 tahun ke depan. “Peran penting penyuluh usai era otonomi daerah, memang karut-marut.. Selain status kepegawaian yang tak jelas diluar yang sudah PNS, juga kebijakan pangan di tingkat nasional dan daerah kerap tak sinkron”, jelas Hikmat Fajar sambil menyodorkan sejumlah data di tangannya. “Mau dibawa kemana target nasional untuk kedaulatan pangan, selain yang pernah dicapai tahun 1984 dari FAO (Food and Agriculture Organization)?”  

Diketahui Indonesia pada tahun 1984 dinyatakan mampu mandiri dalam hal pangan. Kala itu ada 32.000 penyuluh pertanian, dengan produksi 25,8 juta ton beras, mampu memenuhi kebutuhan pangan 160 juta penduduk. “Kala itu bisa menyumbang 100.000 ton gabah melalui FAO ke negara-negara yang menderita kelaparan”, papar Eka yang menginkan kembali melalui kiprah Gerakan Hejo di Jabar dan nasional – “Pada era millennium bisa ekspor pangan. Bukan, sebaliknya ‘jenis padi raskin’ banyak dikonsumsi sebagian warga yang kini berpolulasi 250 juta jiwa.Hebatnya, kini kita jadi sasaran empuk negara-negara pengekspor pangan”.

Simpulan  

DTN PENYULUH 2 CopySesi akhir diskusi ini yang total berlangsung lebih dari 90 menit, mengeluarkan simpulan, penyuluh pertanian punya peran strategis dalam hal peningkatan swa sembada pangan, pun Ia sebagai penghubung antar semua sektor, serta perannya sebagai agen perubahan di front agraris kita.

Menurut Eka hasil diskusi ini setelah digodog oleh berbagai kajian, akan dipaparkan ke berbagai kalangan pembuat kebijakan di tingkat daerah dan nasional. “Ini akan kita dorong dengan data, dan kajian yang valid. Nantinya, penyuluh pertanian punya pegangan dan arah lebih jelas dan matang, selain kepastian status kepegawaiannya. Mereka itu kan, pahlawan pangan kita,” begitu pungkas Eka yang selama berdiskusi Ia hanya nyeleneh bersarung – sebagaimana budayawan yang bersahaja.(HS/SA)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01692416
Hari ini
Kemarin
649
1496