Kota Baru Parahyangan & Gerakan Hejo - Jajaki Kembangkan Kearifan Lokal Warga Adat Sunda

IMG 20170407 WA0070destinasiaNews – Membalas kunjungan Ketua Umum Gerakan Hejo, Eka Santosa beberapa hari sebelumnya ke Kota Baru Parahyangan (KBP) di Kabupaten Bandung Barat, hari ini (7/4/2017) Sanusi Tanawi, Dirut KBP hadir di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung. “Saling kunjung ini tentu bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kita samakan visi di antaranya, khususnya dalam penataan lingkungan”, kata Eka yang hari itu mengantar tamunya berkeliling di kawasan  Alam Santosa yang luasnya sekitar 4,5 ha.
 
Bagi Sanusi sendiri yang ditemani staf dan rekannya Yunan Wirahadikusumah, Ryan Brasali, dan Tan Siau Gie, petualangan beberapa jam di kawasan Alam Santosa, yang penuh kehijauan disertai tatanan beberapa representasi rumah adat di Jawa Barat:”Ini seakan menimbulkan inspirasi baru. Bagaimana mengembangkan KBP ke depan. Utamanya, mengisinya dengan ragam kearifan lokal. Kang Eka sendiri, sudah lama saya kenal sebagai Sekjen BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar”.
 
IMG 20170407 WA0075Terbetik program kerjasama terdekat pada 6 & 7 Mei 2017 di KBP akan digelar Pasar Hejo 2. Dalam event tahunan yang melibatkan aneka produk berbasis ekologi yang ramah lingkungan, pihak Alam Santosa dengan Gerakan Hejo-nya akan menampilkan beberapa materi acara untuk mengisinya.“Setidaknya Kang Ozenk yang biasa bergerak dalam pertunjukan budaya kolosal berbasis masyarakat adat, akan menampilkan seni buhun adat Sunda yang jarang tampil di masyarakat perkotaan”, papar Eka yang diamini rekannya Sanusi Tanawi.
 
IMG 20170407 WA0090Program kerjasama jangka menengah lainnya, pada pertemuan ini dibahas kemungkinan membuka “dual program”, aktivitas yang berbasis lingkungan dan kearifan lokal, di lingkup Gerakan Hejo. Terapannya, dalam waktu dekat Shahadat Akbar dan Bambang Irawan sebagai pengurus Gerakan Hejo di Kabupaten Bandung Barat, yang hari itu hadir di Alam Santosa:”Secepatnya Kang Akbar dan Bambang, kami nantikan kehadirannya di KBP”, tutup Ryan dan Yunan yang merasa mendapat bekal khusus dari kunjungan kali ini. (HS/SA/dtn).    
Add a comment

Doel Sumbang Dorong Eka Santosa Terjun di Pilgub Jabar 2018

DTN DOEL SdestinasiaNews – Tanpa dinyana seakan tanpa beban sama sekali, seniman dan budayawan kelas “bengal” Doel Sumbang (52) tiba-tiba dini hari menjelang Selasa (4/3/2017) muncul di Warung Kopi “Alas”, tepatnya di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa Jl. Pasir Impun Atas No 5A Kabupaten Bandung. Tuan rumahnya Eka Santosa (58), Ketua Umum Gerakan Hejo – pegiat lingkungan dan budaya yang berkolaborasi dengan sesepuh Jawa Barat Solihin GP (92).

Gerangan apa seakan ujug-ujug Doel Sumbang menyambangi Eka Santosa? “Makin deras saja saya perhatikan Kang Eka didorong banyak kalangan terjun ke Pilgub Jabar 2018. Ini bikin penasaran, apa benar demikian Kang?” itu sejurus Doel Sumbang bertanya tanpa tedeng aling-aling ke Sang Tuan Rumah yang sudah lama ber-sobat dalit, Eka Santosa.

Tak berapa lama, keduanya tampak uplek (hangat bercengkrama) ditemani rekan Eka Santosa, Roni Priatna aktivis DPKLTS (Dewan Pemerhati dan Kehutanan Tatar Sunda) di Kabupaten Pangandaran.

A DOEL SIntinya, pertemuan khusus Doel Sumbang dan Eka Santosa malam itu, bisa ditebak:”Bila serius niatan ini, saya dorong sepenuhnya. Saya tahu, Kang Eka sejak tahun 2000-an punya karya berupa penghutanan kembali di Alam Santosa. Ini harus dikembangkan ke seluruh Jabar. Lingkungan kita kan sudah rusak”, papar Doel Sumbang dengan penuh apresiasi.

Bagi Eka Santosa sendiri yang kini ramai dengan gosip khas politik “akan balik kandang ke PDIP”, kehadiran Doel Sumbang diibaratkan sebagai pemantik keseriusan untuk terjun ke Pilgub Jabar 2018:”Fatzoen saya kan ke Pak Solihin GP, terakhir dipertemukan olehnya pada 18 Maret 2017 dengan Kang Emil (Ridwan Kamil, Walikota Bandung) di Cisitu Indah. Tak perlulah saya uraikan makna pertemuan ini,” jelasnya yang kembali ia ungkapkan pula tugasnya sebagai tukang beberes di bidang lingkungan –“Perusak lingkungan akan saya sadarkan!”

Terkait tugas utama Eka Santosa sesuai amanat Solihin GP, Doel Sumbang dalam pertemuan singkat yang penuh makna ini, ia memungkas:”Kang Eka itu seperti saudara bagi saya. Ia punya visi dan misi yang sama. Konsisten menjaga dan mengembangkan lingkungan, budaya, maupun seni yang telah lama saya geluti’, begitu urainya dengan ringan namun berisi – “Isu-isu ini harus terus kita gaungkan ke masyarakat.” (HS/SA/dtn)

Add a comment

Nelayan Kab. Karawang Sowan ke Sekda Jabar Iwa Karniwa: Tak Sangka Bisa Bertemu …

HNSI SEKDA destinasiaNews – Rombongan DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kab. Karawang, Kamis petang, 30 Maret 2017 yang sejak pagi bertemu dengan jajaran DPD HNSI Jabar di Sekertariat Jl. Dago Pakar Barat No 9B Bandung, akhirnya bisa bertemu dengan Sekda Jabar Iwa Karniwa di rumah dinasnya. Tak pelak sejumlah uneg-uneg, mereka luahkan - termasuk bagaimana meningkatkan taraf kesejahteraan nelayan di Kab. Karawan dan Jabar? 

“Terasa mimpi, bisa sowan ke Pak Sekda Jabar. Dengan Sekda di tempat kami saja belum pernah bisa ketemu-muka,” papar Kusandi, nelayan dari Desa Tangkolak, Kecamatan Sukakerta Wetan Kab. Karawang.

Rombongan ini dipimpin oleh Jejen Zaenal Mutaqin selaku Ketua DPC HNSI Kab. Karawang. Rombongan ini di antaranya terdiri atas Kepala Desa Tangkolak H Bukhori S.Pd, dan Anas sebagai Ketua Panitia Pesta Laut 2017 yang rencananya akan digelar pada  1 – 5 April 2017. Pengantarnya H Nandang Permana Ketua DPD HNSI Jabar. Petang itu bersama jajarannya menemani dialog antara Iwa Karniwa dengan nelayan Karawang.

”Akhirnya, Pak Sekda memastikan akan hadir di Pesta Laut 2017 pada 3 April. Ini bertepatan dengan arak-arakan yang biasanya dihadiri ribuan orang”, jelas Anas dengan wajah berbinar-binar.

“Lebih mengagetkan lagi Pak Sekda akan seharian di Sukakerta Wetan. Ini mah kejutan sekali buat warga kami”, tambah Jejen yang diamini Nandang Permana.

Iwa Karniwa sendiri yang petang hari itu tampak lelah sepulang dari kunjungan dinas ke Jatinangor Kabupaten Sumedang, mendadak ceria tatkala menerima kehadiran tamunya  rombongan HNSI.

”Seperti Anda ketahui saya ini dulu sejak kecil di Pangandaran sana, sudah akrab dengan yang sekarang disebut budi-daya ikan. Sampai kapan pun bila berkenan dengan nasib nelayan, saya siap memperhatikannya. Bagi saya ini sebuah amanah, harus dilaksankan jangan sekedar diwacanakan”, paparnya sambil merinci sejumlah program pengentasan kemiskinan lain bagi para nelayan Jabar di masa mendatang.

“Saya ingin memberdayakan nelayan dan petani yang rata-rata masih miskin. Mereka harus segera mandiri. Paling aktual melalui koperasi,” jelasnya yang tersirat ia mulai berani menunjukkan niatnya untuk maju ke Pilgub Jabar 2018 – “Tadi dipertegas hari ini, ada amanah dari para ulama, saya siap maju. Ini semata setelah banyak desakan dari masyarakat .” (HS/SA)

Add a comment

Sidang PKPU Forkoma CSI di Pengadilan Niaga Jakpus: Ajak Anggota Bersatu

DTN FORKOMA SIDANG KE 2 CopydestinasiaNews – Perjuangan Forum Anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atawa lazim disebut Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota – Cakrabuana Sukses Indonesia), paling akhir muncul di Pengadilan Niaga  Jakarta Pusat (29/3/2017).”Ini gelar perkara yang kedua kalinya,” kata Iqbal Nugraha, SH selaku kuasa hukum dari Forkoma CSI.

Iqbal bersama “Astro” Rizky Ramdani dari Gerakan Hejo yang selama ini mengadvokasi perkara ini sebelum sidang PKPU (Penundaan Kewajiban Permohonan Utang), berbekal surat Permohonan PKPU Nomor 35/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN Niaga Jkt.Pst, seusai sidang yang hanya berlangsung sekitar 5 menit:”Hakim Ketua tadi menerima tuntutan kita. Pada Senin depan 3 April 2017 untuk bersidang bersama pengurus Koperasi CSI. Tujuan kami sejak awal jelas, menuntut pengembalian dana seluruh anggota, bukan hanya yang tergabung di Forkoma CSI saja”.

Pada pihak lain Bob Hasan & Partner yang mewakili pemohon pailit yang digawangi Uci Sanusi,mantan Direksi PT CSI Bidang HRD yang sekaligus pengurus Koperasi CSI, usai persidangan ini, sama seperti persidangan minggu lalu, langsung menghilang.

Beberapa saat sebelum sidang dimulai Uci yang didampingi menurut pengakuannya sekitar 300 anggota Koperasi CSI pemohon kepailitan, yang beberapa di antaranya membawa plakat tuntutan pengembalian dana yang dibekukan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sejak 29 November 2016, menyatakan: “Sebaiknya kita ini bersatu saja. Semua ini kan demi umat”.

Kala pihak Uci yang kerap didampingi pengacara pribadinya Aini dicoba dijembatani untuk bertemu dengan pihak Forkoma CSI yang kebetulan berada dalam satu gedung di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, tampak keduanya tak merespon dengan jelas, Kala itu yang mereka utarakan:”Sudah banyak korban di antara kita, termasuk yang terkena stroke sudah beberapa orang, malahan yang menderita sakit jiwa pun ada beberapa, marilah kita bersatu saja ….”

Terkait pengabulan permohonan PKPU oleh Hakim Ketua Jamaludin Samosir untuk menunda perkara  No 16/Pdt.Sus-PAILIT/2011/PN yang diajukan  Bob Hasan & Partner:”Semoga keberhasilannya nanti bisa dinikmati oleh anggota di luar Forkoma CSI. Niatnya hanya satu, uang anggota bisa kembali. Harapannya titik terang itu muncul pada persidangan mendatang. Tanda-tandanya sudah kami rasakan”.

Perjuangan Pengembalian

Sekedar mengingatkan koperasi yang punya akta notaris sesuai Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014, memiliki anggota sekitar 16 ribu, diduga punya akumulasi dana sekitar Rp. 2,3 T. Pengumpulan dana yang bersalut koperasi ini kini mandek. sejak rekeningnya dibekukan Bareskrim Mabes Polri 29 November 2016. Kasus ini di lansiran media massa, popular dikenal sebagai investasi bodong Koperasi CSI.

Dua pucuk pimpinan CSI, ditahan sejak 25 November 2017 atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim, dugaannya tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarahkan atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Penahanan dua pucuk pimpinan itu M Yahya dan Iman Santoso sejak 25 Maret 2017 dipindahkan ke kota Cirebon dari Bareskrim Polri. 

Dalam perkembangannya kasus ini sedang berlangsung persidangan lainnya seperti Kepailitan, PKPU, Wanprestasi, serta Perbankan Syariah dan TPPU, di Jakarta dan Cirebon.

Secara terpisah, Eka Santosa Ketua Umum Gerakan Hejo mengomentari hasil terakhir persidangan ke dua di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat:”Sejak awal yang kami perjuangkan semata untuk pengembalian dana simpanan anggota. Itu terlepas dari persoalan hukum yang sedang berjalan. Sekaligus saya himbau untuk bergabung, tokh semua ini jalan hukum yang saya rasa benar”. (HS/SA/dtn).  

Add a comment

Eka Santosa di Forum ‘Wartawan Ngaprak Desa’ HU Galamedia – Singgung Macan Kertas & Parahnya Kerusakan Lingkungan

DTN Wartawan Ngaprak Desa CopydestinasiaNews – Bertempat di Alam Santosa, Kawasan Ekowisata dan Budaya. Tepatnya, di Jl. Pasir Impun Atas No 5 A Desa Sekebalingbing Pasir Impun Kabupaten Bandung, Senin 27 Maret 2017 berlangsung pelatihan jurnalistik ‘Wartawan Ngaprak Desa’. Puluhan pegiat media yang biasanya jarang bertatap muka walaupun satu kantor, hari itu ngariung bareng – face to face alias adu amprok. “Kami jadi sering ber-swa foto disini karena suasananya adem. Waktu bertugas, mana sempat selfi-selfian”, tutur jurnalis Galamedia yang biasa disapa Kiki sambil tersipu-sipu.

Tampak wartawan senior Budiana dari PR Group, turut memberikan petuah dan kiat ampuh bagi adik-adiknya dalam mengolah reportase, khususnya tentang dinamika desa:”Data harus komplit, mendalam, serta berimbang, dan inspiratif, tentunya”, itu salah satu petuahnya yang diangguki para juniornya. 

“Ini rutin kami lakukan. Tujuannya demi mempertajam tilikan reportase crew kami. Hasilnya, lihatlah nanti dalam sajian yang mengupas dinamika pedesaan. Harus lebih baik dalam segala segi,” jelas Pemimpin Redaksi HU Galamedia, Enton Supriatna Sind. Enton berucap demikian pada petang itu, sesaat sebelum memandu acara yang menghadirkan tokoh Jabar Eka Santosa (58), di forum “Wartawan Ngaprak Desa”.

Alam Santosa - Pilot Project

Eka Santosa sendiri sebagai Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004) dari fraksi PDIP dilanjut sebagai Ketua Komisi II DPR RI (2004-2009), dan sesaat menjabat Ketua DPW Partai NasDem Jabar (2013 – 2015), hingga kini bergiat di bidang lingkungan dan budaya di antaranya sebagai Sekjen/Duta  Sawala BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, Ketua Forum DAS Citarum (2013 – 2018), dan Ketua Umum Gerakan Hejo – yang berkiprah bersama Solihin GP (92) mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974).

Di forum “Wartawan Ngaprak Desa” dari HU Galamedia, Eka mengupas banyak hal, termasuk keprihatinannya perihal kondisi lingkungan Jawa Barat dalam 10 tahun terakhir. Menurutnya, hutan buatan Alam Santosa seluas 4,5 ha tempat wartawan Galamedia hadir kala itu:”Ini pilot project saya. Saya berani lantang berbicara setelah 15 tahun menghutankan lagi daerah ini. Inginnya, Jabar yang luasnya 3,5 juta ha, 40%-nya harus hutan. Bukan seperti sekarang, kata Pemrov Jabar hutannya 38%, padahal hanya 20%. Itu pun 600 ribu ha dalam kondisi kritis. Biasalah, Pemprov Jabar hanya pakai citra satelit jaman kuda makan besi, yang kuno – itu akal-akalan mereka. Bersama DPKLTS dan Pak Sobirin Supardiono, bisa kita buktikan semua itu”.

Soal Desa …  

Dalam kaitan perdesaan, Eka menginginkan desa harus menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, harus ada penguatan, pun anggaran yang dikucurkan pemerintah melalui APBD:”Harus sampai ke desa, karena 70% masyarakat tinggal di desa. Saya dan Pak Solihin sepakat, desa kuat, negara akan kuat.”

Dipaparka pula di Jabar ada sekitar 6.000-an desa, tersebar di 626 kecamatan, 27 kabupaten dan kota. “Konsep rakyat dan desa semesta itu harus dikembalikan. Urbanisasi, hanya bisa dicegah melalui pengguatan desa”. 

Menurut Eka yang melihat desa sebaiknya sebagai subyek dan bukan obyek:”Jangan seperti sekarang, kepentingan birokratis dan politis sangat kental dalam konteks perdesaan. Pemberdayaan ekonomi dan pembinaan kesadaran lingkungan, sangat minim. Tata kelola desa yang berciri tradisi yang positif untuk kemandirian, justru dihilangkan. Sekdes diangkat jadi PNS, ini merusak tata nilai desa”, ujarnya sambil memaparkan salah kelola perdesaan lainnya “Nilai kearifan lokal warga desa dalam memelihara, menjaga, dan mengembangkan keseimbangan alam serta manusia, diobrak-abrik oleh kepentingan investor yang berkolaborasi dengan para birokrat lokal, ya termasuk bupati dan walikotanya. Warga desa mendadak jadi serba materialis dan hedonis. Prihatin saya, ini banyak terjadi di pelosok Jabar, karena kepemimpinan yang ngawur!” 

Macan Kertas – Banjir Rancaekek

Soal tudingan “macan kertas” atas fenomena banjir yang kerap melanda kawasan jalan nasional di kawasan pabrik Kahatex dan Vonex di Rancaekek Kabupaten Sumedang, sempat muncul:”Itu Gubernur Jabar dan Wakilnya, menurut saya dalam kasus ini ibarat macan kertas. Keduanya tak mampu memecahkan soal rutin ini. Hanya menggantung masalah”, ujarnya dengan nada kesal.

Lebih mengecewakan tampaknya bagi Eka:“Masa warga diminta bersabar? Duh keterlaluan, itu kan urat nadi menghubungkan ibu kota DKI dan Bandung ke provinsi lain di pulau Jawa. Bukan hanya Bandung – Garut saja yang terhambat”.

Lebih lanjut masih menurut Eka dalam konteks banjir kala hujan sedikit pun di Rancaekek yang selalu menerpa pengguna jalan ini:”Ini hanya style kepemimpinan di Jabar yang sangat abai terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Partisipasi masyarakat tak dilibatkan, warga itu sebenarnya sangat manut alias paternalistik pada pimpinannya?”

Dalam kesempatan lain, para perusak lingkungan yang mayoritas para investor tak dikelola dengan baik –“Malah mereka diajak kompromi, demi menyelamatkan buruh. Kasihan tuh, buruh selalu dijadikan sebagai alat tawar-menawar. Sementara kepentingan lingkungan yang berjangka panjang, diabaikan”.

Yang lebih mengesalkan lagi kata Eka, ada beberapa bupati yang menghubunginya secara pribadi, memohon dirinya jangan galak-galak pada investor:”Sudahlah Kang, mereka para pemilik pabrik itu kan sedang dibina”, begitu ujarnya menirukan suara salah satu bupati itu.

Menimpal, ini Eka kembali menukas:”Sebaiknya perusak lingkungan itu, segera dibinasakan! Tokh, sejak Sang Bupati mau membina (era – 2014-an – red.) itu, hingga sekarang malah tak ada pembinaan. Ironinya, melalui PTUN malah pemerintah kala. Absurd memang…”

Rakyat Balangsak

Seusai paparan di hadapan “Wartawan Ngaprak Desa”, Eka dikonfirmasi, bukanlah penyebab banjir di sekitar 15 ribu-an hektar di kawasan Kahatex dan Vonex itu disebabkan Gunung Palasari dan Manglayang sudah gundul, dirambah hutannya? “Justru itulah, pimpinan di Jabar ini tak punya visi dalam hal penanganan air dan banjir. Hutan tempat air parkir, justru dibabat. Ini akan saya perangi terus melalui Gerakan Hejo,” jelasnya sambil mengingatkan –“Tadi saya jelaskan, bukan banyaknya waduk yang jadi prioritas di Jabar untuk irigasi dan pertanian pajale, umumnya. Justru hutan harus banyak lagi, leuweung ruksak caina beak, rakyat balangsak. Moal ngejo, lamun teu hejo!”

Tatkala disinggung, apakah dirinya akan mencalonkan juga pada Pilgub Jabar 2018 mendatang, dan siapa pasangannya? Kontan, Eka menjelaskan, dirinya merasa terpanggil untuk memimpin Jabar karena kerusakan lingkungan dan pola kepemimpinan yang salah kaprah, tambahan banyak kalangan mendorongnya:“Bagi saya untuk apalah kalau hanya mencari kedudukan. Menjabat Ketua DPRD Jabar, sudah. Juga di DPR RI, mengurus Panja Daerah Otonomi Baru se Indonesia di antaranya, sudah dilakoni. Ini semata terpanggil oleh persoalan perlu pembenahan lingkungan. Tambahan Pak Solihin GP mendorongnya.”

“Pesan Mang Ihin (sapaan Solihin GP) yang saya ingat terus. Jangan biarkan perusak lingkungan merajalela, namun harus nyaah (sayang) pada rakyat. Lainnya harus clean and capable. Insya Allah, saya nanti bila dipasangkan siapa pun, siap jadi tukang beberes. Ya, posisi nomor 2 pun tak mengapa. Anggaplah saya ini gubernur non Gedung Sate-nya. Sehari-hari mau keliling antar kota dan kabupaten di Jabar”, ungkapnya yang digadang-gadang sejak awal Maret 2017 disandingkan oleh Solihin GP dengan Ridwan Kamil. 

“Jadi gubernur lapangan pun tak mengapa, khusus mengurus kerusakan lingkungan dan semacamnya”, pungkasnya yang juga menjelaskan melalui lingkungan yang baik- “Pastilah, kesejahteraan dan lapangan kerja pun bertambah. Saya punya strateginya, nanti kita bedah ya?”. (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03930023
Hari ini
Kemarin
883
5931