Rekomendasi Rakorda DPD HNSI Jabar – Mengangkat Harkat, Seberapa Ampuh?

DTN HNSI RekomendasidestinasiaNews – Lontaran pernyataan dari Ketua DPD HNSI (Himpunan Naelayan Seluruh Indonesia) Nandang A Permana dihadapan sejumlah awak media (16/3/2017) di Sekertariannya Jl. Dago Pakar Barat No. 9B Bandung, dalam kaitan menyampaikan butir-butir rekomendasi Rakorda (Rapat KoordinasiDaerah dan Konsultasi). Ini disampaikan setelah dua hari sebelumnya (14/3/2017) di Hotel Topaz Galeria Bandung dilangsungkan Rakorda yang diikuti utusan 11 DPC yang berada di pesisir Jabar serta 2 DPC yang memiliki potensi budi daya ikan.

“Yang bikin kami bangga, Rakorda ini dihadiri petinggi kami mulai dari pusat (Jakarta) hingga pihak terkait di provinsi Jabar”, papar Chevi Epi Sutisna selaku Sekertaris DPD HNSI Jabar yang diamini rekannya selaku Ketua Presidium 1 dan Sekertaris Presidium Rakorda, yakni Ujang SB dan D Syarifudin. “Ketum DPP HNSI Yusuf Solichien dan Sekda Provinsi Jabar selaku Dewan Penasehat dan Pembina Iwa Karniwa, serta dari kementerian dan dinas terkait, semua hadir. Ini kejutan besar pisan bagi kami”, ungkap Sutisna yang akrab disapa Kang Entis dari Jl. Wiranta Cicadas kota Bandung, sehari-hari ia berurusan di bagian pengembangan IT di DPD HNSI Jabar.

Nasib Nelayan  

 “Dari 157 ribu nelayan di Jabar, taruhlah ada sebuah perahu katir berisi 3 nelayan tangkap kelas one day fishing. Total uang didapat dari tangkapan hari itu Rp. 600 ribu. Uang ini cukup besar, kan ?”, lontar Nandang memancing keingin-tahuan para pegiat media massa. Selanjutnya ia uraikan, biaya sewa perahu, bahan bakar, dan konsumsi selama melaut terkuras Rp. 450 ribu. “Berarti sisa Rp. 150 ribu, namun ini harus dibagi 3 orang. Hasil jumlah-jamleh, hanya kebagian Rp 50 ribu per orang”, jelasnya dengan mimik nelangsa.

“Apa mau dikata, tahunan nasib mayoritas nelayan kita seperti ini. Tanpa akses bank, kerap dibelit hutang ke tengkulak, rentenir, atau para boss maupun investor mereka biasa sebut. Belum masa paceklik selama beberapa bulan, resiko kecelakaan dan rawan asuransi pun terjadi, kondisi inftastruktur pelabuhan rata-rata buruk, posisi tawar tangkapannya amat rendah” lagi jelas Nandang yang berterus terang – “Hanya Pak Sekda yang pernah mencucurkan air mata, ketika saya berkeluh kesah soal nasib nelayan. Bukan apa-apa ya? Pejabat yang lain, biasanya cuman datar saja meresponnya.”   

Masih berkutat di nasib nelayan Jabar yang rata-rata terpuruk kata Nandang:”KUR, Kredit Usaha Rakyat yang ramai digulirkan pemerintah buat nelayan. Faktanya, tersendat. Mereka diminta serahkan jaminan tanah. Nelayan miskin, mana punya tanah?.”

“Solusi paling jitu, dirikanlah koperasi nelayan. Diurus dan dikomandoi oleh manajemen yang mengerti seluk-beluk nelayan. Sudah berjalan di beberapa daerah. Pemerintah sekarang tertarik menolongnya”, papar Nandang yang langsung berubah rona wajahnya tatkala membahas koperasi –“Ini harapan nelayan, keluar dari keterpurukan. Beberapa bank mau menolong kami, bekerjasama dengan koperasi nelayan”.

Tak kurang pentingnya, dibahas Nandang yang dicermati rekan seiring aktivis DPD HNSI Jabar Agus Warsito selaku Bendahara, meliputi materi: Sejumlah regulasi dari KKP (kementerian Kelautan dan Perikanan) pada periode kepemimpinan Susi Pudjiastuti berupa regulasi di bidang alat tangkap dan obyek tangkapan yang di lapangan kerap menimbulkan salah tafsir dan salah paham; jenis perahu nelayan yang terbatas daya jelajah, hanya sekitar 2 mil laut rata-rata; kondisi lingkungan  di sekitar pesisir yang tercemar aneka limbah; rendahnya posisi dan akses hukum para nelayan, termasuk rendahnya posisi tawar hasil tangkatan; dan keterbatasan tingkat pendidikan serta penguasaan teknologi kenelayanan juga kelautan. “Makin lengkaplah, profesi nelayan identik dengan kemandekan kemiskinan yang bersifat struktural”. 

Rekomendasi itu 

Godokan Rakorda HNSI Jabar yang ditelah oleh 3 bidang masing-masing Komisi Bidang Internal – Eksternal, Komisi Bidang Bina Program, dan Komisi Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, menghasilkan19 butir rekomendasi. “Langsung keesokan harinya (15/3/2017) kami susun menjadi Surat Keputusan HNSI Jabar 2017.

Bila dirangkum ke-19 butir rekomendasi yang terbagi pada 3 Bidang Komisi, diringkas sebagai berikut: 1. Penguatan struktur & kinerja organisasi DPD HNSI Jabar 2015 – 2020. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas di segala lini, melalui pelatihan dan kaderisasi secara terprogram. 3 Membentuk koperasi dan membenahi kesekretariatan berbasis IT, safety fishing berbasis UHF atau WIFI (GPS, VMS, dan Fish Finder), dan marketing online berbasis android – memutus alur pemasaran, langsung ke konsumen. 4. Membangun biro hukum untuk mengkaji aneka regulasi, judicial review dijalankan bila ditemukan permasalahan mendasar yang merugikan nelayan.

“Yakinlah, rekomendasi ini sebagian saja dijalankan konsisten, bisa memuculkan paradigm baru. Ampuh mengangkat harkat dan derajat nelayan”, tutup Nandang yang bergiat di organisasi profesi ini tanpa punya tujuan selain memberdayakan nelayan:”Catat ya, saya tak mau nantinya ini sebagai jembatan untuk promosi anggota dewan atau semacamnya. Bila pun ada desakan itu, dipastikan keluarga saya tak menyetujuinya”. (HS/SA)

Add a comment

Iwa Karniwa di Rakorda HNSI Jabar- Ruh Organisasi itu Sauyunan …

DTN HNSI RAKORDA 2017 2destinasiaNews – Organisasi profesi kenelayanan kelas “senior” yang tergabung pada DPD (Dewan Pimpinan Daerah) HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat, yang berdiri sejak 1973, dalam Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah) yang berlangsung di Hotel Topaz Galeria (14/3/2017), memunculkan paradigm baru tentang kelautan dan kenelayanan.

Hari itu Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina HNSI Jabar, diikuti Ketua Umum DPP HNSI Letjen  Purn (Mar) H.M Yusuf Solichien, membuka Rakorda HNSI Jabar yang dipimpin Nandang A Permana.

Intinya Iwa Karniwa yang dikenal low profile dalam memimpin jajarannya, tak sungkan-sungkan mengungkapkan masa kecilnya yang penuh dengan perjuangan.”Sekilas tentang saya dahulu, sejak usia SD hingga SMA yang menghidupi keluarga saya tak lain hanya sepetak kolam berisi ikan. Inilah bekal hidup keluarga saya”, paparnya disamping ia ungkapkan pula pentingnya memelihara ruh sebuah organisasi sebesar HNSI Jabar ini –“Harus selalu sauyunan dan mau mendengar, juga melaksanakan program dari bawah. Semodern apa pun organisasi, intinya harus saling pengertian di antara kita”.

Sementara itu Yusuf Solichien yang ujarannya banyak dinanti 11 jajaran pengurus DPC HNSI Jabar, khusus dalam sambutan kali ini menekankan pada solidnya jajaran DPD HNSI Jabar:”Lupakanlah masa lalu, anggap itu sebagai bagian dari dinamika sejarah organisasi. Kepengurusan kali ini dimata DPP tak lain sebagai reinkarnasi maupun revitalisasi organisasi, spritnya mantap …”, ujarnya yang sempat pula menyinggung bagaimana kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan di lapangan – “Perlu ada peninjauan. Alasannya, solusi jangka pendek dan menengah untuk mengatasi berbagai Permen yang membatasi tangkapan nelayan, mungikin saja melalui Rakorda kali ini bisa dimunculkan. Kami tunggu rekomendasinya.”

Pantai Utara & Pantai Selatan

DTN HNSI RAKORDA 2017 1Hampir senada dengan Iwa Karniwa dan Yusuf Solichien, Nandang selaku “tuan rumah”, mendedarkan kondisi dan tantangan menyangkut nasib dari kurang lebih 157 ribu nelayan yang berada di pantai utara dan pantai selatan Jabar, plus dua wilayah yang berpotensi budi daya ikan seperti Kab. Bandung Barat, dan Kab. Tasikmalaya:”Faktanya, 90% nelayan tangkap hingga kini masih hidup di bawah garis kemiskinan.”

Materi sambutan Nandang pun mengulas pentingnya peningkatan taraf hidup nelayan melalui peningkatan pendidikan, sosialisasi hukum, dan melek teknologi. Belum lagi persoalan akses permodalan yang lazim disebut rata-rata non bankable, sempat disinggung:”Tiada lain demi melakukan perubahan mendasar yang bermuara pada perbaikan taraf hidup, perlu perubahan paradigm di pihak nelayan sendiri”.

Secercah Optimisme

Pengamatan redaksi selama Rakorda berlangsung, di sana-sini muncul optimism dari para peserta. Bagi Bambang Irawan sebagai peserta yang merupakan rintisan untuk pembentukan DPC HNSI Kab. Bandung Barat, keikutsertaannya dalam Rakorda:”Sungguh sesuatu yang bermanfaat. Di daerah saya ada waduk Saguling, dan Cirata yang punya ribuan jaring apung. Ini perlu ditata dan diberdayakan”.

Bagi Dede Ola, Ketua DPC HNSI Kab. Sukabumi, kepesertaannya di ajang ini justru memperkaya tim-nya yang disertai Sekertarisnya Ujang SB:”Kami punya wawasan baru tentang kenelayanan. Termasuk yang kami inginkan ada program asuransi dan pendidikan yang lebih terprogram”, begitu ujarnya yang sorenya tampak sibuk berdiskusi kala menyusun rekomendasi Rakorda ini.

Pengamatan yang khas datang dari Dedy H. Sutisna, mantan Staf Ahli Menteri KKP (2012 – 2016) yang kini di samping sebagai dosen di Sekolah Tinggi Perikanan juga aktif sebagai Sekjen Dewan Kelautan Indonesia (Dekin):”Banyak kejutan dan optimisme lahir di Rakorda ini. Ini penting demi meningkatkan kepedulian kita sebagai penduduk yang tinggal di kawasan maritime,” ungkapnya dengan sumringah – “Saya nantikan rekomendasi dari Rakorda ini. Bila sudah dihasilkan saya akan pelajari dengan cermat”. (HS/SA/dtn)  

Add a comment

DPD HNSI Jabar Menggelar Rakorda – Bahas Nasib Nelayaan Tangkap & Budidaya

DTN HNSI Silaturahmi 2destinasiaNews –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di bawah pimpinan H. Nandang A Permana, pada 14 Maret 2017 di Hotel Topaz Jl. Dr, Junjunan No 153, Sukagalih – Pasteur Bandung, berencana menggelar Rapat Koodinasi Daerah (Rakorda). “Ini melibatkan 11 pengurus DPC HNSI ikan tangkap di daerah pesisir dan 2 lainnya di kabupaten atau kota se Jabar yang punya potensi ikan budi daya”, papar Drs. Chevy Epi Sutisna selaku Ketua Panitia.

Terungkap pula dalam agenda yang cukup padat, Rakorda yang rencananya dibuka oleh Sekda Jabar Iwa Karniwa – akan membahas topik penting menyangkut nasib nelayan tangkap dan budidaya di Jawa Barat. “Dari segi draft terdiri atas perlindungan hukum, pendidikan dan pelatihan teknologi, serta peningkatan nilai jual tangkapan dan budidaya. Ini salah satu garapan Rakorda itu”, papar Chevy yang juga membahas isyu kenelayanan terakhir.

DTN HNSI SilaturahmiDijelaskan lebih jauh oleh Sekertaris Panitia Agus Subrangsah, SH, bahasan kajian lainnya, juga akan mengupas Permen l Tahun 2015 Tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan dengan perubahannya Permen 56 Tahun 2016, dan Permen 2 Tahun 2015, beserta perubahan Permen 71 Tahun 2016. “Hal terakhir ini  akan menarik untuk dikaji di forum ini setelah banyak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan”, pungkas Agus. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Muswil V PBHI Jabar Lahirkan Ketua, “Astro” Rizky Ramdani: Optimis, Banyak Cara …

DTN PBHIdestinasiaNews – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), yang lahir di Jakarta 14 Februari 1999. Sekilas tentang organisasi ini dibangun berbasis anggota individual. Ia selama ini bersifat non-profit, serta didedikasikan sepenuhnya bagi pemajuan dan pembelaan hak-hak manusia (HAM). PBHI Nasional kini punya anggota lebih dari seribu orang. Mereka tersebar di pelosok Nusantara. Beberapa tokoh nasional yang termasuk perintis organisasi ini, kita mengenal diantaranya pegiat HAM Hendardi, dan Bonar Tigor Naipospos. 

Paling anyar kiprah PBHI di Jawa Barat, tepatnya di Dago Asri 1 B – 12 Bandung (4/3/2017) telah berlangsung  - Musyawarah Wilayah (Muswil) V PBHI Jawa Barat. Perhelatan yang dihadiri Ketua Majelis Anggota Nasional (MAN) PBHI Ismail Hasani, yang sebelumnya terdaftar sebagai anggota PBHI Jabar, menghasilkan Ketua “baru” Rizky Ramdani yang akrab disapa Astro. Resminya Astro didaulat selaku Ketua Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Jawa Barat. Sedikitnya Ia akan mimimpin organisasi yang sarat dengan misi penegakan hukum dan kemanusiaan, untuk periode 2017-2021.

Dalam rilisnya, mulusnya pemilihan ketua yang dipandu “trio” Suryadi Radjab, Distia Aviandari, dan Ismail Hasani, dimungkinkan setelah Unung Nur Alamsyah dan Chandra M Alit – menyatakan tidak bersedia dicalonkan.

“Kami legawa, Bung Astro lolos bisa memimpin PBHI Jabar. Selanjutnya, kita akan sama-sama membangun organisasi ini. Agar lebih bermakna bagi warga Jabar, khususnya”, kata keduanya yang menggenapkan kehadiran menjadi 26 anggota pada Muswil V PBHI Jawa Barat  kali ini. 

.

MAW & Basis Kinerja

Muswil V PBHI Jawa Barat kali ini, selain berhasil memilih pimpinan baru “Astro”, juga sukses mengisi personal Majelis Anggota Wilayah (MAW) Jawa Barat. Terpilih lima orang, di antaranya: Distia Aviandari, Femmi Amelia, Haldi Pinandita, Hilda Helmidayani, dan Paskah Irianto. Selanjutnya, diputuskan mengangkat Paskah Irianto sebagai Ketua, dan Haldi Pinandita sebagai Sekretaris. 

Turut meramaikan Muswil kali yang hadir belakangan, Ketua Badan Pengurus Nasional (BPN) Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Totok Yulianto. Kehadirannya yang sempat memunculkan gairah baru di tengah Muswil ini, juga disertai  Sekretaris BPN PBHI Desriko, dan staf-nya Afif Waldi serta Ridwan.

Masih di Muswil kali ini, Totok kembali mengingatkan pentingnya partisiasi anggota dalam kinerja di PBHI.“PBHI itu organisasi berbasis anggota. Partisipasi anggota itu hendaknya berbasis kinerja yang berkualitas. Melaluinya, kinerja PBHI dipastikan akan menjadi lebih hidup. Terlebih, bila didukung secara konkret oleh anggota,” ujarnya yang terpilih menjadi Ketua pada Kongres VI PBHI , 15 Desember 2016. “Saya percaya Bung Astro dan kawan-kawan bisa mewujudkannya di Jawa Barat”.

Tantangan Astro …      

Sementara itu Astro yang pada 2013 pernah mengikuti Pendidikan Keahlian dan Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan PBHI kala ditanya - program terdekat dalam kepemimpinannya? “Konsolidasi internal mutlak dilakukan. Secara bersamaan dilaksanakan identifikasi dan re-inventarisasi permaslahan berikut penggalian potensi. Lainnya, melakukan tugas utama secara simultan dan mendasar. Percayalah, ini tantangan menarik bagi saya, begitu juga rekan-rekan mendukungnya”. 

Dalam kesempatan lain Astro memaparkan PBHI Jabar harus fokus sebagai perhimpunan yang didedikasikan bagi promosi dan pembelaan HAM - promoting and defending human rights. “Harapannya, para anggota dapat menjadi pembela HAM yang berintegritas tinggi dan handal”. 

Diakuinya, garapannya ini tak akan semudah membalikkan telapak tangan – revitaliasi PBHI Jabar yang non profit, serta sepenuhnya bergerak dalam koridor hukum dan kemanusiaan yang memiliki konsekuensi khas, perlu ekstra perhatian:”Salah satu prioritas harus melakukan fund raising. Optimislah, banyak jalan dan cara untuk memobilisasi dana. Strateginya, segera kami susun”, pungkasnya disertai senyum dari pria berkacamata yang kesehariannya berpembawaan kalem. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Tia Fitriani, DPRD Jabar, di Reses ke 1/2017 - Lahirkan Anak Hebat, Tumbuhkan Kelompok Usaha

RESES CIHEULANG 1 Copydestinasianews – Legislator Tia Fitriani, Anggota DPRD Jabar dari Fraksi NasDem kali ini di putaran terakhir masa reses ke-1 tahun 2017 (28/2/2017), kembali menyambangi dua Kecamatan Kabupaten Bandung, Baleendah dan Ciparay.

Kecamatan Baleendah Desa Warga Mekar RT/RW 04/09  adalah tempat pertama yang ia sambangi. Di sini Ia berkunjung ke Yayasan Pendiddikan Asy Syukur di jalan H. Mulya 11. dan sekaligus meresmikan atas rampungnya pembangunan Yayasan ini yang mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru (RKB).

RESES CIHEULANG 2 CopyHadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pembina  Yayasan, Ir Rukmana Danasasmita M.Si, Pengurus DPW partai NasDem, perwakilan Sekwan Hermansyah, tokoh masyarakat,  siswa Yayasan Asy Syukur, para guru, orang tua murid, dan masyarakat sekitar. serta perwakilan dari Departemen Agama Kab Bandung.

Dalam sambutannya Ketua Dewan Pembina  Yayasan Asy Syukur, Rukmana, intinya menyatakan selamat datang atas kehadiran Tia Fitriani dan rombongan:” Semoga tidak kapok hadir ke tempat kami. Kami tahu Ibu sangatlah peduli terhadap pendidikan. Apa yang diperjuangkan, akhirnya terwujud hari ini. Asy Syukur dapat membangun ruang kelas baru yang layak. Mohon agar nanti nama Tia Fitriani dicantumkan sebagai anggota kehormatan Yayasan Asy syukur.”

RESES CIHEULANG 3 CopyMembalas sambutan yang mengharukan itu, Tia berujar:”Pertama datang ke sini tahun 2014 sebelum menjadi anggota dewan. Kondisinya sangat menyedihkan dan tidak layak. Saya terenyuh guru-gurunya tidak digaji, hanya sukarela, sekolahnya gratis. Namun, saya berjanji, kalau diberi amanah oleh rakyat, akan  saya perjuangkan minimal fasilitas sekolahnya dibangun. Dan hari ini terealisasi”.

Ditengah-tengah suasana haru itu, Tia melanjutkan:”Ayo kita saling mendokan agar sekolah ini melahirkan anak-anak bangsa yang hebat. Ya, mereka yang memiliki moralitas tinggi dan agamanya baik. Hari ini jadikanlah sebagai tonggak sejarah di Yayasan Asy Syukur untuk menuju dunia pendidikan yang berkualitas. Terima kasih untuk para guru, merekalah pejuang sejati,” ujarnya yang disambut riuh penuh keharuan oleh puluhan hadirin.

Kelompok Usaha

RESES CIHEULANG 4 CopyMasih di hari yang sama, rombonan Tia dalam kegiatan reses ini, selanjutnya bertolak ke lokasi GOR Futsal Ciheulang, di Jalan Raya Laswi, Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay.

Rupanya, di sini kehadiran Tia sudah dinanti antusias oleh ratusan warga. Mereka yang terdiri atas beberapa kelompok usaha kecil, ingin menyampaikan aspirasi demi pengembangan kegiatannya.

RESES CIHEULANG 6 CopySeperti biasanya, beberapa kelompok usaha ini “unjuk kabisa” – di antaranya UKM (usaha kecil menengah) Sedap Sari dibawah pimpnannya Evi yang tampak lincah dan prigel, melakukan demo atas produksi makanan ringannya yang sudah memiliki pasar tersendiri.”Begini-begini juga, produk kami sudah banyak dipesan banyak kalangan di luar kecamatan”, begitu tutur Evi yang mendapat applaus dari hadirin.

RESES CIHEULANG 5 CopyPenutup kunjungan reses Tia hari itu di Ciheulang, mereaksi aspirasi warga tentang pentingnya pengembangan ekonomi:”Bila warga di sini sudah punya kelompok usaha, silahkan mengikuti pelatihan untuk pengemasan, dan cara membuat lebel. Tujuannya, agar kemasan produknya lebih cantik. Nanti, bisa dipasarkan dengan harga tinggi pula,” katanya yang langsung disambut waga  - mendaftarkan nama-nama para peserta untuk mengikuti pelatihan. dan Tia juga  secara simbolis sekaligus memberikan bantuan seperangkat alat masak membuat kue pada   kelompok usaha kecil di desa tersebut.(SA/dtn)

RESES CIHEULANG 7 Copy

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

DestinasiaNews – Perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap 10 Desember. Khusus pada tahun 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II...

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

OPINI Oleh : Harri Safiari destinasiaNews – Absurditas pribadi, sejahat-jahatnya seorang koruptor layaklah ditemui apalagi selama ia masih dipenjara. Ini pegangan...

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

OPINI Oleh: Harri Safiari destinasiaNews – Lolos menjadi calon legislatif atawa caleg, alias ‘nyaleg’ untuk Pemilu 2019, bolehlah disebut sebagai...

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

 destinasiaNews - Menyambut pergantian tahun baru 2019, The Papandayan menghadirkan pesta malam pergantian tahun bertajuk The Greatest Showman inspired Circus...

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Varian multi facet sosok tokoh Jabar Eka Santosa (59), mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) yang juga Ketua Forum...

Pengunjung

02867515
Hari ini
Kemarin
1580
2820