Sol Beach House Bali Benoa Menerima Penghargaan Super Platinum Tri Hita Karana

SolBeachHouseBenoaBali BeachDestinasiaNews- Meliá Hotels International patut berbangga bahwa salah satu hotel yang dikelolanya, Sol Beach House Bali Benoa menerima penghargaan Super Platinum dalam ajang Tri Hita Karana (THK) Awards 2016 beberapa waktu lalu. Ajang ini adalah sebuah program penghargaan yang disahkan oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB. Super Platinum merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Yayasan Tri Hita Karana dan menjadi kali kedua bagi hotel Sol Beach House Bali Benoa menerima penghargaan ini.

 

Didirikan pada tahun 2000 oleh Bali Travel News, THK Awards memberikan pengakuan dan penghargaan kepada usaha-usaha yang berkaitan dengan perhotelan dan pariwisata yang berpusat di Bali. Diartikan sebagai “tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”, Tri Hita Karana merupakan filosofi kehidupan masyarakat Bali. Hal ini mengacu pada hubungan yang seimbang yang mencakup hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam lingkungan. Sol Beach House Bali Benoa menerima penghargaan ini karena telah menerapkan konsep Tri Hita Karana tersebut.

 

Acara THK Awards telah disahkan sebagai program global oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB sejak tahun 2015. Tahun ini, THK Awards digelar untuk yang ke-16 kalinya, terdapat 45 orang juri dengan perwakilan dari Universitas Pariwisata, Badan Pariwisata, dan Yayasan Tri Hita Karana. “Menerima THK Super Platinum Award merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami, dan semua ini berkat usaha seluruh tim hotel. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa usaha dan pengabdian mereka,” ucap General Manajer Sol Beach House Bali Benoa, Alvaro Berton.

 

SolBeachHouseBenoaBali PoolSolBeachHouseBenoaBali Premium RoomIa menambahkan, “Kami selalu memprioritaskan untuk memberikan pelayananan yang berdasarkan pada keunggulan dan kualitas. Pada saat yang sama, kami juga berusaha untuk selalu berinovasi serta membawa passion dan karakteristik hotel kami yang unik. Di Sol Beach House Bali Benoa, para tamu tidak hanya datang ke sini untuk layanan hotel berstandar internasional, tetapi juga untuk mendapatkan pengalaman gaya hidup yang ceria, harmonis dan menyenangkan. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu kami.”

 

Diposisikan sebagai merek gaya hidup yang elegan di bawah manajemen Meliá Hotels International, Sol Beach House Bali Benoa dibuka pada tahun 1996 yang bertujuan untuk memberikan wisatawan suatu pengalaman sensorik yang menyegarkan melalui gaya modern dan simple. Dengan meraih penghargaan THK ini, artinya kontribusi hotel terhadap masyarakat setempat dan pencapaian yang luar biasa dari Sol Beach House Bali Benoa di industri perhotelan telah diakui. (SF/dtn)

Add a comment

Meliá Hotels International Akan Membuka Meliá Bangkok

MeliáBangkok Signing 1MeliáBangkok Signing 2Dijadwalkan untuk dibuka tahun 2022 mendatang, Meliá Bangkok menekankan fokus perusaahan untuk memperkuat kehadirannya di kancah internasional


DestiNasianews – Meliá Hotels International, perusahaan hotel terkemuka asal Spanyol, mengumumkan penandatanganan Meliá Bangkok, hotel ini akan menjadi properti pertama yang dikelola perusahaan di Bangkok, dan yang kedua di Thailand.

 

Meliá Bangkok merupakan bagian dari fokus strategis Meliá Hotels International pada pertumbuhan internasional – yang telah membuat Meliá Hotels International menjadi perusahaan hotel Spanyol pertama yang membuka hotel-hotel di pasar-pasar seperti Tiongkok, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

 

Perjanjian baru dengan Asset World (TCCAW) – anggota dari TCC Group, salah atu konglomerat bisnis terbesar di Thailand – memberikan dorongan yang signifikan untuk pertumbuhan dan ekspansi Meliá Hotels International di Asia. Meliá Bangkok yang berlokasi di kawasan Sukhumvit, merupakan tonggak sejarah lain dalam kerjasama jangka panjang antara Meliá Hotels International dengan TCC Group yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. “Penandatanganan ini memberi kami rasa percaya diri yang besar untuk bekerjasama dengan Asset World untuk meluncurkan merek Meliá Hotels & Resorts di destinasi berkembang seperti Bangkok,” kata Bernardo Cabot Estarellas, Senior Vice President Asia Pacific dari Meliá Hotels International.

 

Ia menambahkan, “Strategi pertumbuhan kami harus didukung dengan mitra lokal utama yang berbagi visi, filosofi dan budaya kami – bahkan terlebih lagi ketika kami memasuki negara kedua yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di Asia Tenggara ini. Saya percaya track record Meliá Hotels International selama 60 tahun pada pengelolaan hotel dan membawa budaya pelayanan khas Spanyol akan membuat kami berada di posisi yang baik untuk mencapai pertumbuhan sambil memberikan pengalaman terbaik kepada para tamu kami.”

 

Sementara itu, Nishant Grover, Chief Operating Officer Asset World menanggapi, “Kami dengan senang hati memperluas hubungan kami dengan Meliá Hotels International melalui penambahan properti ketiga kami ini. Kami berkomitmen untuk menghadirkan perhotelan terbaik ke Thailand dan sangat percaya bahwa Meliá Bangkok akan melanjutkan visi kami dalam menciptakan penawaran produk dan layanan yang unik untuk tamu-tamu.”

 

Dikelola di bawah merek Meliá Hotels & Resorts, hotel baru yang mewah ini akan menambah portofolio urban resorts milik Meliá Hotels International yang sudah kuat kehadirannya di seluruh dunia. Meliá Bangkok akan menawarkan total 315 kamar tamu yang mewah, dan menawarkan outlet F&B, fasilitas spa, pusat kebugaran dan fasilitas pertemuan, sehingga akan melengkapi pembangunan konsep mix-used ruang ritel dan perkantoran ini.

 

Dengan lokasi stategis di pusat Sukhumvit yang dikelilingi jalan utama kota serta berjarak 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Suvarnabhumi, Meliá Bangkok memberikan kemudahan akses menuju Bangkok Mall, kompleks hiburan yang terdapat dua taman bermain, kawasan komersial, perumahan dan perkantoran; Terminal 21; dan Benjasiri Park.

 

Meliá Hotels & Resorts merupakan merek milik Meliá Hotels International yang paling banyak kehadirannya di kancah internasional, memiliki 126 properti di seluruh dunia dan telah hadir di Asia selama lebih dari 30 tahun; dan Meliá Bangkok merupakan penegasan lain dari komitmen perusahaan di wilayah Asia. Merek Meliá Hotels & Resorts sangat dihargai oleh wisatawan di seluruh dunia dan dicirikan dengan pengalaman personal yang diberikan melalui budaya Passion for Service.

 

Di tahun 2016 ini, Meliá Hotels International merayakan hari jadinya yang ke-60 dan mempertahankan kehadirannya yang kuat di Asia, di mana perusahaan ini akan menggandakan jumlah portofolio hotel di wilayah ini pada tahun 2020. Saat ini, terdapat 13 hotel yang telah dibuka, serta 21 hotel di dalam pipeline, dengan hadirnya Meliá Bangkok, total properti wilayah ini menjadi 35 properti. (SF/dtn)

Add a comment

KSAL Ade Sopandi Peringati Deklarasi Djuanda ke-59 – Bangsa Maritim, Kita Belum …

DTN JUANDA 1 CopyDestinasiaNewsKepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Sopandi, S.E., M.A.P., hadir pada peringatan Deklarasi Djuanda ke-59 Tahun 2016  di Universitas Pasundan (Unpas) Jl. Dr. Setiabudi Bandung (15/12/2016). Kehadiran Ade Sopandi ini juga sebagai pengampu stadium general bagi mahasiswa dan dosen Unpas.

 

Turut hadir dalam peringatan ini Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Mayjen Purn TB Hasanudin, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, S. Sos., M.M., Rektor Unpas Bandung Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom., Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.S.i, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa, Praktisi hukum Didin S Maolani, dan tokoh Jabar lainnya.

Ade Sopandi yang mengaku sebagai “urang Sundapituin” asal daerah Cigondewah Kabupaten Bandung, dalam pemaparanyan yang cukup rinci, membedah kedalaman pesan dan tugas dari inti perjuangan Deklarasi Djuanda tahun 1957:” Benar, kita sudah menjadi negara maritim. Namun yang lebih penting, kita harus menjadi bangsa maritim”.

Dipaparkan oleh Ade Sopandi, perubahan mind setsebagai bangsa maritim, memerlukan startegi terpadu, di antaranya:”Pembangunan di kawasan daratan dan lautan harus saling mendukung”. Saran yang bersifat mendasar untuk gubernur di negara kita pun, Ia lontarkan:”Dari setiap 34 provinsi, taruhlah mengganggaran Rp 1 T per provinsi. Masing-masing sepertiganya membeli atau membangun kapal, industri perikanan,  sisanya untuk infrastruktur dan pengembangan SDM.”  

DTN JUANDA 2 CopyMaknanya, menurut Ade Sopandi yang menjadi putra Sunda ke dua sebagai KSAL dari Jawa Barat setelah Laksamana R.E Martadinata, idealnya kita tak harus “cukup” berbahagia menjadi negara maritim (penuh) setelah Ir. H. Djuanda mengumunkan kepada dunia di depan sidang PBB pada tahun 1957 – dan disempurnakan melalui konvensi hukum laut PBB ke – lll Tahun 1982 (United Nation Convention on The Law of The Sea/UNCLOS 1982 –red).

 

Rupanya, ini dipaparkan setelah salah satunya merunut pada kenyataan kini NKRI, otomatis diakui sebagai Negara Kepulauan. Wilayah perairan kita semula sebagai bagian dari laut lepas, kini menjadi wilayah kedaulatan. Saat ini memiliki 17.480 pulau, dan garis pantai sepanjang 95.181 Km. Sebagai negara maritim, memiliki luas total wilayah 7,9 juta Kilometer persegi. Ini terdiri atas 1,9 juta kilometer persegi daratan dan 5,8 juta kilometer persegi lautan.”Salah satunya kembangkannlah SDM kemaritiman kita. Unpas mulailah merintis Fakultas Kelautan. Unila sudah memulainya”, ujar Ade Sopandi yang juga menjelaskan kiprah TNI AL dalam kerjasamanya dengan prodi Geodesi di UGM dan ITB – “Baru-baru ini alumni geodesi ITB surveyornya telah mencapai kelas A. Ini membanggakan bagi kita”.  

 

Dahsyat

 

Sementara itu Didi Turmudzi selaku tuan rumah “stadium general” ini, sebelumnya mengapresiasi kiprah Ir. H. Djuanda dalam penguatan Poros Maritim yang telah ditahbiskan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, sebagai sesuatu yang dahsyat:”Paguyuban Pasundan berkehendak secara kontinyu memperingatinya. Elit bangsa ini hendaknya hirau terhadap peran dan kontribusi pahlawannya, serta masyarakat pun memahaminya.”

DTN JUANDA 3 CopySecara terpisah, Eka Santosa yang juga selaku Sekjen BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jawa Barat, dan telah memberikan anugerah gelar khusus selaku Satria Samudera Nusantara (2/5/2015) kepada Ade Sopandi, menyatakan:”Paparan Kang Ade Sopandi adalah visi dan misi kita sebagai bangsa maritim. Sepakat, setelah UNCLOS 1982 diakui dunia, masih banyak PR yang harus kita garap. SDM di bidang kelautan harus segera ditingkatkan. Kekayaan laut itu amanat para Olot (tetua adat), hakikatnya untuk kesejahteraan. Utamakan anak cucu Kita yang mengolahnya.” (HS/SA/dtn)

Add a comment

Sinkop, Dekopin & TII Ramaikan Kopma Days 2016 – Darah Baru Koperasi

DTN KOPMA 2016 1 CopyestinasiaNews-  Usia ke- 33 bagi Kopma (koperasi mahasiswa) Unpad pada 10 Desember 2016, peringatannya di Auditorium Bale Santika Unpad Jatinangor rupanya, tak ingin dilewatkan begitu saja. Ada kegiatan yang dironce berupa seminar dan talkshow. Tak urung sekitar 175 mahasiswa dan pegiat koperasi dari internal Unpad, serta mahasiswa PTN dan PTS di Jawa Barat, berkumpul. “Aku mau tularkan virus koperasi selain di kampus juga di kampung halamanku. Cara berkoperasi yang benar, harus kita sebar terus”, kata Esar mahasisa UPI yang hadir bersama lima rekannya. “Inginnya itu rentenir di pedesaan,  segera dibasmi !”, tambah Ernian asal Kabupaten Tasikmalaya, salah satu rekan Esar.

 

Bagusnya, pada peringatan yang penuh gelegar ini – ada hasrat kuat menumbuhkan kembali  sistem ekonomi koperasi “baru”. Tokoh yang hadir, di antaranya:   Kepala Bidang Koperasi Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat, Hj. Elis YatimahSugiarto, Wakil Rektor I Ikopin; Talkah Badrus, Assisten Departemen Kemenkop.

 

Tiga nara sumber lain dari Jakarta, masing-masing Agung Fajar dari Sinkop – System Integritas Bisnis Koperasi, bersama Rizal Ali W dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan Ferdian Yazid dari Transparency Inernational Indonesia, dan Deddy Satrya Prihadi (Tapp Market), serta Deliska Swagi  selaku Ketua Forum Pengusaha Unpad, semua sepakat cara baru berkoperasi harus ditumbuhkan. 

 

Darah Baru itu

 

DTN KOPMA 2016 2 Copy

 

 

Hasil penelitian terkini, kalangan muda akan banyak tertarik pada kegiatan ekonomi berbasis koperasi, bila teknologi informasi dan komunikasi yang canggih dilibatkan. “Hadirnya, para jawara perkoperasian di Unpad kali ini, bisa memacu meningkatkan kinerja dan kualitas Kopma,” ujar Rini, Humas Kopma Unpad. “Terbukti, usai pemaparan dari Sinkop, Dekopin dan TII, seakan kami punya darah baru. Banyak yang ingin menjalin kerja sama untuk soal ini.”

 

Masih berbicara “darah baru” itu, Sugiarto, Ellis Yatimah, dan Talkah Badrus, di forum ini seakan membuat benang merah kebangkitan koperasi Indonesia setelah Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta, menekankan dahulu pada saat pendirian republik ini – “Koperasi harus besar dan bermanfaat langsung bagi rakyat,” seru Sugiarto. 

 

Sejumlah pembaruan mulai dari aspek manajerial, oritentasi, motivasi, marketing, dan penumbuhan goalserta nilai baru, harus ditekankan lagi. Jumlah koperasi Indonesia yang sampai akhir tahun 2015 ada 212.135 unit, dengan catatan hanya 150.223 unit bisa eksis, itu pun keberadaannya dihimpit antara sistem ekonomi kapitalistik maupun sosialis, malah “diintimidasi” neo liberalism:”Ini tantangan kita dengan kegotongrotongan model baru berbasis IT”, kata Agung Fajar sambil menunjukkan konsep anyar KAKRI (Kartu Anggota Koperasi Republik Indonesia) yang punya banyak keunggulan.

 

Soal KAKRI ini yang oleh kalangan peserta Kopma Days 2016 ternyata mengundang antusiasme tinggi.  Oleh Rizal Ali W hari itu kembali dibedah keunggulannya, salah satunya sebagai penguatan jaringan data base anggota koperasi secara nasional: ”Cukup Rp 20 ribu per anggota per tahun. Dijamin KAKRI bermafaat untuk asuransi bila meninggal dunia akibat kecelakaan  ada pembayaran 200%. Dan 100% jika meninggal akibat kecelakaan”.

 

“Darah baru” lainnya, Ferdian Yazid yang blak-blakan mewanti-wanti pentingnya transparansi dalam kegiatan berkoperasi:”Pencegahan korupsi dalam kegiatan koperasi amatlah penting. Kami hadir di sini, semoga memotivasi pegiat koperasi agar lebih clean, clear, and capable”. 

 

Menutup reportase ini, semoga usia ke-33 tahun Kopma Unpad, bisa melahirkan cara baru berpikir dan bertindak menjalankan koperasi Indonesia - lebih membumi dan menajam pada kegiatan ekonomi NKRI:”Setuju Kak, bila itu yang mau dilahirkan dari momentum ini. Segera kami pedomani,” reaksi spontan Novita dan kawan-kawannya di penghujung acara. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Eka Santosa, di Kongres lll IPKANI: Nasib Penyuluh Jangan Jadi Komoditas Politik

DTN KONGRES 1 CopyDestinasiaNews– Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, sebelumnya (3/12/2016) di Pasir Impun Kabupaten Bandung Sekertariat Gerakan Hejo, menerima 30 anggota Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Batu Penyuluh Pertanian (FK-THLBPB). Dalam pertemuan ini para Penyuluh Pertanian di Jawa Barat, mempertanyakan status kepegawaian mereka yang bertahun-tahun terkatung-katung.

Tiga hari kemudian (6/12/2016) kembali Eka Santosa dihadapan 300-an peserta Kongres lll Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI). Kongres yang berlangsung di Aula Mitra Nusantara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan          Provinsi DKI Jakarta Jl. Nangka l No 60 Tanjung Barat Jakarta Selatan sejak 5 hingga 6 Desember 2016, berujar:”Ribuan penyuluh perikanan, adalah ujung tombak kedaulatan pangan dan kelautan. Sayang, miris nasibnya. Di tangan pembuat keputusan di Jakarta mereka seperti cuaca. Seenaknya dipermainkan.”

Pantauan di arena kongres lll, lontaran Eka Santosa ini beroleh applaus hangat dari peserta. “Bertahun-tahun tak jelas siapa lembaga penanggung-jawab kepegawaian kami. Kedudukan kami di pusat atau di daerah tak jelas”, kata Zaenal dari Pasuruan, Jatim.”Status kami hanya dijanjikan saja apalagi setelah terbit UU Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, tambah tak jelas.”

Perihal Kongres lll IPKANI tersebut bertemakan - Penyuluh Perikanan Nasional untuk Mewujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan. Hadir dalam kongres ini: Komisi IV Herman Khaeron, Kapus Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan  Endang Suhaedi, serta Staf Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan, Suhadiar Diantoro. “Tujuh tahun saya perjuangkan 3.000 penyuluh perikanan agar diakomodir pihak pemerintah. Tuntutan status kepegawaian ini, terus diperjuangkan. Kami kawal terus …”, ujar Herman Khaeron yang disambut tepuk tangan peserta.

DTN KONGRES 2 CopyDiketahui ribuan penyuluh perikanan ini kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, salah satunya mengusulkan melalui Surat Edaran dan kepada Gubernur, Walikota yang selaras dengan SE Mendagri No 120/353/SJ, Tanggal 16 Januari 2015 tentang penyelengaraan urusan pemerintahan guna memyukseskan proses alihtugas personil Penyuluh Perikanan PNS Daerah menjadi Penyuluh Perikanan PNS Pusat. Usulan lainnya melalui forum BAKORNASLUH Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan mengusulkan revisi UU No 16 Tahun 2006 tentang SP3K, menyangkut klausul jenis penyuluh PNS direvisi menjadi Penyuluh ASN (PNS dan PPPK), serta penambahan Klausul Tunjangan Profesi bagi mePenyuluh Perikanan yang telah lulus uji sertifikasi.  

“Di kongres ini kami berjuang agar status kepegawaian jadi jelas. Tadi, soal nasib kami hanya jadi mainan politik di Senayan seperti kata Kang Eka Santosa, sangatlah setuju. Kalau bisa, lakukan terobosan, jangan sekedar janji diperjuangkan,” seru Ahmad Rubki, Wakil Ketua l IPKANI disela-sela mencari Ketua IPKANI periode 2017 – 2020. 

Sementara itu Eka Santosa usai beranjak dari kongres ini kepada destinasiaNews  menekankan kembali ujarannya:”Jelas, nasib penyuluh pertanian, perikanan, dan penyuluh lainnya selama ini sebagai ujung tombak pembangunan masyarakat, jangan dijadikan komoditas politik para elit. Ini harus diakhiri.” (HS/SA/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Tuntas Jernihkan Pemberitaan Sepihak HU Pikiran Rakyat, Eka Mencuci Lesung …

Tuntas Jernihkan Pemberitaan Sepihak HU Pikiran Rakyat, Eka Mencuci Lesung …

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo, dan Sekjen...

Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar,  Jelaskan Keberatan Pemberitaan HU Pikiran Rakyat

Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar,  Jelaskan Keberatan Pemberitaan HU Pikiran Rakyat

destinasiaNews – Bergulirnya pemberitaan di harian umum (HU) Pikiran Rakyat berjudul “Dilengserkan, Adi Gugat DPP Partai Berkarya” pada hari Rabu...

Jadilah Politisi Cerdas Dan Bijak..

Jadilah Politisi Cerdas Dan Bijak..

destinasiaNews.com – Bursa calon pemimpin dalam Pemilihan kepada daerah (pilkada) serentak akan kembali digelar pada 2018 di berbagai daerah di...

Kasus PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Bayu Risnandar Bersaksi – Boleh Dibangun, Asal …

Kasus PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Bayu Risnandar Bersaksi – Boleh Dibangun, Asal …

destinasiaNews– Seperti apa jalannya sidang di PTUN Bandung dalam perkara No 80/G/2017PTUN-BDG pada 13 September 2017 ? Adakah yang berbeda...

Pengunjung

01600313
Hari ini
Kemarin
466
1329