Partai Nasdem Deklarasikan Ridwan Kamil – Menuju Pilgub Jabar 2018

EDU DEKLARASI RK 2 2destinasiaNews– Ridwan Kamil Walikota Bandung (2013 – 2018) yang akrab disapa Emil, hadir di deklarasi Partai NasDem di Lapangan Tegalega Bandung (19/2/2017). Ini mengusung Emil maju ke Pilgub Jabar 2018.

“Hatur nuhun kepada Partai NasDem dan masyarakat, walau pilkada 15 bulan lagi ternyata ada cara agar bisa diperkenalkan lebih awal. Ini agar warga bisa memilah, dan tidak salah pilih,” papar Emil dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Perihal jalan panjang menggapai Kursi Jabar 1, sesuai konstitusi sedikitnya ia dan pasangannya harus didukung 20 anggota DPRD Jabar. Kala diwawancara seusai deklarasi, secara tersirat menjelaskan sejumlah tantangan:”Komunikasi dengan semua partai, batas komunikasi itu tidak hitam di atas putih. Ini pun belum pasti maju ke maja pendaftaran, dari deklarasi ke pendaftaran masih lama.”

Tiga Kesepakatan Emil - NasDem

Dalam deklarasi ini, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam pidatonya mengungkapkan ada kesepakatan tiga syarat demi menempatkan Emil untuk Pilkada 2018: menjadikan Jabar sebagai benteng Pancasila; bila berhasil duduk memimpin Jabar, memintanya untuk tidak bergabung dengan partai apapun; dan ketiga konsolidasi roda pemerintahan di Jabar, demi mendukung Pemerintahan Presiden Jokowi sekaligus sebagai persiapan Pilpres 2019.

Perihal paling  awal Partai NasDem memberi dukungan ke Emil di Pilgub Jabar 2018, Surya dalam salah satu keterangannya:”Sengaja dilakukan sembari melakukan pemetaan permasalahan dan program terbaik demi masyarakat Jabar.”

Lebih lanjut alasan NasDem menurut Surya: ”Demi memudahkan untuk mengantisipasi hal-hal mana yang harus diperkuat dan dikoreksi. Pencalonan ini tak hanya berhenti pada deklarasi, melainkan membawa Ridwan Kamil memenangkan kompetisi”.

Secara terpisah Eka Santosa Ketua DPW Partai NasDem 2013 – 2015 yang kini bergiat di isyu lingkungan dan budaya “Gerakan Hejo” bersama sesepuh Jabar Solihin GP (92), kebetulan ramai dalam pemberitaan sehari sebelumnya (18/3/2017)  - bertemu dengan Emil di kediaman Solihin GP di Cisitu Indah Kota Bandung.

EDU DEKLARASI RK 2 1Terkait deklarasi ini, menurut Eka: “Ini sebuah langkah politik berparadigma baru dalam upaya pemunculan sosok pemimpin di Jawa Barat, yang menurut Solihin GP kini kondisinya sudah awut-awutan”.

Diakui Eka sebagai orang yang pernah membesarkan Partai NasDem, mengapresiasi deklarasi ini: ”Hal ini tidak terlepas dari sebuah kecerdasan Ketua Umum Partai NasDem dalam melakukan perubahan dan pembaharuan politik di Indonsia. Idealnya, langkah ini harus diikuti dengan topangan program kepada saudara Ridwan Kamil - demi memulihkan Jabar dari ketertinggalan, bahkan keterpurukan selama ini.”

Eka seakan mengingatkan pada garapan kinerjanya kala masih di NasDem:”Saya istilahkan waktu itu restorasi Jabar selatan-utara dan Jabar tengah. Sekedar mengingatkan, saya waktu itu gencar mengusung tag line NasDem untuk Jabar dan Jabar untuk Indonesia”, pungkasnya. (HS/SA)

Add a comment

Mendadak, Solihin GP Pertemukan Ridwan Kamil – Eka Santosa : Menuju Pilgub Jabar 2018?

DTN RK 1 EKA 1destinasiaNews – Pertemuan khusus yang terjadi sangat mendadak pada Sabtu pagi 18 Maret 2017 terjadi di kediaman sesepuh Jawa Barat Solihin GP (92) di kawasan Cisitu Indah kota Bandung. Saat itu hadir di pagi hari yang sebelumnya sempat dibasahi hujan, Ridwan Kamil Walikota Bandung (2013 -2018) sowan ke Mang Ihin panggilan akrab Solihin GP mantan Gubernur Jabar 1970 – 1974 dan 16 tahun menjabat sebagai Sesdalopbang era Orde baru.

“Benar pagi ini Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) hadir di Cisitu Indah. Mang Ihin mengklarifikasi niatan Kang Emil yang ramai saat ini mau maju Pilgub Jabar 2018. Juga menanyakan pengganti dan program selanjutnya bagi kota Bandung. Pun dipertemukan dengan Kang Eka sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo. Lainnya, ya silaturahimlah, layaknya anak ke bapak”, papar Prof. Dr. Mubiar Purwasasmita rekan dekat Mang Ihin di DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda, tempat mereka bergiat dalam lingkungan sejak tahun 2001.

Sedikit bocoran dari Satria Kamal salah satu putra Mang Ihin, inti diskusi yang berbalut klarifikasi, di antaranya: Seberapa seriuskah niatan Ridwan Kamil maju ke Pilgub Jabar 2018? Bila ini benar, siapa pengganti Walikota Bandung mendatang? Program di kota Bandung yang belum selesai, bagaimana penanganan dan kelanjutannya? Termasuk, partai apa yang akan mengusungnya?

Lainnya pula menurut Mamay panggilan akrab Satria Kamal:”Tentu diklarifikasi soal pewarisan nilai-nilai kejuangan bangsa. Juga, soal NKRI, Pancasila dan UUD 45, serta penanganan intoleransi, pun masalah pentingnya menjaga dan mengembangkan harmonisasi hidup bernegara dalam konteks Jawa Barat”, tambahnya.

Ridwan Kamil sendiri usai pertemuan ini dengan rona wajah sumringah mengungkapkan:”Pesan atau nasihat Mang Ihin selaku sesepuh Jabar sangat bermakna bagi saya. Pun dari sesepuh Jabar lainnya, akan saya terima kelak. Semua ini kan demi harmonisasi di Jabar ke depan”.

Kala ditanya tentang dipertemukannya oleh Mang Ihin dengan tokoh Jabar Eka Santosa yang selama ini bergiat sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo:”Nah, ini kan Kang Eka bukan siapa-siapa bagi saya. Tadi banyak kita bicarakan soal bagaimana Jabar ke depan. Intinya, banyak manfaat dari momentum ini”, paparnya yang juga mengapresiasi partai NasDem yang berinisiatif mendorong ke niatan Pilgub Jabar 2018 – “Dengan partai lain pun saya sudah banyak melakukan pertemuan. Tentu silaturahim dengan partai akan dibangun terus”.

Eka Siap Beberes

DTN RK 1 EKA 2Eka Santosa sendiri dalam kesempatan ini cukup singkat menanggapi pertemuan ini:”Namanya juga bersilaturahim, kita bicarakan hal-hal umum menyangkut Jabar ke depan. Tadi Pak Sobirin dan Pak Mubiar dari DPKLTS, banyak memperkaya perihal perbaikan kondisi lingkungan di Jabar, tentunya. Ini bermanfaat bagi kita. Pegangan saya, fatzoen saja ke nasihat Mang Ihin. Saya siap beberes …”.

Mang Ihin sendiri sekilas kala ditanya kemungkinan posisi dari Ridwan Kamil – Eka Santosa:”Dari dulu juga saya tekankan. Eka itu jadi tukang beberes di bidang lingkungan utamanya. Eka sudah banyak berdiskusi dengan saya, soal posisi tak masalah bagi dia mau nomor satu atau dua”, begitu ujarnya yang saat itu usai pertemuan mendadak ini - ia menerima tamu tokoh nasional lainnya. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Rekomendasi Rakorda DPD HNSI Jabar – Mengangkat Harkat, Seberapa Ampuh?

DTN HNSI RekomendasidestinasiaNews – Lontaran pernyataan dari Ketua DPD HNSI (Himpunan Naelayan Seluruh Indonesia) Nandang A Permana dihadapan sejumlah awak media (16/3/2017) di Sekertariannya Jl. Dago Pakar Barat No. 9B Bandung, dalam kaitan menyampaikan butir-butir rekomendasi Rakorda (Rapat KoordinasiDaerah dan Konsultasi). Ini disampaikan setelah dua hari sebelumnya (14/3/2017) di Hotel Topaz Galeria Bandung dilangsungkan Rakorda yang diikuti utusan 11 DPC yang berada di pesisir Jabar serta 2 DPC yang memiliki potensi budi daya ikan.

“Yang bikin kami bangga, Rakorda ini dihadiri petinggi kami mulai dari pusat (Jakarta) hingga pihak terkait di provinsi Jabar”, papar Chevi Epi Sutisna selaku Sekertaris DPD HNSI Jabar yang diamini rekannya selaku Ketua Presidium 1 dan Sekertaris Presidium Rakorda, yakni Ujang SB dan D Syarifudin. “Ketum DPP HNSI Yusuf Solichien dan Sekda Provinsi Jabar selaku Dewan Penasehat dan Pembina Iwa Karniwa, serta dari kementerian dan dinas terkait, semua hadir. Ini kejutan besar pisan bagi kami”, ungkap Sutisna yang akrab disapa Kang Entis dari Jl. Wiranta Cicadas kota Bandung, sehari-hari ia berurusan di bagian pengembangan IT di DPD HNSI Jabar.

Nasib Nelayan  

 “Dari 157 ribu nelayan di Jabar, taruhlah ada sebuah perahu katir berisi 3 nelayan tangkap kelas one day fishing. Total uang didapat dari tangkapan hari itu Rp. 600 ribu. Uang ini cukup besar, kan ?”, lontar Nandang memancing keingin-tahuan para pegiat media massa. Selanjutnya ia uraikan, biaya sewa perahu, bahan bakar, dan konsumsi selama melaut terkuras Rp. 450 ribu. “Berarti sisa Rp. 150 ribu, namun ini harus dibagi 3 orang. Hasil jumlah-jamleh, hanya kebagian Rp 50 ribu per orang”, jelasnya dengan mimik nelangsa.

“Apa mau dikata, tahunan nasib mayoritas nelayan kita seperti ini. Tanpa akses bank, kerap dibelit hutang ke tengkulak, rentenir, atau para boss maupun investor mereka biasa sebut. Belum masa paceklik selama beberapa bulan, resiko kecelakaan dan rawan asuransi pun terjadi, kondisi inftastruktur pelabuhan rata-rata buruk, posisi tawar tangkapannya amat rendah” lagi jelas Nandang yang berterus terang – “Hanya Pak Sekda yang pernah mencucurkan air mata, ketika saya berkeluh kesah soal nasib nelayan. Bukan apa-apa ya? Pejabat yang lain, biasanya cuman datar saja meresponnya.”   

Masih berkutat di nasib nelayan Jabar yang rata-rata terpuruk kata Nandang:”KUR, Kredit Usaha Rakyat yang ramai digulirkan pemerintah buat nelayan. Faktanya, tersendat. Mereka diminta serahkan jaminan tanah. Nelayan miskin, mana punya tanah?.”

“Solusi paling jitu, dirikanlah koperasi nelayan. Diurus dan dikomandoi oleh manajemen yang mengerti seluk-beluk nelayan. Sudah berjalan di beberapa daerah. Pemerintah sekarang tertarik menolongnya”, papar Nandang yang langsung berubah rona wajahnya tatkala membahas koperasi –“Ini harapan nelayan, keluar dari keterpurukan. Beberapa bank mau menolong kami, bekerjasama dengan koperasi nelayan”.

Tak kurang pentingnya, dibahas Nandang yang dicermati rekan seiring aktivis DPD HNSI Jabar Agus Warsito selaku Bendahara, meliputi materi: Sejumlah regulasi dari KKP (kementerian Kelautan dan Perikanan) pada periode kepemimpinan Susi Pudjiastuti berupa regulasi di bidang alat tangkap dan obyek tangkapan yang di lapangan kerap menimbulkan salah tafsir dan salah paham; jenis perahu nelayan yang terbatas daya jelajah, hanya sekitar 2 mil laut rata-rata; kondisi lingkungan  di sekitar pesisir yang tercemar aneka limbah; rendahnya posisi dan akses hukum para nelayan, termasuk rendahnya posisi tawar hasil tangkatan; dan keterbatasan tingkat pendidikan serta penguasaan teknologi kenelayanan juga kelautan. “Makin lengkaplah, profesi nelayan identik dengan kemandekan kemiskinan yang bersifat struktural”. 

Rekomendasi itu 

Godokan Rakorda HNSI Jabar yang ditelah oleh 3 bidang masing-masing Komisi Bidang Internal – Eksternal, Komisi Bidang Bina Program, dan Komisi Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, menghasilkan19 butir rekomendasi. “Langsung keesokan harinya (15/3/2017) kami susun menjadi Surat Keputusan HNSI Jabar 2017.

Bila dirangkum ke-19 butir rekomendasi yang terbagi pada 3 Bidang Komisi, diringkas sebagai berikut: 1. Penguatan struktur & kinerja organisasi DPD HNSI Jabar 2015 – 2020. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas di segala lini, melalui pelatihan dan kaderisasi secara terprogram. 3 Membentuk koperasi dan membenahi kesekretariatan berbasis IT, safety fishing berbasis UHF atau WIFI (GPS, VMS, dan Fish Finder), dan marketing online berbasis android – memutus alur pemasaran, langsung ke konsumen. 4. Membangun biro hukum untuk mengkaji aneka regulasi, judicial review dijalankan bila ditemukan permasalahan mendasar yang merugikan nelayan.

“Yakinlah, rekomendasi ini sebagian saja dijalankan konsisten, bisa memuculkan paradigm baru. Ampuh mengangkat harkat dan derajat nelayan”, tutup Nandang yang bergiat di organisasi profesi ini tanpa punya tujuan selain memberdayakan nelayan:”Catat ya, saya tak mau nantinya ini sebagai jembatan untuk promosi anggota dewan atau semacamnya. Bila pun ada desakan itu, dipastikan keluarga saya tak menyetujuinya”. (HS/SA)

Add a comment

Iwa Karniwa di Rakorda HNSI Jabar- Ruh Organisasi itu Sauyunan …

DTN HNSI RAKORDA 2017 2destinasiaNews – Organisasi profesi kenelayanan kelas “senior” yang tergabung pada DPD (Dewan Pimpinan Daerah) HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat, yang berdiri sejak 1973, dalam Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah) yang berlangsung di Hotel Topaz Galeria (14/3/2017), memunculkan paradigm baru tentang kelautan dan kenelayanan.

Hari itu Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina HNSI Jabar, diikuti Ketua Umum DPP HNSI Letjen  Purn (Mar) H.M Yusuf Solichien, membuka Rakorda HNSI Jabar yang dipimpin Nandang A Permana.

Intinya Iwa Karniwa yang dikenal low profile dalam memimpin jajarannya, tak sungkan-sungkan mengungkapkan masa kecilnya yang penuh dengan perjuangan.”Sekilas tentang saya dahulu, sejak usia SD hingga SMA yang menghidupi keluarga saya tak lain hanya sepetak kolam berisi ikan. Inilah bekal hidup keluarga saya”, paparnya disamping ia ungkapkan pula pentingnya memelihara ruh sebuah organisasi sebesar HNSI Jabar ini –“Harus selalu sauyunan dan mau mendengar, juga melaksanakan program dari bawah. Semodern apa pun organisasi, intinya harus saling pengertian di antara kita”.

Sementara itu Yusuf Solichien yang ujarannya banyak dinanti 11 jajaran pengurus DPC HNSI Jabar, khusus dalam sambutan kali ini menekankan pada solidnya jajaran DPD HNSI Jabar:”Lupakanlah masa lalu, anggap itu sebagai bagian dari dinamika sejarah organisasi. Kepengurusan kali ini dimata DPP tak lain sebagai reinkarnasi maupun revitalisasi organisasi, spritnya mantap …”, ujarnya yang sempat pula menyinggung bagaimana kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan di lapangan – “Perlu ada peninjauan. Alasannya, solusi jangka pendek dan menengah untuk mengatasi berbagai Permen yang membatasi tangkapan nelayan, mungikin saja melalui Rakorda kali ini bisa dimunculkan. Kami tunggu rekomendasinya.”

Pantai Utara & Pantai Selatan

DTN HNSI RAKORDA 2017 1Hampir senada dengan Iwa Karniwa dan Yusuf Solichien, Nandang selaku “tuan rumah”, mendedarkan kondisi dan tantangan menyangkut nasib dari kurang lebih 157 ribu nelayan yang berada di pantai utara dan pantai selatan Jabar, plus dua wilayah yang berpotensi budi daya ikan seperti Kab. Bandung Barat, dan Kab. Tasikmalaya:”Faktanya, 90% nelayan tangkap hingga kini masih hidup di bawah garis kemiskinan.”

Materi sambutan Nandang pun mengulas pentingnya peningkatan taraf hidup nelayan melalui peningkatan pendidikan, sosialisasi hukum, dan melek teknologi. Belum lagi persoalan akses permodalan yang lazim disebut rata-rata non bankable, sempat disinggung:”Tiada lain demi melakukan perubahan mendasar yang bermuara pada perbaikan taraf hidup, perlu perubahan paradigm di pihak nelayan sendiri”.

Secercah Optimisme

Pengamatan redaksi selama Rakorda berlangsung, di sana-sini muncul optimism dari para peserta. Bagi Bambang Irawan sebagai peserta yang merupakan rintisan untuk pembentukan DPC HNSI Kab. Bandung Barat, keikutsertaannya dalam Rakorda:”Sungguh sesuatu yang bermanfaat. Di daerah saya ada waduk Saguling, dan Cirata yang punya ribuan jaring apung. Ini perlu ditata dan diberdayakan”.

Bagi Dede Ola, Ketua DPC HNSI Kab. Sukabumi, kepesertaannya di ajang ini justru memperkaya tim-nya yang disertai Sekertarisnya Ujang SB:”Kami punya wawasan baru tentang kenelayanan. Termasuk yang kami inginkan ada program asuransi dan pendidikan yang lebih terprogram”, begitu ujarnya yang sorenya tampak sibuk berdiskusi kala menyusun rekomendasi Rakorda ini.

Pengamatan yang khas datang dari Dedy H. Sutisna, mantan Staf Ahli Menteri KKP (2012 – 2016) yang kini di samping sebagai dosen di Sekolah Tinggi Perikanan juga aktif sebagai Sekjen Dewan Kelautan Indonesia (Dekin):”Banyak kejutan dan optimisme lahir di Rakorda ini. Ini penting demi meningkatkan kepedulian kita sebagai penduduk yang tinggal di kawasan maritime,” ungkapnya dengan sumringah – “Saya nantikan rekomendasi dari Rakorda ini. Bila sudah dihasilkan saya akan pelajari dengan cermat”. (HS/SA/dtn)  

Add a comment

DPD HNSI Jabar Menggelar Rakorda – Bahas Nasib Nelayaan Tangkap & Budidaya

DTN HNSI Silaturahmi 2destinasiaNews –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di bawah pimpinan H. Nandang A Permana, pada 14 Maret 2017 di Hotel Topaz Jl. Dr, Junjunan No 153, Sukagalih – Pasteur Bandung, berencana menggelar Rapat Koodinasi Daerah (Rakorda). “Ini melibatkan 11 pengurus DPC HNSI ikan tangkap di daerah pesisir dan 2 lainnya di kabupaten atau kota se Jabar yang punya potensi ikan budi daya”, papar Drs. Chevy Epi Sutisna selaku Ketua Panitia.

Terungkap pula dalam agenda yang cukup padat, Rakorda yang rencananya dibuka oleh Sekda Jabar Iwa Karniwa – akan membahas topik penting menyangkut nasib nelayan tangkap dan budidaya di Jawa Barat. “Dari segi draft terdiri atas perlindungan hukum, pendidikan dan pelatihan teknologi, serta peningkatan nilai jual tangkapan dan budidaya. Ini salah satu garapan Rakorda itu”, papar Chevy yang juga membahas isyu kenelayanan terakhir.

DTN HNSI SilaturahmiDijelaskan lebih jauh oleh Sekertaris Panitia Agus Subrangsah, SH, bahasan kajian lainnya, juga akan mengupas Permen l Tahun 2015 Tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan dengan perubahannya Permen 56 Tahun 2016, dan Permen 2 Tahun 2015, beserta perubahan Permen 71 Tahun 2016. “Hal terakhir ini  akan menarik untuk dikaji di forum ini setelah banyak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan”, pungkas Agus. (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

RUU Permusikan Batal Diolah DPR – Musisi Bandung, Suka Cita

RUU Permusikan Batal Diolah DPR – Musisi Bandung, Suka Cita

 Para musisi bertemu dengan para anggota DPRI Fraksi PDIP. destinasiaNews – Kamis siang (14/2/2019) di Rumah Makan ‘legendaris’ Bu Eha yang...

Gerakan Hejo Warnai Citarum Expo 2019 - Kenalkan Inovasi Perangi Sampah

Gerakan Hejo Warnai Citarum Expo 2019  - Kenalkan Inovasi Perangi Sampah

destinasiaNews – Bermula dari pertemuan antara Gerakan Hejo (GH), dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selaku Komandan Satgas Citarum Harum pada...

Pengembang Memprediksi Masa Depan Yang Cerah Untuk Pasar Properti Australia

Pengembang Memprediksi Masa Depan Yang Cerah Untuk Pasar Properti Australia

"Tingkat Suku Bunga, Pertumbuhan Lapangan Pekerjaan, Kekuatan Ekonomi Dan Pasokan Hunian Baru Yang Terbatas Akan Memastikan Keyakinan Para Pembeli Di...

101 Lampion menghiasi IMLEK & Cap Go Meh THE 1O1 Bogor Suryakancana

101 Lampion menghiasi IMLEK & Cap Go Meh THE 1O1 Bogor Suryakancana

destinasiaNews - Tahun Baru Cina atau yang dikenal dengan imlek dan cap go meh selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk...

Kemeriahan Chinese New Year di Pago Restaurant

Kemeriahan Chinese New Year di Pago Restaurant

  destinasiaNews – Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, The Papandayan kembali mengadakan Chinese New Year Dinner di Pago Restaurant yang dilangsungkan...

Pengunjung

02995854
Hari ini
Kemarin
844
3554