Gran Meliá Jakarta Meraih Penghargaan sebagai The Best City Hotel Pada TTG Travel Awards 2016

 

GranMeliaJakarta RedLevelReception

Destinasianews - TGG Travel Awards dikenal sebagai penghargaan bergengsi dalam industri perjalanan dan pariwisata di Asia Pasifik sejak tahun 1989. Tahun ini, TTG Travel Awards 2016 Ceremony and Gala Dinner menyerahkan penghargaan kepada 82 pemenang, acara penghargaan yang digelar ke-27 kalinya ini diadakan di Centara Grand & Bangkok Convention Central World di Bangkok pada tanggal 28 September 2016 lalu.

 

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh paling terkenal dalam industri perjalanan dan pariwisata. Selain itu, media internasional lainnya juga hadir untuk meliput dan mempublikasikan acara ini. 82 organisasi dan individu yang luar biasa membawa pulang trofi Hermes berlapis emas 24 karat, yang melambangkan sebagai yang terbaik dan paling bersinar di industri perjalanan dan pariwisata di wilayah Asia Pasifik – termasuk Gran Meliá Jakarta yang memenangkan Best City Hotel-Jakarta.


GranMeliaJakarta LobbyThe Best City Hotel-Jakarta yang dimenangkan oleh Gran Meliá Jakarta tahun ini terpisah dari kategori Travel Supplier Awards, di mana pemenang ditentukan melalui voting oleh pembaca media cetak dan online milik TTG Travel Trade Publishing: TTG Asia, TTG China, TTG India, TTGmice, TTG-BTmice China, TTG Asia Luxury dan TTG associations. Proses voting dilaksanakan selama dua bulan, dimulai pada bulan Mei sampai bulan Juli 2016 Kriteria voting untuk The Best Hotel Award dilihat dari beberapa hal, seperti servis dan fasilitas terbaik, keuntungan nilai tambah terbaik, serta tim penjualan dan pemasaran paling professional dalam hal ide dan pelayanan yang inovatif.

 

Dengan memenangkan penghargaan Best City Hotel-Jakarta, Gran Meliá Jakarta membuat kesan pada industri perhotelan dengan standar di atas hotel-hotel lainnya dan mencerminkan daya saing di antara hotel-hotel di Jakarta. “Ini adalah ketiga kalinya Gran Meliá Jakarta memenangkan penghargaan sebagai Best City Hotel dari TTG Travel Awards dan ini menjadi suatu kehormatan bagi kami. Tahun ini adalah tahun ke-20 Gran Meliá Jakarta berdiri dan kami berhasil memberikan pelayanan yang sangat baik untuk tamu-tamu kami; dan penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk melakukan upaya yang lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan para tamu kami,” kata Ruth Abellan, General Manager Gran Meliá Jakarta.


GranMeliaJakarta GrandSuiteRoomGran Meliá Jakarta adalah hotel bintang lima yang memiliki arsitektur yang  menakjubkan, menyediakan 407 kamar mewah yang luas dengan desain yang istimewa, perpaduan layanan yang sangat baik dan fasilitas yang diperbaharui membuat hotel internasional yang ikonik ini menjadi patokan kemewahan abad ke-21 di pusat kota Jakarta. Karena lokasinya yang strategis, hotel in menjadi akses ke kawasan bisnis dan komersial yang berbatasan dengan tiga jalan utama yaitu Jend. Sudirman, Jend. Gatot Subroto dan HR. Rasuna Said.

 

Selain itu, Gran Meliá Jakarta merupakan hotel bintang lima terdekat dari tol menuju arah bandara. Dengan stafnya yang berkomitmen penuh pada keunggulan layanan, Gran Meliá Jakarta adalah tempat bisnis yang sempurna yang memiliki fasilitas yang lengkap untuk para pelancong bisnis seperti restoran internasional, kolam renang outdoor,  spa dan pusat kebugaran. Dengan mencapai penghargaan sebagai Best City Hotel di Jakarta, Gran Meliá Jakarta akan terus menawarkan layanan yang paling eksklusif dengan akomodasi yang berkualitas. (SF/dtn)

Add a comment

Aliansi Kebangsaan gelar Diskusi " Menyegarkan Kembali Komitmen Ideologi Pancasila Sebagai Nilai Kejuangan di Kalangan TNI"

Aliansi Kebangsaan

 Destinasianews.com - Dalam rangka  memperingati HUT TNI,Aliansi Kebangsaan yang di pimpin oleh    Pontjo Sutowo  kembali menggelar diskusnya di bulan Oktober ini yang kali ini mengambil Tema: "Menyegarkan Kembali Komitmen Ideologi Pancasila Sebagai Nilai Kejuangan di Kalangan TNI.” pada: Jumat, (7/10) 2016  di Senayan Room, Residence 2, Komplek Hotel Sultan, Jakarta.hadir sebagai Pembicara dalam diskusi ini

 1. Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno; 2. Dr. Connie Rahakundini; 3. Brigjen TNI (Purn) D. Saafroedin Bahar; 4. Yudi Latif, Ph.D; 5. Pontjo Sutowo. Sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI, Tentara Nasional Indonesia (TNI) peka kepada aspirasi masyarakat secara menyeluruh

Demikian dikatakan Jenderal (Purn) TNI Try Surtisno dalam sebuah diskusi yang digelar Aliansi Kebangsaan di Jakarta, Jumat (7/10/2016)

Mantan wakil presiden di era Soeharto ini hadir didiskusi sebagai salah satu pembicara. Menurut dia, apa yang dikatakannya diatas untuk menyegarkan Kembali Komitmen Ideologi Pancasila sebagai nilai kejuangan di institusi TNI.

 "Proses profesionalisme yang berjalan tidak boleh menghilangkan jiwa, semangat juang dan patriotisme karena ini merupakan modal utama TNI," imbuhnya.

 Sebaliknya, sambung Tri Sutrisno, perjalanan panjang sejarah justru harus menguatkan kesetian TNI pada Pancasila. "Dengan demikian TNI dapat terus berdiri sebagai pembela pancasila, memegang teguh Sapta Marga dan juga mengutamakan untuk melindungi segenap rakyat Indonesia," tegas mantan Pangdam Sriwijaya tahun 1978.

 Menurut dia, pada dasarnya dalam setiap individu TNI sekaligus juga warga NKRI yang setia pada Pancasila, yang siap sedia sebagai patriot pembela ideologi Negara. "Jika, rakyat mulai gelisah menyikapi perjalanan bangsa yang menyimpang dari nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 maka sejatinya TNI mampu menyerap aspirasi dan ikut menjadi pendorong perubahan yang damai dan bermartabat," tukas Try Sutrisno.

Aliansi kebangsaan sejauh ini telah mencermati perjalanan NKRI lewat empat kali amandemen undang-undang dasar 1945, merasakan mulai munculnya ke khwatiran masyarakat pada posisi TNI saat ini.

Pengalaman sejarah mencatat sejumlah esensi penting dari keberpihakan TNI pada rakyat, misalnya terbentuknya Doktrin pertahanan keamanan Negara yang menunjukkan betapa rakyat indonesia secara total, utuh dan menyeluruh menunjukkan kekuatan dengan TNI sebagai garda terdepan. Hal lain adalah bersatunya TNI dan rakyat dibawah komando Jendral Sudirman telah menorehkan sejarah pada diaukuinya kedaulatan Indonesia oleh belanda di meja perundingan pada 28 Desember 1949.

Demikian pula sederet peristiwa sejarah Indonesia, dimana sejak kemerdekaan 17 agustus 1945 hingga masa sesudahnya, muncul sejumlah kondisi instabilitas karena perombakan (PKI,DI/TII, APRA  PRRI, PERMESTA) serta perpecahan TNI karena pengaruh politik liberal. Mencermati beragam perjalanan sejarah itu, sudah seharusnya TNI secara eksisif memastikan kembali posisinya secara utuh sebagai pembela pancasila, juga berpegang pada doktrin TNI sebagai 'Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta.

Pontjo mencermati perjalanan NKRI lewat empat kali amandemen UUD 1945. Masyarakat kini mulai merasakan kuatir pada posisi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dr. Connie  Rahakundini menguraikan ancaman yang akan dihadapai bangsa ini/TNI pada era sekarang ini.Ia menyebutkan bahwa Cina bukanlah ancaman bagi bangsa ini. Yang menjadi ancaman bangsa ini adalah Amerika serikat yang terus  menerus melakukan manuper di Sekitar Asia Tenggara,  ia juga mempertegas bahwa saat ini rakyatlah yang harus kembali ke Pancasila, bukan TNI, karena TNI sudah dipastikan memiliki Pancasila yang kokoh. Tegasnya (BS/dtn).

Add a comment

Delegasi Menwa Yon Xl UPI di Suspelatnas 2016 Batu, Malang Jatim, Meraih Peserta Terbaik

Suspelat1

DestinasiaNews – Delegasi Menwa Yon XI UPI yang terdiri atas Amalia Agustin , (Pend. Bahasa Inggris, 2014), Dhea Farah Aini (PGSD, 2014), dan Reza Adriantika Suntara (PKn, 2015), dikirim untuk mengikuti Suspelatnas (Kursus Pelatih Nasional) Angkatan XXIX Resimen Mahasiswa Tahun Anggaran 2016 (19-28/9/ 2016) di PUSDIK ARHANUD Batu, Malang Jawa Timur, telah kembali ke kampusnya di Bandung.

Ajang ini menurut Dhea, sangatlahn bermanfaat bagi dirinya dan untuk pengembangan korps Menwa Yon XI UPI secara keseluruhan :  ”Kami makin paham apa mana Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia. Lainnya, tentu kita bisa meningkatkan rasa persatuan, kesatuan, dan persaudaraan segenap anggota Menwa se-Indonesia”.

Suspelat3

Komandan Menwa Yon XI UPI, Urai Ramadhani, menyatakan kembalinya delegasi ini ke ksatriannya diharapkan bisa menyegarkan suasana lebih baru lagi:”Hasil pelatihan itu terapkanlah, tentu dengan penyesuaian kestarian kita, di antaranya sebagai pelopor  Resimen Pendidikan”.

Sementara menurt  Reza Adriantika, sungguh banyak ilmu yang diberikan Guru Militer di sana. Materi pendidikannya secara umum, terdiri atas Pengetahuan Keahlian Dasar , meliputi Leadership, Manajemen Organisasi dan Konflik,  serta PBB (Peraturan Baris-Berbaris); Pengetahuan Keahlian Utama , meliputi Manajemen Latihan, Perangkat Pengendali Pendidikan, Teknik Penyelenggaraan Latihan, Cara Memberi Instruksi, Psikologi Belajar, dan Pengetahuan Pelatih; Pengetahuan Keahlian Tambahan , meliputi Public Relation, Kesehatan Lapangan, Pioneering, Mountaineering;  serta Keahlian Lapangan , meliputi Simulasi Organisasi Latihan, Outbond, SAR (Search and Rescue). “Intinya, semua materi diselenggarakan dengan enjoy, sangatlah berkesan dan pasti berguna kita”, jelas Reza yang bercita-cita sejak lama ingin menjadi guru PKN yang juga bisa menjadi ahli hukum tata negara.

Raihan Terbaik

Suspelat2

Berita gembira bagi keluarga besar Menwa Yon Xl. salah satu dari delegasi ini, Amalia Agustin, berhasil memboyong sebuah piala penghargaan  - sebagai Peserta Terbaik ke-III dari 100 orang peserta Suspelatnas.

Swear deh, sebenarnya aku tak mengincar piala penghargaan atau apa pun itu. Yang aku yakini, harus terus belajar dan menggali ilmu sebanyak mungkin, ketika di sana. Selama kursus, justru aku tak banyak memperlihatkan taring Batalyon XI. Heran dan terkejut malah, saat penutupan nama aku dipanggil,  disebut sebagai salah satu peserta terbaik”, tutup Amalia dengan roman muka berbinar-binar sambil disalami rekan-rekannya. (‘Azmi/dtn)

Add a comment

Grand Reunion FE UNPAD ’81: “35 Tahun Kembali Ngariung di Bandung …”

DTN UNPAD 81 FE 1 Copy

DTN UNPAD 81 FE 2 CopyDestinasiaNews – Nuansa haru, khidmad bercampur rindu-dendam setelah 35 tahun dari sekitar 200-an lebih mahasiswa angkatan 1981 Fakultas Ekonomi (FE) UNPAD, ahirnya bisa berkumpul lagi sekitar 120-an diantaranya. Mereka itu ngariung kembali di Hotel Malaka Bandung sejak Sabtu sore, 1 Oktober 2016 hingga malam hari.”Saya sengaja datang dari kota Solo untuk pertemuan ini. Banyak hal yang tak terduga saya dapatkan di sini. Tali silaturahmi yang selama ini terputus secara fisik, tersambung kembali”, kata Zaki Assegaf yang kini mengelola sekolah di kota asalnya dengan nama Lazuardi Kamila. “Sebenarnya, saya di FE Unpad hanya sampai semester 6, setelahnya saya ke Berlin Barat di  Jerman. Kali ini saya bertemu kembali rekan-rekan lama”.

Dr. Ricky Agusiady SE, MM, Ak., yang akrab disapa Ricky dan kini berkarir di dua kota di Jakarta dan Bandung, secara kebetulan oleh rekan seangkatannya didaulat sebagai “Ketua Panitia” Grand Reunion FE UNPAD ’81, menyatakan:”Ngariung kali ini terbilang akbar, hampir setengahnya dari sekitar 200-an lebih, hadir dari berbagai kota juga dari luar pulau Jawa. Hal baru kami temukan di sini, tak sekedar silaturahmi biasa. Memang, persiapannya cukup intens oleh 30-an anggota panitia. Beberapa kali kami lakukan usai lebaran”.

Angklung & Sepeda Motor

DTN UNPAD 81 FE 3 Copy

DTN UNPAD 81 FE 5 CopyUniknya acara ngariung akbar ini yang digelar sejak sore, pada petang harinya semua peserta dengan riang menyanyikan deretan lagu popular dari Saung Angklung Udjo. Panduan Mc Helmi, Elin, dan Tenny, mereka tampak piawai menghidupkan suasana yang petangnya sempat turun hujan rintik-rintik beberapa menit di area out door Hotel Malaka. Alhasil sederetan mata acara selanjutnya berlangsung mulus. “Semua berkat bantuan yang di atas juga”, jelas Abah Landoeng (91), guru para alumni ini pada era 1970-an kala bersekolah di SMP N 5 dan SMA 3 Bandung. Abah Landoeng hadir dalam acara ini “mewakili” kepentingan dari pihak Hotel Malaka Bandung.

DTN UNPAD 81 FE 6 CopySelanjutnya, mata acara yang banyak dinanti peserta di antaranya beramah-tamah dengan suasana riang dengan tamu kehormatan. Hadir di antaranya, Prof Dr. Yuyun Wirasasmita yang dikenal sebagai mantan rektor UNPAD, serta beberapa dosen senior seperti Siti Casiah, Sulaeman Baehaki,  dan Sumanang. “Semoga kehadiran para gurubesar dan dosen FE UNPAD, bisa lebih mempererat tali silaturahmi. Tak terasa kami sudah 35 tahun merasakan persaudaraan ini. Sekarang kami sudah menjadi kakek dan nenek …”, papar Prof. Dr. Ina Primiana Sagir, SE, MT. yang malam itu tampak sumringah karena bertemu dengan rekan-rekan seangkatannya. “Tadi kami bisa lagi bernostalgia, menyanyikan lagu-lagu era 1980-an. Kapan lagi ada pertemuan seru ini?”.

DTN UNPAD 81 FE 7 Copy

Malam itu selain bermain angklung, mereka yang tampak seperti mahasiswa era 1980-an, juga saling bertukar souvenir. Selanjutnya, ada hadiah kejutan, ternyata. “Yang beruntung menggondol sepeda motor, Reni Wijayanti. Ini sumbangan dari Ibu Wiwi Kurnia dan Ibu Suwati Suhaemi. Semoga, bermanfaat untuk pemenangnya sebagai katineung dari angkatan kita”, papar pantia yang memegang seksi acara, Nunik namanya seperti tertera di pin-nya.

Akhirul kata, reportase kali ini patutlah ditutup melalui pernyataan dari salah seorang panitia yang tampak sibuk sedari awal:”Mumpung sebelum pensiun rekan-rekan, pertemuan ini digelar cukup istimewa. Tadi kan, Anda lihat sendiri semua berbinar-binar. Tandanya, merasa senang atas pertemuan langka ini”, kata Azman Osman yang diamini rekannya Saptono yang kini berkarir dan tinggal di Jakarta. Nah, selamat ya… see U next time . (HS/SA/dtn).   

DTN UNPAD 81 FE 4 Copy

Add a comment

Aliansi Kebangsaan Gelar Diskusi "Pancasila Sebagai Acuan Nilai Dasar dalam Perumusan Kebijakan Negara'

Aliansi

DestinasiaNews.com - Bertempat di Senayan Room, Residence 2, Hotel Sultan, Jakarta Jumat, (23 /9)2016 . Aliansi Kebangsaan  di bulan  September 2016 ini kembali menggelar diskusi dengan rakan media  ,yang kali ini mengangkat  Tema: "Pancasila Sebagai Acuan Nilai Dasar dalam Perumusan Kebijakan Negara (IPOLEKSOSBUDHANKAM)" dengan para Pembicara : 


1. Prof. Dr. Maria Farida Indrati, S.H., M.H*; 2. Prof. Dr. Didin S. Damanhuri; 3. Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri; 4. Yudi Latif, Ph.D; 5. Dr. Saafroedin Bahar


Sebagai narasumber pertama yang memaparkan , Prof . DR . Didin S Damanhuri mengatakan , keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan Pancasila baru sebatas mengkonsolidasikan negara dalam politik keamanan untuk perang melawan musuh . Seperti , menumpas pemberontakan PKI , menyelesaikan RMS dan GAM .
“ Namun , Indonesia belum berhasil sepenuhnya berhasil mengimplementasikan Pancasila dalam demokrasi politik , dalam menegakkan supermasi hukum . Pancasila Sebagai Nilai Dasar Dalam Acuan Perumusan Kebijakan Negara , " ujar Didin.


Sementara itu , Letjen TNI ( Purn) Kiki Syahnakri menyikapi kondisi ancaman dalam hal keamanan dan ketahanan nasional baik yang datang dari luar , berupa ideologi transnasional dan hegemoni asing/ global , serta terorisme , maupun yang datang dari dalam negeri sendiri , seperti fundamentalis, merosotnya rasa kebangsaan dan nasionalisme , serta terkikisnya toleransi dan sikap gotong royong di masyarakat .


“ Ideologi Pancasila masih akan tetap menjadi benteng dari ancaman yang datang dari dalam dan luar . Ancaman paling aktual saat ini adalah ideologi transnasional dan hegemoni global , ” jelas Kiki .


Menurut Kiki, ada dua negara saat ini yang menjadi ancaman nyata terkait ideologi transnasional dan hegemoni global , yaitu China dan AS . “ Secara militer , China memang bukan ancaman buat Indonesia, tapi secara ekonomi dan kependudukan, merupakan ancaman . China masuk biasanya dengan cara memberikan bantuan, ” ungkapnya.


Selanjutnya menurut Kiki, China akan ‘memaksa’ negara penerima bantuan untuk mempekerjakan rakyat China dalam proyek pembangunan yang menggunakan dana bantuannya . Saat ini populasi penduduk di China sudah overload . Mereka harus “ mengekspor” sekitar 250 juta rakyatnya ke negara - negara berkembang seperti Indonesia .
Yudi Latief , Ph . D yang hadir sebagai moderator menyimpulkan , persoalan pembangunan karakter bangsa menjadi sangat penting di era globalisasi saat ini . “Karakter bangsa memiliki fungsi ekonomi dan politik . Contoh Denmark , yang indeks kebahagiaannya tertinggi di dunia , ternyata dalam pendidikan mereka , nilai kejujuran merupakan hal yang paling ditekankan, ” jelasnya.


Di tempat yang sama , Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo justru merasa heran selama ini dalam proses demokrasi pemilihan kepala daerah hingga presiden kita seperti sudah menentukan kriteria .


“ Padahal sangat simple dan sudah ada selama ini , cukup cari calon pempimpin yang pancasialis. Jika sesorang sudah menjalankan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari -hari , sudah pasti dia sangat layak menjadi pempimpin bangsa dan kepala daerah , ” ujar Pontjo. (BS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa  

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa   

destinasiaNews – Aktivis pergerakan masyarakat Tatang Suratis, Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Provinsi Jawa Barat, ditemui...

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta  

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta   

destinasiaNews – Tak biasanya Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum kala...

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

destinasiaNews – “Lho koq tidak diundang Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Besok Kang Eka datang saja ikut rapat di...

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

destinasiaNews -- Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, serta Sekjen...

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika  

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika   

destinasiaNews – Bertempat di Prime Park Hotel Jl. P.H.H Mustofa Kota Bandung, SMKN 5 Bandung menggelar workshop ‘Pendidikan Inklusi’ selama...

Pengunjung

01795335
Hari ini
Kemarin
1096
1546