Aliansi Kebangsaan gelar Diskusi " Menyegarkan Kembali Komitmen Ideologi Pancasila Sebagai Nilai Kejuangan di Kalangan TNI"

Aliansi Kebangsaan

 Destinasianews.com - Dalam rangka  memperingati HUT TNI,Aliansi Kebangsaan yang di pimpin oleh    Pontjo Sutowo  kembali menggelar diskusnya di bulan Oktober ini yang kali ini mengambil Tema: "Menyegarkan Kembali Komitmen Ideologi Pancasila Sebagai Nilai Kejuangan di Kalangan TNI.” pada: Jumat, (7/10) 2016  di Senayan Room, Residence 2, Komplek Hotel Sultan, Jakarta.hadir sebagai Pembicara dalam diskusi ini

 1. Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno; 2. Dr. Connie Rahakundini; 3. Brigjen TNI (Purn) D. Saafroedin Bahar; 4. Yudi Latif, Ph.D; 5. Pontjo Sutowo. Sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI, Tentara Nasional Indonesia (TNI) peka kepada aspirasi masyarakat secara menyeluruh

Demikian dikatakan Jenderal (Purn) TNI Try Surtisno dalam sebuah diskusi yang digelar Aliansi Kebangsaan di Jakarta, Jumat (7/10/2016)

Mantan wakil presiden di era Soeharto ini hadir didiskusi sebagai salah satu pembicara. Menurut dia, apa yang dikatakannya diatas untuk menyegarkan Kembali Komitmen Ideologi Pancasila sebagai nilai kejuangan di institusi TNI.

 "Proses profesionalisme yang berjalan tidak boleh menghilangkan jiwa, semangat juang dan patriotisme karena ini merupakan modal utama TNI," imbuhnya.

 Sebaliknya, sambung Tri Sutrisno, perjalanan panjang sejarah justru harus menguatkan kesetian TNI pada Pancasila. "Dengan demikian TNI dapat terus berdiri sebagai pembela pancasila, memegang teguh Sapta Marga dan juga mengutamakan untuk melindungi segenap rakyat Indonesia," tegas mantan Pangdam Sriwijaya tahun 1978.

 Menurut dia, pada dasarnya dalam setiap individu TNI sekaligus juga warga NKRI yang setia pada Pancasila, yang siap sedia sebagai patriot pembela ideologi Negara. "Jika, rakyat mulai gelisah menyikapi perjalanan bangsa yang menyimpang dari nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 maka sejatinya TNI mampu menyerap aspirasi dan ikut menjadi pendorong perubahan yang damai dan bermartabat," tukas Try Sutrisno.

Aliansi kebangsaan sejauh ini telah mencermati perjalanan NKRI lewat empat kali amandemen undang-undang dasar 1945, merasakan mulai munculnya ke khwatiran masyarakat pada posisi TNI saat ini.

Pengalaman sejarah mencatat sejumlah esensi penting dari keberpihakan TNI pada rakyat, misalnya terbentuknya Doktrin pertahanan keamanan Negara yang menunjukkan betapa rakyat indonesia secara total, utuh dan menyeluruh menunjukkan kekuatan dengan TNI sebagai garda terdepan. Hal lain adalah bersatunya TNI dan rakyat dibawah komando Jendral Sudirman telah menorehkan sejarah pada diaukuinya kedaulatan Indonesia oleh belanda di meja perundingan pada 28 Desember 1949.

Demikian pula sederet peristiwa sejarah Indonesia, dimana sejak kemerdekaan 17 agustus 1945 hingga masa sesudahnya, muncul sejumlah kondisi instabilitas karena perombakan (PKI,DI/TII, APRA  PRRI, PERMESTA) serta perpecahan TNI karena pengaruh politik liberal. Mencermati beragam perjalanan sejarah itu, sudah seharusnya TNI secara eksisif memastikan kembali posisinya secara utuh sebagai pembela pancasila, juga berpegang pada doktrin TNI sebagai 'Pertahanan dan keamanan Rakyat Semesta.

Pontjo mencermati perjalanan NKRI lewat empat kali amandemen UUD 1945. Masyarakat kini mulai merasakan kuatir pada posisi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dr. Connie  Rahakundini menguraikan ancaman yang akan dihadapai bangsa ini/TNI pada era sekarang ini.Ia menyebutkan bahwa Cina bukanlah ancaman bagi bangsa ini. Yang menjadi ancaman bangsa ini adalah Amerika serikat yang terus  menerus melakukan manuper di Sekitar Asia Tenggara,  ia juga mempertegas bahwa saat ini rakyatlah yang harus kembali ke Pancasila, bukan TNI, karena TNI sudah dipastikan memiliki Pancasila yang kokoh. Tegasnya (BS/dtn).

Add a comment

Delegasi Menwa Yon Xl UPI di Suspelatnas 2016 Batu, Malang Jatim, Meraih Peserta Terbaik

Suspelat1

DestinasiaNews – Delegasi Menwa Yon XI UPI yang terdiri atas Amalia Agustin , (Pend. Bahasa Inggris, 2014), Dhea Farah Aini (PGSD, 2014), dan Reza Adriantika Suntara (PKn, 2015), dikirim untuk mengikuti Suspelatnas (Kursus Pelatih Nasional) Angkatan XXIX Resimen Mahasiswa Tahun Anggaran 2016 (19-28/9/ 2016) di PUSDIK ARHANUD Batu, Malang Jawa Timur, telah kembali ke kampusnya di Bandung.

Ajang ini menurut Dhea, sangatlahn bermanfaat bagi dirinya dan untuk pengembangan korps Menwa Yon XI UPI secara keseluruhan :  ”Kami makin paham apa mana Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia. Lainnya, tentu kita bisa meningkatkan rasa persatuan, kesatuan, dan persaudaraan segenap anggota Menwa se-Indonesia”.

Suspelat3

Komandan Menwa Yon XI UPI, Urai Ramadhani, menyatakan kembalinya delegasi ini ke ksatriannya diharapkan bisa menyegarkan suasana lebih baru lagi:”Hasil pelatihan itu terapkanlah, tentu dengan penyesuaian kestarian kita, di antaranya sebagai pelopor  Resimen Pendidikan”.

Sementara menurt  Reza Adriantika, sungguh banyak ilmu yang diberikan Guru Militer di sana. Materi pendidikannya secara umum, terdiri atas Pengetahuan Keahlian Dasar , meliputi Leadership, Manajemen Organisasi dan Konflik,  serta PBB (Peraturan Baris-Berbaris); Pengetahuan Keahlian Utama , meliputi Manajemen Latihan, Perangkat Pengendali Pendidikan, Teknik Penyelenggaraan Latihan, Cara Memberi Instruksi, Psikologi Belajar, dan Pengetahuan Pelatih; Pengetahuan Keahlian Tambahan , meliputi Public Relation, Kesehatan Lapangan, Pioneering, Mountaineering;  serta Keahlian Lapangan , meliputi Simulasi Organisasi Latihan, Outbond, SAR (Search and Rescue). “Intinya, semua materi diselenggarakan dengan enjoy, sangatlah berkesan dan pasti berguna kita”, jelas Reza yang bercita-cita sejak lama ingin menjadi guru PKN yang juga bisa menjadi ahli hukum tata negara.

Raihan Terbaik

Suspelat2

Berita gembira bagi keluarga besar Menwa Yon Xl. salah satu dari delegasi ini, Amalia Agustin, berhasil memboyong sebuah piala penghargaan  - sebagai Peserta Terbaik ke-III dari 100 orang peserta Suspelatnas.

Swear deh, sebenarnya aku tak mengincar piala penghargaan atau apa pun itu. Yang aku yakini, harus terus belajar dan menggali ilmu sebanyak mungkin, ketika di sana. Selama kursus, justru aku tak banyak memperlihatkan taring Batalyon XI. Heran dan terkejut malah, saat penutupan nama aku dipanggil,  disebut sebagai salah satu peserta terbaik”, tutup Amalia dengan roman muka berbinar-binar sambil disalami rekan-rekannya. (‘Azmi/dtn)

Add a comment

Grand Reunion FE UNPAD ’81: “35 Tahun Kembali Ngariung di Bandung …”

DTN UNPAD 81 FE 1 Copy

DTN UNPAD 81 FE 2 CopyDestinasiaNews – Nuansa haru, khidmad bercampur rindu-dendam setelah 35 tahun dari sekitar 200-an lebih mahasiswa angkatan 1981 Fakultas Ekonomi (FE) UNPAD, ahirnya bisa berkumpul lagi sekitar 120-an diantaranya. Mereka itu ngariung kembali di Hotel Malaka Bandung sejak Sabtu sore, 1 Oktober 2016 hingga malam hari.”Saya sengaja datang dari kota Solo untuk pertemuan ini. Banyak hal yang tak terduga saya dapatkan di sini. Tali silaturahmi yang selama ini terputus secara fisik, tersambung kembali”, kata Zaki Assegaf yang kini mengelola sekolah di kota asalnya dengan nama Lazuardi Kamila. “Sebenarnya, saya di FE Unpad hanya sampai semester 6, setelahnya saya ke Berlin Barat di  Jerman. Kali ini saya bertemu kembali rekan-rekan lama”.

Dr. Ricky Agusiady SE, MM, Ak., yang akrab disapa Ricky dan kini berkarir di dua kota di Jakarta dan Bandung, secara kebetulan oleh rekan seangkatannya didaulat sebagai “Ketua Panitia” Grand Reunion FE UNPAD ’81, menyatakan:”Ngariung kali ini terbilang akbar, hampir setengahnya dari sekitar 200-an lebih, hadir dari berbagai kota juga dari luar pulau Jawa. Hal baru kami temukan di sini, tak sekedar silaturahmi biasa. Memang, persiapannya cukup intens oleh 30-an anggota panitia. Beberapa kali kami lakukan usai lebaran”.

Angklung & Sepeda Motor

DTN UNPAD 81 FE 3 Copy

DTN UNPAD 81 FE 5 CopyUniknya acara ngariung akbar ini yang digelar sejak sore, pada petang harinya semua peserta dengan riang menyanyikan deretan lagu popular dari Saung Angklung Udjo. Panduan Mc Helmi, Elin, dan Tenny, mereka tampak piawai menghidupkan suasana yang petangnya sempat turun hujan rintik-rintik beberapa menit di area out door Hotel Malaka. Alhasil sederetan mata acara selanjutnya berlangsung mulus. “Semua berkat bantuan yang di atas juga”, jelas Abah Landoeng (91), guru para alumni ini pada era 1970-an kala bersekolah di SMP N 5 dan SMA 3 Bandung. Abah Landoeng hadir dalam acara ini “mewakili” kepentingan dari pihak Hotel Malaka Bandung.

DTN UNPAD 81 FE 6 CopySelanjutnya, mata acara yang banyak dinanti peserta di antaranya beramah-tamah dengan suasana riang dengan tamu kehormatan. Hadir di antaranya, Prof Dr. Yuyun Wirasasmita yang dikenal sebagai mantan rektor UNPAD, serta beberapa dosen senior seperti Siti Casiah, Sulaeman Baehaki,  dan Sumanang. “Semoga kehadiran para gurubesar dan dosen FE UNPAD, bisa lebih mempererat tali silaturahmi. Tak terasa kami sudah 35 tahun merasakan persaudaraan ini. Sekarang kami sudah menjadi kakek dan nenek …”, papar Prof. Dr. Ina Primiana Sagir, SE, MT. yang malam itu tampak sumringah karena bertemu dengan rekan-rekan seangkatannya. “Tadi kami bisa lagi bernostalgia, menyanyikan lagu-lagu era 1980-an. Kapan lagi ada pertemuan seru ini?”.

DTN UNPAD 81 FE 7 Copy

Malam itu selain bermain angklung, mereka yang tampak seperti mahasiswa era 1980-an, juga saling bertukar souvenir. Selanjutnya, ada hadiah kejutan, ternyata. “Yang beruntung menggondol sepeda motor, Reni Wijayanti. Ini sumbangan dari Ibu Wiwi Kurnia dan Ibu Suwati Suhaemi. Semoga, bermanfaat untuk pemenangnya sebagai katineung dari angkatan kita”, papar pantia yang memegang seksi acara, Nunik namanya seperti tertera di pin-nya.

Akhirul kata, reportase kali ini patutlah ditutup melalui pernyataan dari salah seorang panitia yang tampak sibuk sedari awal:”Mumpung sebelum pensiun rekan-rekan, pertemuan ini digelar cukup istimewa. Tadi kan, Anda lihat sendiri semua berbinar-binar. Tandanya, merasa senang atas pertemuan langka ini”, kata Azman Osman yang diamini rekannya Saptono yang kini berkarir dan tinggal di Jakarta. Nah, selamat ya… see U next time . (HS/SA/dtn).   

DTN UNPAD 81 FE 4 Copy

Add a comment

Aliansi Kebangsaan Gelar Diskusi "Pancasila Sebagai Acuan Nilai Dasar dalam Perumusan Kebijakan Negara'

Aliansi

DestinasiaNews.com - Bertempat di Senayan Room, Residence 2, Hotel Sultan, Jakarta Jumat, (23 /9)2016 . Aliansi Kebangsaan  di bulan  September 2016 ini kembali menggelar diskusi dengan rakan media  ,yang kali ini mengangkat  Tema: "Pancasila Sebagai Acuan Nilai Dasar dalam Perumusan Kebijakan Negara (IPOLEKSOSBUDHANKAM)" dengan para Pembicara : 


1. Prof. Dr. Maria Farida Indrati, S.H., M.H*; 2. Prof. Dr. Didin S. Damanhuri; 3. Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri; 4. Yudi Latif, Ph.D; 5. Dr. Saafroedin Bahar


Sebagai narasumber pertama yang memaparkan , Prof . DR . Didin S Damanhuri mengatakan , keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan Pancasila baru sebatas mengkonsolidasikan negara dalam politik keamanan untuk perang melawan musuh . Seperti , menumpas pemberontakan PKI , menyelesaikan RMS dan GAM .
“ Namun , Indonesia belum berhasil sepenuhnya berhasil mengimplementasikan Pancasila dalam demokrasi politik , dalam menegakkan supermasi hukum . Pancasila Sebagai Nilai Dasar Dalam Acuan Perumusan Kebijakan Negara , " ujar Didin.


Sementara itu , Letjen TNI ( Purn) Kiki Syahnakri menyikapi kondisi ancaman dalam hal keamanan dan ketahanan nasional baik yang datang dari luar , berupa ideologi transnasional dan hegemoni asing/ global , serta terorisme , maupun yang datang dari dalam negeri sendiri , seperti fundamentalis, merosotnya rasa kebangsaan dan nasionalisme , serta terkikisnya toleransi dan sikap gotong royong di masyarakat .


“ Ideologi Pancasila masih akan tetap menjadi benteng dari ancaman yang datang dari dalam dan luar . Ancaman paling aktual saat ini adalah ideologi transnasional dan hegemoni global , ” jelas Kiki .


Menurut Kiki, ada dua negara saat ini yang menjadi ancaman nyata terkait ideologi transnasional dan hegemoni global , yaitu China dan AS . “ Secara militer , China memang bukan ancaman buat Indonesia, tapi secara ekonomi dan kependudukan, merupakan ancaman . China masuk biasanya dengan cara memberikan bantuan, ” ungkapnya.


Selanjutnya menurut Kiki, China akan ‘memaksa’ negara penerima bantuan untuk mempekerjakan rakyat China dalam proyek pembangunan yang menggunakan dana bantuannya . Saat ini populasi penduduk di China sudah overload . Mereka harus “ mengekspor” sekitar 250 juta rakyatnya ke negara - negara berkembang seperti Indonesia .
Yudi Latief , Ph . D yang hadir sebagai moderator menyimpulkan , persoalan pembangunan karakter bangsa menjadi sangat penting di era globalisasi saat ini . “Karakter bangsa memiliki fungsi ekonomi dan politik . Contoh Denmark , yang indeks kebahagiaannya tertinggi di dunia , ternyata dalam pendidikan mereka , nilai kejujuran merupakan hal yang paling ditekankan, ” jelasnya.


Di tempat yang sama , Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo justru merasa heran selama ini dalam proses demokrasi pemilihan kepala daerah hingga presiden kita seperti sudah menentukan kriteria .


“ Padahal sangat simple dan sudah ada selama ini , cukup cari calon pempimpin yang pancasialis. Jika sesorang sudah menjalankan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari -hari , sudah pasti dia sangat layak menjadi pempimpin bangsa dan kepala daerah , ” ujar Pontjo. (BS/dtn)

Add a comment

KINI RAMAYANA DEPARTMENT STORE HADIR DI TOKOPEDIA

Simbolisasi Kerja Sama Tokopedia Ramayana

DestinasianewsDestiners, kini bukan hanya individu atau pemilik merek lokal yang bisa menciptakan peluang bersama Tokopedia. Perusahaan internet Indonesia yang berdiri sejak 17 Agustus 2009 ini akhirnya bekerja sama dengan perusahaan ritel ternama, Ramayana Department Store.

“Ini adalah kerja sama tahap awal antara Tokopedia dan Ramayana Department Store. Dengan jangkauan offline yang Ramayana miliki dan akses pasar secara online yang dimiliki oleh Tokopedia, kami yakin akan banyak ruang kerja sama yang saling menguntungkan. Tidak menutup kemungkinan lahirnya inovasi-inovasi di kemudian hari,” terang Vice President Tokopedia, Melissa Siska Juminto.

Lebih lanjut, dijelaskan Jane Tumewu, Head of Merchandising PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk, kerja sama ini dilakukan untuk lebih mendekatkan diri kepada customer Ramayana Department Store di seluruh pelosok Indonesia. “Saya berharap semua customer bisa mendapatkan produk Ramayana yang berkualitas nomor satu dengan harga yang terjangkau. Hal ini sebagai wujud dari kampanye kami #KerenHakSegalaBangsa yaitu suatu gerakan yang diprakarsai oleh Ramayana untuk mengingatkan kepada semua orang akan haknya untuk tampil keren," tambahnya.

Melissa di sisi lain menegaskan, “Misi kami adalah memastikan siapa saja masyarakat Indonesia dapat menikmati akses pemerataan ekonomi secara digital, baik dalam mencari dan menemukan produk kebutuhan dengan harga terbaik yang transparan, juga kesempatan memulai dan membangun mimpi, serta usaha lewat Tokopedia.” (SF/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Tuntas Jernihkan Pemberitaan Sepihak HU Pikiran Rakyat, Eka Mencuci Lesung …

Tuntas Jernihkan Pemberitaan Sepihak HU Pikiran Rakyat, Eka Mencuci Lesung …

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo, dan Sekjen...

Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar,  Jelaskan Keberatan Pemberitaan HU Pikiran Rakyat

Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar,  Jelaskan Keberatan Pemberitaan HU Pikiran Rakyat

destinasiaNews – Bergulirnya pemberitaan di harian umum (HU) Pikiran Rakyat berjudul “Dilengserkan, Adi Gugat DPP Partai Berkarya” pada hari Rabu...

Jadilah Politisi Cerdas Dan Bijak..

Jadilah Politisi Cerdas Dan Bijak..

destinasiaNews.com – Bursa calon pemimpin dalam Pemilihan kepada daerah (pilkada) serentak akan kembali digelar pada 2018 di berbagai daerah di...

Kasus PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Bayu Risnandar Bersaksi – Boleh Dibangun, Asal …

Kasus PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Bayu Risnandar Bersaksi – Boleh Dibangun, Asal …

destinasiaNews– Seperti apa jalannya sidang di PTUN Bandung dalam perkara No 80/G/2017PTUN-BDG pada 13 September 2017 ? Adakah yang berbeda...

Pengunjung

01600365
Hari ini
Kemarin
518
1329