Nandang Permana, Ketua HNSI Jabar - Optimis UU No 7 Tahun 2016 Tingkatkan Taraf Hidup Nelayan, Asal …

IPB 1

DestinasiaNews – Upaya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mensosialisasikan UU No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, terus bergulir. Salah satunya sosialisasi ini pada 13 september 2016 berlangsung Auditorium Sumardi Sastrakusumah FPIK IPB di Kampus Dramaga Bogor Jawa Barat. Pertemuannya bertajuk Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kegiatan Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Pesertanya, sejumlah pejabat terkait di tingkat nasional maupun regional, plus pegiat serta pengamat kenelayanan dan penduduk pesisir. 

Yang hadir itu di antaranya  Dr. Ir. Syafril Fauzi, M.Sc, Direktur Kenelayanan dan Perikanan Tangkap KKP; Sri Yanti JS, Plt. Direktur Kelautan dan Perikanan, Bappenas ; Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si, Wakil Ketua Komisi lV DPR RI; Nandang Permana, Ketua DPD HNSI Jawa Barat;  Sarilani Wirawan, Rare- Indonesia; dan Taryono Kodiran, Dept. Sumberdaya Perairan (MSP) dan Deputi Wadek Bidang Kerjasama, Alumni dan PPM FPIK IPB.

Intinya, sepakat para pemapar dan audiens, segera semua pihak yang terlibat memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup nelayan – mengambil langkah nyata!. “Dalam hal tingkat kemakmuran kita ada di peringkat ke-5 di antara 10 negara ASEAN, tepatnya di bawah Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand. Ironinya, kita memang paling luas (1.904.569 Km2), jumlah penduduknya terbanyak sekitar 251 juta. Selain berprospek juga punya tantangan khas. Nasib nelayan dan penduduk pesisirnya kompleks, ini tantangan kita. Kami dorong terus agar pemerintah fokus memecahkannya di lapangan”.

Optimisme itu

IPB 2

Merunut pada Pasal 1 UU No 7 Tahun 2016 yang menjadi pokok bahasan, berupa perlindungan nelayan, pembudi daya ikan, dan petambak garam, muaranya - bagaimanakah meningkatkan taraf hidup subyek? “Fakta di lapangan terutama sebelum KKP menjadi pusat perhatian di kabinet Jokowi – Jusuf Kalla, terkesan subyek pada undang-ungdang ini abai diperhatikan. Baru sejak Susi Pudjiastuti sebagai Menteri KKP, melalui penenggelaman kapal penangkap ikan asing illegal, ada perhatian khusus. Optimis akan ada peningkatan taraf hidup significant bila momentum ini terpelihara. Khawatir justru,  bila ego sektoral masih muncul seperti yang sudah-sudah”, ujar Nandang Permana usai ikut menyikapi implementasi ke depan dari undang-undang ini. 

IPB 3

Sementara berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, perwakilan dinas terkait di Jawa Barat dan DKI Jaya, menyikapi sosialisasi ini hampir senada dengan optimisme Ketua HNSI Jabar:”Banyak hal yang baru dalam sosialisasi ini. Kami sangat tertarik ikut mengawal mengimplementasinya di lapangan”, jelas Fabian (22), dan Rizal (24), mahasiswa yang sedang menimba ilmu di FPIK IPB.

Lainnya, Agus Warsito, Sekjen DPD HNSI Jabar dan Ir. Moh Husen yang kerap disapa Husen Lauk, seakan menyempurnakan kesimpulan dari pertemuan ini, lalu memungkas:”Titik balik dari nasib nelayan dan penduduk pesisir yang kerap terpuruk, kini tertumpu melalui penerapan undang-undang ini di lapangan. Yakinlah, missi dan visinya akan tercapai asal kita tetap fokus dan bersatu”. (HS/SA/dtn)    

Add a comment

Metro Department Store Gelar TalkShow - Mengulas Batik Saat Bersantap Teh Bersama

metro1

DestinasiaNews - PT Metropolitan Retailmart merayakan hari Kemerdekaan Indonesia ke-71, menampilkan koleksi batik Indonesia. Ini hasil dari para perancang busana lokal. Gelarannya, spesial ditemani para gadis cantik sambil menikmati jamuan the (19 /8/2016) di Metro Plaza Senayan Lt 4 Jakarta Selatan.


Gelaran kali itu menampilkan kolekasi batik Indonesia yang beraneka ragam – kaya nuansa filosofi, corak, dan warna yang khas. Secara gradual, dari jenisnya batik itu terbagi dua. Klasik atau kraton, dan non kraton). Menurut lingkungan dan pemakainya, ada batik sodagaran, petani, batik Cina, batik Belanda, dan batik Hokokai.

Bila dikaji menurut lokasinya, ada batik Jambi, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Pekalongan, Lasem, Sidoradjo, Madura, Solo dan Yogya. Terakhir, bila dipandang dari segi teknik, bisa ada batik tulis, batik cap, dan batik cap modifikasi. Catatannya, akhir-akhir inibermunculan batik yang dibuat dengan teknik sablon malam. Sementara kain yang diprint bermotif batik. Ini sejatinya, tidak bisa dikategorikan sebagai batik. Hanya bisa disebut, selaku tekstil bermotif batik. 


metro2
Menurut Anton Diaz:“Pengertian batik adalah teknik menghias kain atau testil dengan menggunakan lilin sebagai bahan perintang warna. Batik tulis dan batik cap dilakukan dengan cara manual”. Dalam hal pewarnaan, hingga saat ini, pewarnanya masih menggunakan pewarna alam. Karenanya,  merawat batik terutama mencuci, harus menggunakan cara tradisional. Gunakanlah bahan pencuci yang berasal dari alam.

 

Melalui gelaran ini, Wedgwood dan Serena, serta Fashion & Lifestyle Writer – Anton Diaz berbagi pengalaman juga pengetahuan tentang seluk-beluk batik (19 – 21/8/2016)Koleksi batik yang tampilpun merupakan koleksi terbaik Metro, seperti Alleira, Batik Semar, Danar Hadi, Parang Kencana dan Batik Keris. Ratna Somantri sebagai ahli dalam teh pun mengungkapkan cara dan menikmati the yang elegan. Tradisi minum teh sudah ada di keluarga sejak jaman dahulu. Teh adalah minuman berkafeina yang dihasilkan dari daun atau pucuk pokok renek. Daun ini direndam di dalam air panas dan sejuk. Biasanya, disajikan siang atau sore hari, bertemankan cemilan khas Indonesia. 


Sajian teh yang benar akan memberikan manfaat, sesuai dengan jenisnya. Sajian teh hijau, seharusnya memakai air bersuhu 70 derajat-80 derajat Celsius. Di atas 80 derajat, teh akan terasa pahit, pun oksidan kandungannya akan berkurang. Teh cukup direndam 2 menit-3 menit, setelah itu angkatlah”, ujar Ratna Somantri. Nah, soal teh dan batik yang cukup pelik ternyata, jadinya kita tambah paham ya? Semogalah destiners(BS/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01692420
Hari ini
Kemarin
653
1496