Dialog Jokowi dengan Tokoh Jabar di Yayasan Al Ma’Soem, Sumedang (2) Ke Demiz Singgung Endapan Rp 8 T APBD Jabar 2016

jkw4

DestinasiaNews- Visi pembangunan manusia Indonesia dan ethos kerja untuk 30 tahun ke depan, pun Jokowi singgung dengan gamblang. Ia dedarkan percapkapan intensif dengan Presiden China Xi Jinping tentang strategi investasi asing di negerinya. “Manakala, semua infrastruktur dan plus penguasaan teknologinya sudah kita kuasai, semuanya bisa kita beli lagi dari pihak asing tersebut. Namun, dengan catatan ya? Tentu, di negeri kita harus ada perlakuan khusus”. Buktinya, dalam hal tertentu kemajuan ekonomi dan industrialisasi termasuk ethos kerja di negeri China, setelah 20 atau 30 tahun lalu, sekarang sudah menunjukkan hasil. Ini sisi baiknya dari strategi pembangunan yang melibatkan investasi asing, sekali lagi dengan catatan … kita tentu saja agak berbeda”.

Diselipkan oleh Jokowi sebuah keberhasilan kita dalam hal pengambilalihan saham asing untuk kasus Newmont (PT. Newmont Nusa Tenggara – NNT – red.) oleh Arifin Panigoro (PT. Medco Energi Internasional Tbk - MEDC, sebesar Rp. 33,8 T – red.). “Ini salah satu contohnya untuk pengambilalihan saham asing”, urai Jokowi yang belakangan di antara para tokoh Jabar sendiri mengapresiasi pengutaraan visi dan misinya dengan bahasa dan pendekatan yang bernuansa “antar kita-kita” – “Selama beberapa menit tadi saya sepertinya sedang berdiskusi dengan sesama saja …”.

Selain contoh keberhasilan di negara Tirai Bambu, Jokowi memaparkan gamblang keberhasilan pembangunan di UEA (Uni Emirat Arab), dan tetangga terdekat Singapura. Kita tahu, menurut Jokowi negara-negara UEA pada era 1975-an hanya berisi padang tandus dan penduduk yang berethos kerja tidak tinggi –“Lain sekarang sebagian investasi asing di sana sudah diambil alih oleh warga setempat. GNP mereka rata-rata per tahun lebih dari 40 ribu dollar”.

Sisipan lain Jokowi menyangkut pengembangan SDM kita:“Jika memungkinkan, untuk kepala sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA dalam kurun tertentu diisi oleh personal dari negara maju. Itu salah satunya, dalam rangka percepatan menghadapi persaingan global yang sangat ketat dewasa ini. Lagi, untuk Indonesia perlu kajian khsusus. Marilah kita diskusikan hal ini, sambil mencocokan kira-kira DAN kita itu apa? Sekaligus kita kaji bersama potensi budaya kita sebagai DNA kita, bisakah?”.  

Endapan APBD Jabar ?

jkw2

Menarik disimak Jokowi tatkala mensitir banyaknya Undang-undang dan Perda yang yang sempat dipangkas dan dikaji ulang dalam beberapa waktu ini. “Begitu banyaknya undang-undang yang kita buat. Malah bukan untuk ditaati, melainkan banyak yang dilanggar dan diabaikan. Lebih cocok negara kita disebut undang-undang, yang biasanya sebagai negara hukum”, ujarnya dengan nada rada-rada berseloroh. “Tunggulah pada sekitar September ini akan ada kebijakan negara yang baru perihal perundang-undangan ini”.

Dalam kupasan tentang kedudukan Indonesia sebagai negara hukum, namun dalam kenyataannya, justru menjadi “negara undang-undang” yang kerap jumlah dan isinya bermasalah, Jokowi sempat menyinggung soal posisi provinsi Jawa Barat sebagai provinsi ke dua terbesar dalam pengendapan APBD 2016.

Dalam dialog yang dihadiri dari pihak Jokowi mewakili “tuan rumah Jabar” ada Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar yang akrab disapa Demiz, disamping Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari. Dengan berterus terang Jokowi yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, menjelaskan tentang posisi pengendapan anggaran APBD 2016 pada sejumlah provinsi sebesar Rp. 220 T – mengendap di bank. “Nah, untuk Jabar duduk di posisi ke-dua sebesar Rp. 7 T (yang dalam lansiran berita berjumlah Rp. 8 T – red.). Ini mengapa didiamkan?”, begitu Jokowi sambil melirik ke Demiz yang beberapa saat kemudian Demiz pun dipeluk oleh Teten Masduki.

“Pasti tadi Kang Teten minta maaf ke Deddy Mizwar. Ketika ditegur Pak Jokowi …”, begitu komentar beberapa tokoh menebak gestur Teten Masduki yang terbilang unik di dekat Jokowi. “Lucu saja, Demiz ditegur Presiden …. Sebaiknya, Ia segera introspeksi bersama Aher (Ahmad Heryawan, Gubernur Jabar), mengapa hal ini bisa terjadi di Jawa Barat. Ini sama saja menampar kita …”, lanjut beberapa tokoh Jabar.

Solihin GP Bicara …

JKW IhinRupanya, Mang Ihin yang hari itu (8/8/2016) berhalangan menghadiri dialog bersama Jokowi di Yayasan Al Ma’ Soem menyerap berbagai info isi pertemuan ini dari berbagai sumber. Ketika destinasianews hubungi dua hari kemudian (10/8/2016), untuk menanyakan mengapa tidak hadir pada pertemuan ini, justru malah mengkonfirmasi “insiden APBD Jabar 2016”:”Ini yang memalukan saya dan rekan-rekan clean and capable government itu, sudah pada tahapan gawat. Saya katakan awut-awutan. Uang triliunan tidak dipergunakan. Selama ini, apa kerja kalian? Lihat itu, pengangguran, kerusakan lingkungan ada dimana-mana. Kalau perencanaan kalian bagus, tentu tak terjadi. Sejumlah program rehabilitasi tak berjalan, karena tak ada dana, padahal dana itu ada. Justru, karena tak becus dalam perencanaan itu. Katakan ini semua seterang-terangnya pada pemimpin Jabar saat ini..”, demikian ujar sesepuh Jabar, Solihin GP (90) dengan berapi-api untuk pria seusianya. “Sayang sekali saya tak bisa hadir waktu itu …”.

Menurut Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang hadir dalam dialog ini di Yayasan Al Ma’soem, menilai wajar Mang Ihin merasa kecewa atas “insiden APBD Jabar 2016”. “Beliau bersama almarhum Nanang Iskandar Ma’soem telah banting tulang bersama Jokowi ketika berkampanye di Jabar pada era 2014 lalu.

September Berlanjut ?

Sekilas suasana dialog bersam Jokowi yang menginspirasi tokoh Jabar dan kalangan lainnya, telah diungkap. Uniknya, tatkala usai Jokowi berdialog dan bersiap-siap untuk foto bersama, justru Ia mlah berinisiatif:”Pertemuan kita, belum tuntas kan? Nantilah pada bulan September, kita teruskan di Jakarta. Ya, di istana saja, tetapi waktunya malam, biar agak leluasa …”

Tak pelak ajakan simpatik Jokowi ini langsung disikapi oleh para tokoh Jabar dengan antusias. “Nanti kita kontak dengan Pak Teten Masduki untuk penjadwalannya”, ujar Dindin S Maolani yang seketika diamini oleh hadirin lainnya. Selesai Bung ! (HS/dtn)

Baca Jugan : Dialog Jokowi dengan Tokoh Jabar di Yayasan Al Ma’Soem, Sumedang (1) DNA (Budaya) Pembangunan Kita ?

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Sarah Tsunami Mungkin Bisa Norolong Baca Al Qur’an

Sarah Tsunami Mungkin Bisa Norolong Baca Al Qur’an

Pasir Impun – Terpercik harapan dari ‘”ayi ajaib” Sarah Tsunami (11) yang terselamatkan oleh mukzizat Tuhan kala bencana tsunami menerpa...

Prihatin, Lingkungan Rusak, Tokoh Kab.Tasikmalaya Wilayah Selatan Sambangi DPP Gerakan Hejo

Prihatin, Lingkungan Rusak, Tokoh Kab.Tasikmalaya Wilayah Selatan Sambangi DPP Gerakan Hejo

destinasiaNews -  Didorong oleh rasa kesal sekaligus prihatin atas sejumlah kerusakan lingkungan di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya dalam 10 tahun...

Ratusan Anggota PSM Unpad Berlatih di Alam Santosa – Munculkan Inspirasi Baru  

Ratusan Anggota PSM Unpad Berlatih di Alam Santosa – Munculkan Inspirasi Baru   

destinasiaNews – Suasana Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa yang biasa disebut Alam Santosa, di Pasir Impun kecamatan Cimenyan...

Empati Bupati Garut  ke Kaum Disabilitas: Bangun Rumah Sakit & Rumah Seni

Empati Bupati Garut  ke Kaum Disabilitas: Bangun Rumah Sakit & Rumah Seni

destinasiaNews - Bupati Garut, Rudi Gunawan, ketika menerima kunjungan pengurus Lembaga Pencinta Lingkungan Hidup Indonesia Metamorphosis (LPLHI Metaz), Gerakan Hejo,...

Eka Santosa & Tommy Soeharto di Cendana – Serius Bahas Ekonomi Kerakyatan pun Tatang Zaenudin …

Eka Santosa & Tommy Soeharto di Cendana – Serius Bahas Ekonomi Kerakyatan pun Tatang Zaenudin …

destinasiaNews - Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkaya Jawa Barat untuk kesekian kalinya, kali ini menindaklanjuti perbincangan sebelumnya, masih dengan...

Pengunjung

01731255
Hari ini
Kemarin
1084
1586