Baliwood Land, Akan Gelar Seminar Efek Make Up Artis Film

Baliwood WS

destinasiaNewsDi era digital, teknologi memang bisa jadi sangat membantu dalam hal pembuatan film. Salah satu kontribusi nyata adalah lewat penggunaan efek Computer Integreted Imagery (CGI). Seperti halnya ketika kita menonton film-film semacam Harry Potter, The Lord of The Ring, Kingkong, Avatar, Transformers dan lainnya. Film-film kreatif seperti ini pasti membuat kita terdecak kagum dengan efek-efek visual yang diterapkan, terkadang visual yang dipakai diluar nalar kita sebagai penonton.

Dengan bantuan teknologi komputer, hal-hal yang selama ini cuma bisa dibayangkan dalam imajinasi, kini bisa disulap masuk dalam sebuah film. Namun tak semua efek dalam film dibuat dengan CGI. Sebelum ada teknologi komputer yang memudahkan para sineas dunia perfilman, yang diandalkan adalah skill tinggi para make-up artis.

Dengan kemampuan make-up tinggi, seorang make-up artis bisa menyulap penampilan aktor atau aktris jadi jauh berbeda. Hasilnya bahkan bisa jauh lebih baik dari CGI.

 

Transformasi penampilan aktor-aktor dalam film-film kreatif tersebut, ternyata hanya mengandalkan keterampilan make-up sebagai senjata utama. Dengan minim sentuhan efek grafis, ternyata bisa membuat perubahan penampilan yang begitu istimewa. Bagi kita, make-up mungkin identik dan terbatas sebagai alat untuk mempercantik diri. Di tangan para ahli atau make-up artis, kemungkinan penggunaan make-up tidak terbatas. Dari menghidupkan tokoh tidak nyata seperti Alien, sampai mengubah aktris cantik jadi buruk rupa demi sebuah peran.

 

Bagi komunitas film, tentunya merupakan khabar gembira, pasalnya, paparan tersebut di atas, akan hadir di beberapa kota besar di Indonesia melalui tour seminar, yang akan dilaksanakan oleh Baliwood Land, Art Film Study (AFS).

Baliwood WSa

Dibawah payung hukum PT. Bali Independen Global Media (BIG M), Baliwood Land adalah Pengembangan Desa Wisata Film bertaraf Internasional (pionir) yang sedang berjalan,  berbasis Budaya dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan serta memiliki multi zona yakni zona world tourism (wahana-wahana Film Adventures dikelola oleh warga desa filmmakers), global community scale production (digital media/filmmaking worldwide), world friendships (Baliwood TV prog) dan zona edukasi internasional  (cultural assets for film production assets). Berdomisili di Denpasar, Bali.

Keberadaan Baliwood Land di Denpasar, Bali, mendapat apresiasi dari Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI, Benny Susianto, S.I.P., saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Baliwood Land dan penandatanganan prasasti bersama CEO, Founder Baliwood Group & Land, DR (HC) R. Arvin I. Miracelova,SE. Dipl (Arts), CAPM, CMP, bertempat di Lapangan Pura Dalem Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kabupaten Badung, Bali, 26/3/2018, lalu.

Menurut Pangdam IX/Udayana, bahwa Baliwood Land hadir seiring pesatnya pertumbuhan digital media dunia tanpa batas dan perkembangan industri kontennya, dimana Baliwood akan menjadi pusat dunia.

Dalam kesempatan ini, CEO Baliwood Land, R. Arvin I. Miracelova, yang ber-home base di pulau dewata tepatnya di Jalan Pura Demak No. 26 Denpasar, Bali, pihaknya akan mengadakan tour Seminar Baliwood Land yang akan berlangsung di beberapa kota besar di Indonesia, yakni : Bandung, 12-13 Desember 2018 di Hotel Amaris, Jalan Dr. Setiabudi No. 156 A, Bogor, 15-16 Desember 2018, di Hotel Amaris , Jalan Pakuan No. 2 Baranangsiang, Palembang, , 18-19 Desember 2018, di Hotel Amaris dan Bali, 29-30 Desember 2018, di Baliwood Camp Denpasar. Investasi harga tiket masuk (HTM) peserta, cukup terjangkau yaitu di bandrol mulai dari Rp. 200rb, Rp.900rb dan Rp.2,9jt per orang.

Saat dihubungi destinasiaNews.com melalui telepon selularnya, Arvin mengatakan, bahwa kegiatan seminar ini, tidak lain hanya ingin berbagi ilmu saja dengan insan komunitas film di daerah, tentang teknik dasar dalam dunia perfilman dan seni membuat efek make up artis.

Baliwood2

Selain itu, kegiatan seminar ini sebagai upaya melakukan langkah inisiatif  percontohan membangun kekuatan tematik tourism dunia, yang didukung oleh kekuatan integrasi jaringan digital media tourism publication network worldwide seperti : inflight tv, hotel tv, dan lainnya, yang dikembangkan bersama mitra dunia, ujar Arvin.

Pada tour seminar efek make up dan film study ini akan dipandu langsung oleh tandem Miracelova yaitu Arvin (film maker) dan Indah (make up artis film).  Kemampuan mereka berdua dalam dunia perfilman, memang tidak diragukan lagi, terbukti, segudang prestasi dan penghargaannya. Bagi Arvin, belajar kreatif, terutama di bidang screen diperoleh dari USA, UK, Rep Czech, dan lainnya.

Prestasi Arvin lainnya yang membanggakan bangsa Indonesia, yakni dari project panel selected international film festival, hingga membawa dirinya meraih penghargaan 1st winner IYCE British Council Award and Nokia 2011, kategori International Screen.  Begitu juga dengan Indah, untuk urusan make-up artis, kemampuannya, boleh diacungi jempol, dengan pengalaman merias wajah artis film, bersertifikat internasional.

Perhelatan seminar ini, semoga membawa manfaat bagi insan komunitas film di kota-kota yang akan di kunjungi Baliwood Land, tutur Arvin berharap.

Kegiatan pada tour dua hari seminar efek make up dan film study ini meliputi : perkenalan special efek make up film, seminar film maker, character in film bagi pemula, (teori dan praktek), dan selain itu bagi peserta mendapatkan sertifikat internasional. Info hubungi Hp. 0812 3947 7044 (Sri), 0857 9226 5267 (Arik), www.baliwoodland.com, www.baliwoodchannels.com, www.baliwoodworldevents.com. (HRS/dtn)

Add a comment

Menpar Arief Yahya, Menjadi Pembicara Utama Pada Seminar Transformasi Bisnis di MM-FEB Unpad

Seminar MM FEB1

destinasiaNews Fenomena revolusi industri 4.0 telah mentransformasi ekonomi, pekerjaan, dan bahkan masyarakat sendiri. Teknologi fisik dan digital yang digabungkan dengan artificial intelligence, cognitive technologies, dan the internet of things (IoT) telah menciptakan perusahaan digital yang saling terkoneksi dan mampu menghasilhan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Perusahaan digital dapat berkomunikasi, menganalisis, dan menggunakan data untuk mendorong pengamatan intelijen bagi kepentingan bisnisnya.

Hal tersebut terungkap pada acara seminar yang bertajuk Transformasi Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0, dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat umum lainnya, berlangsung di Aula Lantai 4 kampus Magister Manajemen (MM) FEB Unpad Jalan Dipatiukur No. 46 Kota Bandung, Sabtu pagi, 10/11/2018.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka Dies MM Unpad ke 26, Dies FEB dan Dies Unpad ke 61 Tahun. Terselenggara atas kerjasama MM FEB Unpad dengan 3 perusahaan BUMN yakni : PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Lelet Karena Tidak Ada Pesaing

Seminar MM FEB2

Pada kesempatan ini, Mentri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, menjadi pembicara utama di acara seminar Transformasi Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0.  Dalam paparannya, Arief sapaan akrab Arief Yahya, mengupas tentang “Pariwisata Core Economic Indonesia”.  Menurutnya, bahwa pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia diprediksi akan terus meningkat, peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 22%, (2017), ini merupakan terbaik di ASEAN, jika dibandingkan dengan peningkatan negara-negara lainnya. Potensi ini diharapkan akan terus meningkat sesuai dengan proyeksi Presiden RI, Jokowi yaitu sebesar 25%.

Dalam peningkatan ini, Arief merasa belum cukup puas. Alasannya, sebagai negara dengan luas geografis terbesar di ASEAN, Indonesia dapat dengan mudah dikalahkan oleh negara tetangga yang notabene jauh lebih kecil luas geografisnya, seperti Malaysia dan Singapore. “Disini ada yang dari Malaysia”?, tanya Arief kepada peserta seminar, “Pasti ada”!, ujarnya.

“Kita ini negara besar tapi lelet, kenapa?, karena merasa tidak ada pesaing, maka dari itu ciptakanlah pesaing, sebab tidak ada bisnis yang cepat tanpa adanya persaingan”, ujar Arief. Dan jika kita tidak ciptakan pesaing, maka perkembangannya akan jauh lebih mudah dikalahkan.  “Semoga saja hal itu tidak terjadi”, ucap Arief menambahkan.

Ketika itu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) RI, untuk mendongkrak wisatawan nusantara (winus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), menggulirkan program dengan tagline “Visit Indonesian Year”, investasinya 300 miliar. “Anggaran itu untuk se-Indonesia”, kata Arief.

Lalu kemudian, Indonesia tengah bersaing ketat dengan Thailand, untuk memperebutkan gelar destinasi wisata terbaik di ASEAN, kata Arief.   “Kalau kita bisa mengalahkan Thailand, tidak perlu menunggu 10 tahun, cukup 2 tahun, kita bisa mengalahkan Thailand,” tegas Arief optimis.

Pariwisata Indonesia 10 Besar Dunia

Seminar MM FEB4

“Saat saya pertama kali di Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI, mengusulkan kepada Presiden Jokowi, bahwa Pariwisata masuk dalam sektor unggulan pembangunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2018. Sebab pariwisata produknya sudah ada, tinggal packaging dan promosinya,” papar Arief.

Walhasil, dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi medukungnya. “Pariwisata saya tetapkan sebagai leading sector. Pariwisata dijadikan sebagai leading sector ini adalah kabar gembira dan seluruh kementrian lainnya wajib mendukung dan itu saya tetapkan”, perintah Presiden Jokowi.

Dengan mengusung tagline Wonderful Indonesia, Kemenpar RI mendapat suntikan anggaran 1 triliun. Selain itu, Wonderful Indonesia juga memiliki 10 prioritas pengembangan destinasi pariwisata antara lain : Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Bromo Tengger Semeru, Mandalika dan Labuan Bajo.

Patut kita acungi jempol, saat ini Kemenpar RI memang mengalami peningkatan yang signifikan dan luar biasa.  Belakangan ini, The World Travel & Tourism Council (WTTC) juga mengakui kehebatan Kemenpar RI yang dipimpin Arief Yahya. Kekuatan pariwisata Indonesia ditempatkan dalam 10 besar Dunia. Tepatnya peringkat 9 di Dunia, peringkat 3 di Asia dan peringkat 1 di Asia Tenggara.  Posisi ini mengalahkan Malaysia, Thailand dan Singapura.

WTTC melakukan penilaian berdasakan perkembangan kepariwisataan selama beberapa tahun belakangan. Khususnya dari pertumbuhan secara global, spending wisman, spending winus dan investasi pemerintah.

Kita bangga, karena posisi ini terbaik diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya. Seperti Thailand yang berada di peringkat 12, Filipina dan Malaysia di peringkat 13, dan Singapura di peringkat 16, serta Vietnam di posisi 21.

Tantangan Global Revolusi Industri

Seminar MM FEB3

Dalam kata sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Yudi Azis, mengatakan, bahwa di dunia bisnis, revolusi industri 4.0 telah mengubah model bisnis secara radikal. Korporasi yang dianggap tangguh puluhan tahun, harus beradaptasi dengan model bisnis yang banyak diubah oleh mereka yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Tak hanya berbicara tentang teknologi cerdas dan terkoneksi yang berada dalam lingkup organisasi, namun teknologi yang telah menyentuh sendi kehidupan kita sehari-hari, jelas Yudi sapaan akrab Yudi Azis.

Kehidupan kita banyak berubah dibandingkan satu dekade silam. “Kita sudah dimanjakan dengan dunia digital, kita bisa mengatur pekerjaan, kebutuhan, dan aktivitas dengan sentuhan tangan”, terangnya.

Selain itu, Yudi mengutip pernyataan Chun Yuan Gu, President of Asia, Middle East and Africa Region (AMEA), ABB, bahwa revolusi industri 4.0 menciptakan kemungkinan tak terbatas bagi mereka yang berada di dunia bisnis. Meskipun ketika teknologi itu mentrasformasi model bisnis di dalam industrinya ataupun lintas industri dapat hal yang menakutkan, namun di lain pihak, dapat menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing. Setiap teknologi dan fenomena baru, sering memunculkan sisi peluang dan tantangan.

Menurut Yudi, dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan program Making Indonesia 4.0 pada acara Indonesia Industrial Summit (IIS), April 2018. Langkah ini harus kita apresiasi, karena melalui program ini Indonesia diharapkan dapat membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi industri 4.0, kata Yudi, sekaligus membuka kegiatan seminar tersebut.

Acara seminar dipandu moderator Popy Rufaidah,Ketua Program Magister Manajemen FEB Unpad, dengan   Narasumber: Mohamad Djohan Safri, Direktur Teknologi PT Pupuk Indonesia (Persero), Honesti Basyir, Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk., David Bangun , Direktur Digital & Strategic Portfolio PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (HRS/dtn)

Add a comment

Gong, Inklusi Ekonomi Kreatif Bergulir dari WCCE 2018 Bali - Laporan Erlan Effendy dari Nusa Dua

Bekraf Bali1

 

destinasiaNews - Bahasa tentang inklusi ekonomi kreatif dipastikan menjadi sorotan utama pada Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE - World  Confrence on Creative Economy), di Nusa Dua Bali (6 - 8/11/2018). Sesuai rencana, WCCE ini resminya akan dibuka pada Rabu, 7 November 2018, dan hari Selasa ini (6/11/2018) adalah fase prapembukaan.

 

Wakil Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Joseph Pesik menyatakan, dari Bali ini akan semakin hidup dan berbobot, nuansa pertemuan skala intenasional yang dihadiri  2.000 peserta.

 

"Harapannya, Bali dapat meningkatkan kreativitas Anda. Kami akan memastikan bahwa ide Anda tidak akan lenyap menjadi udara tipis," kata Ricky selaku pembicara kunci dalam prapembukaan WCCE yang bertajuk khas Teman Ekonomi Kreatif.

 

Ricky menekankani kekuatan ekonomi kreatif terletak pada inklusivitasnya. "Ia tidak mengenal batas, tidak ada jenis kelamin, tidak ada usia, tidak ada modal atau penghalang pendidikan."

 

Ekonomi ini bergerak semata-mata karena kreativitas pikiran dan kemampuan manusia untuk menciptakan ide-ide baru. Sejumlah contoh ekonomi kreatif antara lain program televisi, seni visual, arsitektur, penerbitan, seni pertunjukan, permainan, film, dan musik.

 

"Ekonomi kreatif dapat diakses oleh semua. Itulah mengapa tema untuk konferensi tahun ini adalah 'Inklusif Kreatif'," paparnya.

 

Data geliat ekonomi kreatif tahun 2017, berkontribusi nyaris Rp1.000 triliun bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Ekonomi kreatif juga menjadi sumber pekerjaan bagi 16,4 juta orang di Indonesia.

 

"Selama krisis ekonomi dan keuangan global 2008, ketika sektor-sektor lain mengalami kontraksi, layanan kreatif mencatat pertumbuhan positif," katanya.

 

Tantangan Bersama

Bekraf bali5

Sejalan dengan tingginya laju ekonomi kreatif, sejumlah tantangan masih terbentang. Menurutnya, ekonomi kreatif menghadapi beberapa ancaman serius, bila dibiarkan ini akan membahayakan pertumbuhannya. Mulai dari persoalan pembiayaan, pengembangan produk, dan pemasaran.

 

Diketahui mayoritas pemain ekonomi kreatif adalah usaha kecil dan menengah (UKM). Harapannya dari forum WCCE ini, peserta bisa menemukan solusinya.

 

"Saya percaya kerja sama internasional adalah kunci dalam hal ini. Ini adalah alasan mendasar mengapa Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ini," kata Ricky.

 

Lebih lanjut menurutnya, ekonomi kreatif menawarkan sarana untuk mengatasi tantangan keamanan sosial,  bahkan hingga di level nasional, regional, pun global. Ekonomi kreatif menyediakan lebih dari sekedar peluang ekonomi.

 

"Ini dapat berfungsi sebagai jembatan komunikasi, pemahaman, dan kepercayaan antara negara dan budaya di dunia yang terlihat semakin terpecah-pecah," katanya.

 

Membina ekonomi kreatif, menurutnya, bisa menciptakan pemahaman yang lebih baik antara orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. "Ini  alat yang kuat tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk kohesi sosial."

 

Isu  Bahasan

Bekraf Bali2Ada empat isu yang jadi bahasan  dibahas utama, antara lain kohesi sosial, regulasi, pemasaran, serta ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

 

Dirancang konferensi ini akan menghasilkan Deklarasi Bali. Nantinya, diusulkan ke Sidang Umum PBB 2919. Harapannya, deklarasi ini akan menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia, dalam konteks kita telah memasuki era industri 4.0.

 

Kabar dari Nusa Dua Bali pada prapembukaan ini,  menurut Erlan Effendy, Ketua BMC (Bandung Music Council). Ia bersama musisi Bandung lainnya seperti Noey dan Dany Java Jive, tiba di WCCF hanya beberapa saat usai menggelar Konser Amal Doel Sumbang Saparakanca untuk Korban Bencana Palu & Lombok di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung (3/11/218). 

 

"Selain musisi Bandung yang diundang oleh Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), ada rekan lain dari Bandung, representasi komunitas film, BCCF, pegiat fotografi, dan para penerbit. Ajang ini sangat bagus, banyak masukan, dan bisa diterapkan untuk pengembangan berkretivitas kapan dan dimana pun." tutup Erlan melalui sambungan-sambil menambahkan- “Anggaplah ini gong, esensi pentingnya kita berkreativitas dengan benar dan bermanfaat.(HS/SF/dtn)

Add a comment

Eka Santosa ‘Hayang Jadi Gatotkaca’ di Karantina Peserta Wanoja Jajaka Jabar 2018

krantina1destinasiaNews – “Sabenerna saya tibaheula hayang jadi gatotkaca ...” terlontar dari mulut tokoh Jabar Eka Santosa di hadapan 30 peserta karantina Wanoja Jajaka Budaya (Wajada) Jabar 2108. Lontaran Eka ini meluncur spontan di kediamannya Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (19/10/2018). Sudah barang tentu puluhan orang  yang mereaksi lontaran spontan ini,  ger-geran sambil bertepuk tangan  - Ketua DPRD Jabar (2000 – 2004) ini punya cita-cita yang tak biasa.

 

Jumat pagi itu memang Eka sedang memberi materi pengayaan. Ini melanjut setelah ia menjadi juri pada ajang unjuk kabisa (13/10/2018) di Saung Udjo dari peserta karantina Wajada. Di forum ini Eka salah satunya menjelaskan, tentang  maksud dan tujuan tempatnya,  Kawasan Alam Santosa yang luasnya sekitar 4,5 ha kini menjadi area pembelajaran bagi siapa pun tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, ”Lahan ini dulunya kritis alias gundul sering jadi penyebab banjir dan longsor di Bandung Timur. Sejak tahun 2000-an ditanami ribuan tanaman langka, oleh penduduk setempat dan masyarakat adat se Jabar. Kini jadi hutan lebat, sejumlah mata air muncul lagi. Puluhan jenis ikan langka di Tatar Sunda yang nyaris punah, terselamatkan. Ini contoh nyata, beginilah lahan kritis di Jabar harus dihijaukan,” papar Eka dengan gestur meyakinkan.

 

Kembali ke soal cita-cita Eka sedari dulu ingin menjelma menjadi tokoh Mahabarata Gatotkaca, yang katanya punya kesaktian luar biasa mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta memiliki “otot kawat balung wesi”, “Siapa itu yang kemarin di Saung Udjo (13/10/2018) di antara kalian yang membawakan tarian Gatotkaca? Seperti itulah saya ingin sekali menjadi Gatotkaca ..,” terangnya di hadapan puluhan peserta karantna Wajada secara terbuka.  

 

Pelopor Jabar

krantina2Sebelumnya pada tahapan karantina Wajada Jabar 2018  yang berlangsung tiga hari (19 – 21/10/2018) di Alam Santosa, dengan penyelenggara Paguyuban Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat untuk yang ke tiga kalinya, Drs. H. Wahyu Iskandar M M Pd, Kabid Kebudayaan Disparbud Jabar, mengharapkan para peserta ini dapat menjadi pemuda-pemudi pelopor, “Tiga hari di Alam Santosa semoga sesudahnya, memiliki bekal demi menunjukkan lebih mandiri akan jati diri sebagai warga Jabar. Manfaatkanlah sesi karantina ini, untuk mengkaji serius aneka warisan budaya bangsa.”

 

Sementara itu Dudih Sutrisman, Ketua Paguyuban Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat menyatakan pada gelaran kali ini, punya nuansa khusus menjelang grand final pada 27 Oktober 2018 di Gedung Seni & Budaya Sunan Ambu Kota Bandung, ”Hari ini dan dua hari ke depan, peserta akan dibekali intensif, anggaplah ini ‘Candradimuka’ ala Alam Santosa. Secara budaya dan juga lingkungan hidup, tempat ini terbilang top-lah. Banyak hal  bisa kita bina diri di sini.”

 

Lainnya, Rani Pratiwi dan ‘pasangnnya’ Zulfikar Alamsyah selaku Wanoja dan Jajaka Budaya Jawa Barat 2017 mengucapkan rasa syukur atas pemilihan tempat karantina di Alam Santosa, “Ini lokasi yang tepat, relatif dekat dari perkotaan namun suasananya kental dengan unsur budaya tempo dulu. Peserta bisa berkonsentrasi mengkaji dan mengolah budaya Sunda dengan khusuk,” papar keduanya dengan roman muka yang ramah khas masyarakat Jabar.

 

Soal Kahayang itu ...

krantina3Penasaran dengan  perihal ‘kahayang’ Eka Santosa ingin menjadi Gatotkaca, kembali redaksi mengkorfirmasi ke yang bersangkutan seusai ia memberi pembekalan pertama ke para peserta, “Ya, itu mah hanya sekedar kahayang... Syukur-syukur bila dikabulkan. Saya mau terbang setiap hari, mengontrol seberapa banyak hutan yang gundul setiap hari di wilayah Jawa Barat,” jawab Eka dengan kalem yang dikenal sebagai politisi ulung, sekaligus punya rasa peduli tinggi terhadap nasib lingkungan dan budaya di tatar Jawa Barat. (HS/SF/dtn)    

Add a comment

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

gd1gd2destinasiaNews - Sejumlah peserta Musyawarah Nasional (Munas), Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) ke-2 di Hotel Grand Asrilia Bandung, pada Sabtu, 12 Oktober 2018 seusai ditutup setelah dua hari menghasilkan sejumlah sejumlah pembaruan, berkunjung ke gerai UKM (Usaha Kecil & Menengah) GORO DAYUNG di Kawasan Arcamanik Endah Kota Bandung.

Kehadiran tamu khusus ke gerai GORO DAYUNG, yang jumlanya sekitar 50 orang lebih, tampil beda menaiki 2 kendaraan Bandros (Bandung tour on the bus).

Ternyata, para tamu khusus ini sangat tertarik atas berdirinya gerai UKM GORO DAYUNG dalam di Kota Bandung. Diketahui kesuksesan UKM GORO DAYUNG ini, salah satunya berkat rintisan Mardiana Indraswati dan Milawati di bawah naungan PT Dayung Makmur Sejahtera.

"Banyak yang bertanya dan malah mengajak diskusi, bagaimana caranya membuka usaha 'warung sembako plus 'GORO' atau gotong royong yang dulunya diinisiasi Bapak Hutomo Mandala Putra," jelas Mardiana yang di ISMI (pusat) berkiprah sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan.

gd4gd3Pada kesempatan lain Mardiana yang selama mengelola GORO DAYUNG, kerap mengaplikasikan pola bisnis berbasis Teknosa (Teknologi, Inovasi dan Kewirausahaan), kepada sesama koleganya di ISMI seperti Syafruddin Anhar, SE,MS., dan salah satu Koordinator Bidang,   Ir Muhammad Suaidy,MBA, menjelaskan secara rinci tentang penanganan produk, konsumen, dan daya dukung lainnya.

"Pola ekonomi seperti GORO DAYUNG inilah yang kita perlu kembangkan di kota maupun di pedesaan," papar Syafruddin.

Menurut mereka, prinsip dasar fair trade yang konsisten di rantai ekonomi Goro Dayung, diharapkan bisa meningkatkan para pengusaha, petani, maupun nelayan yang selama ini termarjinalkan.

"Di GORO DAYUNG, saya lihat semua serba transparan. Makanya, konsumen senang datang ke sini," kata salah satu peserta asal kepulauan di Indinesia Timur. (HS/SF/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

TikTok Meluncurkan All-Star Southeast Asia 2019 Sebagai Hasil Studi Tunjukkan Video Sebagai Format Konten Terbaik Untuk Mengekspresikan Kreativitas,

TikTok Meluncurkan All-Star Southeast Asia 2019 Sebagai Hasil Studi Tunjukkan Video Sebagai Format Konten Terbaik Untuk Mengekspresikan Kreativitas,

destinasianews - TikTok, platform terdepan untuk video mobile berdurasi singkat, meluncurkan kompetisi All-Star tingkat wilayah yang bertujuan untuk menemukan dan menginkubasi creator baru di Asia Tenggara, sesuai dengan hasil studi yang menunjukkan bahwa...

Pemusnah Sampah ‘Stungta’ dari Gerakan Hejo, Disambangi Tim Auditor Teknologi Ramah Lingkungan  - Layak Pakai, Hasilnya

Pemusnah Sampah ‘Stungta’ dari Gerakan Hejo, Disambangi Tim Auditor Teknologi Ramah Lingkungan  - Layak Pakai, Hasilnya

destinasiaNews  -  Kembali, mesin ‘Stungta’ karya anak bangsa yang dikenal sebagai incinerator pemusnah sampah yang ramah lingkungan, dan hemat enerji,...

Eka Santosa Gerakan Hejo Kaget Lihat Gunungan Sampah di Sarimukti

Eka Santosa Gerakan Hejo Kaget Lihat Gunungan Sampah di Sarimukti

destinasiaNews - "Saya kaget lihat ratusan pemulung malah mendekati sampah dari truk, padahal itu semua kotor dan sangat berbau. Saya...

Hasil Riset Dosen & Mahasiswa Tersaji di Stand FPIK Unpad, West Java Festival 2019 - Edhy Prabowo Sempat Menyambangi ...

Hasil Riset Dosen & Mahasiswa Tersaji di Stand FPIK Unpad, West Java Festival 2019 - Edhy Prabowo Sempat Menyambangi ...

destinasiaNews -- Mau tahu, keseruan apa yang harus kita alami, andai berada di area perburuan di antara ratusan stand di...

Dubes RI untuk Polandia Beri Tips Sukses Ke Mahasiswa Widyatama

Dubes RI untuk Polandia Beri Tips Sukses Ke Mahasiswa Widyatama

destinasiaNews - Siti Nugraha Mauludiah Dubes Indonesia untuk Polandia menjadi pemateri saat digelar stadium general atau kuliah umum di Universitas...

Pengunjung

04342942
Hari ini
Kemarin
1009
3317