Nelayan Kab. Karawang Sowan ke Sekda Jabar Iwa Karniwa: Tak Sangka Bisa Bertemu …

HNSI SEKDA destinasiaNews – Rombongan DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kab. Karawang, Kamis petang, 30 Maret 2017 yang sejak pagi bertemu dengan jajaran DPD HNSI Jabar di Sekertariat Jl. Dago Pakar Barat No 9B Bandung, akhirnya bisa bertemu dengan Sekda Jabar Iwa Karniwa di rumah dinasnya. Tak pelak sejumlah uneg-uneg, mereka luahkan - termasuk bagaimana meningkatkan taraf kesejahteraan nelayan di Kab. Karawan dan Jabar? 

“Terasa mimpi, bisa sowan ke Pak Sekda Jabar. Dengan Sekda di tempat kami saja belum pernah bisa ketemu-muka,” papar Kusandi, nelayan dari Desa Tangkolak, Kecamatan Sukakerta Wetan Kab. Karawang.

Rombongan ini dipimpin oleh Jejen Zaenal Mutaqin selaku Ketua DPC HNSI Kab. Karawang. Rombongan ini di antaranya terdiri atas Kepala Desa Tangkolak H Bukhori S.Pd, dan Anas sebagai Ketua Panitia Pesta Laut 2017 yang rencananya akan digelar pada  1 – 5 April 2017. Pengantarnya H Nandang Permana Ketua DPD HNSI Jabar. Petang itu bersama jajarannya menemani dialog antara Iwa Karniwa dengan nelayan Karawang.

”Akhirnya, Pak Sekda memastikan akan hadir di Pesta Laut 2017 pada 3 April. Ini bertepatan dengan arak-arakan yang biasanya dihadiri ribuan orang”, jelas Anas dengan wajah berbinar-binar.

“Lebih mengagetkan lagi Pak Sekda akan seharian di Sukakerta Wetan. Ini mah kejutan sekali buat warga kami”, tambah Jejen yang diamini Nandang Permana.

Iwa Karniwa sendiri yang petang hari itu tampak lelah sepulang dari kunjungan dinas ke Jatinangor Kabupaten Sumedang, mendadak ceria tatkala menerima kehadiran tamunya  rombongan HNSI.

”Seperti Anda ketahui saya ini dulu sejak kecil di Pangandaran sana, sudah akrab dengan yang sekarang disebut budi-daya ikan. Sampai kapan pun bila berkenan dengan nasib nelayan, saya siap memperhatikannya. Bagi saya ini sebuah amanah, harus dilaksankan jangan sekedar diwacanakan”, paparnya sambil merinci sejumlah program pengentasan kemiskinan lain bagi para nelayan Jabar di masa mendatang.

“Saya ingin memberdayakan nelayan dan petani yang rata-rata masih miskin. Mereka harus segera mandiri. Paling aktual melalui koperasi,” jelasnya yang tersirat ia mulai berani menunjukkan niatnya untuk maju ke Pilgub Jabar 2018 – “Tadi dipertegas hari ini, ada amanah dari para ulama, saya siap maju. Ini semata setelah banyak desakan dari masyarakat .” (HS/SA)

Add a comment

Sidang PKPU Forkoma CSI di Pengadilan Niaga Jakpus: Ajak Anggota Bersatu

DTN FORKOMA SIDANG KE 2 CopydestinasiaNews – Perjuangan Forum Anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atawa lazim disebut Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota – Cakrabuana Sukses Indonesia), paling akhir muncul di Pengadilan Niaga  Jakarta Pusat (29/3/2017).”Ini gelar perkara yang kedua kalinya,” kata Iqbal Nugraha, SH selaku kuasa hukum dari Forkoma CSI.

Iqbal bersama “Astro” Rizky Ramdani dari Gerakan Hejo yang selama ini mengadvokasi perkara ini sebelum sidang PKPU (Penundaan Kewajiban Permohonan Utang), berbekal surat Permohonan PKPU Nomor 35/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN Niaga Jkt.Pst, seusai sidang yang hanya berlangsung sekitar 5 menit:”Hakim Ketua tadi menerima tuntutan kita. Pada Senin depan 3 April 2017 untuk bersidang bersama pengurus Koperasi CSI. Tujuan kami sejak awal jelas, menuntut pengembalian dana seluruh anggota, bukan hanya yang tergabung di Forkoma CSI saja”.

Pada pihak lain Bob Hasan & Partner yang mewakili pemohon pailit yang digawangi Uci Sanusi,mantan Direksi PT CSI Bidang HRD yang sekaligus pengurus Koperasi CSI, usai persidangan ini, sama seperti persidangan minggu lalu, langsung menghilang.

Beberapa saat sebelum sidang dimulai Uci yang didampingi menurut pengakuannya sekitar 300 anggota Koperasi CSI pemohon kepailitan, yang beberapa di antaranya membawa plakat tuntutan pengembalian dana yang dibekukan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sejak 29 November 2016, menyatakan: “Sebaiknya kita ini bersatu saja. Semua ini kan demi umat”.

Kala pihak Uci yang kerap didampingi pengacara pribadinya Aini dicoba dijembatani untuk bertemu dengan pihak Forkoma CSI yang kebetulan berada dalam satu gedung di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, tampak keduanya tak merespon dengan jelas, Kala itu yang mereka utarakan:”Sudah banyak korban di antara kita, termasuk yang terkena stroke sudah beberapa orang, malahan yang menderita sakit jiwa pun ada beberapa, marilah kita bersatu saja ….”

Terkait pengabulan permohonan PKPU oleh Hakim Ketua Jamaludin Samosir untuk menunda perkara  No 16/Pdt.Sus-PAILIT/2011/PN yang diajukan  Bob Hasan & Partner:”Semoga keberhasilannya nanti bisa dinikmati oleh anggota di luar Forkoma CSI. Niatnya hanya satu, uang anggota bisa kembali. Harapannya titik terang itu muncul pada persidangan mendatang. Tanda-tandanya sudah kami rasakan”.

Perjuangan Pengembalian

Sekedar mengingatkan koperasi yang punya akta notaris sesuai Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014, memiliki anggota sekitar 16 ribu, diduga punya akumulasi dana sekitar Rp. 2,3 T. Pengumpulan dana yang bersalut koperasi ini kini mandek. sejak rekeningnya dibekukan Bareskrim Mabes Polri 29 November 2016. Kasus ini di lansiran media massa, popular dikenal sebagai investasi bodong Koperasi CSI.

Dua pucuk pimpinan CSI, ditahan sejak 25 November 2017 atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim, dugaannya tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarahkan atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Penahanan dua pucuk pimpinan itu M Yahya dan Iman Santoso sejak 25 Maret 2017 dipindahkan ke kota Cirebon dari Bareskrim Polri. 

Dalam perkembangannya kasus ini sedang berlangsung persidangan lainnya seperti Kepailitan, PKPU, Wanprestasi, serta Perbankan Syariah dan TPPU, di Jakarta dan Cirebon.

Secara terpisah, Eka Santosa Ketua Umum Gerakan Hejo mengomentari hasil terakhir persidangan ke dua di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat:”Sejak awal yang kami perjuangkan semata untuk pengembalian dana simpanan anggota. Itu terlepas dari persoalan hukum yang sedang berjalan. Sekaligus saya himbau untuk bergabung, tokh semua ini jalan hukum yang saya rasa benar”. (HS/SA/dtn).  

Add a comment

Eka Santosa di Forum ‘Wartawan Ngaprak Desa’ HU Galamedia – Singgung Macan Kertas & Parahnya Kerusakan Lingkungan

DTN Wartawan Ngaprak Desa CopydestinasiaNews – Bertempat di Alam Santosa, Kawasan Ekowisata dan Budaya. Tepatnya, di Jl. Pasir Impun Atas No 5 A Desa Sekebalingbing Pasir Impun Kabupaten Bandung, Senin 27 Maret 2017 berlangsung pelatihan jurnalistik ‘Wartawan Ngaprak Desa’. Puluhan pegiat media yang biasanya jarang bertatap muka walaupun satu kantor, hari itu ngariung bareng – face to face alias adu amprok. “Kami jadi sering ber-swa foto disini karena suasananya adem. Waktu bertugas, mana sempat selfi-selfian”, tutur jurnalis Galamedia yang biasa disapa Kiki sambil tersipu-sipu.

Tampak wartawan senior Budiana dari PR Group, turut memberikan petuah dan kiat ampuh bagi adik-adiknya dalam mengolah reportase, khususnya tentang dinamika desa:”Data harus komplit, mendalam, serta berimbang, dan inspiratif, tentunya”, itu salah satu petuahnya yang diangguki para juniornya. 

“Ini rutin kami lakukan. Tujuannya demi mempertajam tilikan reportase crew kami. Hasilnya, lihatlah nanti dalam sajian yang mengupas dinamika pedesaan. Harus lebih baik dalam segala segi,” jelas Pemimpin Redaksi HU Galamedia, Enton Supriatna Sind. Enton berucap demikian pada petang itu, sesaat sebelum memandu acara yang menghadirkan tokoh Jabar Eka Santosa (58), di forum “Wartawan Ngaprak Desa”.

Alam Santosa - Pilot Project

Eka Santosa sendiri sebagai Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004) dari fraksi PDIP dilanjut sebagai Ketua Komisi II DPR RI (2004-2009), dan sesaat menjabat Ketua DPW Partai NasDem Jabar (2013 – 2015), hingga kini bergiat di bidang lingkungan dan budaya di antaranya sebagai Sekjen/Duta  Sawala BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, Ketua Forum DAS Citarum (2013 – 2018), dan Ketua Umum Gerakan Hejo – yang berkiprah bersama Solihin GP (92) mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974).

Di forum “Wartawan Ngaprak Desa” dari HU Galamedia, Eka mengupas banyak hal, termasuk keprihatinannya perihal kondisi lingkungan Jawa Barat dalam 10 tahun terakhir. Menurutnya, hutan buatan Alam Santosa seluas 4,5 ha tempat wartawan Galamedia hadir kala itu:”Ini pilot project saya. Saya berani lantang berbicara setelah 15 tahun menghutankan lagi daerah ini. Inginnya, Jabar yang luasnya 3,5 juta ha, 40%-nya harus hutan. Bukan seperti sekarang, kata Pemrov Jabar hutannya 38%, padahal hanya 20%. Itu pun 600 ribu ha dalam kondisi kritis. Biasalah, Pemprov Jabar hanya pakai citra satelit jaman kuda makan besi, yang kuno – itu akal-akalan mereka. Bersama DPKLTS dan Pak Sobirin Supardiono, bisa kita buktikan semua itu”.

Soal Desa …  

Dalam kaitan perdesaan, Eka menginginkan desa harus menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, harus ada penguatan, pun anggaran yang dikucurkan pemerintah melalui APBD:”Harus sampai ke desa, karena 70% masyarakat tinggal di desa. Saya dan Pak Solihin sepakat, desa kuat, negara akan kuat.”

Dipaparka pula di Jabar ada sekitar 6.000-an desa, tersebar di 626 kecamatan, 27 kabupaten dan kota. “Konsep rakyat dan desa semesta itu harus dikembalikan. Urbanisasi, hanya bisa dicegah melalui pengguatan desa”. 

Menurut Eka yang melihat desa sebaiknya sebagai subyek dan bukan obyek:”Jangan seperti sekarang, kepentingan birokratis dan politis sangat kental dalam konteks perdesaan. Pemberdayaan ekonomi dan pembinaan kesadaran lingkungan, sangat minim. Tata kelola desa yang berciri tradisi yang positif untuk kemandirian, justru dihilangkan. Sekdes diangkat jadi PNS, ini merusak tata nilai desa”, ujarnya sambil memaparkan salah kelola perdesaan lainnya “Nilai kearifan lokal warga desa dalam memelihara, menjaga, dan mengembangkan keseimbangan alam serta manusia, diobrak-abrik oleh kepentingan investor yang berkolaborasi dengan para birokrat lokal, ya termasuk bupati dan walikotanya. Warga desa mendadak jadi serba materialis dan hedonis. Prihatin saya, ini banyak terjadi di pelosok Jabar, karena kepemimpinan yang ngawur!” 

Macan Kertas – Banjir Rancaekek

Soal tudingan “macan kertas” atas fenomena banjir yang kerap melanda kawasan jalan nasional di kawasan pabrik Kahatex dan Vonex di Rancaekek Kabupaten Sumedang, sempat muncul:”Itu Gubernur Jabar dan Wakilnya, menurut saya dalam kasus ini ibarat macan kertas. Keduanya tak mampu memecahkan soal rutin ini. Hanya menggantung masalah”, ujarnya dengan nada kesal.

Lebih mengecewakan tampaknya bagi Eka:“Masa warga diminta bersabar? Duh keterlaluan, itu kan urat nadi menghubungkan ibu kota DKI dan Bandung ke provinsi lain di pulau Jawa. Bukan hanya Bandung – Garut saja yang terhambat”.

Lebih lanjut masih menurut Eka dalam konteks banjir kala hujan sedikit pun di Rancaekek yang selalu menerpa pengguna jalan ini:”Ini hanya style kepemimpinan di Jabar yang sangat abai terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Partisipasi masyarakat tak dilibatkan, warga itu sebenarnya sangat manut alias paternalistik pada pimpinannya?”

Dalam kesempatan lain, para perusak lingkungan yang mayoritas para investor tak dikelola dengan baik –“Malah mereka diajak kompromi, demi menyelamatkan buruh. Kasihan tuh, buruh selalu dijadikan sebagai alat tawar-menawar. Sementara kepentingan lingkungan yang berjangka panjang, diabaikan”.

Yang lebih mengesalkan lagi kata Eka, ada beberapa bupati yang menghubunginya secara pribadi, memohon dirinya jangan galak-galak pada investor:”Sudahlah Kang, mereka para pemilik pabrik itu kan sedang dibina”, begitu ujarnya menirukan suara salah satu bupati itu.

Menimpal, ini Eka kembali menukas:”Sebaiknya perusak lingkungan itu, segera dibinasakan! Tokh, sejak Sang Bupati mau membina (era – 2014-an – red.) itu, hingga sekarang malah tak ada pembinaan. Ironinya, melalui PTUN malah pemerintah kala. Absurd memang…”

Rakyat Balangsak

Seusai paparan di hadapan “Wartawan Ngaprak Desa”, Eka dikonfirmasi, bukanlah penyebab banjir di sekitar 15 ribu-an hektar di kawasan Kahatex dan Vonex itu disebabkan Gunung Palasari dan Manglayang sudah gundul, dirambah hutannya? “Justru itulah, pimpinan di Jabar ini tak punya visi dalam hal penanganan air dan banjir. Hutan tempat air parkir, justru dibabat. Ini akan saya perangi terus melalui Gerakan Hejo,” jelasnya sambil mengingatkan –“Tadi saya jelaskan, bukan banyaknya waduk yang jadi prioritas di Jabar untuk irigasi dan pertanian pajale, umumnya. Justru hutan harus banyak lagi, leuweung ruksak caina beak, rakyat balangsak. Moal ngejo, lamun teu hejo!”

Tatkala disinggung, apakah dirinya akan mencalonkan juga pada Pilgub Jabar 2018 mendatang, dan siapa pasangannya? Kontan, Eka menjelaskan, dirinya merasa terpanggil untuk memimpin Jabar karena kerusakan lingkungan dan pola kepemimpinan yang salah kaprah, tambahan banyak kalangan mendorongnya:“Bagi saya untuk apalah kalau hanya mencari kedudukan. Menjabat Ketua DPRD Jabar, sudah. Juga di DPR RI, mengurus Panja Daerah Otonomi Baru se Indonesia di antaranya, sudah dilakoni. Ini semata terpanggil oleh persoalan perlu pembenahan lingkungan. Tambahan Pak Solihin GP mendorongnya.”

“Pesan Mang Ihin (sapaan Solihin GP) yang saya ingat terus. Jangan biarkan perusak lingkungan merajalela, namun harus nyaah (sayang) pada rakyat. Lainnya harus clean and capable. Insya Allah, saya nanti bila dipasangkan siapa pun, siap jadi tukang beberes. Ya, posisi nomor 2 pun tak mengapa. Anggaplah saya ini gubernur non Gedung Sate-nya. Sehari-hari mau keliling antar kota dan kabupaten di Jabar”, ungkapnya yang digadang-gadang sejak awal Maret 2017 disandingkan oleh Solihin GP dengan Ridwan Kamil. 

“Jadi gubernur lapangan pun tak mengapa, khusus mengurus kerusakan lingkungan dan semacamnya”, pungkasnya yang juga menjelaskan melalui lingkungan yang baik- “Pastilah, kesejahteraan dan lapangan kerja pun bertambah. Saya punya strateginya, nanti kita bedah ya?”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Sidang Pleno I TKPSDA Citarum – Seriuslah Tangani Sungai Terkotor Sedunia !

DTN TKPSDAdestinasiaNews – Fakta berbicara, wilayah Sungai Citarum seluas 12.000 km2, cakupannya ada 13 wilayah administrasi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Sungai ini punya ragam potensi, berperan penting bagi kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Sedikitnya dimanfaatkan oleh 45 juta penduduk Jabar pada era 2015-an.

Airnya dimanfaatkan sebagai sumber air baku penduduk DKI Jakarta. Lainnya untuk irigasi pertanian, perikanan, pemasok kegiatan industri, dan sumber pembangkit listrik tenaga air untuk Pulau Jawa dan Bali.

Fakta lain, dalam kurun dua dekade, secara akut Sungai Citarum telah rusak berat dari hulu hingga hilir. Aktivitas demografi, dan kegiatan sosial ekonomi yang tidak dibarengi upaya pelestarian lingkungan - menambah beban persoalan lingkungan yang berat di Jabar. Sebutannya, sebagai sungai terkotor sedunia. Ini tak begitu dihiraukan oleh para penanggung-jawabnya.

“Semua kalangan hanya bisa saling menyalahkan”, papar Deni Riswandani, S.Sos, Ketua Komunitas Elingan (Elemen Lingkungan). Deni berujar demikian disela-sela hari terakhir Sidang Pleno I TKPSDA (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Citarum) di Grand Tebu Hotel Bandung Jl. L.L.R.E Martadinata Bandung, 22 – 23 Maret 2017.

Kualitas Air 

Penurunan drastis kualitas lingkungan Sungai Citarum telah berpengaruh pada kondisi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, baik di pedesaan maupun perkotaan. “Saat musim hujan, bencana banjir mengancam berbagai kawasan. Pencemaran air sungai akibat aktivitas industri dan pertanian, telah membahayakan. Ini mengancam kesehatan, juga budi daya ikan”, kata Ir, Muh. Husen, Ketua Biro Perikanan Budidaya DPD HNSI Jawa Barat, yang diamini D. Sunardhi Yogantara, Ketua Yayasan Warga Peduli Lingkungan (WPL).   

Kawasan hulu Sungai Citarum punya peranan penting terhadap kualitas lingkungan Sungai Citarum secara kesuluruhan. Berbagai studi perihal penurunan kualitas Sungai Citarum menegaskan, bahwa erosi, sedimentasi, banjir, penurunan kualitas air sungai serta berkurangnya ketersediaan air pada musim kemarau tidak lepas dari permasalahan yang terjadi di Kawasan Hulu Sungai Citarum. “Ini yang harus kita benahi segera,” ujar M. Taufan Suratno, Divisi Informasi dan Komunitas Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS).

Sebelumnya, Taufan sebagai moderator menemani paparan terakhir Sidang Pleno TKPSDA Citarum dari Muhamad Reza Sahib dari KRuHA (Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air). Muhamad Reza secara tegas mengunmandangkan:"Laksanakan amanat konstitusi, dan penuhi hak atas air segera.”

Guliran pernyataan ini mengacu pada Undang-Undang No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yang disusun oleh pinjaman Bank Dunia (WATSAL) sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Lanjutannya, UU tersebut dibatalkan karena bertentangan dengan prinsip pengelolaan air yang diatur oleh UUD 1945 (Konstitusi). Saat ini pembuatan RUU yang mengatur Air di Indonesia sedang dalam proses.

Sepengetahuan Muhamad Reza pula, dalam proses legislasinya RUU ini dibawah inisiatif DPR. Pihak kementrian PUPR kabarnya sudah menyerahkan Naskah Akademik RUU SDA kepada Ketua Komisi V pada Kamis, 26 Januari 2017. “Namun, hingga saat naskah itu belum bisa diakses oleh masyarakat sipil.”

Terungkap dalam diskusi ini penerapan UU 7/2004 di lapangan telah memporakporandakan sistem pengelolaan air di Indonesia. Tidak hanya itu, pola pembuatan kebijakan dan cara masyarakat melihat air pun menjadi berubah”, urai Taufan menjelaskan tata guna air sudah dieksploitasi sedemikian rupa – “Rakyat sudah menjadi korban secara bertubi-tubi, hanya dari  esensi air saja. Belum yang lainnya.

DTN TKPSDA 2Secara terpisah Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang bersama sesepuh Jabar Solihin GP (92) sejak November 2016 telah mencanangkan Jabar Darurat Ekologi, terkait kondisi Sungai Citarum yang sudah rusak dalam banyak hal:”Saya apresiasi nuansa keprihatinan dan pemikiran solutif dari para peserta Sidang Pleno ini. Lebih baik, melalui rekomendasinya langsung diterapkan di lapangan. Jangan lagi membuat seminar lanjutan – ini seperti seminar yang tiada habis-habisnya, seriuslah membenahinya,” pungkas Eka yang ditemui hari itu (24/3/2017) sedang menata hutan buatannya di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung. (HS/SA/dtn).

Add a comment

Partai Nasdem Deklarasikan Ridwan Kamil – Menuju Pilgub Jabar 2018

EDU DEKLARASI RK 2 2destinasiaNews– Ridwan Kamil Walikota Bandung (2013 – 2018) yang akrab disapa Emil, hadir di deklarasi Partai NasDem di Lapangan Tegalega Bandung (19/2/2017). Ini mengusung Emil maju ke Pilgub Jabar 2018.

“Hatur nuhun kepada Partai NasDem dan masyarakat, walau pilkada 15 bulan lagi ternyata ada cara agar bisa diperkenalkan lebih awal. Ini agar warga bisa memilah, dan tidak salah pilih,” papar Emil dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Perihal jalan panjang menggapai Kursi Jabar 1, sesuai konstitusi sedikitnya ia dan pasangannya harus didukung 20 anggota DPRD Jabar. Kala diwawancara seusai deklarasi, secara tersirat menjelaskan sejumlah tantangan:”Komunikasi dengan semua partai, batas komunikasi itu tidak hitam di atas putih. Ini pun belum pasti maju ke maja pendaftaran, dari deklarasi ke pendaftaran masih lama.”

Tiga Kesepakatan Emil - NasDem

Dalam deklarasi ini, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam pidatonya mengungkapkan ada kesepakatan tiga syarat demi menempatkan Emil untuk Pilkada 2018: menjadikan Jabar sebagai benteng Pancasila; bila berhasil duduk memimpin Jabar, memintanya untuk tidak bergabung dengan partai apapun; dan ketiga konsolidasi roda pemerintahan di Jabar, demi mendukung Pemerintahan Presiden Jokowi sekaligus sebagai persiapan Pilpres 2019.

Perihal paling  awal Partai NasDem memberi dukungan ke Emil di Pilgub Jabar 2018, Surya dalam salah satu keterangannya:”Sengaja dilakukan sembari melakukan pemetaan permasalahan dan program terbaik demi masyarakat Jabar.”

Lebih lanjut alasan NasDem menurut Surya: ”Demi memudahkan untuk mengantisipasi hal-hal mana yang harus diperkuat dan dikoreksi. Pencalonan ini tak hanya berhenti pada deklarasi, melainkan membawa Ridwan Kamil memenangkan kompetisi”.

Secara terpisah Eka Santosa Ketua DPW Partai NasDem 2013 – 2015 yang kini bergiat di isyu lingkungan dan budaya “Gerakan Hejo” bersama sesepuh Jabar Solihin GP (92), kebetulan ramai dalam pemberitaan sehari sebelumnya (18/3/2017)  - bertemu dengan Emil di kediaman Solihin GP di Cisitu Indah Kota Bandung.

EDU DEKLARASI RK 2 1Terkait deklarasi ini, menurut Eka: “Ini sebuah langkah politik berparadigma baru dalam upaya pemunculan sosok pemimpin di Jawa Barat, yang menurut Solihin GP kini kondisinya sudah awut-awutan”.

Diakui Eka sebagai orang yang pernah membesarkan Partai NasDem, mengapresiasi deklarasi ini: ”Hal ini tidak terlepas dari sebuah kecerdasan Ketua Umum Partai NasDem dalam melakukan perubahan dan pembaharuan politik di Indonsia. Idealnya, langkah ini harus diikuti dengan topangan program kepada saudara Ridwan Kamil - demi memulihkan Jabar dari ketertinggalan, bahkan keterpurukan selama ini.”

Eka seakan mengingatkan pada garapan kinerjanya kala masih di NasDem:”Saya istilahkan waktu itu restorasi Jabar selatan-utara dan Jabar tengah. Sekedar mengingatkan, saya waktu itu gencar mengusung tag line NasDem untuk Jabar dan Jabar untuk Indonesia”, pungkasnya. (HS/SA)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01606077
Hari ini
Kemarin
2118
1289