ASPERINDO Gelar Munas ke IX 22- 24 Maret 2016

Asperindo

DestinasiaNews.com- Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik (Asperindo) siap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX pada 22-24 Maret 2016 dengan mengusung tema Asperindo Siap Menghadapi Tantangan Dan Peluang Di Era Pasar Bebas Asean.

Ketua Umum Asperindo Muhammad Kadrial mengatakan pasar bebas Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi tantangan bagi industry ekspres, pos dan loistik di Indonesia. Menghadapi hal tersebut Asperindo berupaya meningkatkan diseluruh lini sehingga siap bersaing lebih kompetitif dengan pelaku indutri sejenis dari asing.

"Asperindo optimis mampu menciptakan inovasi dan mendorong kerjasama strategis dengan anggota serta para pemangku kepentinmgan untuk mempersiapkan diri dalam bisnis ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Dengan demikian semua pihak dapat bersinergi positif mengubah tantangan menjadi peluang emas,"ujar Kadrial pada wartawan Senin (21/3) di Jakarta.

Ditegaskan Kadrial untuk itu kalangan regulator (pemerintah) dan pelaku industri harus memenuhi sisitem industri logistik. Khususnya pada regulasi (aturan dan kebijakan) infrastruktur dan teknologi.

"Pihak regulator memeberikan prioritas bagi kelangsungan industri ini sesuai payung hukum agart dapat berkembang menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Karena kedepan industry ini akan berada pada pasar yang semakin besar dengan pemain yang terus bertambah banyak,"tegasnya.

Regulasi tentang pos diharapkan bisa membantu mendongkrak pertumbuhan industri pos di masa yang akan datang. Dengan demikian suasana bisnis yang kondusif akan menciptakan suasana industri jasa pos yang bersahabat.

Amir Syaifuddin Sekjen dan ketua panitia mengatakan bahwa Munas IX Asperindo akan di hadiri lebih dari 300 orang yang mewakali pengurus DPW dan DPD serta perusahaan industri jasa pos anggota Asperindo Pos dan Logistik yang berjumlah 277 perusahaan.

Dalam Munas IX nanti Amir menyatakan Asperindo tidak membahas secara spesifik target pertumbuhan yang harus bisa dicapai setiap perusahaan selain pemilihan ketua umum baru Munas membahas tentang regulated agents.

Menurut Amir, kebijakan regulated agents selama ini masih kurang kondusif karena hanya mementingkan sisi bisnis saja, belum menyentuh sisi jaminan keamanan dengan baik.

"Selain memilih ketua baru Asperindo pada Munas IX juga akan membahas revisi Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos bahwa pengusaha pos mesti membayarkan kontribusi kepada pemerintah serta merevisi Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),"terang Amir. (BS/dtn)

Add a comment

Gerakan Hejo

Add a comment

“NAVAL DIPLOMACY” KRI Bung Tomo-357, Dongkrak Eksistensi Martabat Bangsa Dalam Tatanan Internasional

Bung Tomo KRI 1

Destinasianews - Lebanon, Disinilah Pentingnya "Naval / Military Diplomacy", keberadaan kita berdampak pada cara pandang bangsa lain akan kemampuan militer Indonesia sehingga menempatkan tingginya martabat bangsa kita. "Jangan hanya Jago Kandang", tatap matanya buat mereka yakin akan kemampuan kita bermain dengan elegant dalam arena. Sehingga mereka tidak sadar berdiri dan memberikan Standing Applause atas kekagumannya selanjutnya mengharapkan kita menjadi mitra yang konstruktif, demikian dikatakan Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. selaku Dansatgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-H/UNIFIL TA. 2015, saat menghadiri acara Contico and Commanders Conference. Senin (14/03/2016).

Kegiatan yang digelar di CR-2 UNIFIL HQ Naqoura Lebanon, dihadiri Force Commander UNIFIL, Major General Luciano Portolano, MTF (Maritime Task Force) Commander RADM. Claudio Henrique Mello De Almeida, Chief of Staff UNIFIL Brigadir General Mitchel Grintchenko beserta seluruh Komandan Satgas dibawah UNIFIL (United Nations Interim Forces in Lebanon).

Dikatakan Force Commander UNIFIL Major General Luciano Portolano, bahwa kontingen yang ada di UNIFIL harus fleksible, adaptable dan pro aktif. Para Komandan harus mengontrol anak buah diantaranya; mencegah kekerasan seksual, mensupport kebijakan pemerintah lokal, bekerja secara serius, menjamin keamanan dan keselamatan anak buah serta tidak pergi ke tempat-tempat terlarang.

MTF Commander RADM. Claudio Henrique Mello De Almeida, menghimbau kepada Satgas Maritim agar melaksanakan MIO (Maritime Interdiction Operation) di daerah AMO (Area Maritime Operations) secara optimal serta mewujudkan stabilitas dan keamanan perairan teritorial Lebanon. Satu hari sebelumnya tepatnya pada hari Minggu (13/03/2016), KRI Bung Tomo-357 yang bertugas di Lebanon sebagai Peacekeeper mendapat tamu kehormatan Chief Air Operation UNIFIL (United Nations Interim Forces in Lebanon) Colonel Itaf Avola Filippo (Italia Air Force) beserta Chief Of J5 Colonel Borgia (Italia Army) dan Chief Of Force Provost Marshal UNIFIL LT, Colonel Francesco Maretto (Italia Carabinieri).

“Kunjungan ini selain menjalin silaturahmi yang sudah berjalan lama antara pihak Satgas Kontingen Garuda dengan Satgas Italia yang tergabung sebagai pasukan perdamaian di Lebanon, juga mengenal lebih dekat khususnya TNI Angkatan Laut dan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia, justru disinilah peran vital dalam mengimplementasikan “Naval Diplomacy” yang akan berdampak strategis terhadap cara pandang bangsa lain terhadap Indonesia dari berbagai aspek melalui “soft power diplomacy”.

Dengan melihat secara langsung kemampuan prajurit yang profesional dan militan, alutsista modern dengan kesiapan tempur yang tinggi serta lingkungan kerja yang tertata dengan baik. Hal tersebut mencerminkan kemampuan sebuah negara dalam menyiapkan kemampuan militernya mengamankan kepentingan nasionalnya di berbagai belahan dunia.

Inilah pesan yang tersampaikan kepada dunia internasional tentang kemampuan militer Indonesia, ditambah lagi prestasi yang diraih selama bergabung dalam Unifil, Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL KRI Bung Tomo-357 memiliki reputasi disegani antar unit Maritime Task Force (MTF) dari Jerman, Yunani, Bangladesh, Turki dan Brazil karena pencapaian operasi dilapangan yang menonjol, disiplin yang tinggi, kualitas latihan bersama yang membanggakan dan tidak mudah menyerah mengahadapi keganasan gelombang di Mediterania, hal tersebut diakui oleh Rear Admiral (RADM) Flavio Macedo Brasil sebelum serah terima dengan MTF Commander yang baru” kata Dansatgas Maritim TNI.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) memiliki peran yang unik sebagai media berdiplomasi sama seperti negara-negara besar lainnya yang memiliki kekuatan Angkatan Laut modern. Kehadirannya ke berbagai arena selalu membawa pesan yang ingin disampaikan baik kepada sasaran tujuan maupun masyarakat internasional tentang kemampuan dan kedigdayaannya mengamankan kepentingan nasionalnya.

Naval Soft Power Diplomacy dilaksanakan melalui kerjasama latihan seperti yang lazim dilaksanakan oleh TNI AL dengan berbagai negara seperti Carat dengan US Navy, Sea Eagle dengan Singapura, Helang Laut dengan Brunai Darusalam, New Horizon dengan Australia maupun dengan sejumlah negara lain baik dalam konteks Latihan bersama maupun patroli terkoordinasi (Corpat).

Bung Tomo KRI 2

Momentum tersebut tidak boleh dianggap remeh karena akan berdampak strategis diperhitungkannya kemampuan militer kita oleh negara yang bersangkutan, seperti halnya saat pelaksanaan Multilateral Exercise Kakadu 2012 yang diikuti sejumlah kapal perang di kawasan Asia Pasifik dan observer dari sejumlah negara Eropa di Darwin Australia, KRI Frans Kaisiepo 368 saat itu dikomandani oleh Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL menyabet predikat juara 1 dan 2 saat Harbour Phase dan penampilan yang mengagumkan dalam berbagai serial latihan manuver lapangan sehingga Australian Navy memberikan penghargaan “The Most Impresive Ship”.

Naval Hard Power Diplomacy dilaksanakan oleh kekuatan Angkatan Laut suatu negara untuk memberikan tekanan terhadap negara / sasaran agar merubah kebijakannya sesuai dengan yang diharapkan.  Saat ini dapat kita saksikan dalam konflik Laut Cina Selatan dimana US Navy dan negara lainnya yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut menghadirkan kekuatan Angkatan Lautnya untuk membuktikan kredibilitas penguasaan kawasan sengketa.

Kesamaan kedua metode Naval Diplomacy (hard / soft power) adalah untuk mempengaruhi cara pandang sasaran agar sesuai dengan yang diharapkan guna mengamankan kepentingan nasional suatu negara tanpa adanya konflik bersenjata.

Perbedaan kedua metode tersebut adalah dalam implementasinya, soft power diplomacy dilaksanakan untuk menstimulasi sasaran mengakui kredibilitas dan kemampuan suatu negara dengan melihat kemampuan militernya yang tangguh, modern, profesional melalui kemitraan sedangkan hard power diplomacy harus berdampak pada daya getar yang tinggi (deterrence effect) yang agresive dan mematikan sehingga sasaran mengurungkan niatnya untuk berperang sebelum perang tersebut dimulai.

Semoga dimasa mendatang TNI Angkatan Laut menjelma menjadi sebuah kekuatan yang “Walaupun bukan yang terbesar namun mematikan” demi kembalinya kejayaan Indonesia.....Jalesveva Jayamahe.....(IM/dtn) ****

Add a comment

Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT OKI

Pam Oki

Destinasianews - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, dan Wakasal Laksdya TNI Arie Henrycus Sembiring M. memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Luar Biasa OKI (Organisasi Kerjasama Islam) ke-5 tahun 2016 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).

Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT Luar Biasa OKI ke-5 yang akan berlangsung pada tanggal 6 s.d 7 Maret tahun 2016, melibatkan 10.150 Prajurit TNI dan Polri, terdiri dari 300 Koopspam, 500 Kosatgaspam, 3.600 Satgaspamwil, 2.200 Kodam Jaya, 700 BKO Kostrad, 500 dari BKO Kormar, 200 BKO Paskhas, 900 Satgas Hanud (700 Kohanudnas dan 200 BKO Paskhas), 1000 Satgas Laut, 1.200 Satgas Udara (650 Koopsau I, 350 Lanud Halim, 200 BKO Paskhas), 850 Satgas Passus TNI (Kopassus 550, BKO Kormar 200, BKO Paskhas 100), Satgas Kodam II/Swj 200 personel, Satgas Kodam III/Slw 600 personel, Cadangan Pusat (Standby Force) 1000 personel (Kostrad 500 dan Kormar 500). Sedangkan Satuan Tugas Pengamanan VIP Polri akan melibatkan 5.578 personel.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menginstruksikan kepada seluruh satuan personel pasukan pengamanan KTT Luar Biasa OKI, yaitu : Pertama, pahami secara jelas jabaran tugas setiap satuan dan perorangan sebagaimana yang tertuang dalam rencana pengamanan. Yakinkan setiap anggota memahami siapa berbuat apa, di mana, kapan dan bagaimana.

Kedua, kuasai daerah tugas yang menjadi tanggung jawab satuan masing-masing. Bagi satuan yang berada di lingkaran luar perlu mewaspadai sektor-sektor yang berpotensi disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan bagi satuan yang berada di lingkaran dalam, khususnya yang berada di lokasi kegiatan KTT Luar Biasa OKI, perlu dan harus untuk mempelajari dan memahami blueprint lokasi atau venue yang digunakan untuk KTT, baik bandara Soekarno - Hatta maupun tempat konferensi dan penginapan para delegasi, dan beberapa venue lainnya yang digunakan untuk KTT Luar Biasa OKI. Hal ini harus dipahami secara cermat, guna mempermudah pelaksanaan pengamanan dan memperlancar langkah tindakan dalam mengambil keputusan.

Ketiga, laksanakan koordinasi secara ketat, baik intern maupun antar komponen pengamanan, utamanya dengan unsur pengamanan dari negara lain secara intensif, serta pelihara kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi terhadap segala kemungkinan munculnya kerawanan dan atau ancaman, sejak, sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan pengamanan.

Keempat, jangan sekali-kali memberi toleransi dan kompromi sekecil apapun, terhadap setiap gelagat atau indikasi yang dapat mengundang kerawanan. Waspadai secara cermat serta siapkan langkah antisipasi atas segala kemungkinan penyusupan dari manapun datangnya, terutama indikasi terhadap aksi terorisme.

Kelima, kedepankan tindakan preventif secara maksimal. Sedangkan tindakan represif, dilakukan secara tegas dan merupakan jalan terakhir, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Laksanakan tugas secara profesional, proporsional dan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi, serta hindari segala bentuk pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum.

Keenam, di tengah padat dan ketatnya kegiatan, kita harus tetap mampu mengikuti perkembangan situasi secara terus-menerus, serta perhatikan faktor keamanan dan pengamanan terhadap personel, materiil serta berita dan dokumen, selanjutnya laporkan hal-hal menonjol kepada pimpinan pada kesempatan pertama.

Ketujuh, laksanakan pengawasan dan pengendalian semua unsur satuan tugas pengamanan dalam jajaran masing-masing, agar semua kegiatan pengamanan dapat berjalan lancar, tertib, aman dan sukses.

Usai acara Apel Gelar Pasukan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta Kepala Staf Angkatan serta pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan, melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap peralatan dan Alutsista, mulai dari senjata perorangan, alat komunikasi, kendaraan tempur, Helikopter, Tank Anoa yang digunakan prajurit TNI dan Polri, dalam pengamanan KTT OKI ke-5 tahun 2016 yang akan berlangsung Minggu depan. (IM/Rls/dtn).****

Pam Oki 1a

Add a comment

Panglima TNI, Karate Membentuk Jiwa Ksatria

Forki

Destinasianews - Karate bukan sekedar olahraga prestasi tetapi Karate membentuk Jiwa Ksatria yaitu jiwa patriot yang memang sudah dimiliki bangsa Indonesia, sehingga di semua daerah tumbuh berkembang dan itu diperlukan oleh generasi muda untuk meningkatkan jiwa patriotisme dan satria serta sportifitas para pemuda Indonesia, sehingga menjadikan Karate itu beladiri untuk bela bangsa.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Umum PB Forki (Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) pada saat membuka penyelenggaraan Gashuku dan Rakernas Forki dalam rangka HUT ke-53 Forki tahun 2016 yang mengangkat tema “Melalui Gashuku dan Rakernas Forki, Kita Perkokoh Tali Silaturahmi Karateka Antar Perguruan dan Provinsi Guna Memupuk Kebersamaan dan Kekeluargaan Dalam Rangka Meraih Prestasi Emas Dunia”, di Stadion Sepakbola TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (27/2/2016).

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, latar belakang kegiatan ini adalah bahwa sejak tahun 1964, Atlet Indonesia tidak pernah memperoleh medali emas pada setiap pertandingan yang diselenggarakan oleh World Karate Federation (WKF). Namun pada tahun 2015, saat Indonesia menjadi penyelenggara, disitulah Indonesia memperoleh empat medali emas.

“Secara pribadi Saya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia merasa bangga dan bersyukur, bahwa tahun 2015 kita memperoleh medali, hal ini merupakan suatu prestasi dunia dan merupakan kebangkitan Forki kedepan,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Adapun tujuan dari penyelenggaraan Gashuku ini adalah latihan bersama di luar Dojo sebagai ajang silaturahmi untuk memupuk kebersamaan dan kekeluargaan, menghilangkan egosentris, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan kebulatan tekad antar Karateka Perguruan dan Provinsi sebagai modal dasar untuk meraih prestasi yang hebat.

Rakernas Forki khusus membahas tentang Seleksi Atlet dan Pelatihan, Perwasitan dan pertemuan Manajer Tim PON XIX/2016. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan Gashuku dan Rakernas ini antara lain: kokohnya hubungan tali silaturahmi yang erat dan akrab antar Karateka Perguruan dan Provinsi untuk mempupuk kebersamaan dan kekeluargaan serta menghilangkan egosentris sektoral, terwujudnya kebulatan tekad sebagai modal dasar dalam meraih prestasi yang hebat dan terwujudnya semangat dan motivasi para Karateka-Karateka untuk meraih prestasi hebat dalam setiap kompetisi, baik nasional maupun internasional guna mengharumkan nama bangsa dan Negara.

Peserta dan penyelenggara yang terlibat dalam kegiatan Gashuku dan Rakernas Forki, terdiri dari: Pelatihan dan Seleksi Atlet 118 orang (25 Perguruan dan 34 Pengurus Provinsi), Perwasitan 59 orang (25 Perguruan, 34 Pengurus Provinsi), Manajer Meeting kegiatan PON ke-XIX 34 orang, Sidang Paripurna 300 orang, acara keakraban 400 orang, Gashuku 3.000 orang (Pengurus PB Forki, Pengurus Perguruan, Karateka masing-masing Perguruan Wilayah DKI, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU) serta Panitia Pendukung 80 orang. (IM/Rls/dtn).****

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

DestinasiaNews – Di tengah hiruk-pikuk laju program Citarum Harum ada geliat di salah satu anak sungainya, yakni Sungai Cikapundung yang...

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

  destinasiaNews – Berlokasi di Hotel Sabda Alam Kabupaten Garut sejak 17 hingga 19 Februari 2020, Dinas Pemuda dan Olahraga...

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas  DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

destinasiaNews  -  Warta paling anyar, Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halmahera Siaga melalui Klinik Utama Halmahera Medika, pada Sabtu (15/2/2020)...

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

destinasiaNews – Suka cita warga menyambut kehadiran Anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jabar l (Bandung-Cimahi) pada hari Minggu...

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

destinasiaNews – Komunitas penyuka seni kriya Bandung yang menamakan dirinya Business Ladies Club  ( BLC ), kembali menggelar Workshop Ecoprint...

Pengunjung

04893400
Hari ini
Kemarin
450
3481