Diah Pitaloka, Tia Fitriani, Diskimrum Prov. Jabar & Aktivis – #1 Kupas Perda KBU No 1 Tahun 2008

DOCART 11Destinasianews – Upaya marathon Tia Fitriani, Ketua Pansus Raperda KBU DPRD Jabar, yang seharusnya merampungkan revisi Perda KBU (Kawasan Bandung Utara) No l Tahun 2008 pada pertengahan Januari 2016, di Docart 9 Café (6/2/2016), justru dielaborasi semakin luas dan mendalam. “Benar kami diberi perpanjangan waktu oleh Ketua DPRD Jabar hingga 29 Februari 2016. Namun, tuntutan penyempurnaan Perda ini agar menampung maksimal aspirasi warga, justru makin kencang. Ini bagus, justru memacu kami bekerja lebih hati-hati. Makin komprehensif, dan mendasar”.

Itu tadi kata Tia Fitriani, salah satu nara sumber pada diskusi “Ngariung Ngabandungan Bandung” di Jl. Bukit Pakar Timur No 9 Bandung, yang difasilitasi LSM Lima Peta dan Media Tata Ruang. “Bila perombakan total Perda KBU No l Tahun 2008, berhasil, dan diterima  mayoritas Jawa Barat - bisa menjadi Perda percontohan di level nasional. Disini kan gudangnya segala pakar. Yakinlah, bisa meng-goalkan ini”, ujar Diah Pitaloka, Anggota Komisi ll DPR RI yang banyak memberikan urun rembung pada diskusi yang cukup dinamis.

DOCART 12Sementara itu Andy T dan Avi Taufik selaku tuan rumah pada diskusi ini, mengingatkan dengan tegas, persoalan KBU di kawasan strategis cekungan Bandung (Kab. Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Sumedang, Kab.Bandung Barat –red), menyangkut pula keprihatinan kepemilikan tanah sesuai amanat founding father Ir. Sukarno – Faktanya ada 0.7% populasi di cekungan Bandung, mereka ini justru menguasai 70% tanah. Ada penggerusan kearifan lokal, dan pelunturan nilai budaya.   

Lebih tajam lagi Suko Sudarso, menyoroti persoalan KBU:”Banyak praktik neo-liberalisme, neo-kolonialisme dan neo neo lainnya. Sepakat bulat, Perda KBU yang digagas sejak 2008, sudah tak memadai dengan gejolak perubahan kini. Khawatir, bila sekedar direvisi, akan menimbulkan bom waktu baru. Musuh kita saat ini, sudah tak jelas. Masih mending saat kemerdekaan, saya ingatkan agar dibenahi sesuai amanat founding father kita”.   

Terlalu Sederhana  

DOCART 13Pada kesempatan berbeda Diah Pitaloka, menukik mengingatkan puluhan hadirin di Docart 9 Café yang ditata asri sebagai tempat hang out dan diskusi serius: “Perda KBU sekarang, masih terlalu sederhana. Pantaslah menyusahkan pada penerapan, pengendalian, dan kontrol di lapangan. Sebaiknya ada ada audit pertanahan. Koordinasi antar bidang harus sinkron. BPN (Badan Pertanahan Nasional), jangan sekedar sebagai pencatat tanah, sebaiknya memahami politik pertanahan. Demi keadilan rakyat. Jangan hanya berpihak pada penguasa atau pengusaha, semata”. 

Peserta diskusi lain yang cukup tajam menyoroti soal KBU diantaranya Taufan Suranto (DPKLTS), Harri Safiari, Forum DAS Citarum, Dani R Oesman selaku Ki Sunda Agung Dunia, Terry Triyadi (IAI), Dendy Sugandi (LMDK), Diki (Ikatan Ahli Perencanaan – Jabar), menyepakati secara bulat Perda KBU yang akan datang harus menyentuh segala aspek nilai kemanusiaan secara paripurna. “Pikirkan juga pemilik lahan kecil, berilah mereka insentif. Regulator, jangan selalu berpihak pada para pengembang atau investor”. (Bersambung) (HS/SA/dtn)

Baca Juga : Diah Pitaloka, Tia Fitriani, Diskimrum Prov. Jabar & Aktivis – #2 KBU Darurat Lingkungan!

Add a comment

Pelantikan Gerakan Hejo Tasikmalaya - #2 Apresiasi Pejuang Lingkungan

Hejo Tasik edit2

Destinasianews - Ketua DPP Gerakan Hejo Provinsi Jawa Barat, Eka Santosa, didampingi Ketua Dewan Pangawas Gerakan Hejo, Yani Solihin GP, disela melantik dua kepengurusan (27/1/2016) DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Gerakan Hejo di Bojongkoneng, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan apresiasi terhadap enam pejuang lingkungan setempat.

“Pesan Mang Ihin menghijaukan Jawa Barat, semoga bisa diterima masyarakat Tasikmalaya. Sayang hari ini beliau berhalangan datang, terkendala kondisi kesehatannya. Perihal apresiasi terhadap enam pejuang lingkungan tadi, beliau sangatlah mendukungnya”, ucap Yani Solihin GP mewakili ayahnya disela sambutannya yang sempat satu panggung bersama Eka Santosa.

Sementara itu bagi Ketua DPD Gerakan Hejo Kabupaten Tasikmayala masa bakti 2016 - 2021, Drs. Wawan Heryawan, dan rekannya H Maman Firmansyah, Ketua DPD Gerakan Hejo Kota Tasikmalaya:“Posisi ini diterima sebagai amanah, disamping mengandung tantangan berat. Namun, optimislah. Yang menggembirakan, dukungan pemerintah dan warga sama sangat kuat, ini membesarkan hati kami – sepakat merasa prihatin atas parahnya kerusakan lingkungan di sekitar kita. Perlu ada terobosan untuk memperbaikinya”, papar Wawan yang diamini beberapa rekannya yang dilantik pada hari itu.

“Hanya Ongkos Ojeg”

Adapun enam pejuang lingkungan hidup di Kabupaten Tasikmalaya pada era 1980 hingga era 2010-an, mereka dinilai oleh Gerakan Hejo telah mendedikasikan tenaga dan pikirannya demi kemaslahatan warga secara luar biasa, terdiri atas : Mak Eroh dari Cisayong; Kepala Desa Tawang Banteng, H. D. Koswara; Kepala Desa Sindang Kerta, Udong; Abdul Rojak dari Panca Tengah penerima Kalpataru 1987; Tito Saptaji S.H dari Karang Nunggal; dan Sutisna dari Malaganti.

Sekedar mengingatkan, salah satunya tokoh inspiratif Mak Eroh yang wafat pada 18 Oktober 2004, pada 1988 memperoleh Kalpataru, dan setahun kemudian memperolah penghargaan dari PBB – atas kepeloporan mensejahterakan warga di sekitar Gunung Galungung melalui penembusan medan sulit, berupa pembuatan saluran irigasi sepanjang 4.500 meter secara manual.

”Kepada merekalah kita harus berguru dan mengingat jasa-jasanya. Sebagian besar telah meninggalkan kita. Namun karyanya, masih dapat kita nikmati bersama ribuan warga lainnya”, ujar Eka Santosa.

Secara bersamaan Eka pun sempat memperkenalkan sebagian para ketua adat dari BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar dari belahan Priangan Timur. “Ketahuilah, bahwa para tetua masyarakat adat ini adalah mitra kami dalam kegiatan Gerakan Hejo. Mereka adalah dewan penasihat kami dalam kepengurusan Baresan Hejo”. Ada yang khas ala “singa podium” Eka Santosa kala memberikan penghargaan kepada para pejuang lingkungan, Ia sempat berujar:”Gerakan Hejo disamping memberi piagam penghargaan, tentu ada sedikit oleh-oleh berupa ongkos ojeg. Kalau hadiah lainnya, silahkan memohon kepada para aksekutif dan anggota DPRD dari Golkar satu-satunya pewakilan partai yang sempat hadir diantara kita”, sambil menunjuk para hadirin dari kalangan pejabat yang duduk di barisan utama. Tak pelak ujaran Eka ini menangguk derai tawa dan tepuk tangan gempita dari sekitar enam ratus hadirin. “Semoga saja mereka tergerak. Memberi hadiah tambahan …”, celetuk salah satu hadirin di barisan kursi ketiga dengan suara cukup lantang.

Tak Becus …

Bagi Soleh (26) dan Radia (28), warga Bojongkoneng Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, yang hadir pada acara ini selain karena kemeriahan pentas seni tradisional reog, degung, jaipongan, kecapi Cianjuran, dan electone-an:”Itu tadi pidato Kang Eka soal perusakan lingkungan di Jabar dalam sepuluh tahun terakhir, sangat menggugah. Kami catat betul poin-poin ini. Memang perlu langkah nyata menghijaukannya, bukan sekedar wacana seperti saat ini”.

“Pertemuan hari ini kembali memperkuat tekad kita menghijaukan Jabar. Tadi peserta dialog, sangat antusias. Malahan sudah ada beberapa yang melakukan penghijauan secara masif di daerahnya, sepertinya mendahului rekan-rekan lainnya”, tutur Ir. H. Mohammad Husen (67) alias Husen Lauk yang pada siang harinya sempat menjadi moderator pada sesi dialog dengan partisipan dan anggota Gerakan Hejo.

Kepada destinasianews Eka Santosa kembali menekankan bahwa penggelindingan tema Jawa Barat Darurat Lingkungan, bukan tanpa alasan:”Semata demi menggugah kita. Paling akhir masih dalam ingatan saya pribadi, sesepuh Jabar Mang Ihin (Solihin GP – red.), secara terbuka mengakui dihadapan saya dan ratusan orang di Pasir Impun - dirinya tak becus memimppin Jabar (1970 – 1974 – red). Pengakuan seperti ini sangatlah langka dari pejabat di negeri kita. Saya pun mantan Ketua DPRD Jabar (1999 – 2005 – red.) sadar, juga merasa tak becus kala itu. Kini ingin menebusnya …”. (HS/dtn)

Baca Juga :http://destinasianews.com/index.php/meeting-insentive-confrence-exhibition/conference-destinasia-bandung/730-pelantikan-gerakan-hejo-tasikmalaya-1-kerusakan-lingkungan-jangan-hanya-wacana

Add a comment

Eka Santosa

Add a comment

Pelantikan Gerakan Hejo Tasikmalaya – #1 Kerusakan Lingkungan, Jangan Hanya Wacana

 Hejo Tasik editB

 

Destinasianews – Ketua DPP Gerakan Hejo Provinsi Jawa Barat, Eka Santosa, didampingi Ketua Dewan Pangawas Gerakan Hejo, Yani Solihin GP, melantik dua kepengurusan Gerakan Hejo di Bojongkoneng, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Hari itu, Rabu, 27 Januari 2016 masing-masing dilantik Ketua DPD Gerakan Hejo Kabupaten dan Kota Tasikmayala masa bakti 2016 – 2021.

Yang dilantik untuk Ketua DPD Gerakan Hejo Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Wawan Heryawan. Sedangkan Ketua DPD Gerakan Hejo Kota Tasikmalaya yang dilantik adalah H. Maman Firmansyah.

“Kami siap menggerakkan secara masif warga Tasikmalaya untuk berpartisipasi memperbaiki krusakan lingkungan yang nyata kita lihat dan rasakan saat ini. Hutan di sekitar Gunung Galunggung, pesisir pantai selatan, kondisi sungai, serta tatanan sosial-budaya disini, harus kita perbaiki secara bersama. Jangan hanya wacana …”, ujar Wawan Heryawan dalam kata sambutannya. Ini dikatakan usai Ia dan puluhan rekannya, dilantik dalam suasana yang terbilang khas dan khidmad.

Diantara pejabat pemerintah, hadir mewakili Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, yakni Setda Kabupaten Tasikmalaya, Heri Bimantoro Ruslan SH. Dalam sambutannya yang tanpa teks, Heri memberikan penghargaan khusus atas prakarsa Eka Santosa dalam prakarsa perbaikan lingkungan di wilayah kerjanya.

”Kami dukung penghijauan kembali kawasan Galunggung. Pemberian penghargaan kepada pejuang lingkungan di daerah kami. Ini sangat menggugah kami. Baru-baru ini banyak pihak yang mempertanyakan - Sejauh manakah kepedulian pemerintah terhadap para pejuang lingkungan? Bersyukur Gerakan Hejo telah berinisiatif, kembali memberi penghargaan”.

Baresan Hejo

Menurut Agus Warsito selaku Sekjen Gerakan Hejo, organisasinya lahir secara resmi tercatat pada Dadang Abdul Haris Kosidin S.H. Notaris dan PPAT di Bandung tertanggal 18 Januari 2016 Nomor 09. “Tercatat organisasi ini di Kemenkumham bernama Baresan Hejo. Adapun tema khusus Jawa Barat Darurat Lingkungan, digelindingkan sebagai gugahan moral untuk perbaikan lingkungan, namanya Gerakan Hejo”.

Menurutnya pula, pengukuhan dan pelantikan kepengurusan ini di Tasikmalaya, merupakan yang pertama di luar kota Bandung. “Sebelumnya dua kali kami lakukan kegiatan berupa Sawala Lingkungan (25/11/2015 – red.), dan Saresehan Masyarakat Perikanan Jabar - Ikan Endemik (23/12/2015 – red.). Usai di Tasikmalaya, menyusul pelantikan di Cirebon, dan daerah lainnya ”.

Tersiar kabar, antusias warga Jawa Barat untuk bergabung secara sukarela dalam kegiatan ini, menurut para pengurus DPP Gerakan Hejo sangatlah tinggi. “Hampir setiap hari kami terima permohonan pengukuhan atau pelantikannya dari berbagai daerah. Makanya, jadwalnya, sedang kami atur - agar tak bersamaan”, ujar Riri, Rere, Susi, dan Ellys yang hari itu tampak sibuk mengatur jalannya acara bersama panitia setempat sejak pagi hingga sore.

“Yang penting bagi kami, bukan gebyar seremoni pengukuhan atau pelantikannya. Justru implementasi gerakan moral ini di lapangan dalam mengatasi kerusakan lingkungan harus dirasakan langsung oleh warga”, pungkas Riri dengan gesture serius namun terkesan sangat bersahabat. (Bersambung) (HS/dtn)

Baca Juga : http://destinasianews.com/index.php/meeting-insentive-confrence-exhibition/conference-destinasia-bandung/732-pelantikan-gerakan-hejo-tasikmalaya-2-apresiasi-pejuang-lingkungan

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

DestinasiaNews – Di tengah hiruk-pikuk laju program Citarum Harum ada geliat di salah satu anak sungainya, yakni Sungai Cikapundung yang...

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

  destinasiaNews – Berlokasi di Hotel Sabda Alam Kabupaten Garut sejak 17 hingga 19 Februari 2020, Dinas Pemuda dan Olahraga...

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas  DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

destinasiaNews  -  Warta paling anyar, Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halmahera Siaga melalui Klinik Utama Halmahera Medika, pada Sabtu (15/2/2020)...

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

destinasiaNews – Suka cita warga menyambut kehadiran Anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jabar l (Bandung-Cimahi) pada hari Minggu...

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

destinasiaNews – Komunitas penyuka seni kriya Bandung yang menamakan dirinya Business Ladies Club  ( BLC ), kembali menggelar Workshop Ecoprint...

Pengunjung

04893435
Hari ini
Kemarin
485
3481