Uniknya Nuansa “Jabar Darurat Lingkungan” di Pasar Hejo, Kota Baru Parahyangan KBB

PHPH1destinasiaNews  – Sabtu pagi, 6 Mei 2017 ada sesuatu yang berbeda di salah satu sudut Kota Baru Parahyangan (KBPa), Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tepatnya, di salah satu bantaran Sungai Citarum yang mengalir ke Waduk Saguling, di area KBPa yang sejak tahun 2000-an menjadi hunian resik yang berwawasan lingkungan, ada formasi ‘inisiasi’ khusus.

 

 “Siapkah Anda pegang amanat menghijaukan Jawa Barat demi meningkatkan kesejahteraaan hidup kita?”

 

Yang bertanya dengan rona serius penuh pengharapan tinggi sambil memberikan pataka, tak lain Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo. Pun, Eka disini berperan juga sebagai Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Sedangkan yang ditanya alias obyek inisiasi - Shahadat Akbar dan Yunan Wirahadikusumah. Masing-masing, hari itu Akbar dikukuhkan sebagai Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Bandung Barat.

 

Sedangkan, Yunan didapuk sebagai Ketua Forum DAS Citarum KBB. Sesaat kemudian, usai Eka bertanya – meminta kesanggupannya memegang amanah, terlontarlah kata, ”Siap,” seru keduanya dengan nada tegas. “Duh, seru juga nih pengukuhannya, khidmad pula …”, celetuk salah pengurus Gerakan Hejo yang menyaksikan ‘inisiasi’ ini dengan cermat, sambil mengabadikan aneka momen yang menurutnya –“Cukup langka ada kegiatan seperti ini di pinggir sungai ini yang biasanya sepi.”    

 

Secara keseluruhan, ‘inisiasi’ ini pun terbilang istimewa karena dihadiri Sekda KBB, Maman Sunjaya. Selain itu puluhan aktivis lingkungan dari Gerakan Hejo, Forum DAS Citarum, serta khususnya bagi para penghuni KBPa – “Ini hari pertama kami selenggarakan lagi Pasar Hejo ke- 2 (6 – 7 Mei 2017 - red). Sekalian saja ada pengukuhan ini”, jelas Ryan Brasali, Manajer KBPa beberapa saat usai kegiatan di bantaran Sungai Citarum.

 

Langkah Kecil

PH2PH3PH4Eka Santosa dalam sambutan pada pengukuhan ini, seakan kembali mengingatkan betapa kondisi lingkungan di Jawa Barat sudah pada tahap darurat, ”Langkah kecil disertai penanaman pohon hari ini, adalah simbol untuk memicu, menghijaukan ratusan ribu hektar lahan kritis di tanah subur Jabar. Yakin, kita bisa menghijaukan lagi Jabar, minimal seperti 10 tahun lalu… ”

 

Sementara itu Maman Sunjaya dalam sambutannya di pengukuhan ini, menekankan persetujuannya bagi program penghijauan di KBB, ”Sejatinya, tanpa diminta oleh Kang Eka pun, menanam pohon dan menghijaukan KBB adalah tugas saya. Sekarang, ditambah himbauan khusus Kang Eka, makin bersemangat lah …”. Tak pelak, jawaban Sekda KBB ini menuaiapplaus para hadirin di pagi hari itu.”Lanjutkan penghijauan di Jabar,” serempak kata beberapa hadirin dengan penuh semangat.

 

Pasar Hejo

PH5Boleh dikata gema penyadaran “Jabar Darurat Lingkungan” yang terbilang lantang dan unik, kembali dikumandangkan Eka pada siangnya. Kali ini terjadi tatkala pembukaan Pasar Hejo ke – 2 di venue Bale Pare Kota Baru Parahyangan. Di sini, sejumlah kemeriahan khas yang bertema pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup, berpadu-padan manis sambil diapresiasi ratusan pengunjung.  

 

Aneka tarian, pelepasan burung, penyerahan cindera mata ke Sekda KBB pun berlangsung di sini. “Itu burungnya dilepaskan, baguslah. Biarkan burung itu terbang, kemana mereka mau – di sini namanya recet manukna …hejo tangkalna…,” jelas Stefiani (24) salah satu penunggu booth di Pasar Hejo, dari kelompok produk rumahan berbasis go green & friendly environment.

 

“Pasar Hejo kali ini, lebih beragam dibanding tahun lalu. Benar, kesadaran lingkungan sejatinya harus dimulai dari lingkungan terkecil. Harapannya bisa menular ke tempat lain,” ujar  Sanusi Tanawi, Dirut Kota Baru Parahyangan yang diamini Ryan Brasali dan Tan Siaw Gie rekannya. Sanusi mengurai demikian kala ditanya – Yang khas untuk Pasar Hejo tahun ini apa, dan solusi mengatasi kerusakan lingkungan paling sederhana, seperti apa?

 

Kearifan Lokal

PH6Hal lain yang cukup menarik perhatian dalam penyelenggaraan Pasar Hejo kali ini, Gerakan Hejo menghadirkan Olot (tetua adat) bernama Sahari dari Kampung Adat Baduy, Provinsi Banten. “Olot Sahari sengaja kami datangkan dari Baduy Kanekes Kabupaten Lebak. Kali ini sambil membawa produk tenun. Silahkan belajar langsung darinya – bagaimana mereka hidup berdamai dengan alam sepenuhnya, dan tanpa merusaknya, sudah dijalani ratusan tahun lalu”, tambah Eka dalam salah satu selipan sambutannya.

 

Rupanya, pesan khusus Eka Santosa yang dilengkapi dengan ujaran Sekda KBB di Pasar Hejo, tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, gemanya dirasakan langsung oleh banyak pengunjung.

 

“Ini saya ambil dua stel tenun asli Baduy. Bagus dan langka karya seperti ini, di sini bisa kita dapat”, kata Nila (26), pengunjung asal Kota Cimahi. Nila tidak datang sendirian, ia malah ditemani keluarga besarnya –“Pasar Hejo ini bagus banget. Banyak pesan menarik buat kami yang masih muda-muda. Penanganan lingkungan ke depan, memang tak bisa hanya sendirian kita kerjakan. Harus gotong-royong, eh ngemeng-ngemeng, gotong royong itu masih ada nggak di antara kita?” (HS/SA/SF/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence  Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

destinasiaNews – Untuk kesekian kalinya Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), kembali menggelar Konferensi Internasional ‘ICAI 2018 - International Conference of Aquaculture...

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

destinasiaNews - Usai pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 27/6/2018 lalu, Tim Peneliti dari Pusat Studi Politik...

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

destinasiaNews – Sebuah perusahaan terkemuka dari Australia, yang memiliki se-gudang pengalaman dan penghargaan yaitu Crown Group Holdings (Crown Group), merupakan...

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

destinasiaNews – Destiners, khususnya bagi yang tinggal di daerah Sukabumi – Jawa Barat, apalagi yang mengaku Tuna Lovers, sudahkah mencoba...

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

destinasiaNews – Berlokasi di Kawasn Ekowisata dan Budaya Alam Santosa tepatnya di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung, ngaring (berkumpul) sejumlah...

Pengunjung

02260100
Hari ini
Kemarin
2931
3401