Jessie J ‘Nyaris Buligir’ Akhiri Gelaran Java Jazz Festival 2015

JJF 15 Bobbymcferrn2

Destinasianews – Artis penyanyi dan penulis lagu Party in the USA asal Inggris, Jessica Ellen Cornish yang akrab disapa Jessie J (26), penampilannya pada hari ke-3 Minggu malam (8/3/2015) yang telah dinanti penggemarnya pada ajang Java Jazz Festival 2015 (JJF), memunculkan euphoria tersendiri. Antusias pengunjung di panggung D2 main stage tempat Jessie J akan tampil dan sejak pukul 19:00 WIB sudah dipadati penggemarnya, padahal ia baru tampil mulai pukul 22:00 WIB.

Alhasil, kata Vicky (15), gadis cantik berambut panjang asal Kemang Jakarta Selatan, ini salah satu penggemar beratnya yang datang bersama ibunya Ratih Soe (model cut walk era 80-an), pun sudah nongkrong di sekitar panggung D2 main stage sejak petang: “Aku tak sabar ingin lihat performance Jessie J”, begitu ujarnya dengan sumringah yang dibalas senyum ibunya. JJF 15 Jessie J editA

Waktu yang dinanti, tepatnya pukul 22:00 WIB Jessie J yang tampil di hari ke tiga JJF 2015, langsung menyapa penggemar dengan melantunkan lagu Domino sebagai lagu pembuka, selanjutnya Ia meminta penonton bersetia dengan penampilannya, "Lagu ini untuk kalian, tetap nikmati laguku di sini," katanya yang disambut riuh ribuan penonton..

Mudah ditebak, Jessie J, bak menghipnotis penonton melantunkan deretan tembang Jazz, tak lupa ia sisipkan tembang sendu yang dirilis 2011 lalu Who You Are. Uniknya, kali ini di seputar panggung jadi terdiam: “Nggak nyangka ya, semua penonton jadi senyap sejenak”, bisik seorang gadis sambil bergelayut tangannya ke kekasihnya yang sedari tadi menghalangi penonton dibelakangnya karena Ia berbadan cukup tinggi.

Kejutannya, pada satu sesi Jessie J melakukan aksi yang kontrovesi. Tiba-tiba Ia membuka kaos hitamnya, yang bertuliskan Jakarta. Kaos ini dengan enaknya, diberikan kepada penonton JJF 2015. Kala itu, terus terang wow …nyaris buligir, hanya berpakaian dalam sambil menggemakan tembang Sweet Talker. ”Kenapa nggak sedari tadi berbusana kayak gini ? ”, seru Ferianto (24), pemuda asal Kalimantan Timur yang datang berombongan khusus buat “memelototi” penembang yang satu ini.

Huh, usai sekitar satu jam akhirnya Jessie J menyanyikan lagu andalannya Price Tag. Tembang terbarunya Masterpiece, juga sempat dinyanyikan Jessie di JJF 2015 ini. Ribuan penonton ditengah kerinduannya yang belum tuntas, akhirnya harus berdamai dengan tutupnya masa gelaran Java Jazz Festival 2015. Penutupnya menghablur kala itu tembang Bang Bang. ”Tahun depan aku mau kesini lagi. Artinya, harus nabung lagi”, papar Nefrita (25), karyawan bank swasta dari Semarang yang datang bersama rekan sekantornya. Kata Irfan, rekan Nefrita, pagelaran ini terbilang lebih dahsyat dibanding tahun lalu. “Bintang jazz dan pop kali ini lebih banyak, penonton pun membludag. Sejenak bangsa kita melupakan gonjang-ganjing politik melulu. Paling akhir, soal Ahok vs DPRD DKI Jakarta, seakan terlupakan …”.

Tak Kalah Hebatnya

JJF 15 Benjamin Herman KuartetPantauan destinasianews.com, perhelatan JJF 2015 yang ke Xl kalinya, merupakan ajang memperkenalkan budaya dan dunia musik kontemporer Indonesia ke level dunia. ”Saya datang dari Malaysia bersama 20 penyuka musik pop dan jazz. Anda tahu group RTM (Radio Televisi Malayasia – red), juga ramaikan ini fiesta, kan ? ”, ucap Ramly Zakaria, tour guide dari salah satu biro travel di negeri jiran Malaysia.

Begitu banyaknya panggung yang tersaji pada perhelatan ini, mengakibatkan pantauan dari destinasianews.com harus dibagai pada beberapa sesi khusus. Yang tak kalah hebatnya, musisi dan artis Indonesia mulai dari yang muda-muda hingga yang senior seperti Titi DJ, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, yang tergabung dalam Trio Diva, mampu menunbuhkan kecintaan pada “akar jazz Indonsia” yang pernah dirintis antara lain oleh Ireng Maulana, Kiboud Maulana, Indra Lesmana, Donny Suhendra, mendiang Jack Lesmana, Bubby Chen, Nick Mamahit, Edi Karamoy, Elfas Seciora, Hasbulah, Bill Saragih dan lainnya. JFF 15 Idang Rasjidi Quintet

Ucapan salut harus kita tayangkan dalam kesempatan ini kepada Peter F Gontha serta Ireng Maulana dan perintis lainnya. ”Beberapa personal itulah yang sedari awal memberikan ruang kepada kita untuk memperkenalkan cita rasa musik jazz Indonesia dan membawa jazz dunia ke negeri kita”, ucap Dedi Feriadi (42), penyuka jazz asal Bandung yang sengaja beserta keluarganya ikut antre sejak hari pertama di beberapa hall bersama penyuka jazz lainnya.

Khusus untuk “The Ladies of Jazz” yang diantaranya dianggotai Ermy Kulit, Margie Sigers, dan Rien Djamain, kepada mereka pun harus kita berikan angkat topi: ”Tabik buat mereka. Ketiganya ini sedari dulu membuat diksi bahasa Indonesia bisa dilantunkan dalam main stream jazz . Masih kami ingat pada era 1970-an musik jazz di negeri ini, terbilang sedikit penggemarnya. Beda dengan saat ini. Merekalah salah satu penyanyi perintisnya”, urai Supratman (49).

Supratman cukup mengejutkan, sengaja datang dari Bandung membawa kaset dari ketiga solois jazz legendaries itu. “Sayang, saya belum dapat tandatangan mereka. Tapi pasti saya dapat nanti”, begitu ujarnya sambil menunjukkan setumpuk kaset djadoel (djaman doeloe) yang ia bawa dalam tasnya.

Akhirul kata, JJF 2015 seperti banyak orang yang masih sempat mengingat ditengah ingar-bingar aliran jazz segala jaman – Di negeri kita pun ada gunjang-ganjing politik KPK vs Polri, dan terakhir Ahok dengan DPRD DKI Jakarta, selama tiga hari itu serasa dilupakan. “Duh, besok Senin sudah mulai kerja lagi nih. Wah, rodi lagi nih …”, celetuk beberapa orang dari bubaran JJF 2015. Maknanya, gara-gara JJF 2015, sejenak gonjang-ganjing Indonesia, terlupakan. Yang bahaya bagi penggemar jazz – Jangan lupakan JJF 2016, tahun depan harus lebih bervariasi dan mampu menghentak dunia, malah … (Nitta/Jessica/HS/dtn).


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01610503
Hari ini
Kemarin
247
1494