From Bamboo To The World With Indonesia Bamboo Community

frombamboo1frombamboo2Destinasianews - Grup musik binaan Indonesia Bamboo Community (IBC), D'bamboo Essential diundang untuk berpartisipasi di festival musik etnik bertajuk Borneo Cultural Festival yang diselenggarakan di Sibu, Malaysia. Mereka dijadwalkan tampil selama 3 hari pada tanggal 6-8 agustus mendatang.

 

Borneo Cultural Festival tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke 12. Festival tersebut akan dimeriahkan oleh beberapa grup musik dari Malaysia, India, Singapura, Indonesia dan Tunisia.

 

Salah seorang pendiri IBC, Adang Muhidin, mengaku bangga bisa dipercaya untuk berpartisipasi di festival musik etnik yang bergengsi di Malaysia.


"Ini menjadi kesempatan emas untuk IBC memperkenalkan inovasi alat musik bambu ke seluruh dunia," ujarnya saat di temui di workshop IBC, Jl. Sindang Sari No 23, Kota Cimahi Selatan, kemarin.

 

Seperti diketahui, komunitas yang Berdiri pada tanggal 30 april 2011 lalu itu kerap berinovasi membuat alat musik dengan bahan bambu. Beberapa karya yang sudah dibuat, diantaranya, gitar bambu, bass bambu, dan drum bambu. Saat ini, pihaknya sedang melakukan riset untuk membuat piano dari bambu dan alat musik tiup dari bambu, seperti saxophone juga mendapatkan bantuan riset dari salah satu produsen komputer terkenal di dunia untuk membuat riset bambu elektronik selama 5 bulan.

 

Selain mengenalkan inovasi alat musiknya, IBC juga punya misi khusus mengenalkan lagu karya anak bangsa. Untuk itu, pada festival nanti, D'bamboo Essential yang beranggotakan Mirna & Sarah (vokal), Faizal Budiman (drum bambu), Hafid padilah (bass bambu), Mohamad Rahman (gitar bambu), Manshur Praditya (angklung), Wendi Kandiana (kendang), Mohammad Taufik (flute) akan membawakan beberapa lagu tradisional dan pop.

 

Adapun persiapan mengenai partisipasinya dalam festival ini, sudah dilakukan secara intens dalam sebulan terakhir. "Karena kami sadar secara tidak langsung, kami membawa nama Indonesia, untuk itu kami akan tampil semaksimal mungkin," jelas Adang lebih lanjut.

 

Pada keikutsertaannya di festival ini, D'bamboo Essential akan berkolaborasi dengan musisi dari lampung, yaitu Dwi Okta (gitar bambu 2), Ade Yulistiani (biola bambu), Amrina Ramadhani (gambang), serta Rahmania Alfa Rodina & Muhammad Akbar Ferbian yang memainkan alat musik tradisional lampung, yaitu gamolan.


"Total yang berangkat berangkat sebanyak 18 orang. Masing-masing 14 pemain musik, lalu 2 orang sebagai pendamping dari rombongan lampung, ditambah saya (Adang) dan Vino sebagai sound engineer," ujar Adang.


Rombongan IBC dijadwalkan akan berangkat ke Malaysia pada tanggal 4 agustus 2015 mendatang, dan kembali ke Indonesia pada tanggal 10 Agustus 2015. "Doakan semoga selama disana kami diberi kelancaran dan bisa mengharumkan nama Indonesia," pungkasnya.

 

Produk Alat Musik Bambu, Asli Dari Indonesia!

frombamboo4Sebenarnya, Adang mengungkapkan, sejak tahun 2012, pihaknya selalu mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam Borneo Cultural Festival. Namun saat itu, pihaknya belum berani sebelum alat musik inovasinya layak dipakai.

 

"Waktu dulu masih riset. Karena kami kan punya tujuan memperkenalkan inovasi alat musik dari bambu. Sekarang alhamdulillah alat musik kami sudah bisa dipakai dan banyak dipesan juga ke luar negeri," ujar Adang Muhidin.

 

Disinggung mengenai kolaborasi dengan Provinsi Lampung, Adang mengatakan hal itu tidak terlepas dari dukungan, pengakuan, dan penghargaan mengenai inovasi alat musik kami oleh Pemprov Lampung. "Kami menggandeng Lampung karena kebetulan di Provinsi Lampung telah berdiri Indonesian Bamboo Community Cabang Lampung." ujar Adang.

 

Untuk kendala selama persiapan, pihaknya mengaku sempat kesulitan dana dalam pembuatan alat musik untuk dipakai dan diikutkan dalam pameran selama festival, karena selain akan pameran di Malaysia juga pada saat bersamaan akan mengikuti pameran pada Eco Music Camp tanggal 7 – 9 Agustus 2015 di Mekar Sari Bogor.

 

"Kalau kendala ya paling dana, walaupun ada bantuan dari panitia BCF, tapi untuk pembuatan alat musik tentu membutuhkan dana lumayan besar. Tapi, alhamdulillah dengan kekuatan sendiri kami yakin selalu ada jalan," ujar Adang Muhidin.

 

"Tujuan kami selama disana, ingin juga memperlihatkan kepada dunia luar bahwa ada produk anak bangsa Indonesia, yaitu alat musik dari bambu. Sekaligus akan mempromosikan acara bamboofest yang akan diselenggarakan oleh IBC nanti," lanjutnya. (IG/SF/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01607226
Hari ini
Kemarin
1097
2170