Jabar International Marathon Meraih Sukses Di Pangandaran

jim2destinasiaNews - Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Provinsi Jabar telah sukses menyelenggarakan 'pesta atletik' JIM (Jabar Marathon International) yang digelar untuk pertama kali pada Minggu, 2 Desember 2018. Rutenya, berada di sepanjang Pantai Barat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Menurut panitia terdaftar peserta untuk penyelengaraan pertama ini pada era Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, sekitar 1.200. Diketahui 70 peserta, berasal dari mancanegara. Pantauan redaksi pada hari Minggu yang kebetulan pada musim hujan ini bercuaca cerah - ribuan warga Pangamdaran yang dilalui peserta JIM, menyambut dengan terbuka dan penuh kegembiraan.

"Diakui ini yang pertama diselengarakan, ada disana-sini masih ada kekuarangan. Tak menyangka sambutan penduduk begitu besar. Pun jumlah hadiah total Rp. 619 juta, katanya menjadi daya tarik tersendiri," kata Yuda M Saputra, Kadispora Provinsi Jabar.

Detilnya, kategori yang dilombakan ada kategori Full Marathon sejauh 42,195 kilometer dengan waktu tempuh 7 jam. Kategori Half Marathon 21,0975 km dengan waktu tempuh 4 jam. Sedangkan kategori 10 km ditempuh dalam waktu 2 jam, serta 5 km ditempuh dalam waktu 1 jam.

"Kami sangat senang dengan marathon kali ini. Selain hadiahnya menggiurkan, suasana pantai dan udara yang relatif bebas polusi jadi pertimbangan kami," jelas Utami salah seorang koordinator peserta asal Nusa Tenggara Barat.

 

Kelas Internasional

jim1Menurut Yuda, penyelenggaraan JIM kali ini diarahkan untuk memperoleh sertifikasi IAAF (International Association of Athletics Federation). Harapannya, pada tahun mendatang dari segi bobot perlombaan JIM harus diakui dunia internasional.

Tampak hadir dalam penyelenggaraan yang cukup semarak dengan tampilan musik dan gelar tari tradisional, di antaranya' Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, serta mantan Ketua KONI Jabar, Eka Santosa (2002 - 2006). Menurut kabar di seputar penyelenggara Gubernur Jawa Barat dijadwalkan hadir:"Namun tadi malam ada kabar tidak jadi hadir ke Pangandaran. Namun, semua akhirnya berlangsung cukup meriah dan sukses. Kami memakluminya. Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil), mungkin sibuk saat ini," kata Dendi yang mengaku selaku salah satu anggota panitia penyelenggara.

Lebih jaun menurut Eka upaya menggeliatkan Pangandaran dengan kegiatan ini, merupakan hal yang patut dipuji. "Ini selain menggalakkan dunia atletik yang nantinya diarahkan ke jenis sport terukur di pesta olympiade, Asia Games, serta Sea Games, pastinya juga menggalakkan kepariwisataan," ucapnya seusai ia beberapa kali menyerahkan hadiah bagi para pemenang untuk setiap kategori. (HS/SF).

Add a comment

Pemkot Bandung & BIGRS Peringati Hari Korban Tabrakan Lalu Lintas Sedunia, Luncurkan stopngebut.com

sn3destinasiaNewsSuasana Car Free Day (CFD) di Jalan Dago Kota Bandung pada Minggu, 18 November 2018 tampak berbeda. Gerangannya, di salah satu pojok keramaian, di halaman Blossom Factory Outlet ada acara talk show. Tajuknya, Peringatan Hari Korban Tabrakan Lalu Lintas Sedunia. Sekaligus kala itu di talk show ini diluncurkan situs web stopngebut.com. Penyelenggaranya, Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan BIGRS (Bloomberg Philantropies Initiative for Global Road Safety).

Tampak hadir dalam talk show yang diisi dialog interaktif antara Kadis Kominfo Kota Bandung Ahyani Raksanagara, dan Angga Handiman, SIK, Kasubnit 1 Laka Lantas Polrestabes Bandung, dengan para korban kecelakaan lalu lintas, serta masyarakat umum yang meramaikan CFD.

sn4“Jumlah tabrakan di Kota Bandung tahun 2017, ada 501 kasus. 127 orang meninggal, 38 luka berat. Lebih setengahnya pengguna sepeda motor. Kematian tertinggi ada pada rentang usia 15 -24 tahun,” papar Ahyani mengutip buku materi buku Road Safety Anual Report 2017.

Sedangkan menurut Angga yang sehari-hari berurusan dengan persoalan korban kecelakaan di Kota Bandung, apa yang dikemukakan Ahyani, ”Dalam praktiknya, terus meningkat jumlah korbannya. Faktornya sangat variatif, selain karena tingkat kesadaran yang masih relatif rendah, juga tingkat kepadatan kendaraan bermotor semakin tinggi pula.”

Sementara itu para korban kecelakaan lalu lintas yang antusias mengikuti talk show ini, rata-rata bertanya tentang hal-hal yang selama ini menjadi persoalan sehari-hari, seperti : Helm yang berlabel SNI itu, apa sudah memenuhi syarat ? Syarat utama mendapatkan SIM, erat kaitannya dengan batas usia minimal, persoalannya siswa SMA kelas X rata-rata memakai sepeda motor, padahal usianya baru berapa tuh?

Dengan penuh kesabaran Angga, menjawab aneka persoalan lalu lintas dengan cukup tuntas. “Saya apresiasi, selama dialog tadi banyak hal yang selama ini sungkan-sungkan mereka ungkapkan ke pihak terkait. Tadi, kita bahas dengan cair. Contoh, soal ‘bikin SIM cara nembak’. Itu tidak dibenarkan. Ikuti saja tahapan ujian SIM dengan baik. Pasti kami bimbing sampai dapat.”

sn2Bagi Nerviani (26) mahasiswi PTN semester empat di Kota Bandung. Ia kerap hadir sebagai peramai di CFD Jl. Dago, pada hari Minggu pagi itu, sejenak mengikuti dialog interaktif antara pemangku transportasi di Pemkot Bandung, yang didampingi polisi lalu lintas, juga dihadiri para korban tabrakan, mengaku semakin termotivasi untuk mengendarai kendaraan lebih hati-hati.

“Aku banyak banget tadi hal-hal yang selama ini dianggap enteng, seperti pemakaian helm sepeda motor yang tak punya tanda SNI. Juga main hape saat bermotor-ria, itu bahaya banget ya? Aku nggak mau lagi main hape kayak contoh tadi.” Pungkasnya. (HS/SF/dtn)

Add a comment

Festival Lauk Juara di ‘Gesat Fest’ Tingkatkan Warga Jabar Gemar Makan Ikan

lauk3destinasiaNews – Mengisi 100 hari pertama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang kerap disapa Emil, sejak dilantik pada 5 September 2018, rupanya ada gebrakan baru dalam hal perikanan. Tepatnya di bagian barat halaman parkir Gedung Sate Bandung, pada Jumat pagi (16/11/2018) digelar ‘Gesat Fest’ (Gedung Sate Festival).

Dalam waktu bersamaan digelar juga Festival Lauk Juara (FLK). FLK ini melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, FPIK (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) Unpad, serta Gemari (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), pun melibatkan para pengusaha di antaranya PT. Gani Arta Dwitunggal.

Yang terakhir ini merupakan produsen AgroPro dan Aquatec. Aquatec populer di masyarakat, utamanya dalam hal pengadaan perangkat budi daya ikan – Keramba Jaring Apung di perikanan darat maupun laut.  

Menurut panitia, keramaian yang menyedot ribuan pengunjung selama dua hari (16 – 17 November 2018), usai dibuka oleh Sekda Jabar Iwa Karniwa, pada hari kedua bakal diramaikan bintang ‘milenia’ Via Valen, T-Five, Dj Maretha, Angsa & Serigala, Ameshagi Band, Nara & Friend, Rampak Kendang Unpad, PSM Unpad, dan lainnya.

Kepada awak media Iwa disela-sela mengunjungi aneka stand pameran yang didampingi Jafar Ismail, ia sempat mengemukakan pesan khusus dari Kang Emil - lima tahun ke depan dunia kepariwisataan di Selatan Jabar harus berkembang, potensi perikanan budi daya maupun tangkap harus ditingkatkan secara simultan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Apresiasi Sekda Jabar

lauk1Yang spesial Iwa dan rombongannya selama berkunjung ke stand FPIK Unpad, yang memaparkan hasil kajian dan praktik akademisi untuk pengembangan dunia perikanan di Jabar dan nasional, tampak asyik berdiskusi – topiknya, bagaimana meningkatkan produk ikan di Jabar berikut tingkat konsumsinya.

“Saya sangat terkesan dengan upaya rekan-rekan FPIK Unpad dan para pengusaha ikan yang berwawasan luas dan jauh ke depan, semua demi memajukan dunia perikanan kita,” papar Iwa seusai sejenak berdiskusi dengan para pakar perikanan.

lauk2Tampak dalam diskusi di stand FPIK Unpad, di antaranya: Ir. Muhamad Husen (Masyarakat Akuakultur Indonesia, Jabar); Yudi Nurul Ihsan, Dekan FPIK Unpad; Budiprawira Sunadim, President Director PT Gani Arta Dwi Tunggal beserta Andi J Sunadim, General Manager dari perusahaan yang sama.

“Akhirnya, pada 100 hari pertama Kang Emil setelah dilantik, sebagian rintisan road map kelautan dan perikanan menuju Jabar juara, terjadi di festival ini. Lainnya, seperti peningkatan konsumsi ikan, terus kami upayakan berkolaborasi dengan dinas terkait, akademisi, dan para praktisi perikanan,” jelas Yudi Nurul Ihsan, Dekan FPIK salah satu pemerakarsa kegiatan ini. (HS/HRS/SF/dtn)

Add a comment

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

juri1destinasiaNews - Boleh dikata ini penampilan tokoh Jabar Eka Santosa yang sedikit tak 'lazim' akhir-akhir ini? Gerangannya kali ini penuh dengan unsur budaya, dan pewarisan nilai-nilai Kesundaan.

juri2Pada Sabtu malam, 13 Oktober 208 di 'padepokan seni' Saung Udjo di Jl. Padasuka Kota Bandung. Para juri yakni Chandra Udjo, Ella Sukmini, S.Sn., M.Sn., Diana Novitasari, Erna Hernawati, termasuk tokoh Jabar Eka Santosa berperan sebagai juri pada penampilan aneka seni buddaya Sunda dari 30 peserta se Jabar.

Ajang ini 'Unjuk Kabisa Pamilon Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat'. Ini sudah yang ke tiga kalinya digelar dengan sukses.

"Ini tahapan yang menentukan. Pada 19 hingga 21 Oktober 2018, peserta masuk karantina di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung. Lokasi ini milik Pak Eka Santosa," kata Dudih Sutrisman sebagai representasi penyelenggara, sambil menambahkan - "Grand finalnya pada 27 Oktober 2018 di Gedung Sunan Ambu di Kota Bandung."

 

Warisan Budaya ...

juri3Di ajang ini pula Kepala UPTD Disparbud Jabar, Casmadi bersama Eka Santosa seakan seia sekata dalam hal semangat pewarisan budaya - gelaran pencarian bakat berbasis adat dan budaya Sunda.

"Ajang ini penting, mengingatkan visi dan misi Perda No. 5/2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara di Jabar,"' papar Eka sambil mengingatkan - "Perda ini dulu tumbuh saat saya jadi Ketua DPRD Jabar. Harapannya, justru makin digalakkan demi menangkal efek liar globalisasi."

Rasa gembira Eka selaku juri di ajang ini yang malam itu diapresiasi ratusan penonton, tatkala ditanya, bagaimana perasannya?

"Sangat menggembirakan melihat animo generasi muda Jabar. Ajang tadi, sungguh mencerahkan. Intinya, kembangkan budaya Sunda, beprospek cerah," pungkasnya dengan rona wajah bungah. (HS/MG/SF/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

destinasiaNews - Untuk merubah pola hidup warga di sekitar bantaran sungai, prajurit satgas Citarum Harum selalu melakukan komsos kepada warga...

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

destinasiaNews - Satgas Citarum Harum Subsektor 01-21 Rancaekek dalam melaksanakan tugasnya, selain membersihkan aliran dan bantaran sungai dari sampah juga...

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

destinasiaNews - Permasalahan yang muncul dalam lingkungan masyarakat yang terdapat pabrik biasanya berupa limbah pabrik yang menimbulkan bau yang mengganggu...

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

  OPINI Oleh : Harri Safiari   destinasiaNews – Setoeroet artikelen jang dimoeat Kompas.com (22/4/2019) berdjoedoel: Imbauan Imam Prasodjo Terkait Tudingan...

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

destinasiaNews – Seoesai pesta democratie paling roemit sedoenia (17/4/2019), kapoetosan formaal menoeroet KPU baroe pada tarich 22 Mei 2019. Ternjata satelahnja,...

Pengunjung

03213877
Hari ini
Kemarin
2264
3958