PESTA RAKYAT 9TH - Celebrate Our Physics

Poster Utama PRF 9th 11

destinasiaNews Hallo Destiners! Sadarkah kita, bahwa perkembangan sains dan teknologi melaju dengan cepat di segala aspek kehidupan sekarang ini? Sadarkah kita juga, di belahan dunia sana, mereka berlomba-lomba mengembangkan sains dan teknologi untuk kemajuan dunia?

 

 

Tetapi sadarkah juga, di Indonesia, sains dan teknologi kurang diminati lho oleh muda-mudi sekarang ini? Wajar, karena sebagian besar kita menganggap bahwa pelajaran sains (khususnya fisika) dianggap membosankan, sukar, juga rumit. Lebih rumit mana dengan soal fisika ini : Sebuah benda bermassa 400gram dilempar dengan kecepatan 20m/s. Jika sudut yang terbentuk 30 derajat, maka berapa besar energi yang kutahan untuk menunggu kepastianmu ?? (Nah lhooo...)

 

Tau nggak, Physics are fun!

Nah, teman-teman kita dari Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika – Universitas Indonesia, punya cara untuk membuat potensi ilmu pengetahuan Sains dan Teknologi menjadi menyenangkan mempunyai keseruan yang tidak terbatas melalui rangkaian kegiatan bertemakan Bring Back The Energy of Physics, dengan nama PESTA RAKYAT FISIKA ke-9.

 

Pesta Ini, adalah Kompetisi Fisika tingkat Nasional yang bertujuan untuk memperkenalkan Fisika kepada generasi tingat TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, hingga Masyarakat Umum. Tentu berhadiah, juga memperebutkan Piala Kemenristek Dikti. Bergengsi lho...

 

Rangkaian kegiatan ini akan diadakan pada Bulan Agustus – November 2018. Berbagai lomba yang diadakan antara lain :

Tingkat TK

Pameran IPTEK

Tingkat SD

Cerdas Cermat

Fun Experiment

Tingkat SMP

Praktikum

Roket Air

Tingkat SMA

Physics Competition

Science Project

Umur 14 - 18 Tahun

Sumo Robotics

 

Selain itu, di Pesta ke-9 ini, ada juga Public Lecture dan Star Party. Dengan Acara Puncak-nya, ada Street Festival, Bazaar, Entertaint, Bedah Peminatan Fisika UI juga Pameran Teknologi.

 

Gimana Destiners, tertarik?! Pendaftaran resmi dibuka pada 13-Juli-2018 dan dapat menghubungi :

081294634071 (Faith)

@EMP8215E (LINE)

@prf_ui (Instagram & Twitter)

Pesta Rakyat Fisika (Facebook dan Path)

www.pestarakyatfisika.com

 

Jangan sampai ketinggalan dalam acara Pesta Rakyat Fisika 9th ini. Ini jelas berbeda! (SF/dtn)

Add a comment

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

sunmaslod1destinasiaNews  –  Pelataran Hotel Lodaya di Jl. Lodaya No 83 Lingkar Selatan Kota Bandung, pada Minggu pagi 13 Mei 2018, ada  yang berbeda. Keriuhan dari puluhan pasang orang tua yang membawa bocah disertai kerabatnya, plus dari para bocah sendiri saling bersahutan. Faktanya, hari itu di Hotel Lodaya milik pegiat wisata Jawa Barat H. Momon Abdurochman, yang juga selaku Ketua Yayasan Sunda Medal, menggelar khitanan missal gratis. Ramai, tak biasa hari ini kata banyak orang.

 

“Ada 120 anak yang dibawa orang tuanya, mereka itu berada di sekitar Bandung Raya. Menjelang bulan suci Ramadhan, dan menjelang libur sekolah, kami gelar ini, bekerjasama dengan banyak pihak, tentunya,” papar H Momon Abdurochman sambil mengatur koordinasi dengan Ketua DPP Ormas BBC Mugi Sujana.

sunmaslod2sunmaslod3Praktis suasana di Hotel Lodaya hari itu sejak pagi layaknya ada pesta besar. Ratusan orang orang tua dan kerabatnya, mengantar bocahnya yang dikhitan selalu tampak ceria. Yang menarik, para bocah ini sempat diarak dengan naik becak keliling area Buah Batu Kota Bandung. Sebagian lagi naik mobil “Bandros” (Bandung Tour On The Bus) yang fenomenal sebagai Ikon Wisata Kota Bandung.

 

“Aku jadi berani nih, disunat juga nggak apa-apalah,” demikian jawab Deni (7) bocah asal daerah Antapani Lama Kota Bandung. Menurut Deden, orang tuanya anaknya ini belum sekali pun naik mobil “Bandros” – “Hari ini naik mobil Bandros, kebetulan jadi tambah berani disunat. Tidak seperti yang lain malah menangis.”

 

Bocah yang Ceria

sunmaslod4sunmaslod5sunmaslod6Menurut Momon yang dalam perhelatan khitanan missal gratis ini dipersiapakn sekitar 2 bulan sebelumnya, dengan tajuk khusus Meraih Kesolehan Sosial dengan Saling Berbagai, melibatkan para pihak, al: Yayasan Nurimba, BBC Tempo Doeloe, dan DPP Ormas BBC.

 

“Terselengaranya dengan sukses acara ini, bagi kami merupakan sebuah kegembiraan tersendiri. Ini hadiah buat para bocah harapan bangsa,” jelas Mugi Sujana disela-sela riuh-rendah sambutan di panggung yang juga dihadiri tokoh Perempuan Jawa Barat Ny. Popong Otje Djundjunan yang akrab disapa Ceu Popong. 

 

Bagi Ceu Popong momentum berbagai yang juga bersuasana khidmad merupakan implementasi dari Sila Keadilan Sosial dalam falsafah negara kita, ”Ya, Sila Keadilan Sosial hari ini telah dilaksanakan oleh Kang Momon beserta kawan-kawan dengan sangat baik. Mari kita sambut NKRI yang berkeadilan ….”

 

Dari salah satu sudut Hotel Lodaya disela tingkah gembira dari tim kesenian Gajah Putih pimpinan Kang Yoni, yang juga dimeriahkan seni reak dan pencak silat, orang tua Ahmad Dani (5) yakni Dede Juhana dari Cikawung Desa Mekarsari Baleendah Kabupaten Bandung, mengucapkan dengan tulus, ”Terima kasih kepada pantia yang begitu baik hari ini. Anak saya Dani dan ratusan anak lainnya, bisa dikhitan. Semoga kebaikan panitia dapat dibalas dengan kebaikan berlipat lainnya dari Tuhan YME,” begitu ujarnya sambil memperlihatkan seabreg hadiah dari panitia berupa amplop berisi uang tunai dari para donator dan seperangkat alat sekolah.  (HS/SF/dtn)

Add a comment

Dwiki Darmawan Buka Road to TPJBF 2018

 

TpJazz2018eda

Penampilan Dwiki Darmawa bersama Nguyen Le dan Beledo pada Gitar, Rudy Zulkarnaen pada Bas, Budhy Haryono pada Drum, Ade Rudiana pada Kendang serta Dede Yanto pada Suling dan Rebab

destinasiaNews - Setiap tahun, TP Jazz Bandung Festival (TPJBF) menjadi tuan rumah bagi para penikmat musik jazz di Bandung. Setelah kesuksesan 3 tahun menggelar Festival Musik Jazz di The Papandayan,  TPJBF 2018 kembali hadir untuk memanjakan para penikmat musik jazz. 

Sebagai pembuka dan pemanasan untuk acara TPJBF 2018, The Papandayan menggelar serangkaian event road to TPJBF 2018 yang pada kali ini dibuka oleh Dwiki Dharmawan – “Rumah Batu” Live bersama musisi Jazz dunia yakni Beledo dan Nguyen Le.

Acara ini berlangsung dari jam 21.00 WIB sampai selesai dengan bertempat di TP Stage, The Papandayan Hotel. Acara dimulai dari alunan Dwiki Darmawan dengan menampilkan lagu dari album terbarunya Rumah Batu dengan diiringi oleh NGUYÊN LÊ dan BELEDO.

TpJazz2018edbPenamaan album Rumah Batu terinspirasi ketika Dwiki melakukan proses rekaman di rumah kawannya yang berlokasi di Casa Mila, Catalonia Barcelona, sebuah gedung Heritage dengan gaya fasad batu yang bergelombang. Casa Mila atau La Pedrera dalam bahasa Indonesia artinya adalah Rumah Batu.

Seperti yang diketahui, Dwiki Dharmawan merupakan maestro musik paling berbakat dan terkenal di tanah air. Dwiki yang seorang pemain keyboard, komposer dan produser, dan ikon budaya multi genre mempunyai rentang karir dalam dunia musik selama lebih dari 30 tahun dan sudah melakukan pertunjukan di lebih dari 70 negara.

TpJazz2018edc

Press converence sebelum acara bersama management TP Jazz Papandayan

Rekan duetnya di pertunjukan “Rumah Batu” Live, Nguyen Le merupakan seorang musisi multi talenta yang juga seorang komposer, produser asal Vietnam berkewarganegaraan Perancis. Sedangkan Beledo yang merupakan gitaris dan composer asal New York, Amerika Serikat

Tahun ini The Papandayan Jazz Bandung Festival (TPJBF) 2018 dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 Oktober 2018 dengan penampilan lebih dari 30 musisi Jazz terkemuka di Indonesia. (HRS/Rls/dtn)



Add a comment

Bandung Vintage Market 2018 – Yang ‘Rongsok’ Nan Menohok!

vintage market 2destinasiaNews – Namanya Bandung, terkait kreativitas rupanya tiada tara di kota Paris van Java ini. Lihatlah, dikomandoi Denny F Kusumah selaku Ketua Panitia Bandung Vintage Maket 2, ditemani Ruly ‘Kumis’ Cikapundung selaku Ketua Asosiasi Pedagang Barang Antik Cikapundung, dan Untung Maulana, GM Marcom Click Square, berencana menghelat Bandung Vintage Market 2 pada tahun 2018. “tepatnya pada 17 hingga 18 Februari 2018 di Click Square Jl. Naripan kota Bandung,” ujar Denny (13/2/2018) di Click Square yang selama ini dikenal selaku salah satu dedengkot barang vintage di kota kreatif ini.

“Vintage itu bukan sekedar rongsok lho? Ia tak lain barang atau benda bila disimpan makin lama nilai dan harganya makin tinggi,” jelas Denny yang ditimpali rekannya Ruly –“Ada sederet keuntungan, bahagia memilikinya. Bangga, melihatnya. Bahagia karena kawan bertambah. Pun, bungah bila terjual dengan harga tinggi, plus banyaklah alasan lain. Jadi bukan barang rongsokan ya?!”

Tersebab alasan yang (tak) dibuat-buat itu, setelah sukses dengan gelaran niatan sejenis di tahun lalu, kini digelar serba besar-besaran.”Sedikitnya ada 100 booth. Yang dari negeri jiran pun ada. Ada AMY SEARCH Legenda Rocker Malaysia. Terus ada World Radio Day. Ah, pokoknya, bakal hebohlah…,” ucap Denny yang disambut Untung –“Kami sediakan sesuatu yang khas untuk pasar vintage yang bukan sekedar barang rongsokan ini. Yang pasti bakalan aduhai…dan menohok dalam banyak hal.”

Nah, pembaca budimn khususnya pecinta barang-barang vintage, sila hadir pada waktunya. “Boleh bawa aneka barang yang dibuang sayang, nanti kita nilai dan kalau bisa kita pasarkan juga,” tutup Denny yang selama hayat masih dikandung badan –“Akan setia menggeluti dunia vintage.” (HS)

Add a comment

Uniknya Nuansa “Jabar Darurat Lingkungan” di Pasar Hejo, Kota Baru Parahyangan KBB

PHPH1destinasiaNews  – Sabtu pagi, 6 Mei 2017 ada sesuatu yang berbeda di salah satu sudut Kota Baru Parahyangan (KBPa), Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tepatnya, di salah satu bantaran Sungai Citarum yang mengalir ke Waduk Saguling, di area KBPa yang sejak tahun 2000-an menjadi hunian resik yang berwawasan lingkungan, ada formasi ‘inisiasi’ khusus.

 

 “Siapkah Anda pegang amanat menghijaukan Jawa Barat demi meningkatkan kesejahteraaan hidup kita?”

 

Yang bertanya dengan rona serius penuh pengharapan tinggi sambil memberikan pataka, tak lain Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo. Pun, Eka disini berperan juga sebagai Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Sedangkan yang ditanya alias obyek inisiasi - Shahadat Akbar dan Yunan Wirahadikusumah. Masing-masing, hari itu Akbar dikukuhkan sebagai Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Bandung Barat.

 

Sedangkan, Yunan didapuk sebagai Ketua Forum DAS Citarum KBB. Sesaat kemudian, usai Eka bertanya – meminta kesanggupannya memegang amanah, terlontarlah kata, ”Siap,” seru keduanya dengan nada tegas. “Duh, seru juga nih pengukuhannya, khidmad pula …”, celetuk salah pengurus Gerakan Hejo yang menyaksikan ‘inisiasi’ ini dengan cermat, sambil mengabadikan aneka momen yang menurutnya –“Cukup langka ada kegiatan seperti ini di pinggir sungai ini yang biasanya sepi.”    

 

Secara keseluruhan, ‘inisiasi’ ini pun terbilang istimewa karena dihadiri Sekda KBB, Maman Sunjaya. Selain itu puluhan aktivis lingkungan dari Gerakan Hejo, Forum DAS Citarum, serta khususnya bagi para penghuni KBPa – “Ini hari pertama kami selenggarakan lagi Pasar Hejo ke- 2 (6 – 7 Mei 2017 - red). Sekalian saja ada pengukuhan ini”, jelas Ryan Brasali, Manajer KBPa beberapa saat usai kegiatan di bantaran Sungai Citarum.

 

Langkah Kecil

PH2PH3PH4Eka Santosa dalam sambutan pada pengukuhan ini, seakan kembali mengingatkan betapa kondisi lingkungan di Jawa Barat sudah pada tahap darurat, ”Langkah kecil disertai penanaman pohon hari ini, adalah simbol untuk memicu, menghijaukan ratusan ribu hektar lahan kritis di tanah subur Jabar. Yakin, kita bisa menghijaukan lagi Jabar, minimal seperti 10 tahun lalu… ”

 

Sementara itu Maman Sunjaya dalam sambutannya di pengukuhan ini, menekankan persetujuannya bagi program penghijauan di KBB, ”Sejatinya, tanpa diminta oleh Kang Eka pun, menanam pohon dan menghijaukan KBB adalah tugas saya. Sekarang, ditambah himbauan khusus Kang Eka, makin bersemangat lah …”. Tak pelak, jawaban Sekda KBB ini menuaiapplaus para hadirin di pagi hari itu.”Lanjutkan penghijauan di Jabar,” serempak kata beberapa hadirin dengan penuh semangat.

 

Pasar Hejo

PH5Boleh dikata gema penyadaran “Jabar Darurat Lingkungan” yang terbilang lantang dan unik, kembali dikumandangkan Eka pada siangnya. Kali ini terjadi tatkala pembukaan Pasar Hejo ke – 2 di venue Bale Pare Kota Baru Parahyangan. Di sini, sejumlah kemeriahan khas yang bertema pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup, berpadu-padan manis sambil diapresiasi ratusan pengunjung.  

 

Aneka tarian, pelepasan burung, penyerahan cindera mata ke Sekda KBB pun berlangsung di sini. “Itu burungnya dilepaskan, baguslah. Biarkan burung itu terbang, kemana mereka mau – di sini namanya recet manukna …hejo tangkalna…,” jelas Stefiani (24) salah satu penunggu booth di Pasar Hejo, dari kelompok produk rumahan berbasis go green & friendly environment.

 

“Pasar Hejo kali ini, lebih beragam dibanding tahun lalu. Benar, kesadaran lingkungan sejatinya harus dimulai dari lingkungan terkecil. Harapannya bisa menular ke tempat lain,” ujar  Sanusi Tanawi, Dirut Kota Baru Parahyangan yang diamini Ryan Brasali dan Tan Siaw Gie rekannya. Sanusi mengurai demikian kala ditanya – Yang khas untuk Pasar Hejo tahun ini apa, dan solusi mengatasi kerusakan lingkungan paling sederhana, seperti apa?

 

Kearifan Lokal

PH6Hal lain yang cukup menarik perhatian dalam penyelenggaraan Pasar Hejo kali ini, Gerakan Hejo menghadirkan Olot (tetua adat) bernama Sahari dari Kampung Adat Baduy, Provinsi Banten. “Olot Sahari sengaja kami datangkan dari Baduy Kanekes Kabupaten Lebak. Kali ini sambil membawa produk tenun. Silahkan belajar langsung darinya – bagaimana mereka hidup berdamai dengan alam sepenuhnya, dan tanpa merusaknya, sudah dijalani ratusan tahun lalu”, tambah Eka dalam salah satu selipan sambutannya.

 

Rupanya, pesan khusus Eka Santosa yang dilengkapi dengan ujaran Sekda KBB di Pasar Hejo, tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, gemanya dirasakan langsung oleh banyak pengunjung.

 

“Ini saya ambil dua stel tenun asli Baduy. Bagus dan langka karya seperti ini, di sini bisa kita dapat”, kata Nila (26), pengunjung asal Kota Cimahi. Nila tidak datang sendirian, ia malah ditemani keluarga besarnya –“Pasar Hejo ini bagus banget. Banyak pesan menarik buat kami yang masih muda-muda. Penanganan lingkungan ke depan, memang tak bisa hanya sendirian kita kerjakan. Harus gotong-royong, eh ngemeng-ngemeng, gotong royong itu masih ada nggak di antara kita?” (HS/SA/SF/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Wow, Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

Wow,  Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

destinasiaNews - Boleh dibilang kegiatan produktif ini nyaris tak banyak orang tahu, padahal ini merupakan 'giant step for Indonesian's development'....

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

destinasiaNews - Boleh dikata ini penampilan tokoh Jabar Eka Santosa yang sedikit tak 'lazim' akhir-akhir ini? Gerangannya kali ini penuh dengan...

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

destinasiaNews - Sejumlah peserta Musyawarah Nasional (Munas), Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) ke-2 di Hotel Grand Asrilia Bandung, pada Sabtu,...

LAKSI Dukung Kapolri - Tegakkan Hukum Bagi Pelaku Hoax

LAKSI Dukung Kapolri - Tegakkan Hukum Bagi Pelaku  Hoax

destinasiaNews - Terkait pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Kehormatan PAN, M Amien Rais. Dalam hal ini sebagai saksi, pada kasus dugaan...

Pengunjung

02662642
Hari ini
Kemarin
4553
5177