Kaki Publik & Pengamat Mencemaskan Angka Putus Sekolah di Jawa Barat

adriandestinasiaNews - Ternyata Provinsi yang baru saja pada penghujung 2018, dipimpim Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang termasuk pemimpin visioner di negeri ini, masih ada persoalan mendasar perihal pembangunan kualitas SDM (sumber daya manusia).

 

Ini tergambar dari 'temuan' sngka putus sekolah di Provinsi Jawa Barat (Jabar),  terbilang mencemaskan.Tercatat hingga November 2018, mencapai 37.971 siswa. Angka ini akumulasi dari angka putus sekolah di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.  Anak yang putus sekolah SD tercatat 5.627 siswa, SMP mencapai 9.621 siswa, SMA mencapai 5.403, dan yang terparah siswa SMK sebanyak 17.320 siswa putus sekolah. Bagaimana nasib mereka ke depannya? Ada benarnya,  lulusan SMK pun banyak yang tak terserap lapangan kerja yang ada - ini memang,  persoalan lain. 

 

Adalah  Adri Zulpianto, Direktur Lembaga Kaki Publik, yakni Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik,  dalam rilisnya yang diterima Redaksi  (17/2/2019), "Data ini sangat mengkhawatirkan sekaligus mengejutkan, terlebih jika Pemprov Jabar hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Bukankah pendidikan harus menjadi program prioritas, di dalamnya ada nasib keberlanjutan bernegara dan berbangsa?"

 

Masih kata Adri, kondisi ini diperparah dengan keadaan Provinsi Jawa Barat yang menjalankan kebijakan siswa SMA maupun sederajat harus membayar SPP ke sekolah setiap bulan.  Ini karena minimnya Subsidi Dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pemprov Jabar. 

 

"Angka putus sekolah ini menjadi sesuatu yang harusnya menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat, " jelas Adri. 


Dalam uraian lanjutannya, kesejahteraan warga Jabar menjadi masalah utama bagi meningkatnya angka putus sekolah. Kaki Publik mencatat, masih banyak anak didik yang berada di garis kemiskinan. Karena di Jabar, penerima dana Program Indonesia Pintar mencapai 1.912.846 siswa. 


Seturut itu pula menurut Kaki Publik, penerima program Indonesia Pintar ini, siswa SD di Jabar , adalah yang tertinggi sebanyak 968.499 siswa, sedangkan SMP mencapai hingga 531.945 siswa, SMA mencapai 123.551 siswa, dan siswa SMK mencapai 297.851 siswa. 


Lagi menurut Adri, sudah seharusnya Pemprov Jawa Barat merubah kebijakannya lebih fokus dalam hal peningkatka kualitas pendidikan, bukan sekedar membangun infrastruktur, “Di bagian-bagian yang tidak memiliki manfaat langsung bagi keberlangsungan dunia pendidikan, terutama pada siwa yang berada di bawah garis kemiskinan di provinsi yang hampir memiliki 50 juta populasi pada tahun 2018."



Jomplang & Lampu Merah? 

Beranjak ke sorotan lain, Kaki Publik menilai infrastruktur di Jabar pun sejauh ini masih jomplang. "lihat saja di Kabupaten Bekasi yang hanya beberapa kilometer dari ibu kota DKI Jakarta, hanya didatangi saat kampanye Pilkada.  Nasibnya, tidak kunjung membaik. Yang terlihat justru banyak sekolah yang rusak parah.  Ini berakibat proses belajar-mengajar di sekolah terganggu," terang Adri.



Seturut sorotan Kaki Publik redaksi mengkonfirmasi 'temuan' ini ke praktisi yang juga pengamat pendidikan di Jabar, Atang Andiwijaya. Menurutnya, temuan atau hasil kajian ini  menunjukkan  otonomi daerah dengan kebijakan anggaran pendidikan 20% tidak menunjukkan keberpihakan ke rakyat miskin. "Kebijakan lainnya berupa perbandingan keberadaan antara SMA dan SMK,  yakni 30 berbanding 70. Ternyata, hanya menghasilkan pertumbuhan angka pengangguran yang mencemaskan". Lebih lanjut menurut Atang dikatakan ada ketidakberesan. Parahnya, unsur kualitas kerap dilupakan dalam menjalankan amanah pendidikan di Jabar: "Harus disadari ini semacam lampu merah bagi praktik pendidikan, " pungkasnya.  (HS/SF/rls/dtn) 

Add a comment

Gerakan Hejo Warnai Citarum Expo 2019 - Kenalkan Inovasi Perangi Sampah

GH seminar citarumdestinasiaNews – Bermula dari pertemuan antara Gerakan Hejo (GH), dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selaku Komandan Satgas Citarum Harum pada awal Januari 2019 di Gedung Pakuan Jl. Cicendo No. 1 Kota Bandung,  dilanjutkan pada 11 – 15 Februari 2019 tim GH menghadiri Saresehan bertajuk Penyusunan Rencana Aksi Citarum 2019 di bekas gedung Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Jl. Naripan No. 25 Bandung, maka:

 

“Kami sambut baik kehadiran Gerakan Hejo. Konsepnya nyata untuk penyelamatan lingkungan. Kiprah Pak Eka Santosa (Ketua Umum DPP GH) sudah banyak kami kenal. Di saresehan ini kita godok lagi rencana aksi. Peserta dari masyarakat umum kini lebih banyak, tak hanya PNS,” papar Deddy Efendy, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Jabar yang di saresehan ini bertindak selaku Sekertaris Panitia.

 

Pada pihak lain Agus Warsito, Sekjen DPP GH yang hadir di saresehan ini, kepada destinasiaNews, menjelaskan:

 

”Bersama elemen GH lainnya, kami lebih siap memperkenalkan aneka inovasi memerangi sampah di Citarum. Jangka pendek itu berpartisipasi di Citarum Expo 2019 (19/2) di Gedung Budaya Sabilulungan (Soreang, Kab. Bandung). Berlanjut nanti ada aplikasi penyelamatan lingkungan di lapangan, melibatkan masyarakat secara pro aktif. Ini jauh lebih penting”.

 

Sedangkan menurut Betha Kurniawan yang sehari-hari menangani mesin pemusnah sampah di GH, untuk keterlibatan di Citarum Expo 2019 berencana memperagakan: cara kerja alat pemusnah sampah yang ramah lingkungan dan mandiri, peragaan mesin water treatment (pembersih air), penggunaan inovasi jaring pemungut sampah ala ‘Aquatec’ di Sungai Citarum karya PT. Gani Arta Dwitunggal, pembibitan aneka tanaman bambu unggulan maupun tanaman vertiver di bantaran sungai sebagai penyeimbang limbah, aksi penebaran aneka bibit ikan terutama endemik di perairan umum dan kelompok tani, serta memberi makanan gratis bagi pegiat lingkungan dari filantropis yang bersimpati pada aksi pemulihan Sungai Citarum.

 

“Khusus mesin pemusnah sampah itu, beberapa sudah cukup lama terpasang di bantaran Sungai Citarum. Hasilnya,  dinilai baik oleh pihak independen. Malah ada kawasan yang sudah mandiri mengelola sampah. Di ajang Citarum Expo 2019, semoga kiprah kami lebih banyak dirasakan masyarakat. Kami ingin mewarnai dengan aksi positif,” jelas Betha dengan optimis.

 

Sementara itu Eka Santosa, yang dikontak secara terpisah (13/2/2019) di kediamannya di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung, mengapresiasi ajakan Gubernur Jabar bagi GH sebagai binaannya umtuk mengikuti Citarum Expo 2019:

 

“Utusan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil), tadi pagi telepon. Mengajak ikut di ajang ini. Semoga, perhatian ini menjadikan GH dan elemen pecinta lingkungan lainnya, bisa lebih bersinergi membenahi lingkungan di Jabar. Seperti sering saya katakan, makin hari kita ini makin memprihatinkan karena terjadi penurunan kualitas lingkungan hidup. Untuk itu kita harus lebih peduli, memperbaikinya, setidaknya memperkenalkan jurus baru memerangi sampah di lapangan,” tutupnya. (HS/dtn)

Add a comment

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

weka2Varian multi facet sosok tokoh Jabar Eka Santosa (59), mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) yang juga Ketua Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jabar,  bak mendadak (2/12/2018) muncul di ajang Jabar International Marathon (JIM) di Pangandaran. Inilah cuplikan perbincangan blak-blakan betapa ruwetnya (rudet) mengembalikan misi luhur olahraga, bila ditangani oleh pihak yang punya kepentingan lain. Inilah cuplikannya …

 

destinasiaNews (DN) : Maksud kehadiran Anda di ajang ini, adakah tujuan khusus?

 

Eka Santosa (ES) : Resminya, saya diundang sebagai mantan Ketua KONI Jabar itu saja. Sebagai pribadi kecintaan saya pada aktivitas dunia keolahragaan, tidak ada batasnya. Maknanya, ajang olahraga apa pun sejauh demi kemaslahatan dunia olahraga khususnya di Jabar, wajib saya hadiri bila waktunya memungkinkan. Kebetulan hari ini saya sedang mengarah ke Pangandaran. Masa kecil saya pun yang pernah lama tinggal di Pangandaran, bersahabat dengan Ibu Susi (Menteri KKP, Susi Pudjiastuti) sejak 1982, termasuk Pak Bupati Pangandaran sendiri (Jeje Wiradinata) adalah kawan saya sejak lama. Terakhir selaku perintis DOB (Daerah Otonomi Baru), saya bergembira hari ini kabupaten termuda di Jabar, merintis ajang olahraga bertaraf internasional. Ini saya impikan sejak lama bersama kawan-kawan. Apa pun yang terjadi wajib bagi saya hadir di ajang ini. Ingin melihat pelaksanaannya oleh mata sendiri. Tidak dari sekedar kabar orang lain (sambil tersenyum…).

 

DN : Makna wajib itu apa, bisakah dijelaskan?

 

ES : Ini cara yang benar pemerintah merintis ajang olahraga yang bernuansa nasional maupun internasional. Kebetulan pilihannya dunia atletik, ini bisa menjadi dasar pembinaan olahraga terukur di ajang nasional (PON), SEA Games, Asia Games, Olympiade, dan world competitions di berbagai pelosok dunia. misalnya. Kemasannya, mau ada unsur edutainment itu sah-sah saja.Ini kan sesuai dengan tuntutan zaman now, misalnya.

 

DN : Tadi Anda dengan jurnalis lain kami dengar, ajang JIM di Pangandaran bukan sekedar ajang olahraga biasa. Harus juga dikembangkan sebagai destinasi wisata internasional, penjabarannya?

 

ES : Semalam saya berbincang bersama Kadispora Jabar (Yudha M Saputra). Berdiskusi intensif, arahnya sudah benar. Ajang ini memang dibuat multiflier effect, untuk industri kepariwisataan, dan pengembangan ekonomi secara umum. Kebetulan Kang Emil (Ridwan Kamil, Gubernur Jabar) punya visi jauh ke depan dari ajang ini. Makanya, saya hadir di sini, hal seperti ini patut kita dorong. Salah satu jalannya, dari olahraga, lalu ke pengembangan pariwisata dan ke sektor-sektor lainnya, marilah kita dukung.

 

DN : Selama ‘terjun’ di ajang JIM Pangandaran yang dihadiri 1.200-an pelari dari dalam dan luar negeri, adakah pengamatan khusus lainnya?

 

ES : Sangat menarik bagi saya, tadi berbincang sebentar dengan beberapa pelari marathon dari Afrika (Kenya dan Ethiopia). Saya kagum kepada mereka, karena ketekunannya mampu memaksimalkan bakat mereka. Kuncinya, untuk merajai ajang ini di kategori full marathon 42 km bukan karena bakat alam semata, melainkan tekun berlatih.Faktanya, mereka ini sudah merajai di dunia marathon sejak era 1970-an, utamanya. Bayangkan rata-rata di kampung halamannya di Afrika sana, hampir setiap hari 50 km lari sebagai latihan! Punyakah generasi muda kita ethos kerja seperti ini? Contoh nyata untuk generasi kita, ya masa hanya Zohri asal NTB saja yang sukses dari puluhan juta generasi muda kita? Zohri, kita tahu pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere , Finlandia (12/7/2018), mampu memecahkan rekor dengan waktu tempuh 10,18 detik. Ia menggunguli dua sprinter Amerika Serikat. Harusnya, bisa menjadi inspirasi generasi muda kita. Saya optimis sprinter asal Pangandaran dan Jabar bisa muncul dari ajang sejenis ini. Kang Emil, rasanya sedang memicu forum ‘Jabar Juara’ agar warga jabar mampu memunculkan keunggulan itu. Saya yakin!

weka1DN : Beralih dari pembibitan atlit tangguh di Jabar dari ajang marathon, peran Anda sebagai Ketua FPOR Jabar berkaitan dengan ‘kasus’ kepengurusan KONI Jabar yang kerap FPOR kritisi, progresnya hingga hari ini?

 

ES : Terima kasih atas pertanyaan ini, Anda kenapa sih selalu menggiring saya mengupas hal yang bikin saya dan kawan-kawan rudet memimirkannya sejak 2014 (ujarnya, dengan sengit sambil diakhiri senyum). Begini ya, progres itu hingga hari ini masih rudet, menurut saya. Titik akhirnya, tinggal Gubernur Jabar sesuai kewenangan menurut UU SKN, UU TNI, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), segeralah bertindak. Tahapnya sudah gawat darurat, korbannya pengembangan cabang-cabang olahraga dan ribuan anggotanya, mau dibawa kemana pada 2018 – 2022 mendatang?

 

DN : Seberapa gawatkah, perihal kepengurusan KONI Jabar 2018 – 2022 ini ?

 

ES : Duh Anda ini bagaimana, dalam berbagai kesempatan, pikiran dan tindakan saya rasa konsisten –  kembalikan KONI Jabar perannya sebagai lembaga yang mengayomi seluruh jenis aktivitas olahraga dengan benar, tanpa mewilah-wilah, apalagi dengan tricking tertentu. Ini sudah sering saya ungkapkan. Bila penanganan pembinaan olahraga di KONI Jabar, seperti saat ini, saya tak tahu akan seperti apa capaian Jabar Juara itu?

 

DN : Konkritnya, seperti apa untuk ‘rudetnya’ solusi di KONI Jabar itu?

 

ES : Singkatnya begini Bung, bola soal ‘keabsahan’ kepengurusan KONI Jabar 2018 – 2022, kini bola itu secara undang-undang ada di kewenngan Gubernur Jabar. Pelanggaran UU SKN, tepatnya di No. 3  Tahun 2005, berupa jabatan itu ternyata diisi oleh anggota TNI aktif, ini sebuah pelanggaran dan perlu diluruskan.Belum lagi dugaan tata guna keuangan atau dana hibah yang kini sudah masuk ranah hukum di Polda Jabar dan POMDAM III Siliwangi, mau dikemanakan? Tak ada unsur suka dan tidak suka secara pribadi. Segeralah lakukan Musorprovlub yang dilegitimasi oleh Gubernur Jabar dan pihak terkait. Setahu kami, legitimasi Gubernur Jabar dan pihal lainnya, amatlah penting.. Kajian hukum kita sudah transparan, terkadang saya sudah merasa lelah memperoalkan hal ini. Ini dilakukan, semata karena desakan berbagai elemen masyarakat Jabar. Mereka itu, cinta pada kedamaian dan tata aturan yang benar. Ini saja dorongan saya untuk penyelamatan KONI Jabar. Terbukti, pada periode gubernur Jabar sebelumnya, kurang bagaimana saya dan kawan-kawan berusaha membenahinya, namun selalu dijegal dengan berbagai cara. Kali ke dua ini, jangan lagi terulang kasus yang sama. Sudahlah, kini telah  gawat darurat namanya!

 

DN : Kesimpulan singkat atas perbincangan kita kali ini, apa kira-kira?

 

ES : Satu, kembalikan peran olahraga sebagai salah satu pembentuk nation and character building bangsa. Melihat rudetnya di KONI Jabar, FPOR terpanggil untuk menyelamatkannya. Dua, rintisan JIM di Pangandaran adalah cara yang benar menggapai Jabar Juara, lanjutkan! Multi efek dari gelaran JIM, yakin akan memicu dunia kepariwisataan di sini, serta sektor-sektor lainnya. Tiga, contoh nyata, dari beberapa atlet asal Afrika yang berjuang ulet, latihan lari sedikitnya 50 km per hari, patut jadi trigger bagi pembinaan atlet-atlet kita. Persoalannya, generasi muda dan pemerintah kita mau dan mampu tidak? Kompetisi atletik mulai dari tingkat SD harus digalakkan seperti dulu era 1970-an. Tidak ada yang instan untuk meraih prestasi dunia. Empat, kembali ke rudetnya KONI Jabar, saya hanya ingin mendengar langsung dari Pak Gubernur. Lima, Jabar Juara itu jangan hanya sekedar slogan kosong, makanya mari kita isi dengan program nyata, jangan seperti yang sudah-sudah, selalu rudet. Idealnya,  padukan saja untuk pengembangan  olahraga prestasi, dengan pengembanga destinasi wisata kelas dunia. (HS/SF)  

 

Catatan : Artikel ini telah tayang di aksi.co (3/12/2018) dengan judul : Eka Santosa Muncul di JIM Pangandaran, Singgung 'Rudetnya' KONI Jabar

Add a comment

Keren Abiz Opening WCCE di Bali, Triawan Munaf Gelorakan ‘We Will Rock You’

bekraf31destinasiaNews – “Berhubung sibuk, ya ke sana, ya kemari,” demikian sepotong kalimat dari ‘reporter dadakan’ Erlan Effendy, Ketua Bandung Music Council yang ditemani rekannya Noey, dan Dany Java Jive sebagai undangan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Potongan kalimat itu disampaikan Erlan pada Rabu malam (7/11/2018), ke meja redaksi destinasiaNews.com, lalu Erlan menguraikan impresinya pada hari kedua di Bali.

Seperti diberitakan sebelumnya, Erlan Cs sedang menghadiri pembukaan World Conference on Creative Economy (WCCE) di Plenary Hall,  Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Ini ajang konferensi tentang ekonomi kreatif pertama di dunia, dihadiri sekitar 2.000 peserta dari puluhan negara. WCCE digelar sejak 6 hingga 8 November 2018. Hari kedua resminya dianggap sebagai pembukaan WCCE.

Keren Abiz itu

Kembali ke laporan pandangan Erlan Cs pada pembukaan WCCE itu penuh dengan kejutan, “keren abiz,” katanya. Nah, ini tulis Erlan –

Saat Triawan Munaf (Kepala Bekraf) akan mengakhiri pidatonya, seketika bergaunglah lagu “Lets Rock The World”. Triawan spontan membuka jasnya. Lalu menggulungkan tangan kemejanya. Ia mengajak penonton berdiri, mengikuti gerakannya menghentakan kaki  dan tepuk tangan ala Queen Band. Tentu, ada gerak dan suara menghentak dug dug dug ... prok ....dug dug prok. Hebatnya, tiba-tiba suara drum beneran yang ditempatkan tinggi di atas sign (huruf) WCCE muncul mengikutinya. Ajaib, bergemalah  ke seluruh ruangan.

Tak sampai di sini, Triawan mengambil guitar, diberikan kepada guitaris handal Dewa Bujana dan Gerald Situmorang. Kejutannya, tiba-tiba muncul dari belakang panggung,  diikuti sekelompik musisi. Melengkinglah suara Andi Riff, lengkap menggelorakan lagu “We Will Rock You” Lantas semua hadirin pun ikut bertepuk tangan dan bernyanyi bersama. Tampak  speaker, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara naik ke panggung dan ikut bernyanyi bersama.

Suasana pembukaan pun menjadi semarak, penonton standing applaus untuk penampilan Triawan Munaf bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membawakan pidato pembukaan secara bergantian. “Triawan memang jagona bikin-bikin surprise seperti ini. Apalagi warga dunia saat ini sedang menikmati film Bohemian Rhapsody versi baru,” papar Erlan yang selama bertahun-tahun bersahabat dengan Triawan Munaf selama ia masih berusik sejak 1970-an sebagai personil band Giant Step yang beraliran rock progressive.

bekraf32Esensi Ekonomi Kreatif    

Triawan dalam hal ini menyatakan kontribusi ekonomi kreatif secara signifikan bagi pertumbuhan global. Pada tahun 2015 kontribusi ekonomi kreatif berjumlah 2.250 milyar dollar dan mempekerjakan 29.5 juta tenaga kerja.  Hal itu setara dengan 3% GDP dunia, dan 1 % dari populasi aktif dunia.

“Pada waktu yang sama teknologi menjadi enabler untuk ekonomi kreatif yang membuat industri ini menjadi inklusif. Teknologi juga membantu berjalannya kehidupan untuk menambah value chain dan mendobrak batasan-batasan,” ujarnya. 

Sementara itu Retno menambahkan, sebagai Menlu, tiga prioritas utama yang ia canangkan, pertama kerjasama, kedua kerjasama, dan ketiga kerjasama. Dukungan Kementerian Luar Negeri dalam kegiatan ini tidak untuk mendefinisikan lagi apa itu ekonomi kreatif tetapi untuk berbagi ide, untuk berkolaborasi dan membantu peningkatan ekonomi kreatif global, kolaborasi global yang dibutuhkan untuk pencapaian SDGs, dan kesejahteraan semua masyarakat.

“Prinsip bahwa tidak ada satu orang pun yang tinggal di belakang,” ujar Retno dengan menimbulkan tepuk tangan panjang dari segenap hadirin pada pembukaan forum WCCE yang keren abiz itu, ada “We Will Rock You!” (HS/EE/SF/dtn)

Add a comment

Triawan Munaf & Ridwan Kamil ‘Ngerock’ Teken MoU di Bali, Kita Rock the World !

bekraf21destinasiaNews  -  Masih penasaran adakah kabar teranyar dari gelaran forum WCCE (World Conference on Creative Economy) yang berlangsung 3 hari (6 -8/11/2018) di  Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC)? Ternyata, pada hari Rabu, 7 November 2018 ada penandatanganan MoU (Memmorandum of Understanding - kesepahaman) antara Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Ridwan Kamil, Gubernur Jabar atas nama Pemda Provinsi Jawa Barat. Penasaran, apa isi Mou ini, kabar baikkah?

Menurut Emil, demikian sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, Mou ini  mengungkap kesepakatan Bekraf sebagai badan memiliki tanggung jawab, menetapkan kebijakan ekonomi kreatif dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada pihak lain, Provinsi Jawa Barat, yang memiliki potensi ekonomi kreatif, perlu dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. Caranya, dilakukan upaya perluasan produk ekonomi kreatif daerah, melalui penyediaan infrastruktur, teknologi informasi, edukasi dan fasilitasi hak kekayaan intelektual, serta komitmen terhadap pengembangan ekonomi kreatif.

bekraf26Atas dasar ini Badan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, selaras dengan kedudukan dan kewenangan masing-masing, bersepakat mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Emil pun dalam kesempatan ini mengingatkan,  pihaknya telah menerbitkan Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual. “Jabar dengan bangga menyatakan, satu-satunya Provinsi yang memiliki Perda tentang ekonomi kreatif,” ujarnya pada Konferensi pers di forum WCCE (7/11/2018).

Lebih lanjut menurutnya, di Jabar akan hadir Badan Ekonomi Kreatif Daerah, di bawah pengawasan Badan Ekonomi Kreatif pusat.  “Gedung-gedung “creative centre” juga harus dibangun dimana-mana, Insyaallah Jawa Barat jadi Provinsi kreatif se-Indonesia, yang paling siap menyambut datangnya ekonomi kreatif,” ujarnya.

 

Gebrakan Rock ala Triawan Munaf

bekraf25Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf, meyakini, industri kreatif telah membawa nuansa baru dan berprospek cerah di dunia bisnis. Data statistik nilai ekonomi kreatif tahun 2017, berkontribusi nyaris Rp. 1.000 triliun bagi produk domestik bruto (PDB) di Indonesia. Ekonomi kreatif ini pun menjadi sumber pekerjaan bagi 16,4 juta orang di negeri ini.

Kegiatan bisnis kini tidak lagi bersifat eksklusif, seperti keharusan bermodal besar. Sebaliknya, telah tercipta suatu lapangan bermain baru yang setara bagi setiap orang, kita dapat aktif berperan dalam perkembangan ekonomi, yakni ekonomi kreatif.

“Saya berharap industri kreatif, jadi sektor ekonomi yang mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi global. Mari bersiap bersama-sama ekonomi kreatif kita rock the world,” kata Triawan yang dikenal dulunya sebagai pengusaha, juga key boardist group musik Giant Step yang beraliran progressive rock asal kota Banduang pada era 1970-an.

“Seperti kata Kang Triawan Munaf dan Kang Emil, memang benar potensi ekonomi kreatif ini terutama di Jabar sangat besar. Nanti, Bekraf ada di Jabar, dan 27 kota atau kabupaten lainnya. Ini hal yang bagus, kami menyambutnya dengan baik,” papar Erlan Effendy, Ketua Bandung Music Council bersama rekannya Noey dan Dany Java Jive sebagai undangan Bekraf di forum WCCE di Nusa Dua Bali. (HS/SF/dtn)

 

Baca juga : Ridwan Kamil Dan Bekraf Teken MoU - Ekonomi Kreatif Lebih Semarak 

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

destinasiaNews – Awal musim kemarau pada kwartal pertama 2019 merupakan ‘masa kerja khusus’ bagi ‘satuan’ DanSubSektor 5 – 21 Satgas...

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

destinasiaNews – Again and again, Pada Senin, 15 Juli 2019, ‘pasukan khusus’ yang tergabung pada Satgas Citarum Harum Sektor 21...

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

destinasiaNews -  DanSektor 21 & 5 masing-masing Kol. Inf. Yusep Sudrajat dan rekan sejawatnya Kol. Inf. Sumarno secara resmi membuka...

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

destinasiaNews – Ini untuk kesekian kalinya ‘satuan khusus’ yang bernama Satgas Citarum Harum Sektor 21 -10 Margaasih Kabupaten Bandung, tepatnya...

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

destinasiaNews – Rangkaian dari gabungan acara bernuansa halal bihalal & gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD), ini...

Pengunjung

03674798
Hari ini
Kemarin
1808
6213