Irawati Hermawan Calon Ketua IKA Unpad 2020 - 2024, Resmikan Rumah Aspirasi IKA Unpad di Jakarta

2020 03 17 19 51 IMG 3606destinasiaNews– Sesudah meresmikan Posko Pemenangan di Jalan Haji Wasyid No. 15 Bandung, (13/3/2020), Irawati Hermawan, calon Ketua Umum IKA Unpad nomor urut 5 (Lima), kembali memenuhi janjinya memajukan keberadaan para alumni dan alamamater tercinta, meluncurkan Rumah Aspirasi IKA Unpad di Jakarta.

Teh Ira demikian sapaan akrab Irawati Hermawan, baginya menyediakan rumah singgah bagi para alumni Unpad yang memiliki kepentingan di Jakarta, adalah sebuah keharusan. Kebetulan Posisi rumah itu sangat strategis, ada di depan Patung Senayan, katanya.

“Tepatnya di Jalan Sisingamangaraja No.28 yang langsung akan berfungsi pada Rabu (18/3/2020) mulai pukul 5 sore. Kebetulan, ini sesuai nomor urut Ira di kontestasi Pemilu Raya IKA Unpad.” ujarnya dengan mantap.

Lebih lanjut masih menurut Teh Ira calon Ketua IKA Unpad yang punya visi cukup menonjol yakni  ngapungkeun nama Unpad di level nasional dan internasional, menambahkan:

“Kita akan pasang logo Unpad besar-besar di situ. Jadi siapapun yang akan ke Jakarta tidak usah pusing-pusing mencari penginapan. Bermalam dan gunakan fasilitas seadanya di sana”, ujarnya .

Satu hal yang dianggap penting menurut Teh Ira, mewujudkan rumah aspirasi di Jakarta, semata demi menjawab harapan para alumni. Setidaknya, para alumni Unpad yang sudah bekerja di pemerintahan, BUMN, BUMD dan swasta, dapat memanfaatkan fasilitas Rumah Aspirasi ini.

“Anggaplah ini sebagai sebagai wadah informasi, penerang jalan dan jembatan seluruh alumni Unpad dalam menata karir. Rumah Aspirasi ini semacam kantor perwakilan para alumni Unpad di Jakarta untuk mengembangkan sayapnya ”, tutup Teh Ira melalui siaran pers-nya, Selasa, Selasa (17/3/2020). (Rls/dtn/HS/SF)

#Irawati Hermawan IKIA Unpad     #Teh Ira IKA Unpad   #Pemilu Raya IKA Unpad 2020 - 2024

Add a comment

LASEDA 2020 BPNB JABAR – Arus Sejarah Peradaban Indonesia (1)

laseda11destinasiaNewsBangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, karena itu jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Nah destiners, di jaman yang katanya kekinian, bagaimana caranya untuk memupuk lebih lagi  kecintaan kita terhadap bangsa dan negara?

Salah satu jawabannya melalui kegiatan Lawatan Sejarah Daerah (LASEDA) yang diselenggarakan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat. Diikuti oleh 150 orang peserta siswa/i tingkat SMA/sederajat juga para guru pembimbing berasal dari perwakilan wilayah kerja BPNB Jawa Barat yaitu Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten serta Lampung. Dengan area kegiatan berada di Provinsi DKI Jakarta, dari tanggal 10-12 Maret 2020.

Kegiatan tahun ini mengambil tema ‘Arus Sejarah Peradaban Indonesia’. Asik-nya, bentuk acara menggunakan metode citizen journalism. Dimana setiap kelompok peserta mempresentasikan bekal materi dari objek wisata kunjungan berupa konten kreatif yang dibagikan melalui daring media sosial masing-masing. Hasilnya? Bisa dilihat melalui kolom Tagged/Ditandai akun Instagram resmi @bpnbjabar.

laseda12Menarik? Pake banget dong! Karena menghadapi kebutuhan serta tantangan jaman untuk ke-sejarah dan budaya-an, tentu dibutuhkan inovasi sesuai jaman agar tidak ada missing link dalam penyampaian informasi. Seperti yang diungkapkan oleh Jumhari, S.S., M.Hum, selaku Kepala BPNB Jawa Barat, “Acara ini penting diadakan setiap tahunnya dengan format atau pendekatan gaya pembelajaran yang berbeda untuk generasi berikutnya supaya mudah memahami, lebih efektif, dan pesan yang disampaikan tepat dalam konteks penanaman nilai kecintaan terhadap sejarah dan budaya. Karena setiap generasi memiliki respon yang berbeda pada tantangan perubahan jaman, yang terpenting kita memberi dukungan dan me-apresiasi pada adik-adik (peserta, red) dalam me-ekspresikan kebudayaan. Dimana pembimbing (tenaga pengajar, red) agar dapat mengimbangi pula, yang juga ini merupakan tantangan pembelajaran.”

Arus Sejarah Peradaban Indonesia merupakan suatu rangkaian perjalanan Bangsa Indonesia saat ini yang berpijak dari dinamika sejarah yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Dimana LASEDA merupakan salah satu usaha dalam menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan memperkuat jati diri serta identitas kebangsaan kepada generasi muda.

Dalam memahami konteks sejarah dan budaya, tentu terdapat keberagaman bangsa. Seperti para peserta memahami apa saja yang terdapat di objek kunjungan wisata LASEDA 2020 ini ke Museum Satria Mandala, Museum Nasional, Perpustakaan Republik Indonesia serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hal ini disampaikan oleh Gregorius Andika Ariwibowo selaku Ketua LASEDA 2020, “Keberagaman itu hal yang abstrak, karena banyak didukung teori-teori di seputaran itu. Dengan kunjungan ke tempat kegiatan ini, kita dapat melihat keberagaman koleksi berbagai suku bangsa di Indonesia, karena kita (Bangsa Indonesia, red) dibentuk oleh itu (keberagaman, red).”

laseda13Turut hadir pada kegiatan ini Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan (Sesditjenbud) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, Dra. Sri Hartini, M.Si., yang resmi membuka LASEDA 2020 BPNB Jabar. Dalam sambutannya beliau berpesan kepada peserta agar memilah hal-hal postif juga negatif, karena generasi muda adalah masa depan bangsa. “Ini penting dan bisa dimulai dari pengenalan nilai-nilai sejarah, jangan dibuat kaku atau kuno dalam mengenali sejarah. Dan ketika berbicara kebudayaan, jangan melulu dikaitkan dengan tarian atau musik. Kebudayaan itu adalah hasil olah pikir, wawasan, cipta hasil karya manusia.” (SF/dtn)  

 

Baca Juga : LASEDA 2020 BPNB JABAR - Arus Sejarah Peradaban Indonesia (2)

Add a comment

Kaki Publik & Pengamat Mencemaskan Angka Putus Sekolah di Jawa Barat

adriandestinasiaNews - Ternyata Provinsi yang baru saja pada penghujung 2018, dipimpim Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang termasuk pemimpin visioner di negeri ini, masih ada persoalan mendasar perihal pembangunan kualitas SDM (sumber daya manusia).

 

Ini tergambar dari 'temuan' sngka putus sekolah di Provinsi Jawa Barat (Jabar),  terbilang mencemaskan.Tercatat hingga November 2018, mencapai 37.971 siswa. Angka ini akumulasi dari angka putus sekolah di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.  Anak yang putus sekolah SD tercatat 5.627 siswa, SMP mencapai 9.621 siswa, SMA mencapai 5.403, dan yang terparah siswa SMK sebanyak 17.320 siswa putus sekolah. Bagaimana nasib mereka ke depannya? Ada benarnya,  lulusan SMK pun banyak yang tak terserap lapangan kerja yang ada - ini memang,  persoalan lain. 

 

Adalah  Adri Zulpianto, Direktur Lembaga Kaki Publik, yakni Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik,  dalam rilisnya yang diterima Redaksi  (17/2/2019), "Data ini sangat mengkhawatirkan sekaligus mengejutkan, terlebih jika Pemprov Jabar hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Bukankah pendidikan harus menjadi program prioritas, di dalamnya ada nasib keberlanjutan bernegara dan berbangsa?"

 

Masih kata Adri, kondisi ini diperparah dengan keadaan Provinsi Jawa Barat yang menjalankan kebijakan siswa SMA maupun sederajat harus membayar SPP ke sekolah setiap bulan.  Ini karena minimnya Subsidi Dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pemprov Jabar. 

 

"Angka putus sekolah ini menjadi sesuatu yang harusnya menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat, " jelas Adri. 


Dalam uraian lanjutannya, kesejahteraan warga Jabar menjadi masalah utama bagi meningkatnya angka putus sekolah. Kaki Publik mencatat, masih banyak anak didik yang berada di garis kemiskinan. Karena di Jabar, penerima dana Program Indonesia Pintar mencapai 1.912.846 siswa. 


Seturut itu pula menurut Kaki Publik, penerima program Indonesia Pintar ini, siswa SD di Jabar , adalah yang tertinggi sebanyak 968.499 siswa, sedangkan SMP mencapai hingga 531.945 siswa, SMA mencapai 123.551 siswa, dan siswa SMK mencapai 297.851 siswa. 


Lagi menurut Adri, sudah seharusnya Pemprov Jawa Barat merubah kebijakannya lebih fokus dalam hal peningkatka kualitas pendidikan, bukan sekedar membangun infrastruktur, “Di bagian-bagian yang tidak memiliki manfaat langsung bagi keberlangsungan dunia pendidikan, terutama pada siwa yang berada di bawah garis kemiskinan di provinsi yang hampir memiliki 50 juta populasi pada tahun 2018."



Jomplang & Lampu Merah? 

Beranjak ke sorotan lain, Kaki Publik menilai infrastruktur di Jabar pun sejauh ini masih jomplang. "lihat saja di Kabupaten Bekasi yang hanya beberapa kilometer dari ibu kota DKI Jakarta, hanya didatangi saat kampanye Pilkada.  Nasibnya, tidak kunjung membaik. Yang terlihat justru banyak sekolah yang rusak parah.  Ini berakibat proses belajar-mengajar di sekolah terganggu," terang Adri.



Seturut sorotan Kaki Publik redaksi mengkonfirmasi 'temuan' ini ke praktisi yang juga pengamat pendidikan di Jabar, Atang Andiwijaya. Menurutnya, temuan atau hasil kajian ini  menunjukkan  otonomi daerah dengan kebijakan anggaran pendidikan 20% tidak menunjukkan keberpihakan ke rakyat miskin. "Kebijakan lainnya berupa perbandingan keberadaan antara SMA dan SMK,  yakni 30 berbanding 70. Ternyata, hanya menghasilkan pertumbuhan angka pengangguran yang mencemaskan". Lebih lanjut menurut Atang dikatakan ada ketidakberesan. Parahnya, unsur kualitas kerap dilupakan dalam menjalankan amanah pendidikan di Jabar: "Harus disadari ini semacam lampu merah bagi praktik pendidikan, " pungkasnya.  (HS/SF/rls/dtn) 

Add a comment

Gerakan Hejo Warnai Citarum Expo 2019 - Kenalkan Inovasi Perangi Sampah

GH seminar citarumdestinasiaNews – Bermula dari pertemuan antara Gerakan Hejo (GH), dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selaku Komandan Satgas Citarum Harum pada awal Januari 2019 di Gedung Pakuan Jl. Cicendo No. 1 Kota Bandung,  dilanjutkan pada 11 – 15 Februari 2019 tim GH menghadiri Saresehan bertajuk Penyusunan Rencana Aksi Citarum 2019 di bekas gedung Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Jl. Naripan No. 25 Bandung, maka:

 

“Kami sambut baik kehadiran Gerakan Hejo. Konsepnya nyata untuk penyelamatan lingkungan. Kiprah Pak Eka Santosa (Ketua Umum DPP GH) sudah banyak kami kenal. Di saresehan ini kita godok lagi rencana aksi. Peserta dari masyarakat umum kini lebih banyak, tak hanya PNS,” papar Deddy Efendy, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Jabar yang di saresehan ini bertindak selaku Sekertaris Panitia.

 

Pada pihak lain Agus Warsito, Sekjen DPP GH yang hadir di saresehan ini, kepada destinasiaNews, menjelaskan:

 

”Bersama elemen GH lainnya, kami lebih siap memperkenalkan aneka inovasi memerangi sampah di Citarum. Jangka pendek itu berpartisipasi di Citarum Expo 2019 (19/2) di Gedung Budaya Sabilulungan (Soreang, Kab. Bandung). Berlanjut nanti ada aplikasi penyelamatan lingkungan di lapangan, melibatkan masyarakat secara pro aktif. Ini jauh lebih penting”.

 

Sedangkan menurut Betha Kurniawan yang sehari-hari menangani mesin pemusnah sampah di GH, untuk keterlibatan di Citarum Expo 2019 berencana memperagakan: cara kerja alat pemusnah sampah yang ramah lingkungan dan mandiri, peragaan mesin water treatment (pembersih air), penggunaan inovasi jaring pemungut sampah ala ‘Aquatec’ di Sungai Citarum karya PT. Gani Arta Dwitunggal, pembibitan aneka tanaman bambu unggulan maupun tanaman vertiver di bantaran sungai sebagai penyeimbang limbah, aksi penebaran aneka bibit ikan terutama endemik di perairan umum dan kelompok tani, serta memberi makanan gratis bagi pegiat lingkungan dari filantropis yang bersimpati pada aksi pemulihan Sungai Citarum.

 

“Khusus mesin pemusnah sampah itu, beberapa sudah cukup lama terpasang di bantaran Sungai Citarum. Hasilnya,  dinilai baik oleh pihak independen. Malah ada kawasan yang sudah mandiri mengelola sampah. Di ajang Citarum Expo 2019, semoga kiprah kami lebih banyak dirasakan masyarakat. Kami ingin mewarnai dengan aksi positif,” jelas Betha dengan optimis.

 

Sementara itu Eka Santosa, yang dikontak secara terpisah (13/2/2019) di kediamannya di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung, mengapresiasi ajakan Gubernur Jabar bagi GH sebagai binaannya umtuk mengikuti Citarum Expo 2019:

 

“Utusan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil), tadi pagi telepon. Mengajak ikut di ajang ini. Semoga, perhatian ini menjadikan GH dan elemen pecinta lingkungan lainnya, bisa lebih bersinergi membenahi lingkungan di Jabar. Seperti sering saya katakan, makin hari kita ini makin memprihatinkan karena terjadi penurunan kualitas lingkungan hidup. Untuk itu kita harus lebih peduli, memperbaikinya, setidaknya memperkenalkan jurus baru memerangi sampah di lapangan,” tutupnya. (HS/dtn)

Add a comment

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

weka2Varian multi facet sosok tokoh Jabar Eka Santosa (59), mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) yang juga Ketua Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jabar,  bak mendadak (2/12/2018) muncul di ajang Jabar International Marathon (JIM) di Pangandaran. Inilah cuplikan perbincangan blak-blakan betapa ruwetnya (rudet) mengembalikan misi luhur olahraga, bila ditangani oleh pihak yang punya kepentingan lain. Inilah cuplikannya …

 

destinasiaNews (DN) : Maksud kehadiran Anda di ajang ini, adakah tujuan khusus?

 

Eka Santosa (ES) : Resminya, saya diundang sebagai mantan Ketua KONI Jabar itu saja. Sebagai pribadi kecintaan saya pada aktivitas dunia keolahragaan, tidak ada batasnya. Maknanya, ajang olahraga apa pun sejauh demi kemaslahatan dunia olahraga khususnya di Jabar, wajib saya hadiri bila waktunya memungkinkan. Kebetulan hari ini saya sedang mengarah ke Pangandaran. Masa kecil saya pun yang pernah lama tinggal di Pangandaran, bersahabat dengan Ibu Susi (Menteri KKP, Susi Pudjiastuti) sejak 1982, termasuk Pak Bupati Pangandaran sendiri (Jeje Wiradinata) adalah kawan saya sejak lama. Terakhir selaku perintis DOB (Daerah Otonomi Baru), saya bergembira hari ini kabupaten termuda di Jabar, merintis ajang olahraga bertaraf internasional. Ini saya impikan sejak lama bersama kawan-kawan. Apa pun yang terjadi wajib bagi saya hadir di ajang ini. Ingin melihat pelaksanaannya oleh mata sendiri. Tidak dari sekedar kabar orang lain (sambil tersenyum…).

 

DN : Makna wajib itu apa, bisakah dijelaskan?

 

ES : Ini cara yang benar pemerintah merintis ajang olahraga yang bernuansa nasional maupun internasional. Kebetulan pilihannya dunia atletik, ini bisa menjadi dasar pembinaan olahraga terukur di ajang nasional (PON), SEA Games, Asia Games, Olympiade, dan world competitions di berbagai pelosok dunia. misalnya. Kemasannya, mau ada unsur edutainment itu sah-sah saja.Ini kan sesuai dengan tuntutan zaman now, misalnya.

 

DN : Tadi Anda dengan jurnalis lain kami dengar, ajang JIM di Pangandaran bukan sekedar ajang olahraga biasa. Harus juga dikembangkan sebagai destinasi wisata internasional, penjabarannya?

 

ES : Semalam saya berbincang bersama Kadispora Jabar (Yudha M Saputra). Berdiskusi intensif, arahnya sudah benar. Ajang ini memang dibuat multiflier effect, untuk industri kepariwisataan, dan pengembangan ekonomi secara umum. Kebetulan Kang Emil (Ridwan Kamil, Gubernur Jabar) punya visi jauh ke depan dari ajang ini. Makanya, saya hadir di sini, hal seperti ini patut kita dorong. Salah satu jalannya, dari olahraga, lalu ke pengembangan pariwisata dan ke sektor-sektor lainnya, marilah kita dukung.

 

DN : Selama ‘terjun’ di ajang JIM Pangandaran yang dihadiri 1.200-an pelari dari dalam dan luar negeri, adakah pengamatan khusus lainnya?

 

ES : Sangat menarik bagi saya, tadi berbincang sebentar dengan beberapa pelari marathon dari Afrika (Kenya dan Ethiopia). Saya kagum kepada mereka, karena ketekunannya mampu memaksimalkan bakat mereka. Kuncinya, untuk merajai ajang ini di kategori full marathon 42 km bukan karena bakat alam semata, melainkan tekun berlatih.Faktanya, mereka ini sudah merajai di dunia marathon sejak era 1970-an, utamanya. Bayangkan rata-rata di kampung halamannya di Afrika sana, hampir setiap hari 50 km lari sebagai latihan! Punyakah generasi muda kita ethos kerja seperti ini? Contoh nyata untuk generasi kita, ya masa hanya Zohri asal NTB saja yang sukses dari puluhan juta generasi muda kita? Zohri, kita tahu pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere , Finlandia (12/7/2018), mampu memecahkan rekor dengan waktu tempuh 10,18 detik. Ia menggunguli dua sprinter Amerika Serikat. Harusnya, bisa menjadi inspirasi generasi muda kita. Saya optimis sprinter asal Pangandaran dan Jabar bisa muncul dari ajang sejenis ini. Kang Emil, rasanya sedang memicu forum ‘Jabar Juara’ agar warga jabar mampu memunculkan keunggulan itu. Saya yakin!

weka1DN : Beralih dari pembibitan atlit tangguh di Jabar dari ajang marathon, peran Anda sebagai Ketua FPOR Jabar berkaitan dengan ‘kasus’ kepengurusan KONI Jabar yang kerap FPOR kritisi, progresnya hingga hari ini?

 

ES : Terima kasih atas pertanyaan ini, Anda kenapa sih selalu menggiring saya mengupas hal yang bikin saya dan kawan-kawan rudet memimirkannya sejak 2014 (ujarnya, dengan sengit sambil diakhiri senyum). Begini ya, progres itu hingga hari ini masih rudet, menurut saya. Titik akhirnya, tinggal Gubernur Jabar sesuai kewenangan menurut UU SKN, UU TNI, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), segeralah bertindak. Tahapnya sudah gawat darurat, korbannya pengembangan cabang-cabang olahraga dan ribuan anggotanya, mau dibawa kemana pada 2018 – 2022 mendatang?

 

DN : Seberapa gawatkah, perihal kepengurusan KONI Jabar 2018 – 2022 ini ?

 

ES : Duh Anda ini bagaimana, dalam berbagai kesempatan, pikiran dan tindakan saya rasa konsisten –  kembalikan KONI Jabar perannya sebagai lembaga yang mengayomi seluruh jenis aktivitas olahraga dengan benar, tanpa mewilah-wilah, apalagi dengan tricking tertentu. Ini sudah sering saya ungkapkan. Bila penanganan pembinaan olahraga di KONI Jabar, seperti saat ini, saya tak tahu akan seperti apa capaian Jabar Juara itu?

 

DN : Konkritnya, seperti apa untuk ‘rudetnya’ solusi di KONI Jabar itu?

 

ES : Singkatnya begini Bung, bola soal ‘keabsahan’ kepengurusan KONI Jabar 2018 – 2022, kini bola itu secara undang-undang ada di kewenngan Gubernur Jabar. Pelanggaran UU SKN, tepatnya di No. 3  Tahun 2005, berupa jabatan itu ternyata diisi oleh anggota TNI aktif, ini sebuah pelanggaran dan perlu diluruskan.Belum lagi dugaan tata guna keuangan atau dana hibah yang kini sudah masuk ranah hukum di Polda Jabar dan POMDAM III Siliwangi, mau dikemanakan? Tak ada unsur suka dan tidak suka secara pribadi. Segeralah lakukan Musorprovlub yang dilegitimasi oleh Gubernur Jabar dan pihak terkait. Setahu kami, legitimasi Gubernur Jabar dan pihal lainnya, amatlah penting.. Kajian hukum kita sudah transparan, terkadang saya sudah merasa lelah memperoalkan hal ini. Ini dilakukan, semata karena desakan berbagai elemen masyarakat Jabar. Mereka itu, cinta pada kedamaian dan tata aturan yang benar. Ini saja dorongan saya untuk penyelamatan KONI Jabar. Terbukti, pada periode gubernur Jabar sebelumnya, kurang bagaimana saya dan kawan-kawan berusaha membenahinya, namun selalu dijegal dengan berbagai cara. Kali ke dua ini, jangan lagi terulang kasus yang sama. Sudahlah, kini telah  gawat darurat namanya!

 

DN : Kesimpulan singkat atas perbincangan kita kali ini, apa kira-kira?

 

ES : Satu, kembalikan peran olahraga sebagai salah satu pembentuk nation and character building bangsa. Melihat rudetnya di KONI Jabar, FPOR terpanggil untuk menyelamatkannya. Dua, rintisan JIM di Pangandaran adalah cara yang benar menggapai Jabar Juara, lanjutkan! Multi efek dari gelaran JIM, yakin akan memicu dunia kepariwisataan di sini, serta sektor-sektor lainnya. Tiga, contoh nyata, dari beberapa atlet asal Afrika yang berjuang ulet, latihan lari sedikitnya 50 km per hari, patut jadi trigger bagi pembinaan atlet-atlet kita. Persoalannya, generasi muda dan pemerintah kita mau dan mampu tidak? Kompetisi atletik mulai dari tingkat SD harus digalakkan seperti dulu era 1970-an. Tidak ada yang instan untuk meraih prestasi dunia. Empat, kembali ke rudetnya KONI Jabar, saya hanya ingin mendengar langsung dari Pak Gubernur. Lima, Jabar Juara itu jangan hanya sekedar slogan kosong, makanya mari kita isi dengan program nyata, jangan seperti yang sudah-sudah, selalu rudet. Idealnya,  padukan saja untuk pengembangan  olahraga prestasi, dengan pengembanga destinasi wisata kelas dunia. (HS/SF)  

 

Catatan : Artikel ini telah tayang di aksi.co (3/12/2018) dengan judul : Eka Santosa Muncul di JIM Pangandaran, Singgung 'Rudetnya' KONI Jabar

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Kemendagri Gelar Lomba Inovasi Daerah "New Normal Life

Kemendagri Gelar Lomba Inovasi  Daerah "New Normal Life

destinasiaNews - Kementerian Dalam Negeri akan menggelar lomba inovasi daerah dalam penyiapan dan rencana pelaksanaan tatanan normal baru produktif dan...

Kadislaikad : Profesionalisme Keterampilan dan Kemampuan Harus Ditingkatkan

Kadislaikad : Profesionalisme Keterampilan dan Kemampuan Harus Ditingkatkan

destinasiaNews - Peringati hari ulang tahun ke 3, Kepala Dinas Kelaikan Angkatan Darat (Kadislaikad) Brigjen TNI P. Gunung Sarasmoro mengatakan...

Di Akhir Ramadhan JBN Kembali Salurkan Paket Lebaran Untuk Wartawan dari Pengusaha Kuliner

Di Akhir Ramadhan JBN Kembali Salurkan Paket Lebaran Untuk Wartawan dari Pengusaha Kuliner

    destinasiaNews - Jurnalis Bela Negara (JBN) untuk yang keenam kalinya menyalurkan paket Lebaran untuk para Wartawan Bandung yang...

JBN Salurkan Sembako dari DR Yerry Yanuar Untuk Wartawan Terdampak Covid-19

JBN Salurkan Sembako dari DR Yerry Yanuar Untuk Wartawan Terdampak Covid-19

destinasiaNews - Jurnalis Bela Negara (JBN) di masa Pandemi Virus Corona (Covid-19) kembali menyalurkan paket bahan pokok untuk para Wartawan...

Polda Jabar Peduli Pandemi Covid-9, Bagikan 1.200 Paket Sembako untuk Guru Ngaji

Polda Jabar Peduli Pandemi Covid-9, Bagikan 1.200 Paket Sembako untuk Guru Ngaji

    destinasiaNews – Berlokasi di Sekretariat tiga wadah kegiatan guru non formal atau guru ngaji yang tergabung pada FKDT...

Pengunjung

05358604
Hari ini
Kemarin
4230
6242