Potensi Budaya & Pariwisata Kota Bandung # 2 Revitalisasi Tradisi

Oleh : Bonie Nugraha

Sarjana Antropologi dan Staf Sub-Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung

bdg03

Destinasianews - Sejumput kisah kelahiran kota Bandung yang terbilang unik (25 September 1810 – red) , dibandingkan riwayat kesejarahan kota-kota disekelilingnya, tak disadari pengembangannya pun selain unik, pastilah pelik. Bagaimana strategi pengembangan potensi sosial-budaya dari 2,7 penduduknya – perlu siasat khusus! Katakanlah, sering dipuja-puji sebagai kota wisata yang termasuk 10 utama di Nusantara. Nyatanya, menyajikan, memelihara, mengembangkan atraksi budaya dan magnit turisme lainnya, tak semudah yang diperkirakan. “Antara seni tradisi, urban, dan modern, termasuk post-modern pun saling tumpang tindih. Menyatukan atau menyelaraskannya, perpula kiat tertentu”, itu ujaran yang sering kita simak dari berbagai kesempatan dialog antar pemangku seni-budaya, dan kelompok masyarakat umumnya.

             

Fakta termaktub, wilayah bagian utara Kabupaten Bandung, punya potensi budaya yang sebelumnya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bandung. Nah, sejalan perkembangan wilayah dan Rencana Tata Ruang Propinsi Jawa Barat  periode 1980-1990, telah menjadi wilayah Kota Bandung. Sejak itu, segala sesuatunya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bandung. Area ini sebelumnya berada di wilayah pemerintahan Kabupaten Bandung, saat ini menjadi bagian dari Kota Bandung – Contohnya, Kecamatan Ujung Berung. Juga, sebagian di wilayah Kecamatan Sukasari, Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru. “Ini tentu saja tidak menjadi sebuah beban bagi Kota Bandung, sebaliknya akan menjadi peluang untuk lebih mensejahterakan warganya, termasuk mengembangkan potensi seni budayanya”.

 

 

Pariwisata, kita tahu adalah sektor penting dalam proses pembangunan. Nyatanya, tak semua kota maupun kabupaten memiliki potensi pariwisata di wilayahnya. Pemerintah pusat menempatkan sektor pariwisata sebagai urusan pilihan dalam nomenklatur pembangunan. Sementara sektor budaya mempunyai posisi yang lebih strategis. Karenanya, pemerintah pusat menempatkan sektor budaya sebagai urusan yang wajib dikelola oleh setiap pemerintahan di seluruh Indonesia.

 

 

Sektor pembangunan mempunyai peran dan fungsi masing-masing bagi kepentingan masyarakat. Sektor pembangunan ini mempunyai fungsi selain sebagai sektor yang berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pariwisata di kota Bandung menjadi sebuah sektor andalan dalam meningkatkan PAD. Disatu sisi, budaya merupakan bidang kajian yang holistic, berpotensi dioptimalkan selain sebagai sumber PAD, juga sebagai sumber potensi ekonomi, sosial, kesadaran hukum, ekosistem atau pengendalian lingkungan hidup. Termasuk di dalamnya  demi peningkatan kesadaran kolektif -  atau sebagai potensi yang multifungsi.

 

Contohnya,  potensi budaya di Kampung Cirateun, di wilayah Isola Kecamatan Sukasari. Disini terdapat satu sumber daya alam, sumber mata air (dalam bahasa sunda : Seke). Oleh warga sekitar dijadikan sumber penunjang kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kota Bandung melalui PDAM Tirta Wening, telah mengelola sumber mata air ini dengan membangunan bak penampungan air. Warga setempat melalui pembuatan pipa saluran air, telah menjadikannya sebagai sumber baku air bersih.

 

 

Dalam kenyataannya, sumber mata air ini tidak muncul tiba-tiba. Hasil studi menunjukkan, karenan proses alami yang didasarkan pada kondisi topografis dan geografis wilayah pegunungan. Ini memunculkan titik keluarnya air dari dalam tanah. Merujuk ke sejarah dan budaya masyarakat etnis Sunda, mata air adalah sesuatu yang sangat sakral – Ia merupakan sumber kehidupan.

 

 

Masyarakat etnis Sunda, pun terkenal sangat menghargai alam sebagai hasil ciptaan yang maha kuasa. Mereka telah mengenal dan melakukan ritual atau tradisi bersyukur terhadap Tuhan atas karunianya. Ini dibuktikan dengan dikenalnya ritual Syukuran atau Ruwatan yang diadakan setiap tahun berdasarkan penanggalan kala sunda. Kegiatan ini berbentuk aktifitas  membesihkan sumber mata air, menjaga kebersihan dan memanjatkan doa. Fenomena ini merupakan ciri khas masyarakat Sunda – berbusana adat Sunda, membawa sajian khas Sunda dan sarana ritual lainnya.

 

 

Kegiatan ini dahulu, dilakukan rutin setiap tahun oleh masyarakat Kampung Cirateun dipimpin sesepuh setempat. Sayang, seiring perkembangan jaman kegiatan ritual ini sudah tidak lagi dilaksanakan. Tidak ada salahnya, selain demi menumbuhkan kecintaan warga Cirateun pada pelestarian lingkungan hidup, tampaknya “ritual” yang hilang itu bisa dihidupkan lagi – melalui proses revitalisasi tradisi ! (BN/HS/SF/dtn, gbr : ist

Baca juga : Potensi Budaya & Pariwisata Kota Bandung # 1 Dampak Perluasan Kota?

                  Potensi Budaya & Pariwisata Kota Bandung # 3 Kesadaran Kolektif, Adakah?

                  Potensi Budaya & Pariwisata Kota Bandung # 4 Burung Blekok diantara Reak & Benjang

Add a comment

Potensi Budaya

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 10-21 Pelihara Bantaran Sungai Dengan Membabat Tanaman Liar

Subsektor 10-21 Pelihara Bantaran Sungai Dengan Membabat Tanaman Liar

destinasiaNews - Para prajurit satgas Citarum Harum dalam mengemban tugasnya untuk mengembalikan ekosistem DAS Sungai Citarum, mereka juga melakukan beberapa...

Berani Beda? Rasakan Kejutan Bukber Ramadhan di THE 1O1 Bogor Suryakancana

Berani Beda? Rasakan Kejutan Bukber  Ramadhan di THE 1O1 Bogor Suryakancana

destinasiaNews - Tidak terasa bulan Ramadhan hanya tinggal beberapa minggu saja. Saat bulan Ramadhan, tentu saja momen yang paling dinantikan...

Rohim, Koeliling Bandoeng Pikoel Kerorpoek Djadoel – Ta’ Lengket di Lidah

Rohim, Koeliling Bandoeng Pikoel Kerorpoek Djadoel – Ta’ Lengket di Lidah

DestinasiaNews – Selakoe djournalist pinggiran jang ta’ mampoe hatsilkeun reportage ‘kekinian’ jang bernas, sekali tempo sewaktoe penoelis mengaso di seboewah...

Aksi Simpatik Pramuka Jabar Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

Aksi Simpatik Pramuka Jabar Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

DestinasiaNews – Di tengah pelaksanaan Pemilu 2019 di seluruh Indonesia, Pramuka Jabar diterjunkan sesuai fungsinya dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019....

Kelompok ‘Tujuh Ruang’ Aries Budi H - Wujudkan Wisata Kreatif, Komunitas Bandung, Bersatulah

Kelompok ‘Tujuh Ruang’ Aries Budi H - Wujudkan Wisata Kreatif, Komunitas Bandung, Bersatulah

destinasiaNews – Adalah Aries Budi Hartanto, Ketua Kelompok ‘Tujuh Ruang’, ditemani Donny Armando Rozalie, Penasihat Kelompok ‘Tujuh Ruang’, serta Indra...

Pengunjung

03197648
Hari ini
Kemarin
3344
4485