Eksistensi Alumni Menwa Mahawarman Yon XI UPI Dirundung Galau – Alumni Jangan di Kotak-Kotakkan

 

Markas Komando Batalyon XI UPI

DestinasiaNews - Keluarga besar Menwa Batalyon XI UPI menghadiri Silaturahmi Anggota dan Temu Alumni yang diselenggarakan oleh Komandan Menwa Yon XI UPI, Urai Ramadhani, di Markas  Komandonya,  Sabtu (10/9/2016).

Selain anggota aktif, tentu hadir para alumni yang sudah bertahun-tahun terbilang jarang bertemu muka. Alumni yang hadir itu di antaranya Sukendi, Asep Muso, Harisman, Herman Eka Permana, Dadang SM,  Moh. Huzainal, Dadang Jumara, M. Umar Djani Martasuta, M. Hatta, Nurshanda Rizki, Harri Safiari dan beberapa lainnya.  Sayangnya, hari itu Ketua Korps Menwa Yon XI UPI (alumni - red), Enjang Mulyana yang kini menjabat sebagai Camat Batununggal Kota Bandung tidak bisa hadir, sehubungan harus mendampingi Walikota Bandung dalam kegiatan Performance Art dan Art Perform di Jalan Terusan Martanegara Bandung. "Salam untuk semuanya, semoga silaturahmi di antara kita tetap terjalin ke depannya".

Selain silaturahmi, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh anggota organik (anggota aktif) dengan para alumni. Banyak hal yang dibincangkan dalam pertemuan langka ini.  “Saya baru ngeuh, ternyata Menwa dulu sangat menarik riwayatnya”, kata Evi Yuliany anggota angkatan 43 tahun 2014.

Materi penting yang dibicarakan salah satunya tentang eksistensi organisatoris alumni Menwa Batalyon XI UPI.  Diketahui dewasa ini sejak reformasi 1998 ada berbagai organisasi ke-alumni-an, seperti IARMI, KMI, KONAS, KOCADNAS, dan lain sebagainya. “Kita harus kembali membentuk tim penyusun sejarah Menwa Batalyon XI, nantinya akan diterbitkan dalam majalah MILITAN edisi selanjutnya.  Maksudnya biar keluarga besar kita paham,” ujar Umar Djani Martasuta (Komandan Menwa Yon XI UPI era 1977-1979) dengan penuh kepenasaran.

Secara terpisah salah satu alumni yang tak sempat hadir, Popo Sumpena yang kini bertugas di kota Serang Provinsi Banten, ketika dimintai komentarnya tentang “kondisi galau” atas banyaknya wadah alumni Menwa saat ini, menyatakan : ”Yah, kita mah, jangan ikut-ikutan galau lah. Benar seperti kata rekan alumni lainnya, benahilah alumni kita secara internal di lingkungan UPI saja”.

Urai Ramadhani Komandan Batalyon 1975 1977

Komandan Menwa Batalyon XI UPI, Urai Ramadhani, dalam kesempatan ini sempat berujar :  ” Tugas yang harus saya selesaikan sekarang sebagai pimpinan di ksatrian Menwa Batalyon XI UPI Periode 2016-2017, cukup banyak.  Antara lain perencanaan Diksar (Pendidikan Dasar – red.).  Selain itu, legalitas tempat yang kita duduki atau Mako (Markas Komando – red.).  Bersama Wakil Komandan, Hendriano Meggy, tengah memproses surat hak guna pakai bangunan ini ke Rektor UPI ”.

Bahasan lain yang tak kalah menarik mengenai atribut Menwa, induk Menwa mengarah kemana, fungsi dan peran dari induk Menwa, pelurusan sejarah Menwa, dan kedudukan serta isi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri (Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Republik Indonesia) Nomor : KB/14/M/X/2000, 6/U/KB/2000, 39 A Tahun 2000, Tentang pemberdayaan dan pembinaan Resimen Mahasiswa dalam Bela Negara.

Moh. Huzainal, salah satu alumni Menwa Yon XI UPI (Komandan Menwa Batalyon XI UPI era 1975-1977) ikut berkomentar :  “Alumni Menwa itu intinya bebas memilih mau memakai atribut seperti apa ? Namun bagi anggota Menwa itu sendiri, harus punya pendirian kuat ! Anggota Menwa berhak melakukan apa pun, selama tidak melanggar isi dari SK.”

Galau...

Poto bersama di depan Markas Komando UPI

Yang jelas, sekarang ini tugas para alumni, mendukung anggota organik dalam segi sarana dan prasarana.  Nah, bagi anggota aktif (organik) itu silahkan fokus pada kekuatannya.  Kumpulkan personil sebanyak-banyaknya guna mempertahankan eksistensi Menwa di dalam maupun di luar kampus,” sahut Herman Eka Permana (Komandan Menwa Yon XI UPI era 1990-1991) yang sengaja hadir dari Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Perihal galaunya, mana ? Nah, ini dia yang dimaksud galau itu tak lain begitu banyaknya organisasi kealumnian di lingkungan Menwa sejak bergulir reformasi di negeri ini tahun 1998.  “Nampaknya, ada kekuatan tertentu yang ingin mengkotak-kotakkan kealumnian Menwa dari seluruh perguruan  tinggi.  Saran kami, fokuslah kita ke kealumnian di lingkungan Batalyon Xl ”,  tutup Harri Safiari,  Wadan Menwa Yon XI UPI era 1981 – 1982.

Yang unik, usai pertemuan para alumni ini ada di antara beberapa anggota aktif  berseloroh :  “Menwa jangan dibingungkan oleh alumni”. Silahkan ditafsirkan ujaran dari anggota Menwa aktif ini. Tampaknya kegalauan itu sudah mereka rasakan.  “Mau dibawa kemana alumni Menwa ? ” (‘Azmi/dtn)

Add a comment

Enjang Mulyana, di Kursus Dinas Staf Yon XI UPI - Sikapi Kepemimpinan Menwa Mahawarman

KSD2

DestinasiaNewsKembali, di Markas Komando Menwa Yon XI UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, disibukkan dengan kegiatan Kursus Dinas Staf yang berlangsung selama tujuh hari penuh (18 – 24/4/2016). Khusus Sabtu malam (23/4/2016) Dr. Enjang Mulyana, Msi, Ketua Korps Menwa Yon XI memberikan materi bertemakan Peran Menwa dalam Pembinaan Komunikasi Internal maupun Eksternal dengan Masyarakat Luas. 

Cakupan materi yang disampaikan Enjang Mulyana yang juga akrab disapa Pae, meliputi: Konteks dan Konten Kepemimpinan, Serta Strategi Penyikapannya. “Saya terkesan dengan respon positif para siswa. Mereka begitu tanggap akan perannya sebagai insan akademis. Tadinya, hanya sebagian materi saya kupas. Kenyataannya, mereka mengajak berdiskusi dengan intens. Ini menyenangkan bagi saya”.

Kursus Dinas Staf (KDS) ini diikuti 21 peserta. Mereka terdiri atas anggota muda dan remaja Menwa Yon XI UPI angkatan 44. “Sudah terasa ada signifikansi, berupa pemahaman Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia. Terbukti, mereka semakin intens mendiskusikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dalam kehidupan akademis, juga kala bermasyarakat”, jelas Urai Ramadhani, Danyon Menwa Yon XI UPI.

Pemateri kedua usai Enjang Mulyana, pada malam itu hadir Drs. Harisman, yang mengupas tentang jurnalisme di lingkungan Menwa dan umum. “Ini sesuai dengan bidang saya sehari-hari, disamping sebagai kontraktor dan menggeluti dunia interior”. Sebelum Harisman, pada petang harinya Utami Dewi Nastiti, Wadan Menwa Yon XI UPI 2009 – 2011, dalam KDS ini memberikan materi “Kartini Masa Kini”. “Saya senang berbagi dengan adik-adik junior ini”.

Mako Baru

Pengamatan destinasiaNews, ada hal yang baru menyangkut keberadaan Markas Komando (Mako) Korps Menwa Yon XI Mahawarman. Faktanya sejak Januari 2016 lalu, telah memiliki Mako baru di pinggir Jalan Dr. Setiabudhi – seberang the Salis Hotel. Mako baru ini kondisinya lebih lapang dengan luas lahan sekitar 2.500 M2. “Ini makin memudahkan mereka melakukan kegiatan harian secara mandiri. Buktinya, mereka bisa melakukan KDS di Mako, karena ruangnnya cukup memadai. Yang belum beres adalah sebagian lahan di belakang”, papar Ilham Fauzi, Mantan Dan Yon Menwa Yon XI UPI 2015 - 2016.

Sementara itu Harisman yang sehari-hari berprofesi sebagai kontraktor, malam hari itu menunjukkan progres pemberesan lahan di belakang Mako yang baru dirapikan buldozer. “Nah, lapangan ini sangat cocok untuk kita beraktivitas. Malahan untuk sarana lapangan tembak pun bisa (air soft gun – red)”, tutup Enjang Mulyana, yang sehari-hari masih menjabat sebagai sebagai Sekertaris Dishub Kota Bandung. “Pelan-pelanlah, bertahap lapangan kecil di belakang Mako ini kita benahi. Respon dari para senior untuk membenahinya sudah makin banyak nih”. (HS/Ayu/Evy/Hendrik /dtn).

Add a comment

Buligir, Pendukung Hikmat Kurnia - Rayakan Kemenagan Memimpin IKA Unpad 2016 – 2019

Ika Unpad1

DestinasiaNews – Akhirnya, momen yang ditunggu setelah pada 17 April 2016 di Balai Santika Kampus Unpad, Jatinangor Sumedang, pemilihan Ketua IKA 2016 – 2019 pengganti Sapta Nirwandar berakhir “buntu”. Yang “buntu” itu tersebab, “kemelut” selisih ll suara tidak sah. Kala itu di Kampus Unpad Jatinangor, Hikmat Kurnia, CEO Agromedo Group, beroleh suara 546, sementara Yuddy Chrisnandi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mendulang suara 530, dan Doli beroleh suara 455.

“Pangkal kemelut minggu lalu itu ya ada di 11 suara tidak sah”, kata Maman, alumni Fakultas Ekonomi 1985. Maman mengatakan ini, satu jam sebelum akhirnya Hikmat Kurnia dikukuhkan di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjajaran Jl. Singaperbangsa Kampus Unpad Dipatiukur Bandung pada Sabtu sore, 23 April 2016.

Menurut Eka Santosa, pimpinan sidang “Mubes Lanjutan IKA Unpad” di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjadjaran, setelah perwakilan dari komisariat dan formatur memperoleh kesepakatan, ditambah dengan hadirnya “Surat Pernyataan” resmi dari Yuddy Chrisnandi selaku alumni Fakultas Ekonomi Unpad angkatan 1986: “Secara legowo Yuddy mempersilahkan Hikmat Kurnia menjadi Ketua Umum IKA Unpad, ini suratnya”, kata Eka Santosa sambil memperlihatkan secarik surat bermeterai.

ika unpad6

Surat Yuddy Chrisnandi intinya memuat tiga poin: 1. Setidaknya untuk dua tahun ke depan tidak bersedia menjadi Ketua Umum IKA Unpad dikarenakan masih mengemban tugas sebagai pembantu Presiden. 2. Bersimpati kepada Saudara Hikmat Kurnia yang telah mengajukan diri menjadi calon Ketua Umum IKA Unpad, dan memberi kesempatan untuk mengabdi pada organisasi ini. 3 Berlandaskan semangat “Hayu Ngahiji” dirinya siap membantu dan mengabdi bagi kemajuan almamater Unpad, tanpa harus duduk dalam struktur organisasi IKA Unpad.

“Ini keputusan musyawarah mufakat yang sangat egeliter dari adik saya Yuddy Chrisnandi. Tokh, pengabdian kami ini muaranya hanya satu - memajukan Unpad menuju universitas yang berkelas dunia”, ujar Sapta Nirwandar, Ketua Umum IKA Unpad terdahulu yang juga mantan Wakil Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif pada era SBY.

Buligir dan Sapu Lidi

Ika Unpad2

Tak pelak keputusan Hikmat Kurnia menjadi Ketua Umum, sore itu (23/4/2016) di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjadjaran disambut gegap-gempita oleh puluhan pendukungnya. “Ayo buligir, pidato pake sapu lidi, ayo segera segera ...”, pinta puluhan pendukungnya yang kini berbaur bersama kubu Yuddy dan Doli.

Hikmat Kurnia dalam sambutannya sambil diapit rekan-rekannya yang buligir sambil memegang sapu lidi:”Ini yang pertama setelah jadi Ketua Umum. Terima kasih kepada semua rekan yang telah mendukung pencalonan, hingga berhasil. Ke depan dengan semangat Hayu Ngahiji, mari kita raih lembaga akademis di Jawa Barat ini menjadi lembaga yang berkelas dunia...”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Mahasiswa “SEALS 2016” Pertajam Visi & Misi Gerakan Hejo Bersama Eka Santosa

Seals3

DestinasiaNews – Sesuai kesepakatan antara panitia Southesat Asia Leader Summit (SEALS) 2016 di Aula Julang Ngapak, Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa (21/4/2016) di Pasir Impun Kabupaten Bandung, setelah siangnya Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo mendedarkan visi dan misi gerakannya – 57 peserta mahasiswa seluruh Nusantara, ingin memperpanjang kupasannya! “Ini yang kami cari, pencerahan bagi generasi muda. Biar ada bekal setelah pulang ke Makassar”, ujar Ramli Tamrin, mahasiswa Universitas Negeri Makasar yang diamini rekannya Intan Destia Helmi yang mewakili Universitas Syiah Kuala – Aceh.

 

Malamnya apa yang diminta oleh ke 57 mahasiswa terpilih dari lomba essay yang diselenggarakan oleh The Institute of Democracy and Education (IDE), kembali mengupas lebih mendalam. “Sudah ya, sekarang silahkan beristirahat, besok kan kita masih akan menyimak banyak nara sumber lain”, demikian kata Fahadil Amin, Ketua Pelaksana SEALS 2016. Fahadil mengatakan ini, usai Eka Santosa sekitar 110 menit-an pada pukul 23.00 WIB, mengakhiri diskusinya. Namun apa lacur, hampir seluruh peserta seakan tak mau beranjak dari lesehan di malam hari di aula Julang Ngapak. “Teruskan, teruskan...”, seru peserta yang malah merangsek duduk sila-nya lebih dekat ke Eka Santosa. “Ya, mari kita lebih santai atuh berdiskusinya, tanpa microphone ya..?”, kata Eka Santosa dengan dengan nada someah.

 

Pantauan destinasianews materi yang didiskusikan kala itu selain tentang Gerakan Hejo, juga membahas topik terakhir di tingkat nasional dan regional, termasuk persoalan reklamasi pantai di Jakarta Utara. “Memang kalau soal reklamasi ini, perijinannya selalu tumpang tindih. Makanya harus benar dulu kajian dan ijinnya”, seru beberapa peserta yang cukup cermat mereka mengamatinya. “Otonomi daerah, ada juga yang kebablasan di daerah saya”, timpal beberapa mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa.

 

Menurut Fahadil, antusiasme para peserta SEALS 2016 mengkaji materi yang dikemukakan Eka Santosa, diluar dugaan pihaknya. “Kami berterima kasih atas peneriaam Kang Eka. Untuk pelatihan lainnya, kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, akan menjadi lokasi prioritas kami”. (HS/SA/dtn)

Baca juga : Seru Euy, Eka Santosa Ketum Gerakan Hejo, Diserbu Seribu Tanya Peserta SEALS 2016

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Tuntas Jernihkan Pemberitaan Sepihak HU Pikiran Rakyat, Eka Mencuci Lesung …

Tuntas Jernihkan Pemberitaan Sepihak HU Pikiran Rakyat, Eka Mencuci Lesung …

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo, dan Sekjen...

Pengunjung

01604189
Hari ini
Kemarin
230
1289