Senator DPD RI Eni Sumarni Terkait Kasus PT CSI, Rakyat Kecil Harus Dipriortaskan

DTN ENY CopyDestinasiaNews – Melanjut upaya Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) KSPPS BMT CSI  (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah - Baitul Maal Wat Tamwil - Cakrabuana Sukses Indonesia), yang sejak 20 dan 21 Desember di Bandung berkunjung ke DPRD Jabar, Kantor Regional 2 OJK Jabar, dan terakhir ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah  (DPD) RI Sekda Prov. Jabar di Jl. Mundinglaya No. 12 Bandung. Mereka, puluhan orang yang tergabung pada Forkoma CSI,  korban dari sengkarut pembekuan rekening per 29 November 2016 milik KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera, oleh Bank Mandiri atas permintaan Bareskrim Mabes Polri, sejak beberapa hari lalu tinggal “mengungsi” di Alam Santosa Pasir Impun Bandung – kediaman Eka Santosa, tokoh Jabar yang konsen terhadap budaya dan lingkungan hidup.

 

“Bersyukur hari ini (22/12/2016) bisa bertemu Ibu Eni Sumarni secara langsung di Saung Perjuangan Rakyat Sumedang”, tutur Hari Suharso, koordinator Forkoma CSI, melalui saluran telepon yang sehari sebelumnya beserta rombongannya kala berkunjung ke kantor Eni Sumarni  di Bandung diterima staf ahlinya.

 

Secara terpisah Eni Sumarni melalui telepon kepada redaksi memaparkan hasil pertemuan dengan Forkoma CSI (22/12/2016). Intinya, Ia di Saung Perjuangan Rakyat Sumedang telah menampung keluh kesah korban kasus PT CSI:”Terlepas dari persoalan hukum yang sedang ditangani pihak berwenang, silahkan persoalan hukum ini dituntaskan. Nah, soal masyarakat korban kasus ini harus ditangani dengan paripurna. Mereka itu korban, kita patut menolongnya”.

 

Lebih lanjut menurut Eni Sumarni yang berjanji akan melakukan pendekatan khusus ke pihak terkait, menyangkut penahanan M Yahya dan Iman Santosa (25/11/2016) selaku direksi PT CSI:”Ke pihak Bareskrim pun akan saya lakukan upaya untuk kejelasan status hukum, juga ke pihak terkait lainnya”, kata Eni Sumarni yang seingatnya pada tahun 2013-an pernah diundang dan menghadiri sebuah acara Koperasi CSI di Cirebon – “Saat itu saya sempat mengapresiasi aktivitas koperasi yang tampak transparan, modern, dan berbasis on line. Mungkin saja mencuat kasus ini, ada unsur persaingan bisnis. Ini hanya perkiraan saya”

 

Eni Sumarni ditanya kembali bagaimana menyelesaikan kasus ini yang sedikitnya melibatkan anggota 15. 964 orang setara 60.000 jiwa beserta keluarganya, juga diduga sejak tahun 2000-an menghimpun dana anggotanya lebih dari Rp. 2 T, mereka diiming-imingi bunga 5% per bulan, di antaranya? Menurutnya, di samping langkah hukum teruslah berjalan, pesimisnya pun Ia ungkapkan:”Ingat saja kasus BLBI dan Bank Century, hingga kini apa kabar?”

 

Menutup pembicaraan ini dengan Eni Sumarni, Ia mewanti-wanti dengan penuh rasa keibuan:”Duh, kasihan sekali rakyat kecil selalu jadi korban dari modus operandi usaha seperti ini. Hikmahnya harus kita petik praktik perbank-an dan koperasi harus super cermat diawasi dan dibina pihak berwenang. Siapa pun mereka, penyelamatan rakyat kecil diprioritaskan”. (SA/HS/dtn)

Add a comment

Temu Wicara Gerakan Hejo dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud – Ada Nafas yang Sama

DTN KEMENDIKBUD 1 CopyDestinasiaNews – Bertempat di Gedung E lantai 10 Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, rombongan Gerakan Hejo mengadakan temu wicara dengan pihak tuan rumah (1/11/2016). Mewakili Dirjen Kebudayaan,  Hilmar Farid, rombongan Gerakan Hejo diterima oleh Sri Hartini, Direktur Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi. Mendampingi Sri Hartini, hadir di antaranya Mula Sinaga, Kasubdit Program, Evaluasi, dan Doumentasi; Sri Guritno, Kasubdit Komunitas Adat; dan Meta, Subdit Seni Pertunjukan. 

Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang juga sebagi Duta Sawala (Sekertaris Jenderal) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jawa Barat, dalam kesempatan ini memaparkan kiprahnya selepas Ia tak lagi aktif sebagai Ketua Komisi ll DPR (2004 – 2009). Kini Ia lebih fokus bergerak di seputar pendampingan masyarakat adat dan lingkungan hidup:”Kecintaan saya ke warga adat yang termarginalisasi dalam hak-hak dasar mereka, juga kiprah di lingkungan hidup, sejatinya sudah lama saya lakukan. Usai tak di legislatif lagi, bersama sesepuh Jabar Solihin GP, lebih leluasa bergerak bersama komponen warga lainnya”, papar Eka dalam penjelasan sekilas kegiatannya yang mayoritas dilakukan secara swadaya. 

Menanggapi paparan Eka, Sri Hartini dan jajarannya mengapresiasi:”Peran Kang Eka di Gerakan Hejo dan BOMA Jabar, tak ada beda dengan yang telah kami lakukan. Ia telah menjadi drive yang significant bagi pembinaan bangsa, terutama masyarakat adat”,  ujar Sri Hartini yang menyatakan ke depan banyak hal yang dapat disinergikan. 

DTN KEMENDIKBUD 2 CopySecara terpisah Agus Warsito, Sekjen Gerakan Hejo mengemukakan optimisme di masa depan program Gerakan Hejo dan BOMA Jabar yang berintikan pada pemberdayaan masyarakat di bidang ekologi, ekonomi, dan edukasi:”Termasuk kerjasama di bidang seni pertunjukan untuk tahun 2017 ke depan, nanti dibahas lebih intens”. 

Pertemuan ini diprakarsai oleh “Astro” Rizki Ramdani, Hubungan Antar Lembaga Gerakan Hejo dengan inisiasi Agung dari Penabulu Alliance yang berbasis di Jakarta:”Anggaplah ini sebagai introduksi antar dua lembaga. Untuk masa depan tampaknya terbuka kemunginan kerjasama di bidang pengembangan hak ulayat masyarakat adat, pemberdayaan seni pertunjukan, termasuk pengembangan ekonomi rakyat”, ujar Agung yang didampingi rekannya Indah Arnaelis.

Reaksi dari Paris  

Menariknya Harri Safiari, Humas Gerakan Hejo sesaat pertemuan ini usai melaporkan hasil pertemuan ini ke rekannya “Ambassador Gerakan Hejo di Eropa”, Saladin Belhacel yang telah bertemu langsung dengan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Tubagus Ahmad Fauzi Soelaeman pada tahun 2016, Ia menyambut gembira atas peristiwa ini.

Diketahui Saladin bersama Abah Sahari, Olot dari Kanekes Baduy sekitar  Februari 2016 telah diterima secara pribadi oleh Puun di Baduy Dalam  – Tujuannya Kawasan Baduy didaftarkan sebagai World Heritage ke UNESCO dari Indonesia. Setelahnya, Saladin bersama Gerakan Hejo melakukan seminar tersendiri dengan para antropolog dari UNPAD Bandung. “Kita teruskan lagi rintisan Saladin kawan kita di Eropa. Ia begitu peduli pada  warga Baduy. Gerakan Hejo sudah menyurati soal ini ke Gubernur Provinsi Banten dan Bupati Lebak, sayang ta berbalas …”, tambah Eka dengan wajah sedikit muram.  

Kembali, dari pertemuan ini menurut Agus Warsito:”Tadi ada nafas yang sama. Ini sambil dirintis kerjasamanya dengan Kemendikbud, sekaligus untuk pendaftaran ke UNESCO. Bisa kita mulai lagi …”, tutupnya. (HS/SA/dtn)

DTN KEMENDIKBID 3 Copy

Add a comment

Eksistensi Alumni Menwa Mahawarman Yon XI UPI Dirundung Galau – Alumni Jangan di Kotak-Kotakkan

 

Markas Komando Batalyon XI UPI

DestinasiaNews - Keluarga besar Menwa Batalyon XI UPI menghadiri Silaturahmi Anggota dan Temu Alumni yang diselenggarakan oleh Komandan Menwa Yon XI UPI, Urai Ramadhani, di Markas  Komandonya,  Sabtu (10/9/2016).

Selain anggota aktif, tentu hadir para alumni yang sudah bertahun-tahun terbilang jarang bertemu muka. Alumni yang hadir itu di antaranya Sukendi, Asep Muso, Harisman, Herman Eka Permana, Dadang SM,  Moh. Huzainal, Dadang Jumara, M. Umar Djani Martasuta, M. Hatta, Nurshanda Rizki, Harri Safiari dan beberapa lainnya.  Sayangnya, hari itu Ketua Korps Menwa Yon XI UPI (alumni - red), Enjang Mulyana yang kini menjabat sebagai Camat Batununggal Kota Bandung tidak bisa hadir, sehubungan harus mendampingi Walikota Bandung dalam kegiatan Performance Art dan Art Perform di Jalan Terusan Martanegara Bandung. "Salam untuk semuanya, semoga silaturahmi di antara kita tetap terjalin ke depannya".

Selain silaturahmi, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh anggota organik (anggota aktif) dengan para alumni. Banyak hal yang dibincangkan dalam pertemuan langka ini.  “Saya baru ngeuh, ternyata Menwa dulu sangat menarik riwayatnya”, kata Evi Yuliany anggota angkatan 43 tahun 2014.

Materi penting yang dibicarakan salah satunya tentang eksistensi organisatoris alumni Menwa Batalyon XI UPI.  Diketahui dewasa ini sejak reformasi 1998 ada berbagai organisasi ke-alumni-an, seperti IARMI, KMI, KONAS, KOCADNAS, dan lain sebagainya. “Kita harus kembali membentuk tim penyusun sejarah Menwa Batalyon XI, nantinya akan diterbitkan dalam majalah MILITAN edisi selanjutnya.  Maksudnya biar keluarga besar kita paham,” ujar Umar Djani Martasuta (Komandan Menwa Yon XI UPI era 1977-1979) dengan penuh kepenasaran.

Secara terpisah salah satu alumni yang tak sempat hadir, Popo Sumpena yang kini bertugas di kota Serang Provinsi Banten, ketika dimintai komentarnya tentang “kondisi galau” atas banyaknya wadah alumni Menwa saat ini, menyatakan : ”Yah, kita mah, jangan ikut-ikutan galau lah. Benar seperti kata rekan alumni lainnya, benahilah alumni kita secara internal di lingkungan UPI saja”.

Urai Ramadhani Komandan Batalyon 1975 1977

Komandan Menwa Batalyon XI UPI, Urai Ramadhani, dalam kesempatan ini sempat berujar :  ” Tugas yang harus saya selesaikan sekarang sebagai pimpinan di ksatrian Menwa Batalyon XI UPI Periode 2016-2017, cukup banyak.  Antara lain perencanaan Diksar (Pendidikan Dasar – red.).  Selain itu, legalitas tempat yang kita duduki atau Mako (Markas Komando – red.).  Bersama Wakil Komandan, Hendriano Meggy, tengah memproses surat hak guna pakai bangunan ini ke Rektor UPI ”.

Bahasan lain yang tak kalah menarik mengenai atribut Menwa, induk Menwa mengarah kemana, fungsi dan peran dari induk Menwa, pelurusan sejarah Menwa, dan kedudukan serta isi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri (Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Republik Indonesia) Nomor : KB/14/M/X/2000, 6/U/KB/2000, 39 A Tahun 2000, Tentang pemberdayaan dan pembinaan Resimen Mahasiswa dalam Bela Negara.

Moh. Huzainal, salah satu alumni Menwa Yon XI UPI (Komandan Menwa Batalyon XI UPI era 1975-1977) ikut berkomentar :  “Alumni Menwa itu intinya bebas memilih mau memakai atribut seperti apa ? Namun bagi anggota Menwa itu sendiri, harus punya pendirian kuat ! Anggota Menwa berhak melakukan apa pun, selama tidak melanggar isi dari SK.”

Galau...

Poto bersama di depan Markas Komando UPI

Yang jelas, sekarang ini tugas para alumni, mendukung anggota organik dalam segi sarana dan prasarana.  Nah, bagi anggota aktif (organik) itu silahkan fokus pada kekuatannya.  Kumpulkan personil sebanyak-banyaknya guna mempertahankan eksistensi Menwa di dalam maupun di luar kampus,” sahut Herman Eka Permana (Komandan Menwa Yon XI UPI era 1990-1991) yang sengaja hadir dari Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Perihal galaunya, mana ? Nah, ini dia yang dimaksud galau itu tak lain begitu banyaknya organisasi kealumnian di lingkungan Menwa sejak bergulir reformasi di negeri ini tahun 1998.  “Nampaknya, ada kekuatan tertentu yang ingin mengkotak-kotakkan kealumnian Menwa dari seluruh perguruan  tinggi.  Saran kami, fokuslah kita ke kealumnian di lingkungan Batalyon Xl ”,  tutup Harri Safiari,  Wadan Menwa Yon XI UPI era 1981 – 1982.

Yang unik, usai pertemuan para alumni ini ada di antara beberapa anggota aktif  berseloroh :  “Menwa jangan dibingungkan oleh alumni”. Silahkan ditafsirkan ujaran dari anggota Menwa aktif ini. Tampaknya kegalauan itu sudah mereka rasakan.  “Mau dibawa kemana alumni Menwa ? ” (‘Azmi/dtn)

Add a comment

Enjang Mulyana, di Kursus Dinas Staf Yon XI UPI - Sikapi Kepemimpinan Menwa Mahawarman

KSD2

DestinasiaNewsKembali, di Markas Komando Menwa Yon XI UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, disibukkan dengan kegiatan Kursus Dinas Staf yang berlangsung selama tujuh hari penuh (18 – 24/4/2016). Khusus Sabtu malam (23/4/2016) Dr. Enjang Mulyana, Msi, Ketua Korps Menwa Yon XI memberikan materi bertemakan Peran Menwa dalam Pembinaan Komunikasi Internal maupun Eksternal dengan Masyarakat Luas. 

Cakupan materi yang disampaikan Enjang Mulyana yang juga akrab disapa Pae, meliputi: Konteks dan Konten Kepemimpinan, Serta Strategi Penyikapannya. “Saya terkesan dengan respon positif para siswa. Mereka begitu tanggap akan perannya sebagai insan akademis. Tadinya, hanya sebagian materi saya kupas. Kenyataannya, mereka mengajak berdiskusi dengan intens. Ini menyenangkan bagi saya”.

Kursus Dinas Staf (KDS) ini diikuti 21 peserta. Mereka terdiri atas anggota muda dan remaja Menwa Yon XI UPI angkatan 44. “Sudah terasa ada signifikansi, berupa pemahaman Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia. Terbukti, mereka semakin intens mendiskusikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dalam kehidupan akademis, juga kala bermasyarakat”, jelas Urai Ramadhani, Danyon Menwa Yon XI UPI.

Pemateri kedua usai Enjang Mulyana, pada malam itu hadir Drs. Harisman, yang mengupas tentang jurnalisme di lingkungan Menwa dan umum. “Ini sesuai dengan bidang saya sehari-hari, disamping sebagai kontraktor dan menggeluti dunia interior”. Sebelum Harisman, pada petang harinya Utami Dewi Nastiti, Wadan Menwa Yon XI UPI 2009 – 2011, dalam KDS ini memberikan materi “Kartini Masa Kini”. “Saya senang berbagi dengan adik-adik junior ini”.

Mako Baru

Pengamatan destinasiaNews, ada hal yang baru menyangkut keberadaan Markas Komando (Mako) Korps Menwa Yon XI Mahawarman. Faktanya sejak Januari 2016 lalu, telah memiliki Mako baru di pinggir Jalan Dr. Setiabudhi – seberang the Salis Hotel. Mako baru ini kondisinya lebih lapang dengan luas lahan sekitar 2.500 M2. “Ini makin memudahkan mereka melakukan kegiatan harian secara mandiri. Buktinya, mereka bisa melakukan KDS di Mako, karena ruangnnya cukup memadai. Yang belum beres adalah sebagian lahan di belakang”, papar Ilham Fauzi, Mantan Dan Yon Menwa Yon XI UPI 2015 - 2016.

Sementara itu Harisman yang sehari-hari berprofesi sebagai kontraktor, malam hari itu menunjukkan progres pemberesan lahan di belakang Mako yang baru dirapikan buldozer. “Nah, lapangan ini sangat cocok untuk kita beraktivitas. Malahan untuk sarana lapangan tembak pun bisa (air soft gun – red)”, tutup Enjang Mulyana, yang sehari-hari masih menjabat sebagai sebagai Sekertaris Dishub Kota Bandung. “Pelan-pelanlah, bertahap lapangan kecil di belakang Mako ini kita benahi. Respon dari para senior untuk membenahinya sudah makin banyak nih”. (HS/Ayu/Evy/Hendrik /dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

destinasiaNews - Dalam mempererat silaturahmi dengan kalangan ustadz dan ulama, calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor 1 yang...

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

DestinasiaNews - Nah, perkiraan pertanyaan “iseng” lainnya masih ala Diego ke Ujang Safaat, Ketua RW setempat Ujang Safaat yang sehari-hari...

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

destinasiaNews – Terinsipirasi serial film travelling yang mendunia bertajuk Don’t Tell My Mother (Ulah bebeja ka Indung kuring). Film ini...

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

destinasiaNews -  Oded M Danial, Wakil Walikota Bandung disela-sela cuti sehubungan pencalonan Pilwalkot  pada Pilwalkot 2018 - 2023 yang berpasangan...

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan,...

Pengunjung

01844409
Hari ini
Kemarin
1130
1102